PEMERINTAH KOTA TIDORE KEPULAUAN
DINAS KESEHATAN
UPT PUSKESMAS RAWAT INAP PAYAHE
Jalan Raya Payahe, Kecamatan Oba Nomor Telepon 085236174640
Email :Puskesmaspayahe@[Link]
KERANGKA ACUAN KERJA
PROGRAM RABIES
TAHUN 2023
A. PENDAHULUAN
Rabies yang disebut juga penyakit anjing gila yang merupakan suatu penyakit
infeksi akut pada susunan saraf pusat (SSP) yang disebut virus rabies melalui gigitan
hewan menular anjing,kucing,kera. Penyakit ini bersifat zoonotic yaitu penyakit dapat
ditularkan dari hewan ke manusia melalui gigitan hewan penular rabies
Penyakit ini dikenal sejak berabad-abad yang lalu dan merupakan penyakit yang
menakutkan bagi manusia karena penyakit ini selalu diakhiri engan kematian. Penyakit
ini menyebabkan penderita tersiksa oleh rasa haus namun sekaligus merasa taku terhadap
air (hydrophobia). Rabies bersifat fatal baik pada hewan maupun manusia , hamper
seluruh pasien yang menunjukan gejala-gejala klinis rabies (encephalomyelitis) akan
diakhiri dengan kematian.
Sampai saat ini belum ada pengobatan yang efektif untuk menyembuhkan rabies,
namun penyakit ini dapat dicegah melalui penangan kasus gigitan hewan penular rabies
(GHPR) sedini mungkin
B. LATAR BELAKANG
Penyakit rabies atau anjing gilaadalah suatu penyakit yang sangat ditakuti dan
dapat menimbukan kematian. Penyakit ini ditularkan dari hewan yang sudah terkena virus
rabies kepada manusia yang di sebut zoonosis. Penyakit rabies ini bersifat akut dan dapat
menularkan dengan cepat kepada satu penderita kepada penderita lain melalui saliva (air
liur) penderita yang sudah terkena virus rabies. Penyakit rabies disebabkan oleh virus
rabies dan penularan nya kepada manusia dapat terjadi melalui gigitan hewanpenular
rabies (HPR) terutama anjing,kucing,dan kera.
Hal-hal yang menjadi factor resiko penularan penyakit rabies adalah saran
transportasi , khusus nya pelauhan yang tidak resmi, hewan peliharaan yang tidak di
vaksinasi di daerah tertular, hewan liar didaerah tertular , pekerja yang beresiko sperti
dokter hewan, penangkap anjing, petugas laboratorium, , pemburu , dan lain-lain.
Wisatawan ke daerah tertular tapi tidak diberi pre exposure, transplantasi terutama
cornea.
Timbulnya penyakit ini pada manusia dapat dicegah dengan pemberian vaksin
anti rabies (VAR) dan serum anti rabies (SAR) , setelah digigit hewan yang menderita
rabies (Soeharsono, 2002) Seperti kita ketahui bersama bahwa kebiasaan memelihara
anjing , kucing, atapun monyetyang sebenar nya memilikisuatu resiko yang cukup besar
bagi kehidupan terutama dalam bidang Kesehatan yskni berksitsn dengan penlaran
penyakit rabies . Kasus klinis pada hewan maupun manusia selalu berakhir dengan
kematian . Penyakit rabies menimbulkan dampak psikologis seperti kepanikan,
kegelisahan, kekhawatiran, kesakitan, dan ketidaknyamanan pada orang-orang yang
terpapar. Kerugian ekonomi yang dapat yang ditimbulkan pada daerah terjadi karea biaya
penyidikan, pengendalian yang tinggi, serta tingginya biaya postexposure treatment.
Disamping itu, kerugian akibat pembatalan kunjungan wisatawan , terutama didaerah
yang menjadi tujuan wisata penting dunia , seperti Bali, dapat saja terjadi jika tangka
tkejadian rabies sangat tinggi
C. TUJUAN UMUM DAN TUJAN KHUSUS
1. TUJUAN UMUM
Menekan serendah-rendahnya kasus rabies
2. TUJUAN KHUSUS
a. Penemuan dini kasus gigitan anjing, kucing, kera, ataupun hewan peliharaan
lainnya.
b. Penatalaksanaan kasus gigitan anjing , kucing, ataupun hewan penular lainnya.
c. Pemberian vaksin
D. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN
No Kegiatan Pokok Rincian Kegiatan
Kegiatan dalam gedung
1 Penyuluhan perorangan Penyuluhan tetang penanganan rabies
2 Pelayanan Imunisasi Rabies Pelayanan imunisasi rabies bagi pelanggan korban
gigitan anjing
Kegiatan Luar Gedung
1 Sosialisasi Penyakit Rabies 1. Sosialisasi tentag penyakit rabies di posyandu
wilayah kerja Puskesmas rawat inap Payahe
2. Penyuluhsn cara penangan korban gigitan
hewan peular rabies
E. CARA PELAKSANAAN KEGIATAN
1. Koordinator melaksanakan sosialisasi kepada pemegang program dan pemegang
daerah binaan tentang rencana pelaksanaan kegiatan program
2. Koordinator program Menyusun jadwal kegiatan
3. Bides dan pemegang daerah binaan melaksanakan kegiatan
4. Melaporkan hasil kegiatan dan melakukan Analisa capaian program
5. Melaksanakan evaluasi dan monitoring terhadap hasil kegiatan
F. SASARAN
Masyarakat wilayah kerja Puskesmas Rawat Inap Payahe
G. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN
No Kegiatan 2023
Jan Feb Mar Apr Me Jun Jul ags Sep Okt No Des
i v
Dalam Gedung
1 Penyuluhan √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
perorangan
2 Pelayanan √ √ √ √ √
imunisasi Rabies
Luar Gedung
1 Sosialisasi
penyakit rabies
NB. Jadwal pelayanan gedung jika ada kasus
H. PENCATATAN PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN
Evaluasi pelaksanaan kegiatan dilaksanakan setiap bulan sesuai dengan jadwal
kegiatan dengan pelaporan hasil-hasilyang dicapai pada bulan tersebut
I. PENCATATAN PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN
Pencatatan dan pelaporan terhadap hasil kegiatan dilakukan setiap bulan oleh
penanggung jawab program yang selanjutnya dilaporkan kepada Kepala Puskesmas
Rawat Inap Payahe dan didistribusikan kepada pihak terkait untuk ditindaklanjuti
J. SUMBER DANA
Sumber dana kegiatan program rabies berasal dari Anggaran Dana Alokasi
Khusus (DAK) BOK Puskesmas Rawat Inap Payahe Tahun 2023
Kepala Upt Puskesmas Rawat Inap Payahe
Nurhasnah Husen