0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan8 halaman

Alat Tes Passing Bolavoli Digital

Penelitian ini mengembangkan instrumen tes passing bolavoli berbasis digital yang dapat digunakan secara portable dan dilengkapi dengan sensor untuk akurasi penghitungan. Uji coba pada kelompok kecil dan besar menunjukkan validitas rata-rata masing-masing 90,96% dan 95,33%, sehingga alat ini dinyatakan layak digunakan. Alat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan teknik dasar passing bolavoli bagi atlet pemula.

Diunggah oleh

aprylapryl607
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan8 halaman

Alat Tes Passing Bolavoli Digital

Penelitian ini mengembangkan instrumen tes passing bolavoli berbasis digital yang dapat digunakan secara portable dan dilengkapi dengan sensor untuk akurasi penghitungan. Uji coba pada kelompok kecil dan besar menunjukkan validitas rata-rata masing-masing 90,96% dan 95,33%, sehingga alat ini dinyatakan layak digunakan. Alat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan teknik dasar passing bolavoli bagi atlet pemula.

Diunggah oleh

aprylapryl607
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Jurnal Prestasi Vol. 4 No.

1, Juni 2020: 9-16 p-ISSN : 2549-9394


e-ISSN : 2579-7093

Pengembangan Instrumen Tes Passing Bolavoli Berbasis Digital


Suriadi, Rahma Dewi, Basyaruddin Daulay
Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Medan
suriadi2106@[Link], rahmadewi@[Link], Badayfik@[Link]

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrument tes passing atas dan passing
bawah bolavoli. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh atlet di club TVRI, club PBV Mulia dan
club Johar. Bentuk yang telah dibuat terlebih dahulu divalidasi orang beberapa ahli di bidangnya. Alat
ini berupa adaptasi dari instrument tes sebelumnya yang masih merupakan dinding dengan diameter
1,5 x1,5 meter dengan ketinggian sesuai dengan kebutuhan tes yang akan dilakukan, menjadi bentuk
portable yang dapat digunakan kapanpun dan dimanapun dengan material yang keras menyerupai
dinding sehingga daya pantul bola tidak berkurang dan dilengkapi dengan sensor sehingga
penghitungan menjadi lebih mudah dan akurat. Uji kelompok kecil melibatkan 20 orang atlet dari club
TVRI dan uji coba kelompok besar melibatkan 30 orang atlet dari club Johar dan club Mulia. Hasil
dari validasi ahli dalam ujicoba kelompok kecil bahwa dapat digunakan dimana rata-rata persentase
validitasnya adalah 90,96%. Hasil dari validasi ahli dalam ujicoba kelompok besar bahwa dapat
digunakan dimana rata-rata persentase validitasnya adalah 95,33%. Dapat disimpulkan alat tes
kemampuan passing atas dan passing bawah bolavoli berbasis digital ini dapat layak atau dapat
digunakan.

Kata Kunci: Instrumen, Passing bolavoli

Development of Digital-Based Volleyball Passing Test Instruments


Abstract: This study aims to develop a test instrument for passing over and under passing volleyball.
The population in this study were all athletes in the TVRI club, PBV Mulia club, and Johar club.
Forms that have been made are first validated by 1 expert in the field of sports, 1 volleyball coach and
1 electronic expert from the University who has a competent background in their respective fields.
This tool is in the form of an adaptation of the previous test instrument which is still a wall with a
diameter of 1.5x1.5 meters with a height in accordance with the needs of the test to be carried out,
becoming a portable form that can be used anytime and anywhere with hard material resembling a
wall so that the reflectivity of the ball is not reduced and equipped with sensors so that calculations
are easier and more accurate. The small group test involved 20 athletes from the TVRI club and the
large group trial involved 30 athletes from the Johar and Mulia clubs. The results of expert validation
in small group trials that can be used where the average percentage of validity is 90,96%. The results
of expert validation in large group trials that can be used where the average percentage of validity is
95,33%. It can be concluded that the test tool for the ability to pass up and pass under digital
volleyball can be feasible or can be used.

Keywords: Instrument, Volleyball passing,

PENDAHULUAN

Permainan bolavoli termasuk jenis permainan yang memerlukan latihan yang teratur dan terarah
karena permainan bolavoli mengandung berbagai macam unsur gerak. Teknik dasar dalam permainan
bolavoli adalah suatu proses melahirkan keaktifan jasmani dan pembuktian suatu praktek dengan
sebaik mungkin untuk menyelesaikan tugas yang pasti dalam permainan bolavoli.

[Link] 9
Jurnal Prestasi Vol. 4 No. 1, Juni 2020: 9-16 p-ISSN : 2549-9394
e-ISSN : 2579-7093

Indonesia merupakan negara berkembang, namun Indonesia masih menjadi negara konsumen
bagi alat-alat yang modern. Seharusnya Indonesia mampu menciptakan alat-alat yang dapat memiliki
nilai jual. Sehingga akan mengurangi presentase sebagai Negara konsumen dari berbagai penemuan
ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Menurut Erfiyanto (dalam jurnal pendidikan kepelatihan
olahraga 2016:2) seperti dalam bidang olahraga penemuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK)
yang di gunakan sangat banyak. Berdasarkan observasi di lapangan, kebanyakkan pelatih masih
menggunakan alat seadanya, dan pada saat melatih, pelatih masik membantu proses latihan dengan
cara memantulkan bola. Dan ada juga yang sudah menggunakan alat pantul bolavoli tetapi masih
kurang efektif, dan masih diterapkan dengan cara manual.
Berdasarkan hasil observasi penelitian dan wawancara yang dilakukan kepada pengurus, atlet
bolavoli dan pelatih Club TVRI, PBV. Tanjung Mulia dan Club Johar dapat ditarik kesimpulan bahwa
dapat dilihat karena masih banyak atlet yang belum mampu melakukan passing bawah dan passing
atas yang maksimal di karenakan tidak adanya papan pantul di club tersebut. Dari pengumpulan data
yang telah dilakukan terhadap 30 orang atlet bolavoli diperoleh bahwa ada 100% atlet yang ingin atau
membutuhka papan pantul bolavoli dengan alasan agar mereka bisa bersemangat lagi dalam
memainkan permainan bolavoli. Berdasarkan hasil pengamatan, wawancara dan analisis kebutuhan di
atas maka dapat disimpulkan bahwa sangat perlu adanya pengembangan instrument tes passing
bolavoli berbasis digital tahun 2019. Adapun faktor pendukung untuk meningkatkan kemampuan
teknik salah satunya dengan menggunakan alat. Alat bisa bermacam-macam tapi yang dimaksud disini
adalah alat membantu instrument tes passing baik itu passing bawah dan passing. Adapun alat yang
diginakan ini adalah berupa papan pantul untuk meningkatkan latihan passing bawah dan passing atas.
Hal ini di ketahui dari observasi beberapa club bolavoli salah satunya yaitu club bolavoli Johar yang
mana alat yang digunakan masih berupa alat papan pantul bolavoli biasa.
Peneliti melakukan observasi pada club tersebut atlet yang berlatih di club ini adalah 30 orang
yang aktif berlatih. Dari permasalahan diatas, Penulis ingin mengembangkan sebuah model rancangan
alat yang memberi kemudahan serta keefisienan para atlet dan pelatih. Alat ini diharapkan supaya
pelatih tidak melatih secara manual lagi. Atlet hanya memantulkan bola dan mengarahkan bola kearah
alat pantul yang berbetuk digital. Alat pantul bola ini berbasis digital yang menggunakan Timer
(waktu). Alat ini diharapakan supaya pelatih tidak melatih secara manual lagi. Dari pemaparan latar
belakang masalah di atas maka dapat diidentifikasi masalanya adalah Modifikasi alat latihan teknik
dasar passing bolavoli berbasis digital belum banyak ditemukan dan dikembangkan, Pelatih masih
membantu proses latihan dengan cara melempar bola secara manual sehingga kurang afektif.
Berdasarkan rumusan permasahan di atas maka penelitian ini bertujuan untuk untuk mengembangkan
instrument tes passing bolavoli berbasis digital.
Produk yang akan dihasilkan melalui penelitian pengembangan ini mempunyai spesifikasi yaitu
Hasil produk penelitian berupa alat teknik dasar passing bolavoli, papan pantul berbentuk persegi
empat, timer (waktu), layar hasil, kaki rangka untuk menompang alat teknik dasar passing bolavoli,
baut untuk mengatur ketinggian alat, Remote untuk mengontrol dan menghidupkan alat.
Dalam kamus besar bahasa Indonesia kata ”pengembangan” secara etimologi yaitu berarti
proses/cara, perbuatan mengembangkan. Secara istilah, kata pengembagan menunjukkan pada suatu
kegiatan menghasilkan suatu alat atau cara yang baru, dimana selama kegiatan tersebut penilaian dan
penyempurnaan terhadap alat atau cara tersebut terus dilakukan. Bila setelah mengalami
penyempurnaan penyempurnaan akhirnya alat atau cara tersebut dipandang cukup mantap untuk
digunakan seterusnya. (KBBI:103). Maya Sukmawati, dkk (dalam jurnal Studi Sosial, 2016:78)
menyatakan hasil penelitian dan pengembangan sesuai dengan pendapat Sadiman, dkk (2011:78-81)
yang menyatakan bahwa sebagai media pendidikan, permainan mempunyai beberapa kelebihan yaitu:

a. permainan adalah sesuatu yang menyenangkan untuk dilakukan dan sesuatu yang menghibur
b. permainan memungkinkan adanya partisipasi aktif dari siswa untuk belajar
c. permainan dapat memberikan umpan balik langsung, umpan balik yang secepatnya atas apa yang
dilakukan akan memungkinkan proses belajar yang lebih efektif
d. permainan memungkinkan penerapan konsep–konsep ataupun peranan-peranan yang sebenarnya
dalam masyarakat
e. permainan bersifat luwes dan

[Link] 10
Jurnal Prestasi Vol. 4 No. 1, Juni 2020: 9-16 p-ISSN : 2549-9394
e-ISSN : 2579-7093

f. permainan dapat dengan mudah dibuat dan diperbanyak oleh guru

Jadi dapat dikatakan bahwa penelitian dan pengembangan adalah suatu proses atau langkah-
langkah untuk mengembangkan suatu produk baru atau menyempurnakan produk yang telah ada, yang
dapat dipertanggungjawabkan. untuk membuat suatu produk baru atau mengembangkan produk yang
telah ada menjadi lebih luas lagi dengan kata kunci produk tersebut diuji keefektifannya.
Pengembangan bertujuan untuk menghasilkan produk berdasarkan temuan-temuan uji lapangan.
Menurut Ali Yusmar (dalam jurnal Pendidikan dan pengajaran, 2017:144) Permainan bolavoli
adalah suatu permainan yang menggunakan bola untuk dipantulkan (di-volley) di udara hilir mudik di
atas net (jaring), dengan maksud dapat menjatuhkan bola di dalam petak daerah lapangan lawan dalam
rangka mencari kemenangan. Mem-volley atau memantulkan bola ke udara dapat mempergunakan
seluruh anggota atau bagian tubuh dari ujung kaki sampai ke kepala dengan pantulan sempurna.
Permainan bolavoli membutuhkan kemampuan untuk mengapresiasi bola, mencangkup arahnya,
ketinggiannya, dan kecepatannya. bahwa kemampuan bermain bolavoli merupakan potensi seseorang
untuk menunjukkan keahlian bermain bolavoli yang merupakan hasil dari latihan atau praktik.
Kemampuan bermain voli juga merupakan kesanggupan seseorang untuk melakukan permainan
bolavoli secara efektif dengan menguasai teknik-teknik dasar dalam bolavoli dan mampu bermain
dengan baik.
Menurut Winarno, Dkk (2010:76) passing berarti mengumpan atau mengoper bola kepada
kawan satu regu. Passing adalah usaha atau upaya seorang pemain bolavoli dengan cara menggunakan
suatu teknik tertentu yang bertujuan adalah untuk mengoper bola yang di mainkan kepada teman pada
seregu untuk di mainkan di lapangan sendiri. Yunus (1992) berpendapat bahwa passing adalah
mengoper bola kepada teman sendiri dalam satu regu dengan suatu teknik tertntu, sebagai langkah
awal untuk menyusun serangan kepada lawan. Terdapat dua macam passing yaitu passing bawah dan
passing atas. Bagian berikut ini akan di kemukakan teknik melakukan passing, baik passing bawah
mau pun passing atas. Passing bawah ialah cara yang dilakukan pemain untuk mengoper bola atau
menerima bola dari depan badan menggunakan kedua tangan secara bersamaan. Passing atas atau
disebut set up adalah usaha pemain untuk mengoper bola yang dilakukan saat bola diatas kepala
menggunakan kedua tangan secara bersamaan.
Papan pantul terbuat dari papan atau triplek yang berbentuk persegi empat untuk memantulkan
bola dengan menggunakan passing bawah dan passing atas dalam permainan bolavoli. Papan pantul
bolavoli ini adalah sebagai alat bantu untuk melatih permainan bolavoli pada atlet pemula, baik itu
passing bawah maupun passing atas.

Gambar 1. Desain Alat Tampak Samping

[Link] 11
Jurnal Prestasi Vol. 4 No. 1, Juni 2020: 9-16 p-ISSN : 2549-9394
e-ISSN : 2579-7093

Gambar 2. Desain Alat Tampak Depan

Gambar 3. Desain Komponen Sensor Pada Alat

METODE

Penelitian ini bertujuan pada sebuah produk yang telah dikembangkan. Penelitian ini
menggunakan metode research and development. Langkah-langkah pengembangan produk (Sugiyono,
2018 : 409):

Potensi Dan Pengumpulan Desain Validasi


Masalah data Produk Desain

Uji Coba Revisi Produk Uji Coba Revisi


Pemakaian Produk Desain

Revisi Produk Produksi Masal

Gambar 4. Langkah Penggunaan Metode Research and Development (Sumber: Sugiyono, 2018 ; 409)

Teknik penentuan subjek uji coba dalam penelitian ini adalah dengan motode purposive
sampling. Menurut Suharsimi Arikunto (2004:84) purposive sampling adalah teknik penentuan sampel
dengan kreteria yang telah ditentukan. Menurut Sugiyono (2018:193) “Teknik pengumpulan data
merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah
mendapatkan data”. Tanpa mengetahui teknik-teknik pengumpulan data, maka peneliti tidak akan

[Link] 12
Jurnal Prestasi Vol. 4 No. 1, Juni 2020: 9-16 p-ISSN : 2549-9394
e-ISSN : 2579-7093

mendapatkan data yang memenuhi standar data yang ditetapkan. Adapun instrument yang digunakan
dalam penelitian ini dengan menggunakan:

a. Observasi. Observasi adalah pengamatan dan pencatatan yang sistematis terhadap gejala–gejala
yang diteliti. Dalam hal ini, peneliti pengawasan dengan cermat setiap perkembangan yang
berkaitan dengan pengembangan “PABA” alat latihan teknik dasar bolavoli
b. Kuesioner (Angket). Menurut Sugiyono (2018:1999) kuesioner adalah teknik pengumpulan data
yang dilakukan dengan vara member seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada
responden untuk dijawabnya. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang efisien bila
peneliti tahu dengan pasti variabel yang akan diukur dan tahu apa yang bisa diharapkan dari
responden.
c. Dokumentasi. Berisi lampiran-lampiran berupa tulisan, foto, gambar-gambar serta hal-hal yang
memungkinkan untuk digali sebagai data dalam proses penelitian dan menggunakan library
reseach, seperti Buku-buku, Jurnal-jurnal Ilmiah baik jurnal internasional maupun jurnal nasional,
skripsi/tesis, Undang-Undang dan sumber-sumber lain yang mendukung untuk membuat suatu
instrument. Menurut Sugiyono (2018:173) instrumen dikatakan valid bila alat ukur yang
digunakan dapat mengukur data valid. Agar penelitian pengembangan alat ini valid, maka peneliti
menambahkan angket dimana ahli materi dan ahli media mengisi sesuai dengan pertanyaan yang
disediakan. Validasi instrument untuk ahli materi dan ahli media dilakukan melalui konsultasi dan
meminta penilaian kepada para ahli yang memiliki keahlian tentang materi yang akan diuji dan
kreteria media pembelajaran.

Menurut Bogdan dalam Sugiyono (2018:244) Analisis data adalah proses mencari dan
menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan bahan-
bahan lain, sehingga dapat mudah dipahami, dan temuannya dapat diinformasikan kepada orang lain.
Analisis data dilakukan dengan mengorganisasikan data, menjabarkannya ke dalam unit-unit,
melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari,
dan membuat kesimpulan yang dapat diceritakan kepada orang lain. Pada penelitian pengembangan ini
teknik analisis data digunakan dengan teknik analisa deksriptif kuantitatif dengan persentase. Teknik
ini digunakan agar mendapat analisa data kuantitatif yang didapatkan dari penyebaran angket.
Konsistensi hasil yang ditunjukan oleh alat diuji dengan uji reliabilitas dengan cara dilakukan
uji coba oleh beberapa orang atlet secara berulang-ulang. Untuk menghitung reabilitas digunakan
rumus korelasi product moment dengan mengkorelasikan hasil tes (test re-test).
Pengembangan alat pelontar bola multifungsi divalidasi oleh para ahli dibidangnya, yaitu
seorang ahli materi, ahli media dan ahli materi olahraga kepelatihan. Tinjauan para ahli menghasilkan
penilaian dalam ujicoba produk produk sebagai berikut:

Persentase
100,00%
90,00%
80,00%
70,00%
Ahli Materi Pelatih Ahli Media
Persentase 85,80% 89,20% 97,90%

Gambar 5. Persentase Penilaian Pada Ujicoba Produk

Nilai rata-rata dari ketiga ahli yaitu ahli materi, pelatih dan ahli media adalah 90,96%. Sehingga
dapat dikategorikan sebagai layak dan dapat digunakan.

[Link] 13
Jurnal Prestasi Vol. 4 No. 1, Juni 2020: 9-16 p-ISSN : 2549-9394
e-ISSN : 2579-7093

Gambar 6. Alat Tampak Depan Pada Ujicoba Produk

Gambar 7. Komponen Elektronik Pada Alat (Kabel batrai ke laser, Timer, Baterai, Adaptor Charger)

Pengembangan alat pelontar bola multifumgsi divalidasi oleh para ahli dibidangnya, yaitu
seorang ahli materi, ahli media dan ahli materi olahraga kepelatihan. Tinjauan para ahli menghasilkan
penilaian dalam ujicoba produk pemakaian sebagai berikut:

Persentase
100,00%
95,00%
90,00%
Ahli Materi Pelatih Ahli Media
Persentase 95,00% 98,00% 93,00%

Gambar 8. Persentase Penilaian Pada Ujicoba Pemakaian

Nilai rata-rata dari ketiga ahli yaitu ahli materi, pelatih dan ahli media adalah 95,33%. Sehingga
dapat dikategorikan sebagai layak dan dapat digunakan.

Gambar 9. Alat Tampak Depan dan Belakang Pada Ujicoba Pemakaian

[Link] 14
Jurnal Prestasi Vol. 4 No. 1, Juni 2020: 9-16 p-ISSN : 2549-9394
e-ISSN : 2579-7093

Alat tes passing atas dan passing bawah bolavoli ini dikalibrasi dengan ditentukannya norma tes
sebagai pedoman atlet dalam mengukur kemampuan passingnya dengan cara menghitung validitas dan
reliabilitas alat kemudia dihasilkannya norma tes sebagai berikut.

Tabel 1. Norma Tes Passing Atas

Kategori Skor
Baik Sekali >36
Baik 34-36
Sedang 32-33
Kurang 28-31
Kurang Sekali <28

Tabel 2. Norma Tes Passing Bawah

Kategori Skor
Baik Sekali >36
Baik 34-36
Sedang 32-33
Kurang 29-31
Kurang Sekali <29

SIMPULAN

Setelah mengetahui hasil dari rata rata nilai baik dari kelompok kecil dan kelompok besar maka
dapat dikatakan pengembangan instrumen tes passing bolavoli berbasis digital sebagai media
pelatihan teknik dasar bolavoli dianggap layak. Alat ini juga dapat membantu pelatih dalam variasi
latihan teknik dasar bolavoli sesuai kebutuhan serta melalui menggunakan alat papan pantul ini latihan
teknik dasar bolavoli lebih mudah dilakukan dengan memakai luas lapangan hanya 3x5 meter.
Menurut hasil perhitungan uji reliabilitas diatas maka dapat disimpulkan bahwa tes passing bolavoli
ini reliabel karena memiliki hasil yang konsisten disetiap tes yang dilakukan.
Setelah melalui beberapa tahapan pengembangan instrumen tes passing bolavoli berbasis digital
sebagai media pelatihan teknik dasar, maka penelian ini dapat disimpulkan sebagai berikut: (1)
Terciptanya pengembangan instrumen tes passing bolavoli berbasis digital sebagai media kepelatihan
bolavoli dengan spesifikasi; (2) Kerangka awal dapat berupa papan pantul yang terbuat dari triplek; (3)
Kerangka terbuat dari besi; (4) Alat di sertai dengan lesser untuk menghitung berapa kali pantulan
bolavoli dilakukan atlet. Produk layak digunakan dari aspek fisik, desain dan penggunaa baik
ketahanan dan kepraktisan alat terhadap cuaca dan pantulan bola

DAFTAR PUSTAKA

Andang Ismail. (2006). Education Games. Yogyakarta: Pilar Medai.

Sadiman Arif S. (2003). Media Pendidikan Pengertian, pengembangan dan Pemanfaatannya. Jakarta.
Pustekom Dikbud

[Link] 15
Jurnal Prestasi Vol. 4 No. 1, Juni 2020: 9-16 p-ISSN : 2549-9394
e-ISSN : 2579-7093

Bompa, Tudor O. (1983). Theory and Methodology of Training to Key Athletic Performance. Canada
Kendal: Hunt Publishing Company.

Meelke Danny. (2003). Soccer Fundamentals. United States: Human Kinetics Publishers.

M. Sajoto (1995). Pembinaan Kondisi Fisik Dalam Olahraga. Semarang: IKIP Semarang Press.

Sukmadinata, Nana Syaodih. (2010). Metode Penelitian Pendidikan, Bandung : PPS UPI.

Sugiyono. (2008). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta.

Sue Bredekamp. (1987). Developmentally Appropriate Practice in Early Chilhood Program


ServingChildrenFrom Birth Throught Age 8 (Washington: NAYC.

Nugroho, Erfiyanto Dwi. (2016). Pengembangan Alat Plontar Bola Multifungsi. Dalam jurnal
Pendidikan Kepelatihan Olahraga. Pdf.

Siskawati, Maya, dkk. (2016). Pengembangan media pembelajaran bolavoli untuk meningkatkan
belajar geografi siswa. Dalam jurnal Studi sosial vol.4, No.1. Pdf.

Wibisono, Rezeki. (2015). Pengaruh Penerapan Modifikasi Smesh Bolavoli Terhadap Hasil Belajar
Gerak Dasar Smesh Bolavoli (studi pada siswa kelas Xi IPA3 SMA NEGERI 1 PRAJEKAN
KABUPETEN BONDOWONGSO). Dalam jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol.3,
No.01 hal 25-28. Pdf.

Yusmar, Ali. (2017). Upaya Peningkatan Teknik Permainan Bolavoli Melalui Modifikasi Permainan
Siswa Kelas X SMA NEGERI 2 KAMPAR. Dalam jurnal Pendidikan dan pengajaran program
studi pendidikan guru sekolah dasar FKIP Universitas Riau, Vol.1, No.1 Juli. Pdf

[Link] 16

Anda mungkin juga menyukai