0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan11 halaman

Modul Pembelajaran Konsep Rasio SD VI

Dokumen ini adalah modul pembelajaran matematika untuk siswa kelas VI SD yang disusun oleh James F. Tumurang, berfokus pada konsep rasio dan operasi aritmetika. Peserta didik diharapkan dapat memahami dan menerapkan rasio dalam berbagai konteks, serta mengembangkan keterampilan analisis data dan geometri. Modul ini mencakup tujuan pembelajaran, metode pengajaran, serta asesmen untuk mengevaluasi pencapaian siswa.

Diunggah oleh

Rynka Irgin Mello
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan11 halaman

Modul Pembelajaran Konsep Rasio SD VI

Dokumen ini adalah modul pembelajaran matematika untuk siswa kelas VI SD yang disusun oleh James F. Tumurang, berfokus pada konsep rasio dan operasi aritmetika. Peserta didik diharapkan dapat memahami dan menerapkan rasio dalam berbagai konteks, serta mengembangkan keterampilan analisis data dan geometri. Modul ini mencakup tujuan pembelajaran, metode pengajaran, serta asesmen untuk mengevaluasi pencapaian siswa.

Diunggah oleh

Rynka Irgin Mello
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

A.

INFORMASI UMUM MODUL


Nama Penyusun : JAMES F. TUMURANG
Instansi/Sekolah : SD INPRES TIWOHO
Jenjang / Kelas : SD / VI
Alokasi Waktu : 5 JP X 2 Pertemuan (10 x 35 menit)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026

B. KOMPONEN INTI
Capaian Pembelajaran Fase C

Pada akhir Fase C, peserta didik memperluas pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) dan
operasi aritmetika pada bilangan cacah; membandingkan dan mengurutkan pecahan, mengubah bentuk
pecahan dan melakukan penjumlahan dan pengurangan pecahan; serta melakukan operasi perkalian
dan pembagian pecahan dengan bilangan asli. Mereka dapat mengisi nilai yang belum diketahui dalam
sebuah kalimat matematika yang berkaitan dengan operasi aritmetika; mengidentifikasi, meniru, dan
mengembangkan pola bilangan membesar yang melibatkan perkalian dan pembagian; menyelesaikan
masalah yang berkaitan dengan kelipatan persekutuan terkecil (KPK), faktor persekutuan terbesar
(FPB) dan yang berkaitan dengan uang; serta bernalar secara proporsional menggunakan operasi
perkalian dan pembagian dalam menyelesaikan masalah sehari-hari dengan rasio dan/atau yang terkait
dengan proporsi. Mereka dapat menentukan keliling, luas, mengonstruksi dan mengurai dari bangun
datar dan gabungan; mengenali visualisasi spasial; membandingkan karakteristik antarbangun datar
dan antar bangun ruang, serta menentukan lokasi pada peta yang menggunakan sistem berpetak.
Mereka dapat mengurutkan, membandingkan, menyajikan, dan menganalisis data banyak benda dan
data hasil pengukuran dalam bentuk beberapa tampilan untuk mendapatkan informasi serta
menentukan seberapa mungkin kejadian dalam suatu percobaan acak.

Fase C Berdasarkan Elemen


Bilangan Pada akhir fase C, peserta didik dapat menunjukkan
pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan
cacah sampai 1.000.000. Mereka dapat membaca, menulis,
menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan,
melakukan komposisi dan dekomposisi bilangan tersebut.
Mereka juga dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan
dengan uang. Mereka dapat melakukan operasi penjumlahan,
pengurangan, perkalian, dan pembagian bilangan cacah sampai
100.000. Mereka juga dapat menyelesaikan masalah yang
berkaitan dengan KPK dan FPB. Peserta didik dapat
membandingkan dan mengurutkan berbagai pecahan termasuk
pecahan campuran, melakukan operasi penjumlahan dan
pengurangan pecahan, serta melakukan operasi perkalian dan
pembagian pecahan dengan bilangan asli. Mereka dapat
mengubah pecahan menjadi desimal, serta membandingkan dan
mengurutkan bilangan desimal (satu angka di belakang koma)
Aljabar Pada akhir fase C, peserta didik dapat mengisi nilai yang belum
diketahui dalam sebuah kalimat matematika yang berkaitan
dengan penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian
pada bilangan cacah sampai 1000 (contoh : 10 x … = 900, dan
900 : … = 10) Peserta didik dapat mengidentifikasi, meniru, dan
mengembangkan pola bilangan membesar dan mengecil yang
melibatkan perkalian dan pembagian. Mereka dapat bernalar
secara proporsional untuk menyelesaikan masalah sehari-hari
dengan rasio satuan. Mereka dapat menggunakan operasi
perkalian dan pembagian dalam menyelesaikan masalah
seharihari yang terkait dengan proporsi.
Pengukuran Pada akhir fase C, peserta didik dapat menentukan keliling dan
luas berbagai bentuk bangun datar (segitiga, segiempat, dan
segibanyak) serta gabungannya. Mereka dapat menghitung
durasi waktu dan mengukur besar sudut.
Geometri Pada akhir fase C, peserta didik dapat mengonstruksi dan
mengurai bangun ruang (kubus, balok, dan gabungannya) dan
mengenali visualisasi spasial (bagian depan, atas, dan
samping). Mereka dapat membandingkan karakteristik antar
bangun datar dan antar bangun ruang. Mereka dapat
menentukan lokasi pada peta yang menggunakan sistem
berpetak.
Analisa Data danPeluang Pada akhir fase C, peserta didik dapat mengurutkan,
membandingkan, menyajikan, dan menganalisis data banyak
benda dan data hasil pengukuran dalam bentuk gambar,
piktogram, diagram batang, dan tabel frekuensi untuk
mendapatkan informasi. Mereka dapat menentukan kejadian
dengan kemungkinan yang lebih besar dalam suatu percobaan
acak.
Tujuan Pembelajaran  memahami konsep rasio dan menggunakan bahasa asio
untuk menjelaskan hubungan perbandingan antara dua
besaran;
 menentukan kesamaan rasio dengan menggunakan tabel
rasio;
 menentukan rasio satuan; dan
 menentukan rasio bagian terhadap bagian dan rasio bagian
terhadap keseluruhan.
Pertanyaan Pemantik  Bagaimana menyatakan rasio dari dua besaran yang
berbeda?
 Bagaimana menyelesaikan permasalahan terkait rasio
dengan melibatkan operasi hitung perkalian dan pembagian?
 Bagaimana memodelkan permasalahan ke dalam tabel
rasio?
 Bagaimana menerapkan konsep faktor bilangan dalam
menyatakan kesamaan rasio?
 Bagaimana cara menentukan rasio satuan?
Profil Pancasila  Beriman Bertakwa kepada Tuhan YME dan Berakhlak Mulia
 Berkebhinekaan Global
 Mandiri
 Bernalar
 Kritis
 Kreatif
8 Profil Lulusan 1. Keimanan dan Ketakwaan terhadap tuhan YME
Individu yang memiliki keyakinan teguh akan keberadaan
tuhan seta menghayati nilai-nilai spriritual dalam kehidupan
sehari-hari
2. Kewargaan
Individu yang memiliki rasa cinta tanah air, mentaati aturan
dan norma social dalam kehidupan bermasyarakat, memiliki
kepedulian, tanggungjawab social, serta berkomitmen untuk
menyelesaikan masalah nyata yang terkait, keberlanjutan
manusia dan lingkungan
3. Penalaran Kritis
Individu yang mampu berpikir secara logis, analitis dan
reflektif dalam memahami, mngevaluasi, serta memproses
informasi untuk menyelesaikan masalah
4. Kreativitas
Individu yang mampu berpikir secara inovatif, fleksibel, dan
orisinal dalam mengolah ide atau informasi untuk menciptakan
solusi yang unik dan bermanfaat
5. Kolaborasi
Individu yang mampu bekerja sama secara efektif dengan
orang lain secara gotong roying untuk mencapai tujuan
Bersama melalui pembagian pesan dan tanggung jawab
6. Kemandirian
Individu yang mampu bertanggung jawab atas proses dan hasil
belajarnya sendiri dengan menunjukkan kemampuan untuk
mengambil inisiatif, mngetasi hambatan, dan menyelesaikan
tugas secara tepat bergantung pada orang lain
7. Kesehatan
Individu yang memiliki fisik yang prima, bugar, sehat, dan
mampu menjaga keseimbangan Kesehatan mental dan fisik
untuk mewujudkan kesejahteraan lahir dan batin (well-being)
8. Komunikasi
Individu yang memiliki kemampuan komunikasi untrapribadi
untuk melakukan refleksi dan antarpribadi untuk
menyampaikan ide, gagasan dan antarpribadi untuk
menyampaikan ide gagasan, dan informasi baik lisan maupun
tulisan serta berinteraksi secara efektif dalam berbagai situasi.

Kata kunci Rasio, kesamaan rasio, rasio pada durasi waktu, rasio satuan,
kotak rasio, tabel rasio

Target Peserta Didik : Jumlah Siswa :


Peserta didik Reguler 11 Peserta didik (dimodifikasi dalam pembagian
jumlah anggota kelompok ketika jumlah siswa
sedikti atau lebih banyak)
Assesmen : Jenis Assesmen :
Guru menilai ketercapaian tujuan  Presentasi
pembelajaran  Produk
- Asesmen individu  Tertulis
- Asesmen kelompok  Unjuk Kerja
 Tertulis
Metode dan Aktivitas Sarana dan Prasarana
 Penemuan terbimbing  Ruang Kelas, White board, Alat tulis
 Eksplorasi
 Diskusi
Model Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Utama / Pengaturan
peserta didik :
 Tatap muka  Individu
 Berkelompok (Lebih dari dua orang)

Ketersediaan Materi :
 Pengayaan untuk peserta didik berpencapaian tinggi:
YA/TIDAK
 Alternatif penjelasan, metode, atau aktivitas untuk peserta didik yang sulit memahami
konsep:
YA/TIDAK

Materi Pembelajaran
Bab 2 Rasio
A. Konsep Rasio
1. Membandingkan Benda
2. Pengertian Rasio
Sumber Belajar :
1. Sumber Utama
 Buku Matematika kelas VI SD

2. Sumber Alternatif
 Guru juga dapat menggunakan alternatif sumber belajar yang terdapat di lingkungan
sekitar dan disesuaikan dengan tema yang sedang dibahas.

Persiapan Pembelajaran :
a. Memastikan semua sarana prasarana, alat, dan bahan tersedia
b. Memastikan kondisi kelas kondusif
c. Mempersiapkan bahan tayang
d. Mempersiapkan lembar kerja siswa

Panduan Pembelajaran :
A. Konsep Rasio

Sebelum mempelajari materi mengenai konsep rasio, guru diharapkan dapat menjelaskan
pengalaman belajar yang akan didapat peserta didik setelah mempelajari subbab ini. Setelah
mempelajari subbab ini, peserta didik dapat:
 memahami konsep rasio dan menggunakan bahasa rasio untuk menjelaskan hubungan
perbandingan antara dua besaran.
Pendahuluan
🧠 Mindful (Sadar Sepenuh Hati)

 Pembelajaran diawali dengan doa bersama untuk membangun kesadaran spiritual dan
kesiapan mental peserta didik.
👉 Salah satu peserta didik ditunjuk secara bergantian setiap minggu untuk memimpin doa,
membangun rasa tanggung jawab dan kepercayaan diri.

“Hari ini, mari kita berdoa bersama agar pembelajaran berjalan lancar. Siapa yang mau
memimpin doa hari ini?”

 Guru mengajak peserta didik untuk menyadari kehadirannya hari itu melalui ice breaking
reflektif ringan, seperti:

“Apa kabar kalian hari ini? Coba tunjuk jari kalau kamu sedang merasa bahagia. Kalau
masih mengantuk, yuk tarik napas dalam-dalam dan hembuskan perlahan.”

😊 Joyful (Belajar dengan Bahagia)

 Guru menyapa siswa satu per satu sambil mengecek kehadiran, memberikan apresiasi kecil
seperti:

“Selamat pagi, Dimas! Kamu terlihat semangat sekali hari ini. Sudah siap belajar?”

 Sambil mempersiapkan alat dan bahan, guru mengajak dengan nada ringan dan antusias:

“Ayo, siapa yang sudah siap dengan buku dan pensilnya? Angkat tangan, yuk!”

🌱 Meaningful (Belajar yang Bermakna)

 Guru menyampaikan kompetensi, ruang lingkup materi, tujuan, manfaat pembelajaran,


langkah-langkah kegiatan, serta metode penilaian dengan cara yang kontekstual dan
komunikatif.
Guru bisa menyampaikan lewat cerita pendek atau gambar ilustrasi yang dekat dengan
kehidupan siswa:

“Hari ini kita akan belajar bagaimana membagi dan mengalikan bagian dari sesuatu.
Misalnya, membagi kue, menyiram tanaman, atau berbagi air minum. Wah, ternyata
pelajaran kita bisa membantu kehidupan sehari-hari ya!”

 Guru menanamkan nilai gotong royong dan kemandirian sebagai karakter utama yang ingin
dibangun selama proses pembelajaran.
Kegiatan ini disampaikan dengan pertanyaan terbuka dan mengajak siswa berpikir:

“Kalau kita belajar bareng, kadang teman kita butuh bantuan. Siapa yang siap jadi
teman yang suka membantu hari ini?”
“Kalau kamu merasa bisa, berani nggak mencoba dulu sendiri sebelum minta
bantuan?”

Diferensiasi Konteks :
 Peserta didik diarahkan untuk membaca bacaan
 Peserta didik menyebutkan isi bacaan
 Peserta didik menyimak tayangan materi berupa video, film atau animasi yang bersumber
dari youtube atau sumber lainnya sesuai dengan materi pembelajaran.
 Tanya jawab peserta didik dengan guru tentang materi bersangkutan
 Peserta didik dapat menceritakan Kembali isi video, film atau animasi dengan Bahasa
sendiri mengenai materi pembelajaran.
Diferensiasi Proses :
 Untuk meningkatkan pemahaman peserta didik dalam materi pembelajaran, peserta didik
mengisi LKPD dengan teman sekelompoknya, melalui game (permainan menarik) yang
dipandu oleh guru; KSE (manajemen diri)
 Peserta didik melakukan ice breaking dipandu oleh guru
 Peserta didik dapat mencari referensi atau sumber dalam mengerjakan LKPD melalui
pengamatan lingkungan sekolah, buku, internet dan lainnya
 Tiap kelompok melaporkan hasil diskusi LKPD secara bergantian didepan kelas. Jika tidak
memungkinkan guru dapat berkeliling ke tiap kelompok melihat hasil diskusinya; KSE
(Kesadaran Pengambilan Keputusan Yang Bertanggung Jawab)
Diferensiasi Produk :
 Peserta didik mendapatkan asesmen sikap, pengetahuan dan keterampilan dalam kegiatan tersebut
sesuai rubrik
 Peserta didik mendapatkan feedback atau umpan balik atas pekerjaanya dari guru dan teman
Contoh umpan balik dar guru; KSE (Keterampilan relasi)
 Peserta didik juga mendapat penguatan (reinforcement) dari guru tentang materi tersebut

Kelompok Gaya Belajar Visual Kelompok Gaya Belajar Kelompok Gaya Belajar
Audio-visual Kinesthetic

1. Peserta didik berliterasi dan 1. Peserta didik berliterasi 1. Peserta didik berliterasi
mencatat hal-hal penting dari dan mencatat hasil dan mencatat hal-hal
teks cetak dan gambar pengamatan dalam video penting dari teks cetak
tersebut (Mengamati) dikaitkan dengan materi (Mengamati).
2. Peserta didik mengerjakan (Mengamati). 2. Peserta didik
LKPD berkaitan dengan 2. Peserta didik mengerjakan mengerjakan LKPD
gambar yang tertera. LKPD berkaitan dengan 3. Peserta didik
3. Peserta didik berdiskusi dan video. berdiskusi dan
mencatat hasil diskusi. 3. Peserta didik diminta mencatat hasil diskusi.
4. Peserta didik untuk berdiskusi dan 4. Peserta didik
mempresentasikan hasil mencatat hasil diskusi. mempresentasikan
diskusi yang telah dibuat. 4. Peserta didik hasil diskusi yang telah
(Mengkomunikasikan). mempresentasikan hasil dibuat.
5. Peserta didik menjawab diskusi yang telah dibuat. (Mengkomunikasikan).
pertanyaan-pertanyaan yang (Mengkomunikasikan). 5. Peserta didik
diberikan dari peserta didik 5. Peserta didik menjawab menjawab pertanyaan-
lain. (Mencoba) pertanyaan-pertanyaan pertanyaan yang
6. Peserta didik yang diberikan dari peserta diberikan dari peserta
mengkonfirmasi hal-hal yang didik lain. (Mencoba) didik lain.
kurang dipahami kepada 6. Peserta didik (Mencoba)
guru. mengkonfirmasi hal-hal 6. Peserta didik
yang kurang dipahami mengkonfirmasi hal-
kepada guru. hal yang kurang
dipahami kepada guru.

Ingatkan peserta didik tentang materi faktor dan kelipatan suatu bilangan serta materi
penulisan bentuk pecahan dari gambar yang diberikan.
Perkenalkan bab ini dengan menceritakan kepada peserta didik terkait Gerakan Menanam
Satu Juta Pohon. Selanjutnya disampaikan bahwa dalam menanam pohon perlu diperhatikan
susunan serta pengaturan jarak. Susunan dan pengaturan jarak tersebut melibatkan
pengetahuan dan pemahaman terkait rasio. Guru dapat menambahkan dengan menjelaskan
kegunaan lain dari rasio dalam kehidupan sehari-hari, contohnya pada penulisan resep
makanan atau minuman, perhitungan harga barang, dan lain-lain.
Gunakan bagian Mengingat Kembali mengenai faktor dan kelipatan suatu bilangan serta
bentuk pecahan yang sudah dipelajari di kelas sebelumnya. Pertanyaan-pertanyaan berikut
dapat digunakan untuk mengaktifkan prapengetahuan peserta didik:
• Apakah perbedaan dari faktor dan kelipatan suatu bilangan?
• Apakah 2 merupakan faktor atau kelipatan dari 10?
• Sebutkan tiga bilangan yang merupakan kelipatan dari bilangan 6.
1 2
• Buatlah gambar yang menunjukkan pecahan dan .
3 6
Untuk mengawali pembelajaran, ajak peserta didik menceritakan pengalaman mereka saat
membeli bibit pohon atau barang lain. Selanjutnya minta peserta didik menjawab pertanyaan
pada bagian permasalahan.
Jika terdapat dua paket pohon dengan harga yang berbeda, bagaimana kalian menentukan
bibit pohon yang akan dibeli?
Tujuan akhir yang diharapkan dari aktivitas pemanasan ini adalah peserta didik dapat
menjawab bahwa dalam membeli bibit pohon atau barang lainnya melibatkan perbandingan,
seperti membandingkan harga, harga yang lebih murah dan lebih mahal. Lalu,
membandingkan kuantitas yang diperoleh dengan harga tertentu.
Terkait membandingkan benda, guru dapat menyampaikan bahwa inilah salah satu materi
yang akan dipelajari pada subbab ini.

Ajak peserta didik melakukan aktivitas Eksplorasi 2.1 secara mandiri atau berpasangan.
Melalui metode discovery learning pada kegiatan menentukan paket bibit pohon yang akan
dibeli, peserta didik diharapkan dapat memahami dan membedakan secara mandiri
mengenai membandingkan yang melibatkan konsep penjumlahan dan pengurangan atau
yang melibatkan konsep perkalian dan pembagian.
Konteks yang digunakan pada kegiatan Eksplorasi 2.2 tetap berkaitan dengan bibit pohon,
yaitu peserta didik diminta mengamati gambar yang menunjukkan sejumlah pohon yang
ditanam dengan dua jenis pohon yang berbeda. Peserta didik diberi kesempatan untuk
berdiskusi dengan teman agar dapat menemukan kembali konsep rasio dan menggunakan
bahasa rasio untuk menjelaskan hubungan perbandingan antara dua besaran. Pada materi
konsep rasio, peserta didik perlu diingatkan bahwa rasio dan pecahan itu dua hal yang
berbeda, tetapi rasio dapat dinyatakan dalam bentuk pecahan.
1. Membandingkan Benda

Pada kegiatan Eksplorasi 2.1, peserta didik diminta untuk mengamati dan membandingkan
dua paket bibit pohon yang ada pada gambar di bawah ini.

a. Paket A
b. Paket B
c. Alternatif jawaban:
Paket bibit pohon yang sebaiknya dibeli Artus adalah paket A.
Karena pada paket A, harga satu bibit pohon kurang lebih dua belas ribuan rupiah,
sedangkan pada paket B, harga satu bibit pohon sebesar kurang lebih tiga belas ribuan
rupiah.

Dapat terjadi peserta didik memberikan jawaban bahwa Paket B yang memiliki harga per
bibit yang lebih murah. Hal ini disebabkan dalam membandingkan banyak bibit dan harga
bibit per paket, peserta didik hanya membandingkan langsung bilangan yang merupakan
banyak bibit dan harga bibit. Maka dari itu, guru diharapkan dapat menekankan bahwa dalam
menentukan harga satu bibit yang lebih murah adalah dengan menentukan terlebih dahulu
harga satu bibit pada tiap paket.
Berdasarkan kegiatan Eksplorasi 2.1, berapa harga satu bibit pada kedua paket bibit pohon
pada Gambar 2.4?

Bagi peserta didik yang mengalami kesulitan terkait membandingkan benda yang melibatkan
konsep perkalian dan pembagian, guru dapat memberikan contoh lain.

2. Pengertian Rasio

a. Jenis pohon apa yang lebih banyak ditanam? Pohon cemara


b. Berapa banyak pohon pucuk merah yang ada pada Gambar 2.5? 4
c. Berapa banyak pohon cemara yang telah ditanam? 6
d. Tuliskan perbandingan banyak pohon pucuk merah dan cemara.
4:6=2:3
e. Tuliskan perbandingan banyak pohon cemara dan pucuk merah.
6:4=3:2

Jika lahan diperluas dan akan ditanam pohon pucuk merah sebanyak 14 pohon, berapa
pohon cemara yang ditanam? Diskusikan bersama teman satu kelompok kalian.
Alternatif jawaban:
Rasio pohon pucuk merah terhadap cemara adalah 2:3.
Jika pucuk merah ditanam sebanyak 14 pohon, maka cemara ditanam sebanyak 21 pohon.

Jika diketahui jumlah pohon pucuk merah, bagaimana cara menentukan jumlah pohon
cemara? Sebaliknya, jika diketahui jumlah pohon cemara, bagaimana cara menentukan
jumlah pohon pucuk merah?

Dapat terjadi peserta didik salah atau tidak dapat menentukan hubungan antara jumlah
pohon cemara dan pucuk merah. Untuk itu, guru dapat membimbing peserta didik dalam
mengamati kembali Gambar 2.5 yang ada pada buku siswa. Guru dapat meminta peserta
didik untuk melakukan penambahan atau pengurangan pada jumlah pohon cemara pada
gambar tersebut. Selanjutnya, guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk
menentukan jumlah pohon pucuk merah.

Bagi peserta didik yang masih mengalami kesulitan dalam menjawab pertanyaan yang ada
pada Eksplorasi 2.1, guru diharapkan dapat memberikan contoh tambahan dalam
menentukan rasio terkait konteks pohon cemara dan pucuk merah. Misalnya, guru dapat
menyebutkan angka tertentu sebagai jumlah pohon cemara, lalu peserta didik diminta untuk
menentukan jumlah pohon pucuk merah. Dapat juga diberi kesempatan kepada peserta didik
yang menyebutkan angka tertentu sebagai jumlah pohon pucuk merah, dan dilanjutkan
peserta didik lain yang menentukan jumlah pohon cemara.
Penutup
 Peserta didik membuat resume secara kreatif dengan bimbingan guru.
 Peserta didik mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk menguatkan pemahaman
terhadap materi
 Guru menutup pembelajaran dengan mempersilakan peserta didik untuk berdoa dan
mensyukuri segala nikmat yang diberikan Tuhan YME ( Jika pembelajaran di jam
terakhir)

Pelaksanaan Asesmen
Sikap
 Melakukan observasi selama kegiatan berlangsung dan menuliskannya pada jurnal,
baik sikap positif dan negatif.
 Melakukan penilaian antarteman.
 Mengamati refleksi peserta didik.

Pengetahuan
 Memberikan tugas tertulis, lisan, dan tes tertulis

Keterampilan
 Presentasi
 Proyek
 Portofolio

Rubrik Penilaian :
Tabel Penilaian Sikap
Aspek yang dinilai
1 2 3
Berdoa Bersyukur Kesadaran
No NPD sebelum dan terhadap hasil bahwa ilmu yang n Ket
setelah kerja yang telah diperoleh adalah
pelajaran diperoleh pemberian
Tuhan
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

n
Ns = x 100 = …
12

Keterangan:
n adalah total penilaian (jumlah skor)
N adalah Nilai untuk masing-masing siswa
NPD adalah nama peserta didik

1. Indikator berdoa sebelum dan setelah pelajaran


Indikator Berdoa
Skor Keterangan
1 Peserta didik tidak ikut berdoa
2 Peserta didik ikut berdoa, tetapi tidak bersungguh-sungguh
3 Peserta didik ikut berdoa, tetapi kurang bersungguh-sungguh
4 Peserta didik ikut berdoa dengan bersungguh-sungguh

2. Indikator bersyukur terhadap hasil kerja yang telah diperoleh


Indikator Bersyukur
Skor Keterangan
1 Peserta didik tidak mengucapkan rasa syukur
2 Peserta didik mengucapkan rasa syukur tetapi tidak sungguh-sungguh
3 Peserta didik mengucapkan rasa syukur tetapi kurang sungguh-sungguh
4 Peserta didik mengucapkan rasa syukur dengan sungguh-sungguh

3. Indikator kesadaran bahwa ilmu yang diperoleh adalah pemberian Tuhan

Indikator Kesadaran
Skor Keterangan
1 Peserta didik tidak menyadari bahwa ilmu yang diperoleh adalah pemberian
Tuhan
2 Peserta didik menyadari bahwa ilmu yang diperoleh adalah pemberian Tuhan
tetapi tidak sungguh-sungguh
3 Peserta didik menyadari bahwa ilmu yang diperoleh adalah pemberian Tuhan
tetapi kurang sungguh-sungguh
4 Peserta didik menyadari bahwa ilmu yang diperoleh adalah pemberian Tuhan
dengan sungguh-sungguh

Refleksi Guru:
Refleksi diri berupa pertanyaan pada diri sendiri.
a. Apakah pembelajaran sudah dapat melibatkan peserta didik dengan aktif?
b. Apakah metode yang digunakan mampu meningkatkan kemampuan peserta didik?
c. Apakah media yang digunakan dapat membantu peserta didik mencapai kemampuan?
d. Apa yang bisa dilakukan agar peserta didik dapat meningkatkan kemampuan berfikir
kritis?

Refleksi Peserta Didik:


Dari aktivitas yang telah kalian lakukan pada subbab ini, jawablah pertanyaan berikut.
a. Ada berapa cara yang kalian ketahui untuk menyatakan rasio? Tuliskan.
b. Tuliskan contoh rasio dari ukuran atau jumlah benda yang ada di sekitar kalian. (minimal
2)

Pengayaan dan Remedial


Pengayaan:
 Pengayaan diberikan untuk menambah wawasan peserta didik mengenai materi
pembelajaran yang dapat diberikan kepada peserta didik yang telah tuntas mencapai
Capaian Pembelajaran (CP).
 Pengayaan dapat ditagihkan atau tidak ditagihkan, sesuai kesepakatan dengan peserta
didik.
 Berdasarkan hasil analisis penilaian, peserta didik yang sudah mencapai ketuntasan
belajar diberi kegiatan pembelajaran pengayaan untuk perluasan atau pendalaman
materi
Remedial
 Remedial dapat diberikan kepada peserta didik yang capaian pembelajarannya belum
tuntas.
 Guru memberi semangat kepada peserta didik yang belum tuntas.
 Guru akan memberikan tugas bagi peserta didik yang belum tuntas dalam bentuk
pembelajaran ulang, bimbingan perorangan, belajar kelompok, pemanfaatan tutor
sebaya bagi peserta didik yang belum mencapai ketuntasan belajar sesuai hasil analisis
penilaian.

C. LAMPIRAN
Lembar Kerja Peserta Didik:
1. Temukan informasi dari teman sekelas kalian, lalu jawablah pertanyaan berikut.
a. Berapa banyak siswa yang lahir di bulan yang sama dengan bulan kelahiranmu? …..
b. Berapa banyak siswa yang lahir dua bulan setelah bulan kelahiranmu? …..
c. Tuliskan rasio banyak siswa yang lahir di bulan yang sama dengan bulan
kelahiranmu terhadap banyak siswa yang lahir dua bulan setelah bulan kelahiranmu
(dalam bentuk yang paling sederhana).
….. : ….. = …. : …..
d. Tuliskan rasio banyak siswa yang lahir dua bulan setelah bulan kelahiranmu terhadap
banyak siswa yang lahir di bulan yang sama dengan bulan kelahiranmu (dalam
bentuk yang paling sederhana).
….. : ….. = …. : …..
2. Berikut daftar banyak pengunjung yang sedang antre di beberapa wahana di taman
hiburan.

Jawablah pertanyaan di bawah ini.


a. Tuliskan rasio banyak pengunjung yang antre di wahana roller coaster terhadap
komidi putar.
….. : …. = ….. : …..
b. Berapakah banyak pengunjung yang antre di wahana bianglala, jika diketahui rasio
pengunjung yang antre di wahana bianglala terhadap
roller coaster adalah 4 : 3 ?

Jadi, jumlah pengunjung yang antre di wahana bianglala sebanyak …..orang.


c. Berapakah banyak pengunjung yang antre di wahana rumah hantu, jika diketahui
rasio pengunjung yang antre di wahana rumah hantu terhadap komidi putar adalah
2 : 6? Lakukan langkah seperti pada nomor b.
Jadi, jumlah pengunjung yang antre di wahana rumah hantu sebanyak ….. orang.
3. Banyu ingin mengundang teman-teman datang ke rumah untuk merayakan ulang
tahunnya. Banyu menyiapkan 6 liter minuman untuk 15 orang teman yang datang di pagi
hari. Di siang hari, akan datang teman sebanyak 10 orang, berapa liter minuman yang
harus disiapkan?
Bahan Bacaan Guru dan Peserta Didik :
Buku Panduan Guru dan siswa Matematika untuk Sekolah Dasar Kelas VI SD, Kementerian
Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Tahun 2022
Glosarium:
Rasio adalah angka yang menunjukkan perbedaan atau perbandingan dua buah besaran.
Kesamaan rasio merupakan perbandingan senilai sama dengan pecahan senilai.
Rasio merupakan cara untuk membandingkan dua atau lebih besaran nilai dari suatu benda
meskipun tak saling berkaitan. Contoh sederhananya, ketika hendak membuat nasi
perbandingan antara beras dan airnya adalah 1:2.
Daftar Pustaka:

Baratto, Stefan, Barry Bergman, dan Donald Hutchison. 2010. Hutchison’s Basic
Mathematical Skills with Geometry. USA: The McGraw−Hill Companies, Inc.
Bay-Williams, Jennifer M., John J. SanGiovanni, Sherri Martinie, dan Jennifer Suh.
2022. Figuring out Fluency- Multiplication and Division with Fractions and Decimals:
A Classroom Companion. Vol. 3. California: Corwin.
Fosnot, Catherine Twomey, dan Maarten Dolk. 2002. Young Mathematicians at Work:
Constructing Fractions, Decimals, and Percents. Portsmouth, NH: Heinemann.
Gregg, Jeff, dan Diana Underwood Gregg. “Measurement and Fair-Sharing
Models
for Dividing Fractions.” Mathematics Teaching in the Middle School 12, no. 9 (2007):
490–96. [Link]
Keijzer, R, F van Galen, K Gravemeijer, M Abels, T Dekker, J.A Shew, B.R. Cole,
J Brendeful, dan M.A Pligge. 2006. Fraction Times. Wisconsin. Chicago:
Encyclopædia Britannica, Inc. Copyright, 2006.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2018. Senang Belajar Matematika SD/MI
Kelas V. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Lamon, Susan J. 2006. Teaching Fractions and Ratios for Understanding: Essential
Content Knowledge and Instructional Strategies for Teachers. Edisi ke-4. New York:
Routledge Taylor & Francis Group. [Link]
Lappan, Glenda, James T Fey, William M Fitzgerald, Susan N Friel, dan Elizabeth
Difanis Phillips. 2005. Connected Mathematics 2: Bits and Pieces II. Using Fraction
Operations. Boston, Massachusetts: Pearson Prentice Hall.
Neagoy, Monica. 2017. Unpacking Fractions: Classroom-Tested Strategies to Build
Students’ Mathematical Understanding. Alexandria, VA: ACSD.
Petit, Marjorie M., Roberts E. Laird, Edwin L. Marsden, dan Caroline B. Ebby. 2016.
A Focus on Fractions. Bringing Research to the Classroom. Second Edi. London:
Routledge Taylor & Francis Group.
Pusat Kurikulum dan Perbukuan. 2018. Belajar Bersama Temanmu MATEMATIKA
untuk Sekolah Dasar Kelas 5 Volume 2. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan. Badan Penelitian dan Pengembangan. Pusat Kurikulum dan
Perbukuan.
Small, Marian. 2015. Building Proportional Reasoning across Grades and Math Strands.
Ney York: Teachers College Press, Columbia University.
Walle, John A. Van de, Karen S. Karp, dan Jennifer M. Bay-Williams. 2016. Elementary
and Middle School Mathematics: Teaching Developmentally: California Edition. 9th
Editio. Pearson Education.

Daftar Sumber Gambar


[Link]
[Link]

Mengetahui Tiwoho, 2025


Kepala SD Inpres Tiwoho, Guru Kelas VI,

Sultria Dewi Metusala, [Link] James F. Tumurang


NIP. 198906132011082001 NIP. 196810031990051001

Anda mungkin juga menyukai