0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan5 halaman

Prosedur Resusitasi Jantung Paru RJP

Dokumen ini menjelaskan prosedur Resusitasi Jantung Paru (RJP) untuk mengembalikan fungsi jantung dan paru yang terganggu. RJP dilakukan oleh tim yang terdiri dari berbagai perawat dengan pembagian tugas yang jelas, serta memerlukan persiapan alat dan obat-obatan darurat. Prosedur mencakup langkah-langkah untuk memastikan sirkulasi, jalan napas, dan pernapasan, serta penanganan lanjutan jika RJP tidak berhasil.

Diunggah oleh

psc119tabalongsmart
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan5 halaman

Prosedur Resusitasi Jantung Paru RJP

Dokumen ini menjelaskan prosedur Resusitasi Jantung Paru (RJP) untuk mengembalikan fungsi jantung dan paru yang terganggu. RJP dilakukan oleh tim yang terdiri dari berbagai perawat dengan pembagian tugas yang jelas, serta memerlukan persiapan alat dan obat-obatan darurat. Prosedur mencakup langkah-langkah untuk memastikan sirkulasi, jalan napas, dan pernapasan, serta penanganan lanjutan jika RJP tidak berhasil.

Diunggah oleh

psc119tabalongsmart
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SPO RESUSITASI JANTUNG PARU (RJP)

No. Dokumen : 54 No. Revisi :00 Halaman :1/5


Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh :
Kepala Dinas Kesehatan
14 Maret 2019 Kabupaten Rejang Lebong

DHENDI NOVIANTO SAPUTRA, SKM


NIP. 198611292010011005
Pengertian Suatu tindakan dengan cara masage jantung luar untuk mengembalikan fungsi jantun
dan paru yang mengalami gangguan secara mendadak
Tujuan Mengembalikan fungsi jantung dan paru (pernapasan) untuk kelangsungan hidup
Ruang Lingkup Perawat Terampil
Prosedur Prinsip dasar Bantuan Hidup Dasar dalam RJP:
Circulation :
- Memastikan ada tidaknya denyut jantung pasien:
- Caranya : raba nadi carotis, bila denyut jantung ada (+)
pertahankan bantuan pernapasan
- Bila denyut jantung tidak ada (-), maka segera lakukan masage
jantung luar. Caranya :
Tentukan 2 – 3 jari di atas prosesus xypoideus, letakkan telapak tangan
pada posisi tersebut dengan cara satu telapak tangan yang lain dan
telapak tangan jangan sampai menyentuh dinding dada pasien. Jari
tangan dapat menyilang / lurus. Posisi tegak lurus (lakukan penekanan
dada 15 kali permenit dengan kedalaman 5 cm – 6 cm. tangan tidak
boleh lepas dari permukaan dada. Rasio antara sirkulasi dan ventilasi
30 : 2 untuk 1 atau 2 penolong

Air Way :
 Membebaskan jalan napas (cross finger)
 Kepala ekstensi ke belakang (tengadah kepala topang dagu)
 Keluarkan gigi palsu

Breathing :
- Memberikan napas buatan : tiup 2x volume 700-1000 ml sampai
dada pasien mengembang
- Sebelum melakukan breathing:
1. Dengar (terdengar aliran udara)
2. Lihat ( ada gerakan dada penderita)
3. Rasa ( terasa udara pada tangan / pipii)
- Bila ketiganya ada, tidak perlu melakukan napas buatan. Namun bila
ketiganya tidak ada, segera lakukan napas buatan

Persiapan Alat :
1. Sumber oksigen
2. Suction unit lengkap ( lihat SPO persiapan alat melakukan suction)
3. 1 set larringoscope : handle dan blade sesuai kebutuhan
4. Margyl
5. 1 buah gudel
6. 1 buah ETT sesuai kebutuhan / ukuran
7. 1 pasang handscoon
8. Xylocain jelly dan xylocain spray
9. Air viva + face mask + selang oksigen one way
10. Bantal kecil
11. Obat – obatan emergency : sulfas atrofini, adrenalin, dopamin, dobbutami
levophed, bicnat, kortikosteroid, calcium gluconas, cairan infus ( NaCl, caira
plasma expander)
12. Papan resusitasi
13. Monitoring jantung lengkap dengan DC Shock
14. Jelly EKG
15. Spirometer
16. Cuff inflator / 1 buah spuit 10 cc
17. Plester
18. Senter
19. Gunting
Pelaksaanaan RJP :
1. RJP dilakukan oleh 1 tim yang terdiri dari 4 orang :
- 1 orang leader (dokter/perawat)
- 1 orang ventilator (perawat)
- 1 orang compressor (perawat)
- 1 orang sirkulator (perawat)
2. Pembagian tugas dalam tim RJP
- Leader : memberikan instruksi dan memimpin jalannya RJP
- Ventilator : bertanggungjawab melakukan ventilasi / napas buatan da
memasang ET
- Compressor : bertanggung jawab melakukan eksternal cardiag masage
- Sirkulator : bertanggungjawab melakukan EKG, memberikan obat-obata
dan melakukan pencatatan dan melakukan defibrilasi
- Perawat bertanggungjawab ruangan : membantu tim dan memberitah
keluarga pasien, melaporkan kejadian ke dokter jaga / pribadi / konsulen
Cara Bekerja :
1. Mengecek kesadaran
2. Mengaktifkan emergency sistem dengan cara berteriak asistol / VF / apnoe, dsb
3. Lakukan sistem bantuan hidup dasar ( A = Air way)
- Membebaskan jalan napas dengan cara cross finger
- Memberi posisi datar pada tempat tidur dan kepala ekstensi (kepa
tengadah dan menekan dagu)
- Melepaskan gigi palsu bila ada
- Memasang gudel
- Melakukann suction  lihat SPO Suction
- Persiapan tindakan intubasi  lihat SPO intubasi
4. Segera melakukan napas buatan dengan menggunakan air viva dengan car
tangn kiri penolong memegang dan menahan face mask menutupi mulut da
hidung sambil menarik dagu ke atas dan tangan kanan memompakan udar
masuk ke paru-paru dengan kecepatan 12 kali / menit atau sesuai keadaan (
kali ventilasi setiap 1 siklus). (B=Breathing)
5. Segera mendorong emergency trolley ke dekat pasien
6. Memasang monitoring dan melakukan perrekaman EKG  lihat SP
pemasangan monitoring
7. Meminta persetujuan / penolakan tindakan RJP  bila ‘YA” lanjutkan BH
dan bila tidak “TIDAK” BHD dapat dihentikan
8. Memasang papan resusitasi pada punggung pasien
9. Melakukan Cardiac Massage ( C=Circulation)
 Dengan cara penolong berdiri di sebelah kiri pasien kemudian telapa
tangan kiri mengukur 2-3 jari dari processus xypoideus dan tangan kana
diletakkan tepat
2 – 3 jari di atas processus xypoideus pada sternum kemudian telapa
tangan kiri diletakkan diatas tangan kanan. Melakukan penekanan
kompresi dengan kedalaman 2,8 – 5 cm dengan posisi siku tegak lurus da
kecepatan 15x satu siklus
10. Memasang selang ETT terlebih dahulu dilakukan hyperventilasi dengan cara
melakukan ventilasi cepat dan penekanan krikoid  lihat SPO pemasang selan
ETT
11. Bila RJP belum berhasil, kompresi dilanjutkan dengan kecepatan 100x / menit
12. Melaporkan kejadian kepada dokter jaga, dokter pribadi, dan konsulen
13. Memberikan obat-obatan sesuai program
14. Melakukan pencatatan
15. Bila tindakan BHD berhasil  pertimbangkan penggunaan ABN  lihat SP
penggunaan ABN
16. Merapikan kembali alat – alat dan pasien
17. Lanjutkan perawatan pasien dengan ABN / Ventilator Portable
Hal – Hal Yang Perlu Diperhatikan :
1. Setelah RJP dilakukan selama 30 menit dan tidak berhasil, maka RJP dap
dihentikan
2. Mengingatkan dokter untuk menjelaskan kepada keluarga tentang keadaa
pasien sebelum RJP dilakukan
3. Minta persetujuan tindakan / penolakan tindakan RJP, Intubasi, dan pemasanga
ABN
Dokumen Terkait 1. Dokumentasi
2. Pedoman kerja

Anda mungkin juga menyukai