0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan9 halaman

Modul Ajar Deep Learning Bahasa Indonesia

Modul ajar ini dirancang untuk siswa kelas IX SMP dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, dengan fokus pada teks prosedur dan keterampilan sosial seperti kesukarelawanan. Materi mencakup pengenalan teks prosedur, wawancara, dan penulisan esai, serta relevansi dengan kehidupan nyata siswa. Pembelajaran menggunakan pendekatan Deep Learning dan melibatkan berbagai metode serta strategi diferensiasi untuk memenuhi kebutuhan belajar siswa.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan9 halaman

Modul Ajar Deep Learning Bahasa Indonesia

Modul ajar ini dirancang untuk siswa kelas IX SMP dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, dengan fokus pada teks prosedur dan keterampilan sosial seperti kesukarelawanan. Materi mencakup pengenalan teks prosedur, wawancara, dan penulisan esai, serta relevansi dengan kehidupan nyata siswa. Pembelajaran menggunakan pendekatan Deep Learning dan melibatkan berbagai metode serta strategi diferensiasi untuk memenuhi kebutuhan belajar siswa.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL AJAR DEEP LEARNING

MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA


BAB 2 : BUKU-BUKU BERBICARA

A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : SMP Swasta Rumah Harapan Tobasa
Nama Penyusun : Diana L Sigalingging
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas / Fase / Semester : IX (Sembilan) / D / I (Ganjil)
Alokasi Waktu : 36 JP (6 kali pertemuan)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026

B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK


● Pengetahuan Awal : Peserta didik pernah membaca atau menulis teks prosedur
sederhana (misalnya resep atau petunjuk permainan). Mereka memiliki pemahaman
dasar tentang kegiatan sosial dan mungkin pernah mendengar istilah "sukarelawan",
"wawancara", dan "poster".
● Minat : Peserta didik memiliki minat yang beragam; sebagian mungkin tertarik pada
kegiatan sosial dan kesukarelawanan, yang lain mungkin lebih tertarik pada aspek kreatif
seperti mendesain poster atau menulis esai untuk menyampaikan pendapat.
● Latar Belakang : Latar belakang sosial dan lingkungan peserta didik bervariasi.
Beberapa mungkin pernah terlibat dalam kegiatan komunitas atau memiliki akses ke
taman bacaan, sementara yang lain belum. Pengalaman ini dapat menjadi sumber diskusi
yang kaya.
● Kebutuhan Belajar :
○ Visual: Peserta didik akan terbantu dengan contoh infografik, poster, dan diagram
alir untuk memahami teks prosedur.
○ Auditori: Kegiatan diskusi, wawancara, dan menyimak video/teks yang dibacakan
akan sangat mendukung gaya belajar auditori.
○ Kinestetik: Peserta didik dapat terlibat langsung melalui praktik membuat poster,
melakukan wawancara, dan menulis esai berdasarkan pengamatan lingkungan
sekitar.

C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN


● Jenis Pengetahuan yang Akan Dicapai
○ Konseptual: Memahami konsep teks prosedur, wawancara, esai argumentatif, kata
serapan, dan peran taman bacaan masyarakat (TBM) serta kesukarelawanan.
○ Prosedural: Mampu mengubah teks naratif menjadi teks prosedur, melakukan
wawancara sesuai langkah, merancang poster, dan menulis esai secara sistematis
(riset, outline, penulisan).
● Relevansi dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik: Materi ini sangat relevan karena
membekali peserta didik dengan keterampilan praktis seperti membuat petunjuk
(prosedur), mencari informasi (wawancara), menyampaikan gagasan (esai), dan
berkontribusi pada masyarakat (kesukarelawanan).
● Tingkat Kesulitan: Sedang hingga Tinggi. Mengubah cerpen menjadi prosedur
memerlukan analisis, sementara menulis esai yang baik menuntut kemampuan riset dan
argumentasi yang terstruktur.
● Struktur Materi: Materi dimulai dengan pengenalan teks prosedur melalui konteks
cerita, dilanjutkan dengan pendalaman kosakata, kemudian beralih ke penerapan praktis
dalam konteks TBM dan kesukarelawanan melalui pembuatan poster, wawancara, dan
penulisan esai.
● Integrasi Nilai dan Karakter:
○ Bernalar Kritis: Menganalisis informasi dari teks, membedakan berbagai jenis teks,
dan menyusun argumen yang logis dalam esai.
○ Kreativitas: Mendesain poster promosi dan menulis esai untuk menyampaikan
gagasan pribadi.
○ Kolaborasi/Bergotong Royong: Bekerja sama dalam diskusi kelompok dan praktik
wawancara.
○ Kemandirian: Melakukan riset dan menulis esai secara mandiri.
○ Kepedulian: Menumbuhkan rasa peduli terhadap lingkungan sosial melalui tema
kesukarelawanan dan pentingnya literasi di masyarakat.
D. DIMENSI PROFIL LULUSAN
● Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia:
Menyadari pentingnya berbagi ilmu dan waktu untuk kebaikan bersama sebagai bentuk
ibadah sosial.
● Kewargaan: Berpartisipasi aktif dalam memecahkan masalah di lingkungan sekitar,
misalnya dengan menggagas kegiatan literasi.
● Penalaran Kritis: Menganalisis informasi dari berbagai sumber (teks, video,
wawancara) untuk mengevaluasi dan membangun argumen yang kuat.
● Kreativitas: Menghasilkan karya (poster, esai) untuk mengomunikasikan ide dan solusi
secara efektif.
● Kolaborasi: Mampu bekerja sama dengan orang lain dalam kegiatan wawancara dan
diskusi untuk mencapai tujuan bersama.
● Kemandirian: Merencanakan dan melaksanakan tugas (riset, wawancara, menulis esai)
secara mandiri dan bertanggung jawab.
● Kesehatan: Menjaga kesehatan mental dengan mampu merefleksikan dan
mengekspresikan perasaan melalui tulisan.
● Komunikasi: Terampil dalam berkomunikasi secara lisan (wawancara, presentasi) dan
tulisan (prosedur, esai) untuk berbagai tujuan.
DESAIN PEMBELAJARAN

A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)


Pada akhir Fase D, peserta didik memiliki kemampuan menganalisis informasi berupa
gagasan dari berbagai tipe teks untuk menemukan makna yang tersurat dan tersirat. Peserta
didik mampu mempresentasikan gagasan untuk tujuan pengajuan usul dan pemberian solusi
dalam bentuk monolog atau dialog secara logis, kritis, dan kreatif. Peserta didik juga mampu
menulis gagasan, pandangan, atau pengalaman dalam berbagai tipe teks (misalnya prosedur
dan esai) secara logis, kritis, dan kreatif.

B. LINTAS DISIPLIN ILMU


● Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS): Membahas isu-isu sosial, peran komunitas, dan
pentingnya lembaga seperti TBM dalam pembangunan masyarakat.
● Seni Budaya: Menerapkan prinsip-prinsip desain visual dalam pembuatan poster.
● Pendidikan Kewarganegaraan (PKn): Memahami hak dan kewajiban sebagai warga
negara untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan kesukarelawanan.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
● Pertemuan 1: Mengubah petikan cerpen menjadi teks prosedur sederhana dan
mengeksplorasi kosakata baru ( 6 JP).
● Pertemuan 2: Mencermati proses penyerapan kosakata bahasa Indonesia dari bahasa
daerah dan bahasa asing (6 JP).
● Pertemuan 3: Mendapatkan dan mendiskusikan informasi dari teks prosedur mengenai
pendirian Taman Bacaan Masyarakat (TBM) (6 JP).
● Pertemuan 4: Mencermati teks prosedur berupa infografik dan berlatih membaca
nyaring teks bertema buku (6 JP).
● Pertemuan 5: Mempraktikkan prosedur membuat poster promosi untuk kegiatan TBM
( 6 JP).
● Pertemuan 6: Memahami dan mempraktikkan prosedur wawancara dalam konteks
kesukarelawanan TBM ( 6 JP).

D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL


Literasi, kesukarelawanan, dan peran generasi muda dalam membangun komunitas melalui
Taman Bacaan Masyarakat (TBM).

E. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK
● Model Pembelajaran: Problem-Based Learning (Pembelajaran Berbasis Masalah) dan
Pembelajaran Berbasis Teks.
● Pendekatan: Deep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful Learning)
○ Mindful Learning: Peserta didik diajak untuk fokus dan sadar penuh saat membaca
teks, menyimak lagu, dan berdiskusi. Guru memandu peserta didik untuk
merefleksikan perasaan tokoh dan pengalaman pribadi mereka sendiri.
○ Meaningful Learning: Pembelajaran dikaitkan langsung dengan pengalaman dan
konteks kehidupan peserta didik (tema keluarga), sehingga materi menjadi lebih
relevan dan bermakna.
○ Joyful Learning: Suasana belajar dibuat menyenangkan melalui kegiatan bervariasi
seperti diskusi kelompok, menyimak lagu, menganalisis infografik, dan permainan
tebak arti kata.
● Metode Pembelajaran: Diskusi, tanya jawab, penugasan (menulis, menganalisis),
ceramah interaktif.
● Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi
○ Diferensiasi Konten: Menyediakan beragam jenis teks (cerita, infografik, lirik lagu)
dan sumber belajar (buku, kamus daring).
○ Diferensiasi Proses: Memberikan pilihan kegiatan, seperti bekerja mandiri,
berpasangan, atau kelompok. Memberikan panduan pertanyaan untuk membantu
diskusi.
○ Diferensiasi Produk: Peserta didik dapat menunjukkan pemahaman melalui
berbagai cara, seperti tulisan deskripsi, presentasi hasil diskusi, atau produk kreatif
seperti podcast (pilihan).
KEMITRAAN PEMBELAJARAN
● Lingkungan Sekolah: Berkolaborasi dengan guru mata pelajaran lain (IPS, PKn) untuk
mengintegrasikan tema. Pemanfaatan perpustakaan sekolah sebagai sumber bacaan.
● Lingkungan Luar Sekolah/Masyarakat: Menugaskan peserta didik untuk berdiskusi
dengan orang tua atau anggota keluarga lain mengenai acara keluarga atau sistem
kekerabatan sebagai sumber belajar otentik.
● Mitra Digital: Memanfaatkan kamus daring (KBBI), platform video untuk menyimak
lagu, dan aplikasi pembuatan podcast (pilihan).
LINGKUNGAN BELAJAR
● Ruang Fisik: Pengaturan tempat duduk yang fleksibel (formasi U, kelompok kecil)
untuk mendukung kegiatan diskusi dan kerja kelompok. Pajangan karya tulis peserta
didik untuk memotivasi.
● Ruang Virtual: Penggunaan platform belajar daring untuk berbagi materi, tautan
video/lagu, dan mengumpulkan tugas.
● Budaya Belajar: Menciptakan suasana kelas yang aman dan terbuka, di mana setiap
peserta didik merasa dihargai pendapatnya dan berani untuk bertanya serta berbagi
pengalaman. Mendorong budaya saling mendengarkan dan menghormati perbedaan.
PEMANFAATAN DIGITAL
● Perpustakaan Digital/Sumber Daring: Mengakses KBBI Daring untuk mencari arti
kata dan informasi kebahasaan. Mencari contoh teks deskripsi atau infografik dari
internet.
● Forum Diskusi Daring: (Opsional) Menggunakan grup chat atau platform belajar untuk
diskusi lanjutan di luar jam pelajaran.
● Penilaian Daring: Menggunakan platform kuis daring untuk asesmen diagnostik atau
formatif.
● Media Presentasi Digital: Peserta didik (opsional) dapat menggunakan aplikasi
presentasi untuk menyajikan hasil diskusi.
● Media Publikasi Digital: Peserta didik (opsional) dapat mempublikasikan karya tulis
deskripsi mereka di blog kelas atau media sosial sekolah.

F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI


PERTEMUAN 1 (2 JP : 80 MENIT)
Topik : Mengubah Cerpen Menjadi Teks Prosedur
KEGIATAN PENDAHULUAN (10 MENIT)
● Orientasi & Apersepsi (Meaningful): Guru membuka pelajaran dan bertanya, "Jika
kalian membaca sebuah cerita tentang seseorang yang sedang memasak, bisakah kalian
menuliskan kembali langkah-langkah memasaknya?".
● Penyampaian Tujuan: Guru menjelaskan tujuan pembelajaran: belajar mengubah cerita
menjadi sebuah teks petunjuk atau prosedur.
KEGIATAN INTI (60 MENIT)
● Membaca (Mindful): Peserta didik membaca cerpen "Tabu". Guru meminta mereka
menandai bagian yang berisi urutan kegiatan yang dilakukan tokoh Isrul.
● Menjelaskan Konsep: Guru menjelaskan secara singkat ciri-ciri teks prosedur (ada
tujuan, alat/bahan, dan langkah-langkah).
● Analisis Teks (Meaningful): Peserta didik menganalisis paragraf yang berisi prosedur
memberi makan sapi dalam cerpen.
● Menulis Prosedur (Kinestetik): Peserta didik, secara individu atau berpasangan,
mengubah paragraf tersebut menjadi format teks prosedur yang benar seperti contoh di
buku (Kegiatan 1).
● Eksplorasi Kosakata (Joyful): Peserta didik mengerjakan Kegiatan 2, mencari makna
kosakata dari cerpen "Tabu" dan membuat kalimat baru, lalu mendiskusikan kata baku
dan tidak baku.
Pembelajaran Berdiferensiasi:
○ Proses: Peserta didik yang kesulitan bisa diberi templat teks prosedur untuk diisi.
Peserta didik yang lebih cepat bisa mencoba mengubah bagian lain dari cerita
menjadi prosedur (misalnya, prosedur Isrul pergi ke sawah).
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Refleksi: Peserta didik berbagi pengalaman tentang kemudahan atau kesulitan mengubah
narasi menjadi prosedur.
● Rangkuman: Guru merangkum bahwa informasi prosedural bisa ditemukan di berbagai
jenis teks, tidak hanya di buku resep.
● Penutup: Salam dan doa.

PERTEMUAN 2 (2 JP : 80 MENIT)
Topik : Proses Penyerapan Kosakata
KEGIATAN PENDAHULUAN (10 MENIT)
● Orientasi & Apersepsi (Joyful): Guru menulis kata "angka" dan "negeri" di papan tulis,
lalu bertanya, "Tahukah kalian kata ini berasal dari bahasa apa?".
● Penyampaian Tujuan: Guru menjelaskan tujuan pembelajaran yaitu menelusuri asal-
usul beberapa kosakata Bahasa Indonesia.
KEGIATAN INTI (60 MENIT)
● Membaca (Mindful): Peserta didik membaca teks "Kisah Kosakata Kita" dan
mencermati tabel contoh kata serapan.
● Penjelasan Konsep: Guru menjelaskan bahwa bahasa bersifat dinamis dan terus
berkembang melalui proses penyerapan dari bahasa lain, baik daerah maupun asing.
● Kerja Kelompok (Meaningful, Joyful): Peserta didik melakukan Kegiatan 3. Dalam
kelompok berdasarkan bahasa daerah yang dikuasai (jika memungkinkan), mereka
membuat daftar kata yang mirip atau sama dengan Bahasa Indonesia.
● Berbagi Antar Kelompok: Setiap kelompok membagikan temuannya, menunjukkan
kekayaan dan keterkaitan bahasa di Nusantara.
Pembelajaran Berdiferensiasi:
○ Konten: Bagi peserta didik yang tidak menguasai bahasa daerah tertentu, mereka
dapat mencari contoh kata serapan dari bahasa asing (Inggris, Arab, Belanda)
melalui kamus atau internet.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Refleksi: Peserta didik berbagi satu temuan kata yang paling menarik menurut mereka.
● Rangkuman: Guru menyimpulkan bahwa kekayaan kosakata Bahasa Indonesia adalah
hasil dari akulturasi berbagai bahasa dan budaya.
● Penutup: Salam dan doa.

PERTEMUAN 3 (2 JP : 80 MENIT)
Topik : Informasi dari Teks Prosedur tentang TBM
KEGIATAN PENDAHULUAN (10 MENIT)
● Orientasi & Apersepsi: Guru bertanya, "Di mana kalian biasa membaca buku selain di
rumah atau perpustakaan sekolah? Pernahkah mendengar tentang Taman Bacaan
Masyarakat?".
● Penyampaian Tujuan: Guru menyampaikan tujuan belajar hari ini adalah untuk
mengetahui apa itu TBM dan bagaimana prosedur pendiriannya.
KEGIATAN INTI (60 MENIT)
● Membaca Pemahaman: Peserta didik membaca teks "Taman Bacaan Masyarakat
(TBM) Tingkatkan Literasi Masyarakat" (Kegiatan 4).
● Diskusi Kelompok (Meaningful): Dalam kelompok, peserta didik mendiskusikan
kendala yang dihadapi TBM dan mencari solusi berdasarkan pertanyaan pada Kegiatan
5.
● Membaca Teks Prosedur: Peserta didik melanjutkan membaca teks "Prosedur
Mendirikan Taman Bacaan Masyarakat" (Kegiatan 6).
● Analisis Teks: Kelompok membandingkan kedua teks dan mendiskusikan pernyataan
pada Tabel 2.5, melatih kemampuan berpikir kritis terhadap sebuah prosedur.
Pembelajaran Berdiferensiasi:
○ Proses: Guru dapat menugaskan setiap kelompok untuk fokus pada satu kendala
TBM dan mempresentasikannya, daripada membahas semuanya.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Refleksi: Peserta didik berbagi pandangan mereka, apakah mendirikan TBM itu mudah
atau sulit, dan apa yang paling penting untuk dimiliki.
● Rangkuman: Guru menyimpulkan bahwa TBM adalah inisiatif penting untuk literasi,
dan prosedurnya bisa formal maupun non-formal.
● Penutup: Salam dan doa.
PERTEMUAN 4 (2 JP : 80 MENIT)
Topik : Prosedur dalam Infografik dan Membaca Nyaring
KEGIATAN PENDAHULUAN (10 MENIT)
● Orientasi & Apersepsi (Joyful): Guru menunjukkan infografik "7 Langkah agar
Membaca Selezat Mengudap" dan bertanya, "Menurut kalian, apakah ini termasuk teks
prosedur?".
● Penyampaian Tujuan: Guru menjelaskan tujuan pembelajaran adalah memahami
informasi prosedur dari media visual (infografik) dan berlatih membaca nyaring.
KEGIATAN INTI (60 MENIT)
● Analisis Infografik (Meaningful): Dalam kelompok, peserta didik mendiskusikan
infografik "7 Langkah agar Membaca Selezat Mengudap" (Kegiatan 7), menghubungkan
langkah-langkah tersebut dengan pengalaman membaca mereka sendiri.
● Penjelasan Teknik Membaca Nyaring: Guru memberikan kiat-kiat membaca nyaring
yang baik (intonasi, volume, artikulasi, pemenggalan kalimat).
● Membaca Nyaring Bergiliran (Kinestetik): Peserta didik secara bergiliran dalam
kelompok kecil membacakan teks "Kota Tanpa Buku" (Kegiatan 8a).
● Diskusi Isi Bacaan: Setelah selesai, mereka menjawab pertanyaan pemahaman pada
Kegiatan 9 secara mandiri lalu mendiskusikannya.
Pembelajaran Berdiferensiasi:
○ Proses: Peserta didik yang kurang percaya diri bisa berlatih membaca nyaring dalam
kelompok yang lebih kecil terlebih dahulu.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Refleksi: Peserta didik berbagi satu langkah dari infografik yang ingin mereka coba dan
satu pesan dari teks "Kota Tanpa Buku" yang paling berkesan.
● Rangkuman: Guru menyimpulkan bahwa prosedur bisa disajikan dengan menarik
melalui infografik dan membaca nyaring dapat membantu pemahaman.
● Penutup: Salam dan doa.

PERTEMUAN 5 (2 JP : 80 MENIT)
Topik : Membuat Poster Promosi TBM
KEGIATAN PENDAHULUAN (10 MENIT)
● Orientasi & Apersepsi (Joyful): Guru menunjukkan beberapa contoh poster kegiatan.
"Apa saja informasi penting yang harus ada di poster ini agar orang tertarik datang?".
● Penyampaian Tujuan: Guru menjelaskan tujuan pembelajaran adalah merancang
sebuah poster untuk mempromosikan kegiatan di TBM fiktif.
KEGIATAN INTI (60 MENIT)
● Penjelasan Prosedur: Guru menjelaskan 4 langkah membuat poster (Perencanaan,
Membuat Draf, Presentasi, Revisi) berdasarkan Gambar 2.7.
● Perencanaan (Meaningful): Dalam kelompok, peserta didik melakukan curah gagasan:
nama TBM, target pengunjung (anak-anak/remaja), dan jenis kegiatan yang akan
dipromosikan (misal: lomba baca puisi, workshop menulis, dll).
● Membuat Draf Poster (Kinestetik, Kreatif): Peserta didik mulai membuat sketsa/draf
poster di kertas. Mereka harus memikirkan tata letak, gambar, dan teks yang menarik.
● Presentasi Draf: Setiap kelompok mempresentasikan draf posternya di depan kelas.
Kelompok lain memberikan masukan (umpan balik).
Pembelajaran Berdiferensiasi:
○ Produk: Poster bisa dibuat secara manual (gambar tangan) atau digital (jika fasilitas
memungkinkan), sesuai dengan minat dan kemampuan peserta didik.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Refleksi: Peserta didik berbagi tantangan terbesar dalam menuangkan ide ke dalam
sebuah poster.
● Tindak Lanjut: Peserta didik diminta merevisi dan menyelesaikan posternya di rumah
berdasarkan masukan yang diterima.
● Penutup: Salam dan doa.

PERTEMUAN 6 (2 JP : 80 MENIT)
Topik : Mempraktikkan Prosedur Wawancara
KEGIATAN PENDAHULUAN (10 MENIT)
● Orientasi & Apersepsi: Guru bertanya, "Jika kalian ingin tahu lebih banyak tentang
TBM, apa yang akan kalian lakukan? Siapa yang akan kalian tanyai?". Guru
mengarahkan jawaban ke "wawancara".
● Penyampaian Tujuan: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini adalah berlatih
melakukan wawancara sesuai prosedur.
KEGIATAN INTI (60 MENIT)
● Penjelasan Prosedur Wawancara: Guru menjelaskan 10 langkah melakukan
wawancara yang baik.
● Bermain Peran (Joyful, Kinestetik): Peserta didik bekerja berpasangan untuk
mempraktikkan wawancara pada Kegiatan 11 ("Belajar Menjadi Sukarelawan"). Satu
menjadi "Buana" (pewawancara) dan satu lagi "Kak Fahmi" (narasumber), lalu
bergantian peran.
● Analisis Teks Wawancara: Setelah bermain peran, pasangan mendiskusikan isi
wawancara: Apa saja tugas sukarelawan? Apa saja aturan di TBM Aksara?
● Diskusi Klasikal: Guru mengajak peserta didik berdiskusi tentang pentingnya persiapan
sebelum wawancara.
Pembelajaran Berdiferensiasi:
○ Proses: Peserta didik yang pemalu dapat berlatih dengan membaca teks terlebih
dahulu, sementara yang lebih percaya diri dapat mencoba berimprovisasi.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Refleksi: Peserta didik berbagi pengalaman, "Lebih mudah menjadi pewawancara atau
narasumber? Mengapa?".
● Rangkuman: Guru merangkum kunci dari wawancara yang sukses adalah persiapan dan
kemampuan mendengarkan.
● Penutup: Salam dan doa.

Mengetahui, Pondok Gadu, Juli 2025


Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

Evanryd Siahaan, [Link] Diana L Sigalingging, [Link]

Anda mungkin juga menyukai