Lembar Kerja
Melaksanakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
Nama Peserta : Sarfinal Sabirin
Asal Sekolah : SMK Negeri 4 Kota Ternate
1. Telaah bahan bacaan Melaksanakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
Judul Poin Substansi Materi Resume Materi
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
- Pengertian K3: upaya perlindungan
merupakan sistem perlindungan tenaga
tenaga kerja dari kecelakaan dan
kerja yang bertujuan mencegah
penyakit akibat kerja. - Tujuan K3:
terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit
menciptakan lingkungan kerja aman,
akibat kerja. Implementasi K3 dilakukan
sehat, nyaman, dan produktif. - Ruang
Keselamatan melalui penerapan SOP, penggunaan
lingkup K3: pencegahan kecelakaan,
dan Kesehatan APD, serta identifikasi dan pengendalian
pengendalian bahaya, dan perlindungan
Kerja (K3) potensi bahaya di lingkungan kerja.
kesehatan pekerja. - Prinsip K3:
Dengan K3, tercipta kondisi kerja yang
pencegahan lebih diutamakan daripada
aman, nyaman, dan mendukung
penanggulangan. - Faktor penting:
produktivitas, serta membentuk budaya
penggunaan APD, kepatuhan SOP, serta
kerja yang disiplin dan bertanggung
pelatihan dan penyuluhan K3.
jawab.
- Pengertian prosedur K3 sebagai
Prosedur K3 adalah serangkaian langkah
langkah sistematis pencegahan
yang disusun untuk mencegah
kecelakaan kerja. - Tujuan prosedur:
kecelakaan dan menjaga keselamatan
melindungi pekerja, menjaga peralatan,
pekerja di lingkungan kerja. Penerapan
Prosedur dan mencegah kerugian. - Tahapan
prosedur ini dilakukan melalui identifikasi
Keselamatan prosedur: identifikasi bahaya, evaluasi
bahaya, penggunaan APD, dan
dan Kesehatan risiko, penerapan pengendalian,
kepatuhan pada SOP. Dengan prosedur
Kerja (K3) penggunaan APD, pelaporan insiden. -
yang jelas, risiko kecelakaan dapat
Peran SOP (Standard Operating
diminimalkan, kesehatan pekerja lebih
Procedure) sebagai pedoman kerja
terjamin, serta tercipta lingkungan kerja
aman. - Kewajiban pekerja mengikuti
yang aman, nyaman, dan produktif.
instruksi K3 dan budaya disiplin kerja.
Tindakan - Tindakan K3 mencakup langkah nyata Tindakan K3 adalah upaya praktis yang
Keselamatan untuk mencegah kecelakaan dan dilakukan tenaga kerja untuk menjaga
dan Kesehatan penyakit akibat kerja. - Contoh keselamatan dan kesehatan saat bekerja.
Kerja (K3) tindakan: penggunaan APD, menjaga Bentuk tindakan meliputi penggunaan
kebersihan area kerja, mengikuti SOP, APD yang sesuai, mematuhi SOP,
pelaporan bahaya/insiden. - Tindakan menjaga kebersihan lingkungan kerja,
pencegahan lebih diutamakan daripada serta segera melaporkan potensi bahaya.
Judul Poin Substansi Materi Resume Materi
penanggulangan. - Melibatkan semua Dengan tindakan yang disiplin dan
pihak: manajemen, guru/instruktur, dan konsisten, risiko kecelakaan dapat
pekerja/siswa. - Penerapan tindakan K3 ditekan, kesehatan pekerja lebih terjaga,
harus konsisten agar membentuk serta tercipta lingkungan kerja yang
budaya kerja aman. aman, nyaman, dan produktif.
2. Cara Menghindari Kecelakaan Akibat Kerja
Menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) sesuai risiko kerja (helm, sarung tangan, sepatu
safety, masker).
Menjaga kebersihan dan kerapian area kerja (housekeeping).
Melakukan inspeksi rutin terhadap peralatan dan lingkungan kerja.
Memberikan pelatihan K3 kepada pekerja secara berkala.
Membuat SOP (Standard Operating Procedure) dan memastikan dipatuhi.
Membatasi jam kerja agar pekerja tidak kelelahan.
3. Pengendalian Lingkungan Kerja
Pengendalian lingkungan kerja adalah upaya menciptakan kondisi kerja yang aman, sehat,
nyaman, dan bebas bahaya dengan cara:
Mengatur ventilasi dan pencahayaan.
Mengendalikan kebisingan, suhu, dan getaran.
Memastikan kebersihan area kerja.
Mengelola limbah dan bahan berbahaya dengan aman.
Menyediakan jalur evakuasi dan peralatan darurat.
4. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Bahaya Bahan Kimia
1. Sifat kimia (korosif, mudah terbakar, beracun, reaktif).
2. Konsentrasi dan dosis paparan.
3. Lama paparan (durasi pekerja terkontaminasi).
4. Cara masuk ke tubuh (terhirup, tertelan, kontak kulit).
5. Kondisi lingkungan kerja (ventilasi, suhu, kelembapan).
6. Kesehatan pekerja (daya tahan tubuh, alergi).
5. Kasus Pekerja Terpeleset di Area Licin
Analisis Penyebab Utama:
Area kerja tidak bersih (ada air/minyak tercecer).
Tidak ada tanda peringatan lantai licin.
Sistem housekeeping buruk.
Pekerja tidak menggunakan alas kaki anti-slip.
Tindakan Pencegahan (berdasarkan K3):
Menetapkan prosedur kebersihan (housekeeping) rutin.
Segera membersihkan tumpahan air/minyak.
Menyediakan alat penyerap dan anti-slip mat.
Memberikan peringatan visual (sign “Hati-hati Lantai Licin”).
Mewajibkan pekerja menggunakan sepatu safety anti-slip.
6. Kasus Teknisi Listrik Tersengat Listrik
(a) Pelanggaran Prosedur K3:
Tidak memutus sumber listrik sebelum perbaikan.
Tidak menggunakan lock out-tag out (LOTO).
Tidak memakai APD khusus listrik (sarung tangan isolasi, sepatu safety listrik).
Tidak mengikuti SOP bidang kelistrikan.
(b) SOP Singkat Perbaikan Panel Listrik Aman:
1. Matikan sumber daya listrik utama.
2. Pasang prosedur LOTO (Lock Out Tag Out) untuk mengunci sumber listrik.
3. Gunakan APD khusus listrik (sarung tangan isolasi, sepatu safety, helm).
4. Pastikan area kerja kering dan bebas air.
5. Uji panel dengan alat ukur untuk memastikan tidak ada arus listrik.
6. Lakukan perbaikan sesuai prosedur teknis.
7. Setelah selesai, lepaskan LOTO, nyalakan listrik kembali dengan aman.
7. Peran Pelatihan & Pendidikan dalam K3
Meningkatkan kesadaran pekerja akan bahaya kerja.
Memberikan pengetahuan tentang prosedur aman.
Melatih keterampilan penggunaan APD.
Membentuk budaya K3 di lingkungan kerja.
Mengurangi risiko kecelakaan karena pekerja lebih disiplin dan paham standar.
8. Ketua Tim K3 di Bengkel Pengolahan Hasil Perikanan
a. 3 Langkah Strategis:
1. Membuat SOP K3 khusus bengkel perikanan (penggunaan alat, penanganan bahan
kimia, pembersihan area).
2. Menyediakan fasilitas K3 lengkap (APD, P3K, alat pemadam, jalur evakuasi).
3. Melakukan inspeksi dan evaluasi rutin untuk mendeteksi potensi bahaya.
b. Melibatkan Seluruh Anggota Tim:
Melakukan briefing K3 rutin sebelum bekerja.
Membuat jadwal rotasi tanggung jawab K3 (setiap anggota ikut terlibat).
Menyediakan kotak saran K3 agar semua anggota bisa melaporkan potensi bahaya.
Memberikan reward/penghargaan untuk tim atau individu yang disiplin menjalankan K3.