0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan11 halaman

Proses Tektonik dan Vulkanisme Bumi

Dokumen ini membahas tentang lapisan bumi, proses tektonik, gempa bumi, dan vulkanisme, serta kesiapan peserta didik dalam memahami materi tersebut. Materi pembelajaran dirancang untuk relevan dengan konteks Indonesia yang rawan bencana geologi, dengan pendekatan pembelajaran aktif dan kreatif. Terdapat juga tantangan dan strategi dalam pelaksanaan pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa melalui pengalaman nyata dan kolaborasi.

Diunggah oleh

searoeta72
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan11 halaman

Proses Tektonik dan Vulkanisme Bumi

Dokumen ini membahas tentang lapisan bumi, proses tektonik, gempa bumi, dan vulkanisme, serta kesiapan peserta didik dalam memahami materi tersebut. Materi pembelajaran dirancang untuk relevan dengan konteks Indonesia yang rawan bencana geologi, dengan pendekatan pembelajaran aktif dan kreatif. Terdapat juga tantangan dan strategi dalam pelaksanaan pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa melalui pengalaman nyata dan kolaborasi.

Diunggah oleh

searoeta72
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPISAN BUMI, PROSES TEKTONIK (GEMPA BUMI), VULKANISME

A. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK


● Pengetahuan Awal: Peserta didik memiliki pengetahuan dasar dari jenjang sebelumnya
tentang lapisan-lapisan bumi secara umum. Mereka pernah mendengar istilah gempa
bumi dan gunung meletus.
● Minat: Peserta didik memiliki minat pada fenomena alam yang dramatis dan berskala
besar seperti gempa bumi dan letusan gunung berapi. Mereka juga tertarik pada aktivitas
membuat model dan simulasi.
● Latar Belakang: Peserta didik tinggal di Indonesia, negara yang terletak di "Cincin Api"
Pasifik, sehingga topik mengenai gempa dan gunung berapi sangat relevan dan
kontekstual dengan lingkungan mereka.
● Kebutuhan Belajar:
○ Visual: Belajar melalui video bentang alam, gambar struktur bumi, peta lempeng
tektonik, dan diagram pergerakan lempeng.
○ Auditori: Belajar melalui penjelasan guru, diskusi kelompok, presentasi hasil riset,
dan menyimak cerita tentang penemuan teori lempeng tektonik.
○ Kinestetik: Belajar melalui aktivitas membuat model 3D struktur bumi, simulasi
pergerakan lempeng, dan membuat miniatur erupsi gunung berapi.

B. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN


● Jenis Pengetahuan yang Akan Dicapai:
○ Konseptual: Memahami karakteristik lapisan penyusun bumi, teori lempeng
tektonik (Pangaea), jenis-jenis pergerakan lempeng, penyebab dan jenis-jenis gempa
bumi, serta proses terbentuknya gunung berapi dan dampaknya.
○ Prosedural: Menguasai keterampilan membuat model dengan skala, mengumpulkan
informasi dari berbagai sumber, menganalisis peta, dan menyajikan data dalam
bentuk presentasi atau poster.
● Relevansi dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik: Sangat relevan karena Indonesia
adalah negara rawan bencana geologi. Pemahaman ini penting untuk mitigasi bencana,
memahami potensi sumber daya alam (geotermal), dan menghargai keindahan bentang
alam Indonesia.
● Tingkat Kesulitan: Sedang hingga Tinggi. Materi ini melibatkan konsep geologi yang
abstrak (pergerakan lempeng, arus konveksi) dan skala waktu yang sangat panjang,
namun dapat disederhanakan melalui analogi, model, dan simulasi.
● Struktur Materi:
1. Struktur Bumi
2. Lempeng Tektonik
3. Gempa Bumi
4. Gunung Berapi
● Integrasi Nilai dan Karakter:
○ Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak
Mulia: Mengagumi kekuatan alam sebagai ciptaan Tuhan dan menyadari pentingnya
kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana.
○ Bernalar Kritis: Menganalisis bukti-bukti teori pergerakan lempeng,
menghubungkan pergerakan lempeng dengan terjadinya gempa dan gunung berapi,
dan mengevaluasi informasi tentang mitigasi bencana.
○ Kreativitas: Merancang dan membuat model struktur bumi, simulasi pergerakan
lempeng, dan miniatur erupsi gunung berapi.
○ Kolaborasi/Bergotong Royong: Bekerja dalam kelompok untuk melakukan riset,
membuat model, dan menyajikan hasil temuan.
○ Kemandirian: Melakukan riset mandiri dari berbagai sumber untuk mengumpulkan
informasi tentang topik yang diberikan.

C. DIMENSI PROFIL LULUSAN


● Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia:
Menumbuhkan rasa takjub dan syukur atas fenomena alam di bumi, sekaligus
meningkatkan kesadaran untuk menjaga kelestarian alam dan waspada terhadap
potensinya.
● Kewargaan: Memahami posisi geografis Indonesia yang rawan bencana dan pentingnya
pengetahuan mitigasi bencana untuk keselamatan diri dan komunitas.
● Penalaran Kritis: Menganalisis hubungan sebab-akibat antara fenomena geologi (arus
konveksi, pergerakan lempeng) dengan dampaknya di permukaan bumi (gempa, tsunami,
gunung berapi).
● Kreativitas: Menghasilkan model atau simulasi yang efektif untuk menjelaskan konsep
geologi yang kompleks.
● Kolaborasi: Bekerja sama secara efektif dalam tim untuk menyelesaikan proyek dan
mempresentasikan temuan secara komprehensif.
● Kemandirian: Secara aktif mencari dan mengolah informasi dari berbagai sumber
terpercaya untuk memperdalam pemahaman.
● Kesehatan: Memahami dampak bencana geologi terhadap kesehatan dan keselamatan.
● Komunikasi: Mengomunikasikan konsep-konsep ilmiah yang kompleks dan informasi
tentang bencana secara jelas dan efektif kepada orang lain.

a. Permasalahan Pembelajaran
1) Materi bersifat abstrak karena tidak dapat diamati secara langsung oleh siswa.
2) Siswa hanya menghafal istilah (kerak, mantel, inti bumi) tanpa memahami fungsinya.
3) Pembelajaran masih berpusat pada guru (ceramah), sehingga siswa kurang aktif.
4) Minimnya penggunaan media konkret atau alat peraga sederhana.

b. Kemungkinan Miskonsepsi Siswa


1) Siswa mengira gempa bumi terjadi karena gunung meletus, padahal gempa juga dapat
terjadi akibat pergeseran lempeng tektonik.
2) Siswa berpikir bahwa gunung berapi selalu meletus setiap waktu.
3) Siswa menganggap lapisan bumi hanya terdiri dari tanah dan batu saja.
4) Siswa menyamakan lava dan magma sebagai hal yang sama tanpa perbedaan tempat.

c. Faktor Penyebab
1) Kurangnya pengalaman belajar berbasis eksperimen dan visual.
2) Keterbatasan media pembelajaran di sekolah.
3) Bahasa buku teks yang terlalu ilmiah bagi siswa SD.
4) Kurangnya pengaitan materi dengan kejadian nyata di sekitar siswa (kontekstual).

d. Tantangan Pelaksanaan
1) Materi abstrak membutuhkan kreativitas tinggi.
2) Keterbatasan waktu pembelajaran.
3) Perbedaan kemampuan siswa dalam memahami konsep.

e. Kelebihan dan Keterbatasan Desain


Kelebihan:
1) Pembelajaran aktif dan menyenangkan.
2) Meningkatkan rasa ingin tahu siswa.
3) Mengaitkan materi dengan kehidupan nyata.
Keterbatasan:
1) Membutuhkan persiapan alat dan waktu lebih lama.
2) Membutuhkan pengelolaan kelas yang baik.

f. Implikasi untuk Masa Depan


Sebagai calon guru SD, saya menyadari pentingnya:
1) Menggunakan media konkret dalam pembelajaran IPA.
2) Mengembangkan pembelajaran berbasis pengalaman.
3) Menanamkan kesadaran mitigasi bencana sejak dini.

A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)


Pemahaman IPA
Menelaah hasil identifikasi makhluk hidup sesuai dengan karakteristiknya; menganalisis
klasifikasi, sifat, dan perubahan materi; menganalisis sistem organisasi kehidupan, fungsi,
serta kelainan atau gangguan yang muncul pada sistem organ; menganalisis interaksi antar
makhluk hidup dan lingkungannya dalam merancang upaya-upaya untuk mencegah dan
mengatasi perubahan iklim; menganalisis pewarisan sifat; membuat bioteknologi
konvensional di lingkungan sekitarnya; menerapkan pengukuran terhadap aspek fisis dalam
kehidupan sehari-hari; menganalisis ragam gerak, gaya, dan tekanan; menganalisis hubungan
usaha dan energi; menganalisis pengaruh kalor dan perpindahannya terhadap perubahan suhu;
menganalisis gelombang dan pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari; menganalisis
gejala kemagnetan dan kelistrikan untuk menyelesaikan tantangan yang dihadapi dalam
kehidupan sehari-hari termasuk pemanfaatan sumber energi listrik ramah lingkungan;
menganalisis posisi relatif bumi-bulan-matahari dalam sistem tata surya untuk menjelaskan
fenomena alam dan perubahan iklim; serta mengevaluasi keputusan yang tepat untuk
menghindari zat aditif dan adiktif yang membahayakan dirinya dan lingkungan.
Keterampilan Proses
Mampu menerapkan keterampilan proses yang meliputi:
● Mengamati: Melakukan pengamatan terhadap video, gambar bentang alam, peta, dan
demonstrasi.
● Mempertanyakan dan Memprediksi: Mengajukan pertanyaan tentang penyebab
terbentuknya bentang alam dan memprediksi dampak pergerakan lempeng.
● Merencanakan dan Melakukan Penyelidikan: Merencanakan dan membuat model
atau simulasi untuk menjelaskan fenomena geologi.
● Memproses, Menganalisis Data dan Informasi: Mengolah informasi dari berbagai
sumber untuk mengumpulkan bukti teori dan menyajikannya dalam bentuk presentasi
atau poster.
● Mengevaluasi dan Refleksi: Mengevaluasi pemahaman melalui diskusi dan pengisian
tabel T-I-S secara berkala.
● Mengomunikasikan Hasil: Mengomunikasikan hasil riset dan pemahaman melalui
presentasi kelompok dan pembuatan model.

B. LINTAS DISIPLIN ILMU


● Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS): Mempelajari peta dunia, persebaran gunung berapi dan
daerah rawan gempa, serta dampaknya terhadap kehidupan sosial dan ekonomi
masyarakat.
● Seni Budaya dan Prakarya (SBdP): Merancang dan membuat model 3D struktur bumi
dan miniatur gunung berapi.
● Matematika: Menerapkan konsep skala dan perbandingan dalam pembuatan model
struktur bumi.
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
● Pertemuan 1 (5 JP): Peserta didik mampu mendeskripsikan lapisan-lapisan penyusun
bumi dan membuat modelnya menggunakan skala yang tepat.
● Pertemuan 2-3 (6 JP): Peserta didik mampu menjelaskan teori lempeng tektonik,
mendeskripsikan tiga tipe pergerakan lempeng, dan mensimulasikannya.
● Pertemuan 4-5 (5 JP): Peserta didik mampu menjelaskan penyebab dan jenis-jenis
gempa bumi, serta mengumpulkan informasi tentang mitigasi bencana gempa dan
tsunami.
● Pertemuan 6-7 (4 JP): Peserta didik mampu mengidentifikasi bagian-bagian gunung
berapi, menjelaskan proses erupsi, dan menggali potensi daerah vulkanik.

D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL


● Keindahan bentang alam Indonesia (gunung, danau, ngarai) sebagai hasil dari proses
geologi.
● Posisi Indonesia di jalur "Cincin Api" Pasifik dan dampaknya (sering terjadi gempa dan
banyak gunung berapi).
● Peristiwa gempa dan tsunami yang pernah terjadi di Indonesia sebagai studi kasus untuk
mitigasi bencana.
● Manfaat keberadaan gunung berapi bagi kesuburan tanah dan potensi energi geotermal.

E. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK
● Model Pembelajaran: Project Based Learning (PjBL), Inquiry-Based Learning.
● Pendekatan: Deep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful Learning).
● Metode Pembelajaran: Diskusi, Simulasi, Eksperimen, Studi Literatur, Presentasi.
● Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi:
○ Konten: Menyediakan berbagai sumber belajar (video, artikel, buku) dengan tingkat
kerumitan yang berbeda.
○ Proses: Memberikan pilihan kepada kelompok untuk mendalami topik spesifik
(misalnya, satu kelompok fokus pada gempa, kelompok lain pada tsunami).
○ Produk: Memberi kebebasan bentuk penyajian hasil proyek (model 3D, poster,
presentasi digital, miniatur).

F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI


PERTEMUAN 1 (5 JP : 200 MENIT)
Topik : STRUKTUR BUMI
● KEGIATAN PENDAHULUAN (20 MENIT): Orientasi; Apersepsi dengan video
keindahan bentang alam Indonesia dan pertanyaan pemantik; Motivasi; Pengenalan tabel
T-I-S.
● KEGIATAN INTI (160 MENIT):
○ Meaningful Learning: Guru menggunakan analogi telur rebus untuk
memperkenalkan lapisan-lapisan bumi.
○ Critical Thinking: Peserta didik melakukan Aktivitas 6.1 (Ayo Selidiki Lapisan
Bumi) dengan mengisi tabel karakteristik setiap lapisan berdasarkan studi literatur.
○ Project Based Learning: Guru memberikan tugas proyek untuk membuat model 3D
struktur bumi dengan menerapkan skala ketebalan yang benar (sesuai bagian "Mari
Uji Kemampuanmu").
○ Diferensiasi Produk: Model dapat dibuat dari berbagai bahan (tanah liat, styrofoam,
bola bekas, dll) sesuai kreativitas siswa.
● KEGIATAN PENUTUP (20 MENIT): Refleksi (mengisi tabel T-I-S); Rangkuman
tentang lapisan-lapisan bumi; Tindak lanjut pengerjaan proyek model; Salam dan doa.

PERTEMUAN 2-3 (6 JP : 240 MENIT)


Topik : LEMPENG TEKTONIK
● KEGIATAN PENDAHULUAN (20 MENIT): Orientasi; Apersepsi dengan
demonstrasi air panas dan potongan karton untuk menganalogikan pergerakan lempeng
di atas astenosfer; Motivasi dengan cerita penemuan teori Pangaea oleh Alfred Wegener.
● KEGIATAN INTI (200 MENIT):
○ Inquiry-Based Learning: Peserta didik secara berkelompok melakukan Aktivitas
6.3 (Ayo Buktikan Teori Pergerakan Lempeng) dengan mencari bukti-bukti
pendukung dari berbagai sumber.
○ Joyful & Kinesthetic Learning: Peserta didik memodelkan tiga jenis pergerakan
lempeng (divergen, konvergen, transform) menggunakan kertas dan buku sesuai
panduan Aktivitas 6.4.
○ Diferensiasi Proses: Kelompok bisa memilih untuk membuat simulasi dengan
benda-benda lain yang ada di sekitar mereka atau dengan gerakan tubuh.
● KEGIATAN PENUTUP (20 MENIT): Refleksi dengan mengunjungi tabel T-I-S;
Rangkuman tentang teori lempeng tektonik dan jenis-jenis pergerakannya; Tindak lanjut;
Salam dan doa.

PERTEMUAN 4-5 (5 JP : 200 MENIT)


Topik : GEMPA BUMI
● KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT): Orientasi; Apersepsi dengan bertanya
pengalaman siswa tentang gempa bumi dan mengaitkannya dengan pergerakan lempeng
yang sudah dipelajari.
● KEGIATAN INTI (170 MENIT):
○ Meaningful Learning: Guru menjelaskan istilah-istilah kunci (hiposentrum,
episentrum, gelombang seismik, magnitudo) dan jenis-jenis gempa.
○ Project Based Learning: Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok riset.
Setiap kelompok mendapat satu topik pertanyaan (cara menentukan episentrum,
hubungan gempa & tsunami, bangunan tahan gempa, daerah rawan gempa di
Indonesia, dll.).
○ Critical Thinking & Communication: Setiap kelompok mempresentasikan hasil
risetnya di depan kelas. Kelompok lain bertugas memberikan pertanyaan dan umpan
balik.
● KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT): Refleksi; Rangkuman tentang penyebab,
pengukuran, dan dampak gempa bumi, termasuk pentingnya mitigasi bencana; Tindak
lanjut; Salam dan doa.
PERTEMUAN 6-7 (4 JP : 160 MENIT)
Topik : GUNUNG BERAPI
● KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT): Orientasi; Apersepsi dengan
menunjukkan peta "Cincin Api" dan persebaran gunung berapi di Indonesia; Motivasi
dengan bertanya status gunung berapi terdekat.
● KEGIATAN INTI (130 MENIT):
○ Joyful Learning: Peserta didik membuat miniatur erupsi gunung berapi
menggunakan reaksi kimia sederhana (cuka dan soda kue) sebagai aktivitas
pemantik.
○ Inquiry-Based Learning: Peserta didik melabeli bagian-bagian gunung berapi
(Aktivitas 6.5) dan menganalisis hubungan warna lava dengan suhunya.
○ Project Based Learning: Secara berkelompok, peserta didik membuat poster
tentang letusan gunung berapi besar di dunia dan manfaat keberadaan gunung berapi
bagi lingkungan.
○ Gallery Walk: Hasil poster dipajang di dinding kelas, dan setiap kelompok
berkeliling untuk mempelajari dan mencatat intisari dari poster kelompok lain.
● KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT): Refleksi akhir bab; Rangkuman komprehensif
seluruh materi; Informasi tentang Asesmen Sumatif; Salam dan doa.

G. ASESMEN PEMBELAJARAN
ASESMEN DIAGNOSTIK
● Tanya Jawab: Diskusi awal tentang bentang alam di daerah sekitar dan penyebabnya.
● Kuis Singkat: Menggunakan tabel T-I-S untuk memetakan pengetahuan awal dan rasa
ingin tahu siswa tentang struktur bumi.
ASESMEN FORMATIF
● Tanya Jawab: Sepanjang pembelajaran, misalnya "Apa yang akan terjadi jika dua
lempeng samudra bergerak saling menjauh (divergen)?".
● Diskusi Kelompok: Mengamati partisipasi siswa dalam diskusi dan kemampuan mereka
menghubungkan konsep (misalnya, arus konveksi dengan pergerakan lempeng).
● Latihan Soal/LKPD: Pengerjaan soal-soal pada bagian "Mari Uji Kemampuanmu" di
setiap akhir subbab.
● Observasi: Mengamati keterampilan siswa saat membuat model, melakukan simulasi,
dan menyajikan hasil.
ASESMEN SUMATIF
● Produk (Proyek):
○ Model 3D Struktur Bumi: Dinilai berdasarkan ketepatan skala, kelengkapan
label, dan kreativitas (menggunakan rubrik Tabel 6.1).
○ Poster Letusan Gunung Berapi: Dinilai berdasarkan kelengkapan
informasi, keakuratan data, daya tarik visual, dan penyertaan sumber
referensi.
● Praktik (Kinerja):
○ Presentasi Kelompok: Kemampuan mempresentasikan hasil riset tentang
gempa bumi secara jelas, logis, dan informatif.
○ Simulasi: Kemampuan mendemonstrasikan dan menjelaskan tiga tipe
pergerakan lempeng.
● Tes Tertulis: Tes akhir bab untuk mengukur pemahaman konsep tentang struktur
bumi, lempeng tektonik, gempa, dan gunung berapi.
Contoh Tes Tertulis :
Pilihan Ganda
1. Lapisan bumi yang bersifat cair dan tersusun dari lelehan besi serta nikel adalah...
a. Kerak Bumi
b. Mantel Bumi
c. Inti Luar
d. Inti Dalam
2. Teori yang menyatakan bahwa semua benua pada awalnya merupakan satu daratan
besar yang disebut Pangaea dikemukakan oleh...
a. Charles Richter
b. Alfred Wegener
c. Isaac Newton
d. Galileo Galilei
3. Pegunungan Himalaya terbentuk akibat pergerakan dua lempeng benua yang
saling bertumbukan. Jenis pergerakan lempeng ini disebut...
a. Divergen
b. Konvergen
c. Transform
d. Subduksi
4. Titik di dalam bumi yang menjadi sumber gempa disebut...
a. Episentrum
b. Hiposentrum
c. Magnitudo
d. Seismograf
5. Indonesia memiliki banyak gunung berapi aktif karena terletak pada pertemuan
tiga lempeng tektonik utama. Fenomena ini dikenal sebagai bagian dari...
a. Palung Mariana
b. Patahan San Andreas
c. Cincin Api Pasifik (Ring of Fire)
d. Mid-Atlantic Ridge
Essay
1. Jelaskan mengapa lempeng-lempeng tektonik dapat bergerak! Hubungkan jawabanmu
dengan konsep arus konveksi di lapisan mantel bumi.
2. Tidak semua gempa bumi di dasar laut menyebabkan tsunami. Jelaskan karakteristik
gempa seperti apa yang berpotensi besar menimbulkan tsunami!
3. Selain membawa bencana, keberadaan gunung berapi juga memberikan manfaat bagi
kehidupan manusia. Sebutkan dan jelaskan dua manfaat tersebut!
PENILAIAN PEMBELAJARAN
A. Penilaian Sikap
Instrumen Penilaian Sikap
Tanggung Percaya Kerjasama Total Nilai
No. Nama jawab diri Skor
4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1

Pedoman Penskoran

𝑺𝒌𝒐𝒓
𝑷𝒆𝒓𝒐𝒍𝒆𝒉𝒂𝒏 × 100
𝑵𝒊𝒍𝒂𝒊 𝒎𝒂𝒌𝒔𝒊𝒎𝒂𝒍
Nilai akhir :
(𝟏𝟐)

Rubrik Penilaian Sikap


Aspek Sangat Baik Baik Cukup Perlu Perbaikan
4 3 2 1
Tanggung jawab Peserta didik Peserta didik Peserta didik Peserta didik
selalu sudah kadang-kadang belum
melaksanakan melaksanakan melaksanakan melaksanakan
tugas dan tugas dan tugas dan tugas dan
kewajiban yang kewajiban yang kewajiban yang kewajiban yang
seharusnya seharusnya seharusnya seharusnya
dilakukan dilakukan dilakukan dilakukan
Percaya Diri Peserta didik Peserta didik Peserta didik Peserta didik
telihat ragu-ragu memerlukan tidak
Tidak telihat menunjukkan
dalam proses dorongan dan
ragu-ragu dalam kepercayaan diri
pembelajaran. Bantuan dari
proses dalam proses
guru dalam
pembelajaran. pembelajaran.
proses
pembelajaran.
Kerjasama Peserta didik Peserta didik Peserta didik Peserta didik
sangat mampu mampu mulai mampu tidak mampu
bekerjasama bekerjasama bekerjasama bekerjasama
dalam kelompok dalam kelompok dalam kelompok dalam kelompok
B. Penilaian Keterampilan
Instrumen Penilaian Presentasi
Penyajian Sistematika
No. Nama Bahasa Total Skor
4 3 2 1 4 3 2 1

Pedoman Penskoran

𝑺𝒌𝒐𝒓
𝑷𝒆𝒓𝒐𝒍𝒆𝒉𝒂𝒏 × 100
𝑵𝒊𝒍𝒂𝒊
Nilai akhir :
𝒎𝒂𝒌𝒔𝒊𝒎𝒂𝒍 (𝟖)

Aspek Sangat Baik Baik Cukup Perlu Perbaikan


4 3 2 1

Penyajian Peserta didik Peserta didik Peserta didik Peserta didik


menyajikan menyajikan menyajikan perlu
materi materi presentasi materi bimbingan
presentasi dengan baik. presentasi secara
dengan sangat dengan kurang personal.
baik. baik.
Konsistensi Peserta didik Peserta Peserta didik Peserta didik
Bahasa mampu menggunakan menggunakan perlu bimbingan
menggunakan konsistensi bahasa konsistensi secara personal.
konsistensi Indonesia baik bahasa Indonesia
bahasa Indonesia dan lancar cukup baik dan
yang sangat baik lancar
dan lancar

Anda mungkin juga menyukai