PENGERTIAN
FUNGSI DAN LETAK POSISI SENSOR PADA MOBIL RUSH
1. An�-lock Braking System
ABS adalah fitur keselamatan kendaraan yang mencegah roda terkunci saat pengereman.
System ini membantu pengemudi mempertahankan control kemudi dan traksi kendaraan,
terutama permukaan jalan yang licin. Fitur ini sudah menjadi standar pada banyak mobil modern
dan di anggap sangat pen�ng untuk keselamatan.
Lihat gambar di samping letak posisi nya, terletak pada se�ap
roda, biasanya dekat dengan cakram atau tromol rem.
2. Sensor Airbag
Airbag sensor ini adalah sensor benturan dirancang untuk mendeteksi
tabrakan/benturan sensor ini setelah digunakan harus di Gan� karna �dak dapat
digunakan Kembali. Sensor yang rusak dapat mengakibatkan keterlambatan atau
kegagalan fungsi kantung udara.
Lihatlah gambar disamping letak posisinya biasanya di
belakang bumper atau penopang radiator.
3. Sensor O2
Sensor O2 juga dikenal Engine Coolent Temperature (ECT) sensor, sensor ini juga
memonitor suhu cairan pendingin mesin. Sensor ini bekerja berdasarkan prinsip
hambatan Listrik untuk mengukur suhu, informasi suhu dikirim ke unit control elektronik
(ECU) mobil untuk menyesuaikan waktu mesin dan campuran bahan bakar/udara.
Lihatlah gambar tersebut, sensor ini letak posisinya
tergantung model kendaraan, tetapi umumnya dekat dengan
thermostat atau disekrup keblok mesin.
4. Brake booster mobil
Brake booster mobil atau Brake fuild level sensor, sensor ini memicu lampu peringatan di
dasbor jika level minyak rem terlalu rendah yang mengindikasikan potensi kebocoran
atau keausan parah pada kampas rem, pada beberapa mobil transmisi otoma�s soket ini
juga terhubung ke sakelar pengaman yang mengharuskan pedal rem diinjak sebelum
mesin dapat dihidupkan. Komponen ini bagian pen�ng dari system pengereman hidrolik
kendaraan.
Lihatlah gambar di samping, sensor ini terletak di reservoir tepat
di depan booster rem dan terhubung dengan master silinder rem.
5. Sensor dual VVT-I (dual variable valve �ming intelligent)
Sensor Dual VVT-i (Variable Valve Timing-Intelligent) adalah teknologi canggih Toyota
yang mengontrol waktu buka-tutup katup masuk (intake) DAN katup buang (exhaust)
secara independen dan cerdas, bertujuan mengoptimalkan performa, efisiensi bahan
bakar, serta mengurangi emisi gas buang dengan menyesuaikan timing katup sesuai
putaran mesin dan beban, menghasilkan pembakaran lebih sempurna.
Sensor ini terletak di atas penutup kepala silinder mesin, biasanya
di dekat camshaft intake dan camshaft exhaust.
Fungsinya.
1. Mengatur waktu buka-tutup katup intake dan exhaust.
2. Meningkatkan tenaga mesin pada putaran tertentu.
3. Menghemat konsumsi bahan bakar.
4. Mengurangi emisi gas buang
6. MAF Sensor (Maff air flow sensor)
MAF sensor adalah sensor yang berfungsi untuk mengukur jumlah dan massa udara yang
masuk ke dalam mesin melalui saluran intake. Sensor ini mengirimkan data ke ECU
(Engine Control Unit) agar ECU dapat menentukan campuran udara dan bahan bakar
yang tepat.
Fungsinya
1. Menentukan jumlah udara yang masuk ke mesin.
2. Mengurangi emisi gas buang yang berlebihan.
MAF sensor terletak pada saluran intake udara, biasanya di antara
filter udara dan throttle body pada mesin Terios.
7. Idle Air Control/IAC Valve
Elektronik ini dikendalikan oleh unit kontrol mesin (ECU) untuk
menyesuaikan aliran udara, Menjaga kecepatan idle mesin tetap stabil dan
konsisten, mencegah mesin mati mendadak saat berhenti.
• Fungsi Utama: Mengatur jumlah udara
yang masuk ke mesin saat pedal gas tidak
diinjak (idle).
Gejala Kerusakan: Katup yang kotor
•
atau rusak dapat menyebabkan putaran
mesin tidak teratur, sulit dinyalakan, atau
mesin mati saat idle. terletak di dekat badan katup gas (throttle body) atau
pada manifold intake pada mobil Avanza.
8. Sensor dinamo cas/altenator sensor
Regulator Tegangan (IC Regulator): Ini adalah komponen utama di dalam
alternator yang bertindak seperti "otak" pengisian. Fungsi utamanya adalah
mengatur dan mengontrol arus listrik yang dihasilkan agar tetap stabil, biasanya
sekitar 13.5 hingga 14.5 volt untuk sistem 12V. Regulator ini mencegah
overcharging (pengisian berlebih) yang dapat merusak aki dan komponen listrik
lainnya, serta mencegah undercharging (kekurangan pengisian).
Fungsinya
1. Mengontrol pengisian listrik ke baterai.
a. Menjaga tegangan listrik kendaraan tetap stabil.
b. Memberi informasi ke ECU tentang kondisi sistem
pengisian.
Sensor ini terletak diarea dinamo cas/altentor menyatu.
9. sensor injector
Sensor injektor pada mobil adalah bagian penting dari sistem Electronic Fuel Injection
(EFI) yang tugasnya mengumpulkan data dari berbagai sensor (seperti posisi poros engkol,
putaran mesin, suhu, dan bukaan throttle) untuk diolah oleh ECU, lalu mengirimkan
perintah ke injektor agar menyemprotkan bahan bakar dengan presisi (jumlah dan waktu)
sesuai kebutuhan mesin, sehingga pembakaran efisien, performa optimal, dan hemat BBM.
Fungsinya
1. Mengatur waktu penyemprotan bahan bakar.
2. Menentukan jumlah bahan bakar yang disemprotkan.
3. Menjaga pembakaran tetap optimal.
4. Meningkatkan efisiensi bahan bakar dan performa mesin.
Terletak pada fuel rail, tepat di atas injector, dan terhubung
langsung ke ECU.
10. Sensor (vss) sensor kecepatan transmisi
Vss sensor adalah perangkat elektronik yang mengukur kecepatan dan pergerakan
kendaraan, sensor mengirim sinyal ke ECU/PMC yang di gunakan untuk mengatur
speedometer, control traksi. Vss sensor magne�c atau sensor efek Hall.
Sensor ini biasa terletak di transmisi atau
transaxle, atau di dekat roda.
11. sensor door switch
Sensor door sitch saklar kecil di se�ap pintu mobil, yang mendeteksi apakah pintu
terbuka atau tertutup.
Fungsi utama: sensor mengirim sinyal ke system mobil (lampu kabin, alarm, panel
instrument), untuk menyalakan lampu interior atau memberikan peringatan di dasbor
bahwa pintu �dak tertutup rapat.
Door switch sensor pintu terletak di pilar pintu mobil di
area bukaan pintu.