TUGAS BESAR
REKAYASA PONDASI 2
Dosen Pembimbing :
Dr. Andi Patriadi, ST., MT.
Disusun Oleh :
David Erland Aric Alfreda (1432300048)
Zaykal Al Fuqaha Badjidih ( 1432300066 )
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SURABAYA
2025
KATA PENGANTAR
Puji Syukur Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat, nikmat,
serta anugrahnya-Nya sehingga Laporan Tugas Besar Rekayasa Pondasi 2 ini dapat terselesaikan
dengan baik tanpa suatu halangan apapun.
Kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dan terlibat
dalam proses pembuatan Laporan Tugas Besar Rekayasa Irigasi dan Bangunan Air ini,
terkhususnya kepada :
1. Bapak Dr. Andi Patriadi, ST., MT. selaku dosen pembimbing Tugas Besar Kewirausahaan
Dan Inovasi
2. Dan Seluruh teman-teman yang berkenan membantu hingga Laporan Tugas Besar
Rekayasa Pondasi 2 dapat terselesaikan
Laporan ini tidak akan selesai tanpa adanya bantuan dan otivasi dari berbagai pihak sejak
awal hingga akhir penyusunan. Dengan adanya pengantar ini, kami mengucapkan banyak terima
kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan laporan sampai selesai tepat
pada waktunya
Kami menyadari bahwa laporan tugas besar ini tidak lepas dari kekurangan dan jauh dari
kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran dari pembaca sangat diharapkan demi
kesempurnaan Laporan Tugas Besar Rekayasa Pondasi 2 ini agar lebih baik dan bermanfaat.
Surabaya,
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pertumbuhan populasi yang pesat serta peningkatan jumlah proyek konstruksi
mengharuskan pemilihan lokasi pembangunan dilakukan bahkan di area dengan kondisi
tanah yang kurang ideal, seperti tanah lempung. Dalam konteks ini, perencanaan pondasi
memegang peranan penting untuk memastikan struktur dapat berdiri dengan aman.
Perencanaan yang matang harus mempertimbangkan kemampuan tanah dalam menahan
beban tanpa mengalami kegagalan geser (shear failure) atau penurunan (settlement) yang
melebihi batas toleransi.
Tanah lempung memiliki karakteristik yang kurang mendukung untuk keperluan
konstruksi, seperti tegangan geser yang rendah dan permeabilitas yang sangat kecil. Hal ini
membuat tanah lempung memerlukan perbaikan tertentu agar daya dukungnya meningkat
dan dapat digunakan sebagai pondasi yang memadai untuk bangunan.
Dalam proses perencanaan pondasi, evaluasi daya dukung dan prediksi penurunan
tanah dapat dilakukan melalui pemodelan skala laboratorium maupun dengan pendekatan
perangkat lunak komputer. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan. Pendekatan
perangkat lunak, misalnya, menawarkan efisiensi dalam melakukan simulasi dengan berbagai
variasi parameter, termasuk variasi jenis dan jumlah lapisan perkuatan, tanpa keterbatasan
biaya atau waktu yang signifikan.
1.2 Maksud Dan Tujuan
Laporan Tugas Besar Rekayasa Pondasi 2 ini disusun dengan maksud dan tujuan
sebagai berikut :
1. Mengidentifikasi cara memperoleh faktor keamanan, tegangan efektif, serta
deformasi perpindahan pada kondisi tanah tidak jenuh, jenuh penuh, dan jenuh
sebagian.
2. Mengkaji metode penanganan stabilitas lereng menggunakan perangkat lunak Plaxis,
khususnya dalam memanfaatkan sheet pile serta tanah timbunan untuk mencapai
tingkat stabilitas yang memadai.
3. Merancang pondasi dalam, baik tunggal maupun kelompok, yang disesuaikan dengan
beban yang telah ditentukan pada proyek.
4. Menganalisis tingkat penurunan yang terjadi pada pondasi dalam agar tidak melebihi
batas penurunan yang diizinkan.
5. Mendesain pondasi secara terperinci menggunakan perangkat lunak seperti
AutoCAD, dengan mengacu pada hasil perhitungan teknis yang telah dilakukan.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Umum
2.1.1 Definisi Pondasi
Pondasi merupakan elemen struktur yang sangat penting dalam sebuah
bangunan karena berfungsi untuk mentransfer beban dari struktur atas ke lapisan
tanah di bawahnya. Perencanaan pondasi harus mempertimbangkan jenis tanah,
kondisi lingkungan, dan beban yang bekerja, termasuk beban tetap maupun beban
dinamis seperti gempa atau angin. Pondasi yang dirancang dengan baik akan
memastikan stabilitas dan keamanan struktur, sehingga mampu mengurangi risiko
kerusakan akibat kegagalan tanah atau ketidakstabilan bangunan.
Definisi pondasi adalah bagian terbawah dari suatu bangunan (sub structure)
yang menerima dan meneruskan seluruh beban-beban yang bekerja di bagian
atasnya dengan segala efeknya, termasuk beban tidak tetap, gempa, angin, suara,
yang kemudian diterima oleh suatu lapisan tanah sehingga diharapkan bangunan
dalam kondisi aman (Widojoko, L. 2015).
2.1.2 Fungsi Dan Kegunaan Pondasi
Pondasi memiliki peran yang sangat penting dalam menjamin stabilitas dan
keberlanjutan sebuah bangunan. Fungsi utama pondasi adalah memastikan
distribusi beban dari struktur atas ke lapisan tanah di bawahnya, termasuk beban
sendiri, beban tambahan seperti perabot dan penghuni, serta gaya eksternal seperti
tekanan angin dan gempa bumi. Selain itu, desain pondasi harus mampu menjaga
tingkat penurunan struktur tetap dalam batas yang diperbolehkan untuk
menghindari kerusakan bangunan. Oleh karena itu, perencanaan pondasi harus
disesuaikan dengan karakteristik tanah di lokasi proyek dan jenis beban yang akan
ditanggung, sehingga keamanan dan stabilitas bangunan dapat terjamin.
Fungsi pondasi mencakup berbagai aspek penting yang mendukung struktur
bangunan, antara lain :
1. Menyokong Beban Bangunan
Pondasi berperan sebagai penopang utama yang mentransfer beban
bangunan ke lapisan tanah yang kuat di bawahnya, mencegah penurunan
atau pergeseran struktur.
2. Mengatasi Penurunan Tanah
Pondasi dirancang untuk mengurangi dampak penurunan atau deformasi
tanah akibat beban bangunan, sehingga struktur tetap stabil.
3. Mencegah Pergeseran Horizontal
Dengan desain yang tepat, pondasi dapat menahan gaya lateral yang
diakibatkan oleh gempa bumi, angin kencang, atau faktor eksternal lainnya.
4. Penyelarasan dan Stabilisasi
Pondasi membantu menjaga posisi bangunan agar tetap tegak dan stabil,
termasuk mengatasi perbedaan elevasi lahan di area pembangunan.
5. Isolasi Getaran
Dalam beberapa kasus, pondasi dirancang untuk menyerap atau
mengisolasi getaran akibat lalu lintas, mesin berat, atau gempa, sehingga
mengurangi dampak terhadap struktur bangunan.
6. Mencegah Intrusi Air dan Kelembaban
Pondasi juga berfungsi mencegah kelembaban atau air tanah masuk ke
bangunan, melindungi struktur dari risiko kerusakan akibat kelembapan.
BAB III
ANALISIS DAN DESAIN
3.1 Data Tanah
Data tanah di dapat kan dari data lapangan :