Rencana Pembelajaran Hukum Adat 2022
Rencana Pembelajaran Hukum Adat 2022
Dosen Pengampu
Dr. Ade Ismail, [Link]., [Link]. Irham Wibowo, S.H., M.H. Dr. Rustam Hasim, [Link]., [Link]. Dr. Wahyudin Noe, [Link]., [Link].
NIP. 197807192005011002 NIP. 199405032022031012 NIP. 198003042005011001 NIP.198405052019031018
CPL-Prodi yang Dibebankan pada MK
Capaian S-1 Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mampu menunjukkan sikap religius.
Pembelajaran S-3 Berkontribusi dalam peningkatan mutu kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan kemajuan peradaban berdasarkan Pancasila.
(CP) S-7 Taat hukum dan disiplin dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara
P-2 Menguasai konsep teoritis pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan, khususnya ilmu hukum, politik, sejarah perjuangan bangsa, dan
disiplin lainnya yang relevan dan koheren dengan kebutuhan pengembangan kompetensi sebagai calon pendidik profesional pada pendidikan
dasar dan menengah atau pada pendidikan kewarganegaraan-kemasyarakatan.
P-3 Memahami isu-isu dan/atau perkembangan mutakhir kewarganegaraan meliputi bidang ideologi, politik, hukum, ekonomi, sosial, budaya,
pertahanan keamanan dan agama, dalam konteks lokal, nasional, regional, dan global.
KU-1 Mampu menerapkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan inovatif dalam konteks pengembangan atau implementasi ilmu pengetahuan dan
teknologi yang memperhatikan dan menerapkan nilai humaniora yang sesuai dengan bidang keahliannya.
KU-3 Mampu mengkaji implikasi pengembangan atau implementasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang memperhatikan dan menerapkan nilai
humaniora sesuai dengan keahliannya berdasarkan kaidah, tata cara dan etika ilmiah dalam rangka menghasilkan solusi, gagasan, desain atau
kritik seni.
KK-2 Memanfaatkan konsep teoretis pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan, khususnya ilmu hukum, politik kenegaraan, sejarah perjuangan
bangsa, dan disiplin lainnya yang relevan dan koheren dalam pengembangan kompetensi sebagai calon pendidik profesional pada pendidikan
dasar dan menengah atau pada pendidikan kewarganegaraan-kemasyarakatan.
KK-6 Mampu memberikan penyuluhan hukum kepada masyarakat
Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK)
CPMK Mahasiswa mempunyai kompetensi dalam matakuliah Pendidikan Multi Etnik yaitu:
1) Mahasiswa mampu memahami sejarah hعkum.
2) Mahasiswa menjadi ilmuan hukum khususnya tentang isu-isu hokum adat dan eksistensi kearifan lokal.
3) Mahasiswa menjadi profesional hukum yang mampu membuat sebuah formalisasi hukum yang merujuk pada nilai-nilai kearifan lokal bangsa
Indonesia
4) Mahasiswa mampu menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, berkontribusi dalam meningkatkan mutu kehidupan, menghargai keanekaragaman, bekerja
sama, dan peka terhadap kondisi terkini bangsa dan negara.
5) Mahasiswa mampu menginternalisasikan nilai, norma dan hukum, menunjukan kinerja mandiri, bermutu, dan terukur serta mengkaji implikasi
pengembangan atau implementasi ilmu hokum dengan memperhatikan dan menerapkan humaniora sesuai dengan etika ilmiah.
6) Mahasiswa bertanggung jawab atas pencapaian hasil kerja, menyusun konsep penyelesaian masalah/kasus hukum melalui penerapan metode berpikir
yuridis berdasarkan pengetahuan teoritik tentang asas, prinsip, sumber, dan norma hukum dari berbagai bidang hukum positif di Indonesia.
DeskripsiSingkat Mata kuliah hukum adat dan kearifan lokal merupakan mata kuliah wajib bagi mahasiswa Program Studi PPKn semester VII. Mata kuliah ini memberikan
MK pemahaman kepada mahasiswa tentang filsafat sejarah, praktik keperdataan lokal, ha katas tanah, sampai teori maupun dogma hukum dalam ranah adat di
Indonesia.
Bahan Kajian / 1. Gambaran umum mengenai hukum adat dan perannya terhadap pembangunan hukum di Indonesia.
Materi 2. Hukum adat menurut para ahli dan UU Pokok Agraria, secara yuridis dan konstitusional hukum adat di Indonesia, serta
Pembelajaran mampu menjelaskan mengenai sejarah lahirnya hokum adat.
3. Perkembangan hukum adat di Indonesia dari pra hingga pasca kemerdekaan.
4. Masyarakat hukum adat dan penguasaan hak atas tanah
a) Asas hukum hak atas tanah
b) Lahirnya hak milik atas tanah dari hak kolektif ke hak individu
c) Sejarah penguasaan tanah di Indonesia
d) Eksistensi hukum adat dalam upaya reforma agrarian ulayat
5. Penguasaan hak atas tanah masyarakat hukum adat, sejarah penguasaan tanah di Indonesia, dan eksistensi hukum adat
dalam upaya reforma agraria
6. Hak ulayat masyarakat hukum adat sebagai sumber kebijakan pembangunan hukum nasional.
7. Implementasi pengakuan hak masyarakat adat pasca putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 35 Tahun 2012 dan konsepsi
hak ulayat masyarakat hukum adat dan hak komunal masyarakat di kawasan tertentu.
8. Isu-isu mutakhir hukum agrarian (ambivalensi pengadaan tanah)
a) Orientasi tata ruang untuk distribusi kapital
b) Masalah actual pelepasan tanah hak ulayat akibat pembangunan infrastruktur
9. Eksistensi hak masyarakat adat di wilayah pesisir, pulau-pulau kecil, dan perbatasan dalam konteks hukum agraria.
10. Reklamasi dan implikasinya terhadap eksistensi masyarakat hukum adat serta penyelesaian sengketa berbasis kearifan
lokal
Pustaka Utama :
1. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria
2. Bushar Muhammmad. 1975. Asas-Asas Hukum Adat. (Suatu Pengantar). Jakarta: Pradnya Paramita.
3. Djaren Saragih. 1996. Pengantar Hukum Adat Indonesia. Bandung: Tarsito.
4. Helman Hadikusuma. 2003. Pengantar Ilmu Hukum Adat Indonesia. Bandung: Mandar Maju.
Penduku
ng :
Mr. B. ter Haar. 1979. "Asas Asas dan Susunan Hukum Adat", terjemahan Soebakti Poesponoto. Jakarta: Pradnya Paramita.
Dosen 1. Dr. Rustam Hasim, [Link]., [Link].
Pengampu 2. Irham Wibowo, S.H., M.H.
Matakuliahpras -
yarat
Bantuk Pembelajaran,
BobotPe
Sub-CPMK Metode Pembelajaran, Materi Pembelajaran
Penilaian nilaian
Mg Ke- (Kemampuan Akhir Tiap Penugasan Mahasiswa, [Pustaka]
(%)
Tahapan Pembelajaran) [Estimasi Waktu]
Indikator Kriteria&Bentuk Luring (offline) Daring (online)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
1 Kontrak Kuliah: Mahasiswa dapat 1. Menepati komitmen Kriteria: Kejelasan dan Bentuk RPS, Berupa -
memahami matakuliah hukum adat perkuliahan. Ketepatan Pembelajaran: - a. Capaian Pembelajaran
dan kearifan lokal. 2. Diskusi tentang tugas satu Ceramah dan Tanya- b. Materi Pokok dan
semester dan pembagian Bentuk: Rubrik jawab Bahan Kajian
Penilaian Observasi c. Pendekatan, Metode
kelompok. [TM: 1 × (2 × 50”)] dan Teknik
d. Media Perkuliahan
e. Penilaian Perkuliahan
2 Mahasiswa mampu Ketepatan dalam menghimpun Kriteria: Kejelasan dan Bentuk LMS Unkhair a. Tujuan 5
memahami dan menjelaskan referensi yang berkaitan materi Ketepatan Pembelajaran: mempelajari
gambaran umum mengenai dasar mengenai hukum adat dan Bentuk : Meringkas hasil Hukum adat dan
hukum adat dan kearifan kearifan local serta perannya rubrik case pembelajaran kearifan lokal.
lokalserta perannya method(partisipasi) b. Hukum adat
terhadap pembangunan hukum di Menjelaskan dan
terhadap pembangunan sebagai hukum
Indonesia menyampaikan
hukum di Indonesia yang bersumber
pendapat dari nilai-nilai asli
bangsa
[TM: 1 × (2 × 50”)] Indonesia.
c. Hukum adat dan
Bantuk Pembelajaran,
BobotPe
Sub-CPMK Metode Pembelajaran, Materi Pembelajaran
Penilaian nilaian
Mg Ke- (Kemampuan Akhir Tiap Penugasan Mahasiswa, [Pustaka]
(%)
Tahapan Pembelajaran) [Estimasi Waktu]
Indikator Kriteria&Bentuk Luring (offline) Daring (online)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
kearifan lokal
sebagai sumber
pembangunan
hukum Indonesia
3 Mahasiswa mampu memahami Menghimpun referensi dan Kriteria: Kejelasan dan BentukPembelajar LMS Unkhair Hukum adat di 5
hukum adat menurut para ahli dan definisi tentang hukum Ketepatan an: Indonesia; 1.
UUPA, yuridis dan konstitusional adat menurut para ahli dan Bentuk : Diskusi kasus Definisi hukum adat
hokum adat di Indonesia serta UU PA Nomor 5 Tahun rubrik case method dan kearifan lokal
tentang
mampu menjelaskan mengenai 1960. menurut para ahli
(partisipasi) permasalahan
sejarah lahirnya hukum adat. dan UU PA Nomor 5
Yuridis dan konstitusional maasyarakat adat di Tahun 1960
hukum adat dan kearifan Indonesia yang
lokal di Indonesia, serta semakin 2. Proses lahirnya
mampu menjelaskan terpinggirkan. hukum adat
mengenai sejarah lahirnya
hukum adat [TM: 2 × (2 × 50”)]
4 Mahasiswa mampu Ketepatan menjelaskan Kriteria: Kejelasan dan BentukPembelajar LMS Unkhair Hukum adat dan 5
menjelaskan dan memahami mengenai perkembangan Ketepatan an: kearifan lokal dalam
perkembangan hukum adat hukum adat dan kearifan Bentuk : Diskusi kasus perkembangannya:
lokal di Indonesia dari rubrik case method tentang dinamika
dan kearifan lokal di
masa Pra Kemerdekaan (partisipasi) 1. Pra kemerdekaan
Indonesia dari masa pra dan pluralitas
dan Pasca Kemerdekan. 2. Pasca
hingga pasca kemerdekaan. budaya di Indonesia Kemerdekaan
yang berujung pada
lahirnya adat istiadat
di masing-masing
daerah..
[TM: 1 × (2 × 50”)]
5-6 Mahasiswa mampu Ketepatan dalam Kriteria: Kejelasan dan BentukPembelajar LMS Unkhair Masyarakat hukum 10
menganalisis dan menjelaskan secara faktual Ketepatan an: adat dan
Bantuk Pembelajaran,
BobotPe
Sub-CPMK Metode Pembelajaran, Materi Pembelajaran
Penilaian nilaian
Mg Ke- (Kemampuan Akhir Tiap Penugasan Mahasiswa, [Pustaka]
(%)
Tahapan Pembelajaran) [Estimasi Waktu]
Indikator Kriteria&Bentuk Luring (offline) Daring (online)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
menjelaskan secara faktual bagaimana penguasaan Bentuk : Diskusi kasus penguasaan hak
bagaimana penguasaan hak hak atas tanah masyarakat rubrik case method tentang atas tanah;
atas tanah masyarakat hukum adat, sejarah (partisipasi) permasalahanmafia 1. Asas hukum hak
hukum adat, sejarah penguasaan tanah di tanah di Indonesia atas tanah
penguasaan tanah di Indonesia, dan eksistensi 2. Lahirnya hak
[TM: 2 × (2 × 50”)]
Indonesia, dan eksistensi hukum adat dalam upaya milik atas tanah
hukum adat dalam upaya reforma agraria dari hak kolektif
reforma agraria ke hak individu
3. Sejarah
penguasaan
tanah di
Indonesia
4. Eksistensi hukum
adat dalam
upaya reforma
agrarian
7 Mahasiswa mampu Ketepatan dalam Kriteria: Kejelasan BentukPembelajar LMS Unkhair 1. Hak ulayat masyarakat 5
memahami dan menjelaskan menjelaskan mengenai dan Ketepatan an: hukum adat
mengenai hak ulayat hak ulayat masyarakat Bentuk: Diskusi tentang 2. Hak ulayat masyarakat
masyarakat hukum adat hukum adat sebagai rubrik case method masa depan undang- hukum adat sebagai
sebagai sumber kebijakan sumber kebijakan (partisipasi) undang agraria sumber kebijakan
pembangunan hukum pembangunan hukum [TM: 1 × (2 × 50”)] pembangunan hukum
nasional nasional nasional
8 UJIAN TENGAH SEMESTER
9-10 Mahasiswa Mahasiswa mampu Kriteria: Kejelasan BentukPembelajar LMS Unkhair 1. Dampak 10
mampumenganalisis dan menjelaskan tentang; dan Ketepatan an: kebijakan publik
menjelaskan dampak dampak kebijakan publik Bentuk : Diskusi kasus dan konsesi-
kebijakan publik, dan dan konsesi terhadap rubrik case method tentang konsesi terhadap
konsesi terhadap eksistensi eksistensi masyarakat arah kepastian
(partisipasi) pengalihstatusan
masyarakat hukum adat di hukum dan
hukum adat di Indonesia,
Bantuk Pembelajaran,
BobotPe
Sub-CPMK Metode Pembelajaran, Materi Pembelajaran
Penilaian nilaian
Mg Ke- (Kemampuan Akhir Tiap Penugasan Mahasiswa, [Pustaka]
(%)
Tahapan Pembelajaran) [Estimasi Waktu]
Indikator Kriteria&Bentuk Luring (offline) Daring (online)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
Indonesia, serta berpikir serta menganalisis dan tanah adat di perlindungan
secara kritis bagaimana berpikir kritis bagaimana pedalaman untuk masyarakat adat.
implementasi kebijakan implementasi kebijakan dijadikan fasilitas 2. Pengakuan
hukum tanah nasional umum setengah hati
hukum tanah nasional
terhadap perlindungan hak hukum adat
terhadap perlindungan hak [TM: 1 × (2 × 50”)]
masyarakat hukum adat. dalam hukum
masyarakat hukum adat agraria nasional.
10-11 Mahasiswa mampu Ketepatan menjelaskan Kriteria: Kejelasan dan BentukPembelajar LMS Unkhair 1. Implementasi 10
memahami dan menjelaskan terkait implementasi Ketepatan an: pengakuan hak
pengelolaan hutan adat Bentuk: masyarakat adat pasca
bagaimana implementasi Diskusi kasus
pasca Putusan MK Nomor Putusan MK Nomor 35
pengelolaan hutan adat rubrik case method tentang putusan-
35 Tahun 2012 tentang Tahun 2012
pasca Putusan MK Nomor 35 (partisipasi) putusan badan 2. Konsepsi hak ulayat
Hutan Adat serta
Tahun 2012 tentang Hutan memahami dan berpikir peradilan terhadap masyarakat hukum adat
Adat serta memahami dan kritis tentang biasnya masyarakat hukum dan hak komunal
pemaknaan hak ulayat dan adat masyarakat di kawasan
berpikir kritis tentang
hak komunal dalam tertentu
biasnya pemaknaan hak [TM: 1 × (2 × 50”)]
ulayat dan hak komunal meletakkan masyarakat
hukum adat sebagai
dalam meletakkan
subyek hukum
masyarakat hukum adat
sebagai subjek hokum
12-13 Mahasiswa mampu Mampu memahami dan Kriteria: Kejelasan dan BentukPembelajar LMS Unkhair Isu-isu mutakhir 10
memahami dan menjelaskan menjelaskan mengenai Ketepatan an: hukum agraria
mengenai aktualisasi aktualisasi reforma agraria Bentuk: Diskusi kasus (ambivalensi
rubrik case method tentang hambatan- pengadaan tanah);
reforma agraria dalam upaya dalam upaya
(partisipasi) 1. Orientasi tata
pembangunan infrastruktur. pembangunan hambatan guru
ruang untuk
Eksistensi masyarakat [Link] dalam pembelajaran distribusi kapital
hukum adat yang ada di masyarakat hukum adat Pendidikan 2. Masalah aktual
wilayah pesisir dan pulau- yang adadi wilayah pesisir Multietnik pelepasan tanah
Bantuk Pembelajaran,
BobotPe
Sub-CPMK Metode Pembelajaran, Materi Pembelajaran
Penilaian nilaian
Mg Ke- (Kemampuan Akhir Tiap Penugasan Mahasiswa, [Pustaka]
(%)
Tahapan Pembelajaran) [Estimasi Waktu]
Indikator Kriteria&Bentuk Luring (offline) Daring (online)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
pulau kecil serta mengenai dan pulau-pulau kecil serta [TM: 1 × (2 × 50”)] hak ulayat akibat
pengelolaan dan mengenai pengelolaan dan pembangunan
pemanfaatan wilayah pesisir pemanfaatan wilayah infrastruktur.
3. Eksistensi hak
dan pulau-pulau kecil dalam pesisir dan pulau-pulau
masyarakat adat di
mengakomodir kepentingan kecil dalam mengakomodir wilayah pesisir,
masyarakat adat kepentingan masyarakat pulau-pulai kecil
adat. dan perbatasan
dalam konteks
hukum agraria
14-15 Mahasiswa mampu Ketepatan memahami dan Kriteria: Kejelasan dan Bentuk LMS Unkhair 1. Reklamasi dan 10
memahami dan menjelaskan menganalisis tentang Ketepatan Pembelajaran: Implikasinya terhadap
tentang kasus reklamasi dan tentang kasus reklamasi Bentuk: Diskusi terkait kasus eksistensi masyarakat
dan dampaknya terhadap rubrik case method perampasan tanah hukum adat
dampaknya terhadap
eksistensi masyarakat (partisipasi) 2. Penyelesaian sengketa
eksistensi masyarakat adat
hukum adat serta berbasis kearifan lokal
hukum adat serta menjelaskan penyelesaian [TM: 1 × (2 × 50”)]
menjelaskan penyelesaian sengketa berbasis kearifan
sengketa berbasis kearifan lokal
lokal
16 Ujian Akhir Semester (UAS) 35
Catatan :
1. Capaian Pembelajaran Lulusan Program Studi (CPL-Prodi) adalah kemampuan yang dimiliki oleh setiap lulusan program studi yang merupakan internalisasi dari sikap,
penguasaan pengetahuan dan ketrampilan sesuai dengan jenjang prodinya yang diperoleh melalui proses pembelajaran.
2. CPL yang dibebankan pada mata kuliah adalah beberapa capaian pembelajaran lulusan program studi (CPL-Prodi) yang digunakan untuk pembentukan/pengembangan
sebuah mata kuliah yang terdiri dari aspek sikap, ketrampilan umum, ketrampilan khusus dan pengetahuan.
3. Capaian Pembelajaran Mata kuliah (CPMK) adalah kemampuan yang dijabarkan secara spesifik dari CPL yang dibebankan pada mata kuliah, dan bersifat spesifik terhadap
bahan kajian atau materi pembelajaran mata kuliah tersebut.
4. Sub-CP Mata kuliah (Sub-CPMK) adalah kemampuan yang dijabarkan secara spesifik dari CPMK yang dapat diukur atau diamati dan merupakan kemampuan akhir yang
direncanakan pada tiap tahap pembelajaran, dan bersifat spesifik terhadap materi pembelajaran mata kuliah tersebut.
5. Indikator penilaian kemampuan dalam proses maupun hasil belajar mahasiswa adalah pernyataan spesifik dan terukur yang mengidentifikasi kemampuan atau kinerja hasil
belajar mahasiswa yang disertai bukti-bukti.
6. Kriteria Penilaian adalah patokan yang digunakan sebagai ukuran atau tolok ukur ketercapaian pembelajaran dalam penilaian berdasarkan indikator-indikator yang telah
ditetapkan. Kriteria penilaian merupakan pedoman bagi penilai agar penilaian konsisten dan tidak bias. Kriteria dapat berupa kuantitatif ataupun kualitatif.
7. Bentuk penilaian: tes dan non-tes.
8. Bentuk pembelajaran: Kuliah, Responsi, Tutorial, Seminar atau yang setara, Praktikum, Praktik Studio, Praktik Bengkel, Praktik Lapangan, Penelitian, Pengabdian Kepada
Masyarakat dan/atau bentuk pembelajaran lain yang setara.
9. Metode Pembelajaran: Small Group Discussion, Role-Play & Simulation, Discovery Learning, Self-Directed Learning, Cooperative Learning, Collaborative Learning,
Contextual Learning, Project Based Learning, dan metode lainnya yang setara.
10. Materi Pembelajaran adalah rincian atau uraian dari bahan kajian yang dapat disajikan dalam bentuk beberapa pokok dan sub-pokok bahasan.
11. PB = Proses Belajar, PT = Penugasan Terstruktur, KM = Kegiatan Mandiri.
12. Bobot Penilaian adalah prosentasi penilaian terhadap setiap pencapaian sub-CPMK yang besarnya proporsional dengan tingkat kesulitan pencapaian sub-CPMK tersebut dan
totalnya 100%.
13. Bobot Penilaian mata kuliah ini diperoleh berdasarkan nilai Partisipasi Diskusi dan/atau Presentasi Akhir (Kolaborasi) setiap sub-CPMK per Pertemuan MK.
Nilai Akhir:
No Komponen Nilai Akhir Bobot (%)
Aktvitas Partisipatif (Case Method)
1 15
2 Tugas Proyek (Team Based Project) 25
3 UTS 25
4 UAS 35
Total 100
RUBRIK PENILAIAN KOLABORASI TEMAN SEJAWAT
Skor
Aspek yang Dinilai
4 3 2 1
Partisipasi Anggota kelompok selalu Anggota kelompok hampir selalu Anggota kelompok berpartisipasi Anggota kelompok tidak
berpartisipasi dan selalu berpartisipasi dan hampir selalu tetapi selalu membuang waktu atau berpartisipasi, membuang waktu,
mengerjakan tugas di kelas. mengerjakan tugas. jarang mengerjakan tugas. atau mengerjakan materi yang tidak
terkait.
Kepemimpinan Anggota kelompok mengambil Anggota kelompok terkadang Anggota kelompok biasanya Anggota kelompok tidak mengambil
kepemimpinan dengan cara yang mengambil kepemimpinan dengan membiarkan orang lain mengambil kepemimpinan atau mengambil
tepat bila diperlukan dengan cara yang tepat. alih kepemimpinan atau sering kepemimpinan dengan cara yang
membantu kelompok tetap di jalur, mendominasi kelompok. tidak produktif.
mendorong partisipasi kelompok,
mengajukan solusi dari masalah, dan
memiliki sikap positif.
Mendengarkan Anggota kelompok mendengarkan Anggota kelompok biasanya Anggota kelompok terkadang tidak Anggota kelompok tidak
dengan seksama ide orang lain. mendengarkan ide orang lain. mendengarkan ide orang lain. mendengarkan orang lain dan sering
menyela mereka.
Masukan Anggota kelompok menawarkan Anggota kelompok menawarkan Anggota kelompok kadang-kadang Anggota kelompok tidak
umpan balik yang rinci dan umpan balik yang konstruktif bila menawarkan umpan balik yang memberikan umpan balik yang
konstruktif bila perlu. perlu. membangun, tetapi kadang-kadang membangun atau berguna.
komentarnya tidak pantas atau tidak
berguna.
Kerja sama Anggota kelompok memperlakukan Anggota kelompok biasanya Anggota kelompok terkadang Anggota kelompok sering
orang lain dengan hormat dan memperlakukan orang lain dengan memperlakukan orang lain dengan memperlakukan orang lain dengan
membagi beban kerja dengan adil. hormat dan membagi beban kerja tidak hormat atau tidak membagi tidak hormat atau tidak membagi
dengan adil. beban kerja secara adil. beban kerja secara adil.
Manajemen Waktu Anggota kelompok menyelesaikan Anggota kelompok biasanya Anggota kelompok sering tidak Anggota kelompok tidak
tugas yang diberikan tepat waktu. menyelesaikan tugas yang diberikan menyelesaikan tugas yang diberikan menyelesaikan sebagian besar tugas
tepat waktu dan tidak menunda tepat waktu, dan menunda yang diberikan tepat waktu dan
kemajuan proyek karena pekerjaan penyelesaian pekerjaan proyek. sering memaksa kelompok untuk
yang tidak lengkap. membuat penyesuaian dan
perubahan di menit-menit terakhir
untuk mengakomodasi pekerjaan
yang hilang.
PENILAIAN KOLABORASI
.....
Pertemuan ke-
PETUNJUK:
1. Tuliskan nama anggota kelompok dan nama anda dalam kolom Nama Anggota Kelompok.
2. Lakukan penilaian tingkat kecakapan keterampilan berkolaborasi berdasarkan rubrik untuk setiap anggota kelompok termasuk diri Anda sendiri.
3. Penilaian dilakukan dengan cara membubuhkan angka 1, 2, 3, dan 4 di bawah kotak setiap aspek keterampilan berkolaborasi yang menurut Anda sesuai.
4. Tuliskan Total Skor untuk setiap anggota kelompok (Keterangan: Total Skor = 24).
N Manajemen
Nama Anggota Kelompok Partisipasi Kepemimpinan Mendengarkan Masukan Kerja Sama Total Skor
o Waktu
1
10
Deskripsi Tugas:
1. Mahasiswa membuat sendiri kelompok (5 kelompok) dan menunjuk satu ketua
2. Setiap kelompok membuat satu media komunikasi yang dapat merekam aktivitas (bentuk tulisan, contoh WA)
3. Setiap kelompok melakukan koordinasi sendiri untuk mengumpulkan informasi yang dibutuhkan
4. Setiap kelompok melakukan koordinasi untuk menyusun rangkuman dari informasi
5. Setiap kelompok membuat ringkasan hasil kajian
6. Setiap kelompok membuat video dari hasil kajian secara sinkat (maksimal 10 menit)
7. Semua kelompok mengirimkan ke google drive dosen (bisa diakses mahasiswa)
A. DEBAT
1. Jenis Kasus
Kawin lari dalam adat Bugis-Makassar
2. Kasus
Kawin lari dilakukan antara pasangan laki-laki dengan perempuan yang keduanya sepakat untuk melakukan kawin lari. Tidak terbatas pada
kaum pemuda dan pemudi yang belum beristri, tetapi juga berlaku bagi laki-laki dan perempuan yang sudah kawin. Menurut Dr. TH. Chabot
dalam bukunya Verwatenschap Stand en Sexse in Suid Celebes mengatakan, kawin lari adalah apabila gadis/perempuan dengan pemuda/laki-
laki setelah lari bersama-sama, kemudian diperjelas oleh budayawan H. Moh. Nasir Said, bahwa perkawinan yang dilangsungkan setelah
pemuda/laki-laki dengan gadis/perempuan lari bersama-sama atas kehendak sendiri-sendiri. Kawin lari kadang menjadi pilihan terakhir bagi
dua insan yang sedang dimabuk cinta tetapi tidak memperoleh restu keluarga. Bagi suku Bugis-Makassar, anak gadis yang dibawa lari atau
kawin lari tanpa restu dari orang tua adalah aib besar, sebuah perbuatan yang dianggap mencoreng nama baik keluarga dan merendahkan
harga diri keluarga besar utamanya keluarga besar pihak wanita.
Eksistensi sanksi silariang (kawin lari) di zaman sekarang masih tetap sama di sebagian daerah, meski memang tidak semua kaum laki-laki
dari keluarga si gadis dibebankan kewajiban untuk menghukum pelakunya dengan badik. Setidaknya laki-laki dari keluarga gadis yang
dipermalukan sudah berpikir panjang untuk mengambil langkah melukai pasangan silariang tersebut. Meski zaman sekarang hukuman adat
ataupun sanksi sosial terhadap pelaku kawin lari di masyarakat suku Bugis-Makassar telah mengalami degradasi, tetapi tetap saja silariang
menjadi sebuah pilihan tabu untuk pasangan yang tidak memperoleh restu
3. Pengalaman Belajar
Memahami konsep, prinsip, dan fakta fundamental yang dikuasai mahasiswa dengan indikator yang ada dalam pembelajaran, maka
mahasiswa dapat menganalisis secara kritis permasalahan utama seputar perkara kawin lari dalam hokum adat Bugis-Makassar, faktor-faktor penyebabnya
sampai perubahan sosial yang kini dialami masyarakat yang masih memegang hukum adat tersebut.
4. Langkah Pemecahan Kasus:
a) Mengidentifikasi masalah yang akan disajikan
1) Lakukan diskusi dengan masing-masing anggota. Setiap kelompok wajib memberikan kasus berupa pelanggaran adat di masing-masing daerah dan cara penyelesaiannya.
2) Putuskan salah satu kasus yang akan dibahas menjadi tema pameran.
3) Catat semua kegiatan diskusi ini dan bagi masing-masing peran anggota kelompok.
b) Menganalisis kasus
1) Kumpulkan data/informasi secara memadai tentang solusi dari faktor-faktor penyebab belum tuntasnya perkara hukum adat dengan hukum pidana positif.
2) Analisislah penyebab belum memahaminya warganegara berkaitan dengan cara pandang terhadap hukum adat yang berlaku di suatu wilayah.
c) Menyintesiskan data/informasi
1) Hasil analisis disintesiskan untuk memahami secara keseluruhan permasalahannya.
2) Buatlah deskripsi permasalahan untuk menggambarkan ciri dari faktor penyebab belum memahaminya warganegara berkaitan dengan pelanggaran adatdi lingkungan
masyarakat tertentu.
d) Diagnosis
1) Menjabarkanlah masalah dengan mengembangkan ide-ide atau konsep-konsep menjadi lebih rinci.
2) Tentukanlah masalah yang sebenarnya
3) Tentukanlah faktor-faktor penyebab terjadinya masalah.
4) Tentukan media yang akanAnda gunakan untuk dapat digunakan dengan mudah menggambarkan ciri dari faktor-faktor penyebab belum memahaminya warganegara
berkaitan dengan cara pandang mereka terhadap hukum adat.
e) Prognosis
5) Tentukan objek yang dapat digunakan untuk menggambarkan secara utuh agar kelompok debat dapat dengan mudah menggambarkan faktor-faktor penyebab belum
memahaminya warganegara yang berkaitan dengan cara pandang mereka terhadap hukum adat.
6) Tentukan teknik yang dapat digunakan pemirsa memberikan umpan balik.
f) Treatment
Lakukan pengamatan atas respon sesama kelompok
g) Finalisasi
Pembuatan / disain prototipe debat pada masing-masing kelompok lalu beri alamat link mata kuliah. Unggah laporan kerja pada LMS mata kuliah Hukum Adat dan Kearifan
Lokal.
5. Rubrik Penilaian
Aspek 4 3 2 1
Gambar/Objek Mewakili isi, dapat menggambarkan Dua dari kriteria isi yang baik Hanya salah satu dari kriteria isi Isi tidak tergambarkan, miskin
ciri pembeda, jelas keterbacaannya dipenuhi, sementara salah satu yang baik dipenuhi, sementara dua informasi, tidak jelas keterbacaannya
kriteria tidak dipenuhi kriteria tidak dipenuhi (seluruh kriteria tidak terpenuhi)
Pesan sangat mudah ditangkap Pesan cukup mudah ditangkap
Ketersampaian Pesan Pesan sulit ditangkap pembaca Pesan tidak dapat ditangkap pembaca
pembaca pembaca
Desain Warna menarik, ukuran elemen Dua dari kriteria desain yang baik Hanya salah satu dari kriteria Warna, ukuran elemen penyusun,
penyusun proporsional, pesan yang dipenuhi, sementara salah satu desain yang baik dipenuhi, pusat perhatian tidak menunjukkan
ingin disampaikan menjadi pusat kriteria tidak dipenuhi sementara dua kriteria tidak desain yang baik (seluruh kriteria
perhatian (ketiga kriteria terpenuhi) dipenuhi tidak terpenuhi)
Kerja sama dalam Selalu terlibat secara bersama-sama Dua tiga kali tidak terlibat secara Empat lima kali tidak terlibat Lebih dari lima kali tidak terlibat
penyelesaian kasus bersama-sama secara bersama-sama secara bersama-sam
LAMPIRAN
PETUNJUK PELAKSANAAN TUGAS TEAM BASED PROJECT