Rencana Pembelajaran Hukum Perdata 2022
Rencana Pembelajaran Hukum Perdata 2022
HUKUM PERDATA
(2SKS) Semester III
Tahun 2022
DosenPengampu
Dr. Ade Ismail, [Link]., [Link] Irham Wibowo, S.H., M.H. Dr. Wahyudin Noe, [Link]., [Link]. Dr. Wahyudin Noe, [Link]., [Link].
NIP. 197807192005011002 NIP. 199405032022031012 NIP.198405052019031018 NIP.198405052019031018
CPL-Prodi yang Dibebankan pada MK
Capaian S-2 Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mampu menunjukkan sikap religius.
Pembelajaran S-7 Taat hukum dan disiplin dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
(CP) S-8 Menginternalisasi nilai, norma, dan etika akademik.
KU-1 Mampu menerapkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan inovatif dalam konteks pengembangan atau implementasi ilmu pengetahuan dan
Keterangan: teknologi yang memperhatikan dan menerapkan nilai humaniora yang sesuai dengan bidang keahliannya.
S = Sikap KU-3 Mampu mengkaji implikasi pengembangan atau implementasi ilmu pengetahuan teknologi yang memperhatikan dan menerapkan nilai humaniora
P = sesuai dengan keahliannya berdasarkan kaidah, tata cara dan etika ilmiah dalam rangka menghasilkan solusi, gagasan, desain atau kritik seni.
Pengetahuan
KU-5 Mampu mengambil keputusan secara tepat dalam konteks penyelesaian masalah di bidang keahliannya, berdasarkan hasil analisis informasi dan
KU =
data.
Keterampilan
Umum P-3 Memahami isu-isu dan/atau perkembangan mutakhir kewarganegaraan meliputi bidang ideologi, politik, hukum, ekonomi, sosial, budaya,
pertahanan keamanan dan agama, dalam konteks lokal, nasional, regional, dan global.
Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK)
CPMK 1) Mahasiswa mampu bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi sikap dan nilai-nilaiPancasila, sikap taat
terhadap aturan hukum, serta menampilkan sikap diri sebagaipribadi yang jujur, berakhlak mulia dalam kehidupan
bermsyarakat, berbangsa danbernegara.
2) Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian dan sistematika hukum perdata.
2
3) Mahasiswa mampu mendeksripsikan dan menjelaskan tentang hukum orang.
4) Mahasiswa mampu mendeksripsikan dan menjelaskan tentang hokum perkawinan.
5) Mahasiswa mampu mendeksripsikan dan menjelaskan tentang hukum benda.
6) Mahasiswa mampu mendeksripsikan dan menjelaskan tentang hukum kewarisan
7) Mahasiswa mampu mendeksripsikan dan menjelaskan tentang hukum perikatan.
8) Mahasiswa mampu mendeksripsikan dan menjelaskan tentang kecakapan bertindak.
9) Mahasiswa mampu mendeksripsikan dan menjelaskan tentang harta bersama dan harta bawaan.
10) Mahasiswa mampu mendeksripsikan dan menjelaskan tentang status kewarganegaraan dan domisili.
11) Mahasiswa mampu mendeksripsikan dan menjelaskan tentang pembuktian dan daluarsa.
DeskripsiSingkat Matakuliahhukum perdatamerupakansalahsatumata ajarwajib yang harusdiikutiolehsemuamahasiswa S1 Prodi Pendidkan
MK Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) FKIP. Pada mata kuliah hukum perdata mahasiswa belajar tentang pengantar
hukum perdata, hukum perkawinan, hukum orang, hukum benda, hukum kewarisan, hukum perikatan, kecakapan
bertindak, harta bersama dan harta bawaan, status kewarganegaraan dan domisili, serta pembuktian dan daluarsa,
yangdisampaikanmenggunakan pendekatan pembelajaran berpusat pada mahasiswa (studentcenteredlearning) dan studi
kasus (case method). Di akhir mata kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu menguasai kompetensi yang telah ditentukan
meliputi kompetensi knowledge, hard skill, dan soft skill.
Bahan Kajian / 1. Pengertian dan sistematika hukum perdata
Materi 2. Sejarah hukum perdata
Pembelajaran 3. Subyek hukum perdata
4. Hukum perkawinan
5. Hukum tentang orang
6. Hukum tentang benda
7. Hukum kewarisan
8. Hukum perikatan
9. Kecakapan dalam bertindak
10. Harta bersama dan harta bawaan
11. Status kewarganegaraan dan domisili
12. Pembuktian dan daluarsa
Pustaka Utama :
1. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (Burgerlijk Wetboek voor Indonesie).
2. Bahder Johan Nasution dan Sri Warjiyati. 1997. Hukum Perdata Islam Kompetensi Peradilan Agama tentang Perkawinan,
Waris, Wasiat, Hibah, Wakaf, dan Shodaqoh. Bandung: Mandar Baru.
3. Yulia. 2015. Buku Ajar Hukum Perdata. Lhokseumawe: Biena Edukasi.
4. Martha Eri Safira. 2017. Hukum Perdata. Ponorogo: Nata Karya.
3
Pendukung :
1. I Ketut Oka Setiawan. 2011. Hukum Perdata Mengenai Orang dan Kebendaan. Jakarta: FH Utama.
2. Istiqamah. 2014. Hukum Perdata Hukum Orang dan Keluarga. Makassar: Alauddin University Press.
Dosen 1. Dr. Wahyudin Noe, [Link]., [Link].
Pengampu 2. Irham Wibowo, S.H., M.H.
MatakuliahPras
yarat
Bentuk Pembelajaran,
BobotPe
Sub-CPMK Metode Pembelajaran, Materi Pembelajaran
Mg Penilaian nilaian
(Kemampuan Akhir Tiap Tahapan Penugasan Mahasiswa,
Ke- (%)
Pembelajaran) [Estimasi Waktu]
Indikator Kriteria&Bentuk Luring (offline) Daring (online)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
1 Mahasiswa mampu Kriteria: Kejelasan dan Bentuk 1. RPS 5
Perkenalan dan kontrak kuliah:
a. PenjelasanRPS, memahami kontrak Ketepatan Pembelajaran: - 2. Pengantar dan sejarah
[Link] perkuliahan dan RPS Ceramah dan tanya- hukum
matakuliahhukum perdata, mata kuliah hukum Bentuk: Rubrik jawab
c. Tatatertibperkuliahan; perdata Penilaian observasi [TM: 1 × (2 × 50”)]
2 Mahasiswa mampu Tuntasmenjelaskan: Kriteria: Kejelasan dan BP: Kuliah LMS Unkhair 1. Sejarah hukum 5
menguraikan tentangsejarah 1. Tentang kedaan hukum Ketepatan 2. Klasifikasi hukum
hokum, pengertian hukum, perdata di Indonesia, Bentuk : MP: interactive 3. Pengantar hukum perdata
2. pengertian dan ruang rubrik learning
serta awal mula munculnya
lingkup hukum perdata, casemethod(partisipasi)
hukum perdata 3. hukum perdata dalam TM: (2x50”)
arti luas dan sempit,
4. hukum perdata materiil BM: (2x60”)
dan formil, Membaca buku
5. hukum publik dan referensi yang
hukum privat. dipilih
4
Bentuk Pembelajaran,
BobotPe
Sub-CPMK Metode Pembelajaran, Materi Pembelajaran
Mg Penilaian nilaian
(Kemampuan Akhir Tiap Tahapan Penugasan Mahasiswa,
Ke- (%)
Pembelajaran) [Estimasi Waktu]
Indikator Kriteria&Bentuk Luring (offline) Daring (online)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
PT: (2x60”)
Membuat
rangkuman
terkait politik
hukum
RKUHPidana
[TM: 2 × (2 × 50”)]
3-4 Memahami dan Tuntas menjelaskan; Kriteria: Kejelasan dan BP: Kuliah LMS Unkhair I. Hukum 10
mendeskripsikan hukum a. tentang hukum Ketepatan Perorangan
tentang orang. perorangan Bentuk : MP: interactive a. Istilah hukum
b. perihal orang dalam rubrik case method learning perorangan
hokum (partisipasi) b. Definisi hukum
c. Memahami badan TM: (2x50”) perorangan
hukum & domisili c. Perihal orang dalam
BM: (2x60”) hukum
Membaca buku [Link] orang
referensi yang dalam hukum
dipilih a. Manusia sebagai
subyek hukum
PT: (2x60”) b. Kecakapan bertindak
Membuat dalam hukum
rangkuman c. Pendewasaan
terkait gugatan d. Pengampunan
perdata antara III. Perihal badan
5
Bentuk Pembelajaran,
BobotPe
Sub-CPMK Metode Pembelajaran, Materi Pembelajaran
Mg Penilaian nilaian
(Kemampuan Akhir Tiap Tahapan Penugasan Mahasiswa,
Ke- (%)
Pembelajaran) [Estimasi Waktu]
Indikator Kriteria&Bentuk Luring (offline) Daring (online)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
[Link] hukum
dengan Budi a. Pengertian badan
Said hukum
b. Syarat berdirinya
badan hukum
[TM: 2 × (2 × 50”)]
c. Teori badan hukum
d. Pembagian badan
hukum
PT: (2x60”)
Membuat
rangkuman
terkait
pelanggaran
hak cipta
[TM: 2 × (2 × 50”)]
8 Ujian Tengah Semester (UTS) 15
9-10 Mahasiswa mampu memahami Tuntas menjelaskan Kriteria: Kejelasan dan BP: Kuliah LMS Unkhair I. Hukum Waris 10
dan mendeskripsikan tentang tentang hukum waris Barat Ketepatan A. Pengaturan hukum
hukum kewarisan. dan cara menghitung serta Bentuk: MP: SmallGroup waris di Indonesia;
rubrik case method Discussion B. Istilah dan
pembagiannya
pengertian hukum
8
Bentuk Pembelajaran,
BobotPe
Sub-CPMK Metode Pembelajaran, Materi Pembelajaran
Mg Penilaian nilaian
(Kemampuan Akhir Tiap Tahapan Penugasan Mahasiswa,
Ke- (%)
Pembelajaran) [Estimasi Waktu]
Indikator Kriteria&Bentuk Luring (offline) Daring (online)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
(KUHPerdata/BW) (partisipasi) TM: (2x50”) waris
II. Hukum Waris
BM: (2x60”) KUHPerdata/Barat
Membaca buku a. Prinsip kewarisan
referensi yang dalam KUHPerdata;
dipilih b. Pewarisan menurut
UU;
PT: (2x60”) c. Ahli waris menurut
Menjawab soal UU;
tentang d. Bagian ahli waris
penghitungan menurut UU;
dan pembagian e. Menerima atau
harta warisan. menolak warisan;
f. Pewarisan anak di
[TM: 2 × (2 × 50”)] luar kawin;
g. Pewarisan menurut
wasiat
11 Mahasiswa mampu memahami Mahasiswa tuntas Kriteria: Kejelasan dan BP: Kuliah 5
III. Hukum Waris
dan mendeskripsikan tentang 1. Mengetahui Ketepatan LMS Unkhair Islam:
dan
hukum waris Islam Bentuk: MP: discussion
menjelaskan terkait and interactive
hukum waris. rubrik case method 1. Wujud warisan;
learning 2. Pewaris dan ahli
2. Menjelaskan tentang (partisipasi)
pembagian waris dalam waris;
TM: (2x50”) 3. Kelompok
hukum Islam.
3. Menganalisis kasus keutamaan ahli
BM: (2x60”) waris;
pembagian waris dalam Membaca buku
hukum waris Islam 4. Bagian tetap ahli
referensi yang
9
Bentuk Pembelajaran,
BobotPe
Sub-CPMK Metode Pembelajaran, Materi Pembelajaran
Mg Penilaian nilaian
(Kemampuan Akhir Tiap Tahapan Penugasan Mahasiswa,
Ke- (%)
Pembelajaran) [Estimasi Waktu]
Indikator Kriteria&Bentuk Luring (offline) Daring (online)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
dipilih waris;
5. Pembagian harta
PT: (2x60”) warisan;
Menjawab soal 6. Wasiat dan hibah
tentang
keengganan
para ahli waris
menaati fatwa
waris dari
Pengadilan
Agama
[TM: 2 × (2 × 50”)]
12 Mahasiswa mampu memahami Mahasiswa tuntas Kriteria: Kejelasan dan BP: Kuliah IV. Hukum Waris 5
dan mendeskripsikan tentang Ketepatan LMS Unkhair Adat
1. Mengetahui dan MP: everyone is
hukum waris adat Bentuk: a. Sistem kewarisan
menjelaskan tentang ateacher,andsm
hukum waris adat. rubrik case adat;
allgroupdiscussi b. Harta peninggalan
2. Menganalisis kasus method(partisipasi)
on yang tidak dibagi;
hukum waris adat di
daerah Indonesia. c. Harta peninggalan
TM: (2x50”) yang dibagi;
d. Harta yang dibagi;
BM: (2x60”) e. Hibah dan wasiat;
Membaca buku f. Hak dan kedudukan
referensi yang ahli waris;
dipilih g. Kewajiban ahli waris
10
Bentuk Pembelajaran,
BobotPe
Sub-CPMK Metode Pembelajaran, Materi Pembelajaran
Mg Penilaian nilaian
(Kemampuan Akhir Tiap Tahapan Penugasan Mahasiswa,
Ke- (%)
Pembelajaran) [Estimasi Waktu]
Indikator Kriteria&Bentuk Luring (offline) Daring (online)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
PT: (2x60”)
Menjawab
kasus-kasus
pembagian
waris di wilayah
tertentu di
Indonesia
.
[TM: 1 × (2 × 50”)]
13 Mahasiswa mampu Mahasiswa tuntas Kriteria: Kejelasan dan BP: Kuliah Perikatan yang 5
memahamihukum perikatan Ketepatan MP: everyone is timbul karena
1. Mengetahui dan ateacher, perjanjian dan
Bentuk:
menjelaskan tentang andsmallgroupdi undang-undang
hukum perikatan rubrik case method LMS Unkhair
scussion a. Hubungan perikatan
2. Menganalisis kasus (partisipasi)
TM: (2x50”) dengan perjanjian;
wanprestasi b. Pengertian
3. Menganalisis kasus BM: (2x60”) perjanjian;
perbuatan melawan Membaca buku c. Asas-asas perjanjian;
hukum. referensi yang d. Syarat sahnya
dipilih perjanjian;
e. Jenis-jenis
PT: (2x60”) perjanjian;
f. Wanprestasi;
Menjawab g. Pembatalan
kasus-kasus perjanjian
h. Perbuatan menurut
tentang
hukum;
perjanjian, i. Perbuatan melawan
11
Bentuk Pembelajaran,
BobotPe
Sub-CPMK Metode Pembelajaran, Materi Pembelajaran
Mg Penilaian nilaian
(Kemampuan Akhir Tiap Tahapan Penugasan Mahasiswa,
Ke- (%)
Pembelajaran) [Estimasi Waktu]
Indikator Kriteria&Bentuk Luring (offline) Daring (online)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
hutang piutang, hukum
dan kepemilikan
secara ilegal
tanah milik orang
lain
[TM: 2 × (2 × 50”)]
14 Mahasiswa mampu memahami Mahasiswa tuntas Kriteria: Kejelasan dan BP: Kuliah 5
tentang perjanjian khusus Ketepatan Jenis - Jenis
1. menguraikandan MP: everyone is Perjanjian Khusus
Bentuk:
menjelaskan tentang ateacher,andsm a. Perjanjian jual beli;
perjanjian khusus. rubrik case method LMS Unkhair
(partisipasi) allgroupdiscussi b. Sewa menyewa;
2. mahasiswa mampu on c. Pinjam pakai;
membuat perjanjian d. Pinjam meminjam;
kerja. TM: (2x50”) e. Perjanjian kerja;
f. Perjanjian
BM: (2x60”) perdamaian;
Membaca buku g. Persekutuan
referensi yang
dipilih
PT: (2x60”)
Menjawab kasus
PHK secara
sepihak
12
Bentuk Pembelajaran,
BobotPe
Sub-CPMK Metode Pembelajaran, Materi Pembelajaran
Mg Penilaian nilaian
(Kemampuan Akhir Tiap Tahapan Penugasan Mahasiswa,
Ke- (%)
Pembelajaran) [Estimasi Waktu]
Indikator Kriteria&Bentuk Luring (offline) Daring (online)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
TM: 2 × (2 × 50”)]
15 Mahasiswa mampumemahami 1. Mahasiswa tuntas Kriteria: Kejelasan dan BP: Kuliah 5
tentang Pembuktian dan Ketepatan LMS Unkhair Pembuktian dan
menjelaskan tetang
Lewat Waktu (Daluarsa) Bentuk: MP: Lewat Waktu
pembuktian dalam rubrik case method smallgroupdiscu
a. Perihal pembuktian
ssion
hukum perdata. (partisipasi) b. Perihal lewat waktu
2. Mahasiswa tuntas TM: (2x50”)
menjelaskan tentang
BM: (2x60”)
lewat waktu (daluarsa) Membaca buku
referensi yang
dalam hukum perdata.
dipilih
PT: (2x60”)
Menjawab kasus
dalam
persidangan
perdata dan
pembayaran
hutang yang
melebihi 30
tahun
[TM: 2 × (2 × 50”)]
16 Ujian Akhir Semester (UAS) 15
13
Catatan :
1. Capaian Pembelajaran Lulusan Program Studi (CPL-Prodi) adalah kemampuan yang dimiliki oleh setiap lulusan program studi yang merupakan internalisasi dari sikap,
penguasaan pengetahuan dan ketrampilan sesuai dengan jenjang prodinya yang diperoleh melalui proses pembelajaran.
2. CPL yang dibebankan pada mata kuliah adalah beberapa capaian pembelajaran lulusan program studi (CPL-Prodi) yang digunakan untuk pembentukan/pengembangan
sebuah mata kuliah yang terdiri dari aspek sikap, ketrampilan umum, ketrampilan khusus dan pengetahuan.
3. Capaian Pembelajaran Mata kuliah (CPMK) adalah kemampuan yang dijabarkan secara spesifik dari CPL yang dibebankan pada mata kuliah, dan bersifat spesifik terhadap
bahan kajian atau materi pembelajaran mata kuliah tersebut.
4. Sub-CP Mata kuliah (Sub-CPMK) adalah kemampuan yang dijabarkan secara spesifik dari CPMK yang dapat diukur atau diamati dan merupakan kemampuan akhir yang
direncanakan pada tiap tahap pembelajaran, dan bersifat spesifik terhadap materi pembelajaran mata kuliah tersebut.
5. Indikator penilaian kemampuan dalam proses maupun hasil belajar mahasiswa adalah pernyataan spesifik dan terukur yang mengidentifikasi kemampuan atau kinerja hasil
belajar mahasiswa yang disertai bukti-bukti.
6. Kriteria Penilaian adalah patokan yang digunakan sebagai ukuran atau tolok ukur ketercapaian pembelajaran dalam penilaian berdasarkan indikator-indikator yang telah
ditetapkan. Kriteria penilaian merupakan pedoman bagi penilai agar penilaian konsisten dan tidak bias. Kriteria dapat berupa kuantitatif ataupun kualitatif.
7. Bentuk penilaian: tes dan non-tes.
8. Bentuk pembelajaran: Kuliah, Responsi, Tutorial, Seminar atau yang setara, Praktikum, Praktik Studio, Praktik Bengkel, Praktik Lapangan, Penelitian, Pengabdian Kepada
Masyarakat dan/atau bentuk pembelajaran lain yang setara.
9. Metode Pembelajaran: Small Group Discussion, Role-Play & Simulation, Discovery Learning, Self-Directed Learning, Cooperative Learning, Collaborative Learning,
Contextual Learning, Project Based Learning, dan metode lainnya yang setara.
10. Materi Pembelajaran adalah rincian atau uraian dari bahan kajian yang dapat disajikan dalam bentuk beberapa pokok dan sub-pokok bahasan.
11. PB = Proses Belajar, PT = Penugasan Terstruktur, KM = Kegiatan Mandiri.
12. Bobot Penilaian adalah prosentasi penilaian terhadap setiap pencapaian sub-CPMK yang besarnya proporsional dengan tingkat kesulitan pencapaian sub-CPMK tersebut dan
totalnya 100%.
13. Bobot Penilaian mata kuliah ini diperoleh berdasarkan nilai Partisipasi Diskusi dan/atau Presentasi Akhir (Kolaborasi) setiap sub-CPMK per Pertemuan MK.
Nilai Akhir:
No Komponen Nilai Akhir Bobot (%)
Aktvitas Partisipatif (Case Method)
1 35
2 Tugas Proyek (Team Based Project) 35
3 UTS 15
4 UAS 15
14
Total 100
15
RUBRIK PENILAIAN KOLABORASI TEMAN SEJAWAT
SKOR
Aspek yang Dinilai
4 3 2 1
Partisipasi Anggota kelompok selalu Anggota kelompok hampir selalu Anggota kelompok berpartisipasi Anggota kelompok tidak
berpartisipasi dan selalu berpartisipasi dan hampir selalu tetapi selalu membuang waktu atau berpartisipasi, membuang waktu,
mengerjakan tugas di kelas. mengerjakan tugas. jarang mengerjakan tugas. atau mengerjakan materi yang tidak
terkait.
Kepemimpinan Anggota kelompok mengambil Anggota kelompok terkadang Anggota kelompok biasanya Anggota kelompok tidak mengambil
kepemimpinan dengan cara yang mengambil kepemimpinan dengan membiarkan orang lain mengambil kepemimpinan atau mengambil
tepat bila diperlukan dengan cara yang tepat. alih kepemimpinan atau sering kepemimpinan dengan cara yang
membantu kelompok tetap di jalur, mendominasi kelompok. tidak produktif.
mendorong partisipasi kelompok,
mengajukan solusi dari masalah, dan
memiliki sikap positif.
Mendengarkan Anggota kelompok mendengarkan Anggota kelompok biasanya Anggota kelompok terkadang tidak Anggota kelompok tidak
dengan seksama ide orang lain. mendengarkan ide orang lain. mendengarkan ide orang lain. mendengarkan orang lain dan sering
menyela mereka.
Masukan Anggota kelompok menawarkan Anggota kelompok menawarkan Anggota kelompok kadang-kadang Anggota kelompok tidak
umpan balik yang rinci dan umpan balik yang konstruktif bila menawarkan umpan balik yang memberikan umpan balik yang
konstruktif bila perlu. perlu. membangun, tetapi kadang-kadang membangun atau berguna.
komentarnya tidak pantas atau tidak
berguna.
Kerja sama Anggota kelompok memperlakukan Anggota kelompok biasanya Anggota kelompok terkadang Anggota kelompok sering
orang lain dengan hormat dan memperlakukan orang lain dengan memperlakukan orang lain dengan memperlakukan orang lain dengan
membagi beban kerja dengan adil. hormat dan membagi beban kerja tidak hormat atau tidak membagi tidak hormat atau tidak membagi
dengan adil. beban kerja secara adil. beban kerja secara adil.
Manajemen Waktu Anggota kelompok menyelesaikan Anggota kelompok biasanya Anggota kelompok sering tidak Anggota kelompok tidak
tugas yang diberikan tepat waktu. menyelesaikan tugas yang diberikan menyelesaikan tugas yang diberikan menyelesaikan sebagian besar tugas
tepat waktu dan tidak menunda tepat waktu, dan menunda yang diberikan tepat waktu dan
kemajuan proyek karena pekerjaan penyelesaian pekerjaan proyek. sering memaksa kelompok untuk
yang tidak lengkap. membuat penyesuaian dan
perubahan di menit-menit terakhir
untuk mengakomodasi pekerjaan
yang hilang.
16
PENILAIAN KOLABORASI
Pertemuan ke-
PETUNJUK:
1. Tuliskan nama anggota kelompok dan nama anda dalam kolom Nama Anggota Kelompok.
2. Lakukan penilaian tingkat kecakapan keterampilan berkolaborasi berdasarkan rubrik untuk setiap anggota kelompok termasuk diri Anda sendiri.
3. Penilaian dilakukan dengan cara membubuhkan angka 1, 2, 3, dan 4 di bawah kotak setiap aspek keterampilan berkolaborasi yang menurut Anda sesuai.
4. Tuliskan Total Skor untuk setiap anggota kelompok (Keterangan: Total Skor = 24).
N Manajemen
Nama Anggota Kelompok Partisipasi Kepemimpinan Mendengarkan Masukan Kerja Sama Total Skor
o Waktu
1
17
10
Deskripsi Tugas:
1. Mahasiswa membuat sendiri kelompok (5 kelompok) dan menunjuk satu ketua
2. Setiap kelompok membuat satu media komunikasi yang dapat merekam aktivitas
3. Setiap kelompok melakukan koordinasi sendiri untuk mengumpulkan informasi yang dibutuhkan
4. Setiap kelompok melakukan koordinasi untuk menyusun rangkuman dari informasi
5. Setiap kelompok membuat ringkasan hasil kajian
6. Setiap kelompok membuat video dari hasil kajian secara singkat (maksimal 10 menit)
7. Semua kelompok mengirimkan ke Google Drive dosen (bisa diakses mahasiswa)
18
LAMPIRAN
PETUNJUK PELAKSANAAN TUGAS METODE KASUS
A. DEBAT
1. Jenis Kasus
Perceraian dalam Hukum Perdata Islam
2. Kasus
Manusia adalah makhluk sosial (zoon politicon) yang dalam kehidupannya selalu bermasyarakat dan mengadakan hubungan antara satu dengan yang lain. Dalam interaksi satu
dengan yang lain, manusia tak dapat memprediksi datangnya konflik ataupun pertentangan diantara mereka. Supaya tercipta hubungan dan tatanan kehidupan yang kondusif maka
diperlukan kaidah-kaidah hukum yang telah disepakati baik berbentuk formil maupun [Link] satu konflik yang kerap menerpa warga negara Indonesia adalah masalah
[Link] dalam hukum Islam, perkawinan bukan semata-mata perkara perdata, melainkan ikatan suci yang terkait dengan keyakinan dan keimanan kepada [Link]
karena itu, ada dimensi ibadah dalam [Link] perkawinan harus dijaga dan dipertahankan sehingga terwujud keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah.
Namun sering kali perkawinan tidak berumur alias harus kandas di tengah [Link] perkawinan di tengah jalan sejatinya adalah hal yang wajar, karena makna dasar dari akad
nikah adalah ikatan atau bisa disebut juga kontrak. Konsekuensinya ia dapat lepas yang kemudian dapat disebut dengan talak. Makna dasar dari talak itu adalah melepaskan
perjanjian atau putusnya [Link] ikatan dapat berarti salah seorang diantara keduanya meninggal dunia, perceraian, dan salah seorang diantara keduanya pergi ke tempat
yang jauh kemudian tidak ada batang hidungnya sehingga pengadilan menganggap yang bersangkutan meninggal dunia atau lari dari tanggung [Link] ikatan dalam
perkawinan memang sesuatu yang halal, namun sekuat tenaga harusnya dapat [Link] musyawarah hingga mediasi tak mampu menyatukan dua insan yang berseteru
maka cerai gugat jadi solusi bagi pasangan suami istri yang menghendaki hubungan mereka segera berakhir secara legal.
3. Pengalaman Belajar
Memahami konsep, prinsip, dan fakta fundamental yang dikuasai mahasiswa dengan indikator yang ada dalam pembelajaran, maka mahasiswa dapat menganalisis secara kritis
permasalahan utama seputar perkara perceraian dalam hukum perdata Islam, faktor-faktor penyebab munculnya perpecahan dalam keluarga, hingga tingginya angka perceraian di
kalangan pengantin muda. Perceraian adalah perkara yang terhitung cukup banyak ditangani oleh pengadilan, maka sepatutnya bagi mahasiswa untuk belajar mediasi sebagai bekal
mereka ketika dihadapkan dengan kondisi serupa kelak saat sudah berkeluarga.
19
4. Langkah Pemecahan Kasus:
a) Mengidentifikasi masalah yang akan disajikan
1) Lakukan diskusi dengan setiap anggota. Setiap kelompok wajib memberikan kasus berupa penyebabterjadinya perceraian.
2) Putuskan salah satu kasus yang akan dibahas menjadi tema.
3) Catat semua kegiatan diskusi dan masing-masing peran anggota kelompok.
b) Menganalisis kasus
1) Kumpulkan data/informasi secara memadai tentang solusi dari faktor-faktor penyebab tingginya angka perceraian.
2) Analisislah penyebab belum optimalnya mediasi untuk mendamaikan dan menyatukan hubungan dua insan yang sudah retak.
c) Menyintesiskan data/informasi
1) Hasil analisis disintesiskan untuk memahami secara keseluruhan permasalahannya.
2) Buatlah deskripsi permasalahan untuk menggambarkan kondisi nyata keluarga pengantin muda dalam menghadapi bahtera rumah tangga.
d) Diagnosis
1) Menjabarkan masalah dengan mengembangkan ide-ide atau konsep-konsep menjadi lebih rinci.
2) Tentukanlah masalah yang sebenarnya
3) Tentukanlah faktor-faktor penyebab terjadinya masalah.
4) Tentukanlah media yang akan Anda gunakan untuk dapat menggambarkan penyebab belum optimalnya upaya mediasidalam menyatukan pasangan suami istri yang hendak
menggugat cerai.
e) Prognosis
1) Tentukan objek yang dapat digunakan untuk menggambarkan secara utuh agar kelompok debat dapat dengan mudah menggambarkan faktor-faktor penyebab belum
optimalnya upaya mediasidalam menyatukan pasangan suami istri yang hendak menggugat cerai..
2) Tentukan teknik yang dapat digunakan untuk memberikan umpan balik.
f) Treatment
Lakukan pengamatan atas respon sesama kelompok
20
g) Finalisasi
Pembuatan / disain prototipe debat pada masing-masing kelompok lalu beri alamat link mata kuliah. Unggah laporan kerja pada LMS Mata Kuliah Hukum Perdata
5. Rubrik Penilaian
Aspek 4 3 2 1
Gambar/Objek Mewakili isi, dapat menggambarkan Dua dari kriteria isi yang baik Hanya salah satu dari kriteria isi Isi tidak tergambarkan, miskin
ciri pembeda, jelas keterbacaannya dipenuhi, sementara salah satu yang baik dipenuhi, sementara dua informasi, tidak jelas keterbacaannya
kriteria tidak dipenuhi kriteria tidak dipenuhi (seluruh kriteria tidak terpenuhi)
Pesan sangat mudah ditangkap Pesan cukup mudah ditangkap
Ketersampaian Pesan Pesan sulit ditangkap pembaca Pesan tidak dapat ditangkap pembaca
pembaca pembaca
Desain Warna menarik, ukuran elemen Dua dari kriteria desain yang baik Hanya salah satu dari kriteria Warna, ukuran elemen penyusun,
penyusun proporsional, pesan yang dipenuhi, sementara salah satu desain yang baik dipenuhi, pusat perhatian tidak menunjukkan
ingin disampaikan menjadi pusat kriteria tidak dipenuhi sementara dua kriteria tidak desain yang baik (seluruh kriteria
perhatian (ketiga kriteria terpenuhi) dipenuhi tidak terpenuhi)
Kerja sama dalam Selalu terlibat secara bersama-sama Dua tiga kali tidak terlibat secara Empat lima kali tidak terlibat Lebih dari lima kali tidak terlibat
penyelesaian kasus bersama-sama secara bersama-sama secara bersama-sam
21
LAMPIRAN
PETUNJUK PELAKSANAAN TUGAS TEAM BASED PROJECT
A. Judul Proyek: Mini project menjadi Mediator dalam Perkara Cerai Gugat
Mediasi berasal dar kata mediare yang berarti berada di [Link] ini menunjukkan pada peran yang ditampilkan pihak ketiga sebagai mediator dalam menjelaskan
tugasnya menengahi dan menyelsaikan sengketa antar [Link] ‘berada di tengah’ berarti mediator harus berada di posisi netral dan tidak memihak (imparsial).Mediasi sangat
bermanfaat bagi para pihak yang bersengketa. Melalui mediasi para pihak bersepakat untuk mencari solusi di luar pengadilan (non-litigasi) dengan cara melakukan perundingan yang
dibantu oleh pihak ketiga yang bersifat netral. Proses mediasi diatur dalam Perma (Peraturan Mahkamah Agung) RI Nomor 1 Tahun 2008. Saat kedua belah pihak menghadiri siudang
pertama kalinya, hakim mewajibkan keduanya untuk melaksanakan proses mediasi agar tercipta perdamaian sehingga membatalkan cerai gugat mereka.
B. Penugasan Project Tugas Akhir dikerjakan secara berkelompok. Kelompok sudah dibagi oleh pengelola, dan mahasiswa disarankan untuk segera berdiskusi dengan teman-
temannya sesama anggota kelompok.
C. Tahapan dan Luaran (Output) Luaran utama project adalah video, dan laporan praktikum. Rincian terkait luaran utama akan disampaikan kemudian. Selain luaran utama, project
juga menghasilkan luaran-luaran tambahan yang menjadi milestone (hasil antara) yang dihasilkan dari tahapan-tahapan pengerjaan project:
No Tahapan Luaran Tambahan (Milestones) Keterangan Batas Akhir Pengumpulan
1 Identifikasi dan penetapan Deskripsi umum permasalahan dan solusinya, yang mencakup: Luaran dari topik Identifikasi permasalahan
topik (tugas kelompok) “Critical dikumpulkan dua minggu
1. Identifikasi permasalahan Thinking” setelah UTS. Akan ada
2. Rancangan solusi yang bersifat umum presentasi topik tugas akhir
2 Analisis kondisi dan Rancangan solusi dikumpulkan
rancangan awal solusi (tugas dua minggu setelah presentasi
kelompok) topik tugas akhir
3 Rancangan detail solusi Deskripsi spesifik tentang solusi permasalahan. Selain revisi/penyempurnaan terhadap Peran dari topik Video dan laporan praktikum
(Tugas Akhir) deskripsi umum sebelumnya, juga berisi: kuliah “Critical secara keseluruhan
1. Ekosistem yang diperlukan (pihak yang terlibat, peran yang dijalankan dan relasi antar Thinking” dikumpulkan paling lambat
pihak) pada pertemuan ke-15
2. Mekanisme kerja sistem solusi
3. Kondisi prasyarat yang harus dipenuhi dan asumsi-asumsi yang perlu ditetapkan
22
23