MODUL AJAR DEEP LEARNING
MATA PELAJARAN : MATEMATIKA
BAB 3 MATRIKS
A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : SMK Yadika 4
Nama Penyusun : Melma Rohani, [Link]
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas / Fase /Semester : XI/ F / Ganjil
Alokasi Waktu : 6 Pertemuan (18 JP @ 40 menit)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026
B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK
Peserta didik memiliki pemahaman dasar tentang konsep tabel, data, dan sistem koordinat.
Mereka terbiasa dengan penyajian data dalam bentuk baris dan kolom. Minat terhadap
topik ini bervariasi. Beberapa mungkin tertarik dengan penerapan matriks dalam
teknologi dan komputer, sementara yang lain mungkin merasa [Link] belakang
pengalaman belajar sebelumnya berbeda. Sebagian siswa mungkin lebih visual,
sementara yang lain lebih nyaman dengan konsep [Link] didik membutuhkan
contoh nyata yang relevan dan visualisasi untuk memahami konsep matriks. Mereka
memerlukan latihan yang bervariasi dari yang sederhana hingga kompleks. Pembelajaran
perlu menekankan pada kemampuan berpikir logis, pemodelan masalah, dan ketelitian.
Keterlibatan aktif dalam memanipulasi data akan sangat penting.
C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN
Materi berfokus pada Pengetahuan konseptual (definisi matriks, ordo, elemen),
prosedural (cara membaca dan menulis matriks), dan metakognitif (strategi pemodelan
data ke dalam bentuk matriks).Matriks digunakan dalam berbagai bidang, seperti ilmu
komputer (pengolahan citra, grafika komputer), ekonomi (analisis input-output), dan
sains (kimia, fisika). Pemahaman materi ini akan membantu peserta didik melihat
hubungan antar data yang kompleks. Tingkat kesulitan dimulai dari konsep dasar yang
sederhana (definisi dan notasi) dan berlanjut ke pemahaman yang lebih dalam tentang
berbagai jenis [Link] terbagi menjadi beberapa sub-bab utama: 1) Pengertian dan
Notasi Matriks, 2) Ordo dan Elemen Matriks, dan 3) Jenis-jenis [Link] Nilai
dan Karakter meeliputi ketelitian dalam menuliskan elemen, kejujuran (dalam bekerja
kelompok), rasa ingin tahu (untuk menggali konsep lebih dalam), dan bertanggung jawab
(dalam menyelesaikan tugas).
D DIMENSI PROFIL LULUSAN
Dalam pembelajaran ini, dimensi lulusan yang akan dicapai adalah:
1. Keimanan dan Ketakwaan kepada Tuhan YME: Peserta didik dapat mensyukuri
dan menghargai keteraturan dan pola dalam matematika sebagai cerminan dari
ciptaan Tuhan yang terstruktur.
2. Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis data, mengidentifikasi pola,
dan memodelkannya ke dalam struktur matriks dengan logis.
3. Kreativitas: Peserta didik mampu memodelkan data dari berbagai sumber (misalnya,
data stok barang, jadwal pelajaran) ke dalam bentuk matriks yang berbeda dan
menemukan cara-cara penyajian yang efektif.
4. Kolaborasi: Peserta didik dapat bekerja sama dalam kelompok untuk mendiskusikan
konsep, memecahkan masalah kompleks, dan saling mengoreksi hasil.
5. Komunikasi: Peserta didik mampu menjelaskan konsep matriks serta
mempresentasikan pemodelan data dengan jelas dan logis.
6. Kemandirian: Peserta didik mampu memahami konsep secara mandiri,
mengaplikasikannya dalam soal, dan mengelola proses belajarnya sendiri.
B. LINTAS DISIPLIN ILMU YANG RELEVAN
Ilmu Komputer: Pengolahan gambar, grafika 3D.
Ekonomi: Analisis data pasar, tabel input-output.
Fisika: Representasi transformasi geometri.
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1-2: Konsep Dasar Fungsi (6 JP)
● Peserta didik dapat mengidentifikasi ppengertian dan notassi matriks
● Peserta didik dapat menentukan ordo dan elemen dari suatu matriks
Pertemuan 3-4: Komposisi Fungsi (6 JP)
● Peserta didik dapat memodelkan data dari masalah kontekstual ke dalam bentuk
matriks
Pertemuan 5-6: Fungsi Invers (6 JP)
● Peserta didik dapat membedakan jenis-jenis matriks berdasarkan ordo dan
elemennya.
D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
Topik Pembelajaran Kontekstual: Pemodelan Data Jadwal Pelajaran dan Stok Barang di
Kantin Sekolah. Peserta didik akan memodelkan data dari tabel jadwal pelajaran atau
daftar stok barang ke dalam bentuk matriks
E. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK:
Pembelajaran berbasis Problem-Based Learning (PBL), di mana peserta didik secara aktif
memecahkan masalah kompleks untuk menemukan konsep dan mengaplikasikannya..
KEMITRAAN PEMBELAJARAN:
● Lingkungan Sekolah: Kolaborasi dengan guru TIK atau guru Ekonomi untuk
mendapatkan contoh nyata penggunaan matriks.
LINGKUNGAN BELAJAR:
● Ruang Fisik: Kelas yang fleksibel untuk diskusi kelompok, papan tulis/whiteboard
untuk menuliskan ide dan solusi, area di luar kelas untuk observasi sederhana
● Ruang Virtual: Pemanfaatan platform daring seperti Google Classroom untuk
berbagi materi (PPT, video), mengumpulkan tugas, dan forum diskusi .
● Budaya Belajar: Mendorong budaya belajar yang aktif, saling membantu, berani
bertanya, tidak takut salah, dan menghargai proses penemuan.
PEMANFAATAN DIGITAL:
Google Sheets/MS Excel untuk memodelkan data, YouTube (video visualisasi
matriks), GeoGebra (untuk visualisasi matriks transformasi).
F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI
PERTEMUAN 1 & 2: PENGERTIAN DAN NOTASI MATRIKS (6 JP)
KEGIATAN PENDAHULUAN (MINDFUL LEARNING, JOYFUL LEARNING)
Orientasi yang bermakna: Guru menunjukkan tabel data sederhana, misalnya
jadwal piket kelas atau daftar nilai harian. Guru bertanya, "Bagaimana kita bisa
menyederhanakan cara menuliskan data ini agar lebih rapi?"
Apersepsi yang kontekstual: Guru menjelaskan bahwa data-data yang tersusun
dalam tabel ini memiliki nama khusus dalam matematika.
Motivasi yang menggembirakan: Guru menayangkan video singkat tentang
aplikasi matriks dalam film animasi (grafika 3D).
Tujuan Pembelajaran: Guru menyampaikan tujuan pertemuan: memahami
pengertian matriks dan notasi dasarnya.
Kontrak Belajar: Guru dan peserta didik menyepakati aturan dasar pembelajaran.
Pertanyaan Pemantik: "Bisakah kita menuliskan data dari tabel tanpa harus
menulis judul baris dan kolom?" (Mindful Learning, Joyful Learning, Profil
Lulusan: Penalaran Kritis)
KEGIATAN INTI (MEMAHAMI, MENGAPLIKASI, MEREFLEKSI)
Sintaks PBL - Tahap 1 (Orientasi Masalah):
Guru membagikan LKS sederhana yang berisi tabel data fiktif tentang stok
barang di kantin sekolah (misalnya, jumlah roti, minuman, dan snack untuk hari
Senin-Jumat).
Guru meminta peserta didik mengamati data dan mengidentifikasi bagaimana
data tersebut bisa diatur dalam bentuk susunan baris dan kolom.
Sintaks PBL - Tahap 2 (Mengorganisasikan Peserta Didik):
Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil. Setiap kelompok
bertugas untuk menyusun data dari LKS ke dalam bentuk susunan persegi
panjang.
Sintaks PBL - Tahap 3 (Membimbing Penyelidikan):
Diferensiasi Konten: Guru menyediakan LKS yang berbeda: LKS A dengan
data yang lebih sedikit, dan LKS B dengan data yang lebih kompleks (misalnya,
stok harian untuk beberapa minggu).
Diferensiasi Proses:
Kelompok yang mengalami kesulitan dibimbing secara intensif oleh guru.
Kelompok yang sudah menguasai dapat mencoba membuat notasi untuk
elemen-elemen matriks tersebut.
Sintaks PBL - Tahap 4 (Mengembangkan & Menyajikan Hasil):
Setiap kelompok menyajikan hasil temuan mereka di papan tulis.
Mereka menjelaskan cara mereka menyusun data dan mengidentifikasi baris dan
kolom.
Pemanfaatan Platform Digital: Peserta didik dapat menggunakan Google
Sheets untuk membuat tabel dan menampilkannya sebagai matriks.
Diferensiasi Produk: Peserta didik dapat menyajikan hasil dalam bentuk poster,
presentasi, atau diagram.
Apresiasi: Guru memberikan apresiasi kepada kelompok yang berhasil
menemukan pola.
Ice Breaking: Permainan singkat "Tebak Ordo", di mana guru menunjukkan
susunan angka dan siswa menebak ordonya. (Pengalaman Belajar:
Memahami, Mengaplikasi, dan Merefleksi)
Sintaks PBL - Tahap 5 (Menganalisis & Mengevaluasi Proses):
Guru memfasilitasi diskusi tentang pola yang ditemukan, mengoreksi
pemahaman yang salah, dan menguatkan konsep hingga definisi matriks, ordo,
dan notasi elemen dirumuskan.
KEGIATAN PENUTUP
Penguatan: Guru menguatkan konsep matriks sebagai susunan angka dalam baris
dan kolom.
Apresiasi: Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif seluruh peserta didik.
Tindak Lanjut: Peserta didik diminta mencari contoh data yang bisa diubah
menjadi matriks dari koran atau internet.
Refleksi: Peserta didik menuliskan satu hal yang paling mereka pahami dan satu hal
yang masih membingungkan.
Rekomendasi Perbaikan Pembelajaran: Guru mencatat kesulitan umum yang
dihadapi peserta didik.
PERTEMUAN 3 & 4: JENIS-JENIS MATRIKS (6 JP)
KEGIATAN PENDAHULUAN (MINDFUL LEARNING, MEANINGFUL
LEARNING)
Orientasi yang bermakna: Guru menunjukkan beberapa contoh matriks yang
berbeda (matriks baris, matriks kolom, matriks persegi).
Apersepsi yang kontekstual: Guru bertanya, "Apakah semua tabel data memiliki
bentuk yang sama?"
Motivasi yang menggembirakan: Guru menjelaskan bahwa memahami jenis-jenis
matriks akan memudahkan mereka dalam menyelesaikan masalah yang lebih
kompleks.
Tujuan Pembelajaran: Peserta didik dapat membedakan jenis-jenis matriks.
Pertanyaan Pemantik: "Mengapa beberapa matriks terlihat seperti garis, sementara
yang lain terlihat seperti kotak?" (Meaningful Learning, Joyful Learning, Profil
Lulusan: Kemandirian)
KEGIATAN INTI (MEMAHAMI, MENGAPLIKASI, MEREFLEKSI)
Sintaks PBL - Tahap 1 (Orientasi Masalah):
Guru membagikan LKS dengan beberapa contoh matriks yang berbeda. Contoh:
matriks A, B, C.
Guru meminta peserta didik untuk mengamati setiap matriks dan mencatat
karakteristiknya.
Sintaks PBL - Tahap 2 (Mengorganisasikan Peserta Didik):
Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil. Setiap kelompok harus
mampu mengelompokkan matriks-matriks tersebut berdasarkan karakteristiknya.
Sintaks PBL - Tahap 3 (Membimbing Penyelidikan):
Diferensiasi Konten: Guru menyediakan LKS dengan contoh matriks yang
bervariasi: LKS A untuk matriks dasar, LKS B untuk matriks identitas dan nol.
Diferensiasi Proses:
Guru memberikan scaffolding kepada kelompok yang kesulitan dengan
memberikan pertanyaan-pertanyaan yang mengarah.
Kelompok yang sudah menguasai dapat mencoba mencari tahu kegunaan
dari masing-masing jenis matriks.
Sintaks PBL - Tahap 4 (Mengembangkan & Menyajikan Hasil):
Setiap kelompok menyajikan pengelompokan matriks yang mereka buat.
Mereka harus menjelaskan kriteria pengelompokan mereka.
Pemanfaatan Platform Digital: Menggunakan GeoGebra untuk
memvisualisasikan matriks identitas dan nol.
Diferensiasi Produk: Peserta didik dapat mempresentasikan hasil mereka
dalam bentuk poster atau mind map.
Apresiasi Kelompok: Guru memberikan apresiasi pada kelompok yang
penalarannya paling logis.
Ice Breaking: Guru mengajak peserta didik melakukan peregangan ringan.
(Pengalaman Belajar: Memahami, Mengaplikasi, dan Merefleksi)
Sintaks PBL - Tahap 5 (Menganalisis & Mengevaluasi Proses):
Guru memfasilitasi diskusi tentang pengelompokan yang berbeda dan
mengevaluasi keakuratannya. Guru memberikan umpan balik dan penguatan
tentang jenis-jenis matriks (baris, kolom, persegi, diagonal, identitas, nol).
KEGIATAN PENUTUP
Penguatan: Guru menguatkan konsep jenis-jenis matriks dan hubungannya dengan
ordo dan elemen.
Apresiasi: Guru memuji kemampuan kolaborasi dan komunikasi peserta didik.
Tindak Lanjut: Guru memberikan tugas proyek kecil: membuat 5 contoh matriks
dari data nyata.·
PERTEMUAN 5 & 6: PENGUATAN DAN ASESMEN AKHIR (6 JP)
KEGIATAN PENDAHULUAN (MINDFUL LEARNING, JOYFUL LEARNING)
Orientasi yang bermakna: Guru meminta peserta didik mengingat kembali konsep
matriks melalui kuis singkat.
Apersepsi yang kontekstual: Guru bertanya, "Bagaimana konsep yang kita pelajari
bisa membantu kalian di masa depan?"
Motivasi yang menggembirakan: Guru menjelaskan bahwa pertemuan ini akan
menjadi sesi penguatan dan kesempatan untuk bertanya semua yang belum dipahami.
Tujuan Pembelajaran: Mengaplikasikan dan mengevaluasi pemahaman konsep
secara komprehensif.
Pertanyaan Pemantik: "Apakah kalian sudah bisa memodelkan data apa pun
menjadi matriks?" (Mindful Learning, Joyful Learning, Profil Lulusan:
Kolaborasi, Kreativitas.
KEGIATAN INTI (MEMAHAMI, MENGAPLIKASI, MEREFLEKSI)
Asesmen Formatif Akhir: Peserta didik mengerjakan tes tulis komprehensif secara
mandiri.
Soal terdiri dari berbagai tingkat kesulitan yang mencakup pemodelan data,
penentuan ordo, dan identifikasi jenis matriks.
Guru berkeliling untuk mengamati proses pengerjaan dan memberikan
bimbingan jika diperlukan.
Pemanfaatan Platform Digital: Guru dapat menggunakan Kahoot/Quizizz
sebagai bagian dari asesmen atau untuk latihan tambahan sebelum tes.
Sintaks PBL - Tahap 1-5 (Penguatan): Setelah tes, guru dapat membahas beberapa
soal yang paling sulit. Guru menggunakan model PBL dengan menyajikan soal-soal
tersebut sebagai masalah yang harus dipecahkan bersama. (Pengalaman Belajar:
Memahami, Mengaplikasi, dan Merefleksi)
Apresiasi Individu: Guru memberikan pujian bagi peserta didik yang menunjukkan
kemajuan yang signifikan.
KEGIATAN PENUTUP
Penguatan: Guru menguatkan kembali konsep utama dan manfaatnya.
Apresiasi: Guru memberikan apresiasi atas partisipasi dan kemajuan seluruh peserta
didik.
Tindak Lanjut: Guru memberikan gambaran singkat tentang bab selanjutnya dan
meminta peserta didik untuk mengidentifikasi topik yang ingin mereka eksplorasi
lebih dalam.
G. ASESMEN PEMBELAJARAN
A. ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN (DIAGNOSTIK)
Tujuan: Mengidentifikasi pengetahuan awal peserta didik tentang penyajian data
dalam tabel.
Instrumen: Tes tulis singkat (isian atau pilihan ganda) atau kuesioner.
· · Pertanyaan:
1. Apa yang kamu ketahui tentang tabel data?
2. Berikan contoh data yang bisa disajikan dalam bentuk tabel.
3. Apa kesulitanmu saat bekerja dengan data dalam tabel?
B. ASESMEN PROSES PEMBELAJARAN (FORMATIF)
● Tujuan: Memantau pemahaman peserta didik saat memodelkan data dan
mengidentifikasi jenis matriks.
● Format Asesmen: Observasi, Penilaian Produk (Lembar Kerja, Catatan
Kelompok), Diskusi Kelompok, Kuis Singkat (Lisan/Tertulis).
C. ASESMEN AKHIR PEMBELAJARAN (SUMATIF)
● Tujuan: Mengukur pemahaman kompherensif peserta didik tentang matriks.
● Format Asesmen: Tes Tertulis (Uraian atau soal cerita)
Pertanyaan/Tugas:
Contoh Soal:
● "PerusahaanA dan B memiliki data penjualan untuk bulan januari, Februari, dan
Maret. Ubah data tersebut ke dalam bentuk matriks. Tentukan ordo dari matriks
yang dihasilkan dan identifikasi jenis-jenis matriks yang ada."
Rubrik Penilaian Proyek/Studi Kasus:
● Pemahamaan konsep
● Akurasi pemodelan
● Penyelesaian masalah