Modul Ajar Seni Rupa
Pendekatan Deep Learning
A. Identitas Penulis
• Nama Penyusun : Hendri Hendrawan, [Link], M.M
• Satuan Pendidikan : SDN Pegadungan 13 Pagi
• Tahun Ajaran : 2025/2026
• Mata Pelajaran : Seni Rupa
• Fase :C
• Kelas/Semester : 6/1
• Alokasi Waktu : 14 JP (Jam Pelajaran)
B. 8 Dimensi Profil Kelulusan
Centang dimensi profil kelulusan yang relevan:
• [✓] Keimanan dan Ketakwaan
• [✓] Kewargaan
• [✓] Penalaran Kritis
• [✓] Kreativitas
• [✓] Kolaborasi
• [✓] Kemandirian
• [ ] Kesehatan
• [✓] Komunikasi
C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat
Cara guru menanyakan tentang pelaksanaan 7 kegiatan anak Indonesia hebat:
Pada awal setiap pertemuan, guru akan menyapa siswa dan membuka percakapan ringan
dengan pertanyaan-pertanyaan berikut:
• Bangun Tidur: "Anak-anak, sudah semangat pagi ini? Bagaimana rasanya bangun
tidur tadi? Apakah kalian sudah merasa segar?"
• Beribadah: "Sebelum berangkat sekolah, apakah kalian sempat beribadah? Apa yang
kalian doakan pagi ini?"
• Berolahraga: "Adakah di antara kalian yang tadi pagi sempat bergerak atau
berolahraga ringan? Apa manfaatnya bagi tubuh kita?"
• Gemar Belajar: "Bagaimana perasaan kalian saat mempelajari hal baru? Apa ada
sesuatu yang ingin kalian ketahui lebih banyak hari ini?"
• Makan Sehat dan Bergizi: "Sudahkah kalian sarapan pagi ini? Makanan sehat apa
yang kalian santap agar tubuh tetap kuat?"
• Bermasyarakat: "Apakah kalian sempat berinteraksi dengan keluarga atau tetangga
sebelum ke sekolah? Apa yang kalian lakukan?"
• Tidur Cepat: "Tadi malam, apakah kalian tidur cukup dan tidak terlalu larut?
Mengapa tidur yang cukup itu penting?"
Pertanyaan-pertanyaan ini akan menjadi jembatan untuk membangun kedekatan emosional
dan mengingatkan siswa akan pentingnya kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari.
D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran Capaian
Pembelajaran:
• ELEMEN: Mengalami (Experiencing)
Peserta didik memahami unsur rupa dan prinsip desain di lingkungan sekitarnya.
Peserta didik menyimpulkan hasil pengamatan dan pemahaman pada perpaduan unsur
dalam prinsip desain.
Tujuan Pembelajaran:
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat:
1. Mengidentifikasi berbagai unsur rupa (titik, garis, bidang, bentuk, warna, tekstur, gelap
terang) yang ada di lingkungan sekitar dengan tepat.
2. Menganalisis prinsip desain (kesatuan, keseimbangan, irama, proporsi, penekanan,
keselarasan) yang diterapkan dalam karya seni atau objek di lingkungan sekitar.
3. Menjelaskan hubungan antara unsur rupa dan prinsip desain dalam menciptakan
sebuah karya seni.
4. Mengaplikasikan pemahaman unsur rupa dan prinsip desain dalam mengamati dan
mendeskripsikan objek seni sederhana.
5. Membuat karya seni sederhana dengan menerapkan minimal dua unsur rupa dan satu
prinsip desain.
6. Menyimpulkan hasil pengamatan tentang perpaduan unsur rupa dan prinsip desain dari
berbagai contoh karya seni.
E. Sarana dan Prasarana
1. Proyektor dan layar
2. Papan tulis/Whiteboard dan spidol
3. Berbagai contoh gambar/foto karya seni rupa dengan penerapan unsur dan prinsip
desain
4. Alat dan bahan menggambar/melukis sederhana (kertas, pensil, krayon/pensil warna)
5. Buku teks Seni Rupa kelas 6
F. Target Peserta Didik
• Peserta didik reguler: Semua siswa di kelas 6.
G. Model Pembelajaran
• Model Pembelajaran: Project-Based Learning (PBL) dengan pendekatan Deep
Learning.
• Metode: Observasi, Diskusi Kelompok, Eksplorasi, Praktik, Presentasi, Refleksi.
o Deep Learning akan diintegrasikan melalui aktivitas yang mendorong siswa
untuk:
§ Berpikir Kritis: Menganalisis dan menyimpulkan hubungan antara unsur
dan prinsip desain.
§ Kolaborasi: Bekerja sama dalam kelompok untuk mengamati dan
menciptakan karya.
§ Kreativitas: Menghasilkan ide-ide baru dalam karya seni.
§ Komunikasi: Mempresentasikan hasil karya dan pemahaman mereka.
H. Pertanyaan Pemantik
• Mindful Learning: "Coba pejamkan mata sejenak, lalu bayangkan ada sebuah rumah
di depan kalian. Bisakah kalian sebutkan bagian-bagian rumah itu dan bagaimana
setiap bagiannya saling terhubung? Apa yang membuat rumah itu terlihat menarik atau
biasa saja?"
• Meaningful Learning: "Pernahkah kalian melihat lukisan atau patung yang sangat
indah? Menurut kalian, apa yang membuat karya itu begitu memukau? Apakah hanya
karena warnanya bagus, atau ada hal lain yang membuatnya istimewa?"
• Joyful Learning: "Jika kalian bisa menciptakan sesuatu yang paling kalian sukai, apa
itu? Bagaimana kalian akan membuatnya terlihat unik dan berbeda dari yang lain? Apa
bagian yang paling menyenangkan dari proses menciptakannya?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 1-2 (4 JP): Mengenal Unsur Rupa dan Prinsip Desain di Sekitar Kita
Pendahuluan (30 menit)
• Guru membuka pelajaran dengan salam dan menanyakan kabar siswa.
• Guru melakukan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat (5 menit).
• Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik untuk memicu rasa
ingin tahu (10 menit).
• Guru mengaitkan materi dengan pengalaman siswa sehari-hari, misalnya dengan
menunjukkan foto benda-benda di sekitar kelas dan menanyakan "Apa yang kalian lihat
dari benda ini?" (15 menit).
Inti (130 menit)
• Eksplorasi Lingkungan (30 menit): Siswa diajak berkeliling di dalam kelas atau
sekitar sekolah (jika memungkinkan) untuk mengamati benda-benda di sekitar mereka.
Guru meminta siswa mencatat unsur rupa (garis, bentuk, warna, tekstur, dll.) dan prinsip
desain (keseimbangan, kesatuan, dll.) yang mereka temukan pada benda-benda
tersebut.
• Diskusi Kelompok (40 menit): Siswa dibagi menjadi kelompok kecil. Setiap kelompok
mendiskusikan hasil pengamatan mereka. Guru memfasilitasi diskusi, memastikan
setiap anggota aktif berpendapat dan saling belajar.
• Presentasi Awal (30 menit): Setiap kelompok mempresentasikan hasil pengamatan
dan diskusi mereka di depan kelas. Guru memberikan umpan balik dan menguatkan
pemahaman siswa tentang unsur rupa dan prinsip desain.
• Pengenalan Teori (30 menit): Guru menyajikan materi lebih mendalam tentang definisi
dan contoh unsur rupa (titik, garis, bidang, bentuk, warna, tekstur, gelap terang) dan
prinsip desain (kesatuan, keseimbangan, irama, proporsi, penekanan, keselarasan)
melalui tayangan visual dan penjelasan interaktif.
Penutup (20 menit)
• Guru bersama siswa menyimpulkan poin-poin penting yang telah dipelajari.
• Guru memberikan tugas rumah: mencari contoh gambar atau foto karya seni/objek di
rumah yang menunjukkan unsur rupa dan prinsip desain yang berbeda.
• Guru menutup pelajaran dengan motivasi dan salam.
Pertemuan 3-4 (4 JP): Menganalisis dan Menyimpulkan Perpaduan
Unsur dan Prinsip Desain
Pendahuluan (20 menit)
• Guru menyapa siswa dan menanyakan kabar.
• Guru melakukan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat (5 menit).
• Guru mengajak siswa mengingat kembali materi pertemuan sebelumnya melalui
pertanyaan singkat (10 menit).
• Guru mengaitkan tugas rumah dengan materi yang akan dipelajari (5 menit).
Inti (140 menit)
• Analisis Karya (60 menit): Siswa diminta mengeluarkan contoh gambar/foto yang
mereka bawa dari rumah. Dalam kelompok, mereka menganalisis gambar tersebut,
mengidentifikasi unsur rupa dan prinsip desain yang dominan, serta menjelaskan
bagaimana unsur-unsur tersebut berpadu menciptakan kesan tertentu. Guru berkeliling
memberikan bimbingan.
• Studi Kasus Visual (40 menit): Guru menampilkan beberapa contoh karya seni rupa
terkenal (lukisan, patung, desain grafis sederhana) melalui proyektor. Siswa secara
individu atau berpasangan diminta untuk menuliskan analisis singkat tentang perpaduan
unsur rupa dan prinsip desain yang ada pada karya tersebut.
• Diskusi dan Penarikan Kesimpulan (40 menit): Guru memfasilitasi diskusi kelas
tentang hasil analisis studi kasus visual. Siswa diajak untuk menyimpulkan bagaimana
perpaduan unsur rupa dan prinsip desain dapat menciptakan makna dan keindahan
dalam sebuah karya.
Penutup (20 menit)
• Guru bersama siswa merangkum pembelajaran hari ini.
• Guru memberikan apresiasi kepada siswa yang aktif.
• Guru memberikan pengantar untuk pertemuan berikutnya, yaitu menciptakan karya.
• Guru menutup pelajaran.
Pertemuan 5-7 (6 JP): Mengaplikasikan Unsur dan Prinsip Desain dalam Karya
Sederhana
Pendahuluan (20 menit)
• Guru menyapa siswa dan menanyakan kabar.
• Guru melakukan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat (5 menit).
• Guru mengajak siswa berdiskusi singkat tentang ide-ide karya seni yang ingin mereka
buat (15 menit).
Inti (160 menit)
• Brainstorming Ide (30 menit): Siswa diajak melakukan brainstorming ide karya seni
sederhana (misalnya, membuat poster sederhana, desain motif batik mini, kolase).
Guru memberikan kebebasan berekspresi namun tetap dalam koridor penerapan unsur
dan prinsip desain yang telah dipelajari.
• Perencanaan Karya (30 menit): Setiap siswa membuat sketsa awal atau rencana
desain karya mereka, mencantumkan unsur rupa dan prinsip desain apa saja yang
akan mereka gunakan. Guru memberikan bimbingan individu.
• Proses Berkarya (80 menit - dibagi menjadi 2 sesi): Siswa mulai menciptakan karya
seni mereka. Guru berkeliling, memberikan arahan, dan memotivasi siswa. Guru
menekankan pentingnya proses dan eksplorasi.
• Pameran Mini dan Apresiasi (20 menit): Di akhir sesi berkarya, siswa memamerkan
karya mereka secara sederhana di meja masing-masing. Setiap siswa menceritakan
tentang karyanya dan teman lain memberikan apresiasi konstruktif. Guru memberikan
umpan balik umum dan spesifik.
Penutup (20 menit)
• Guru memberikan kesempatan siswa untuk merefleksikan proses berkarya mereka: apa
yang paling menantang, apa yang paling menyenangkan, dan apa yang mereka
pelajari.
• Guru mengumpulkan karya siswa untuk dinilai.
• Guru menutup pelajaran dengan memberikan semangat dan apresiasi atas kreativitas
siswa.
J. Asesmen Formatif dan Sumatif Asesmen
Formatif:
• Observasi Partisipasi Diskusi Kelompok: Mengamati keaktifan, kontribusi ide, dan
kemampuan mendengarkan anggota kelompok. (Skala: Sangat Baik, Baik, Cukup,
Kurang)
• Catatan Lapangan Pengamatan Lingkungan: Menilai kelengkapan dan ketepatan
identifikasi unsur rupa dan prinsip desain. (Skala: Sempurna, Lengkap, Cukup Lengkap,
Kurang Lengkap)
• Analisis Studi Kasus Visual: Menilai kedalaman pemahaman siswa dalam
mengidentifikasi dan menjelaskan perpaduan unsur dan prinsip desain pada karya yang
ditampilkan. (Rubrik terlampir)
• Presentasi Kelompok: Penilaian terhadap kemampuan komunikasi, isi presentasi, dan
kerja sama tim. (Rubrik terlampir)
Asesmen Sumatif:
• Proyek Karya Seni Sederhana: Penilaian terhadap penerapan unsur rupa dan prinsip
desain, orisinalitas, dan penyelesaian karya. (Rubrik terlampir)
K. Pemahaman Bermakna
Melalui pembelajaran ini, siswa akan memahami bahwa seni rupa bukanlah sekadar
menggambar atau melukis, melainkan sebuah bahasa visual yang memiliki aturan dan elemen-
elemen penyusunnya. Pemahaman akan unsur rupa dan prinsip desain akan membantu siswa
tidak hanya dalam menciptakan karya, tetapi juga dalam mengapresiasi keindahan di sekitar
mereka, baik itu pada alam, benda sehari-hari, maupun karya seni lainnya. Mereka akan
menyadari bahwa setiap objek atau gambar memiliki 'cerita' di balik perpaduan bentuk, warna,
dan susunannya.
L. Materi Bahan Ajar
Seni rupa merupakan salah satu cabang seni yang wujud karyanya dapat dinikmati melalui
indra penglihatan dan peraba. Dalam seni rupa, ada dua hal mendasar yang perlu dipahami,
yaitu unsur rupa dan prinsip desain. Unsur rupa adalah bagianbagian paling kecil yang
membentuk sebuah karya seni, seperti titik, garis, bidang, bentuk, warna, tekstur, dan gelap
terang. Setiap unsur ini memiliki karakteristik dan fungsinya masing-masing dalam membentuk
sebuah komposisi visual. Misalnya, garis dapat menunjukkan arah atau batas, sedangkan
warna dapat menciptakan suasana.
Prinsip desain, di sisi lain, adalah cara bagaimana unsur-unsur rupa diatur dan disusun dalam
sebuah karya. Prinsip-prinsip ini meliputi kesatuan (keseluruhan yang utuh), keseimbangan
(kesetaraan visual), irama (pengulangan teratur), proporsi (perbandingan ukuran), penekanan
(fokus utama), dan keselarasan (kesesuaian unsur). Dengan menerapkan prinsip desain,
seorang seniman dapat menciptakan karya yang harmonis, menarik, dan memiliki pesan yang
jelas. Perpaduan antara unsur rupa dan prinsip desain inilah yang menjadikan sebuah karya
seni memiliki kekuatan dan nilai estetika.
Memahami unsur rupa dan prinsip desain sangat penting bagi kita. Dengan pengetahuan ini,
kita dapat lebih jeli mengamati dan menganalisis berbagai objek di lingkungan sekitar, mulai
dari pola pada sehelai daun hingga arsitektur sebuah bangunan. Lebih dari itu, pengetahuan ini
juga akan membantu kita dalam menciptakan karya seni sendiri. Ketika kita menggambar,
melukis, atau membuat kerajinan, kita secara tidak sadar menerapkan unsur dan prinsip desain
untuk membuat karya kita lebih indah dan bermakna. Jadi, seni rupa bukan hanya tentang
bakat, tetapi juga tentang pemahaman dan penerapan aturan-aturan visual yang mendasar.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik:
1. Bagian mana dari pembelajaran hari ini yang paling menarik bagiku? Mengapa?
2. Apa hal baru yang paling penting yang aku pelajari hari ini tentang unsur rupa dan
prinsip desain?
3. Apakah aku merasa lebih percaya diri untuk mengamati dan menganalisis karya seni
setelah belajar ini?
Refleksi Pendidik:
1. Bagaimana partisipasi siswa dalam setiap kegiatan? Apakah semua siswa terlibat aktif?
2. Apakah penggunaan model pembelajaran Project-Based Learning dengan pendekatan
Deep Learning efektif dalam mencapai tujuan pembelajaran?
3. Bagian mana dari modul ini yang perlu saya tingkatkan atau sesuaikan untuk
pembelajaran selanjutnya?
N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik) LEMBAR
KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Nama Kelompok:
Anggota Kelompok:
1. ...................................
2. ...................................
3. ...................................
4. ...................................
Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi
Tema: "Menjelajahi Unsur Rupa dan Prinsip Desain di Lingkungan Sekolah" Petunjuk:
1. Perhatikan berbagai objek di lingkungan sekolah Anda (misalnya, taman, dinding kelas,
pintu, jendela, papan pengumuman, atau bahkan seragam teman Anda).
2. Pilih minimal 3 objek yang menurut kelompok Anda menarik untuk diamati.
3. Identifikasi unsur rupa (titik, garis, bidang, bentuk, warna, tekstur, gelap terang) dan
prinsip desain (kesatuan, keseimbangan, irama, proporsi, penekanan, keselarasan)
yang ada pada objek-objek tersebut.
4. Diskusikan bagaimana unsur rupa dan prinsip desain tersebut berpadu pada masing-
masing objek. Apa kesan yang ditimbulkan?
5. Siapkan presentasi singkat (maksimal 5 menit) untuk menyampaikan hasil diskusi
kelompok Anda di depan kelas.
Tabel Hasil Pengamatan dan Diskusi
No. Nama Unsur Rupa yang Prinsip Desain Bagaimana Unsur dan
Objek Ditemukan yang Ditemukan Prinsip Berpadu
(jelaskan kesan yang
(minimal 2) (minimal 1)
ditimbulkan)
1.
2.
3.
Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi
Nama Kelompok: ..............................................................
Total Skor: __________ / 20 Keterangan
Penilaian:
• 16-20: Sangat Baik
• 11-15: Baik
• 6-10: Cukup
• 0-5: Kurang
O. Pengayaan dan Remedial Pengayaan:
• Bagi peserta didik yang telah mencapai ketuntasan, diberikan tugas tambahan untuk
menciptakan karya seni rupa dengan tema bebas, namun wajib menerapkan minimal
tiga unsur rupa dan dua prinsip desain yang berbeda dari yang dipelajari di kelas.
• Peserta didik dapat diajak untuk meneliti lebih lanjut tentang seniman terkenal dan
menganalisis karya-karya mereka berdasarkan unsur rupa dan prinsip desain.
Remedial:
• Bagi peserta didik yang belum mencapai ketuntasan, guru akan memberikan bimbingan
individual atau kelompok kecil.
• Guru akan mengulang penjelasan tentang unsur rupa dan prinsip desain dengan
contoh-contoh yang lebih sederhana dan konkret.
• Peserta didik akan diberikan latihan tambahan berupa lembar kerja yang fokus pada
identifikasi unsur dan prinsip desain pada gambar-gambar sederhana.
P. Glosarium
• Unsur Rupa: Bagian-bagian pembentuk sebuah karya seni rupa, meliputi titik, garis,
bidang, bentuk, warna, tekstur, dan gelap terang.
• Prinsip Desain: Aturan atau kaidah yang digunakan untuk menyusun unsurunsur rupa
agar menghasilkan komposisi yang harmonis dan bermakna.
• Deep Learning (Pembelajaran Mendalam): Pendekatan pembelajaran yang berfokus
pada pemahaman konsep secara mendalam, bukan sekadar menghafal, dan
mendorong siswa untuk berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan berkomunikasi efektif.
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2018). Seni Rupa untuk Sekolah Dasar
Kelas VI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.