APPETIZER (Makanan Pembuka)
Appetizer adalah hidangan pembuka yang sering disajikan di beberapa restoran atau
hotel. Biasanya hidangan appetizer ini sudah satu paket dengan menu utama atau hidangan
penutup. Akan tetapi, beberapa orang mungkin belum mengetahui secara pasti apa itu
appetizer. Anda sering membaca istilah Appetizer di daftar menu restoran yang menyajikan
beragam pilihan makanan. Appetizer adalah makanan ringan yang biasanya disajikan
sebelum makanan utama.
Appetizer sebagai sajian pembuka saat sebelum sajian utama (main course) yang
dihidangkan dengan maksud membangkitkan selera makan atau nafsu makan. Appetizer,
dalam istilah bahasa Indonesia berarti ‘hidangan pembuka’. Beberapa referensi juga
mengatakan bahwa Appetizer adalah sebagai penghantar untuk menikmati sajian khusus.
Adapun tujuan dari sajian pembuka untuk memunculkan nafsu makan. Oleh karena itu,
jumlahnya kecil dengan rasa asam, asin atau pedas. Dalam hal ini, Appetizer adalah sebutan
untuk makanan pembuka, biasanya Appetizer berupa makanan kecil yang dihidangkan
sebelum makanan utama atau dikonsumsi di antara waktu makan.
Sajian Appetizer ini bisa berupa makanan yang ringan dan sederhana hingga makanan
kompleks tergantung pada waktu yang dibutuhkan untuk membuatnya. Appetizer ini bisa
dibuat dari bahan-bahan yang sederhana, diolah sedemikian rupa sehingga menghasilkan cita
rasa yang lezat. Sajian makanan pembuka yang lezat tentu akan memberikan kesan baik dan
menarik bagi siapa pun yang sedang melaksanakan perjamuan makan
Appetizer sebaiknya mempunyai rasa yang sedap (tastefull), ringan (light), menyegarkan
(umumnya terasa cukup asam untuk menstimulasi selera makan). Appetizer juga memiliki
ukuran yang kecil dan dihidangkan dengan tampilan menarik. Appetizer adalah jenis
makanan yang bisa berbentuk sajian panas (canape, fritters, soup) atau dingin (Salad, Chilled
Fruit Cocktail, Shrimp Cocktail), dan kadang-kadang terasa pedas. Terkait dengan perannya
sebagai pembangkit selera, karena itu penampilan yang menarik benar-benar dibutuhkan
ketika menyajikan appetizer. Karena appetizer adalah makanan pembuka tentu ini akan
mempengaruhi kesan-kesan pada hidangan selanjutnya. Oleh sebab itu, untuk mewujudkan
kesan yang menarik diperlukan kerapian, kecermatan dan fantasi pembuatnya.
Jenis-jenis Appetizer
Sebagai makanan pembuka, appetizer juga diklasifikasi dalam beberapa hal mulai dari bahan
yang digunakan hingga suhu dalam penyajiannya
Berdasarkan Bahan yang Digunakan
Sur Asiette Complate
Sur Asiette Complate, yakni appetizer yang memakai kelebihan bahan atau bahan-bahan
dengan harga yang cukup terjangkau.
Hors D’ Oeuvre Royale
Hors D’ Oeuvre Royale, yakni appetizer yang memakai bahan pada harga mahal dan dalam
penyajian tanpa sauce.
Hors D’ Oeuvre Varies
Hors D’ Oeuvre Varies, yakni appetizer yang memakai bahan kombinasi antara bahan pada
harga mahal dan murah.
Berdasarkan Suhu Penyajiannya
A. Cold Appetizer Cold appetizer (Sajian Pembuka Dingin) : Makanan yang
dihidangkan bermacam salad, shrim, coktail, atau cold, canape (sandwich kecil yang
dihidangkan dingin). Contoh Masakan: Canape, Pate, Aspic Jelly.
B. Hot Appetizer Hot appetizer (sajian pembuka panas) : Makanan yang dihidangkan
bermacam tipe soup, muffin, fritter. Contoh masakan: Galantine, Ballotines,
Croquette, Risoles, Quiche Lorraine.
Karakteristik Menu Appetizer
Setelah mengetahui pengertiannya, terdapat beberapa karakteristik dari sajian makanan
Appetizer yang perlu diketahui. Karakteristik yang pertama, Appetizer adalah makanan
pembuka yang kerap disajikan dalam perjamuan makan malam atau perjamuan makan
sejenisnya.
Sebagai hidangan pembuka, appetizer disajikan di awal waktu sebelum waktu makan. Selain
dalam perjamuan makan, Appetizer juga sering kali menjadi suguhan dalam pesta
pernikahan atau resepsi setelah acara pernikahan selesai digelar.
1. Disajikan di Awal
Karakteristik appetizer yang paling utama adalah untuk membangkitkan selera makan.
Terkadang dalam sebuah perjamuan resmi ataupun di restoran berbintang penyajian
appetizer selalu berada di awal dan hidangan yang disajikan harus dalam kondisi yang
prima baik secara aroma, rasa dan penampilan.
2. Memiliki Varian yang Banyak
Variannya sangat beragam, seperti sup, dengan bahan rumput laut, tulang ikan hiu,
jamur, sampai seafood. Selain itu, hidangan appetizer mempunyai warna yang unik yaitu
sedikit menyala misalnya kuning atau merah terang
3. Cita-Rasa yang Diperlihatkan Unik, Hangat, Halus, dan Masih Memberi Kesegaran
Appetizer biasanya disajikan dengan unik dingin, hangat, halus dan masih diberi
kesegaran. Biasanya kesegarannya menggunakan bahan-bahan buah-buahan.
4. Wewangian Harum Menyeruak Menusuk Hidung
Appetizer menggunakan wewangian yang menusuk walaupun itu merupakan wewangian
yang beraroma buah-buahan atau wewangian bunga juga.
Main Course (Makanan Pokok/Berat)
Main Course adalah hidangan pokok atau makanan inti dengan susunan menu yang
dihidangkan saat makan siang maupun malam dalam porsi yang lebih besar daripada
hidangan pembuka. Beberapa bahan pokok dalam masakan ini sering menggunakan daging,
ikan atau unggas. Vegetarian menggunakan bahan-bahan yang terlihat seperti daging atau
daging sintetis yang terbuat dari gluten nabati.
Main Course biasanya disajikan dengan saus yang sesuai dengan jenis makanannya. Saus ini
dapat disajikan langsung di atas makanan atau disajikan sendiri dengan menggunakan gravy
boat (saus boat = bentuk perahu).
Jenis saus yang disajikan dapat dibedakan menjadi saus putih, saus coklat, saus minyak atau
saus. Main Course utama selalu disertai dengan lauk berupa lauk yang terdiri dari berbagai
sayuran dan kentang atau sumber karbohidrat lain seperti pasta, mie, nasi atau sayuran akar
lainnya.
Hidangan yang bisa disajikan sebagai Main Course sangat beragam. Dimulai dari sajian
salad, sajian sup, sajian telur, sajian keju, sajian pasta dan sayur, sajian dari fish and
shellfish, sajian poultry and chicken, sajian dari beef, sajian dari pork, dan lain-lain. Main
Course juga biasa disebut dengan “main dish” atau “groce piece”. Main Course ini biasa
disajikan ke dalam porsi yang jauh lebih banyak ketimbang porsi appetizer karena terdiri
dari banyak bahan baik itu saat makan siang (lunch) ataupun makan malam (dinner).
Ciri-Ciri Main Course
Ciri-ciri Main Course adalah sebagai berikut:
Porsi untuk menu ala d’hôte adalah 175–200 gr dan 200–250gr untuk menu la carte
Dari pemilihan bahan, Main Course biasanya terbuat dari bahan makanan yang
mengandung bahan hewani. protein seperti daging sapi, unggas dan seafood
Sebagai sajian, hidangan utama atau Main Course biasanya disajikan di piring
makan.
Termasuk bahan lauk pauk hewani, nabati dan karbohidrat jumlah bahan Main
Course sekitar 350-375 gram (lauk pauk 175-225 gram, karbohidrat 75 gram, sayur
75 gram)
Main Course bervariasi dengan banyak variasi yang ada.
Tidak menggunakan bahan atau warna yang sama di setiap menu
Main Course harus terpisah tanpa makanan pembuka atau penutup. Oleh karena itu,
menu Main Course harus memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh.
Jenis-Jenis Main Course
Berdasarkan Teknik Pengolahannya
Deep Frying: Chicken maryland, Chicken Cordon bleu.
Grilling: Beef Steak, Chicken Steak, Germany Steak.
Roasting: Roast Beef
Berdasarkan Jenis Bahan Dasarnya
Sajian Telur (Eggs Dishes) : Merupakan sajian yang sumber protein utamanya
berasal dari bermacam tipe telur unggas dan telur ikan (caviar). Misalnya adalah:
Scrambled egg, omelette, scotch egg,dll.
Sajian Pasta : Makanan olahan yang digunakan dalam masakan Italia, terbuat dari
kombinasi tepung, air, telur dan garam untuk membentuk pasta yang dapat dibuat
menjadi berbagai jenis, ukuran dan bentuk. Contoh penyajian : Spaghetti bolognese,
Fettuccine Carbonara, Macaroni and cheese dan lain-lain.
Sajian Ikan (Fish Dishes) : Sebagai hidangan berbahan dasar ikan, baik ikan air
tawar maupun ikan air asin, hidangan ini banyak dipilih orang karena kandungan
gizinya yang sangat tinggi. Contoh: Meuniere Fish Fillet, Spanish Naked Fish dan
lain-lain.
Sajian Laut (Seafood Dishes) : Sebagai hidangan yang terbuat dari berbagai jenis
perikanan dan budidaya laut, bahan yang paling umum digunakan adalah lobster,
udang, cumi-cumi, kerang, dan gurita. Contoh masakan: Moules la Marinière,
Lobster Fireplace, Shrimp Stew, dan lain-lain.
Sajian Daging (Meat Dishes): Hidangan ini dianggap berbeda dari kategori unggas.
Yang membedakan masakan dengan unggas adalah dagingnya berasal dari hewan
berdaging merah. Daging dari pos ini termasuk daging sapi, domba, unta.
Cara Pengolahan Main Course
Untuk menyajikan Main Course, beberapa teknik persiapan pengolahan makanan biasa
digunakan. Hal ini tentunya untuk melihat bahan makanan apa saja yang akan disiapkan dan
dimasak. Teknik pengolahan Main Course antara lain:
1. Teknik Deep Frying : Teknik ini biasa digunakan karena kita hanya perlu
mencelupkan bahan makanan ke dalam minyak panas dengan suhu antara 176 sampai 190
derajat Celcius. cepat dimasak, seperti fillet ikan goreng.
2. Teknik Boiling : Selain menggoreng, Main Course juga bisa direbus dalam air
mendidih. Biasanya makanan direbus dengan santan, kaldu ayam atau cairan pedas lainnya.
3. Teknik Roasting : Teknik roasting atau pemanggangan adalah cara memasak makanan
dalam oven dengan suhu 150 derajat Celcius dengan hanya menggunakan minyak atau
lemak baik dari makanan itu sendiri. Contoh masakan yang diolah dengan teknik ini adalah
ayam bakar nenek, daging sapi panggang dengan saus dabu-dabu, dan banyak lagi.
4. Teknik Braising : Sederhananya, persiapan hidangan utama bisa juga dengan merebus
makanan dalam waktu tertentu hingga empuk. Makanan yang biasa disiapkan dengan teknik
ini adalah semur, rendang, tahu rebus, dll.
5. Teknik Sauteing : Teknik sauteing adalah teknik menggoreng makanan Main Course
hanya dengan sedikit minyak. Tentu saja ini sangat berbalikan dengan deep frying yang
menggunakan banyak minyak. Peralatan masak yang digunakan dalam teknik ini seperti
penggorengan atau penggorengan, penggorengan juga dapat digunakan. Hidangan umum
yang disiapkandengan cara ini adalah Gordon Blue Schnitzel, Black Paper Steak, atau
Chicken Stir-Fry, Ayam Teriyaki.
Contoh Menu Main Course
Ada banyak contoh menu Main Course yang terkenal di dunia baik menu dari Indonesia,
Western, Continental, Eastern dan negara lainnya yang sering kita jumpai seperti:
1. Foire Gras : adalah masakan khas Perancis yang memiliki menjadi favorit banyak
orang sejak abad pertengahan. Hidangan ini terbuat dari bahan dasar foie gras yang
diolah dengan berbagai cara mulai dari merebus, memanggang, atau [Link]
Gras memiliki cita rasa yang enak dan unik. Sejak gigitan pertama, Anda akan
merasakan manisnya seperti mentega namun lebih pekat. Meski enak, hidangan utama
ini cukup mahal.
2. Chicken Parmigiana : adalah hidangan ayam yang disiapkan yang dilapisi dengan
remah roti dan disajikan dengan saus Napoli yang terbuat dari keju dan tomat. Hidangan ini
berasal dari Australia dan sering disajikan dengan lauk pauk seperti salad dan kentang.
Chicken Parmigiana memiliki cita rasa Italia yang kaya dan lezat, digunakan sebagai makan
malam keluarga.
3. Lasagna : adalah makanan khas dan pertama di Italia, hidangan pasta yang terdiri dari
lapisan lasagna yang disajikan dengan saus dan bahan [Link] di tempat lain,
lasagna ini dibuat dengan keju atau ricotta, saus tomat, keju mozzarella dan berbagai daging
(ayam, sapi, babi), sayuran (jamur, zucchini) , bayam dan disiapkan dengan bawang, bawang
putih, oregano, lalu panggang.
4. Tortellini : adalah hidangan khas Italia yang berbentuk seperti pusar, terbuat dari
campuran daging panggang dan keju. Makanan Tortellini disajikan dalam kuah kental.
Dalam versi lain, Tortellini juga dapat disimpan di lemari es kurang dari 7 minggu, jadi jika
Anda ingin memakannya, cukup panaskan kembali di microwave.
5. Pizza : adalah jenis baguette dengan berbagai isian seperti ayam, daging, dll. dengan
saus tomat, keju dan panggang atau panggang selama beberapa menit. Pizza ini ditemukan di
Naples, Italia dan telah menjadi hidangan populer di seluruh dunia.
6. Spaghetti : adalah makanan pokok Italia yang terbuat dari tepung halus dengan silinder
tipis dan padat seperti [Link] awalnya, ukuran spageti ini sangat panjang, tetapi pada
pertengahan abad ke-20, ukuran yang lebih pendek menjadi jauh lebih populer dan banyak
digunakan oleh penduduk setempat. Ukurannya sekitar 25 sampai 30 cm dengan variasi yang
berbeda-beda. Dalam penyajiannya, spaghetti sering dicampur dengan saus tomat, daging,
minyak zaitun dan sayuran. Namun bagi pecinta keju bisa menambahkan jenis keju seperti
parmesan, pecorino ataupun grana padano.
7. Beed Bourguignon : adalah semur daging sapi dalam anggur merah dengan paduan
rempah-rempah pilihan. Biasanya daging yang digunakan adalah tenderloin agar empuk dan
tidak berminyak.
8. Tortilla : adalah roti pipih ringan yang dibuat dengan gandum atau jagung. Jadi, pada
umumnya tortilla ini akan disantap dengan berbagai macam saus, daging, sayuran dan
kacang-kacangan. Bagi warga Spanyol, tortilla ini wajib dibawa untuk menemani makan
mereka.
9. Rendang : adalah masakan khas Indonesia yang terbuat dari daging olahan yang direbus
dalam waktu yang sangat lama untuk mendapatkan tekstur yang sangat empuk dengan
bumbu yang sangat [Link] ini dikenal sebagai hidangan terbaik di dunia, dan
tentunya karena proses memasaknya membutuhkan bumbu dan waktu.
10. Gudeg : adalah makanan khas Jogja yang terbuat dari nangka muda yang direbus
dengan santan hingga berwarna kecoklatan. Biasanya gudeg ini disajikan dengan nasi panas
ditemani ayam goreng, tempe, telur, dan sambal krecek goreng.
11. Nasi Uduk : adalah hidangan yang terbuat dari bahan dasar nasi putih yang diiris tipis
dan dikukus dengan parutan santan. Kemudian bumbui dengan pala, kayu manis, jahe, serai
dan merica. Makanan ini kemudian disajikan dengan pangsit goreng, tahu goreng, irisan
telur dadar/telur, abon, tempe kering, bawang goreng, ayam goreng, timun dan sambal
kacang. Makanan ini biasanya dijual di pagi hari untuk sarapan.
12. Semur : adalah daging rebus dari Indonesia yang direbus dalam saus berwarna coklat
tua yang terbuat dari kecap manis, bawang merah, bawang bombay, pala dan [Link]
banyak jenis semur, antara lain semur daging, semur ayam, dan semur jengkol. Kecap manis
berbahan dasar kacang kedelai hitam merupakan bahan terpenting dalam pembuatan semur
karena berperan dalam meningkatkan cita rasa namun tetap harus menciptakan rasa
bercampur dengan bahan [Link] memiliki bahan khusus daging sapi dan kentang, semur
juga memiliki berbagai jenis bahan seperti tahu, tempe, telur dan bahan tambahan lainnya
sesuai selera masyarakat setempat masing-masing.
13. Ayam Betutu : adalah lauk pauk yang terbuat dari ayam utuh yang diisi bumbu dan
kemudian dibakar di atas api. Betutu telah diakui di seluruh kabupaten di provinsi Bali.
Ayam Betutu adalah hidangan khas Gilimanuk dan salah satu hidangan Bali paling populer
di kalangan wisatawan. Betutu dipakai sebagai hidangan pada upacara keagamaan dan
upacara tradisi serta sebagai sajian untuk dijual. Customernya bukan hanya warga Bali tetapi
juga tamu luar negeri yang tiba ke Bali, terutamanya pada beberapa tempat tertentu seperti
Hotel dan rumah makan atau restaurant.
14. Nasi Goreng : Hidangan utama pertama adalah nasi goreng yang juga sangat populer.
Menu ini terdiri dari nasi yang dihilangkan dari proses pemasakan lalu dipadukan dengan
bumbu khas Indonesia. Sebenarnya ada banyak jenis nasi goreng, seperti nasi goreng ayam,
nasi goreng seafood, nasi goreng bakso dan masih banyak lagi. Menu unik ini kerap menarik
wisatawan ke beberapa tempat wisata.
15. Bakso : Bakso Indonesia adalah salah satu hidangan utama terbaik. Isinya bakso, mie,
tahu, gorengan lalu tambahkan kaldu sapi. Bakso ini kenyal dan berair, sehingga banyak
orang menggunakannya sebagai hidangan utama di beberapa acara. Ada juga berbagai jenis
bakso, tidak hanya bakso tetapi juga bakso ayam, bakso ikan, urat, bakso udang, bakso iga
dan bakso babi. Semua batuan tersebut layak untuk dicicipi bahkan mudah ditemukan di
seluruh kota di Indonesia.
16. Gado-Gado : Makanan menu Gado-Gado bisa dibilang semacam alat khas Indonesia.
Meski termasuk dalam menu salad, gado-gado ini sering dijadikan sebagai hidangan utama
Indonesia. Bahan dari gado-gado bermacam-macam, mulai dari kentang, tauge, kubus,
telur, selada dan kemudian sambal [Link]-gado sendiri merupakan nama Indonesia
yang mengacu pada perpaduan banyak makanan dalam satu porsi. Menu ini sangat populer
di daerah Yogyakarta. Saat makan, Anda bisa menggunakannya dengan nasi atau dengan
lontong. Tapi terkadang sayuran ditambahkan untuk menambah rasa.
Dessert (Makanan Penutup)
Dessert adalah istilah lain untuk makanan penutup atau pencuci mulut maupun camilan
setelah makan besar. Istilah dessert berasal dari bahasa Prancis, yakni desservir yang artinya
membersihkan meja. Pada tahun 1600, penggunaan kata dessert pertama kali ditemukan
dalam buku pedoman pendidikan kesehatan yang ditulis oleh William Vaughan.
Di Eropa, dessert berupa gula yang dijadikan makanan penutup oleh bangsawan elit pasa
masa itu. Namun seiring terjadinya revolusi industri di sana, dessert kemudian diproduksi
secara besar-besaran lalu dikemas lebih menarik.
Jenis-Jenis Dessert dan Contohnya
Ternyata dessert tidak sesimpel yang Anda bayangkan. Berikut ada jenis-jenis dessert yang
mesti Anda kenali agar tidak salah memilih.
2. Hot dessert (Panas)
Hot dessert diolah dengan cara direbus, dipanggang, maupun pengolahan lain dengan suhu
panas. Anda bisa memilih apple pie atau martabak manis untuk hot dessert. Apple pie
merupakan dessert asal Inggris yang sudah tercatat dalam buku negaranya pada tahun 1675,
yang kemudian mendunia lewat penyair bernama Robert Greene. Apple pie ini makanan
hasil perpaduan apel dengan kue pie yang lezat. Selain Apple Pie, martabak manis juga
termasuk bagian hot dessert karena semakin nikmat jika disajikan dalam kondisi panas.
Martabak manis merupakan dessert Indonesia yang sangat mudah ditemukan di penjuru
daerah di Indonesia. Martabak manis bisa dinikmati beragam isian seperti martabak keju,
martabak cokelat kacang, martabak ovomaltine, dan rasa lainnya.
3. Cold Dessert (dingin)
Jenis dessert berikutnya adalah cold dessert. Anda bisa memilih Baklava kue khas dari Turki
sebagai hidangan dessert. Baklava merupakan dessert asal Timur Tengah yang bisa Anda
nikmati dengan isian kacang yang dicincang. Adonannya kemudian dipanggang dan
dilengkapi dengan lapisan mentega dan filo
4. Frozen Dessert (beku)
Frozen dessert merupakan makanan beku seperti ice cream. Keberadaan ice cream dipercaya
berawal dari masa Kaisar Nero, Romawi. Ice cream disajikan dengan es yang dihaluskan
ditambah madu dan buah. Untuk menikmati sajian khas Indonesia, Anda dapat menikmati
frozen dessert es teler yang diubah menjadi parfait. Es teler sebagai frozen dessert Indonesia,
dikreasi menjadi beberapa lapisan buah yang disiram dengan sirup, es krim, dan whipped
cream.