BAB II
LANDASAN TEORITIS DAN KERANGKA KONSEPTUAL
A. Landasan Teoritis
Landasan teoritis sebagai acuan atau pedoman dalam penyelesaian masalah suatu
[Link] hal ini peneliti membuat suatu landasan teoritis berdasarkan analisis
kepustakaan yang berhubungan dengan masalah pokok yamg sesuai dengan judul
[Link] yang dikatakan oleh Sugiyono (2016:52) bahwa “landasan teori ini perlu
ditegakkan agar penelitian itu mempunyai dasar yang kokoh, dan bukan sekedar perbuatan
coba-coba (trial and error).”
Dengan mengembangkan teori-teori yang telah disampai oleh pemegang otoritas yang
diangkat dari analisis kepustakaan dan diharapkan dapat mendukung paradigma peneliti serta
didukung dengan fakta-fakta yang ada sehingga penelitian ini dapat menghasilkan suatu
kesimpulan yang didasarkan pada tujuan-tujuan yang akan dicapai.
1. Bentuk Penyajian
Bentuk penyajian Musik merupakan bagian penting Menurut Djelantik (1970:
32) juga menyatakan bahwa: Bentuk merupakan perangkat hubungan antara bagian
satu dengan yang lainnya secara teratur untuk membentuk suatu kesatuan yang lebih
besar atau dapat dikatakan bahwa struktur adalah keseluruhan dari relasi antara
kesatuan dari bagian-bagiannya dan juga pendapat Sedyawati (1981 : 31 ): Penyajian
adalah istilah untuk menyebutkan jenis –jenis penyajian yang sama disebut diberbagai
daerah, pengertianya sama, tetapi dalam mendetil pelaksanaan pertujukan berbeda.
Perbedaan ini dapat berupa perbedaan wilayah, tetapi dapat juga merupakan
perbedaan perkembangan zaman.
Bentuk penyajian suatu tari yaitu melihat suatu pertunjukan tari dengan segala
unsur-unsur perlengkap atau pendukung dalam menyajikan suatu karya tari. Bentuk
penyajian terdiri dari dua, satu sama lain berbeda arti. Bentuk wujud dan penyajian
artinya penampilan yang ada untuk ditampilkan (pertunjukan). Pada sebuah tarian kita
tidak hanya melakukan gerak yang diiringi dengan musik akan tetapi kita juga harus
memperhatikan bagaimana bentuk penyajian tari tersebut. Kemudian Sarastiti (dalam
Hadi, 2013:36) “Bentuk penyajian adalah suatu wujud fisik yang menunjukan sesuatu
pertunjukan dalam hal ini tari, yang telah tersusun secara berurutan demi memberikan
hasil yang memuaskan bagi penikmat atau penonton. Ada beberapa aspek yang
mendukung dalam penyajian suatu pertunjukan, dalam hal ini tari diantaranya adalah:
1) Gerak, 2) Musik, 3) Pola lantai, 4) Pentas, 5) Tata busana, 6) Tata rias dan 7) syair.
Dari pendepat beberapa ahli dapat disimpulkan bahwa, bentuk adalah struktur,
artikulasi sebuah hasl kesatuan yang menyeluruh dari suatu hubngan berbagai faktor
yang saling bergayutan atau lebih tepanya suatu cara dmna keseluruhan aspek dapat
diartikan. Bentuk musik tidak hanya dilihat dari komposisi alat musik yang
dipergunakan, tetapi juga keseluruhan dari suatu hal atau karya yaitu unsur unsur
terbentuknya suatu musik seperti melodi, harmoni,ritme, dan sebagainya
Dari beberapa pendapat tentang bentuk dan penyajian, dapat disimpulkan
bahwa bentuk penyajian adalah bentuk yang berkaitan erat dengantujuannya,serta
disajikan dalam sebuah pertunjukan seni yang didukung oleh unsur seni yang
didukung oleh unsur seni, seperti kesenian musik tari dampeng ayoho merupakan
penyajian sebuah karya seni yang menggabungkan antara gerak dan musik. Benuk
penyajiannya musik tari dampeng ayoho disajikan secara langsung oleh pemain
musiknya sering disebut dengan musik langsung (live) sehingga dalam hal ini
pemusik melihat langsung ragam gerak yang ditarikan oleh para penar
2. Musik
a. Pengertian Musik
Menurut Endo Suanda (2006:178) mengatakan bahwa “Musik adalah satu
elemen yang hampir tidak dapat dipisahkan. Sekalipun banyak orang memandang
musik sebagai elemen kedua untuk tari (yakni sebagai pengiring ) setelah gerak,
namun sesungguhnya musik mempunyai sumbangan yang jauh lebih penting dari
pada sekedar pelengkap pertunjukan tari, melalui jalinan melodi, ritme dan
timbre, serta aksen aksenyang diciptakan nya, musik turut memberi nafas dan
jiwa. Bahkan musik memberikan identitas bagi tarian yang diiringinya.”
Hal senada dikatakan Dello Jo Io (dalam [Link]
musik/ pengertian definisi musik) bahwa : “Sesuatu yang bisa menambah
pengetahuan dan pandangan, selain juga mengenal banyak hal lain di luar musik.
Pada pengenalan terhadap musik akan meningkatkan suatu rasa penghargaan
akan nilai seni, selain menyadari akan dimensi lain dari sebuah kenyataan yang
selama ini tersembunyi.”
([Link]
menurut-para-ahli) Sylando, mendifinisikan bahwa “ seni musik ialah suatu
wujud yang hidup dari beberapa kumpulan ilusi dan alunan suara. Lebih jelasnya
ia mengatakan bahwa alunan musik dan nada yang berjiwa dapat menggerakkan
isi hati sang penikmatnya.”
1) Irama
Irama adalah urutan rangkaian gerak yang teratur dimana irama selalu
mengikuti jalan melodi yang menjadi unsur dasar musik dan
tari. Irama merupakan gerak musik yang berjalan teratur yang tidak
tampak dalam lagu, tetapi dapat dirasakan sesudah lagu dialunkan.
menurut Jamalus (1989) irama adalah urutan rangkaian gerak yang
menjadi unsur dasar musik dan tari. Beliau mengatakannya sebgai
rangkaian gerak. Jadi, tentu irama pun bukan hanya dalam seni musik saja
namun karena di dalamnya terdapat gerakan –gerakan jadi termasuk juga
dalam seni tari. Seperti juga dalam [Link] (1986)menyatakan bahwa
irama itu sebagai gerak yang teratur, di mana irama selalu mengkuti jalan
melodi irama tanpa adanya melodi pada tingkat yang rendah. Irama
bergerak sesuai dengan keajegan gerak, ketetapan gerak.
2) Melodi
Melodi adalah susunan rangkaian nada-nadayang terdengar berurutan serta
berirama, yang bergerak turun naik yang mengandung suatu gagasan atau
ide. Itulah pengertian melodi secara sederhana atau singkat. Melodi ada
karena adanya nada. tetapi nada ada karena benda yang bergetar.
Menurut Henry george ( 2008:93) atau disebut juga suara adalah
suksesi linear nada musik yang dianggap sebagai satu kesatuan. Dalam
arti yang paling harfiah, melodi adalah urutan nada dan jangka waktu
nada, sementara, dalam arti lain, istilah tersebut memasukkan suksesi
unsur musik lain seperti warna nada.
Melodi sering terdiri dari satu atau lebih frasa musik atau motif, dan
biasanya diulang-ulang dalam lagu dalam berbagai bentuk. Melodi juga
dapat digambarkan oleh gerak melodis mereka atau nada atau interval
(terutama yg diperbantukan atau terpisah-pisah atau dengan pembatasan
lebih lanjut), rentang pitch, dan melepaskan ketegangan, kontinuitas dan
koherensi, irama, dan bentuk.
3) Tempo
Tempo adalah cepat atau lambatya suatu lagu dimainkan atau dinyanyikan
dari perubahan kecepatannya di tentukan oleh tempo yang ditentukan
untuk lagu tersebut.
Menurut rudy (2008:92)” Tanda tempo merupakan penunjuk ukuran
kecepatan dalam sebuah lagu tempo dalam sebuah lagu adalah sebagai
petunjuk termasuk kelompok emosi mana lagu itu berada” Tempo satu
lagu dapat diukur karena pada dasarnya suatu musik terdiri dari ketukan
ketukan. Sementara miller (penerjemah bramantyo, 1986:24) mengatakan
bahwa, tempo adalah sebuah istilah dari bahasa itali yang secara harafiah
berarti waktu,
4) Dinamik
Dinamik adalah kekuatan bunyi, dan tanda dinamik adalah tanda
pernyataan kuat dan lemahnya penyajian bunyi (Soeharto, 1992 :
30).Dinamik memainkan peranan yang besar dalam menciptakan
ketegangan (tensi) musik. Pada umumnya semakin keras suatu musik,
maka semakin kuat ketegangan yang dihasilkan dan sebaliknya, semakin
lembut musiknya maka semakin lemah ketegangannya (Miller, penerjema
Bramantyo, tanpa tahun : 81). Sedangkan menurut kartono( 2007: 78 ) “
suatu bentuk perubahan baik itu sifatnya yang besar besaran atau kecil
kecilan, maupun secara cepat atau lambat, yang sifatnya nyata dan
berhubungan dengan suatu kondisi keadaan .
\Dari beberapa pendapat yang dikemukakan para ahli peneliti mengambil
kesimpulan bahwa musik merupakan hasil karya seni yang berupa bunyi
yang di bentuk menjadi sebuah lagu atau suatu komposisi yang
mengungkapkan isi pikiran & perasaan yang menciptakannya lewat
berbagai unsur pokok musik yakni harmoni, melodi, irama dan bentuk/
struktur lagu serta bentuk ekspresi. Musik sebenarnya disadari atau tidak
sadari telah melekat didalam masyarkat.
5) Menurut endo suanda ( 2006:188) musik iringan merupakan elemen
pertunjukan yang juga sangat banyak digunakan dalam tari dalam musik
iringan terbagi menjadi 2 yaitu : iringan eksternal dan internal.
1. Iringan eksternal.
Adalah iringan tarian yang di mainkan oleh orang lain. Contohnya : orang
yang membunyikan alat musik atau bahkan juga menyanyi untuk si penari.
Biasanya, iringan eksternal menggunakan alat musik/suara/berupa tepukan
untuk menggiring penari.
2. Iringan internal.
Yaitu iringan yang berasal dari penari itu sendiri. Dengan menggunakan
tepukan tangan/ lonceng pada kaki/ menggunakan suara, para penari bisa
dengan lincahnya menari tanpa di iringi musik pendukung. Hitungan dalam
gerakan juga patut di perhatikan agar tidak salah gerakan.
Jenis ensambel, jumlah pemusik, dan instrumen yang digunakan,pada suatu
wilayah budaya pun sangat beragam. Dari jumlaih pemain ada yang hanya
dimainkan oleh seorang musisi saja namun adapula yang dimainkan oleh
puluhan orang.
Menurut Marzam (2014 :12) “Musik dalam tari adalah suatu pola ritmis yang
dapat memberikan makna, struktur, dinamika, serta kekuatan gerak tari.
Gerak tanpa musik rasanya belum lengkap, walau musik yang dihadirkan
adalah unsurnya saja; misalnya ada gerak tari yang tidak menggunakan
musik secara fisik sebagai pengiring, namun unsur musik yang dinamakan
ritme harus selalu dipertimbangkan kalau gerak tersebut ingin bermakna,
memiliki struktur, dinamika, serta kekuatan. Untuk iringan tari, musik dapat
dibedakan dalam tiga jenis yakni:
1. Musik sebagai pengiring tari, bila hadirnya musik hanya diperankan
untuk mengiringi sebuah tarian.
2. Musik sebagai illustrasi, bila hadirnya musik sekedar berperan sebagai
bentuk ilustrasi dari sebuah tarian.
3. Musik sebagai patner gerak, bila hadirnya musik dalam tari bukan
semata
4. mengiringi, atau menjadi latar, namun lebih memiliki karakter untuk
dapat bersama-sama mengekspresikan maksud dari tarian.
Tari Dampeng diiringi oleh beberapa alat musik. Alat musik
merupakan suatu instrumen yang di buat atau di modifikasi untuk
tujuan menghasilkan musik. Pada prinsipnya, segala sesuatu yang
memproduksi suara dengan cara tertentu bisa diatur oleh musisi. Dapat
diserbut sebagai alat musik. Walaupun demikian, istilah ini umumnya
di peruntukkan bagi alatyang kusus ditujukan untuk musik.
( dalam [Link] Alat musik
merupakan suatu benda yang digunakan oleh manusia untuk membantu
melakukan suatu pekerjaan yang tujuannya adalah untuk memudahkan.
Istilah “musik” sendiri berasal dari bahasa Yunani yakni “muse” yang
artinya adalah sebutan untuk dewi dewi yang memiliki tugas sebagai
penanggung jawab terhadap suatu seni dan juga ilmu pengetahuan.
Sehingga jika dilihat dari asal katanya musik dapat dijelaskan sebagai
salah satu jenis seni. Musik adalah suatu bentuk karya seni yang
diciptakan oleh manusia melalui penyusunan suara yang teratur,
terkombinasi, memiliki keharmonisan, serta mengandung makna.
Pengelompokan alat musik yang dapat dibedakan berdasarkan sumber
bunyi
1. Idiophone, yaitu alat musik yang memiliki sumber bunyi berasal
dari alat musik itu sendiri atau dari bahan dasar dari alat musik
tersebut. Contoh alat musik cetik dari Lampung
2. Aerophone, yaitu alat musik yang memiliki sumber bunyi berasal
dari getaran udara pada alat musik tersebut. Contoh alat musik
recorder
3. Chordophone, yaitu alat musik yang memiliki sumber bunbyi
berasal dari dawai. Contoh alat musik biola.
4. Membranophone, yaitu alat musik yang memiliki sumber bunyi
berasal dari selaput membran pada alat musik tersebut. contoh alat
musik timpani.
5. Elektrophone, yaitu alat musik yang memiliki sumber bunyi berasal
dari rangkaian atau kumparan elektronik pada alat musik tersebut.
contoh alat musik keyboard.
Pengelompokan Alat Musik Berdasarkan Cara Memainkan.
1. Alat Musik Tiup
Alat musik tiup terbagi menjadi dua, yaitu alat musik tiup logam dan alat
musik tiup kayu.
Contoh alat musik tiup logam
2. Alat Musik Pukul
Alat musik pukul jika dilihat dari sumber bunyi cara mterbagi menjadi dua yaitu
alat musik pukul yang sumber bunyi berasal dari membran (membranophone)
dan musik pukul yang sumber bunyi berasal dari alat itu sendiri (idiophone).
Contoh Alat Musik Pukul membranophone
3. Alat Musik Petik
Alat musik ini dimainkan dengan cara memetik dawai yang terdapat pada alat
musik tersebut. Contohnya gitar.
4. Alat Musik Gesek
Alat musik ini dimainkan dengan cara menggesek dawai yang terdapat pada alat
musik tersebut. Contohnya biola
Dari pendapat para ahli yang dikemukakan tersebut, penulis mengambil
kesimpulan bahwa musik iringan merupakan suara yang ditaa untuk memberikan
irama, ilustrasi atau gambaran suasana, mempertegas ekspresi gerak, rangsangan
bagi penari, yang dapat mendukung penampilan dari sebuah tarian. Serta alat
musik yang digunakan dalam musik tari dampeng ayoho adalah gendang
(membranofon) gong (idiofon) canang (idiofon) doal
3. TARI
Menurut endo suanda (2006:44) seni tari dapat dikatakan sebagai kesenian
universal maksudnya adalah kesenian ni terdapat dan dimiliki oleh setiap
kelompok masyarakat di seluruh dunia. Seni tari juga sering dikatakan sebagai
cabang kesenian yang sangat tua dan menari merupakan aktivitas yang paing
dekat dan lekat dengan kehidupan manusia.
Menurut Bambang Pudjasworo, (1982:61). “Tari dalam perwujudannya
senantiasa harus dihayati sebagai bentuk kemanunggalan dari suatu pola
imajinatif gerak, ruang, dan waktu yang dapat dilihat dengan kasat mata. Bentuk
kemanunggalan antara pola imajinatif dengan pola kasat mata itu dapat dikatakan
bahwa tari merupakan suatu bentuk pernyataan ekspresi (jiwani), bentuk
pernyataan ilusi, dan sekaligus merupakan bentuk pernyataan rasional manusia.
Gerak, ruang, dan waktu dihadirkan sebagai sebuah satu kesatuan yang utuh yang
mewakilinya.
Menurut bedinghaus, 2014 (dalam [Link] Gamalkartono,[Link] 2014: 29)
mengatakan bahwa “ Tari menimbulkan gambaran yang berbeda bagi org yang
berbeda, selama berabad-abad, seni tari telah berkembang menjadi anekabentuk
yang berbeda. Gaya tari dibedakan oleh banyak hal seperti penggunaan alat
bantu, kostum musik pengiring,dan lain lain.
Menurut sifa (Dalam [Link]
[Link]) unsur unsur dari sebuah tarian dapat dilihat
dari wiraga, wirama, wirasa,
1. Wiraga
Wiraga adalah dasar keterampilan gerak tubuh/fisik penari. gerak merupakan
subtansi baku dari dalam tari. bagian fisik manusia yang dapat menyalurkan
ekspresi batin dalam bentuk gerak tari ada banyak sekali. sebagai gerak ekspresi,
gerak yang dimaksud disini bukanlah gerak sehari-hari. melainkan, gerak yang
telah distilir atau diberi bentuk lain, baik diperhalus, dipertegas, maupun drombak
(distorsi). dalam tari dua macam gerak.
o Gerak imitatif : adalah gerakan tari yang dilakukan sebagai hasil dari
eksplorasi gerak yang ada di alam ini selain gerak manusia. misalnya gerak hewan
tertentu, tumbuhan, atau benda lain yang memiliki ciri gerakan tertentu.
o Gerakan imajinatif : adalah gerak rekayasa manusia dalam membentuk suatu
tarian. terdiri dari gerak maknawidan gerak murni.
o Gerak maknawi : adalah gerak tari yang mengandung arti atau mempunyai
maksud tertentu. gerak tersebut biasanya memiliki ciri khas yang mudah
dimengerti oleh penonton. dengandemikian penonton dapat berkomunikasi dengan
tarian. isalnya gerak menolak, melamun, mengiyakan, dan sebagainya. dismping
itu da juga yang disebut watak gerak, yaitu kesan tertentu yang ditangkap penonton
dari gerak yang diungkapkan penari.
o Gerak murni : adalah gerak yang tidak mengandung arti, namun masih
mengandung unsur keindahan gerak. gerak ini dibuat semata-mata agar suatu tarian
tampak indah. misalnya dalam tari sunda ada gerak lontang kanan, lontang kiri,
obah taktak, ukel dan sebagainya
2. Wirama
Wirama adalah suatu pola untuk mencapai gerakan yang harmonis. di dalamnya
terdapat pengaturan dinamika seperi aksen dan tempo tarian. ada dua macam irama
untuk tari.
o Wirama tandak : adalah wirama yang ajeg (tetap) dan murni dengan ketukan
dan aksen yang berulng-ulang dan teratur. dalam wirama tandak, gerak tari dan
musik lebih mudah disusun. seorang dapat bergerak langsung mengikuti ketukan
sekali, ketukan mengganda, ketukan menigakali, atau dapat pula membuat gerakan
sinkop (berlawanan dengan gerakan musiknya)
o Wirama bebas : adalah wirama yang tidak selalu memiliki ketukan dengan
akses yang berulang0ulang dan teratur.
3. Wirasa
Wirasa merupakan tingkatan penghayatan dan penjiwaan dalam tarian. seperti :
tegas, lembut, gembira dan sedih, yang mengekspresikan melalui gerakan dan
mimik wajah sehingga melahirkan keindahan.
Indah dala tari tidak sekedar bagus, tetapi sesuai dengan jenis gerakan dan
karakter. misalnya, gerak keupat yang halus akan indah jika ditarikan oleh peran
arjun, tetapi gerak tersebut tidak indah jika ditarikan oleh peran raksasa. Dengan
demikian, gerak indah itu tidak hanya gerak yang halus dan lembut saja. tapi, gerak
yang tegas, kasar dan aneh pun dapat merupakan gerak yang indah jika sesuai
dengan kondisi tariannya.
4. TARI DAMPENG AYOHO
Menurut [Link]’adz vohry,MM ( 2004 :107) “Tari dampeng untuk menyambut
orang orang besar, dari pengantin pria (mempule) asalnya dahulu menyambut
raja,atau tamu raja biasanya posisi penari melingkar bulat dan tamu berada di tengah –
tengahnya. Dan Makna dari tari dampeng melingkar iyalah agar bersatu menjaga
rezeki supaya tidaka ada segala marabahaya. Jumlah penari minimal 8 orang dan
maksimalnya 12 orang adapun biasa ditampilkan nya itu dilakukan pada saat :
untuk pengantin (mempule ) dan ditampilkan diarea halaman rumah pesta dari
pengantin wanita (anak dara)
penyambutan tamu tamu penting dan disesuaikan situasi dan kondisinya,
tarian ini bisa ditampilkan diluar halaman atau didalam ruangan.
Dalam tarian ini memiliki beberapa ragam gerak yaitu bekhani
(merintangkan tangan), mengulukh sayap (mengibaskan sayap), meloncat,
meputakh (berputar 90 derajat ) bertepuk tangan, menimpukh (hormat).
Gerakan penari di tuntut memiliki wirama dalam tari dampeng ayoho yaitu
kemampuan penari dalam mengikuti pengaturan tempo musik yang dipakai
sebagai iringan tari dampeng ayoho sebagai iringan tari dampeng ayoho, serta
memiliki wirasa yaitu menghayati makna gerakan yang terkandung dalam tari
dampeng ayoho. Supaya tari yang dibawakan atau di persembahkan memilki
keseimbangan harmonisasi.
B. Kerangka Konseptual
Kerangka konseptual merupakan suatu hubungan atau berkaitan antara konsep yang
lainnya dari masalah yang ingin diteliti. Kerangka konsep ini gunanya untuk
menghubungkanatau menjelaskan secara panjang lebar tentang suatu topik yang akan
dibahas. Kerangka ini didapatkan dari konsep ilmu / teori yang dipakai sebagai
landasan penelitian yang didapatkan dari konsep ilmu / teori yang dipakai sebagai
landasan penelitian yang didapatkan di tinjauan pustaka. Tinjauan pustaka berisi
semua pengetahuan (teori,konsep,prinsip) yang nantinya bisa membantu untuk
menyusun kerangka konsep dan operasional penelitian.
Bentuk adalah strukstur, artikulasi sebuah hasil kesatuan yang menyeluruh dari suatu
hubungan berbagai faktor yang saling bergayutan, atau lebih tepatnya suatu cara
dimana keseluruhan aspek dapat diartikan. Bentuk musik tidak hanya dilihat dari
komposisi alat musik yang dipergunakan, tetapi juga keseluruhan dari suatu hal atau
karyayaitu gagasan serta unsur unsur terbentuknya suatu musik seperti melodi,
harmoni, ritme,dan sebagainnya. Secara umum pengertian penyajian berasal dari kata
“saji” yaitu mempersembahkan. Sedangkan penyajian sendiri mengandung pengertian
proses dan penampilan suatu pementasan yang meliputi tata rias, busana, dan tempat
perunjukan serta perlengkapan yang disuguhkan kepada yang menyaksikan
disampaikan kepada masyarakat dalam pertunjukan kesenian
Musik merupakan hasil karya seni yang berupa bunyi yang dibentuk menjadi
sebuah lagu atau komposisi yang mengungkapkan isi pikiran & perasaan yang
menciptakan lewat berbagi unsur pokok musik yakni harmoni,melodi,irama dan
bentuk / struktur lagu serta bentuk ekspresi. Musik sebenarnya disadari atau tidak
disadari telah melekat di dalam masyarakat. Baik pada zaman dahulu maupun pada
era modern ini. Musik juga bisa dijadikan sarana untuk berkomunikasi. Musik iringan
merupakan suara yang ditata untuk memberikan irama.
Tari dampeng ayoho merupakan salah satu tari tradisional singkil yang umunya
dipentaskan untuk merayakan peristiwa peristiwa penting dalam adat. Seperti acara
khitanan, pernikahan dan menyambut tamu tamu kusus seperti para pembesar (kepala
daerah) tarian ini diiringi Tarian ini diiringi dengan syair-syair khusus dengan
menggunakan bahasa Singkil. Tari Dampeng merupakan salah satu media untuk
pencapaian pesan (nasehat). Tarian ini mencerminkan pendidikan, keagamaan, sopan
santun, kepahlawanan, kekompakan dan kebersamaan.
Sebelum Dampeng dimulai yaitu sebagai mukaddimah atau pembukaan, tampil
seorang tua cerdik pandai atau pemuka adat untuk mewakili masyarakat setempat
(jorong) atau nasihat-nasihat yang berguna kepada para pemain dan penonton.
Lagu dan syair pengungkapannya secara bersama dan berkesinambungan,
pemainnya terdiri dari pria-pria yang masih muda-muda dan perempun dengan
memakai pakaian adat. Penyajian tarian tersebut dapat juga dipentaskan,
dipertandingkan antara grup tamu dengan grup sepangkalan (dua grup). Penilaian
dititikberatkan pada kemampuan masing-masing grup dalam mengikuti gerak, tari dan
lagu (syair) yang disajikan oleh pihak lawan.
Dapat dikatakan bahwayang dimksud dengan “Bentuk Penyajian Musik Tari
dampeng ayoho pada masyarakat suku singkil didesa buluh dori kecamatan simpang
kiri kota subulusssalam “ adalah struktur, artikulasi sebuah pementasan yang di
suguhkan masyarakat singkil untuk menyambut dan mempersembahkan sebuah tari
dampeng ayoho sebagai media penyampai ekspresi masyarakat untuk menghormati
tamu agung.
Dengan demikian musik tari dampeng ayoho sangat berpengaruh bagi
kehidupan berkesenian khusunya di kota subulussalam karena semakin lama semakin
bedrkembangnya zaman kalau tidak dilestarikan warisan nenek moyang kita akan
semakin hilang dilupakan, maka perlu pengkajian tentang bentuk penyajian musik tari
dampeng ayoho dalam rangka pelestarian dan perkembangan nya.