0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
17 tayangan18 halaman

Landasan Teoritis Penyajian Seni Musik

Dokumen ini membahas landasan teoritis dan konsep penyajian dalam seni tari dan musik, menekankan pentingnya teori sebagai dasar penelitian. Penyajian tari melibatkan berbagai unsur seperti gerak, musik, dan tata busana, sementara musik berfungsi sebagai elemen penting dalam pertunjukan tari. Terdapat juga pengelompokan alat musik berdasarkan sumber bunyi dan cara memainkan, yang mendukung ekspresi dalam seni tari.

Diunggah oleh

maulidun322
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
17 tayangan18 halaman

Landasan Teoritis Penyajian Seni Musik

Dokumen ini membahas landasan teoritis dan konsep penyajian dalam seni tari dan musik, menekankan pentingnya teori sebagai dasar penelitian. Penyajian tari melibatkan berbagai unsur seperti gerak, musik, dan tata busana, sementara musik berfungsi sebagai elemen penting dalam pertunjukan tari. Terdapat juga pengelompokan alat musik berdasarkan sumber bunyi dan cara memainkan, yang mendukung ekspresi dalam seni tari.

Diunggah oleh

maulidun322
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

LANDASAN TEORITIS DAN KERANGKA KONSEPTUAL


A. Landasan Teoritis

Landasan teoritis sebagai acuan atau pedoman dalam penyelesaian masalah suatu

[Link] hal ini peneliti membuat suatu landasan teoritis berdasarkan analisis

kepustakaan yang berhubungan dengan masalah pokok yamg sesuai dengan judul

[Link] yang dikatakan oleh Sugiyono (2016:52) bahwa “landasan teori ini perlu

ditegakkan agar penelitian itu mempunyai dasar yang kokoh, dan bukan sekedar perbuatan

coba-coba (trial and error).”

Dengan mengembangkan teori-teori yang telah disampai oleh pemegang otoritas yang

diangkat dari analisis kepustakaan dan diharapkan dapat mendukung paradigma peneliti serta

didukung dengan fakta-fakta yang ada sehingga penelitian ini dapat menghasilkan suatu

kesimpulan yang didasarkan pada tujuan-tujuan yang akan dicapai.

1. Bentuk Penyajian

Bentuk penyajian Musik merupakan bagian penting Menurut Djelantik (1970:

32) juga menyatakan bahwa: Bentuk merupakan perangkat hubungan antara bagian

satu dengan yang lainnya secara teratur untuk membentuk suatu kesatuan yang lebih

besar atau dapat dikatakan bahwa struktur adalah keseluruhan dari relasi antara

kesatuan dari bagian-bagiannya dan juga pendapat Sedyawati (1981 : 31 ): Penyajian

adalah istilah untuk menyebutkan jenis –jenis penyajian yang sama disebut diberbagai

daerah, pengertianya sama, tetapi dalam mendetil pelaksanaan pertujukan berbeda.

Perbedaan ini dapat berupa perbedaan wilayah, tetapi dapat juga merupakan

perbedaan perkembangan zaman.


Bentuk penyajian suatu tari yaitu melihat suatu pertunjukan tari dengan segala

unsur-unsur perlengkap atau pendukung dalam menyajikan suatu karya tari. Bentuk

penyajian terdiri dari dua, satu sama lain berbeda arti. Bentuk wujud dan penyajian

artinya penampilan yang ada untuk ditampilkan (pertunjukan). Pada sebuah tarian kita

tidak hanya melakukan gerak yang diiringi dengan musik akan tetapi kita juga harus

memperhatikan bagaimana bentuk penyajian tari tersebut. Kemudian Sarastiti (dalam

Hadi, 2013:36) “Bentuk penyajian adalah suatu wujud fisik yang menunjukan sesuatu

pertunjukan dalam hal ini tari, yang telah tersusun secara berurutan demi memberikan

hasil yang memuaskan bagi penikmat atau penonton. Ada beberapa aspek yang

mendukung dalam penyajian suatu pertunjukan, dalam hal ini tari diantaranya adalah:

1) Gerak, 2) Musik, 3) Pola lantai, 4) Pentas, 5) Tata busana, 6) Tata rias dan 7) syair.

Dari pendepat beberapa ahli dapat disimpulkan bahwa, bentuk adalah struktur,

artikulasi sebuah hasl kesatuan yang menyeluruh dari suatu hubngan berbagai faktor

yang saling bergayutan atau lebih tepanya suatu cara dmna keseluruhan aspek dapat

diartikan. Bentuk musik tidak hanya dilihat dari komposisi alat musik yang

dipergunakan, tetapi juga keseluruhan dari suatu hal atau karya yaitu unsur unsur

terbentuknya suatu musik seperti melodi, harmoni,ritme, dan sebagainya

Dari beberapa pendapat tentang bentuk dan penyajian, dapat disimpulkan

bahwa bentuk penyajian adalah bentuk yang berkaitan erat dengantujuannya,serta

disajikan dalam sebuah pertunjukan seni yang didukung oleh unsur seni yang

didukung oleh unsur seni, seperti kesenian musik tari dampeng ayoho merupakan

penyajian sebuah karya seni yang menggabungkan antara gerak dan musik. Benuk

penyajiannya musik tari dampeng ayoho disajikan secara langsung oleh pemain

musiknya sering disebut dengan musik langsung (live) sehingga dalam hal ini

pemusik melihat langsung ragam gerak yang ditarikan oleh para penar
2. Musik

a. Pengertian Musik

Menurut Endo Suanda (2006:178) mengatakan bahwa “Musik adalah satu

elemen yang hampir tidak dapat dipisahkan. Sekalipun banyak orang memandang

musik sebagai elemen kedua untuk tari (yakni sebagai pengiring ) setelah gerak,

namun sesungguhnya musik mempunyai sumbangan yang jauh lebih penting dari

pada sekedar pelengkap pertunjukan tari, melalui jalinan melodi, ritme dan

timbre, serta aksen aksenyang diciptakan nya, musik turut memberi nafas dan

jiwa. Bahkan musik memberikan identitas bagi tarian yang diiringinya.”

Hal senada dikatakan Dello Jo Io (dalam [Link]

musik/ pengertian definisi musik) bahwa : “Sesuatu yang bisa menambah

pengetahuan dan pandangan, selain juga mengenal banyak hal lain di luar musik.

Pada pengenalan terhadap musik akan meningkatkan suatu rasa penghargaan

akan nilai seni, selain menyadari akan dimensi lain dari sebuah kenyataan yang

selama ini tersembunyi.”

([Link]

menurut-para-ahli) Sylando, mendifinisikan bahwa “ seni musik ialah suatu

wujud yang hidup dari beberapa kumpulan ilusi dan alunan suara. Lebih jelasnya

ia mengatakan bahwa alunan musik dan nada yang berjiwa dapat menggerakkan

isi hati sang penikmatnya.”

1) Irama
Irama adalah urutan rangkaian gerak yang teratur dimana irama selalu

mengikuti jalan melodi yang menjadi unsur dasar musik dan

tari. Irama merupakan gerak musik yang berjalan teratur yang tidak

tampak dalam lagu, tetapi dapat dirasakan sesudah lagu dialunkan.

menurut Jamalus (1989) irama adalah urutan rangkaian gerak yang

menjadi unsur dasar musik dan tari. Beliau mengatakannya sebgai

rangkaian gerak. Jadi, tentu irama pun bukan hanya dalam seni musik saja

namun karena di dalamnya terdapat gerakan –gerakan jadi termasuk juga

dalam seni tari. Seperti juga dalam [Link] (1986)menyatakan bahwa

irama itu sebagai gerak yang teratur, di mana irama selalu mengkuti jalan

melodi irama tanpa adanya melodi pada tingkat yang rendah. Irama

bergerak sesuai dengan keajegan gerak, ketetapan gerak.

2) Melodi

Melodi adalah susunan rangkaian nada-nadayang terdengar berurutan serta

berirama, yang bergerak turun naik yang mengandung suatu gagasan atau

ide. Itulah pengertian melodi secara sederhana atau singkat. Melodi ada

karena adanya nada. tetapi nada ada karena benda yang bergetar.

Menurut Henry george ( 2008:93) atau disebut juga suara adalah

suksesi linear nada musik yang dianggap sebagai satu kesatuan. Dalam

arti yang paling harfiah, melodi adalah urutan nada dan jangka waktu
nada, sementara, dalam arti lain, istilah tersebut memasukkan suksesi

unsur musik lain seperti warna nada.

Melodi sering terdiri dari satu atau lebih frasa musik atau motif, dan

biasanya diulang-ulang dalam lagu dalam berbagai bentuk. Melodi juga

dapat digambarkan oleh gerak melodis mereka atau nada atau interval

(terutama yg diperbantukan atau terpisah-pisah atau dengan pembatasan

lebih lanjut), rentang pitch, dan melepaskan ketegangan, kontinuitas dan

koherensi, irama, dan bentuk.

3) Tempo

Tempo adalah cepat atau lambatya suatu lagu dimainkan atau dinyanyikan

dari perubahan kecepatannya di tentukan oleh tempo yang ditentukan

untuk lagu tersebut.

Menurut rudy (2008:92)” Tanda tempo merupakan penunjuk ukuran

kecepatan dalam sebuah lagu tempo dalam sebuah lagu adalah sebagai

petunjuk termasuk kelompok emosi mana lagu itu berada” Tempo satu

lagu dapat diukur karena pada dasarnya suatu musik terdiri dari ketukan

ketukan. Sementara miller (penerjemah bramantyo, 1986:24) mengatakan


bahwa, tempo adalah sebuah istilah dari bahasa itali yang secara harafiah

berarti waktu,

4) Dinamik

Dinamik adalah kekuatan bunyi, dan tanda dinamik adalah tanda

pernyataan kuat dan lemahnya penyajian bunyi (Soeharto, 1992 :

30).Dinamik memainkan peranan yang besar dalam menciptakan

ketegangan (tensi) musik. Pada umumnya semakin keras suatu musik,

maka semakin kuat ketegangan yang dihasilkan dan sebaliknya, semakin

lembut musiknya maka semakin lemah ketegangannya (Miller, penerjema

Bramantyo, tanpa tahun : 81). Sedangkan menurut kartono( 2007: 78 ) “

suatu bentuk perubahan baik itu sifatnya yang besar besaran atau kecil

kecilan, maupun secara cepat atau lambat, yang sifatnya nyata dan

berhubungan dengan suatu kondisi keadaan .

\Dari beberapa pendapat yang dikemukakan para ahli peneliti mengambil

kesimpulan bahwa musik merupakan hasil karya seni yang berupa bunyi

yang di bentuk menjadi sebuah lagu atau suatu komposisi yang

mengungkapkan isi pikiran & perasaan yang menciptakannya lewat

berbagai unsur pokok musik yakni harmoni, melodi, irama dan bentuk/

struktur lagu serta bentuk ekspresi. Musik sebenarnya disadari atau tidak

sadari telah melekat didalam masyarkat.

5) Menurut endo suanda ( 2006:188) musik iringan merupakan elemen

pertunjukan yang juga sangat banyak digunakan dalam tari dalam musik

iringan terbagi menjadi 2 yaitu : iringan eksternal dan internal.

1. Iringan eksternal.
Adalah iringan tarian yang di mainkan oleh orang lain. Contohnya : orang

yang membunyikan alat musik atau bahkan juga menyanyi untuk si penari.

Biasanya, iringan eksternal menggunakan alat musik/suara/berupa tepukan

untuk menggiring penari.

2. Iringan internal.

Yaitu iringan yang berasal dari penari itu sendiri. Dengan menggunakan

tepukan tangan/ lonceng pada kaki/ menggunakan suara, para penari bisa

dengan lincahnya menari tanpa di iringi musik pendukung. Hitungan dalam

gerakan juga patut di perhatikan agar tidak salah gerakan.

Jenis ensambel, jumlah pemusik, dan instrumen yang digunakan,pada suatu

wilayah budaya pun sangat beragam. Dari jumlaih pemain ada yang hanya

dimainkan oleh seorang musisi saja namun adapula yang dimainkan oleh

puluhan orang.

Menurut Marzam (2014 :12) “Musik dalam tari adalah suatu pola ritmis yang

dapat memberikan makna, struktur, dinamika, serta kekuatan gerak tari.

Gerak tanpa musik rasanya belum lengkap, walau musik yang dihadirkan

adalah unsurnya saja; misalnya ada gerak tari yang tidak menggunakan

musik secara fisik sebagai pengiring, namun unsur musik yang dinamakan

ritme harus selalu dipertimbangkan kalau gerak tersebut ingin bermakna,

memiliki struktur, dinamika, serta kekuatan. Untuk iringan tari, musik dapat

dibedakan dalam tiga jenis yakni:


1. Musik sebagai pengiring tari, bila hadirnya musik hanya diperankan

untuk mengiringi sebuah tarian.

2. Musik sebagai illustrasi, bila hadirnya musik sekedar berperan sebagai

bentuk ilustrasi dari sebuah tarian.

3. Musik sebagai patner gerak, bila hadirnya musik dalam tari bukan

semata

4. mengiringi, atau menjadi latar, namun lebih memiliki karakter untuk

dapat bersama-sama mengekspresikan maksud dari tarian.

Tari Dampeng diiringi oleh beberapa alat musik. Alat musik

merupakan suatu instrumen yang di buat atau di modifikasi untuk

tujuan menghasilkan musik. Pada prinsipnya, segala sesuatu yang

memproduksi suara dengan cara tertentu bisa diatur oleh musisi. Dapat

diserbut sebagai alat musik. Walaupun demikian, istilah ini umumnya

di peruntukkan bagi alatyang kusus ditujukan untuk musik.

( dalam [Link] Alat musik

merupakan suatu benda yang digunakan oleh manusia untuk membantu

melakukan suatu pekerjaan yang tujuannya adalah untuk memudahkan.

Istilah “musik” sendiri berasal dari bahasa Yunani yakni “muse” yang

artinya adalah sebutan untuk dewi dewi yang memiliki tugas sebagai

penanggung jawab terhadap suatu seni dan juga ilmu pengetahuan.


Sehingga jika dilihat dari asal katanya musik dapat dijelaskan sebagai

salah satu jenis seni. Musik adalah suatu bentuk karya seni yang

diciptakan oleh manusia melalui penyusunan suara yang teratur,

terkombinasi, memiliki keharmonisan, serta mengandung makna.

Pengelompokan alat musik yang dapat dibedakan berdasarkan sumber

bunyi

1. Idiophone, yaitu alat musik yang memiliki sumber bunyi berasal


dari alat musik itu sendiri atau dari bahan dasar dari alat musik
tersebut. Contoh alat musik cetik dari Lampung
2. Aerophone, yaitu alat musik yang memiliki sumber bunyi berasal
dari getaran udara pada alat musik tersebut. Contoh alat musik
recorder
3. Chordophone, yaitu alat musik yang memiliki sumber bunbyi
berasal dari dawai. Contoh alat musik biola.

4. Membranophone, yaitu alat musik yang memiliki sumber bunyi


berasal dari selaput membran pada alat musik tersebut. contoh alat
musik timpani.

5. Elektrophone, yaitu alat musik yang memiliki sumber bunyi berasal

dari rangkaian atau kumparan elektronik pada alat musik tersebut.

contoh alat musik keyboard.

Pengelompokan Alat Musik Berdasarkan Cara Memainkan.

1. Alat Musik Tiup


Alat musik tiup terbagi menjadi dua, yaitu alat musik tiup logam dan alat
musik tiup kayu.
Contoh alat musik tiup logam
2. Alat Musik Pukul
Alat musik pukul jika dilihat dari sumber bunyi cara mterbagi menjadi dua yaitu
alat musik pukul yang sumber bunyi berasal dari membran (membranophone)
dan musik pukul yang sumber bunyi berasal dari alat itu sendiri (idiophone).
Contoh Alat Musik Pukul membranophone

3. Alat Musik Petik

Alat musik ini dimainkan dengan cara memetik dawai yang terdapat pada alat

musik tersebut. Contohnya gitar.

4. Alat Musik Gesek

Alat musik ini dimainkan dengan cara menggesek dawai yang terdapat pada alat

musik tersebut. Contohnya biola

Dari pendapat para ahli yang dikemukakan tersebut, penulis mengambil

kesimpulan bahwa musik iringan merupakan suara yang ditaa untuk memberikan

irama, ilustrasi atau gambaran suasana, mempertegas ekspresi gerak, rangsangan

bagi penari, yang dapat mendukung penampilan dari sebuah tarian. Serta alat

musik yang digunakan dalam musik tari dampeng ayoho adalah gendang

(membranofon) gong (idiofon) canang (idiofon) doal

3. TARI

Menurut endo suanda (2006:44) seni tari dapat dikatakan sebagai kesenian

universal maksudnya adalah kesenian ni terdapat dan dimiliki oleh setiap

kelompok masyarakat di seluruh dunia. Seni tari juga sering dikatakan sebagai

cabang kesenian yang sangat tua dan menari merupakan aktivitas yang paing

dekat dan lekat dengan kehidupan manusia.


Menurut Bambang Pudjasworo, (1982:61). “Tari dalam perwujudannya
senantiasa harus dihayati sebagai bentuk kemanunggalan dari suatu pola
imajinatif gerak, ruang, dan waktu yang dapat dilihat dengan kasat mata. Bentuk
kemanunggalan antara pola imajinatif dengan pola kasat mata itu dapat dikatakan
bahwa tari merupakan suatu bentuk pernyataan ekspresi (jiwani), bentuk
pernyataan ilusi, dan sekaligus merupakan bentuk pernyataan rasional manusia.
Gerak, ruang, dan waktu dihadirkan sebagai sebuah satu kesatuan yang utuh yang
mewakilinya.

Menurut bedinghaus, 2014 (dalam [Link] Gamalkartono,[Link] 2014: 29)

mengatakan bahwa “ Tari menimbulkan gambaran yang berbeda bagi org yang

berbeda, selama berabad-abad, seni tari telah berkembang menjadi anekabentuk

yang berbeda. Gaya tari dibedakan oleh banyak hal seperti penggunaan alat

bantu, kostum musik pengiring,dan lain lain.

Menurut sifa (Dalam [Link]

[Link]) unsur unsur dari sebuah tarian dapat dilihat

dari wiraga, wirama, wirasa,

1. Wiraga

Wiraga adalah dasar keterampilan gerak tubuh/fisik penari. gerak merupakan

subtansi baku dari dalam tari. bagian fisik manusia yang dapat menyalurkan

ekspresi batin dalam bentuk gerak tari ada banyak sekali. sebagai gerak ekspresi,

gerak yang dimaksud disini bukanlah gerak sehari-hari. melainkan, gerak yang

telah distilir atau diberi bentuk lain, baik diperhalus, dipertegas, maupun drombak

(distorsi). dalam tari dua macam gerak.

o Gerak imitatif : adalah gerakan tari yang dilakukan sebagai hasil dari

eksplorasi gerak yang ada di alam ini selain gerak manusia. misalnya gerak hewan

tertentu, tumbuhan, atau benda lain yang memiliki ciri gerakan tertentu.
o Gerakan imajinatif : adalah gerak rekayasa manusia dalam membentuk suatu

tarian. terdiri dari gerak maknawidan gerak murni.

o Gerak maknawi : adalah gerak tari yang mengandung arti atau mempunyai

maksud tertentu. gerak tersebut biasanya memiliki ciri khas yang mudah

dimengerti oleh penonton. dengandemikian penonton dapat berkomunikasi dengan

tarian. isalnya gerak menolak, melamun, mengiyakan, dan sebagainya. dismping

itu da juga yang disebut watak gerak, yaitu kesan tertentu yang ditangkap penonton

dari gerak yang diungkapkan penari.

o Gerak murni : adalah gerak yang tidak mengandung arti, namun masih

mengandung unsur keindahan gerak. gerak ini dibuat semata-mata agar suatu tarian

tampak indah. misalnya dalam tari sunda ada gerak lontang kanan, lontang kiri,

obah taktak, ukel dan sebagainya

2. Wirama

Wirama adalah suatu pola untuk mencapai gerakan yang harmonis. di dalamnya

terdapat pengaturan dinamika seperi aksen dan tempo tarian. ada dua macam irama

untuk tari.

o Wirama tandak : adalah wirama yang ajeg (tetap) dan murni dengan ketukan

dan aksen yang berulng-ulang dan teratur. dalam wirama tandak, gerak tari dan

musik lebih mudah disusun. seorang dapat bergerak langsung mengikuti ketukan

sekali, ketukan mengganda, ketukan menigakali, atau dapat pula membuat gerakan

sinkop (berlawanan dengan gerakan musiknya)

o Wirama bebas : adalah wirama yang tidak selalu memiliki ketukan dengan

akses yang berulang0ulang dan teratur.


3. Wirasa

Wirasa merupakan tingkatan penghayatan dan penjiwaan dalam tarian. seperti :

tegas, lembut, gembira dan sedih, yang mengekspresikan melalui gerakan dan

mimik wajah sehingga melahirkan keindahan.

Indah dala tari tidak sekedar bagus, tetapi sesuai dengan jenis gerakan dan

karakter. misalnya, gerak keupat yang halus akan indah jika ditarikan oleh peran

arjun, tetapi gerak tersebut tidak indah jika ditarikan oleh peran raksasa. Dengan

demikian, gerak indah itu tidak hanya gerak yang halus dan lembut saja. tapi, gerak

yang tegas, kasar dan aneh pun dapat merupakan gerak yang indah jika sesuai

dengan kondisi tariannya.

4. TARI DAMPENG AYOHO

Menurut [Link]’adz vohry,MM ( 2004 :107) “Tari dampeng untuk menyambut

orang orang besar, dari pengantin pria (mempule) asalnya dahulu menyambut

raja,atau tamu raja biasanya posisi penari melingkar bulat dan tamu berada di tengah –

tengahnya. Dan Makna dari tari dampeng melingkar iyalah agar bersatu menjaga

rezeki supaya tidaka ada segala marabahaya. Jumlah penari minimal 8 orang dan

maksimalnya 12 orang adapun biasa ditampilkan nya itu dilakukan pada saat :

 untuk pengantin (mempule ) dan ditampilkan diarea halaman rumah pesta dari

pengantin wanita (anak dara)

 penyambutan tamu tamu penting dan disesuaikan situasi dan kondisinya,

tarian ini bisa ditampilkan diluar halaman atau didalam ruangan.


Dalam tarian ini memiliki beberapa ragam gerak yaitu bekhani

(merintangkan tangan), mengulukh sayap (mengibaskan sayap), meloncat,

meputakh (berputar 90 derajat ) bertepuk tangan, menimpukh (hormat).

Gerakan penari di tuntut memiliki wirama dalam tari dampeng ayoho yaitu

kemampuan penari dalam mengikuti pengaturan tempo musik yang dipakai

sebagai iringan tari dampeng ayoho sebagai iringan tari dampeng ayoho, serta

memiliki wirasa yaitu menghayati makna gerakan yang terkandung dalam tari

dampeng ayoho. Supaya tari yang dibawakan atau di persembahkan memilki

keseimbangan harmonisasi.

B. Kerangka Konseptual

Kerangka konseptual merupakan suatu hubungan atau berkaitan antara konsep yang

lainnya dari masalah yang ingin diteliti. Kerangka konsep ini gunanya untuk

menghubungkanatau menjelaskan secara panjang lebar tentang suatu topik yang akan

dibahas. Kerangka ini didapatkan dari konsep ilmu / teori yang dipakai sebagai

landasan penelitian yang didapatkan dari konsep ilmu / teori yang dipakai sebagai

landasan penelitian yang didapatkan di tinjauan pustaka. Tinjauan pustaka berisi

semua pengetahuan (teori,konsep,prinsip) yang nantinya bisa membantu untuk

menyusun kerangka konsep dan operasional penelitian.

Bentuk adalah strukstur, artikulasi sebuah hasil kesatuan yang menyeluruh dari suatu

hubungan berbagai faktor yang saling bergayutan, atau lebih tepatnya suatu cara

dimana keseluruhan aspek dapat diartikan. Bentuk musik tidak hanya dilihat dari
komposisi alat musik yang dipergunakan, tetapi juga keseluruhan dari suatu hal atau

karyayaitu gagasan serta unsur unsur terbentuknya suatu musik seperti melodi,

harmoni, ritme,dan sebagainnya. Secara umum pengertian penyajian berasal dari kata

“saji” yaitu mempersembahkan. Sedangkan penyajian sendiri mengandung pengertian

proses dan penampilan suatu pementasan yang meliputi tata rias, busana, dan tempat

perunjukan serta perlengkapan yang disuguhkan kepada yang menyaksikan

disampaikan kepada masyarakat dalam pertunjukan kesenian

Musik merupakan hasil karya seni yang berupa bunyi yang dibentuk menjadi

sebuah lagu atau komposisi yang mengungkapkan isi pikiran & perasaan yang

menciptakan lewat berbagi unsur pokok musik yakni harmoni,melodi,irama dan

bentuk / struktur lagu serta bentuk ekspresi. Musik sebenarnya disadari atau tidak

disadari telah melekat di dalam masyarakat. Baik pada zaman dahulu maupun pada

era modern ini. Musik juga bisa dijadikan sarana untuk berkomunikasi. Musik iringan

merupakan suara yang ditata untuk memberikan irama.

Tari dampeng ayoho merupakan salah satu tari tradisional singkil yang umunya

dipentaskan untuk merayakan peristiwa peristiwa penting dalam adat. Seperti acara

khitanan, pernikahan dan menyambut tamu tamu kusus seperti para pembesar (kepala

daerah) tarian ini diiringi Tarian ini diiringi dengan syair-syair khusus dengan

menggunakan bahasa Singkil. Tari Dampeng merupakan salah satu media untuk

pencapaian pesan (nasehat). Tarian ini mencerminkan pendidikan, keagamaan, sopan

santun, kepahlawanan, kekompakan dan kebersamaan.

Sebelum Dampeng dimulai yaitu sebagai mukaddimah atau pembukaan, tampil

seorang tua cerdik pandai atau pemuka adat untuk mewakili masyarakat setempat

(jorong) atau nasihat-nasihat yang berguna kepada para pemain dan penonton.
Lagu dan syair pengungkapannya secara bersama dan berkesinambungan,

pemainnya terdiri dari pria-pria yang masih muda-muda dan perempun dengan

memakai pakaian adat. Penyajian tarian tersebut dapat juga dipentaskan,

dipertandingkan antara grup tamu dengan grup sepangkalan (dua grup). Penilaian

dititikberatkan pada kemampuan masing-masing grup dalam mengikuti gerak, tari dan

lagu (syair) yang disajikan oleh pihak lawan.

Dapat dikatakan bahwayang dimksud dengan “Bentuk Penyajian Musik Tari

dampeng ayoho pada masyarakat suku singkil didesa buluh dori kecamatan simpang

kiri kota subulusssalam “ adalah struktur, artikulasi sebuah pementasan yang di

suguhkan masyarakat singkil untuk menyambut dan mempersembahkan sebuah tari

dampeng ayoho sebagai media penyampai ekspresi masyarakat untuk menghormati

tamu agung.

Dengan demikian musik tari dampeng ayoho sangat berpengaruh bagi

kehidupan berkesenian khusunya di kota subulussalam karena semakin lama semakin

bedrkembangnya zaman kalau tidak dilestarikan warisan nenek moyang kita akan

semakin hilang dilupakan, maka perlu pengkajian tentang bentuk penyajian musik tari

dampeng ayoho dalam rangka pelestarian dan perkembangan nya.

Anda mungkin juga menyukai