MODUL PROYEK
IDENTITAS MODUL
Nama Penyusun : Nazifah Arrosihin Siregar
Satuan Pendidikan : MAN 2 Model Medan
Kelas / Fase : XI (Sebelas) / F
Mata Pelajaran. : Seni Budaya
Topik/ Tema Modul. : Pameran Lukisan Tema Siluet dan Dekoratif
Alokasi Waktu. : 2 Pertemuan
Tahun Penyusunan : 2025/2026
- PROFIL PELAJAR PANCASILA:
1. Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia
• Berupaya mengembangkan diri dan mengintrospeksi diri.
• Bersyukur dan merayakannya saat saya menyelesaikan karya saya dengan baik.
2. Berkebinekaan Global
• Mengenali, mengidentifikasi, dan mendeskripsikan berbagai macam budaya dan karya
seninya di tingkat lokal, regional, nasional, dan global.
• Dapat berkomunikasi dengan budaya yang berbeda dari dirinya dengan memperhatikan,
memahami, menerima keberadaan, danmenghargai keunikan masing-masing budaya.
3. Bergotong Royong
• Menghormati ruang dan karya seni teman sekelas saya.
• Bekerja sama dan berkomunikasi untuk mencapai tujuanbersama
4. Mandiri
• Percaya diri dalam mengekspresikan ide saya melalui seni.
• Berkarya dengan antusias, fokus dan dengan bekerja keras.
5. Bernalar Kritis
• Menunjukkan rasa ingin tahu dan dapat bertanya untukmembantu pemahaman saya
dalam seni.
6. Kreatif
• Mau mencoba dan menggunakan materi baru dan mencobateknik baru.
• Dapat menghasilkan gagasan atau ide yang orisinil.
-TARGET PESERTA DIDIK: Seluruh siswa kelas XI yang dimasuki dan selesai dalam tugas
lukis bertema siluet dan dekoratif.
-MODEL PEMBELAJARAN: Project-Based Learning (PjBL) – Berbasis Karya Seni
-TUJUAN PROJEK
Tujuan akhir proyek ini adalah menguatkan dimensi Profil Pelajar Pancasila, khususnya dimensi
Kreatif, agar peserta didik di Fase F mampu menghasilkan karya orisinal dan melakukan refleksi
mendalam terhadap proses dan hasilnya. Peserta didik juga diminta agar dapat mempertanggung
jawabkan ide yang mereka buat dan mampu menorganisir ruang kelas menjadi ruang pameran yang
efektif.
-ALUR TEMA YANG DIGUNAKAN
"Pameran Lukisan Siluet dan Dekoratif"
Alur tema proyek menjelaskan bagaimana perjalanan peserta didik dari awal memahami materi,
kemudian membuat dan menghasilkan karya, hingga akhirnya mempresentasikan karya
dalam pameran kelas. Alur ini menjadi gambaran umum proses belajar berbasis proyek
yang komprehensif
1. Menentukan Tujuan Proyek
Langkah pertama adalah merumuskan tujuan dari diselenggarakannya pameran. Tujuan dapat
berupa:
• Mengapresiasi karya seni siswa.
• Melatih kreativitas dan keberanian siswa menampilkan karya.
• Mengenalkan dua gaya seni, yaitu siluet dan dekoratif, kepada publik sekolah.
• Mengembangkan kemampuan kurasi dan penyajian karya.
Tujuan ini menjadi dasar dalam menentukan tema pameran.
2. Mengidentifikasi Karakter Karya
Sebelum menentukan tema, guru dan siswa mengidentifikasi karakter dari dua jenis karya:
• Lukisan siluet → menonjolkan bentuk, bayangan, kontras, dan kesederhanaan bentuk.
• Lukisan dekoratif → fokus pada motif, ornamen, pengulangan, dan keindahan visual.
Identifikasi ini membantu menemukan kesamaan dan perbedaan estetika untuk menggabungkannya
dalam satu tema besar.
3. Brainstorming Tema
Siswa bersama guru melakukan proses curah pendapat untuk menemukan ide tema yang relevan
dengan kedua jenis karya.
Contoh langkah brainstorming:
• Mengumpulkan kata kunci terkait kedua karya (bayangan, bentuk, motif, keindahan, budaya,
pola).
• Mendiskusikan pesan yang ingin disampaikan melalui pameran.
• Menghubungkan karya dengan fenomena budaya, lingkungan, identitas, atau estetika visual.
4. Pemilihan Tema Utama
Setelah terkumpul banyak ide, dilakukan pemilihan tema menggunakan voting atau musyawarah.
Contoh tema yang mungkin muncul:
• “Cahaya dan Ornamen”
• “Bayangan & Pola”
• “Rupa dan Irama Visual”
• “Harmoni Siluet dan Dekorasi”
Tema dipilih berdasarkan:
• Kesesuaian dengan karakter karya.
• Kemudahan penerapan pada desain pameran.
• Pesan estetis dan makna yang ingin ditonjolkan.
5. Menentukan Subtema / Bagian Pameran
Untuk membuat pameran lebih rapi, tema utama dapat dibagi menjadi subtema:
• Zona Siluet: karya berbentuk bayangan, bentuk, dan kontras.
• Zona Dekoratif: karya bermotif, warna, dan ornamen.
• Zona Gabungan: tempat siswa menampilkan karya eksperimen yang memadukan kedua
gaya.
Pembagian ini membuat alur pengunjung lebih teratur.
6. Merancang Konsep Tata Letak (Layout)
Siswa merancang bagaimana karya akan dipajang:
• Menentukan posisi karya siluet dan dekoratif.
• Menentukan jalur pergerakan pengunjung.
• Menyiapkan papan informasi, deskripsi tema, dan panel apresiasi.
• Menentukan elemen pendukung seperti pencahayaan, warna latar, atau dekorasi ruangan.
7. Menyusun Deskripsi Tema Pameran
Siswa membuat narasi tema yang akan dipasang di pintu masuk pameran.
Deskripsi berisi:
• Penjelasan tema utama.
• Mengapa tema tersebut dipilih.
• Keterkaitan tema dengan lukisan siluet dan dekoratif.
• Harapan dan pesan yang ingin disampaikan kepada pengunjung.
8. Evaluasi & Penyempurnaan Tema
Sebelum pameran dimulai, guru dan siswa:
• Mengevaluasi kesesuaian karya dengan tema.
• Memperbaiki desain layout.
• Melengkapi label karya, nama siswa, dan deskripsi singkat.
• Menyelaraskan dekorasi agar mendukung tema.
9. Pengesahan Tema & Publikasi
Tema proyek kemudian ditetapkan secara resmi dan dipakai untuk:
• Poster pameran
• Undangan
• Desain katalog karya
• Publikasi sekolah (mading, media sosial, atau banner)
- RINGKASAN ALUR TEMA
Menentukan Tujuan Proyek > Mengidentifikasi Karakter Karya >Brainstorming Tema>Pemilihan
Tema Utama>Menentukan Sub Tema> Merancang Konsep Tata Letak>Menyusun Deskripsi Tema
Pameran >Evaluasi Dan Penyempurnaan Tema>Pengesahan Tema Dan Publikasi
-PERKEMBANGAN SUB ELEMEN FASE F (SMA Kelas XI)
Dimensi Sub-Elemen Fase F
Kreatif Menghasilkan karya orisinal, matang secara
teknik & konsep,mampu mengambil
keputusan artistik.
Mandiri Mengatur proses kerja, bertanggung jawab
dari konsep–pameran, memonitor
perkembangan diri.
Bernalar kritis Menganalisis & mengevaluasi karya,
menyusun argumen visual, melakukan
refleksi
Gotong royong Berkolaborasi dalam persiapan pameran,
terbuka pada masukan, berkomunikasi
efektif.
-TAHAPAN PROYEK
Tahap 1 – Orientasi & Inspirasi (1 JP)
• Penjelasan proyek pameran kelas
• Penayangan contoh karya siluet & dekoratif
• Diskusi konsep visual
Tahap 2 – Perumusan Konsep (1–2 JP)
• Membuat sketsa dan menentukan tema
• Konsultasi dengan guru
• Menuliskan konsep pendek (artist statement)
Tahap 3 – Produksi Karya (3–4 JP)
• Melukis karya siluet
• Melukis karya dekoratif
• Dokumentasi proses
Tahap 4 – Kurasi Karya (1 JP)
• Pemilihan karya terbaik masing-masing siswa
• Revisi kecil jika perlu
Tahap 5 – Persiapan Pameran di Kelas (1 JP)
• Membersihkan dan menata layout pameran
• Menempel karya, label karya, dan katalog mini
• Menentukan alur pengunjung kelas
Tahap 6 – Pameran Kelas (1 JP)
• Siswa menjaga karya bergantian
• Siswa menjelaskan konsep karya kepada pengunjung
Tahap 7 – Refleksi & Evaluasi (1 JP)
• Refleksi peserta
• Refleksi guru
• Penilaian sumatif
-ALUR SETIAP PROYEK
Aktivitas: sketsa, eksplorasi warna, teknik siluet, teknik dekoratif
Refleksi: masalah teknik, pilihan komposisi, alasan estetis
Aplikasi: pameran, artist statement, diskusi karya
-ASESMEN FORMATIF
• Observasi saat proses berkarya
• Konsultasi sketsa
• Ketepatan waktu
• Penguasaan teknik dasar
-ASESMEN SUMATIF
Aspek Indikator
Teknik Penguasaan teknik siluet & dekoratif
Kreativitas Orisinalitas tema, motif, warna
Presentasi Menjelaskan karya dengan bahasa yang baik
Kesiapan pameran Partisipasi menata kelas
-REFLEKSI PESERTA DIDIK
1. Apa hal tersulit selama proses?
2. Apa keputusan
artistik terbaik yang saya buat?
[Link] saya bisa meningkatkan kualitas karya saya?
[Link] pengalaman menjadi “seniman pameran kelas”?
-LEMBAR OBSERVASI GURU
• Keterlibatan aktif
• Kedisiplinan
• Kerja sama menata pameran
• Teknik & kreativitas
• Sikap selama pameran
-GLOSARIUM
1. Siluet – Bayangan hitam dari objek yang hanya menampilkan bentuk luar.
2. Sketsa – Gambar awal atau rancangan kasar sebelum pembuatan karya akhir.
3. Komposisi – Penataan elemen visual dalam karya seni agar seimbang dan harmonis.
4. Background – Bagian belakang lukisan yang menjadi latar.
5. Layer / Lapisan – Susunan cat atau elemen visual yang ditumpuk untuk efek tertentu.
6. Blending– Teknik mencampur warna agar transisi antarwarna menjadi halus.
7. Kontras – Perbedaan jelas antara dua elemen visual, seperti terang vs gelap.
8. Proporsi – Hubungan ukuran antara bagian-bagian karya agar seimbang.
9. Eksplorasi Visual – Proses mencoba berbagai teknik, warna, dan komposisi.
10. Orisinalitas– Tingkat keunikan dan kebaruan karya seni.
11. Estetika– Nilai keindahan dalam karya seni yang dinilai visual maupun emosional.
12. Peer Review– Penilaian atau umpan balik dari teman terhadap karya seni.
13. Tekun – Sikap konsisten dan penuh perhatian saat berkarya.
14. Mandiri– Kemampuan menyelesaikan karya sendiri tanpa bantuan terus-menerus.
15. Kreativitas – Kemampuan menghasilkan ide baru dan solusi artistik.
16. Finishing – Tahap terakhir untuk memastikan karya rapi dan siap ditampilkan.
[Link]-Proses memilih karya terbaik atau yang paling layak untuk dipamerkan
[Link]-Gaya menggambar atau melukis yang menekankan pola, motif, dan hiasan untuk
memperindah tampilan visual.
-LAMPIRAN
DAFTAR PUSTAKA
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2023). Dasar-Dasar Seni Rupa
untuk SMK/MAK Kelas X Semester 2. Jakarta: Kemdikbud.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2023). Seni Rupa Kelas X
Semester 1. Jakarta: Kemdikbud.
.Priyatno, A. (2015). Memahami Seni Rupa. Medan: Universitas Negeri Medan.
Rohidi, T. R. (2011). Kesenian dalam Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Samiae Naturae. (2023). Eksplorasi Media dan Cara Kerja Seni Lukis. Denpasar: ISI Denpasar.
Sumanto. (2005). Pengantar Apresiasi Seni. Yogyakarta: Esa Grafika Kemp,
W. (2020). A Beginner's Guide to Acrylics. Will Kemp Art School.
Commonwealth of Pennsylvania. (2020). Acrylic Painting Techniques. CBSD Schools.
Ministry of Education Singapore. (2018). Little Book of Art Lessons. Singapore: MOE.