Kontrak Pengadaan Mikroskop RSU Karel Sadsuitubun
Kontrak Pengadaan Mikroskop RSU Karel Sadsuitubun
SURAT PERJANJIAN
(KONTRAK)
PEKERJAAN:
PENGADAAN ALAT KESEHATAN
PADA RSU KAREL SADSUITUBUN
BELANJA MODAL ALAT KESEHATAN UMUM LAINNYA
(MICROSKOP MATA OK)
APPASAMY OPERATING MICROSCOPE BRILIANT
NOMOR : 027/118/APBD/RSUD-KS/2023
TANGGAL : 12 JUNI 2023
LOKASI : RSU KAREL SADSUITUBUN
BIAYA : Rp. 237.822.487
TERBILANG : DUA RATUS TIGA PULUH TUJUH JUTA
DELAPAN RATUS DUA PULUH DUA
RIBU EMPAT RATUS DELAPAN
PULUH TUJUH RUPIAH
SUMBER DANA : ANGGARAN PENDAPATAN BELANJA
DAERAH (APBD)
TAHUN ANGGARAN : 2023
PELAKSANA :
SURAT PERJANJIAN
Untuk melaksanakan paket pekerjaan :
SURAT PERJANJIAN ini berikut semua lampirannya (yang selanjutnya disebut “Kontrak”)
dibuat dan ditandatangani di Langgur pada hari Selasa tanggal Tiga Puluh Bulan Mei Tahun
Dua Ribu Dua Puluh Tiga antara dr. ERNI MUDHIATI, [Link].P selaku Pejabat Pembuat
Komitmen, yang bertindak untuk dan atas nama Rumah Sakit Umum Karel Sadsuitubun
Kabupaten Maluku Tenggara yang berkedudukan di Langgur, berdasarkan Surat Keputusan
Direktur Rumah Sakit Umum Karel Sadsuitubun Kabupaten Maluku Tenggara Nomor :
811.4/01.a/RSU-KS/I/2023 Tanggal 30 Januari 2023 (selanjutnya disebut “PPK”) dan
KAHONO, H selaku Direktur Utama PT. PANCARAYA KIRSNAMANDIRI, yang bertindak untuk
dan atas nama PT. PANCARAYA KRISNAMANDIRI, yang berkedudukan di KOMP. Ruko
Fatmawati Mas Blok II Kav. 228/229, Jl. Terogong Raya, RT.005 RW. 10 Kel. Cilandak Barat,
Kecamatan Cilandak Jakarta Selatan. Berdasarkan Akta Notaris Nomor 51 Tanggal 08 April
1994 yang dikeluarkan oleh Notaris H. A. KADIR USMAN dan NIB (Nomor Induk Berusaha)
8120105830986, (yang selanjutnya di sebut “Penyedia”).
MENGINGAT BAHWA :
(a) PPK telah meminta Penyedia untuk menyediakan Pengadaan Barang sebagaimana
diterangkan dalam Syarat – Syarat Umum Kontrak yang terlampir dalam Kontrak ini, yang
selanjutnya disebut “Penyedia”;
(b) Penyedia sebagaimana dinyatakan kepada PPK, memiliki keahlian professional, personal,
dan sumber daya teknis, serta telah menyetujui untuk menyediakan Pengadaan Barang
sesuai dengan persyaratan dan ketentuan dalam kontrak ini;
(c) PPK dan Penyedia menyatakan memiliki kewenangan untuk menandatangani Kontrak ini
dan mengikat pihak yang diwakili;
(d) PPK dan Penyedia mengakui dan menyatakan bahwa sehubungan dengan penandatanganan
Kontrak ini masing – masing pihak :
1) Telah dan senantiasa diberikan kesempatan untuk di dampingi oleh advokat;
2) Menandatangani kontrak ini setelah meneliti secara patut;
3) Telah membaca dan memahami secara penuh ketentuan Kontrak ini;
4) Telah mendapatkan kesempatan yang memadai untuk memeriksa dan
mengkonfirmasikan semua ketentuan dalam Kontrak ini beserta semua fakta dan
kondisi yang terkait.
MAKA OLEH KARENA ITU, PPK dan Penyedia dengan ini bersepakat dan menyetujui hal – hal
sebagai berikut :
1. Total harga Kontrak atau Nilai Kontrak atau Nilai Kontrak termasuk Pajak Pertambahan
Nilai (PPN) yang diperoleh berdasarkan kuantitas dan harga satuan pekerjaan sebagaimana
tercantum dalam Daftar Kuantitas dan harga adalah sebesar Rp. 237.822.487,- (Dua Ratus
Tiga Puluh Tujuh Juta Delapan Ratus Dua Puluh Dua Ribu Empat Ratus Delapan Puluh Tujuh
Rupiah);
2. Peristilahan dan ungkapan dalam Surat Perjanjian ini memiliki arti dan makna yang sama
seperti yang tercantum dalam Lampiran Surat Perjanjian ini;
3. Dokumen – dokumen berikut merupakan satu kesatuan dan bagian yang tidak terpisahkan
dari Kontrak ini :
a. Adendum Surat Perjanjian (apabila ada);
b. Daftar kuantitas dan harga (apabila ada);
c. Syarat – syarat khusus Kontrak;
d. Syarat – syarat umum Kontrak;
e. Spesifikasi khusus;
f. Gambar – gambar dan atau brosur
4. Dokumen Kontrak dibuat untuk saling menjelaskan satu sama lain dan jika terjadi
pertentangan antara ketentuan dalam suatu dokumen dengan ketentuan dalam dokumen
yang lain maka yang berlaku adalah ketentuan dalam dokumen yang lebih tinggi
berdasarkan urutan hirarki pada angka 3 (tiga) diatas;
5. Hak dan kewajiban timbal-balik PPK dan Penyedia dinyatakan dalam Kontrak yang meliputi
khususnya :
a. PPK mempunyai hak dan kewajiban untuk :
1) Mengawasi dan memeriksa pekerjaan yang dilaksanakan oleh Penyedia;
2) Meminta laporan – laporan secara periodic mengenai pelaksanaan pekerjaan yang
dilakukan oleh Penyedia;
3) Memberikan fasilitas berupa sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh Penyedia
untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan ketentuan Kontrak;
4) Membayar pekerjaan sesuai dengan harga yang tercantum dalam Kontrak yang telah
ditetapkan kepada Penyedia;
b. Penyedia mempunyai hak dan kewajiban untuk :
1) Menerima pembayaran untuk pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan harga yang telah
ditentukan dalam Kontrak;
2) Meminta fasilitas – fasilitas dalam bentuk sarana dan prasarana dari PPK untuk
kelancaran pelaksanaan pekerjaan sesuai ketentuan Kontrak;
3) Melaporkan pelaksanaan pekerjaan secara periodic kepada PPK;
4) Melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan jadwal pelaksanaan
pekerjaan yang telah ditetapkan dalam Kontrak;
5) Melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan secara cermat, akurat dan penuh
tanggung jawab dengan menyediakan tenaga kerja, bahan – bahan, peralatan,
angkutan ke atau dari lapangan, serta segala pekerjaan permanen maupun
sementara yang diperlukan untuk pelaksanaan, penyelesaian dan perbaikan
pekerjaan yang dirinci dalam Kontrak;
6) Memberikan keterangan – keterangan yang diperlukan untuk pemeriksaan
pelaksanaan yang dilakukan PPK;
7) Menyerahkan hasil pekerjaan sesuai dengan jadwal penyerahan pekerjaan yang
telah ditetapkan dalam Kontrak;
8) Mengambil langkah – langkah yang cukup memadai untuk melindungi lingkungan
tempat kerja dan membatasi perusahaan dan gangguan kepada masyarakat maupun
miliknya akibat kegiatan Penyedia.
6. Kontrak ini mulai berlaku efektif terhitung sejak tanggal yang ditetapkan dalam Syarat –
Syarat Umum/Khusus Kontrak dengan tanggal diterbitkannya SPMK dan penyelesaian
keseluruhan pekerjaan sebagaimana diatur dalam syarat – syarat Umum / Khusus Kontrak.
DENGAN DEMIKIAN, PPK dan Penyedia telah bersepakat untuk menandatangani Kontrak ini
pada tanggal tersebut diatas dan melaksanakan Kontrak sesuai dengan ketentuan peraturan
Perundang – Undangan di Republik Indonesia.
Penyedia
Nama Perusahaan : PT. PANCARAYA KRISNAMANDIRI
Nama : KAHONO. H
Alamat : KOMP. Ruko Fatmawati Mas Blok II Kav. 228/229, Jl.
Terogong Raya, RT.005 RW. 10 Kel. Cilandak Barat,
Kecamatan Cilandak Jakarta Selatan
Telepon : 021 – 7696181
Fax-Mail : 021 – 7696180
Website : -
e-Mail :
C. Wakil Sah Para Pihak Wakil Sah Para Pihak sebagai berikut :
Untuk PPK : dr. ERNI MUDHIATI, [Link].P
Untuk Penyedia : KAHONO. H
D. Tanggal Berlaku Kontrak mulai berlaku sejak tanggal 12 Juni Tahun 2023 sampai dengan
Kontrak tanggal 02 Agustus Tahun 2023.
E. Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan ini mulai dilaksanakan terhitung sejak tanggal 12 Juni 2023
Pekerjaan Tahun 2023, serta Penyedia wajib menyelesaikan pekerjaan selama : 50
hari (Lima Puluh) hari kalender.
F. Standar Penyedia wajib menyediakan barang yang telah memenuhi standar dan
spesifikasi Alat Kesehatan berupa Alat Kesehatan Rumah Sakit Umum
(MICROSKOP MATA OK) APPASAMY OPERATING MICROSCOPE BRILIANT
sesuai RAB/Surat Pesanan dan Spesifikasi Teknis Dalam Kontrak.
G. Pengepakan Pengepakan, penandaan dan penyertaan dokumen dalam dan diluar paket
Barang harus dilakukan sebagai berikut : bertuliskan Pengadaan Alat
Kesehatan (MICROSKOP MATA OK) APPASAMY OPERATING MICROSCOPE
BRILIANT pada RSU Karel Sadsuitubun Kabupaten Maluku Tenggara
“Semua sengketa yang timbul dari Kontrak ini, akan diselesaikan dan
diputuskan oleh Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) menurut
peraturan – peraturan administrasi dan peraturan – peraturan Prosedur
Arbitrase BANI, yang keputusannya mengikat kedua belah pihak yang
bersengketa sebagai keputusan tingkat pertama dan terakhir.
Para Pihak setuju bahwa jumlah arbitrator adalah 3 (tiga) orang, serta
masing – masing Pihak harus menunjuk seorang arbitrator dan kedua
arbitrator yang ditunjuk oleh Para Pihak akan memilih arbitrator Ketiga
yang akan bertindak sebagai “Pimpinan Arbitrator”. /
PEMERINTAH KABUPATEN MALUKU TENGGARA
RUMAH SAKIT UMUM KAREL SADSUITUBUN
Jalan Merdeka Raya No. 03 Ohoijang Watdek - Langgur (0916) 21612 – 21613 21614
E-mail : rsudks@[Link] Kode Pos 97611
A. KETENTUAN UMUM
1. Definisi Istilah-istilah yang digunakan dalam Syarat-Syarat Umum Kontrak ini harus
mempunyai arti atau tafsiran seperti yang dimaksudkan sebagai berikut:
1.1 Barang adalah setiap benda baik berwujud maupun tidak berwujud,
bergerak maupun tidak bergerak, yang dapat diperdagangkan, dipakai,
dipergunakan atau dimanfaatkan oleh Pengguna Barang;
1.2 Pengguna Anggaran yang selanjutnya disebut PA adalah Pejabat
pemegang kewenangan penggunaan anggaran Kementerian/
Lembaga/Satuan Kerja Perangkat Daerah atau Pejabat yang
disamakan pada Institusi lain Pengguna APBN/APBD;
1.3 Kuasa Pengguna Anggaran yang selanjutnya disebut KPA adalah
pejabat yang ditetapkan oleh PA untuk menggunakan APBN atau
ditetapkan Kepala Daerah untuk menggunakan APBD;
1.4 Pejabat Pembuat Komitmen yang selanjutnya disebut PPK adalah
pejabat yang bertanggung jawab atas pelaksanaan pengadaan barang.
1.5 Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan adalah panitia/pejabat
yang ditetapkan oleh PA/KPA yang bertugas memeriksa dan
menerima hasil pekerjaan;
1.6 Aparat Pengawas Intern Pemerintah atau pengawas intern pada
institusi lain yang selanjutnya disebut APIP adalah aparat yang
melakukan pengawasan melalui audit, reviu, evaluasi, pemantauan
dan kegiatan pengawasan lain terhadap penyelenggaraan tugas dan
fungsi organisasi.
1.7 Penyedia adalah badan usaha atau orang perseorangan yang
menyediakan barang;
1.8 Surat Jaminan yang selanjutnya disebut Jaminan, adalah jaminan
tertulis yang bersifat mudah dicairkan dan tidak bersyarat
(unconditional), yang dikeluarkan oleh Bank Umum/Perusahaan
Penjaminan/Perusahaan Asuransi yang diserahkan oleh
peserta/penyedia kepada PPK untuk menjamin terpenuhinya
kewajiban peserta/penyedia;
1.9 Kontrak Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang selanjutnya
disebut Kontrak adalah perjanjian tertulis antara PPK dengan
Penyedia dan mencakup Syarat-Syarat Umum Kontrak (SSUK) ini dan
Syarat-Syarat Khusus Kontrak (SSKK) serta dokumen lain yang
merupakan bagian dari Kontrak;
1.10 Nilai Kontrak adalah total harga yang tercantum dalam Kontrak.
1.11 Hari adalah hari kalender;
1.12 Daftar kuantitas dan harga (rincian harga penawaran) adalah
daftar kuantitas yang telah diisi harga satuan dan jumlah biaya
keseluruhannya yang merupakan bagian dari penawaran;
1.13 Harga Perkiraan sendiri (HPS) adalah perhitungan perkiraan biaya
pekerjaan yang ditetapkan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK),
dikalkulasikan secara keahlian berdasarkan data yang dapat
dipertanggungjawabkan serta digunakan oleh Pokja ULP untuk
menilai kewajaran penawaran termasuk rinciannya;
1.14 Pekerjaan utama adalah jenis pekerjaan yang secara langsung
menunjang terwujudnya dan berfungsinya suatu barang sesuai
peruntukannya yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan;
1.15 Jadwal waktu pelaksanaan adalah jadwal yang menunjukkan
kebutuhan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan,
terdiri atas tahap pelaksanaan yang disusun secara logis, realistik dan
dapat dilaksanakan.
1.16 Masa Kontrak adalah jangka waktu berlakunya Kontrak ini terhitung
sejak tanggal penandatanganan kontrak sampai dengan serah terima
barang.
1.17 Tanggal mulai kerja adalah tanggal mulai kerja penyedia yang
dinyatakan pada Surat Pesanan (SP) yang diterbitkan oleh Pejabat
Pembuat Komitmen (PPK).
1.18 Tanggal penyelesaian pekerjaan adalah adalah tanggal penyerahan
pekerjaan, yang dinyatakan dalam berita acara serah terima pekerjaan
yang diterbitkan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
1.19 Tempat Tujuan Akhir adalah lokasi yang tercantum dalam Syarat-
syarat khusus kontrak dan merupakan tempat dimana Barang akan
dipergunakan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
1.20 Tempat tujuan Pengiriman adalah tempat dimana kewajiban
pengiriman barang oleh Penyedia berakhir sesuai dengan istilah
pengiriman yang digunakan.
1.21 SPP adalah Surat Perintah Pembayaran yang diterbitkan oleh PPK dan
merupakan salah satu tahapan dalam mekanisme pelaksanaan
pembayaran atas beban APBN/APBD.
4.5 PPK yang terlibat dalam KKN dan penipuan dikenakan sanksi
berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.
5. Asal Barang 5.1 Penyedia harus menyampaikan asal material/bahan yang terdiri dari
rincian komponen dalam negeri dan komponen impor.
5.2 Asal barang merupakan tempat barang diperoleh, antara lain tempat
barang ditambang, tumbuh, atau diproduksi.
8. Pembukuan Penyedia diharapkan untuk melakukan pencatatan keuangan yang akurat dan
sistematis sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan ini berdasarkan
standar akuntansi yang berlaku.
10. Pengabaian Jika terjadi pengabaian oleh satu Pihak terhadap pelanggaran ketentuan
tertentu Kontrak oleh Pihak yang lain maka pengabaian tersebut tidak
menjadi pengabaian yang terus-menerus selama Masa Kontrak atau seketika
menjadi pengabaian terhadap pelanggaran ketentuan yang lain. Pengabaian
hanya dapat mengikat jika dapat dibuktikan secara tertulis dan
ditandatangani oleh Wakil Sah Pihak yang melakukan pengabaian.
11. Penyedia Penyedia berdasarkan Kontrak ini bertanggungjawab penuh terhadap
Mandiri personil dan subpenyedianya (jika ada) serta pekerjaan yang dilakukan oleh
mereka.
12. Jadwal 12.1 Kontrak ini berlaku efektif pada tanggal penandatanganan Surat
Pelaksanaan Perjanjian oleh para pihak atau pada tanggal yang ditetapkan dalam
Pekerjaan SSKK;
13. Program Mutu 13.1 Penyedia berkewajiban untuk menyerahkan program mutu pada rapat
persiapan pelaksanaan kontrak untuk disetujui oleh PPK.
14. Rapat 14.1 Selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sejak diterbitkan SP dan sebelum
Persiapan pelaksanaan pekerjaan, PPK bersama dengan Penyedia
Pelaksanaan menyelenggarakan rapat persiapan pelaksanaan kontrak.
Kontrak
14.2 Beberapa hal yang dibahas dan disepakati dalam rapat persiapan
pelaksanaan kontrak adalah:
a. program mutu;
b. organisasi kerja;
c. tata cara pengaturan pelaksanaan pekerjaan;
d. jadwal pelaksanaan pekerjaan;
e. penyusunan rencana dan pelaksanaan pemeriksaan lokasi
pekerjaan, apabila ada;
f. Rincian rencana pengiriman dan rencana pabrikasi barang, jika
barang yang akan diadakan memerlukan pabrikasi.
15. Lingkup Barang yang akan diadakan harus sesuai dengan daftar kuantitas dan harga
pekerjaan
16. Standar Penyedia harus menyediakan barang yang memenuhi spesifikasi dan
standar yang ditetapkan dalam Spesifikasi Teknis dan Gambar yang disusun
berdasarkan standar yang ditetapkan dalam SSKK.
17. Pengawasan 17.1 Selama berlangsungnya pelaksanaan pekerjaan, PPK jika dipandang
Pelaksanaan perlu dapat mengangkat Pengawas Pekerjaan yang berasal dari personil
Pekerjaan PPK. Pengawas Pekerjaan berkewajiban untuk mengawasi pelaksanaan
pekerjaan.
19. Pemeriksaan 19.1 Apabila diperlukan, pada tahap awal pelaksanaan Kontrak, PPK
Bersama bersama-sama dengan penyedia melakukan pemeriksaan lokasi
pekerjaan.
20. Inspeksi 20.1 PPK atau Tim Inspeksi yang ditunjuk PPK dapat melakukan inspeksi
Pabrikasi atas proses pabrikasi barang/peralatan khusus sebagaimana
ditetapkan dalam SSKK.
21. Pengepakan 21.1 Penyedia berkewajiban atas tanggungannya sendiri untuk mengepak
Barang sedemikian rupa sehingga Barang terhindar dan terlindungi
dari resiko kerusakan atau kehilangan selama masa transportasi atau
pada saat pengiriman dari tempat asal Barang sampai ke Tempat
Tujuan Akhir.
23.3 Barang yang dikirimkan secara CIF (Cost, Insurance and Freight) harus
diasuransikan untuk pertanggungan yang tercantum dalam SSKK
terhadap kerusakan atau kehilangan yang mungkin terjadi selama
pabrikasi atau proses perolehan, transportasi, penyimpanan dan
pengiriman sampai dengan Tempat Tujuan Pengiriman.
23.6 Semua biaya penutupan asuransi telah termasuk dalam nilai kontrak
24. Transportasi 24.1 Penyedia bertanggung jawab untuk mengatur pengangkutan Barang
(termasuk pemuatan dan penyimpanan) sampai dengan Tempat
Tujuan Pengiriman.
25. Risiko Semua resiko terhadap kerusakan atau kehilangan Barang tetap berada pada
Penyedia dan tidak akan beralih kepada PPK sampai dengan Tempat Tujuan
Pengiriman.
26. Pemeriksaan 26.1 PPK berhak untuk melakukan pemeriksaan dan pengujian atas Barang
dan Pengujian untuk memastikan kecocokannya dengan spesifikasi dan persyaratan
yang telah ditentukan dalam kontrak.
26.2 Pemeriksaan dan pengujian dapat dilakukan sendiri oleh penyedia dan
disaksikan oleh PPK atau diwakilkan kepada pihak ketiga.
26.6 Jika hasil pemeriksaan dan pengujian tidak sesuai dengan jenis dan
mutu Barang yang ditetapkan dalam Kontrak, PPK dan/atau
Pejabat/Panitia Penerima Hasil Pekerjaan berhak untuk menolak
Barang tersebut dan Penyedia atas biaya sendiri berkewajiban untuk
memperbaiki atau mengganti Barang yang tersebut.
26.7 Atas pelaksanaan pemeriksaan dan pengujian yang terpisah dari serah
terima Barang , PPK dan/atau Pejabat/Panitia Penerima Hasil
Pekerjaan membuat berita acara pemeriksaan yang ditandatangani
oleh PPK dan/atau Pejabat/Panitia Penerima Hasil Pekerjaan dan
Penyedia.
27. Uji Coba 27.1 Setelah barang dikirim, barang diuji-coba oleh penyedia disaksikan
oleh PPK dan/atau Pejabat/Panitia Penerima Hasil Pekerjaan;
27.4 Apabila hasil uji coba tidak sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan
dalam Kontrak, maka penyedia memperbaiki atau mengganti barang
tersebut dengan biaya sepenuhnya ditanggung penyedia.
28. Waktu 28.1 Kecuali Kontrak diputuskan lebih awal, penyedia berkewajiban
Penyelesaian menyelesaikan pekerjaan selambat-lambatnya pada tanggal
Pekerjaan penyelesaian yang ditetapkan dalam SSKK.
28.2 Jika pekerjaan tidak selesai pada tanggal penyelesaian bukan akibat
Keadaan Kahar atau Peristiwa Kompensasi atau karena kesalahan
atau kelalaian penyedia maka penyedia dikenakan denda.
28.4 Tanggal Penyelesaian yang dimaksud dalam Pasal ini adalah tanggal
penyelesaian semua pekerjaan.
29. Perpanjangan 29.1 Jika terjadi Peristiwa Kompensasi sehingga penyelesaian pekerjaan
Waktu akan melampaui Tanggal Penyelesaian maka penyedia berhak untuk
meminta perpanjangan Tanggal Penyelesaian berdasarkan data
penunjang. PPK berdasarkan pertimbangan Pengawas Pekerjaan
memperpanjang Tanggal Penyelesaian Pekerjaan secara tertulis.
Perpanjangan Tanggal Penyelesaian harus dilakukan melalui
adendum Kontrak jika perpanjangan tersebut mengubah Masa
Kontrak.
30. Incoterms 30.1 Kecuali diatur lain dalam SSKK maka istilah pengiriman dan
implikasinya terhadap hak dan kewajiban Para Pihak diatur
berdasarkan Incoterms.
30.2 Istilah-istilah pengiriman EXW, FOB dan CIF yang digunakan dalam
Kontrak ini tunduk kepada edisi terbaru Incoterms yang tercantum
dalam SSKK dan sebagaimana diterbitkan oleh the International
Chamber of Commerce.
32. Jaminan bebas 32.1 Penyedia dengan jaminan pabrikan dari produsen pabrikan (jika ada)
Cacat Mutu/ berkewajiban untuk menjamin bahwa selama penggunaan secara
Garansi wajar oleh PPK, Barang tidak mengandung cacat mutu yang
disebabkan oleh tindakan atau kelalaian Penyedia, atau cacat mutu
akibat desain, bahan, dan cara kerja.
32.2 Jaminan bebas cacat mutu ini berlaku sampai dengan 12 (dua belas)
bulan setelah serah terima Barang atau jangka waktu lain yang
ditetapkan dalam SSKK.
32.3 PPK akan menyampaikan pemberitahuan cacat mutu kepada Penyedia
segera setelah ditemukan cacat mutu tersebut selama Masa Layanan
Purnajual.
32.4 Terhadap pemberitahuan cacat mutu oleh PPK, Penyedia
berkewajiban untuk memperbaiki atau mengganti Barang dalam
jangka waktu yang ditetapkan dalam pemberitahuan tersebut.
32.5 Jika Penyedia tidak memperbaiki atau mengganti Barang akibat cacat
mutu dalam jangka waktu yang ditentukan maka PPK akan
menghitung biaya perbaikan yang diperlukan, dan PPK secara
langsung atau melalui pihak ketiga yang ditunjuk oleh PPK akan
melakukan perbaikan tersebut. Penyedia berkewajiban untuk
membayar biaya perbaikan atau penggantian tersebut sesuai dengan
klaim yang diajukan secara tertulis oleh PPK. Biaya tersebut dapat
dipotong oleh PPK dari nilai tagihan atau jaminan pelaksanaan
Penyedia.
33. Pedoman 33.1 Penyedia diwajibkan memberikan petunjuk kepada PPK tentang
Pengoperasian pedoman pengoperasian dan perawatan dalam jangka waktu
dan Perawatan sebagaimana ditetapkan dalam SSKK.
34. Layanan Penyedia harus melaksanakan beberapa atau semua layanan lanjutan
Tambahan sebagaimana tercantum dalam SSKK
B.3. Adendum
35. Perubahan 35.1 Kontrak hanya dapat diubah melalui adendum kontrak.
Kontrak
35.2 Perubahan Kontrak dapat dilaksanakan apabila disetujui oleh para
pihak, meliputi:
a. perubahan pekerjaan disebabkan oleh sesuatu hal yang dilakukan
oleh para pihak dalam kontrak sehingga mengubah lingkup
pekerjaan dalam kontrak;
b. perubahan jadwal pelaksanaan pekerjaan akibat adanya perubahan
pekerjaan; dan atau
c. perubahan nilai kontrak akibat adanya perubahan pekerjaan,
perubahan jadwal pelaksanaan pekerjaan dan/atau penyesuaian
harga.
36. Perubahan 36.1 Untuk pekerjaan yang menggunakan Kontrak Harga Satuan atau
Pekerjaan Kontrak Gabungan Lump Sum dan Harga Satuan, apabila terdapat
perbedaan yang signifikan antara kondisi lokasi pekerjaan/lapangan
pada saat pelaksanaan dengan gambar dan spesifikasi yang ditentukan
dalam Kontrak, maka:
a. PPK bersama penyedia dapat melakukan perubahan Kontrak yang
meliputi antara lain:
1) menambah atau mengurangi volume pekerjaan yang
tercantum dalam Kontrak;
2) mengurangi atau menambah jenis pekerjaan;
3) mengubah spesifikasi pekerjaan sesuai dengan keadaan di
lapangan; dan/atau
4) melaksanakan pekerjaan tambah yang belum tercantum
dalam Kontrak yang diperlukan untuk menyelesaikan seluruh
pekerjaan.
b. Pekerjaan tambah harus mempertimbangkan tersedianya
anggaran dan paling tinggi 10% (sepuluh perseratus) dari nilai
Kontrak awal;
c. Perintah perubahan pekerjaan dibuat oleh PPK secara tertulis
kepada penyedia kemudian dilanjutkan dengan negosiasi teknis
dan harga dengan tetap mengacu pada ketentuan yang tercantum
dalam Kontrak awal;
d. Hasil negosiasi tersebut dituangkan dalam Berita Acara sebagai
dasar penyusunan adendum Kontrak.
36.2 [Untuk pekerjaan yang menggunakan Kontrak Lump Sum atau Kontrak
Gabungan Lump Sum dan Harga Satuan pada bagian Lump Sum, tidak
dapat dilakukan perubahan Kontrak.]
37. Perubahan 37.1 [Untuk pekerjaan yang menggunakan Kontrak Harga Satuan atau
Jadwal Kontrak Gabungan Lump Sum dan Harga Satuan pada bagian harga
Pelaksanaan satuan perubahan jadwal dalam hal terjadi perpanjangan waktu
Pekerjaan pelaksanaan dapat diberikan oleh PPK atas pertimbangan yang layak
dan wajar untuk hal-hal sebagai berikut:
a. pekerjaan tambah;
b. perubahan disain;
c. keterlambatan yang disebabkan oleh PPK;
d. masalah yang timbul diluar kendali penyedia; dan/atau
e. Keadaan Kahar.]
38. Perubahan Perubahan nilai kontrak sebagai akibat perubahan pekerjaan dengan
Nilai Kontrak ketentuan perubahan nilai kontrak hanya dapat dilakukan sampai paling
tinggi 10% (sepuluh perseratus) dari nilai kontrak awal.
B.4. Keadaan Kahar
39. Pengertian 39.1 Yang dimaksud Keadaan Kahar dalam Kontrak ini adalah suatu
keadaan yang terjadi diluar kehendak para pihak dan tidak dapat
diperkirakan sebelumnya, sehingga kewajiban yang ditentukan dalam
Kontrak menjadi tidak dapat dipenuhi.
39.4 Tidak termasuk Keadaan Kahar adalah hal-hal yang merugikan akibat
perbuatan atau kelalaian Para Pihak.
39.6 Pada saat terjadinya Keadaan Kahar, Kontrak ini akan dihentikan
sementara hingga Keadaan Kahar berakhir dengan ketentuan,
Penyedia berhak untuk menerima pembayaran sesuai dengan prestasi
atau kemajuan pelaksanaan pekerjaan yang telah dicapai. Jika selama
masa Keadaan Kahar PPK memerintahkan secara tertulis kepada
Penyedia untuk meneruskan pekerjaan sedapat mungkin maka
Penyedia berhak untuk menerima pembayaran sebagaimana
ditentukan dalam Kontrak dan mendapat penggantian biaya yang
wajar sesuai dengan yang telah dikeluarkan untuk bekerja dalam
situasi demikian. Penggantian biaya ini harus diatur dalam suatu
adendum Kontrak.
40. Bukan Cidera 40.1 Kegagalan salah satu Pihak untuk memenuhi kewajibannya yang
Janji ditentukan dalam Kontrak bukan merupakan cidera janji atau
wanprestasi jika ketidakmampuan tersebut diakibatkan oleh Keadaan
Kahar, dan Pihak yang ditimpa Keadaan Kahar:
a. telah mengambil semua tindakan yang sepatutnya untuk
memenuhi kewajiban dalam Kontrak; dan
b. telah memberitahukan secara terrtulis kepada Pihak lain dalam
Kontrak selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari sejak terjadinya
Keadaan Kahar, dengan menyertakan salinan pernyataan Keadaan
Kahar yang dikeluarkan oleh pihak/instansi yang berwenang
sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
41. Perpanjangan Jangka waktu yang ditetapkan dalam Kontrak untuk pemenuhan kewajiban
Waktu Pihak yang tertimpa Keadaan Kahar harus diperpanjang sekurang-
kurangnya sama dengan jangka waktu terhentinya Kontrak akibat Keadaan
Kahar.
42. Pembayaran Pada saat terjadinya Keadaan Kahar, Kontrak ini akan dihentikan sementara
hingga Keadaan Kahar berakhir dengan ketentuan Penyedia berhak untuk
menerima pembayaran sesuai dengan prestasi atau kemajuan pelaksanaan
pengadaan yang telah dicapai. Jika selama masa Keadaan Kahar, PPK
memerintahkan secara tertulis kepada Penyedia untuk meneruskan
pengadaan sedapat mungkin maka Penyedia berhak untuk menerima
pembayaran sebagaimana ditentukan dalam Kontrak dan mendapat
penggantian biaya yang wajar sesuai dengan yang telah dikeluarkan untuk
melanjutkan pengadaan dalam situasi demikian.
44. Pemutusan Pemutusan kontrak dapat dilakukan oleh pihak PPK atau pihak Penyedia.
kontrak
45. Pemutusan 45.1 Menyimpang dari Pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang Hukum
Kontrak oleh Perdata, PPK dapat memutuskan Kontrak melalui pemberitahuan
PPK tertulis kepada Penyedia setelah terjadinya hal-hal sebagai berikut:
a. kebutuhan barang tidak dapat ditunda melebihi batas berakhirnya
kontrak;
b. berdasarkan penelitian PPK, Penyedia Barang tidak akan mampu
menyelesaikan keseluruhan pekerjaan walaupun diberikan
kesempatan sampai dengan 50 (lima puluh) hari kalender sejak
masa berakhirnya pelaksanaan pekerjaan untuk menyelesaikan
pekerjaan;
c. setelah diberikan kesempatan menyelesaikan pekerjaan sampai
dengan 50 (lima puluh) hari kalender sejak masa berakhirnya
pelaksanaan pekerjaan, Penyedia Barang tidak dapat
menyelesaikan pekerjaan;
d. Penyedia lalai/cidera janji dalam melaksanakan kewajibannya dan
tidak memperbaiki kelalaiannya dalam jangka waktu yang telah
ditetapkan;
e. Penyedia gagal mengirimkan Barang sesuai dengan Jadwal
Pengiriman dan Penyelesaian. Pemutusan dapat dilakukan hanya
terhadap bagian tertentu dari pengadaan yang gagal dikirimkan
atau diselesaikan. Dalam hal terjadi pemutusan, PPK dengan
caranya sendiri dapat memperoleh pasokan Barang yang gagal
dikirimkan atau diselesaikan. Penyedia berkewajiban untuk
mengganti selisih biaya (jika ada) yang dikeluarkan oleh PPK di atas
Nilai Kontrak ini untuk memasok Barang tersebut. Penyedia tetap
berkewajiban untuk meneruskan pelaksanaan bagian lain dari
pengadaan dalam Kontrak ini yang tidak diputuskan;
f. Penyedia berada dalam keadaan pailit;
g. Penyedia tidak mempertahankan keberlakuan Surat Jaminan
Pelaksanaan;
h. Penyedia terbukti melakukan KKN, kecurangan dan/atau
pemalsuan dalam proses Pengadaan yang diputuskan oleh instansi
yang berwenang; dan/atau
i. pengaduan tentang penyimpangan prosedur, dugaan KKN
dan/atau pelanggararan persaingan sehat dalam pelaksanaan
pengadaan dinyatakan benar oleh instansi yang berwenang.
46. Pemutusan 46.1 Menyimpang dari Pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang Hukum
Kontrak oleh Perdata, Penyedia dapat memutuskan Kontrak melalui pemberitahuan
Penyedia tertulis kepada PPK apabila PPK tidak menerbitkan SPP untuk
pembayaran tagihan angsuran sesuai dengan yang disepakati
sebagaimana tercantum dalam SSKK;
46.4 Dalam hal pemutusan Kontrak, maka PPK membayar kepada penyedia
sesuai dengan prestasi pekerjaan yang telah diterima oleh PPK sampai
dengan tanggal berlakunya pemutusan kontrak dikurangi denda
keterlambatan yang harus dibayar penyedia (apabila ada), serta
penyedia menyerahkan semua hasil pelaksanaan kepada PPK dan
selanjutnya menjadi hak milik PPK.
47. Pemutusan Dalam hal pemutusan Kontrak dilakukan karena PPK terlibat penyimpangan
Kontrak akibat prosedur, dugaan KKN dan/atau pelanggaran persaingan sehat dalam
lainnya pelaksanaan pengadaan, maka PPK dikenakan sanksi berdasarkan
perundang-undangan.
49. Tanggung Penyedia berkewajiban untuk memasok Barang sesuai dengan Lingkup
jawab Pengadaan, dan Jadwal Pengiriman dan Penyelesaian.
51. Hak Atas Penyedia berkewajiban untuk melindungi Pejabat Pembuat Komitmen dari
Kekayaan segala tuntutan atau klaim dari pihak ketiga atas pelanggaran Hak Atas
Intelektual Kekayaan Intelektual (HAKI) oleh penyedia.
52. Penanggungan 52.1 Penyedia berkewajiban untuk melindungi, membebaskan, dan
Dan Resiko menanggung tanpa batas PPK beserta instansinya terhadap semua
bentuk tuntutan, tanggung jawab, kewajiban, kehilangan, kerugian,
denda, gugatan atau tuntutan hukum, proses pemeriksaan hukum,
dan biaya yang dikenakan terhadap PPK beserta instansinya (kecuali
kerugian yang mendasari tuntutan tersebut disebabkan kesalahan
atau kelalaian berat PPK) sehubungan dengan klaim yang timbul dari
hal-hal berikut terhitung sejak Tanggal Mulai Kerja sampai dengan
tanggal penandatanganan berita acara penyerahan akhir:
a. kehilangan atau kerusakan peralatan dan harta benda Penyedia,
SubPenyedia (jika ada), dan Personil;
b. cidera tubuh, sakit atau kematian Personil;
c. kehilangan atau kerusakan harta benda, dan cidera tubuh, sakit
atau kematian pihak ketiga.
54. Usaha Mikro, 54.1 Penyedia dapat bekerja sama dengan penyedia Usaha Mikro, Usaha
Usaha Kecil Kecil dan Koperasi Kecil, antara lain dengan mensubkontrakkan
dan Koperasi sebagian pekerjaaannya.
Kecil 54.2 Dalam melaksanakan kewajiban di atas penyedia terpilih tetap
bertanggung jawab penuh atas keseluruhan pekerjaan tersebut.
54.3 Bentuk kerja sama tersebut hanya untuk sebagian pekerjaan yang
bukan pekerjaan utama.
54.4 Membuat laporan periodik mengenai pelaksanaan ketetetapan di
atas.
54.5 Apabila ketentuan tersebut di atas dilanggar, maka penyedia
dikenakan sanksi yang diatur dalam SSKK.
55. Kerjasama 55.1 Penyedia yang bukan berstatus Usaha Mikro dan Usaha Kecil serta
Antara koperasi kecil dapat bekerja sama dengan penyedia Usaha Mikro dan
Penyedia dan Usaha Kecil serta koperasi kecil sebagaimana ditetapkan dalam SSKK,
Sub Penyedia yaitu dengan mensubkontrakkan sebagian pekerjaan yang bukan
pekerjaan utama.
58. Kepemilikan Semua rancangan, gambar, spesifikasi, disain, laporan, dan dokumen-
Dokumen dokumen lain seperti piranti lunak yang dipersiapkan oleh penyedia
berdasarkan Kontrak ini sepenuhnya merupakan hak milik PPK. Penyedia
paling lambat pada waktu pemutusan atau akhir Masa Kontrak berkewajiban
untuk menyerahkan semua dokumen dan piranti lunak tersebut beserta
daftar rinciannya kepada PPK. Penyedia dapat menyimpan 1 (satu) buah
salinan tiap dokumen dan piranti lunak tersebut di atas di kemudian hari
diatur dalam SSKK.
60. Fasilitas PPK dapat memberikan fasilitas berupa sarana dan prasarana atau
kemudahan lainnya untuk kelancaran pelaksanaan pengadaan sebagaimana
yang tercantum dalam SSKK.
61. Peristiwa 61.1 Peristiwa kompensasi dapat diberikan kepada penyedia dalam hal
Kompensasi sebagai berikut:
a. PPK mengubah jadwal yang dapat mempengaruhi pelaksanaan
pekerjaan;
b. keterlambatan pembayaran kepada penyedia;
c. PPK tidak memberikan gambar-gambar, spesifikasi dan/atau
instruksi sesuai jadwal yang dibutuhkan;
d. PPK menginstruksikan kepada pihak penyedia untuk melakukan
pengujian tambahan yang setelah dilaksanakan pengujian
ternyata tidak ditemukan kerusakan/kegagalan/penyimpangan;
e. PPK memerintahkan penundaaan pelaksanaan pekerjaan;
f. ketentuan lain dalam SSKK.
61.5 Penyedia tidak berhak atas ganti rugi dan/ atau perpanjangan waktu
penyelesaian pekerjaan jika penyedia gagal atau lalai untuk
memberikan peringatan dini dalam mengantisipasi atau mengatasi
dampak Peristiwa Kompensasi.
62.3 [Rincian harga kontrak sesuai dengan rincian yang tercantum dalam
daftar kuantitas dan harga (untuk kontrak harga satuan atau kontrak
gabungan lump sum dan harga satuan).].
64. Penangguhan 75.1 PPK dapat menangguhkan pembayaran setiap angsuran prestasi
pekerjaan penyedia jika penyedia gagal atau lalai memenuhi
kewajiban kontraktualnya.
G. PENYELESAIAN PERSELISIHAN
66. Penyelesaian 78.1 Para Pihak berkewajiban untuk berupaya sungguh-sungguh
Perselisihan menyelesaikan secara damai semua perselisihan yang timbul dari
atau berhubungan dengan Kontrak ini atau interpretasinya selama
atau setelah pelaksanaan pekerjaan ini.
67. Itikad Baik 79.1 Para pihak bertindak berdasarkan asas saling percaya yang
disesuaikan dengan hak-hak yang terdapat dalam kontrak.
79.2 Para pihak setuju untuk melaksanakan perjanjian dengan jujur tanpa
menonjolkan kepentingan masing-masing pihak.
79.3 Apabila selama kontrak, salah satu pihak merasa dirugikan, maka
diupayakan tindakan yang terbaik untuk mengatasi keadaan
tersebut.
LAMPIRAN - LAMPIRAN