0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan28 halaman

Kontrak Pengadaan Mikroskop RSU Karel Sadsuitubun

Dokumen ini adalah surat perjanjian kontrak pengadaan alat kesehatan berupa mikroskop mata OK di RSU Karel Sadsuitubun dengan biaya Rp. 237.822.487, yang ditandatangani oleh Pejabat Pembuat Komitmen dan Direktur Utama PT. Pancaray Krisnamandiri. Pekerjaan dimulai pada 12 Juni 2023 dan harus selesai dalam waktu 50 hari kalender hingga 2 Agustus 2023. Kontrak ini mencakup hak dan kewajiban kedua belah pihak serta syarat-syarat khusus yang harus dipatuhi selama pelaksanaan pekerjaan.

Diunggah oleh

ohugesovopem76
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan28 halaman

Kontrak Pengadaan Mikroskop RSU Karel Sadsuitubun

Dokumen ini adalah surat perjanjian kontrak pengadaan alat kesehatan berupa mikroskop mata OK di RSU Karel Sadsuitubun dengan biaya Rp. 237.822.487, yang ditandatangani oleh Pejabat Pembuat Komitmen dan Direktur Utama PT. Pancaray Krisnamandiri. Pekerjaan dimulai pada 12 Juni 2023 dan harus selesai dalam waktu 50 hari kalender hingga 2 Agustus 2023. Kontrak ini mencakup hak dan kewajiban kedua belah pihak serta syarat-syarat khusus yang harus dipatuhi selama pelaksanaan pekerjaan.

Diunggah oleh

ohugesovopem76
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Dokumen

No. Tanggal Bulan Tahun


12 VI 2023

SURAT PERJANJIAN
(KONTRAK)
PEKERJAAN:
PENGADAAN ALAT KESEHATAN
PADA RSU KAREL SADSUITUBUN
BELANJA MODAL ALAT KESEHATAN UMUM LAINNYA
(MICROSKOP MATA OK)
APPASAMY OPERATING MICROSCOPE BRILIANT

NOMOR : 027/118/APBD/RSUD-KS/2023
TANGGAL : 12 JUNI 2023
LOKASI : RSU KAREL SADSUITUBUN
BIAYA : Rp. 237.822.487
TERBILANG : DUA RATUS TIGA PULUH TUJUH JUTA
DELAPAN RATUS DUA PULUH DUA
RIBU EMPAT RATUS DELAPAN
PULUH TUJUH RUPIAH
SUMBER DANA : ANGGARAN PENDAPATAN BELANJA
DAERAH (APBD)
TAHUN ANGGARAN : 2023
PELAKSANA :

PT. PANCARAYA KRISNAMANDIRI


PEMERINTAH KABUPATEN MALUKU TENGGARA
RUMAH SAKIT UMUM KAREL SADSUITUBUN
Jalan Merdeka Raya No. 03 Ohoijang Watdek - Langgur  (0916) 21612 – 21613  21614
E-mail : rsudks@[Link] Kode Pos 97611

SURAT PERJANJIAN
Untuk melaksanakan paket pekerjaan :

BELANJA MODAL ALAT KESEHATAN UMUM LAINNYA


(MICROSKOP MATA OK)
APPASAMY OPERATING MICROSCOPE BRILIANT
Nomor : 027/118/APBD/RSU-KS/2023
Tanggal : 12 Juni 2023

SURAT PERJANJIAN ini berikut semua lampirannya (yang selanjutnya disebut “Kontrak”)
dibuat dan ditandatangani di Langgur pada hari Selasa tanggal Tiga Puluh Bulan Mei Tahun
Dua Ribu Dua Puluh Tiga antara dr. ERNI MUDHIATI, [Link].P selaku Pejabat Pembuat
Komitmen, yang bertindak untuk dan atas nama Rumah Sakit Umum Karel Sadsuitubun
Kabupaten Maluku Tenggara yang berkedudukan di Langgur, berdasarkan Surat Keputusan
Direktur Rumah Sakit Umum Karel Sadsuitubun Kabupaten Maluku Tenggara Nomor :
811.4/01.a/RSU-KS/I/2023 Tanggal 30 Januari 2023 (selanjutnya disebut “PPK”) dan
KAHONO, H selaku Direktur Utama PT. PANCARAYA KIRSNAMANDIRI, yang bertindak untuk
dan atas nama PT. PANCARAYA KRISNAMANDIRI, yang berkedudukan di KOMP. Ruko
Fatmawati Mas Blok II Kav. 228/229, Jl. Terogong Raya, RT.005 RW. 10 Kel. Cilandak Barat,
Kecamatan Cilandak Jakarta Selatan. Berdasarkan Akta Notaris Nomor 51 Tanggal 08 April
1994 yang dikeluarkan oleh Notaris H. A. KADIR USMAN dan NIB (Nomor Induk Berusaha)
8120105830986, (yang selanjutnya di sebut “Penyedia”).
MENGINGAT BAHWA :
(a) PPK telah meminta Penyedia untuk menyediakan Pengadaan Barang sebagaimana
diterangkan dalam Syarat – Syarat Umum Kontrak yang terlampir dalam Kontrak ini, yang
selanjutnya disebut “Penyedia”;
(b) Penyedia sebagaimana dinyatakan kepada PPK, memiliki keahlian professional, personal,
dan sumber daya teknis, serta telah menyetujui untuk menyediakan Pengadaan Barang
sesuai dengan persyaratan dan ketentuan dalam kontrak ini;
(c) PPK dan Penyedia menyatakan memiliki kewenangan untuk menandatangani Kontrak ini
dan mengikat pihak yang diwakili;
(d) PPK dan Penyedia mengakui dan menyatakan bahwa sehubungan dengan penandatanganan
Kontrak ini masing – masing pihak :
1) Telah dan senantiasa diberikan kesempatan untuk di dampingi oleh advokat;
2) Menandatangani kontrak ini setelah meneliti secara patut;
3) Telah membaca dan memahami secara penuh ketentuan Kontrak ini;
4) Telah mendapatkan kesempatan yang memadai untuk memeriksa dan
mengkonfirmasikan semua ketentuan dalam Kontrak ini beserta semua fakta dan
kondisi yang terkait.

MAKA OLEH KARENA ITU, PPK dan Penyedia dengan ini bersepakat dan menyetujui hal – hal
sebagai berikut :
1. Total harga Kontrak atau Nilai Kontrak atau Nilai Kontrak termasuk Pajak Pertambahan
Nilai (PPN) yang diperoleh berdasarkan kuantitas dan harga satuan pekerjaan sebagaimana
tercantum dalam Daftar Kuantitas dan harga adalah sebesar Rp. 237.822.487,- (Dua Ratus
Tiga Puluh Tujuh Juta Delapan Ratus Dua Puluh Dua Ribu Empat Ratus Delapan Puluh Tujuh
Rupiah);
2. Peristilahan dan ungkapan dalam Surat Perjanjian ini memiliki arti dan makna yang sama
seperti yang tercantum dalam Lampiran Surat Perjanjian ini;
3. Dokumen – dokumen berikut merupakan satu kesatuan dan bagian yang tidak terpisahkan
dari Kontrak ini :
a. Adendum Surat Perjanjian (apabila ada);
b. Daftar kuantitas dan harga (apabila ada);
c. Syarat – syarat khusus Kontrak;
d. Syarat – syarat umum Kontrak;
e. Spesifikasi khusus;
f. Gambar – gambar dan atau brosur
4. Dokumen Kontrak dibuat untuk saling menjelaskan satu sama lain dan jika terjadi
pertentangan antara ketentuan dalam suatu dokumen dengan ketentuan dalam dokumen
yang lain maka yang berlaku adalah ketentuan dalam dokumen yang lebih tinggi
berdasarkan urutan hirarki pada angka 3 (tiga) diatas;
5. Hak dan kewajiban timbal-balik PPK dan Penyedia dinyatakan dalam Kontrak yang meliputi
khususnya :
a. PPK mempunyai hak dan kewajiban untuk :
1) Mengawasi dan memeriksa pekerjaan yang dilaksanakan oleh Penyedia;
2) Meminta laporan – laporan secara periodic mengenai pelaksanaan pekerjaan yang
dilakukan oleh Penyedia;
3) Memberikan fasilitas berupa sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh Penyedia
untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan ketentuan Kontrak;
4) Membayar pekerjaan sesuai dengan harga yang tercantum dalam Kontrak yang telah
ditetapkan kepada Penyedia;
b. Penyedia mempunyai hak dan kewajiban untuk :
1) Menerima pembayaran untuk pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan harga yang telah
ditentukan dalam Kontrak;
2) Meminta fasilitas – fasilitas dalam bentuk sarana dan prasarana dari PPK untuk
kelancaran pelaksanaan pekerjaan sesuai ketentuan Kontrak;
3) Melaporkan pelaksanaan pekerjaan secara periodic kepada PPK;
4) Melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan jadwal pelaksanaan
pekerjaan yang telah ditetapkan dalam Kontrak;
5) Melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan secara cermat, akurat dan penuh
tanggung jawab dengan menyediakan tenaga kerja, bahan – bahan, peralatan,
angkutan ke atau dari lapangan, serta segala pekerjaan permanen maupun
sementara yang diperlukan untuk pelaksanaan, penyelesaian dan perbaikan
pekerjaan yang dirinci dalam Kontrak;
6) Memberikan keterangan – keterangan yang diperlukan untuk pemeriksaan
pelaksanaan yang dilakukan PPK;
7) Menyerahkan hasil pekerjaan sesuai dengan jadwal penyerahan pekerjaan yang
telah ditetapkan dalam Kontrak;
8) Mengambil langkah – langkah yang cukup memadai untuk melindungi lingkungan
tempat kerja dan membatasi perusahaan dan gangguan kepada masyarakat maupun
miliknya akibat kegiatan Penyedia.
6. Kontrak ini mulai berlaku efektif terhitung sejak tanggal yang ditetapkan dalam Syarat –
Syarat Umum/Khusus Kontrak dengan tanggal diterbitkannya SPMK dan penyelesaian
keseluruhan pekerjaan sebagaimana diatur dalam syarat – syarat Umum / Khusus Kontrak.

DENGAN DEMIKIAN, PPK dan Penyedia telah bersepakat untuk menandatangani Kontrak ini
pada tanggal tersebut diatas dan melaksanakan Kontrak sesuai dengan ketentuan peraturan
Perundang – Undangan di Republik Indonesia.

Menerima dan Menyetujui Untuk dan atas nama


Untuk dan atas nama RSU Karel Sadsuitubun
Kabupaten Maluku Tenggara
PT. PANCARAYA KRISNAMANDIRI
Pejabat Pembuat Komitmen

dr. ERNI MUDHIATI, [Link].P


KAHONO. H
Pembina Tk. I
Direktur Utama
NIP. 19710410 200212 2 006
PEMERINTAH KABUPATEN MALUKU TENGGARA
RUMAH SAKIT UMUM KAREL SADSUITUBUN
Jalan Merdeka Raya No. 03 Ohoijang Watdek - Langgur  (0916) 21612 – 21613  21614
E-mail : rsudks@[Link] Kode Pos 97611

SURAT PERINTAH MULAI KERJA (SPMK)


Nomor : 027/118.a/APBD/RSU-KS/2023

Paket Pekerjaan : BELANJA MODAL ALAT KESEHATAN UMUM LAINNYA


(MICROSKOP MATA OK)
APPASAMY OPERATING MICROSCOPE BRILIANT

Yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama : dr. ERNI MUDHIATI, [Link].P


NIP : 19710410 200212 2 006
Jabatan : Direktur
Satuan Kerja : Rumah Sakit Karel Sadsuitubun Kabupaten Maluku Tenggara
Alamat : Jalan Merdeka Raya No. 03 Ohoijang Langgur Kel. Ohoijang Watdek
Kecamatan Kei Kecil Kabupaten Maluku Tenggara
Selanjutnya disebut sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)

Berdasarkan Surat Perjanjian (Kontrak) : 027/118/APBD/RSU-KS/2023 Tanggal Dua Belas


Bulan Juni Tahun 2023 bersama ini memerintahkan :
Nama : KAHONO. H
Jabatan : Direktur Utama
Nama Perusahaan : PT. PANCARAYA KRISNAMANDIRI
Alamat : KOMP. Ruko Fatmawati Mas Blok II Kav. 228/229, Jl. Terogong Raya,
RT.005 RW. 10 Kel. Cilandak Barat, Kecamatan Cilandak Jakarta Selatan.
Selanjutnya disebut sebagai Penyedia Jasa

Untuk memulai pekerjaan dengan memperhatikan ketentuan – ketentuan sebagai berikut :


1. Jenis Pekerjaan
BELANJA MODAL ALAT KESEHATAN UMUM LAINNYA (MICROSKOP MATA OK)
APPASAMY OPERATING MICROSCOPE BRILIANT

2. Tanggal Mulai Kerja


12 Juni 2023
3. Syarat – syarat pekerjaan
Sesuai dengan persyaratan (Syarat Umum Kontrak)
4. Waktu Penyelesaian Pekerjaan
50 (Lima Puluh) Hari Kalender dan pekerjaan harus/wajib sudah selesai pada tanggal 02
Agustus 2023
5. Denda
Sesuai dengan instruksi pada syarat – syarat khusus kontrak

Menerima dan Menyetujui Untuk dan atas nama


Untuk dan atas nama RSU Karel Sadsuitubun
Kabupaten Maluku Tenggara
PT. PANCARAYA KRISNAMANDIRI
Pejabat Pembuat Komitmen

dr. ERNI MUDHIATI, [Link].P


KAHONO. H
Pembina Tk. I
Direktur Utama
NIP. 19710410 200212 2 006
PEMERINTAH KABUPATEN MALUKU TENGGARA
RUMAH SAKIT UMUM KAREL SADSUITUBUN
Jalan Merdeka Raya No. 03 Ohoijang Watdek - Langgur  (0916) 21612 – 21613  21614
E-mail : rsudks@[Link] Kode Pos 97611

SYARAT – SYARAT KHUSUS KONTRAK (SSKK)


A. Jenis Kontrak Kontrak Harga Satuan
B. Korespondensi Alamat Para Pihak Sebagai berikut
PPK
Satuan Kerja : RSU Karel Sadsuitubun Kabupaten Maluku Tenggara
Nama : dr. ERNI MUDHIATI, [Link].P
Alamat : Jalan Merdeka Raya No. 03 Ohoijang – Langgur
Telepon : 081298655289
Website : -
Fax-Mail : 0916 – 21614
e-Mail : rsudks@[Link]

Penyedia
Nama Perusahaan : PT. PANCARAYA KRISNAMANDIRI
Nama : KAHONO. H
Alamat : KOMP. Ruko Fatmawati Mas Blok II Kav. 228/229, Jl.
Terogong Raya, RT.005 RW. 10 Kel. Cilandak Barat,
Kecamatan Cilandak Jakarta Selatan
Telepon : 021 – 7696181
Fax-Mail : 021 – 7696180
Website : -
e-Mail :
C. Wakil Sah Para Pihak Wakil Sah Para Pihak sebagai berikut :
Untuk PPK : dr. ERNI MUDHIATI, [Link].P
Untuk Penyedia : KAHONO. H

D. Tanggal Berlaku Kontrak mulai berlaku sejak tanggal 12 Juni Tahun 2023 sampai dengan
Kontrak tanggal 02 Agustus Tahun 2023.
E. Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan ini mulai dilaksanakan terhitung sejak tanggal 12 Juni 2023
Pekerjaan Tahun 2023, serta Penyedia wajib menyelesaikan pekerjaan selama : 50
hari (Lima Puluh) hari kalender.
F. Standar Penyedia wajib menyediakan barang yang telah memenuhi standar dan
spesifikasi Alat Kesehatan berupa Alat Kesehatan Rumah Sakit Umum
(MICROSKOP MATA OK) APPASAMY OPERATING MICROSCOPE BRILIANT
sesuai RAB/Surat Pesanan dan Spesifikasi Teknis Dalam Kontrak.
G. Pengepakan Pengepakan, penandaan dan penyertaan dokumen dalam dan diluar paket
Barang harus dilakukan sebagai berikut : bertuliskan Pengadaan Alat
Kesehatan (MICROSKOP MATA OK) APPASAMY OPERATING MICROSCOPE
BRILIANT pada RSU Karel Sadsuitubun Kabupaten Maluku Tenggara

H. Pengiriman Rincian pengiriman dan dokumen terkait lainnya yang harus/wajib


diserahkan oleh penyedia adalah : Surat Jalan / Pengiriman dari Ekspedisi
dan dokumentasi, serta dokumen tersebut harus sudah diterima oleh PPK
sebelum serah terima barang. Jika dokumen tidak diterima maka Penyedia
dinyatakan bertanggungjawab penuh atas setiap biaya yang
diakibatkannya.
I. Transportasi Barang harus / wajib diangkut sampai ditempat tujuan akhir yang telah
ditentukan. (YA/TIDAK)
J. Serah Terima Serah terima dilakukan pada :
Rumah Sakit Umum Karel Sadsuitubun Kabupaten Maluku Tenggara
Alamat :
Jalan Merdeka Raya No. 03 Langgur Kel. Ohoijang Watdek – Kec. Kei Kecil
Kabupaten Maluku Tenggara Provinsi Maluku
K. Pemeriksaan dan Pemeriksaan dan pengujian yang dilaksanakan / dilakukan meliputi :
Pengujian
- Bentuk Fisik, jumlah dan keaslian barang
- Pemeriksaan Uji Fungsi Alat
- Training penggunaan terkait kelengkapan dan kelayakan alat, garansi /
purna jual Alat Kesehatan (MICROSKOP MATA OK) APPASAMY
OPERATING MICROSCOPE BRILIANT
- Pemeriksaan dan pengujian dilaksanakan oleh Tim / Staf Distributor
Alat Penyedia dan Panitia / Pejabat Pemeriksa Barang/Jasa Rumah
Sakit Umum Karel Sadsuitubun Kabupaten Maluku Tenggara.
L. Garansi Garansi wajib meliputi :
- Masa tanggungjawab cacat mutu / garansi berlaku selama 12 (dua
belas) bulan setelah serah terima barang;
- Masa layanan purna jual berlaku selama 10 (sepuluh) sampai dengan
12 (dua belas) bulan setelah serah terima barang;
M. Pedoman Pedoman pengoperasian dan perawatan harus diserahkan selambat –
Pengoperasian dan lambatnya 7 (tujuh) hari kalender setelah tanggal penandatanganan Berita
perawatan Acara penyerahan barang.
N. Layanan Tambahan Penyedia harus menyediakan layanan tambahan berupa : -
O. Waktu Penyelesaian Penyedia wajib menyelesaikan pekerjaan pengadaan barang ini selama : 50
Pekerjaan hari (Lima Puluh) hari kalender.
P. Harga Kontrak Kontrak ini dibiayai dari Sumber Pendanaan Dana APBD Rumah Sakit
Umum Karel Sadsuitubun Tahun 2023
Q. Pembayaran Uang Kontrak ini dapat diberikan uang Muka :
Muka TIDAK
E. Pembayaran Prestasi Pembayaran prestasi pekerjaan dilakukan dengan cara :
Pekerjaan - Sekaligus pada Paket Pekerjaan ini tidak dibayarkan uang Muka
Dokumen penunjang yang dipersyaratkan untuk mengajukan tagihan
pembayaran yaitu berupa :
- Berita Acara Pemeriksaan Barang Oleh Panitia / Pejabat Pemeriksa
Hasil Pekerjaan RSU Karel Sadsuitubun Kabupaten Maluku Tenggara
- Berita Acara Serah Terima Barang;
- Dokumentasi Pemeriksaan
- Berita Acara Persetujuan Pembayaran
S. Pembayaran Denda Denda dibayar oleh Penyedia apabila :
- Keterlambatan dalam pengiriman barang;
- Denda atau ganti rugi dibayar oleh penyedia dengan cara menyetor
Denda Keterlambatan ke Kas Daerah Pemerintah Kabupaten Maluku
Tenggara
- Besarnya denda sebesar 1/1000 (satu perseribu) dari nilai SPK
sebelum PPN sesuai dengan syarat – syarat Umum Kontrak, apabila
bagian pekerjaan yang sudah / telah dilaksanakan belum berfungsi

T. Kepemilikan Dokumen Penyedia diperbolehkan menggunakan Salinan dokumen yang dihasilkan


dari pekerjaan barang / Kontrak ini dengan pembatasan sebagai berikut :
Mendapatkan IZIN dari PPK
U. Penyelesaian Jika perselisihan para Pihak mengenai pelaksanaan Kontrak tidak dapat
Perselisihan diselesaikan secara damai, maka Para Pihak menetapkan Lembaga
penyelesaian perselisihan tersebut dibawah sebagai Pemutus Sengketa :

Pengadilan Republik Indonesia yang berkompeten/Badan Arbitrase


Nasional (BANI)
(Jika BANI yang dipilih sebagai Lembaga Pemutus Sengketa, maka
cantumkan klausul arbitrase berikut tepat dibawah pilihan yang dibuat
diatas)

“Semua sengketa yang timbul dari Kontrak ini, akan diselesaikan dan
diputuskan oleh Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) menurut
peraturan – peraturan administrasi dan peraturan – peraturan Prosedur
Arbitrase BANI, yang keputusannya mengikat kedua belah pihak yang
bersengketa sebagai keputusan tingkat pertama dan terakhir.
Para Pihak setuju bahwa jumlah arbitrator adalah 3 (tiga) orang, serta
masing – masing Pihak harus menunjuk seorang arbitrator dan kedua
arbitrator yang ditunjuk oleh Para Pihak akan memilih arbitrator Ketiga
yang akan bertindak sebagai “Pimpinan Arbitrator”. /
PEMERINTAH KABUPATEN MALUKU TENGGARA
RUMAH SAKIT UMUM KAREL SADSUITUBUN
Jalan Merdeka Raya No. 03 Ohoijang Watdek - Langgur  (0916) 21612 – 21613  21614
E-mail : rsudks@[Link] Kode Pos 97611

SYARAT – SYARAT UMUM KONTRAK (SSKK)

A. KETENTUAN UMUM
1. Definisi Istilah-istilah yang digunakan dalam Syarat-Syarat Umum Kontrak ini harus
mempunyai arti atau tafsiran seperti yang dimaksudkan sebagai berikut:

1.1 Barang adalah setiap benda baik berwujud maupun tidak berwujud,
bergerak maupun tidak bergerak, yang dapat diperdagangkan, dipakai,
dipergunakan atau dimanfaatkan oleh Pengguna Barang;
1.2 Pengguna Anggaran yang selanjutnya disebut PA adalah Pejabat
pemegang kewenangan penggunaan anggaran Kementerian/
Lembaga/Satuan Kerja Perangkat Daerah atau Pejabat yang
disamakan pada Institusi lain Pengguna APBN/APBD;
1.3 Kuasa Pengguna Anggaran yang selanjutnya disebut KPA adalah
pejabat yang ditetapkan oleh PA untuk menggunakan APBN atau
ditetapkan Kepala Daerah untuk menggunakan APBD;
1.4 Pejabat Pembuat Komitmen yang selanjutnya disebut PPK adalah
pejabat yang bertanggung jawab atas pelaksanaan pengadaan barang.
1.5 Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan adalah panitia/pejabat
yang ditetapkan oleh PA/KPA yang bertugas memeriksa dan
menerima hasil pekerjaan;
1.6 Aparat Pengawas Intern Pemerintah atau pengawas intern pada
institusi lain yang selanjutnya disebut APIP adalah aparat yang
melakukan pengawasan melalui audit, reviu, evaluasi, pemantauan
dan kegiatan pengawasan lain terhadap penyelenggaraan tugas dan
fungsi organisasi.
1.7 Penyedia adalah badan usaha atau orang perseorangan yang
menyediakan barang;
1.8 Surat Jaminan yang selanjutnya disebut Jaminan, adalah jaminan
tertulis yang bersifat mudah dicairkan dan tidak bersyarat
(unconditional), yang dikeluarkan oleh Bank Umum/Perusahaan
Penjaminan/Perusahaan Asuransi yang diserahkan oleh
peserta/penyedia kepada PPK untuk menjamin terpenuhinya
kewajiban peserta/penyedia;
1.9 Kontrak Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang selanjutnya
disebut Kontrak adalah perjanjian tertulis antara PPK dengan
Penyedia dan mencakup Syarat-Syarat Umum Kontrak (SSUK) ini dan
Syarat-Syarat Khusus Kontrak (SSKK) serta dokumen lain yang
merupakan bagian dari Kontrak;
1.10 Nilai Kontrak adalah total harga yang tercantum dalam Kontrak.
1.11 Hari adalah hari kalender;
1.12 Daftar kuantitas dan harga (rincian harga penawaran) adalah
daftar kuantitas yang telah diisi harga satuan dan jumlah biaya
keseluruhannya yang merupakan bagian dari penawaran;
1.13 Harga Perkiraan sendiri (HPS) adalah perhitungan perkiraan biaya
pekerjaan yang ditetapkan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK),
dikalkulasikan secara keahlian berdasarkan data yang dapat
dipertanggungjawabkan serta digunakan oleh Pokja ULP untuk
menilai kewajaran penawaran termasuk rinciannya;
1.14 Pekerjaan utama adalah jenis pekerjaan yang secara langsung
menunjang terwujudnya dan berfungsinya suatu barang sesuai
peruntukannya yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan;
1.15 Jadwal waktu pelaksanaan adalah jadwal yang menunjukkan
kebutuhan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan,
terdiri atas tahap pelaksanaan yang disusun secara logis, realistik dan
dapat dilaksanakan.
1.16 Masa Kontrak adalah jangka waktu berlakunya Kontrak ini terhitung
sejak tanggal penandatanganan kontrak sampai dengan serah terima
barang.
1.17 Tanggal mulai kerja adalah tanggal mulai kerja penyedia yang
dinyatakan pada Surat Pesanan (SP) yang diterbitkan oleh Pejabat
Pembuat Komitmen (PPK).
1.18 Tanggal penyelesaian pekerjaan adalah adalah tanggal penyerahan
pekerjaan, yang dinyatakan dalam berita acara serah terima pekerjaan
yang diterbitkan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
1.19 Tempat Tujuan Akhir adalah lokasi yang tercantum dalam Syarat-
syarat khusus kontrak dan merupakan tempat dimana Barang akan
dipergunakan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
1.20 Tempat tujuan Pengiriman adalah tempat dimana kewajiban
pengiriman barang oleh Penyedia berakhir sesuai dengan istilah
pengiriman yang digunakan.
1.21 SPP adalah Surat Perintah Pembayaran yang diterbitkan oleh PPK dan
merupakan salah satu tahapan dalam mekanisme pelaksanaan
pembayaran atas beban APBN/APBD.

2. Penerapan SSUK diterapkan secara luas dalam pelaksanaan pekerjaan pengadaan


barang tetapi tidak dapat bertentangan dengan ketentuan-ketentuan dalam
Dokumen Kontrak lain yang lebih tinggi berdasarkan urutan hierarki dalam
Surat Perjanjian.
3. Bahasa dan 3.1 Bahasa kontrak harus dalam bahasa Indonesia [kecuali dalam rangka
Hukum pinjaman/hibah luar negeri menggunakan bahasa Indonesia dan
bahasa nasional pemberi pinjaman/hibah tersebut dan/atau bahasa
Inggris].

3.2 Hukum yang digunakan adalah hukum yang berlaku di Indonesia,


[kecuali dalam rangka pinjaman/hibah luar negeri menggunakan
hukum yang berlaku di Indonesia atau hukum yang berlaku di negara
pemberi pinjaman/hibah (tergantung kesepakatan pemerintah dan
negara pemberi pinjaman/hibah)].

4. Larangan 4.1 Berdasarkan etika pengadaan barang/jasa pemerintah, para pihak


Korupsi, dilarang untuk:
Kolusi, dan a. menawarkan, menerima atau menjanjikan untuk memberi atau
Nepotisme menerima hadiah atau imbalan berupa apa saja atau melakukan
(KKN) serta tindakan lainnya untuk mempengaruhi siapapun yang diketahui
Penipuan atau patut dapat diduga berkaitan dengan pengadaan ini;
b. membuat dan/atau menyampaikan secara tidak benar dokumen
dan/atau keterangan lain yang disyaratkan untuk penyusunan dan
pelaksanaan kontrak ini.

4.2 Penyedia menjamin bahwa yang bersangkutan (termasuk semua


anggota Kemitraan/KSO apabila berbentuk Kemitraan/KSO) dan sub
penyedianya (jika ada) tidak akan melakukan tindakan yang dilarang
diatas.
4.3 Penyedia yang menurut penilaian PPK terbukti melakukan larangan-
larangan diatas dapat dikenakan sanksi-sanksi administrastif sebagai
berikut:
a. Pemutusan Kontrak;
b. Jaminan Pelaksanaan dicairkan dan disetor sebagaimana
ditetapkan dalam SSKK.
c. Sisa uang muka harus dilunasi oleh Penyedia; dan
d. Dimasukkan dalam daftar hitam

4.4 Pengenaan sanksi administratif diatas dilaporkan oleh PPK kepada


Menteri/Kepala Lembaga/ Kepala Daerah/Pimpinan Institusi.

4.5 PPK yang terlibat dalam KKN dan penipuan dikenakan sanksi
berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

5. Asal Barang 5.1 Penyedia harus menyampaikan asal material/bahan yang terdiri dari
rincian komponen dalam negeri dan komponen impor.

5.2 Asal barang merupakan tempat barang diperoleh, antara lain tempat
barang ditambang, tumbuh, atau diproduksi.

5.3 Barang diadakan harus diutamakan barang yang manufaktur,


pabrikasi, perakitan, dan penyelesaian akhir pekerjaannya dilakukan
di Indonesia (produksi dalam negeri).

5.4 Jika dalam proses pembuatan Barang digunakan komponen berupa


barang, jasa, atau gabungan keduanya yang tidak berasal dari dalam
negeri (impor) maka penggunaan komponen impor harus sesuai
dengan besaran TKDN yang tercantum dalam Daftar Inventarisasai
Barang/Jasa produksi Dalam Negeri yang diterbitkan oleh
Kementerian yang membidangi perindustrian dan dinyatakan oleh
Penyedia dalam Formulir Rekapitulasi Perhitungan TKDN (apabila
diberikan preferensi harga) yang merupakan bagian dari Penawaran
Penyedia.

6. Korespondensi Semua pemberitahuan, permohonan, atau persetujuan berdasarkan Kontrak


ini harus dibuat secara tertulis dalam Bahasa Indonesia, dan dianggap telah
diberitahukan jika telah disampaikan secara langsung kepada wakil sah Para
Pihak dalam SSUK, atau jika disampaikan melalui surat tercatat, e-mail
dan/atau faksimili yang ditujukan ke alamat yang tercantum dalam SSKK.
7. Wakil sah para Setiap tindakan yang dipersyaratkan atau diperbolehkan untuk dilakukan,
pihak dan setiap dokumen yang dipersyaratkan atau diperbolehkan untuk dibuat
berdasarkan Kontrak ini oleh PPK atau Penyedia hanya dapat dilakukan atau
dibuat oleh pejabat yang disebutkan dalam SSKK. Khusus untuk penyedia
perseorangan, Penyedia tidak boleh diwakilkan.

8. Pembukuan Penyedia diharapkan untuk melakukan pencatatan keuangan yang akurat dan
sistematis sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan ini berdasarkan
standar akuntansi yang berlaku.

9. Perpajakan Penyedia, Subpenyedia (jika ada), dan Personil yang bersangkutan


berkewajiban untuk membayar semua pajak, bea, retribusi, dan pungutan
lain yang sah yang dibebankan oleh peraturan perpajakan atas pelaksanaan
Kontrak ini. Semua pengeluaran perpajakan ini dianggap telah termasuk
dalam Nilai Kontrak.

10. Pengabaian Jika terjadi pengabaian oleh satu Pihak terhadap pelanggaran ketentuan
tertentu Kontrak oleh Pihak yang lain maka pengabaian tersebut tidak
menjadi pengabaian yang terus-menerus selama Masa Kontrak atau seketika
menjadi pengabaian terhadap pelanggaran ketentuan yang lain. Pengabaian
hanya dapat mengikat jika dapat dibuktikan secara tertulis dan
ditandatangani oleh Wakil Sah Pihak yang melakukan pengabaian.
11. Penyedia Penyedia berdasarkan Kontrak ini bertanggungjawab penuh terhadap
Mandiri personil dan subpenyedianya (jika ada) serta pekerjaan yang dilakukan oleh
mereka.

B. PELAKSANAAN, PENYELESAIAN, ADENDUM DAN PEMUTUSAN KONTRAK

12. Jadwal 12.1 Kontrak ini berlaku efektif pada tanggal penandatanganan Surat
Pelaksanaan Perjanjian oleh para pihak atau pada tanggal yang ditetapkan dalam
Pekerjaan SSKK;

12.2 Waktu pelaksanaan kontrak adalah jangka waktu yang ditentukan


dalam syarat-syarat khusus kontrak dihitung sejak tanggal mulai kerja
yang tercantum dalam SPMK;

12.3 Penyedia harus menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal yang


ditentukan dalam SSKK;

12.4 Apabila penyedia berpendapat tidak dapat menyelesaikan pekerjaan


sesuai jadwal karena keadaan diluar pengendaliannya dan penyedia
telah melaporkan kejadian tersebut kepada PPK, maka PPK dapat
melakukan penjadwalan kembali pelaksanaan tugas penyedia dengan
adendum kontrak

B.1 Pelaksanaan Pekerjaan

13. Program Mutu 13.1 Penyedia berkewajiban untuk menyerahkan program mutu pada rapat
persiapan pelaksanaan kontrak untuk disetujui oleh PPK.

13.2 Program mutu disusun oleh penyedia paling sedikit berisi:


a. informasi pengadaan barang;
b. organisasi kerja penyedia;
c. jadwal pelaksanaan pekerjaan;
d. prosedur pelaksanaan pekerjaan;
e. prosedur instruksi kerja; dan
f. pelaksana kerja.

13.3 Program mutu dapat direvisi sesuai dengan kondisi lapangan.

13.4 Penyedia berkewajiban untuk memutakhirkan program mutu jika


terjadi adendum kontrak dan peristiwa kompensasi.

13.5 Pemutakhiran program mutu harus menunjukan perkembangan


kemajuan setiap pekerjaan dan dampaknya terhadap penjadwalan sisa
pekerjaan. Pemutakhiran program mutu harus mendapat persetujuan
dari PPK.

13.6 Persetujuan PPK terhadap program mutu tidak mengubah kewajiban


kontraktual penyedia.

14. Rapat 14.1 Selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sejak diterbitkan SP dan sebelum
Persiapan pelaksanaan pekerjaan, PPK bersama dengan Penyedia
Pelaksanaan menyelenggarakan rapat persiapan pelaksanaan kontrak.
Kontrak
14.2 Beberapa hal yang dibahas dan disepakati dalam rapat persiapan
pelaksanaan kontrak adalah:
a. program mutu;
b. organisasi kerja;
c. tata cara pengaturan pelaksanaan pekerjaan;
d. jadwal pelaksanaan pekerjaan;
e. penyusunan rencana dan pelaksanaan pemeriksaan lokasi
pekerjaan, apabila ada;
f. Rincian rencana pengiriman dan rencana pabrikasi barang, jika
barang yang akan diadakan memerlukan pabrikasi.
15. Lingkup Barang yang akan diadakan harus sesuai dengan daftar kuantitas dan harga
pekerjaan

16. Standar Penyedia harus menyediakan barang yang memenuhi spesifikasi dan
standar yang ditetapkan dalam Spesifikasi Teknis dan Gambar yang disusun
berdasarkan standar yang ditetapkan dalam SSKK.

17. Pengawasan 17.1 Selama berlangsungnya pelaksanaan pekerjaan, PPK jika dipandang
Pelaksanaan perlu dapat mengangkat Pengawas Pekerjaan yang berasal dari personil
Pekerjaan PPK. Pengawas Pekerjaan berkewajiban untuk mengawasi pelaksanaan
pekerjaan.

17.2 Dalam melaksanakan kewajibannya, Pengawas Pekerjaan selalu


bertindak untuk kepentingan PPK. Jika tercantum dalam SSKK,
Pengawas Pekerjaan dapat bertindak sebagai Wakil Sah PPK.

18. Perintah Penyedia berkewajiban untuk melaksanakan semua perintah Pengawas


Pekerjaan yang sesuai dengan kewenangan Pengawas Pekerjaan dalam
kontrak ini.

19. Pemeriksaan 19.1 Apabila diperlukan, pada tahap awal pelaksanaan Kontrak, PPK
Bersama bersama-sama dengan penyedia melakukan pemeriksaan lokasi
pekerjaan.

19.2 Untuk pemeriksaan bersama ini, PA/KPA dapat membentuk


Panitia/Pejabat Peneliti Pelaksanaan Kontrak atas usul PPK.

19.3 Hasil pemeriksaan bersama dituangkan dalam Berita Acara. Apabila


dalam pemeriksaan bersama mengakibatkan perubahan isi Kontrak,
maka harus dituangkan dalam adendum Kontrak.

20. Inspeksi 20.1 PPK atau Tim Inspeksi yang ditunjuk PPK dapat melakukan inspeksi
Pabrikasi atas proses pabrikasi barang/peralatan khusus sebagaimana
ditetapkan dalam SSKK.

20.2 Jadwal, tempat dan ruang lingkup inspeksi sesuai SSKK.

20.3 Biaya pelaksanaan inspeksi termasuk dalam harga Kontrak.

21. Pengepakan 21.1 Penyedia berkewajiban atas tanggungannya sendiri untuk mengepak
Barang sedemikian rupa sehingga Barang terhindar dan terlindungi
dari resiko kerusakan atau kehilangan selama masa transportasi atau
pada saat pengiriman dari tempat asal Barang sampai ke Tempat
Tujuan Akhir.

21.2 Penyedia harus melakukan pengepakan, penandaan, dan penyertaan


dokumen identitas Barang di dalam dan di luar paket Barang
sebagaimana ditetapkan dalam SSKK..

22. Pengiriman 22.1 Penyedia berkewajiban untuk menyelesaikan pengiriman barang


sesuai dengan jadwal pengiriman. Dokumen rincian pengiriman dan
dokumen terkait lainnya diatur dalam SSKK.

22.2 Sarana transportasi yang dipakai diatur dalam SSKK.


22.3 Untuk barang-barang yang mudah rusak atau berisiko tinggi, penyedia
harus memberikan informasi secara rinci tentang cara
penanganannya.

23. Asuransi 23.1 Penyedia harus mengasuransikan barang-barang yang akan


diserahkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan
yang berlaku dan ketentuan yang tercantum dalam SSKK;
23.2 Penyedia harus mengasuransikan pengiriman barang-barang sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan
ketentuan yang tercantum dalam SSKK

23.3 Barang yang dikirimkan secara CIF (Cost, Insurance and Freight) harus
diasuransikan untuk pertanggungan yang tercantum dalam SSKK
terhadap kerusakan atau kehilangan yang mungkin terjadi selama
pabrikasi atau proses perolehan, transportasi, penyimpanan dan
pengiriman sampai dengan Tempat Tujuan Pengiriman.

23.4 Asuransi terhadap Barang harus diteruskan sampai ke Tempat Tujuan


Akhir, sebagaimana ditetapkan dalam SSKK

23.5 Penerima manfaat harus dijelaskan dalam dokumen asuransi


sebagaimana ditetapkan dalam SSKK.

23.6 Semua biaya penutupan asuransi telah termasuk dalam nilai kontrak
24. Transportasi 24.1 Penyedia bertanggung jawab untuk mengatur pengangkutan Barang
(termasuk pemuatan dan penyimpanan) sampai dengan Tempat
Tujuan Pengiriman.

24.2 Transportasi Barang harus diteruskan sampai dengan Tempat Tujuan


Akhir sebagaimana ditetapkan dalam SSKK.

24.3 Semua biaya transportasi (termasuk pemuatan dan penyimpanan)


telah termasuk di dalam Nilai Kontrak.

25. Risiko Semua resiko terhadap kerusakan atau kehilangan Barang tetap berada pada
Penyedia dan tidak akan beralih kepada PPK sampai dengan Tempat Tujuan
Pengiriman.

26. Pemeriksaan 26.1 PPK berhak untuk melakukan pemeriksaan dan pengujian atas Barang
dan Pengujian untuk memastikan kecocokannya dengan spesifikasi dan persyaratan
yang telah ditentukan dalam kontrak.

26.2 Pemeriksaan dan pengujian dapat dilakukan sendiri oleh penyedia dan
disaksikan oleh PPK atau diwakilkan kepada pihak ketiga.

26.3 Pemeriksaan dan Pengujian dilaksanakan sebagaimana diatur dalam


SSKK.

26.4 Biaya pemeriksaan dan pengujian ditanggung oleh Penyedia.

26.5 Pemeriksaan dan pengujian dilakukan di tempat yang ditentukan


dalam SSKK, dan dihadiri oleh PPK dan/atau Pejabat/Panitia Penerima
Hasil Pekerjaan. Penyedia berkewajiban untuk memberikan akses
kepada PPK dan/atau Pejabat/Panitia Penerima Hasil Pekerjaan tanpa
biaya. Jika pemeriksaan dan pengujian dilakukan di luar Tempat
Tujuan Akhir maka semua biaya kehadiran PPK dan/atau
Pejabat/Panitia Penerima Hasil Pekerjaan merupakan tanggungan
PPK.

26.6 Jika hasil pemeriksaan dan pengujian tidak sesuai dengan jenis dan
mutu Barang yang ditetapkan dalam Kontrak, PPK dan/atau
Pejabat/Panitia Penerima Hasil Pekerjaan berhak untuk menolak
Barang tersebut dan Penyedia atas biaya sendiri berkewajiban untuk
memperbaiki atau mengganti Barang yang tersebut.

26.7 Atas pelaksanaan pemeriksaan dan pengujian yang terpisah dari serah
terima Barang , PPK dan/atau Pejabat/Panitia Penerima Hasil
Pekerjaan membuat berita acara pemeriksaan yang ditandatangani
oleh PPK dan/atau Pejabat/Panitia Penerima Hasil Pekerjaan dan
Penyedia.
27. Uji Coba 27.1 Setelah barang dikirim, barang diuji-coba oleh penyedia disaksikan
oleh PPK dan/atau Pejabat/Panitia Penerima Hasil Pekerjaan;

27.2 Hasil uji coba dituangkan dalam berita acara;

27.3 Apabila pengoperasian barang tersebut memerlukan keahlian khusus


maka harus dilakukan pelatihan kepada PPK oleh penyedia, biaya
pelatihan termasuk dalam harga barang;

27.4 Apabila hasil uji coba tidak sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan
dalam Kontrak, maka penyedia memperbaiki atau mengganti barang
tersebut dengan biaya sepenuhnya ditanggung penyedia.

28. Waktu 28.1 Kecuali Kontrak diputuskan lebih awal, penyedia berkewajiban
Penyelesaian menyelesaikan pekerjaan selambat-lambatnya pada tanggal
Pekerjaan penyelesaian yang ditetapkan dalam SSKK.

28.2 Jika pekerjaan tidak selesai pada tanggal penyelesaian bukan akibat
Keadaan Kahar atau Peristiwa Kompensasi atau karena kesalahan
atau kelalaian penyedia maka penyedia dikenakan denda.

28.3 Jika keterlambatan tersebut semata-mata disebabkan oleh Peristiwa


Kompensasi maka PPK dikenakan kewajiban pembayaran ganti rugi.
Denda atau ganti rugi tidak dikenakan jika Tanggal Penyelesaian
disepakati oleh Para Pihak untuk diperpanjang.

28.4 Tanggal Penyelesaian yang dimaksud dalam Pasal ini adalah tanggal
penyelesaian semua pekerjaan.

29. Perpanjangan 29.1 Jika terjadi Peristiwa Kompensasi sehingga penyelesaian pekerjaan
Waktu akan melampaui Tanggal Penyelesaian maka penyedia berhak untuk
meminta perpanjangan Tanggal Penyelesaian berdasarkan data
penunjang. PPK berdasarkan pertimbangan Pengawas Pekerjaan
memperpanjang Tanggal Penyelesaian Pekerjaan secara tertulis.
Perpanjangan Tanggal Penyelesaian harus dilakukan melalui
adendum Kontrak jika perpanjangan tersebut mengubah Masa
Kontrak.

29.2 PPK berdasarkan pertimbangan Pengawas Pekerjaan harus telah


menetapkan ada tidaknya perpanjangan dan untuk berapa lama,
dalam jangka waktu 21 (dua puluh satu) hari setelah penyedia
meminta perpanjangan. Jika penyedia lalai untuk memberikan
peringatan dini atas keterlambatan atau tidak dapat bekerja sama
untuk mencegah keterlambatan maka keterlambatan seperti ini tidak
dapat dijadikan alasan untuk memperpanjang Tanggal Penyelesaian.

30. Incoterms 30.1 Kecuali diatur lain dalam SSKK maka istilah pengiriman dan
implikasinya terhadap hak dan kewajiban Para Pihak diatur
berdasarkan Incoterms.

30.2 Istilah-istilah pengiriman EXW, FOB dan CIF yang digunakan dalam
Kontrak ini tunduk kepada edisi terbaru Incoterms yang tercantum
dalam SSKK dan sebagaimana diterbitkan oleh the International
Chamber of Commerce.

B.2 Penyelesaian Kontrak


31. Serah Terima 31.1 Setelah pekerjaan selesai 100% (seratus perseratus), penyedia
Barang mengajukan permintaan secara tertulis kepada PPK untuk
penyerahan pekerjaan;

31.2 Serah terima Barang dilakukan di tempat sebagaimana ditetapkan


dalam SSKK. .
31.3 Dalam rangka penilaian hasil pekerjaan, PPK menugaskan
Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan.
31.4 Pejabat/Panitia Penerima Hasil Pekerjaan melakukan penilaian
terhadap hasil pekerjaan yang telah diselesaikan oleh penyedia.
Apabila terdapat kekurangan-kekurangan dan/atau cacat hasil
pekerjaan, Pejabat/Panitia Penerima Hasil Pekerjaan
menyampaikan kepada PPK untuk meminta penyedia memperbaiki/
menyelesaikannya.

31.5 Pejabat/Panitia Penerima Hasil Pekerjaan berkewajiban untuk


memeriksa kebenaran dokumen identitas Barang dan
membandingkan kesesuaiannya dengan dokumen rincian
pengiriman.

31.6 Jika identitas Barang tidak sesuai dengan dokumen rincian


pengiriman Pejabat/Panitia Penerima Hasil Pekerjaan dapat secara
langsung meminta Penyedia melakukan pemeriksaan serta
pengujian (jika diperlukan) Barang .

31.7 Jika Barang dianggap tidak memenuhi persyaratan Kontrak maka


Pejabat/Panitia Penerima Hasil Pekerjaan berhak untuk menolak
Barang tersebut.

31.8 Atas pelaksanaan serah terima Barang, Pejabat/Panitia Penerima


Hasil Pekerjaan membuat berita acara serah terima yang
ditandatangani oleh Pejabat/Panitia Penerima Hasil Pekerjaan dan
Penyedia.

31.9 Jika pengoperasian Barang memerlukan keahlian khusus maka


Penyedia berkewajiban untuk melakukan pelatihan (jika ada)
sebagaimana tercantum dalam Jadwal Pengiriman dan Penyelesaian
kepada PPK atau pihak lain yang ditunjuk oleh PPK. Biaya pelatihan
termasuk dalam Nilai Kontrak.

31.10 Penilaian hasil pekerjaan, dilaksanakan oleh Panitia/Pejabat


Penerima Hasil Pekerjaan.

31.11 PPK menerima penyerahan pekerjaan setelah:


a. seluruh hasil pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan
Kontrak dan diterima oleh Panitia/Pejabat Penerima Hasil
Pekerjaan; dan
b. Penyedia menyerahkan sertifikat garansi kepada PPK (apabila
diperlukan)

31.12 Jika Barang tidak dikirimkan sesuai dengan Jadwal Pengiriman


bukan akibat Keadaan Kahar atau karena kesalahan atau kelalaian
Penyedia maka Penyedia dikenakan denda keterlambatan.

32. Jaminan bebas 32.1 Penyedia dengan jaminan pabrikan dari produsen pabrikan (jika ada)
Cacat Mutu/ berkewajiban untuk menjamin bahwa selama penggunaan secara
Garansi wajar oleh PPK, Barang tidak mengandung cacat mutu yang
disebabkan oleh tindakan atau kelalaian Penyedia, atau cacat mutu
akibat desain, bahan, dan cara kerja.

32.2 Jaminan bebas cacat mutu ini berlaku sampai dengan 12 (dua belas)
bulan setelah serah terima Barang atau jangka waktu lain yang
ditetapkan dalam SSKK.
32.3 PPK akan menyampaikan pemberitahuan cacat mutu kepada Penyedia
segera setelah ditemukan cacat mutu tersebut selama Masa Layanan
Purnajual.
32.4 Terhadap pemberitahuan cacat mutu oleh PPK, Penyedia
berkewajiban untuk memperbaiki atau mengganti Barang dalam
jangka waktu yang ditetapkan dalam pemberitahuan tersebut.

32.5 Jika Penyedia tidak memperbaiki atau mengganti Barang akibat cacat
mutu dalam jangka waktu yang ditentukan maka PPK akan
menghitung biaya perbaikan yang diperlukan, dan PPK secara
langsung atau melalui pihak ketiga yang ditunjuk oleh PPK akan
melakukan perbaikan tersebut. Penyedia berkewajiban untuk
membayar biaya perbaikan atau penggantian tersebut sesuai dengan
klaim yang diajukan secara tertulis oleh PPK. Biaya tersebut dapat
dipotong oleh PPK dari nilai tagihan atau jaminan pelaksanaan
Penyedia.

32.6 Terlepas dari kewajiban penggantian biaya, PPK dapat memasukkan


Penyedia yang lalai memperbaiki cacat mutu ke dalam daftar hitam.

33. Pedoman 33.1 Penyedia diwajibkan memberikan petunjuk kepada PPK tentang
Pengoperasian pedoman pengoperasian dan perawatan dalam jangka waktu
dan Perawatan sebagaimana ditetapkan dalam SSKK.

33.2 Apabila penyedia tidak memberikan pedoman pengoperasian dan


perawatan, PPK berhak menahan pembayaran sebesar 5 (lima) persen
dari nilai kontrak.

34. Layanan Penyedia harus melaksanakan beberapa atau semua layanan lanjutan
Tambahan sebagaimana tercantum dalam SSKK

B.3. Adendum
35. Perubahan 35.1 Kontrak hanya dapat diubah melalui adendum kontrak.
Kontrak
35.2 Perubahan Kontrak dapat dilaksanakan apabila disetujui oleh para
pihak, meliputi:
a. perubahan pekerjaan disebabkan oleh sesuatu hal yang dilakukan
oleh para pihak dalam kontrak sehingga mengubah lingkup
pekerjaan dalam kontrak;
b. perubahan jadwal pelaksanaan pekerjaan akibat adanya perubahan
pekerjaan; dan atau
c. perubahan nilai kontrak akibat adanya perubahan pekerjaan,
perubahan jadwal pelaksanaan pekerjaan dan/atau penyesuaian
harga.

35.3 Perubahan kontrak sebagaimana dimaksud pada angka 38.2 tidak


dapat dilakukan untuk kontrak lump sum dan bagian lump sum dari
kontrak gabungan lump sum dan harga satuan.

35.4 Untuk kepentingan perubahan kontrak, PA/KPA dapat membentuk


Panitia/Pejabat Peneliti Pelaksanaan Kontrak atas usul PPK.

36. Perubahan 36.1 Untuk pekerjaan yang menggunakan Kontrak Harga Satuan atau
Pekerjaan Kontrak Gabungan Lump Sum dan Harga Satuan, apabila terdapat
perbedaan yang signifikan antara kondisi lokasi pekerjaan/lapangan
pada saat pelaksanaan dengan gambar dan spesifikasi yang ditentukan
dalam Kontrak, maka:
a. PPK bersama penyedia dapat melakukan perubahan Kontrak yang
meliputi antara lain:
1) menambah atau mengurangi volume pekerjaan yang
tercantum dalam Kontrak;
2) mengurangi atau menambah jenis pekerjaan;
3) mengubah spesifikasi pekerjaan sesuai dengan keadaan di
lapangan; dan/atau
4) melaksanakan pekerjaan tambah yang belum tercantum
dalam Kontrak yang diperlukan untuk menyelesaikan seluruh
pekerjaan.
b. Pekerjaan tambah harus mempertimbangkan tersedianya
anggaran dan paling tinggi 10% (sepuluh perseratus) dari nilai
Kontrak awal;
c. Perintah perubahan pekerjaan dibuat oleh PPK secara tertulis
kepada penyedia kemudian dilanjutkan dengan negosiasi teknis
dan harga dengan tetap mengacu pada ketentuan yang tercantum
dalam Kontrak awal;
d. Hasil negosiasi tersebut dituangkan dalam Berita Acara sebagai
dasar penyusunan adendum Kontrak.

36.2 [Untuk pekerjaan yang menggunakan Kontrak Lump Sum atau Kontrak
Gabungan Lump Sum dan Harga Satuan pada bagian Lump Sum, tidak
dapat dilakukan perubahan Kontrak.]

37. Perubahan 37.1 [Untuk pekerjaan yang menggunakan Kontrak Harga Satuan atau
Jadwal Kontrak Gabungan Lump Sum dan Harga Satuan pada bagian harga
Pelaksanaan satuan perubahan jadwal dalam hal terjadi perpanjangan waktu
Pekerjaan pelaksanaan dapat diberikan oleh PPK atas pertimbangan yang layak
dan wajar untuk hal-hal sebagai berikut:
a. pekerjaan tambah;
b. perubahan disain;
c. keterlambatan yang disebabkan oleh PPK;
d. masalah yang timbul diluar kendali penyedia; dan/atau
e. Keadaan Kahar.]

[Untuk pekerjaan yang menggunakan Kontrak Gabungan Lump Sum


dan Harga Satuan pada bagian Lump Sum, perubahan jadwal dalam
hal terjadi perpanjangan waktu pelaksanaan dapat diberikan oleh PPK
atas pertimbangan yang layak dan wajar untuk hal-hal sebagai
berikut:
a. keterlambatan yang disebabkan oleh PPK;
b. masalah yang timbul diluar kendali penyedia; dan/atau
c. keadaan kahar.]

37.2 Waktu penyelesaian pekerjaan dapat diperpanjang sekurang-


kurangnya sama dengan waktu terhentinya kontrak akibat Keadaan
Kahar.

37.3 PPK dapat menyetujui perpanjangan waktu pelaksanaan setelah


melakukan penelitian terhadap usulan tertulis yang diajukan oleh
penyedia.

37.4 PPK dapat menugaskan Panitia/Pejabat Peneliti Pelaksanaan Kontrak


untuk meneliti kelayakan usaha perpanjangan waktu pelaksanaan.

37.5 Persetujuan perpanjangan waktu pelaksanaan dituangkan dalam


adendum Kontrak.

38. Perubahan Perubahan nilai kontrak sebagai akibat perubahan pekerjaan dengan
Nilai Kontrak ketentuan perubahan nilai kontrak hanya dapat dilakukan sampai paling
tinggi 10% (sepuluh perseratus) dari nilai kontrak awal.
B.4. Keadaan Kahar
39. Pengertian 39.1 Yang dimaksud Keadaan Kahar dalam Kontrak ini adalah suatu
keadaan yang terjadi diluar kehendak para pihak dan tidak dapat
diperkirakan sebelumnya, sehingga kewajiban yang ditentukan dalam
Kontrak menjadi tidak dapat dipenuhi.

39.2 Yang digolongkan Keadaan Kahar meliputi:


a. Bencana alam;
b. Bencana non alam;
c. Bencana sosial;
d. Pemogokan;
e. Kebakaran; dan/atau
f. Gangguan industri lainnya sebagaimana dinyatakan melalui
keputusan bersama Menteri Keuangan dan menteri teknis terkait

39.3 Apabila terjadi Keadaan Kahar, maka Penyedia memberitahukan


kepada PPK paling lambat 14 (empat belas) hari sejak terjadinya
Keadaan Kahar, dengan menyertakan pernyataan Keadaan Kahar dari
pejabat yang berwenang, sesuai ketentuan peraturan perundang-
undangan.

39.4 Tidak termasuk Keadaan Kahar adalah hal-hal yang merugikan akibat
perbuatan atau kelalaian Para Pihak.

39.5 Jangka waktu yang ditetapkan dalam Kontrak untuk pemenuhan


kewajiban Pihak yang tertimpa Keadaan Kahar harus diperpanjang
sekurang-kurangnya sama dengan jangka waktu terhentinya Kontrak
akibat Keadaan Kahar.

39.6 Pada saat terjadinya Keadaan Kahar, Kontrak ini akan dihentikan
sementara hingga Keadaan Kahar berakhir dengan ketentuan,
Penyedia berhak untuk menerima pembayaran sesuai dengan prestasi
atau kemajuan pelaksanaan pekerjaan yang telah dicapai. Jika selama
masa Keadaan Kahar PPK memerintahkan secara tertulis kepada
Penyedia untuk meneruskan pekerjaan sedapat mungkin maka
Penyedia berhak untuk menerima pembayaran sebagaimana
ditentukan dalam Kontrak dan mendapat penggantian biaya yang
wajar sesuai dengan yang telah dikeluarkan untuk bekerja dalam
situasi demikian. Penggantian biaya ini harus diatur dalam suatu
adendum Kontrak.

40. Bukan Cidera 40.1 Kegagalan salah satu Pihak untuk memenuhi kewajibannya yang
Janji ditentukan dalam Kontrak bukan merupakan cidera janji atau
wanprestasi jika ketidakmampuan tersebut diakibatkan oleh Keadaan
Kahar, dan Pihak yang ditimpa Keadaan Kahar:
a. telah mengambil semua tindakan yang sepatutnya untuk
memenuhi kewajiban dalam Kontrak; dan
b. telah memberitahukan secara terrtulis kepada Pihak lain dalam
Kontrak selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari sejak terjadinya
Keadaan Kahar, dengan menyertakan salinan pernyataan Keadaan
Kahar yang dikeluarkan oleh pihak/instansi yang berwenang
sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

40.2 Keterlambatan pengadaan akibat Keadaan Kahar tidak dikenakan


sanksi.

41. Perpanjangan Jangka waktu yang ditetapkan dalam Kontrak untuk pemenuhan kewajiban
Waktu Pihak yang tertimpa Keadaan Kahar harus diperpanjang sekurang-
kurangnya sama dengan jangka waktu terhentinya Kontrak akibat Keadaan
Kahar.

42. Pembayaran Pada saat terjadinya Keadaan Kahar, Kontrak ini akan dihentikan sementara
hingga Keadaan Kahar berakhir dengan ketentuan Penyedia berhak untuk
menerima pembayaran sesuai dengan prestasi atau kemajuan pelaksanaan
pengadaan yang telah dicapai. Jika selama masa Keadaan Kahar, PPK
memerintahkan secara tertulis kepada Penyedia untuk meneruskan
pengadaan sedapat mungkin maka Penyedia berhak untuk menerima
pembayaran sebagaimana ditentukan dalam Kontrak dan mendapat
penggantian biaya yang wajar sesuai dengan yang telah dikeluarkan untuk
melanjutkan pengadaan dalam situasi demikian.

B.5. Penghentian dan Pemutusan kontrak


43. Penghentian 43.1 Penghentian Kontrak dapat dilakukan karena pekerjaan sudah selesai
Kontrak atau terjadi Keadaan Kahar.
43.2 Dalam hal Kontrak dihentikan, maka PPK wajib membayar kepada
penyedia sesuai dengan prestasi pekerjaan yang telah dicapai sampai
dengan tanggal berlakunya penghentian kontrak.

44. Pemutusan Pemutusan kontrak dapat dilakukan oleh pihak PPK atau pihak Penyedia.
kontrak
45. Pemutusan 45.1 Menyimpang dari Pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang Hukum
Kontrak oleh Perdata, PPK dapat memutuskan Kontrak melalui pemberitahuan
PPK tertulis kepada Penyedia setelah terjadinya hal-hal sebagai berikut:
a. kebutuhan barang tidak dapat ditunda melebihi batas berakhirnya
kontrak;
b. berdasarkan penelitian PPK, Penyedia Barang tidak akan mampu
menyelesaikan keseluruhan pekerjaan walaupun diberikan
kesempatan sampai dengan 50 (lima puluh) hari kalender sejak
masa berakhirnya pelaksanaan pekerjaan untuk menyelesaikan
pekerjaan;
c. setelah diberikan kesempatan menyelesaikan pekerjaan sampai
dengan 50 (lima puluh) hari kalender sejak masa berakhirnya
pelaksanaan pekerjaan, Penyedia Barang tidak dapat
menyelesaikan pekerjaan;
d. Penyedia lalai/cidera janji dalam melaksanakan kewajibannya dan
tidak memperbaiki kelalaiannya dalam jangka waktu yang telah
ditetapkan;
e. Penyedia gagal mengirimkan Barang sesuai dengan Jadwal
Pengiriman dan Penyelesaian. Pemutusan dapat dilakukan hanya
terhadap bagian tertentu dari pengadaan yang gagal dikirimkan
atau diselesaikan. Dalam hal terjadi pemutusan, PPK dengan
caranya sendiri dapat memperoleh pasokan Barang yang gagal
dikirimkan atau diselesaikan. Penyedia berkewajiban untuk
mengganti selisih biaya (jika ada) yang dikeluarkan oleh PPK di atas
Nilai Kontrak ini untuk memasok Barang tersebut. Penyedia tetap
berkewajiban untuk meneruskan pelaksanaan bagian lain dari
pengadaan dalam Kontrak ini yang tidak diputuskan;
f. Penyedia berada dalam keadaan pailit;
g. Penyedia tidak mempertahankan keberlakuan Surat Jaminan
Pelaksanaan;
h. Penyedia terbukti melakukan KKN, kecurangan dan/atau
pemalsuan dalam proses Pengadaan yang diputuskan oleh instansi
yang berwenang; dan/atau
i. pengaduan tentang penyimpangan prosedur, dugaan KKN
dan/atau pelanggararan persaingan sehat dalam pelaksanaan
pengadaan dinyatakan benar oleh instansi yang berwenang.

45.2 Dalam hal terjadi pemutusan Kontrak dilakukan karena kesalahan


penyedia:
a. [Jaminan Pelaksanaan dicairkan (untuk nilai paket diatas
Rp200.000.000,00) (dua ratus juta rupiah)];
b. sisa Uang Muka harus dilunasi oleh penyedia atau Jaminan Uang
Muka dicairkan (apabila ada);
c. penyedia membayar denda keterlambatan (apabila terdapat
pemutusan kontrak terhadap bagian kontrak yang belum
diselesaikan);
d. penyedia dimasukkan dalam Daftar Hitam. dan/atau;
e. PPK membayar kepada penyedia sesuai dengan pencapaian
prestasi pekerjaan yang telah diterima oleh PPK sampai dengan
tanggal berlakunya pemutusan kontrak dikurangi denda
keterlambatan yang harus dibayar penyedia (apabila ada), serta
penyedia menyerahkan semua hasil pelaksanaan kepada PPK dan
selanjutnya menjadi hak milik PPK.

46. Pemutusan 46.1 Menyimpang dari Pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang Hukum
Kontrak oleh Perdata, Penyedia dapat memutuskan Kontrak melalui pemberitahuan
Penyedia tertulis kepada PPK apabila PPK tidak menerbitkan SPP untuk
pembayaran tagihan angsuran sesuai dengan yang disepakati
sebagaimana tercantum dalam SSKK;

46.2 Penyedia dapat memutuskan Kontrak apabila PPK gagal mematuhi


keputusan akhir penyelesaian perselisihan. Dalam hal ini pemutusan
kontrak dilakukan sekurang-kurangnya 30 (tiga puluh) hari setelah
penyedia menyampaikan pemberitahuan rencana Pemutusan Kontrak
secara tertulis kepada PPK.

46.3 Kejadian sebagaimana dimaksud angka 49.2 adalah :


a. akibat keadaan kahar sehingga Penyedia tidak dapat melaksanakan
pekerjaan sesuai ketentuan dokumen kontrak;
b. PPK gagal mematuhi keputusan akhir penyelesaian perselisihan.

46.4 Dalam hal pemutusan Kontrak, maka PPK membayar kepada penyedia
sesuai dengan prestasi pekerjaan yang telah diterima oleh PPK sampai
dengan tanggal berlakunya pemutusan kontrak dikurangi denda
keterlambatan yang harus dibayar penyedia (apabila ada), serta
penyedia menyerahkan semua hasil pelaksanaan kepada PPK dan
selanjutnya menjadi hak milik PPK.

47. Pemutusan Dalam hal pemutusan Kontrak dilakukan karena PPK terlibat penyimpangan
Kontrak akibat prosedur, dugaan KKN dan/atau pelanggaran persaingan sehat dalam
lainnya pelaksanaan pengadaan, maka PPK dikenakan sanksi berdasarkan
perundang-undangan.

C. HAK DAN KEWAJIBAN KEWAJIBAN PENYEDIA


48. Hak dan Penyedia mempunyai Hak dan Kewajiban:
Kewajiban a. menerima pembayaran untuk pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan
Penyedia harga yang telah ditentukan dalam kontrak;
b. berhak meminta fasilitas-fasilitas dalam bentuk sarana dan prasarana
dari PPK untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan sesuai ketentuan
kontrak;
c. melaporkan pelaksanaan pekerjaan secara periodik kepada PPK;
d. melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan jadwal
pelaksanaan pekerjaan yang telah ditetapkan dalam kontrak;
e. melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan secara cermat, akurat dan
penuh tanggung jawab dengan menyediakan tenaga kerja, bahan-bahan,
peralatan, angkutan ke atau dari lapangan, dan segala pekerjaan
permanen maupun sementara yang diperlukan untuk pelaksanaan,
penyelesaian dan perbaikan pekerjaan yang dirinci dalam kontrak;
f. memberikan keterangan-keterangan yang diperlukan untuk
pemeriksaan pelaksanaan yang dilakukan PPK;
g. menyerahkan hasil pekerjaan sesuai dengan jadwal penyerahan
pekerjaan yang telah ditetapkan dalam kontrak; dan
h. mengambil langkah-langkah yang cukup memadai untuk melindungi
lingkungan tempat kerja dan membatasi perusakan dan gangguan kepada
masyarakat maupun miliknya akibat kegiatan penyedia.

49. Tanggung Penyedia berkewajiban untuk memasok Barang sesuai dengan Lingkup
jawab Pengadaan, dan Jadwal Pengiriman dan Penyelesaian.

50. Penggunaan Penyedia tidak diperkenankan menggunakan dan menginformasikan


Dokumen dokumen kontrak atau dokumen lainnya yang berhubungan dengan kontrak
Kontrak dan untuk kepentingan pihak lain, misalnya spesifikasi teknis dan/atau gambar-
Informasi gambar, kecuali dengan izin tertulis dari PPK.

51. Hak Atas Penyedia berkewajiban untuk melindungi Pejabat Pembuat Komitmen dari
Kekayaan segala tuntutan atau klaim dari pihak ketiga atas pelanggaran Hak Atas
Intelektual Kekayaan Intelektual (HAKI) oleh penyedia.
52. Penanggungan 52.1 Penyedia berkewajiban untuk melindungi, membebaskan, dan
Dan Resiko menanggung tanpa batas PPK beserta instansinya terhadap semua
bentuk tuntutan, tanggung jawab, kewajiban, kehilangan, kerugian,
denda, gugatan atau tuntutan hukum, proses pemeriksaan hukum,
dan biaya yang dikenakan terhadap PPK beserta instansinya (kecuali
kerugian yang mendasari tuntutan tersebut disebabkan kesalahan
atau kelalaian berat PPK) sehubungan dengan klaim yang timbul dari
hal-hal berikut terhitung sejak Tanggal Mulai Kerja sampai dengan
tanggal penandatanganan berita acara penyerahan akhir:
a. kehilangan atau kerusakan peralatan dan harta benda Penyedia,
SubPenyedia (jika ada), dan Personil;
b. cidera tubuh, sakit atau kematian Personil;
c. kehilangan atau kerusakan harta benda, dan cidera tubuh, sakit
atau kematian pihak ketiga.

52.2 Terhitung sejak Tanggal Mulai Kerja sampai dengan tanggal


penandatanganan berita acara penyerahan awal, semua risiko
kehilangan atau kerusakan Hasil Pekerjaan ini, Bahan dan
Perlengkapan merupakan risiko penyedia, kecuali kerugian atau
kerusakan tersebut diakibatkan oleh kesalahan atau kelalaian PPK.

52.3 Pertanggungan asuransi yang dimiliki oleh penyedia tidak


membatasi kewajiban penanggungan dalam syarat ini.

52.4 Kehilangan atau kerusakan terhadap Hasil Pekerjaan atau Bahan


yang menyatu dengan Hasil Pekerjaan selama Tanggal Mulai Kerja
dan batas akhir Masa Pemeliharaan harus diganti atau diperbaiki
oleh penyedia atas tanggungannya sendiri jika kehilangan atau
kerusakan tersebut terjadi akibat tindakan atau kelalaian penyedia.

53. Tindakan Penyedia berkewajiban untuk mendapatkan lebih dahulu persetujuan


Penyedia yang tertulis PPK sebelum melakukan tindakan-tindakan berikut:
mensyaratkan a. mensubkontrakkan sebagian pengadaan Barang ini;
Persetujuan b. mengubah atau memutakhirkan program mutu;
PPK c. tindakan lain yang diatur dalam SSKK.

54. Usaha Mikro, 54.1 Penyedia dapat bekerja sama dengan penyedia Usaha Mikro, Usaha
Usaha Kecil Kecil dan Koperasi Kecil, antara lain dengan mensubkontrakkan
dan Koperasi sebagian pekerjaaannya.
Kecil 54.2 Dalam melaksanakan kewajiban di atas penyedia terpilih tetap
bertanggung jawab penuh atas keseluruhan pekerjaan tersebut.
54.3 Bentuk kerja sama tersebut hanya untuk sebagian pekerjaan yang
bukan pekerjaan utama.
54.4 Membuat laporan periodik mengenai pelaksanaan ketetetapan di
atas.
54.5 Apabila ketentuan tersebut di atas dilanggar, maka penyedia
dikenakan sanksi yang diatur dalam SSKK.

55. Kerjasama 55.1 Penyedia yang bukan berstatus Usaha Mikro dan Usaha Kecil serta
Antara koperasi kecil dapat bekerja sama dengan penyedia Usaha Mikro dan
Penyedia dan Usaha Kecil serta koperasi kecil sebagaimana ditetapkan dalam SSKK,
Sub Penyedia yaitu dengan mensubkontrakkan sebagian pekerjaan yang bukan
pekerjaan utama.

55.2 Bagian pekerjaan yang disubkontrakkan tersebut harus diatur dalam


Kontrak dan disetujui terlebih dahulu oleh PPK.

55.3 Penyedia tetap bertanggung jawab atas bagian pekerjaan yang


disubkontrakkan tersebut.

55.4 Ketentuan-ketentuan dalam subkontrak harus mengacu kepada


Kontrak serta menganut prinsip kesetaraan.
56. Pembayaran Penyedia berkewajiban untuk membayar sanksi finansial berupa denda
Denda sebagai akibat wanprestasi atau cidera janji terhadap kewajiban-kewajiban
Penyedia dalam Kontrak ini. PPK mengenakan denda dengan memotong
angsuran pembayaran prestasi pengadaan Penyedia. Pembayaran Denda
tidak mengurangi tanggung jawab kontraktual Penyedia.
57. Laporan Hasil 57.1 Pemeriksaan pekerjaan dilakukan selama pelaksanaan Kontrak untuk
Pekerjaan menetapkan volume pekerjaan atas kegiatan yang telah dilaksanakan
guna pembayaran hasil pekerjaan. Hasil pemeriksaan pekerjaan
dituangkan dalam laporan kemajuan hasil pekerjaan.

57.2 Untuk kepentingan pengendalian dan pengawasan, dibuat laporan


realisasi mengenai seluruh aktivitas pekerjaan.

57.3 Laporan pelaksanaan pekerjaan dibuat oleh penyedia, apabila


diperlukan diperiksa oleh konsultan dan disetujui oleh wakil PPK.

58. Kepemilikan Semua rancangan, gambar, spesifikasi, disain, laporan, dan dokumen-
Dokumen dokumen lain seperti piranti lunak yang dipersiapkan oleh penyedia
berdasarkan Kontrak ini sepenuhnya merupakan hak milik PPK. Penyedia
paling lambat pada waktu pemutusan atau akhir Masa Kontrak berkewajiban
untuk menyerahkan semua dokumen dan piranti lunak tersebut beserta
daftar rinciannya kepada PPK. Penyedia dapat menyimpan 1 (satu) buah
salinan tiap dokumen dan piranti lunak tersebut di atas di kemudian hari
diatur dalam SSKK.

D. HAK DAN KEWAJIBAN PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN


59. Hak dan PPK memiliki hak dan kewajiban :
Kewajiban PPK a. mengawasi dan memeriksa pekerjaan yang dilaksanakan oleh penyedia;
b. meminta laporan-laporan secara periodik mengenai pelaksanaan
pekerjaan yang dilakukan oleh penyedia;
c. membayar pekerjaan sesuai dengan harga yang tercantum dalam kontrak
yang telah ditetapkan kepada penyedia;
d. mengenakan denda keterlambatan (apabila ada);
e. membayar uang muka (apabila diberikan);
f. memberikan instruksi sesuai jadwal; dan
g. membayar ganti rugi, melindungi dan membela penyedia terhadap
tuntutan hukum, tuntutan lainnya dan tanggungan yang timbul karena
kesalahan, kecerobohan dan pelanggaran kontrak yang dilakukan PPK.

60. Fasilitas PPK dapat memberikan fasilitas berupa sarana dan prasarana atau
kemudahan lainnya untuk kelancaran pelaksanaan pengadaan sebagaimana
yang tercantum dalam SSKK.

61. Peristiwa 61.1 Peristiwa kompensasi dapat diberikan kepada penyedia dalam hal
Kompensasi sebagai berikut:
a. PPK mengubah jadwal yang dapat mempengaruhi pelaksanaan
pekerjaan;
b. keterlambatan pembayaran kepada penyedia;
c. PPK tidak memberikan gambar-gambar, spesifikasi dan/atau
instruksi sesuai jadwal yang dibutuhkan;
d. PPK menginstruksikan kepada pihak penyedia untuk melakukan
pengujian tambahan yang setelah dilaksanakan pengujian
ternyata tidak ditemukan kerusakan/kegagalan/penyimpangan;
e. PPK memerintahkan penundaaan pelaksanaan pekerjaan;
f. ketentuan lain dalam SSKK.

61.2 Jika Peristiwa Kompensasi mengakibatkan pengeluaran tambahan


dan/atau keterlambatan penyelesaian pekerjaan maka PPK
berkewajiban untuk membayar ganti rugi dan/atau memberikan
perpanjangan waktu penyelesaian pekerjaan.
61.3 Ganti rugi hanya dapat dibayarkan jika berdasarkan data penunjang
dan perhitungan kompensasi yang diajukan oleh penyedia kepada
PPK, dapat dibuktikan kerugian nyata akibat Kompensasi.
61.4 Jika terjadi Peristiwa Kompensasi sehingga penyelesaian pekerjaan
akan melampaui Tanggal Penyelesaian maka penyedia berhak untuk
meminta perpanjangan Tanggal Penyelesaian berdasarkan data
penunjang. Perpanjangan Tanggal Penyelesaian harus dilakukan
melalui adendum Kontrak jika perpanjangan tersebut mengubah
Masa Kontrak.

61.5 Penyedia tidak berhak atas ganti rugi dan/ atau perpanjangan waktu
penyelesaian pekerjaan jika penyedia gagal atau lalai untuk
memberikan peringatan dini dalam mengantisipasi atau mengatasi
dampak Peristiwa Kompensasi.

E. PEMBAYARAN KEPADA PENYEDIA


62. Harga Kontrak 62.1 PPK membayar kepada penyedia atas pelaksanaan pekerjaan dalam
kontrak sebesar harga kontrak.

62.2 Harga kontrak telah memperhitungkan keuntungan, beban pajak dan


biaya overhead serta biaya asuransi yang meliputi juga biaya
keselamatan dan kesehatan kerja.

62.3 [Rincian harga kontrak sesuai dengan rincian yang tercantum dalam
daftar kuantitas dan harga (untuk kontrak harga satuan atau kontrak
gabungan lump sum dan harga satuan).].

63. Pembayaran 63.1 Uang muka


a. Uang Muka dapat diberikan kepada Penyedia sesuai ketentuan
dalam SSKK untuk :
1) pembayaran uang tanda jadi kepada pemasok barang/
material; dan/atau
2) persiapan teknis lain yang diperlukan bagi pelaksanaan
Pengadaan Barang.
b. besaran uang muka ditentukan dalam SSKK dan dibayar setelah
penyedia menyerahkan Jaminan Uang Muka senilai uang muka
yang diterima;
c. dalam hal PPK menyediakan uang muka maka penyedia harus
mengajukan permohonan pengambilan uang muka secara tertulis
kepada PPK disertai dengan rencana penggunaan uang muka
untuk melaksanakan pekerjaan sesuai Kontrak;
d. PPK harus mengajukan Surat Permintaan Pembayaran (SPP)
kepada Pejabat Penandatangan Surat Perintah Membayar
(PPSPM) untuk permohonan tersebut pada huruf c, paling lambat
7 (tujuh) hari kerja setelah Jaminan Uang Muka diterima;
e. Jaminan Uang Muka diterbitkan oleh bank umum, perusahaan
penjaminan, atau Perusahaan Asuransi Umum yang memiliki izin
untuk menjual produk jaminan (suretyship) ditetapkan oleh
Menteri Keuangan;
f. pengembalian uang muka harus diperhitungkan berangsur-
angsur secara proporsional pada setiap pembayaran prestasi
pekerjaan dan paling lambat harus lunas pada saat pekerjaan
mencapai prestasi 100% (seratus perseratus);
g. untuk kontrak tahun jamak, nilai Jaminan Uang Muka secara
bertahap dapat dikurangi sesuai dengan pencapaian prestasi
pekerjaan.

63.2 Prestasi pekerjaan


a. pembayaran prestasi hasil pekerjaan yang disepakati dilakukan
oleh PPK, dengan ketentuan:
1) penyedia telah mengajukan tagihan disertai laporan
kemajuan hasil pekerjaan;
2) pembayaran dilakukan dengan sistem bulanan, sistem termin
atau pembayaran secara sekaligus, sesuai ketentuan dalam
SSKK;
3) pembayaran harus dipotong angsuran uang muka, denda
(apabila ada), pajak dan uang retensi; dan
4) untuk kontrak yang mempunyai sub kontrak, permintaan
pembayaran harus dilengkapi bukti pembayaran kepada
seluruh sub penyedia sesuai dengan prestasi pekerjaan.
b. Penyelesaian pembayaran hanya dapat dilaksanakan setelah
barang dinyatakan diterima sesuai dengan berita acara serah
terima barang dan bilamana dianggap perlu dilengkapi dengan
berita acara hasil uji coba.
c. Pembayaran dengan L/C mengikuti ketentuan umum yang
berlaku di bidang perdagangan.
d. PPK dalam kurun waktu 7 (tujuh) hari kerja setelah pengajuan
permintaan pembayaran dari penyedia harus sudah mengajukan
Surat Permintaan Pembayaran (SPP) kepada Pejabat
Penandatangan Surat Perintah Membayar (PPSPM).
e. bila terdapat ketidaksesuaian dalam perhitungan angsuran, tidak
akan menjadi alasan untuk menunda pembayaran. PPK dapat
meminta penyedia untuk menyampaikan perhitungan prestasi
sementara dengan mengesampingkan hal-hal yang sedang
menjadi perselisihan dan besarnya tagihan yang dapat disetujui
untuk dibayar setinggi-tingginya sesuai ketentuan dalam SSKK.

63.3 Denda dan ganti rugi


a. denda merupakan sanksi finansial yang dikenakan kepada
penyedia karena terjadinya cidera janji/wanprestasi;
b. ganti rugi merupakan sanksi finansial yang dikenakan kepada PPK
karena terjadinya cidera janji/wanprestasi;
c. besarnya denda yang dikenakan kepada penyedia atas
keterlambatan penyelesaian pekerjaan untuk setiap hari
keterlambatan adalah:
1) 1/1000 (satu perseribu) dari sisa harga bagian kontrak yang
belum dikerjakan, apabila bagian pekerjaan yang sudah
dilaksanakan dapat berfungsi; atau
2) 1/1000 (satu perseribu) dari harga kontrak, apabila bagian
pekerjaan yang sudah dilaksanakan belum berfungsi.
sesuai yang ditetapkan dalam SSKK;
d. besarnya ganti rugi yang dibayar oleh PPK atas keterlambatan
pembayaran adalah sebesar bunga dari nilai tagihan yang
terlambat dibayar, berdasarkan tingkat suku bunga yang berlaku
pada saat itu menurut ketetapan Bank Indonesia, atau dapat
diberikan kompensasi;
e. tata cara pembayaran denda dan/atau ganti rugi diatur dalam
SSKK;
f. ganti rugi dan kompensasi kepada peserta dituangkan dalam
adendum kontrak;
g. pembayaran ganti rugi dan kompensasi dilakukan oleh PPK,
apabila penyedia telah mengajukan tagihan disertai perhitungan
dan data-data.

64. Penangguhan 75.1 PPK dapat menangguhkan pembayaran setiap angsuran prestasi
pekerjaan penyedia jika penyedia gagal atau lalai memenuhi
kewajiban kontraktualnya.

75.2 PPK secara tertulis memberitahukan kepada penyedia tentang


penangguhan hak pembayaran disertai alasan-alasan yang jelas
mengenai penangguhan tersebut. Penyedia diberi kesempatan untuk
memperbaiki dalam jangka waktu tertentu.

75.3 Pembayaran yang ditangguhkan harus disesuaikan dengan proporsi


kegagalan atau kelalaian penyedia.

75.4 Jika dipandang perlu oleh PPK, penangguhan pembayaran akibat


keterlambatan penyerahan pekerjaan dapat dilakukan bersamaan
dengan pengenaan denda kepada penyedia.
F. PENGAWASAN MUTU
65. Pengawasan PPK berwenang melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap
dan pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan oleh penyedia. Apabila
Pemeriksaan diperlukan, PPK dapat memerintahkan kepada pihak ketiga untuk
melakukan pengawasan dan pemeriksaan atas semua pelaksanaan
pekerjaan yang dilaksanakan oleh penyedia.

G. PENYELESAIAN PERSELISIHAN
66. Penyelesaian 78.1 Para Pihak berkewajiban untuk berupaya sungguh-sungguh
Perselisihan menyelesaikan secara damai semua perselisihan yang timbul dari
atau berhubungan dengan Kontrak ini atau interpretasinya selama
atau setelah pelaksanaan pekerjaan ini.

78.2 Cara penyelesaian perselisihan atau sengketa antara para pihak


dalam Kontrak dapat dilakukan melalui musyawarah, arbitrase,
mediasi, konsiliasi atau pengadilan sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan.

67. Itikad Baik 79.1 Para pihak bertindak berdasarkan asas saling percaya yang
disesuaikan dengan hak-hak yang terdapat dalam kontrak.

79.2 Para pihak setuju untuk melaksanakan perjanjian dengan jujur tanpa
menonjolkan kepentingan masing-masing pihak.

79.3 Apabila selama kontrak, salah satu pihak merasa dirugikan, maka
diupayakan tindakan yang terbaik untuk mengatasi keadaan
tersebut.
LAMPIRAN - LAMPIRAN

Anda mungkin juga menyukai