Rencana Pembelajaran Teks Prosedur VIII
Rencana Pembelajaran Teks Prosedur VIII
PROCEDURE TEXT
A. Identitas Modul
Judul Modul : RPM Procedure Text
Penyusun :
Instansi :
Tahun Ajaran : 2025/2026
Kelas / Fase : VIII / D
Alokasi Waktu : 10 JP (5 Pertemuan)
B. Identifikasi
Kategori Deskripsi
Peserta Didik o Siswa sudah mengenal kosa kata benda dan tindakan dasar, namun
masih kesulitan menyusun instruksi secara runtut dan sesuai struktur
procedure text.
o Siswa memiliki minat tinggi jika pembelajaran dikaitkan dengan
game, aktivitas visual, dan praktik nyata.
o Aktivitas kompetitif, kreatif, dan interaktif lebih menarik perhatian
siswa.
Materi Pelajaran Procedure Text
1. Definition
A procedure text is a type of text that explains how to make or do
something through a series of steps.
2. Social Function
To give instructions on how to make or do something.
3. Generic Structure
1. Goal (The Purpose of the Activity) - Menjelaskan tujuan dari
kegiatan atau produk yang akan dibuat.
Example:
How to Make a Cup of Tea
2. Materials/Ingredients (What We Need) - Menyebutkan bahan atau
alat yang diperlukan.
Contoh untuk “How to Make a Cup of Tea”:
A tea bag, Hot water, A cup, Sugar or honey (optional), A spoon
3. Steps (Instructions in Order) - Menyampaikan langkah-langkah
secara urut menggunakan imperative sentences dan sequencers
(First, Then, Next, Finally).
Contoh– How to Make a Cup of Tea
Boil the water.
Put a tea bag into the cup.
Pour hot water into the cup.
Add sugar or honey as you like.
Stir well.
Enjoy your tea.
4. Language Features
• Action verbs (cut, mix, pour, turn on)
• Imperative sentences (Open the bottle, Mix the flour)
• Connectors/Sequencers (first, then, next, finally)
• Simple present tense
Disiplin Profil Pembelajaran procedure text ini dirancang untuk menumbuhkan berbagai
Lulusan dimensi Profil Pelajar Pancasila melalui kegiatan yang beragam,
kolaboratif, dan kontekstual. Setiap pertemuan berkontribusi pada
pembentukan sikap, nilai, dan keterampilan yang mencerminkan karakter
pelajar Indonesia yang berakhlak mulia, kreatif, dan kompeten di era
global.
1. Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia
• Siswa memulai pembelajaran dengan doa dan sikap hormat kepada
guru serta teman.
• Dalam kegiatan gallery walk dan presentasi, siswa belajar
memberikan komentar dengan sopan dan menghargai karya orang
lain.
• Menumbuhkan rasa syukur atas kemampuan diri dan teman selama
proses belajar.
2. Berkebinekaan Global
• Siswa menggunakan bahasa Inggris untuk berkomunikasi, bekerja
sama, dan menyampaikan ide secara terbuka.
• Melalui publikasi karya di media sosial, siswa belajar mengenalkan
budaya positif dan sikap santun di dunia digital (digital citizenship).
• Mendorong sikap saling menghargai perbedaan pendapat,
kemampuan, dan minat antar siswa.
3. Gotong Royong
• Kegiatan kolaboratif seperti Jumbled Sentences, Gallery Walk, dan
Snake and Ladder menanamkan semangat kerja sama dan saling
membantu.
• Siswa belajar mendengarkan pendapat teman dan mengambil
keputusan bersama untuk menyusun teks atau menjawab tantangan.
• Melatih tanggung jawab kelompok dan solidaritas dalam mencapai
tujuan bersama.
4. Mandiri
• Siswa bertanggung jawab terhadap tugasnya, baik individu maupun
kelompok.
• Pada proyek akhir (PjBL), siswa membuat procedure text mandiri
sesuai minat dan menentukan sendiri media presentasinya.
• Melatih kemampuan mengatur waktu dan mengambil keputusan
kreatif sesuai potensi pribadi.
5. Bernalar Kritis
• Dalam kegiatan PBL (pertemuan 2–3), siswa menganalisis urutan
kalimat, struktur teks, dan unsur kebahasaan untuk menemukan
pola dan makna.
• Siswa dilatih untuk membandingkan teks buatan sendiri dengan
contoh yang benar agar mampu memperbaiki kesalahan
berdasarkan bukti dan penalaran.
• Mengembangkan kemampuan berpikir logis dan analitis terhadap
teks prosedur.
6. Kreatif
• Siswa menampilkan ide dan ekspresi unik melalui berbagai media
seperti video, poster, komik, atau mini book pada proyek akhir.
• Kegiatan permainan bahasa (Word Search dan Snake and Ladder)
serta publikasi karya di media sosial menumbuhkan semangat
inovasi dan eksplorasi.
• Mendorong siswa untuk menghasilkan karya yang fungsional,
menarik, dan komunikatif sesuai konteks kehidupan nyata.
C. Desain Pembelajaran
Tujuan Pembelajaran 1. Siswa dapat menjelaskan langkah membuat atau melakukan sesuatu
secara lisan dengan urutan yang tepat.
2. Siswa dapat menemukan tujuan, bahan, dan langkah-langkah dari
teks prosedur sederhana.
3. Siswa dapat menulis procedure text (7–10 kalimat) tentang cara
membuat atau melakukan sesuatu.
Topik Pembelajaran How to Make / How to Do Something
Praktik Pedagogis • Discovery Learning – Pertemuan 1
Siswa diarahkan untuk menemukan sendiri konsep action verbs
dalam procedure text melalui kegiatan Word Search (mencari kata
tersembunyi) dan Fill in the Blanks (melengkapi kalimat rumpang).
Kegiatan ini menuntun siswa mengamati, menanya, mencoba, dan
menalar, sehingga mereka dapat menyimpulkan ciri kebahasaan
procedure text secara mandiri.
• Problem Based Learning (PBL) – Pertemuan 2
Siswa memecahkan masalah berupa kalimat acak yang harus
disusun menjadi teks yang runtut. Melalui diskusi kelompok dan
kegiatan Gallery Walk, siswa belajar memahami struktur teks
prosedur (goal–materials–steps) secara kontekstual.
• Problem Based Learning (PBL) – Pertemuan 3
Siswa menganalisis teks yang telah disusun untuk menemukan
tujuan, struktur, dan ciri kebahasaan. Proses analisis dilakukan
melalui diskusi kelompok dan presentasi hasil. Guru berperan
sebagai fasilitator yang menuntun siswa menemukan kesimpulan
dari data yang mereka amati.
• Cooperative Learning (Tipe Team Games Tournament) –
Pertemuan 4
Siswa menguatkan pemahaman konsep melalui permainan edukatif
Snake and Ladder. Setiap langkah berisi pertanyaan atau tantangan
terkait procedure text. Kegiatan ini menumbuhkan semangat kerja
sama, kompetisi sehat, dan pembelajaran yang menyenangkan.
• Project Based Learning (PjBL) – Pertemuan 5
Siswa membuat procedure text secara mandiri sesuai minat
(pembelajaran berdiferensiasi). Mereka bebas memilih topik dan
media presentasi (poster, video, slide, mini book, atau komik).
Proyek ini ditutup dengan publikasi karya di media sosial sebagai
tugas tidak terstruktur.
2. Pendekatan Pembelajaran
3. Metode Pembelajaran
• Collaborative Learning
Digunakan pada pertemuan 2 dan 3 saat siswa bekerja dalam
kelompok untuk menyusun, menganalisis, serta memberi umpan
balik pada hasil kerja teman (gallery walk dan presentasi).
• Contextual Teaching and Learning (CTL)
Diterapkan pada pertemuan 1–3 dengan mengaitkan materi
procedure text pada aktivitas nyata seperti membuat makanan,
kerajinan, atau minuman.
• Game-Based Learning
Diterapkan pada pertemuan 4 melalui permainan Snake and Ladder
yang berisi soal dan tantangan bahasa.
• Differentiated Learning (Produk)
Diterapkan pada pertemuan 5 dengan memberi kebebasan siswa
menentukan topik dan media karya mereka sesuai minat dan gaya
belajar.
3. Apersepsi
• Guru menampilkan contoh teks sederhana berjudul How to Make a
Cup of Tea melalui proyektor atau papan tulis.
• Siswa membaca teks secara bersama-sama atau bergiliran.
• Guru menanyakan:
• “Can you find the action words in this text?”
• Siswa menyebutkan kata-kata seperti boil, pour, add, stir, dan
serve.
• Guru menyoroti kata-kata tersebut dengan penanda (spidol warna
berbeda atau highlight) dan menjelaskan bahwa kata-kata itu adalah
action verbs yang digunakan dalam procedure text.
3. Verification (Pembuktian)
• Siswa mengoreksi pekerjaan kelompok lain dengan bimbingan
guru.
• Guru menuliskan beberapa kata kerja di papan tulis dan mengajak
siswa mendiskusikan arti serta penggunaannya dalam konteks
memasak.
• Siswa menulis tiga kalimat lain menggunakan kata kerja tersebut
secara mandiri atau berpasangan.
• Beberapa siswa dipilih untuk membacakan kalimat mereka di depan
kelas, sementara siswa lain memberikan tanggapan atau koreksi
dengan bimbingan guru.
2. Kesimpulan Bersama
• Dengan bimbingan guru, siswa menyimpulkan hasil pembelajaran
hari ini, misalnya:
“Action verbs are words that show actions or activities in
procedure texts, such as mix, cut, pour, boil, stir, and add.”
• Guru memperkuat pemahaman dengan memberikan contoh
tambahan singkat dan mengaitkannya dengan kegiatan sehari-hari
(misalnya: We use action verbs when we give instructions or
recipes.).
Pertemuan 2
Kegiatan awal 1. Orientasi
• Guru menyapa siswa dengan ramah, menanyakan kabar mereka,
dan mengajak berdoa sebelum memulai pelajaran.
• Guru memeriksa kehadiran dan memastikan kesiapan belajar siswa
(kebersihan kelas, kerapian, buku, dan perhatian mereka).
• Guru menciptakan suasana positif dengan ice breaking ringan,
misalnya menanyakan pengalaman atau aktivitas yang berhubungan
dengan pelajaran sebelumnya.
“Last week, we learned about some vocabularies related to
procedure text. Can you tell me what you still remember?”
• Guru menanggapi dengan pujian dan mengaitkan kembali dengan
topik hari ini.
“Good! Today we will continue learning by arranging sentences to
make a complete and meaningful text.”
3. Apersepsi
• Guru menjelaskan bahwa hari ini mereka akan bekerja dalam
kelompok untuk menyusun kalimat acak menjadi teks yang runtut,
menebak judul teks tersebut, menggambar ilustrasi sesuai isi teks,
dan mempresentasikannya kepada teman-teman.
• Guru juga menyampaikan bahwa setelah presentasi, siswa akan
melakukan gallery walk dan memberikan komentar positif untuk
karya kelompok lain.
3. Refleksi (Reflection)
• Guru memandu refleksi singkat dengan pertanyaan:
“What have you learned from this activity?”
“What was easy or difficult for you?”
“How can we make our text better next time?”
• Guru menegaskan bahwa setiap kelompok telah berusaha dengan
baik, dan hasil mereka akan menjadi dasar untuk pembelajaran
berikutnya.
Pertemuan 3
Kegiatan Awal 1. Orientasi
• Guru menyapa siswa dengan ramah, menanyakan kabar mereka,
dan mengajak berdoa sebelum memulai pelajaran.
• Guru memeriksa kehadiran serta memastikan kesiapan belajar
siswa (kebersihan, kerapian, dan teks hasil pertemuan
sebelumnya).
• Guru menciptakan suasana positif dengan percakapan ringan.
“Last meeting, you did a great job arranging sentences into a
complete procedure text. How did you feel about that activity?”
• Guru memberikan pujian dan mengaitkan dengan kegiatan hari
ini.
“Good! Today, we will use the texts you made last time to learn
more deeply about their structure and language.”
3. Apersepsi
• Guru menjelaskan secara singkat bahwa selain struktur, teks juga
memiliki language features, seperti action verbs, imperatives, dan
connectives.
• Guru menjelaskan bahwa hari ini siswa akan menganalisis teks
buatan mereka sendiri untuk menemukan:
1) The purpose (tujuan)
2) The structure (goal, materials, steps)
3) The language features (kata kerja tindakan, urutan kata,
konjungsi, dll.)
3. Refleksi (Reflection)
• Guru memandu refleksi singkat dengan pertanyaan:
“What was easy or difficult for you today?”
“What can we improve next time?”
• Guru menegaskan pentingnya kemampuan menganalisis teks
sebelum menulis sendiri.
“Understanding the structure and language of a text will make it
easier for you to create your own procedure text later.”
Pertemuan 4
Kegiatan awal 1. Orientasi
• Guru menyapa siswa, menanyakan kabar, dan mengajak berdoa
sebelum memulai pelajaran.
• Guru menciptakan suasana menyenangkan dengan menanyakan:
“Are you ready for a fun game today?”
2. Apersepsi
• Guru meninjau ulang materi sebelumnya dengan tanya jawab
singkat:
“What is the purpose of a procedure text?”
“What are the parts of a procedure text?”
“What action verbs do you know?”
• Guru menegaskan bahwa semua pertanyaan seperti itu akan
muncul dalam permainan hari ini.
3. Refleksi (Reflection)
• Guru mengajak siswa merefleksikan pembelajaran dengan
pertanyaan pemandu:
“What have you learned from this game?”
“What questions helped you remember the lesson the most?”
• Guru menegaskan pentingnya penguasaan konsep sebelum
membuat teks sendiri:
“Now you know the structure and language of a procedure text,
so you’re ready to make your own next meeting!”
Pertemuan 5
Kegiatan awal 1. Orientasi
• Guru menyapa siswa dengan ramah, menanyakan kabar, dan
mengajak berdoa bersama.
• Guru membangun suasana positif dengan percakapan ringan:
“Last meeting, you showed great teamwork in our Snake and
Ladder game. Are you ready for a creative challenge today?”
2. Apersepsi
• Guru meninjau kembali konsep penting:
“What are the parts of a procedure text?”
“What are some examples of procedure texts you know?”
• Guru menegaskan:
“Great! Today, you will make your own procedure text, and you
can choose any topic you like.”
3. Refleksi (Reflection)
• Guru menanyakan pertanyaan reflektif:
“What did you enjoy most about creating your own text?”
“What was challenging for you?”
• Guru menegaskan nilai dari kegiatan hari ini:
“When you choose your own topic and media, you are not just
learning English — you are learning to express yourself and
share your knowledge with others.”
E. Asesemen Pembelajaran
Waktu
Jenis Asesmen Tujuan Bentuk / Instrumen
Pelaksanaan
Mengetahui pengetahuan awal
Tanya jawab, word search
Diagnostik (Pra siswa tentang teks prosedur dan
Pertemuan 1 (kosakata awal), observasi
Pembelajaran) kosakata tindakan (action
awal.
verbs).
Lembar kerja kelompok
Menilai kemampuan siswa
(Jumbled Sentences
Formatif 1 Pertemuan 2 menyusun kalimat acak menjadi
Worksheet), penilaian proses
teks yang runtut.
kolaborasi.
Mengukur kemampuan siswa
menganalisis teks berdasarkan Lembar analisis teks, rubrik
Formatif 2 Pertemuan 3
tujuan, struktur, dan unsur presentasi hasil diskusi.
kebahasaan.
Kartu pertanyaan dan
Formatif 3 Menguji pemahaman siswa
tantangan dalam Snake and
(Penguatan Pertemuan 4 terhadap konsep procedure text
Ladder Game, observasi
Konsep) melalui permainan edukatif.
partisipasi.
Menilai kemampuan siswa
Produk proyek (poster, video,
Sumatif menulis dan menyajikan
Pertemuan 5 slide, mini book), rubrik
(Penilaian Akhir) procedure text mandiri sesuai
penilaian proyek dan publikasi.
minat dan media pilihan.
F. Lampiran
1. PPT
2. LKPD
3. Media Ajar
4. Instrumen Asesemen Sumatif Harian