0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan5 halaman

Tipe-Tipe Kepribadian Menurut Ahli

Dokumen ini menjelaskan berbagai tipe kepribadian menurut beberapa ahli, termasuk Hipocrates, Gelenus, Jung, Heymans, dan Spranger. Tipe-tipe tersebut meliputi sanguinis, koleris, melankolis, dan plegmatis, masing-masing dengan kekuatan dan kelemahannya. Selain itu, terdapat pembagian kepribadian ekstrovert dan introvert serta tipe-tipe berdasarkan sifat sosial dan ekonomi.

Diunggah oleh

masruroh syahid
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan5 halaman

Tipe-Tipe Kepribadian Menurut Ahli

Dokumen ini menjelaskan berbagai tipe kepribadian menurut beberapa ahli, termasuk Hipocrates, Gelenus, Jung, Heymans, dan Spranger. Tipe-tipe tersebut meliputi sanguinis, koleris, melankolis, dan plegmatis, masing-masing dengan kekuatan dan kelemahannya. Selain itu, terdapat pembagian kepribadian ekstrovert dan introvert serta tipe-tipe berdasarkan sifat sosial dan ekonomi.

Diunggah oleh

masruroh syahid
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Hand Out 5

Tipe-Tipe Kepribadian

A. Bermacam-Macam Kepribadian
Setiap orang pasti memiliki kepribadian yang berbeda-beda. Ada orang yang
mempunyai kepribadian lemah lembut, ramah, periang, dan menyenangkan orang yang
memandang. Namun tidak jarang ada pula tipe manusia yang mempunyai kepribadian
yang berbeda jauh dengan kepribadian-kepribadian tersebut. Misalnya saja orang yang
mempunyai perangai kasar, suka menang sendiri, menganggap dirinya orang yang paling
baik, dan karakter negatif lainnya.
Demikian pula ada kepribadian yang berbeda dengan dua kepribadian yang
tampaknya bertolak belakang tersebut. Dalam hal ini misalnya ada orang yang
mempunyai kepribadian pemalu, pendiam, selalu menunjukkan hati yang bersedih, atau
juga pribadi yang penakut.
Para ahli banyak mengungkapkan berbagai teori tentang tipe-tipe kepribadian. Di
antara para ahli tersebut ialah Hipocrates (460 SM – 370 SM) dan Gelenus (130 M – 210
M), Carl Gustav Jung (1875 – 1961), Gerardus Heymans (1857 – 1930), dan Eduard
Spranger (1882 – 1963). Masing-masing ahli tersebut mengungkapkan pendapatnya
tentang berbagai tipe kepribadian dari sudut pandang yang berbeda-beda.
B. Tipe-tipe Kepribadian Menurut Hipocrates dan Gelenus
Hipocrates dan Gelenus membagi tipe-tipe kepribadian menjadi empat bagian,
yakni sebagai berikut:
1. Kepribadian Sanguinis
Tipe kepribadian sanguinis ditandai dengan kepribadian yang hangat, lincah,
bersemangat, meluap-luap, serta pribadi yang menyenangkan. Adanya pengaruh atau
kejadian dari luar pribadi gampang masuk dalam pemikiran dan perasaan. Seseorang
yang mempunyai tipe kepribadian sanguinis ramah kepada orang lain, sehingga
kerap dia dianggap sebagai orang yang ekstrovert (terbuka).
Meski demikian dalam tipe kepribadian sanguinis memiliki kelebihan atau
kekuatan, di samping juga memiliki kekurangan atau kelemahan yang dijelaskan
sebagai berikut:
a. Kekuatan Kepribadian Sanguinis
Di antara kekuatan kepribadian sanguinis ialah: 1) Suka bicara; 2) Secara
pisik menguasai pendengar, emosional, dan demonstratif; 3) Antusias dan
ekspresif; 4) Ceria dan rasa ingin tahu yang besar; 5) Hidup di masa sekarang;
6) Mudah berubah-ubah (banyak kegiatan atau banyak keinginan); 7) Berhati
tulus dan kekanak-kanakan; 8) Senang berkumpul (untuk bertemu orang lain
dan berbicara); 9) Biasanya tampak hebat di permukaan; 10) Mudah berteman
dan menyukai orang lain; 11) Senang dengan pujian dan ingin menjadi pusat
perhatian; 12) Menyenangkan dan dicemburui orang; 13) Mudah memaafkan
(tidak menyimpan dendam); 14) Mengambil inisiatif serta suka menghindar dari
keadaan yang membosankan; 15) Menyukai hal-hal yang spontan.

1
b. Kelemahan Kepribadian Sanguinis
Di antara kelemahan kepribadian sanguinis ialah: 1) Tertawa dengan suara
keras; 2) Membesar-besarkan suatu kejadian; 3) Susah untuk diam; 4) Mudah
ikut-ikutan atau dikendalikan keadaan atau orang lain; 5) Sering meminta
persetujuan bahkan untuk hal-hal yang sepele; 6) Dalam bekerja lebih suka
berbicara dan melalaikan kewajiban (biasanya pada awalnya menunjukkan sikap
antusias); 7) Mudah berubah-ubah; 8) Susah datang tepat waktu; 9) Prioritas
kegiatan kacau; 10) Mendominasi percakapan, suka menyela dan susah
mendengarkan pembicaraan orang dengan tuntas; 11) Suka mengurusi persoalan
orang lain seolah-olah masalahnya sendiri; 12) Egoistis; 13) Sering berdalih dan
mengulang cerita-cerita yang sama; 14) Konsentrasi ke “how to spend money”
dari pada “how to save money”.
2. Kepribadian Koleris
Tipe kepribadian koleris ditandai dengan penampilan yang hangat, serba cepat,
aktif, pasif, berkemauan keras, dan sangat independen. Orang yang mempunyai
kepribadian koleris cenderung tegas dan mempunyai pendirian yang kuat, mudah
membuat keputusan bagi diri sendiri dan bagi orang lain. Tipe kepribadian ini tidak
butuh digerakkan dari luar, karena ia dapat mempengaruhi lingkungannya dengan
gagasan-gagasan, rencana-rencana, dan ambisinya yang tak pernah surut.
Karena itu dalam tipe kepribadian koleris juga memiliki kelebihan atau
kekuatan, di samping juga memiliki kekurangan atau kelemahan yang dijelaskan
sebagai berikut:
a. Kekuatan Kepribadian Koleris
Di antara kekuatan kepribadian koleris ialah: 1) Senang memimpin,
membuat keputusan, dinamis dan aktif; 2) Amat memerlukan perubahan dan
suka mengoreksi kesalahan; 3) Berkemauan kuat untuk mencapai sasaran atau
target; 4) Bebas dan mandiri; 5) Berani menghadapi tantangan; 6) Prinsip hari
ini harus lebih baik dari kemarin; 7) Mencari pemecahan masalah yang praktis
dan bergerak cepat; 8) Mendelegasikan tugas serta berorientasi pada
produktivitas; 9) Menentukan tujuan; 10) Suka tantangan; 11) Tidak begitu
perlu teman; 12) Mau memimpin dan mengorganisasi; 13) Biasanya benar dan
punya visi ke depan; 14) Unggul dalam keadaan darurat.
b. Kelemahan Kepribadian Koleris
Di antara kelemahan kepribadian koleris ialah: 1) Tidak sabar dan cepat
marah (cenderung tidak taktis); 2) Senang memerintah; 3) Terlalu bergairah dan
tidak senang santai; 4) Senang kontroversi dan pertengkaran; 5) Terlalu kaku
dan keras; 6) Tidak menyukai air mata dan emosinya kurang simpatik; 7) Tidak
senang pada hal-hal yang sepele dan bertele-tele; 8) Sering membuat keputusan
yang tergesa-gesa; 9) Suka memanipulasi, menuntut orang, dan cenderung
memperalat orang lain; 10) Menghalalkan segala cara demi mencapai tujuan;
11) Workaholics; 12) Sulit mengaku salah dan meminta maaf.
3. Kepribadian Melankolis
Tipe kepribadian melankolis merupakan kepribadian yang suka berkorban,
analisis, perfectionis dengan emosi yang sensitif. Tidak ada seorangpun yang bisa

2
menikmati keindahan karya seni melebihi orang yang melankolis. Apabila sedang
bergembira maka sifatnya bisa menjadi ekstrovert. Namun jika murung maka ia bisa
menjadi introvert dan cenderung antagonis.
Kepribadian melankolis seperti tipe kepribadian yang lain, juga memiliki
kelebihan atau kekuatan, di samping juga memiliki kekurangan atau kelemahan
seperti dijelaskan sebagai berikut:
a. Kekuatan Kepribadian Melankolis
Di antara kekuatan kepribadian melankolis adalah: 1) Analitis, mendalam
dan penuh pikiran; 2) Serius, bertujuan dan berorientasi jadual; 3) Artistik, suka
musik, kreatif (filsafat dan puitis); 4) Sensitif; 5) Mau mengorbankan diri dan
idealis; 6) Standar tinggi dan perfeksionis; 7) Senang pada rincian, tekun, serba
tertib, rapi dan teratur; 8) Hemat; 9) Mencari solusi pemecahan masalah kreatif
kadang terlalu kreatif; 10) Kalau sudah mulai ingin dituntaskan; 11) Berteman
dengan hati-hati; 12) Puas di belakang layar dan menghindar dari perhatian; 13)
Mau mendengar keluhan, setia dan mengabdi; 14) Amat memperhatikan orang
lain.
b. Kelemahan Kepribadian Melankolis
Di antara kelemahan kepribadian melankolis ialah: 1) Cenderung melihat
masalah dari sisi negatif (murung dan tertekan); 2) Mengingat sesuatu yang
negatif, pendendam; 3) Mudah merasa bersalah dan memiliki citra diri rendah;
4) Lebih menekankan pada ‘cara’ dari pada ‘tercapainya tujuan’; 5) Melewatkan
banyak waktu untuk menganalisa; 6) Hidup berdasarkan definisi; 7) Sulit
bersosialisasi; 8) Senang mengkritik tapi sensitif terhadap kritik; 9) Sulit
mengungkapkan perasaan; 10) Rasa curiga yang besar dan skeptis terhadap
pujian.
4. Kepribadian Plegmatis
Seseorang dengan tipe kepribadian plegmatis adalah orang yang hidupnya
tenang, gampangan, tidak pernah merasa terganggu dengan pengaruh di sekitarnya,
sehingga hampir tidak pernah marah. Orang yang berkepribadian plegmatis mudah
bergaul, dan paling menyenangkan di antara semua temperamen, meski terkadang
menjauh dari hal-hal yang tidak menyenangkan. Orang bertipe ini tampak begitu
tenang, agak diam, sehingga tidak pernah kelihatan terhasut bagaimanapun keadaan
di sekitarnya.
Kepribadian plegmatis seperti tipe kepribadian yang lain, juga memiliki
kelebihan atau kekuatan, di samping juga memiliki kekurangan atau kelemahan
seperti dijelaskan sebagai berikut:
a. Kekuatan Kepribadian Plegmatis
Di antara kekuatan kepribadian plegmatis adalah: 1) Mudah bergaul,
tenang, teguh; 2) Sabar dan pendengar yang baik; 3) Tidak banyak bicara dan
cenderung bijaksana; 4) Simpatik dan baik hati; 5) Kuat dalam administrasi dan
cenderung ingin segalanya terorganisasi; 6) Penengah yang baik; 7) Berusaha
menemukan cara termudah; 8) Kokoh dalam tekanan; 9) Menyenangkan dan
tidak suka menyinggung perasaan; 10) Rasa humor yang tajam; 11) Senang

3
melihat dan mengawasi; 12) Berbelas kasih dan peduli; 13) Mudah diajak
berdamai.
b. Kelemahan Kepribadian Plegmatis
Di antara kelemahan kepribadian plegmatis adalah: 1) Kurang antusias
terutama pada perubahan atau kegiatan baru; 2) Takut dan khawatir; 3) Suka
menghindari konflik dan tanggung jawab; 4) Keras kepala dan sulit kompromi
(karena merasa benar); 5) Terlalu pemalu dan pendiam; 6) Humor kering dan
cenderung mengejek (sarkastis); 7) Kurang berorientasi pada tujuan; 8) Sulit
bergerak dan kurang memotivasi diri; 9) Lebih suka jadi penonton dari pada
aktif terlibat; 10) Tidak senang didesak-desak; 11) Suka menunda-nunda dan
menggantungkan masalah.
C. Tipe-tipe Kepribadian Menurut Carl Gustav Jung
Menurut Carl Gustav Jung, kepribadian seseorang dapat dibagi menjadi dua
macam tipe, yaitu kepribadian ekstrovert dan kepribadian introvert. Kepribadian
ekstrovert adalah seseorang yang perhatiannya diarahkan ke luar dari dirinya. Ciri-ciri
atau sifat yang dimiliki orang yang ekstrovert di antaranya: ia lancar berbicara, mudah
bergaul, tidak malu, mudah menyesuaikan diri, ramah dan suka berteman.
Sedangkan kepribadian introvert merupakan kebalikan dari kepribadian ekstrovert,
yakni fokus perhatiannya mengarah kepada dirinya sendiri. Sifat dari orang yang
berkepribadian ini cenderung diliputi kekhawatiran, mudah malu, canggung, lebih suka
bekerja sendiri, sulit menyesuaikan diri, dan jiwanya agak tertutup.
D. Tipe-tipe Kepribadian Menurut Gerardus Heymans
Gerardus Heymans membagi tipe-tipe kepribadian menjadi tujuh tipe, yakni
sebagai berikut:
1. Gapasioneerden
Ciri-ciri orang yang mempunyai kepribadian gapasioneerden, antara lain
selalu bersikap keras, ambisius, egois dan emosional. Di samping itu seseorang yang
mempunyai kepribadian ini mempunyai rasa kekeluargaan yang baik, serta suka
menolong orang yang lemah.
2. Cholerici
Sikap dari orang yang mempunyai kepribadian Cholerici, antara lain agresif,
giat bekerja, pemberani, optimis, dan suka kepada hal-hal yang bersifat nyata. Tapi
pada ciri yang lain orang ini mempunyai sifat boros, dan suka bertindak ceroboh.
3. Sentimentil
Mempunyai ciri-ciri antara lain adalah emosional, pandai berbicara, senang
dengan kehidupan alam, dan tidak suka dengan keramaian.
4. Nerveuzen
Sifat yang terlihat dari kepribadian nerveuzen adalah mudah naik darah, suka
memprotes, tidak berfikir panjang, tetapi tidak pendendam.
5. Flegmaciti
Sifat yang terlihat dari seseorang yang mempunyai kepribadian flegmaciti
antara lain, selalu bersikap tenang dan sabar, tekun bekerja, memiliki pemikiran
yang luas, rajin dan cekatan.

4
6. Sanguinici
Seseorang yang mempunyai kepribadian sanguinici memiliki sifat seperti
anak-anak. Sukar mengambil keputusan dan cenderung tidak tegas, ragu-ragu dalam
bertindak, dan suka menyendiri.
7. Amorfem
Seseorang yang mempunyai kepribadian amorfem memiliki ciri-ciri antara lain
intelektualnya kurang, picik, tidak praktis, tidak punya jati diri dan terombang
ambing.
E. Tipe-tipe Kepribadian Menurut Eduard Spranger
Eduard Spranger menggolongkan tipe-tipe kepribadian seseorang berdasarkan pada
sikap manusia yang hidup di tengah-tengah masyarakat. Tipe-tipe kepribadian tersebut
antara lain:
1. Manusia politik, yakni orang yang cenderung mempunyai sifat ingin menguasai
orang lain, serta setiap langkahnya selalu berkenaan dengan hal-hal yang berbau
politik;
2. Manusia ekonomi, yakni seseorang yang segala sesuatunya dipertimbangkan dengan
untung rugi atau kegiatan bisnis.
3. Manusia sosial, merupakan orang yang supel dalam bergaul, senang menolong orang
lain serta suka berkorban untuk sesama;
4. Manusia seni, orang yang jiwanya dipengaruhi nilai-nilai keindahan. Orang yang
memiliki kepribadian ini misalnya seniman, musisi, pelukis, dan sebagainya.
5. Manusia agama, yakni orang yang memiliki kepribadian untuk menghambakan diri
kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.
6. Manusia teori, yakni seseorang pemikir, suka membaca dan memperdalam ilmu
pengetahuan.

Wallahu a’lam bis shawab


Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat

Anda mungkin juga menyukai