PERENCANAAN PEMBELAJARAN
MENDALAM
PENDIDIKAN PANCASILA
FASE D
KELAS VIII
PANCASILA DALAM KEHIDUPAN BANGSAKU
OLEH :
MARIANA NURTI,[Link]
SMP NEGERI 1 WULANGGITANG
2025
INFORMASI UMUM
Komponen Deskripsi
Nama Penyusun Mariana Nurti,[Link]
Satuan Pendidikan SMP Negeri 1 Wulanggitang
Tahun Ajaran 2025/2026
Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
Kelas/Fase/Semester VIII / D / Ganjil
Bab/Topik Spesifik Pancasila dalam Kehidupan Bangsaku
Alokasi Waktu 6 Pertemuan (12 JP @40 menit)
A. IDENTIFIKASI MURID
Kategori Deskripsi
Pengetahuan Peserta didik telah mempelajari sejarah kelahiran Pancasila di Kelas VII. Mereka
Awal diasumsikan memiliki pemahaman dasar mengenai rumusan lima sila. Namun,
pemahaman konseptual mengenai kedudukan dan fungsi Pancasila sebagai dasar
negara, pandangan hidup, dan ideologi negara masih perlu dibangun dan diperdalam
secara kontekstual.
Minat Belajar Minat peserta didik bervariasi. Sebagian mungkin tertarik pada contoh-contoh praktis
dan penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari (seperti dalam
kegiatan OSIS atau interaksi sosial). Sebagian lain mungkin lebih tertarik pada aspek
filosofis dan alasan mengapa Pancasila menjadi pedoman bangsa.
Kebutuhan Peserta didik memerlukan pembelajaran yang melampaui definisi teoretis. Mereka
Belajar butuh aktivitas yang menghubungkan konsep Pancasila dengan pengalaman nyata
mereka (meaningful learning), disajikan melalui metode yang interaktif dan
menyenangkan (joyful learning), serta melatih kesadaran diri dan refleksi (mindful
learning). Pendekatan studi kasus, diskusi kelompok, dan permainan peran sangat
dibutuhkan untuk menghidupkan nilai-nilai Pancasila.
B. MATERI PELAJARAN
1. Kedudukan Pancasila sebagai Dasar Negara:
○ Konsep Pancasila sebagai fondasi penyelenggaraan negara.
○ Pengamalan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara di lingkungan keluarga, sekolah, dan
masyarakat.
2. Kedudukan Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa:
○ Konsep Pancasila sebagai kristalisasi nilai luhur yang menjadi acuan bersikap dan bertindak.
○ Pengamalan nilai-nilai Pancasila sebagai pandangan hidup di lingkungan keluarga, sekolah, dan
masyarakat.
3. Kedudukan Pancasila sebagai Ideologi Negara:
○ Konsep Pancasila sebagai panduan dan orientasi dalam mencapai cita-cita nasional.
○ Pengamalan nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi negara di lingkungan keluarga, sekolah, dan
masyarakat.
C. DIMENSI PROFIL LULUSAN
Dimensi Elemen yang Dikembangkan
Beriman, Bertakwa Menghayati dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai wujud syukur
kepada Tuhan YME, & atas karunia Tuhan YME berupa dasar negara yang mempersatukan
Berakhlak Mulia bangsa.
Berkebinekaan Global Memahami dan menghargai bahwa Pancasila lahir dari keragaman
pemikiran dan budaya, serta mampu menerapkannya dalam interaksi
dengan teman yang beragam latar belakang.
Gotong Royong Berkolaborasi secara aktif dalam diskusi kelompok dan kegiatan permainan
peran untuk memecahkan masalah kontekstual berdasarkan nilai-nilai
Pancasila.
Mandiri Menunjukkan inisiatif dalam mencari informasi, mengidentifikasi contoh
penerapan Pancasila, dan merefleksikan pengamalan pribadi secara
mandiri.
Bernalar Kritis Menganalisis secara kritis studi kasus nyata, membedakan kedudukan dan
fungsi Pancasila, serta menghubungkan nilai-nilai Pancasila dengan isu-isu
yang terjadi di lingkungan sekitar.
Kreatif Menghasilkan gagasan orisinal dalam bentuk poster, peta pikiran, atau
presentasi untuk mengomunikasikan pemahaman tentang nilai-nilai
Pancasila.
D. DESAIN PEMBELAJARAN
Komponen Deskripsi
Capaian Pembelajaran Peserta didik mampu memahami sejarah kelahiran Pancasila; memahami
(Elemen Pancasila) kedudukan Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup bangsa, dan
ideologi negara; serta menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan
sehari-hari.
Lintas Disiplin Ilmu Sejarah (konteks perumusan Pancasila), Sosiologi (norma dan interaksi sosial
di masyarakat), Bahasa Indonesia (kemampuan berdiskusi, berargumen, dan
presentasi).
Tujuan Pembelajaran 1. Menganalisis kedudukan dan fungsi Pancasila sebagai dasar negara,
pandangan hidup bangsa, dan ideologi negara.
2. Mengidentifikasi contoh nyata penerapan nilai-nilai Pancasila dalam
kehidupan di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
3. Menunjukkan komitmen untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam
kehidupan sehari-hari.
Praktik Pedagogis Model Pembelajaran: Problem-Based Learning (Pembelajaran Berbasis
(Pendekatan Deep Masalah) dan Contextual Teaching and Learning (Pembelajaran Kontekstual).
Learning) Metode:
• Meaningful Learning: Analisis studi kasus nyata (misal: berita aktual),
menghubungkan materi dengan pengalaman pribadi siswa.
• Joyful Learning: Permainan peran (role-playing), galeri berjalan (gallery
walk), membuat poster/peta pikiran kreatif, kuis interaktif.
• Mindful Learning: Kegiatan refleksi di awal dan akhir pelajaran, teknik
berhenti sejenak untuk observasi, dan jurnal syukur harian terkait pengamalan
Pancasila.
Pemanfaatan Digital Pemanfaatan platform presentasi (Canva, Google Slides), papan tulis digital
(Miro, Jamboard) untuk curah pendapat, dan akses video inspiratif (misal:
kisah perjuangan atlet) atau dokumenter singkat tentang penerapan Pancasila.
PENGALAMAN BELAJAR (RINCIAN PER PERTEMUAN)
Blok 1: Pancasila sebagai Fondasi (Pertemuan 1-2)
● Topik: Pancasila sebagai Dasar Negara
● Pertemuan 1:
○ Kegiatan Awal (15 menit - Mindful & Joyful):
1. Guru memulai dengan teknik STOP (Stop, Take a breath, Observe, Proceed) selama 1 menit
untuk menciptakan suasana tenang.
2. Pertanyaan pemantik: "Aturan apa yang paling penting dalam sebuah permainan? Mengapa
aturan dasar itu diperlukan?" Guru mengaitkannya dengan fungsi "dasar negara".
3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
○ Kegiatan Inti (55 menit - Meaningful):
1. Guru menyajikan apersepsi kisah Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir, menekankan bagaimana
persatuan menjadi dasar kemenangan mereka.
2. Siswa menganalisis kisah tersebut dan mengaitkannya dengan Sila Ketiga sebagai dasar
semangat persatuan.
3. Guru menjelaskan konsep Pancasila sebagai dasar negara: fondasi hukum, etika, dan
penyelenggaraan pemerintahan.
4. Aktivitas Kelompok: Siswa dalam kelompok mengidentifikasi aturan di rumah (misal: jadwal
bersih-bersih, jam belajar) dan menghubungkannya dengan nilai-nilai Pancasila (gotong
royong, tanggung jawab).
○ Kegiatan Penutup (10 menit - Mindful):
1. Siswa menuliskan satu komitmen pribadi untuk menerapkan satu nilai Pancasila di lingkungan
keluarga pada jurnal refleksi mereka.
2. Guru memberikan umpan balik dan menyimpulkan materi.
● Pertemuan 2:
○ Kegiatan Awal (10 menit - Joyful):
1. Kuis singkat (misal: melalui Kahoot/Quizizz) tentang konsep dasar negara yang telah dipelajari.
○ Kegiatan Inti (60 menit - Meaningful & Joyful):
1. Aktivitas "Galeri Berjalan": Setiap kelompok menuliskan contoh-contoh nyata pengamalan
Pancasila sebagai dasar negara di lingkungan sekolah dan masyarakat pada kertas plano.
Hasilnya ditempel di dinding.
2. Setiap kelompok berkeliling untuk melihat hasil kelompok lain, memberikan komentar atau
pertanyaan menggunakan catatan tempel.
3. Diskusi kelas untuk membahas temuan yang paling menarik atau paling sering muncul dari
aktivitas galeri.
○ Kegiatan Penutup (10 menit - Mindful):
1. Refleksi terbimbing: "Bagaimana perasaanmu ketika melihat begitu banyak contoh baik
penerapan Pancasila di sekitar kita?"
Blok 2: Pancasila sebagai Kompas (Pertemuan 3-4)
● Topik: Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa
● Pertemuan 3:
○ Kegiatan Awal (10 menit - Mindful):
1. Guru mengajak siswa memejamkan mata dan membayangkan "Orang seperti apa yang ingin
kamu jadikan panutan?" Guru mengaitkannya dengan konsep "pandangan hidup".
○ Kegiatan Inti (60 menit - Meaningful):
1. Guru menjelaskan konsep Pancasila sebagai pandangan hidup: cara bangsa Indonesia
memandang realitas, menjadi acuan norma dan sikap.
2. Studi Kasus: Siswa menganalisis sebuah cerita inspiratif (bisa dari berita atau video singkat)
tentang seorang tokoh masyarakat yang hidupnya mencerminkan nilai-nilai luhur (misal:
kejujuran, kepedulian sosial).
3. Siswa mendiskusikan nilai-nilai Pancasila apa saja yang tecermin dari tokoh tersebut.
○ Kegiatan Penutup (10 menit - Mindful):
1. Siswa berbagi satu nilai yang mereka pelajari dari tokoh tersebut yang ingin mereka terapkan.
● Pertemuan 4:
○ Kegiatan Awal (10 menit - Joyful):
1. Permainan tebak gaya: Satu siswa memeragakan sebuah sikap (misal: menolong teman,
musyawarah), siswa lain menebak sila Pancasila yang relevan.
○ Kegiatan Inti (60 menit - Meaningful & Joyful):
1. Aktivitas "Pohon Nilai": Guru menyediakan gambar pohon besar di papan tulis. Setiap siswa
menuliskan satu contoh perilaku sehari-hari (di sekolah atau masyarakat) yang sesuai dengan
Pancasila sebagai pandangan hidup pada kertas berbentuk daun, lalu menempelkannya di
pohon.
2. Diskusi kelas: Mengapa "pohon" ini bisa tumbuh subur? Apa yang terjadi jika "daun-daun" ini
tidak ada?
○ Kegiatan Penutup (10 menit - Mindful):
1. Refleksi singkat: "Daun kebaikan apa yang sudah aku tambahkan pada 'pohon kehidupanku'
hari ini?"
Blok 3: Pancasila sebagai Cita-Cita (Pertemuan 5-6)
● Topik: Pancasila sebagai Ideologi Negara
● Pertemuan 5:
○ Kegiatan Awal (10 menit - Mindful):
1. Pertanyaan pemantik: "Jika kamu adalah pemimpin, apa satu tujuan besar yang ingin kamu
capai untuk kelas/sekolah ini? Apa yang akan menjadi pemandumu?"
○ Kegiatan Inti (60 menit - Meaningful):
1. Guru menjelaskan konsep Pancasila sebagai ideologi negara: seperangkat gagasan dan cita-cita
yang menjadi arah tujuan bernegara (merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur).
2. Analisis Kebijakan Sederhana: Guru memberikan contoh sebuah program pemerintah (misal:
Program Indonesia Pintar, pembangunan infrastruktur). Siswa dalam kelompok menganalisis
bagaimana program tersebut merupakan upaya mewujudkan cita-cita yang terkandung dalam
sila-sila Pancasila.
○ Kegiatan Penutup (10 menit - Mindful):
1. Guru mengajak siswa merenung: "Bagaimana peranku sebagai pelajar dapat berkontribusi pada
cita-cita bangsa?"
● Pertemuan 6:
○ Kegiatan Awal (10 menit - Joyful):
1. Menyanyikan lagu nasional yang membangkitkan semangat (misal: "Garuda Pancasila" atau
"Bangun Pemudi Pemuda").
○ Kegiatan Inti (55 menit - Meaningful & Joyful):
1. Aktivitas "Surat untuk Masa Depan Indonesia": Setiap siswa menulis sebuah surat singkat yang
ditujukan untuk Indonesia di masa depan. Surat ini berisi harapan dan cita-cita mereka untuk
bangsa, yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila.
2. Beberapa siswa secara sukarela membacakan suratnya di depan kelas.
○ Kegiatan Penutup (15 menit):
1. Guru memberikan penguatan dan apresiasi atas seluruh proses pembelajaran.
2. Penjelasan mengenai asesmen sumatif yang akan dilaksanakan.
E. ASESMEN
Jenis Asesmen Teknik dan Instrumen
Asesmen Awal Teknik: Diskusi kelas terarah.
(Diagnostik) Instrumen: Pertanyaan pemantik saat apersepsi (menganalisis kisah Tontowi/Liliyana)
untuk memetakan pemahaman awal siswa tentang nilai-nilai Pancasila dalam
konteks persatuan dan keberagaman.
Asesmen - Observasi: Menggunakan rubrik untuk menilai keaktifan, kemampuan berargumen,
Formatif dan kolaborasi siswa selama diskusi kelompok, permainan peran, dan aktivitas galeri
(Proses) berjalan.
- Penilaian Kinerja: Menilai hasil kerja kelompok seperti poster "Pohon Nilai" atau
analisis studi kasus berdasarkan kelengkapan dan kedalaman analisis.
- Penilaian Diri & Rekan Sejawat (Peer Assessment): Menggunakan lembar sederhana
untuk menilai kontribusi individu dalam kerja kelompok.
Asesmen Teknik: Tes Tertulis (Uji Kompetensi).
Sumatif Instrumen: Soal esai berbasis analisis kasus (seperti contoh pada Buku Panduan
Guru). Soal dirancang untuk mengukur kemampuan analisis dan penalaran kritis
siswa dalam menerapkan konsep kedudukan Pancasila untuk memecahkan masalah
hipotetis, bukan sekadar tes hafalan.
F. PENGAYAAN DAN REMEDIAL
Program Deskripsi Kegiatan
Pengayaan Bagi peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran, mereka dapat diberikan
tantangan lebih lanjut:
1. Menganalisis sebuah artikel berita terkini dan menulis esai singkat tentang bagaimana
nilai-nilai Pancasila relevan dengan isu tersebut.
2. Membuat sebuah video kampanye singkat (< 1 menit) tentang pentingnya
mengamalkan salah satu sila Pancasila di lingkungan sekolah.
Remedial Bagi peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran, guru dapat melakukan:
1. Pembelajaran ulang konsep kunci (dasar negara, pandangan hidup, ideologi)
menggunakan analogi yang lebih sederhana dan visual.
2. Pendampingan dalam kelompok kecil untuk mengerjakan kembali tugas identifikasi
contoh penerapan Pancasila dengan bimbingan langsung.
3. Memberikan kartu-kartu kasus sederhana untuk dijodohkan dengan sila Pancasila yang
sesuai.
G. REFLEKSI DIRI PESERTA DIDIK DAN PENDIDIK
Jenis Refleksi Pertanyaan Panduan
Refleksi Peserta Didik (Diisi oleh siswa di akhir bab)
1. Apa satu hal baru dan paling bermakna yang saya pelajari dari bab ini?
2. Perubahan sikap apa yang akan saya lakukan setelah memahami
kedudukan Pancasila?
3. Tantangan terbesar bagi saya dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila
adalah... dan cara saya mengatasinya adalah...
4. Dari skala 1-5, seberapa besar pemahaman saya tentang materi ini?
(1=Belum Paham, 5=Sangat Paham)
Refleksi Pendidik (Diisi oleh guru setelah menyelesaikan bab)
1. Apakah kegiatan pembelajaran berhasil membuat siswa antusias dan
terlibat aktif?
2. Kegiatan mana yang paling efektif dalam membantu siswa memahami
konsep? Kegiatan mana yang perlu diperbaiki?
3. Apakah pendekatan Deep Learning (Bermakna, Menyenangkan, Penuh
Kesadaran) sudah terintegrasi dengan baik?
4. Apa yang akan saya lakukan secara berbeda pada pembelajaran bab
berikutnya?
Mengetahui Boru, 30 Juli 2025
Kepala UPTD Satuan Pendidikan Formal Guru Mata Pelajaran
SMP Negeri 1 Wulanggitang
Alfonsus Tube Hera, [Link] Mariana Nurti,[Link]
NIP. 196908022005011009 NIP. 198712302023212017