MODUL AJAR DEEP LEARNING
KETERAMPILAN DASAR TINDAKAN
KEPERAWATAN
A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : SMK Negeri 4 Lebong
Nama Penyusun : Depiana
Mata Pelajaran : Keterampilan Dasar Tindakan
Keperawatan Fase / Kelas /Semester: F / XI1 / Genap
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026
B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK
Peserta didik kelas XI pada umumnya telah memiliki kemampuan membaca dan
menulis dasar, serta sering terpapar berbagai informasi dari media digital (berita
online, media sosial, video). Pengetahuan awal mereka tentang literasi digital dan
risiko informasi palsu mungkin bervariasi, tergantung pada lingkungan dan
kebiasaan. Minat mereka cenderung tinggi pada informasi yang relevan dengan
kehidupan remaja dan isu-isu terkini. Latar belakang sosial-ekonomi yang beragam
dapat mempengaruhi akses mereka terhadap sumber informasi yang kredibel.
Kebutuhan belajar mereka mencakup kemampuan membedakan fakta dan opini,
mengidentifikasi bias, serta menyajikan informasi secara bertanggung jawab.
C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN
Materi "Mengkritis Informasi dari Berbagai Sumber" adalah jenis pengetahuan
konseptual, prosedural, dan afektif. Pengetahuan konseptual meliputi definisi
informasi, fakta, opini, serta ciri-ciri sumber informasi yang kredibel dan tidak
kredibel. Pengetahuan prosedural mencakup langkah-langkah dalam menganalisis,
mengevaluasi, dan menyaring informasi dari berbagai sumber, serta teknik-teknik
menyajikan informasi secara objektif. Pengetahuan afektif berfokus pada
penanaman sikap skeptis yang sehat, tanggung jawab dalam menyebarkan
informasi, dan etika berliterasi digital. Materi ini sangat relevan dengan kehidupan
nyata peserta didik di era banjir informasi, di mana kemampuan mengkritisi
informasi sangat vital untuk menghindari hoaks dan misinformasi. Tingkat
kesulitan materi moderat, dengan penekanan pada analisis kritis dan aplikasi.
Struktur materi dimulai dari pemahaman jenis informasi, cara mengidentifikasi
sumber, hingga praktik mengkritisi dan menyajikan informasi. Materi ini secara
eksplisit mengintegrasikan nilai-nilai karakter seperti integritas, kritis, mandiri, dan
tanggung jawab.
D DIMENSI LULUSAN PEMBELAJARAN
● Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis secara mendalam
berbagai informasi, mengevaluasi validitas dan kredibilitas sumber, serta
merumuskan kesimpulan yang logis dan objektif.
● Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan gagasan, argumen, dan
informasi secara jelas, efektif, dan bertanggung jawab, baik lisan maupun
tulisan.
● Kewargaan: Peserta didik memiliki kesadaran dan tanggung jawab sebagai
warga negara digital yang aktif dalam memerangi misinformasi dan
disinformasi demi kebaikan bersama.
● Kemandirian: Peserta didik memiliki inisiatif dan kemampuan untuk mencari,
memverifikasi, dan menyajikan informasi secara mandiri dengan menjunjung
tinggi etika.
DESAIN PEMBELAJARAN
A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) NOMOR : 32 TAHUN 2024
Pmata pelajaran Layanan Penunjang
K Caregiving berfokus padakompetensi
bersifat lanjutan yang harus dimiliki oleh layanan
penunjang keperawatan dan caregiving, serta jabatan
lain sesuai dengan perkembangan dunia kerja. Oleh
karena itu, dalam proses pembelajarannya
memerlukan ketelitian, ketekunan, keramahan,
kesabaran, dan empati dalam pemberian layanan
kepada klien.
Selain itu, peserta didik diberikan pemahaman tentang
ilmu penyakit umum, kejiwaan sesuai tahapan usia,
kebutuhan dasar manusia, dan keterampilan dasar
layanan penunjang keperawatan dan caregiving sesuai
tahapan usia.
Elemen dan deskripsi elemen mata pelajaran Layanan
Penunjang Keperawatan dan Caregiving adalah sebagai
berikut.
.
Fase F berdasarkan elemen.
Elemen Capaian Pembelajaran
Keterampilan dasar Peserta didik mampu menerapkan keterampilan dasar
layanan penunjang tindakan keperawatan sesuai tahapan usia yang
keperawatan dan meliputi desinfeksi, sterilisasi serta penyimpanan alat
caregiving sesuai kesehatan
tahapan usia
B. LINTAS DISIPLIN ILMU
● Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan: Konsep hak dan kewajiban
warga negara dalam pasien dan perawat di bidang layanan kesehtan.
● Bahasa Indonesia: Mempelajari bagaimana berkomunikasi yang baik dan
benar saat Bersama pasien
● Informatika/TIK: Keterampilan mencari informasi secara efisien,
mengidentifikasi situs web yang kredibel, dan memahami algoritma media
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
sosial.
Tujuan Pembelajaran Kriteria Ketercapaian Tujuan
Pembelajaran
Mendemonstrasikan keterampilan dasar 1. Mempraktikan tindakan dasar
tindakan keperawatan keperawatan desinfeksi dan
sterilisasi
D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
● Fenomena hoaks dan disinformasi di media sosial (misalnya, terkait kesehatan,
atau
● Etika dalam menyebarkan informasi dan UU ITE.
● Pemanfaatan situs atau platform cek fakta (misalnya, Turn Back Hoax, Mafindo).
E. KERANGKA PEMBELAJARAN PRAKTIK PED
● Model Pembelajaran: Projek-Based Learning (PJBL) Problem Based
Learninguntuk mendorong penalaran kritis dan kemandirian.
● Strategi Pembelajaran: Kooperatif (diskusi kelompok, peer review), inkuiri
(penelusuran informasi mandiri), dan reflektif.
● Metode Pembelajaran: Diskusi, tanya jawab, analisis kasus, studi literatur,
penelusuran web.
KEMITRAAN PEMBELAJARAN:
● Lingkungan Sekolah: Kolaborasi dengan guru TIK/Informatika untuk
penguatan keterampilan digital, guru PPKn untuk aspek etika dan kewargaan.
Pemanfaatan perpustakaan sekolah yang dilengkapi akses internet.
● Lingkungan Luar Sekolah/Masyarakat: Mengundang narasumber dari
jurnalis, pegiat literasi digital, atau perwakilan Kominfo/Dewan Pers (jika
memungkinkan) untuk berbagi wawasan. Mendorong peserta didik untuk
berinteraksi dengan komunitas cek fakta online.
LINGKUNGAN BELAJAR:
● Ruang Fisik: Kelas yang fleksibel untuk diskusi kelompok dan presentasi,
dilengkapi proyektor dan akses internet yang stabil. Penataan meja dan kursi
yang dapat diubah sesuai kebutuhan aktivitas.
● Ruang Virtual: Pemanfaatan Whatshap untuk berbagi materi, tautan,
pengumpulan tugas, dan forum diskusi asinkron. Akses ke portal berita online,
situs cek fakta, dan perpustakaan digital.
● Budaya Belajar: Mendorong budaya skeptis yang sehat, berani bertanya dan
menantang informasi yang meragukan, menghargai argumen logis, dan
bertanggung jawab dalam setiap tindakan digital.
PEMANFAATAN DIGITAL:
● Perpustakaan Digital: Mengakses jurnal online, artikel ilmiah, atau buku
elektronik yang relevan dengan literasi media dan informasi.
● Forum Diskusi Daring: Diskusi melalui Whatshap untuk memperdalam
pemahaman dan berbagi temuan dari penelusuran informasi.
● Quizizz: Digunakan untuk asesmen formatif (kuis interaktif) di awal atau akhir
sesi, mengumpulkan pendapat anonim, atau memicu diskusi tentang berita
viral.
● Situs Berita Online Kredibel (misalnya: Kompas, Tempo, BBC Indonesia),
Situs Cek Fakta (misalnya: Turn Back Hoax, Mafindo): Sumber utama untuk
studi kasus dan latihan mengkritisi informasi.
LANGKAH PEMBELAJARAN
Kegiatan Deskripsi Estimasi
Pertemuan Ke -1
Pembelajaran Waktu
Pendahuluan MEMAHAMI BERBAGAI JENIS INFORMASI DAN KREDIBILITAS SUMBER (MINDFUL 50 menit
LEARNING & MEANINGFUL LEARNING)
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT) - BERKESADARAN (MINDFUL LEARNING):
Pembukaan: Guru mengucapkan salam, berdoa, dan melakukan presensi. (Fokus: Menyadari kehadiran dan
mempersiapkan diri).
Apersepsi: Guru menampilkan sebuah kutipan atau gambar meme yang mengandung informasi ambigu atau
provokatif dari media sosial. Peserta didik diminta untuk menyampaikan reaksi atau pendapat awal mereka.
Guru memantik pertanyaan: "Bagaimana perasaan kalian saat melihat video seperti ini? Apakah kalian
langsung percaya? Mengapa kita perlu berhati-hati?" (Fokus: Menghadirkan kesadaran akan pentingnya
literasi informasi di era digital).
Ice Breaking (Joyful Learning): Permainan singkat "Detektif Kata" di mana guru membacakan serangkaian
kalimat, dan peserta didik cepat mengangkat kartu "Fakta" atau "Opini". (Fokus: Membangun suasana ceria
dan melatih pembedaan dasar).
Penyampaian Tujuan: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan relevansinya dengan kehidupan
peserta didik. (Fokus: Membangun makna belajar).
KEGIATAN INTI - MEMAHAMI, MENGAPLIKASI, MEREFLEKSI:
Cara desinfeksi peralatan kesehatan sederhana
[Link]
b. Peserta didik mengamati tayangan video yang telah di sajikan oleh guru melalui link youtube yang
di berikan kepada peserta didik
c. Guru memberikan lembar kerja kepada peserta didik tentang pendalaman materi “desinfeksi’
d. Peserta didik mengerjakan lembar kerja pendalaman materi”desinfeksi” secara mandiri dan
bernalar kritis dengan menggunakan referensi buku yang di informasikan oleh guru yaitu
Lestari, Yeni,Dodik Aprilianto,Joko [Link] Dasar Manusia,Jakarta:Andi
Hastuti, Tri, Dhanik, [Link] Dasar Tindakan I,Jakarta:Pilar Utama Mandiri
e. Peserta didik membacakan hasil pengerjaan lembar kerja peserta didik pendalaman
materi “desinfeksi”di depan kelas.
f. Guru memberikan penguatan tentang hasil dari lembar kerja peserta didik materi “desinfeksi”
kepada peserta didik.
g. Guru mendemonstrasikan di depan peserta didik tentang:
Pembuatan larutan sabun
Pembuatan larutan klorin 0,5%
Tindakan desinfeksi peralatan kesehatan yang telah terkontaminasi
h. Guru membentuk kelompok yang beranggotakan 5 orang peserta didik untuk mempraktekan
kembali tindakan dasar keperawatan tentang:
Pembuatan larutan sabun
Pembuatan larutan klorin 0,5%
Tindakan desinfeksi peralatan kesehatan yang telah terkontaminasi
i. Peserta didik yang telah berkelompok mempraktekan kembali tindakan dasar keperawatan yang
telah di demonstrasikan oleh guru
Penutup a. Guru mengajak peserta didik merefleksi sejenak tentang apa yang telah dipelajari hari ini. 40 menit
b. Guru memberikan kesimpulan tentang materi yang telah di pelajari hari ini terkait
tentang “desinfeksi” peralatan kesehatan.
c. Guru memotivasi peserta didik untuk menyelesaikan tugas yang diberikan dengan rasa
tanggungjawab.
d. Guru menutup kegiatan pembelajaran
Pertemuan Ke -2
Kegiatan Deskripsi Estimasi
Pembelajaran Waktu
Pendahuluan a. Membuka kegiatan yang diawali oleh salam. 40 menit
b. Menyanyikan lagu Indonesia raya atau lagu daerah pada awal pembelajaran
c. Menanyakan presensi kehadiran peserta didik dan kesiapan dalam mengikuti
kegiatan pembelajaran
d. Menyampaikan tujuan dan kegiatan pembelajaran
e. Mengaitkan materi pada pertemuan lalu tentang “desinfeksi” peralatan kesehatan
dengan materi hari ini
inti a. Guru memberikan tampilan video tentang: 190 menit
Cara sterilisasi peralatan kesehatan dengan metode uap
[Link]
Cara sterilisasi peralatan kesehatan dengan metode uap tekanan tinggi/autoclave
[Link]
b. Peserta didik mengamati tayangan video yang telah di sajikan oleh guru melalui
link youtube yang di berikan kepada peserta didik
c. Guru memberikan lembar kerja kepada peserta didik tentang pendalaman materi “sterilisasi”
d. Peserta didik mengerjakan lembar kerja pendalaman materi”desinfeksi” secara mandiri
dan bernalar kritis dengan menggunakan referensi buku yang di informasikan oleh guru
yaitu
Lestari, Yeni,Dodik Aprilianto,Joko [Link] Dasar Manusia,Jakarta:Andi
Hastuti, Tri, Dhanik, [Link] Dasar Tindakan I,Jakarta:Pilar Utama Mandiri
e. Peserta didik membacakan hasil pengerjaan lembar kerja peserta didik pendalaman
materi “sterilisasi”di depan kelas.
f. Guru memberikan penguatan tentang hasil dari lembar kerja peserta didik
materi “sterilisasi” kepada peserta didik.
g. Guru mendemonstrasikan di depan peserta didik tentang:
Sterilisasi peralatan kesehatan dengan metode uap
Sterilisasi peralatan kesehatan dengan metode uap tekanan tinggi/autoclav
h. Guru membentuk kelompok yang beranggotakan 5 orang peserta didik
untuk mempraktekan kembali tindakan dasar keperawatan
Sterilisasi peralatan kesehatan dengan metode uap
Sterilisasi peralatan kesehatan dengan metode uap tekanan tinggi/autoclav
i. Peserta didik yang telah berkelompok mempraktekan kembali tindakan dasar
keperawatan yang telah di demonstrasikan oleh guru
Penutup a. Guru mengajak peserta didik merefleksi sejenak tentang apa yang telah dipelajari hari ini. 40 menit
b. Guru memberikan kesimpulan tentang materi yang telah di pelajari hari ini terkait
tentang “sterilisasi” peralatan kesehatan.
c. Guru memotivasi peserta didik untuk menyelesaikan tugas yang diberikan dengan rasa
tanggung jawab.
d. Guru menutup kegiatan pembelajaran
Pertemuan Ke -3
Kegiatan Deskripsi Estimasi
Pembelajaran Waktu
Pendahuluan a. Membuka kegiatan yang diawali oleh salam. 40 menit
b. Menyanyikan lagu Indonesia raya atau lagu daerah pada awal pembelajaran
c. Menanyakan presensi kehadiran peserta didik dan kesiapan dalam mengikuti kegiatan pembelajaran
d. Menyampaikan tujuan dan kegiatan pembelajaran
e. Mengaitkan materi lalu tentang “desinfeksi dan sterilisasi” peralatan kesehatan dengan materi hari ini
inti a. Guru memberikan tampilan video tentang: 210 menit
Cara penyimpanan alat-alat kesehatan
[Link]
b. Peserta didik mengamati tayangan video yang telah di sajikan oleh guru melalui link youtube yang di
berikan kepada peserta didik
c. Guru memberikan lembar kerja kepada peserta didik tentang pendalaman materi penyimpanan
alat- alat kesehatan
d. Peserta didik mengerjakan lembar kerja pendalaman materi”desinfeksi” secara mandiri dan
bernalar kritis dengan menggunakan referensi buku yang di informasikan oleh guru yaitu
Lestari, Yeni,Dodik Aprilianto,Joko [Link] Dasar Manusia,Jakarta:Andi
Hastuti, Tri, Dhanik, [Link] Dasar Tindakan I,Jakarta:Pilar Utama Mandiri
e. Peserta didik membacakan hasil pengerjaan lembar kerja peserta didik pendalaman
materi penyimpanan alat-alat kesehatan di depan kelas.
f. Guru memberikan penguatan tentang hasil dari lembar kerja peserta didik materi penyimpanan
alat- alat kesehatan kepada peserta didik.
g. Melakukan asesmen akhir kepada peserta didik tentang keterampilan dasar tindakan
keperawatan desinfeksi dan sterilisasi, yakni:
Cara pembuatan larutan sabun
Cara pembuatan larutan klorin 0,5%
Cara mendesinfeksi peralatan kesehatan yang terkontaminasi
Cara sterilisasi alat menggunakan metode uap
Cara penyimpanan alat-alat kesehatan
Penutup a. Guru mengajak peserta didik merefleksi sejenak tentang apa yang telah dipelajari hari ini. 20 menit
b. Guru memotivasi peserta didik untuk menyelesaikan tugas yang diberikan dengan rasa tanggung
jawab.
c. Guru menutup kegiatan pembelajaran
ASESMEN
ASESMEN AWAL
Aspek yang di nilai Indikator Jenis Instrumen Jumlah butir soal
Kompetensi awal 1. Mampu menyebutkan 3 jenis Soal tes lisan/ Tanya 5
mikroorganisme penyebab terjadinya jawab
penyakit
2. Mampu menyebutkan 3 macam
cara penularan penyakit
1. Indikaator
2. Rubrik Asessmen Awal
Aspek Kriteria ketercapaian Kompetensi Awal
Sangat baik Baik Cukup Kurang
Kompetensi Jika peserta didik dapat Jika peserta didik dapat Jika peserta hanya Jika peserta didik hanya dapat
awal menjawab 5 butir soal dengan menjawab 4 butir soal dapat menjawab 3 menjawab 2 soal atau tidak ada
Tujuan benar dengan benar butir soal dengan jawaban yang benar sama sekali
Pembelajaran benar.
Rencana Peserta didik siap mengikuti Peserta didik siap Peserta didik akan Peserta didik akan diberikan
Tindak Lanjut kegiatan pembelajaran mengikuti kegiatan diberikan pengayaan pengayaan materi sebelum masuk
pembelajaran materi sebelum masuk ke materi selanjutnya oleh guru
ke materi selanjutnya atau tutor teman sebaya
oleh guru atau tutor
teman sebaya
3. Soal Asesmen awal
No Butir Soal Kunci jawaban
1. Sebutkan 3 jenis mikroorganisme/kuman penyebab terjadinya Virus
penyakit! Bakteri
Parasit
Atau kata kunci lainnya:
Jamur
protista
2. Sebutkan 3 macam cara penularan penyakit! Udara
Percikan air liur
Air
Atau kata kunci lainnya:
Luka yang terbuka
Jarum suntik yang terkontaminasi
3. Sebutkan 5 macam peralatan kesehatan yang ada di rumah sakit! Gunting perban
Sarung tangan
Kateter
Pinset
Bak instrumen
Atau kata kunci lainnya yang termasuk peralatan kesehatan
di area rumah sakit
4. Jelaskan fungsi dari larutan desinfektan! Menghambat atau membunuh mikroorganisme
(misalnya pada bakteri, virus dan jamur kecuali spora
bakteri) pada permukaan benda mati, seperti furniture,
ruangan, lantai,
dll
5. Jelaskan cara untuk membersihkan peralatan kesehatan yang telah Merendam peralatan kesehatan dengan
terkontaminasi oleh cairan dan darah? larutan desinfektan
Membersihkan peralatan kesehatan dengan cara
mencuci atau mengorek sela-sela peralatan medis
dengan kapas lidi
Menyikat bagian luar peralatan medis dengan
sabun dan sikat halus
Membilas peralatan kesehatan di air mengalir
Mengeringkan peralatan setelah di cuci
ASESMEN PROSES
1. Indikator
KKTP indikator Jenis Instrumen Kriteria Penskoran
Mampu Mampu mempraktikan desinfeksi Lembar 0 = tidak melakukan tindakan
mempraktikan peralatan kesehatan yang telah checklist/observasi 1 = langkah kerja di lakukan kurang
tindakan dasar terekontaminasi oleh cairan dan lengkap dan tidak berurutan
keperawatan darah 2 = langkah kerja di lakukan dengan
desinfeksi dan lengkap dan berurutan
sterilisasi
2. Rubrik Asessmen proses
Aspek Kriteria ketercapaian Kompetensi Awal
Sangat baik Baik Cukup Kurang
Desinfeksi alat Jika peserta didik mendapatkan Jika peserta didik Jika peserta didik Jika peserta didik
kesehatan nilai 95-100 mendapatkan nilai 89- mendapatkan nilai mendapatkan nilai di
Sterilisasi alat 94 65-79 bawah nilai 65
kesehatan
Rencana Tindak Peserta didik tetap melanjutkan Peserta didik tetap Peserta didik akan Peserta didik akan
Lanjut pembelajaran tanpa harus remidial melanjutkan mendapatkan remidial mendapatkan remidial
pembelajaran tanpa dan diberikan dan diberikan
harus remidial pengayaan materi pengayaan materi
sebelum melanjutkan sebelum melanjutkan
pembelajaran pembelajaran
selanjutnya selanjutnya
3. Lembar cheklist asesmen proses
No Aspek yang di nilai Skor
2 1 0
A. Persiapan alat dan Bahan
1. Menyiapkan alat dan bahan
a. 1 pasang Sarung tangan kerja
b. 100 ml bayclin dengan zat aktif klorin
c. 3 buah Waskom
d. Sabun cair sunlight dalam botol
e. 1 buah sikat cuci
f. Kapas lidi dalam tempatnya
g. 2 buah Baki
h. Instrumen dan peralatan kesehatan berbahan karet yang akan di dekontaminasi
i. Kain duk bersih
j. Ikat kain duk berbahan kain
B. Prosedur Kerja
1. Mencuci tangan
2. Memakai sarung tangan kerja
3. Mendekatkan alat dan bahan
4. Membuat larutan klorin 0,5% dalam waskom dengan cara membuat perbandingan zat klorin dan air 1:9
5. Meletakkan semua instrumen dan alat kesehatan berbahan karet ke dalam waskom berisi larutan klorin 0,5%
dengan posisi terbuka dan terendam penuh dalam air selama 15-20 menit
6. Setelah 15-20 menit perendaman alat, membersihkan permukaan dan sela-sela instrumen dengan sikat cuci,
kapas lidi dan sabun cair
7. Meletakkan peralatan yang telah di di bersihkan dalam waskom kosong yang bersih
8. Mencuci bilas instrumen dan alat kesehatan dalam waskom di air bersih mengalir
9. Meletakkan peralatan yang telah di di bersihkan dalam waskom kosong yang bersih
10. Memindahkan semua instrumen peralatan kesehatan ke dalam baki yang bersih dengan posisi telungkup hingga
kering
11. Melepas sarung tangan kerja dan mencuci dengan sabun lalu menjemur dengan cara mengangin-angin sarung
tangan di atas jemuran
12. Mencuci tangan
13. Setelah instrumen dan peralatan kesehatan membungkus semua instrumen dengan kain duk bersih secara terpisah
sesuai dengan bahan logam dan karet. Mengikat kain duk berisi peralatan dengan tali berbahan kain.
14. Meletakkan instrumen yang telah di bungkus dengan kain duk dalam baki yang bersih sebelum di masukkan alat
sterilisator
Jumlah
Total Skor
NILAI Nilai Maksimal Aspek Yang Dinilai X 100
ASESMEN AKHIR
1. Indikator
KKTP indikator Jenis Instrumen Jumlah butir Kriteria Penskoran
soal
Mampu Mampu mempraktikan desinfeksi Soal pilihan ganda 10 Jika peserta didik menjawab 1
mempraktikan peralatan kesehatan yang telah soal pilihan ganda, maka skor
tindakan dasar terekontaminasi oleh cairan dan yang di peroleh adalah = 1
keperawatan darah Total skor maksimal yang di
desinfeksi dan Mampu mempraktikan sterilisasi dapatkan oleh peserta didik adalah
sterilisasi peralatan kesehatan dengan uap =10
tekanan tinggi autoclave
2. Rubrik Asessmen Akhir
Aspek Kriteria ketercapaian Kompetensi Awal
Sangat baik Baik Cukup Kurang
Desinfeksi alat Jika peserta didik mendapatkan Jika peserta didik Jika peserta didik Jika peserta didik
kesehatan nilai 9-10 mendapatkan nilai 7-8 mendapatkan nilai mendapatkan nilai di
Sterilisasi alat 5-6 bawah nilai 5
kesehatan
Rencana Tindak Peserta didik tetap melanjutkan Peserta didik tetap Peserta didik akan Peserta didik akan
Lanjut pembelajaran tanpa harus remidial melanjutkan mendapatkan remidial mendapatkan remidial
pembelajaran tanpa dan diberikan dan diberikan
harus remidial pengayaan materi pengayaan materi
sebelum melanjutkan sebelum melanjutkan
pembelajaran pembelajaran
selanjutnya selanjutnya
3. Soal Asesmen Akhir
Kriteria Butir Soal Kunci
ketercapaian Tujuan jawaban
Pembelajaran
Mampu mempraktikan 1. Bahan instrumen, apparatus, mesin, implan yang tidak mengandung obat yang di gunakan B
tindakan keperawatan untuk mencegah, mendiagnosis, menyembuhkan, dan meringankan penyakit adalah definisi
desinfeksi dan dari.......
sterilisasi a. Desinfeksi
b. Alat kesehatan
c. Sterilisasi
d. Desinfektan
e. antiseptik
2. Dibawah ini yang merupakan contoh alat kesehatan berbahan logam adalah...... D
a. Kateter
b. Sarung tangan
c. Badpan
d. Bak instrumen
e. Selang NGT
3. Suatu tindakan untuk membunuh kuman-kuman patogen dan apatogen, tetapi tidak termasuk B
sporanya pada peralatan perawatan dan kedokteran atau permukaan jaringan tubuh dengan
menggunakan bahan desinfektan atau dengan cara mencuci, mengoleskan, merendam, dan menjemur,
merupakan definisi dari.........
a. Desinfeksi
b. Alat kesehatan
c. Sterilisasi
d. Desinfektan
e. antiseptik
4. Dibawah ini yang bukan contoh dari larutan desinfektan adalah.......... E
a. Kloriin
b. Lisol
c. Sabun
d. Kalium permangant
e. Hand body lotion
5. Proses membunuh mikroorganisme di permukaan instrumen alat kesehatan dengan cara C
merebus selama 15 menit setelah air mendidih, pemrosesan alat ini di seebut
dengan............................
a. Sterilisasi panasbasah
b. Sterilisasi uap
c. Desinfeksi Tingkat Tinggi
d. Desinfet kimia
e. Sterilisasi uap tekanan tinggi
6. Upaya untuk membunuh mikroorganisme termasuk dalam bentuk spora, merupakan definisi dari......... C
a. Desinfeksi
b. Alat kesehatan
c. Sterilisasi
d. Desinfektan
e. antiseptik
7. Metode sterilisasi dilakukan dengan cara memanaskan peraltan langsung di atas api, disebut A
dengan metode....................
a. Pemijaran
b. Autoclave manual
c. Hot air oven
d. Radiasi sinar gamma
e. filtrasi
8. waktu yang di butuhkan saat melakukan sterilisasi alat dengan tekhnik menggunakan uap C
tekanan tinggi yaitu.................
a. 10 menit
b. 20 menit
c. 30 menit
d. 40 menit
e. 50 menit
9. Masa penyimpanan instrumen dan alat kesehatan yang telah di sterilisasi adalah..................... E
a. 3 hari
b. 4 hari
c. 5 hari
d. 6 hari
e. 7 hari
10. Untuk mengetahui lama dari masa penyimpanan, maka hal yang perlu di lakukan adala..................... A
a. Pemberian label yang memuat tanggal
b. Meletakkan instrumen pada tromol
c. Membukus instrumen dengan kain duk
d. Merendam peralatan dengan larutan klorin
e. Benar semua
LAMPIRAN
MATERI
DESINFEKSI DAN
STERILISASI
A. Alat Kesehatan
1. Pengertian Alat Kesehatan
Berdasarkan UU RI Nomor 1992 tentang kesehatan, alat kesehatan adalah bahan instrumen, apparatus, mesin, implan yang tidak
mengandung obat yang di gunakan untuk mencegah, mendiagnosis, menyembuhkan, dan meringankan penyakit, merawat orang sakit,
serta memulihkan kesehatan manusia dan untuk membentuk struktur dan memperbaiki fungsi tubuh.
2. Contoh Alat Kesehatan
a. Menurut sifat bahan:
Bahan dasar logam:pinset, gunting dan jarum hecting
Bahan dasar karet: kateter , sarung tangan, NGT
Bahan dasar linen: sprei, sarung bantal, selimut
b. Menurut fungsinya:
Peralatan medis
EGC monitor, termometer, tensimeter,bengkok, urinal, badpan
Peralatan non medis
Alat makan, generator, dan peralatan cucian
B. DESINFEKSI
1. Pengertian Desinfeksi
Desinfeksi adalah suatu tindakan untuk membunuh kuman-kuman patogen dan apatogen, tetapi tidak termasuk sporanya pada
peralatan perawatan dan kedokteran atau permukaan jaringan tubuh dengan menggunakan bahan desinfektan atau dengan cara
mencuci, mengoleskan, merendam, dan menjemur.
2. Bahan Desinfektan
Desinfektan adalah bahan kimia yang membunuh atau menginaktivasi mikroorganisme. Contoh larutan desinfektan adalah:
Sabun yang mempunyai daya antiseptic, misalnya asepso dan sopoderm.
Lisol.
Kreolin.
Savlon.
PK ( Permanganas Kalikus ).
Betadin.
3. Cara Membuat Larutan Desinfektan
1) Pembuatan larutan Sabun
a. Tujuan pembuatan larutan sabun :
Fungsi dari larutan sabun adalah mencuci tangan dan mencuci peralatan, seperti alat tenun, logam, kaca, karet / plastic, kayu
bercat dan yang berlapis formika.
b. Persiapan alat dan bahan :
Sabun padat, sabun krim atau sabun cair.
Gelas ukur / spuit.
Timbangan ( jika ada ).
Pisau atau sendok makan.
Alat pengaduk.
Air panas atau hangat dalam tempatnya.
Ember atau baskom.
c. Langkah kerja
Pembuatan larutan sabun dari sabun padat atau berbahan krim
Memasukkan sabun padat sekurang – kurangnya 4gr kedalam ember berisi 1 liter air panas atau hangat, lalu aduk sampai
larut,
Pembuatan larutan sabun dari sabun berbahan cair
Campurkan 3cc sabun cair ke dalam ember berisi 1 liter air hangat, kemudian aduk sampai rata.
2) Pembuatan larutan lisol
a. Persiapan Alat dan bahan
lisol
Gelas ukuran
Ember berisi air yang dibutuhkan
Ember atau baskom
b. Langkahkerja
Mencuci tangan
Meninjau kembali presentasi dan jumlah cairan yang akan dibuat ( misalnyaLisol 0,5% sebanyak 1 liter air
Menuangkan lisol ke dalam gelas ukuran ( sebanyak 5 cc )
Mencampurkan lisol 5 cc ke dalam satu liter air yang telah disediakan
Membereskan alat-alat6
Mencuci tangan
4. Pengolahan alat dan bahan terkontaminasi
1) Persiapan alat dan bahan
Sarung tangan
Larutan desinfektan
Peralatan yang akan di bersihkan
Sikat halus, lapkering,kain,kassa,lidi kapas dan spuit
Baskom berisi larutan sabun
Baskom berisi air bersih
Kain duk steril
Alat tulis
2) Langkah kerja
Mencuci tangan dan memakai sarung tangan
Memisahkan alat-alat yang tercemar oleh darah dan cairan tubuh terlebih dahulu dengan cara merendam dengan cairan lisol 2
% dalam 3 liter air selama 24 jam
Peralatan lainnya di rendam dengan cairan lisol 2% dalam 3 liter air selama 24 jam
Bersihkan bagian dalam peralatan dengan lidi kapas, menyedot dan mengorek area yang kotor
Bagian luar peralatan di bersihkan dengan sikat halus dan kassa
Pada sarung tangan cara membersihkan dengan mengucek dan membalik, sedangkan kateter dan peralatan lainnya
membersihkan dengan cara mengeluarkan kotoran bagian dalam kanul dengan menggunakan lidi kapas.
Kemudian pindahkan semua peralatan ke dalam air sabun dan diamkan selama 5-10 menit kemudian bilas dengan air bersih
Setelah itu peralatan di keringkan dengan cara di angin-angin.
Setelah kering peralatan di letakkan di kain duk steril lalu di bungkus
Siap untuk di sterilkan atau di rebus kukus
C. STERILISASI
1. Pengertian Sterilisasi
Sterilisasi adalah proses pemusnahan mikroorganisme yang dapat membahayakan kesehatan, termasuk dalam bentuk spora. Sementara itu, disinfeksi
merupakan proses untuk merusak organisme yang bersifat patogen, namun tidak dapat mengeliminasi dalam bentuk spora.
2. Macam Metode Atau Cara Sterilisasi Alat Kesehatan
a. Pemanasan
Salah satu cara yang banyak digunakan dalam proses sterilisasi adalah dengan pemanasan. Pemanasan ini termasuk ke dalam metode
fisika. Termasuk juga untuk peralatan medis. Dapat disterilkan dengan menggunakan metode pemanasan. Metode ini juga terbagi
menjadi beberapa jenis.
Panas Kering
Panas kering adalah metode sterilisasi dengan menggunakan panas secara oksidasi atau radiasi. Metode panas kering itu sendiri bisa
dilakukan dengan beberapa cara.
Pemijaran : Metode ini dilakukan dengan cara memanaskan peraltan langsung di atas api. Metode ini sangat simple dan hanya
menggunakan Bunsen atau dikenal dengan istilah lampu spirtus
Pembakaran : Sekilas metode ini hampir sama dengan metode pemijaran. Namun berbeda, metode ini dilakukan dengan sama
seperti pada pemijaran namun tidak sampai “memijar”. Metode ini umumnya digunakan pada peralatan medis yang berbahan
logam atau kaca. Contohnya : Memanaskan pinset diatas Bunsen sebelum digunakan.
Dry Heat Sterilization atau Hot Air Oven : Sterilisasi ini digunakan sebuah alat khusus yang umum dinamakan
dengan sterilisator kering. Alat yang digunakan untuk sterilisasi jenis ini mirip dengan Oven dan didalamnya terdapat penghasil
panas radiasi yang dapat mencapai suhu 160 °C atau lebih. Tidak semua alat dapat disterilkan menggunakan metode ini seperti
bahan yang terbuat dari plastic atau karet. Metode ini digunakan untuk mensterilkan peralatan medis yang terbuat dari bahan
logam atau kaca.
Panas Basah
Metode atau cara sterilisasi alat kesehatan berikutnya yaitu dengan menggunakan Panas Basah. Apa itu panas basah ? Yakni satu
metode sterilisasi fisik dengan pemanasan yang dihasilkan dari uap basah alam tekanan tertutup. Metode sterilisasi ini dilakukan
dengan menggunakan alat yang disebut Autoclave. Terdapat dua macam model Autoclave yang bisa digunakan dalam proses
sterilisasi pemanasan basah atau uap.
Autoclave Manual : Proses sterilisasi dengan autoklaf manual dilakukan dalam waktu 15 menit pada suhu tertentu. Ketika
suhu sudah mencapai 1200 °C, maka Autoclave harus dimatikan.
Autoclave Otomatis : Proses sterilisasi dengan Autoclave Digital sama saja, hanya dilengkapi dengan pengatur suhu dan
timer otomatis. Dalam hal ini kita dapat mengatur penggunaan sterilisasi untuk berbagai macam media yang memiliki tingkat
ketahanan panas yang berbeda- beda dalam waktu tertentu.
b. Radiasi Sinar Gamma
Metode sterilisasi peralatan medis dan kedokteran bisa juga dilakukan dengan menggunakan Radiasi Ionisasi. Biasanya alat
yang digunakan berupa microwave khusus yang dapat memancarkan gelombang pendek dan sinar Gamma dengan energi
tinggi.
c. Filtrasi (Penyaringan)
Metode ini digolongkan pada metode sterilisasi mekanik. Metode ini hanya dilakukan pada media – media tertentu yaitu cairan
dan juga udara. Contohnya :
Melewatkan larutan pada membrane selulosa asetat atau selulosa nitrat
Memfilter atau menyaring udara dengan menggunakan (HEPA filter) dari organisme dengan ukuran lebih besar dari 0.3
µm.
3. Pelaksanaan Tindakan Sterilisasi
a. Sterilisasi dengan uap air
1) Persiapan alat dan bahan
Sarung tangan disposible
Panci dengan penangas air yang memiliki lubang / sorongan di bagian tutupnya
Air bersih
Kompor
Alat berbahan logam yang akan di sterilkan terbungkus dalam kain duk steril
Kompor
Tromol
korentang
2) Langkah kerja
Mencuci tangan
Meletakkan panci dandang yang telah di isi air di atas kompor
Menunggu air dalam panci dandang hingga mendidih sempurna
Memasukkan alat kesehatan yang telah di bungkus dalam kain duk steril ke dalam panci dimana air telah menddih.
Memanaskan peralatan selama 15 menit
Jika waktu telah selesai 15 menit, maka matikan kompor tunggu hingga dingin
Jika suhu sudah mulai dingin, angkat alat kesehatan dalam kain duk tertutup ke tempat bagian datar
Memakai sarung tangan disposible
Membuka kain duk dengan hati-hati
Membuka dan mendekatkan tromol penyimpanan alat steril
Memindahkan peralatan kesehatan yang telah di steril dengan metode tanpa sentuh yakni dengan menggunakan penjepit
korentang ke dalam tromol
Setelah sema alat di pindahkan, maka segera tutup tromol dan memberikan label berasal tanggal pensterilan alat.
Alat dapat di steril ulang setelah 7 hari kemudian jika tidak di gunakan.
b. Sterilisasi dengan uap bertekanan tinggi
1) Persiapan alat dan bahan
Sarung tangan disposible
Alat berbahan logam yang akan di sterilkan terbungkus dalam kain duk steril
Alat berbahan karet yang akan di sterilkan terbungkus dalam kain duk steril
Tromol
Korentang
2) Langkah kerja
Mencuci tangan
Memasukkan alat berbahan logam yang akan di sterilkan terbungkus dalam kain duk steril kedalam autoclave
Memasukkan alat berbahan karet yang akan di sterilkan terbungkus dalam kain duk steril ke dalam autoclave
Menutup pintu autoclave dan menghubungkan kabel mesin autoclave ke colokan listrik dan menyalakan tombol power
Lama sterilisasi alat adalah 30 menit
Setelah tombol power mati secara otomatis, menunggu suhu sampai dingin
Ketika suhu dingin membuka autoclav dan memindahkan alat kesehatan berbahan logam dan karet yang terbungkus
dalam kain duk steril dengan hati-hati
Mendekatkan tromol dan korentang ke dekat alat
Memakai sarung tangan disposible
Lalu membuka kain duk secara bergantian dengan hati-hati dan memindahkan alat-alat kesehatan dengan menggunakan
korentang.
Menulis label tanggal sterilisasi alat di atas tromol
Jika selama 7 hari tidak ada aktivitas pemakaian, maka sterilisasi alat dapat di ulang kembali.