0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan27 halaman

Panduan K-Means Clustering dalam ML

Dokumen ini menjelaskan tentang jenis-jenis machine learning, khususnya fokus pada unsupervised learning dan teknik clustering. K-Means Clustering dijelaskan secara mendetail, termasuk proses, algoritma, dan contoh penerapan dalam segmentasi pelanggan dan pengelompokan kendaraan. Selain itu, terdapat juga soal-soal yang meminta penerapan algoritma K-Means untuk mengelompokkan data siswa dan kendaraan.

Diunggah oleh

joantheo27
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan27 halaman

Panduan K-Means Clustering dalam ML

Dokumen ini menjelaskan tentang jenis-jenis machine learning, khususnya fokus pada unsupervised learning dan teknik clustering. K-Means Clustering dijelaskan secara mendetail, termasuk proses, algoritma, dan contoh penerapan dalam segmentasi pelanggan dan pengelompokan kendaraan. Selain itu, terdapat juga soal-soal yang meminta penerapan algoritma K-Means untuk mengelompokkan data siswa dan kendaraan.

Diunggah oleh

joantheo27
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Unsupervised Machine Learning

Dr. Sutikno
Jenis-Jenis Machine Learning
Supervised Learning
• Salah satu paradigma dalam machine learning di mana
algoritma belajar dari data yang telah "diberi label".
supervised learning - Klasifikasi
• Klasifikasi adalah tugas di mana output yang
diprediksi adalah kelas atau label yang diskrit.
Contoh Regression
• Regresi adalah tugas di mana output yang
diprediksi adalah nilai kontinu.
Unsupervised Learning
• Paradigma dalam machine learning di mana algoritma harus
mengidentifikasi pola atau struktur yang tersembunyi dalam data yang
tidak memiliki label atau anotasi yang jelas.
Klasifikasi vs Klasterisasi
• Klasifikasi: Mengelompokan data berdasarkan kesamaan label
• Klasterisasi: teknik analisis data untuk mengelompokkan objek
ke dalam beberapa grup (cluster).
Clustering
• Cluster analysis (clustering) adalah teknik analisis data untuk
mengelompokkan objek ke dalam beberapa grup (cluster).
• Objek dalam satu cluster memiliki kemiripan tinggi,
sedangkan antar-cluster berbeda satu sama lain.
• Merupakan bagian penting dari exploratory data analysis dan
digunakan di berbagai bidang seperti:
– Pattern recognition
– Image analysis
– Information retrieval
– Bioinformatics
– Machine learning
Karakteristik dan Prinsip
• Konsep umum cluster:
– Objek dengan jarak kecil antar-anggota,
– Area padat dalam ruang data,
– Distribusi statistik tertentu.
• Hasil clustering bergantung pada:
– Jenis algoritma,
– Parameter (fungsi jarak, jumlah cluster, ambang kepadatan),
– Karakteristik data.
Proses Clustering
• Bersifat iteratif dan eksploratif, tidak otomatis.
• Melibatkan penyesuaian parameter dan pra-
pemrosesan data hingga hasil sesuai harapan.
• Dapat dianggap sebagai multi-objective
optimization problem.
Model-Model Cluster Umum
• Connectivity Models
– Berdasarkan jarak antar data.
– Contoh: Hierarchical Clustering.
• Centroid Models
– Mewakili setiap cluster dengan satu mean vector.
– Contoh: K-Means.
• Distribution Models
– Menggunakan distribusi statistik (mis. multivariate normal).
– Contoh: Expectation-Maximization (EM).
• Density Models
– Cluster = area padat yang saling terhubung.
– Contoh: DBSCAN, OPTICS.
• Subspace Models
– Pertimbangkan anggota dan atribut relevan secara bersamaan.
– Contoh: Biclustering atau Co-clustering.
• Group Models
– Hanya memberikan hasil pengelompokan tanpa model matematis lanjutan.
• Graph-based Models
– Cluster = clique atau quasi-clique dalam grafik.
– Contoh: HCS Algorithm.
• Signed Graph Models
– Berdasarkan teori keseimbangan (balance theory), menghasilkan beberapa subgraf positif.
• Neural Models
– Berdasarkan jaringan saraf tak terawasi, seperti Self-Organizing Map (SOM).
K-Means Clustering
• Metode clustering yang membagi n data menjadi k
cluster, dimana setiap data masuk ke cluster dengan
rata-rata (centroid) terdekat.
• Prinsip Kerja:
– Menghitung jarak (Euclidean) antara data dan centroid.
– Meminimalkan variasi dalam cluster
– Membentuk batas wilayah di ruang data
K-Means Clustering
• Termasuk metode heuristik, bersifat iteratif dan
cepat konvergen ke optimum lokal.
• Menghasilkan cluster dengan ukuran serupa.
• K-Means ≠ K-Nearest Neighbor (KNN)
– K-Means: metode unsupervised (tanpa label) untuk
pengelompokan.
– KNN: metode supervised (berlabel) untuk klasifikasi.
Algoritma K-means Clustering
(Jain dkk, 1999)
1. Inisialisasi titik pusat cluster (centroid)
– Pilih k titik awal secara acak dari data atau tentukan titik secara manual.
– Titik ini menjadi pusat awal cluster.
2. Hitung jarak setiap data ke setiap centroid
– Umumnya menggunakan jarak Euclidean.
– Setiap data akan ditugaskan ke cluster dengan jarak terdekat.
3. Perbarui centroid
– Setelah semua data diberi label cluster, hitung kembali posisi centroid baru
sebagai rata-rata dari semua titik dalam cluster tersebut.
4. Ulangi proses
– Ulangi langkah 2–3 sampai terjadi konvergensi, yaitu:
• Tidak ada lagi perpindahan anggota cluster, atau
• Perubahan posisi centroid sangat kecil (di bawah ambang batas tertentu).
Menentukan Kemiripan
• Mengukur jarak
– Dengan Eucliden Distance
Contoh Penerapan Algoritma K-means Clustering

Tedapat 4 titik data dua dimensi (x, y).


Tujuan: membuat 2 cluster (k = 2).
Titik x y
A 1 2
B 1 4
C 5 2
D 5 4
Contoh Penerapan Algoritma K-means Clustering

Langkah 1: Inisialisasi Centroid


• Pilih dua titik awal secara acak sebagai pusat cluster (centroid):
– C₁ (Cluster 1) = (1, 2)
– C₂ (Cluster 2) = (5, 4)
Langkah 2 — Hitung jarak setiap titik ke masing-masing centroid, Gunakan jarak
Euclidean:

Titik ke C₁ (1,2) ke C₂ (5,4) Cluster


A(1,2) 0 4.47 C₁
B(1,4) 2 4 C₁
C(5,2) 4 2 C₂
D(5,4) 4.47 0 C₂
Contoh Penerapan Algoritma K-means Clustering

Titik ke C₁ (1,2) ke C₂ (5,4) Cluster


A(1,2) 0 4.47 C₁
B(1,4) 2 4 C₁
C(5,2) 4 2 C₂
D(5,4) 4.47 0 C₂

Langkah 3 — Perbarui posisi centroid


Centroid baru C₁ = rata-rata titik dalam cluster C₁ (A dan B):

Centroid baru C₂ = rata-rata titik dalam cluster C₂ (C dan D):


Langkah 4 — Ulangi perhitungan dengan centroid baru
Titik ke C₁ (1,3) ke C₂ (5,3) Cluster
A(1,2) 1 4.12 C₁
B(1,4) 1 4.12 C₁
C(5,2) 4.12 1 C₂
D(5,4) 4.12 1 C₂

Tidak ada perubahan cluster → konvergen.

Hasil Akhir
•Cluster 1 (C₁): A(1,2), B(1,4)
•Cluster 2 (C₂): C(5,2), D(5,4)
•Centroid akhir:
• C₁ = (1,3)
• C₂ = (5,3)
Contoh 2
Contoh 2: 6 data, 3 fitur, K=2
Segementasi pelanggan
Fitur: (Umur, Pengeluaran per bulan (juta),
Kunjungan/bulan)
• Data (6 pelanggan):
– P1 = (25, 4, 8)
– P2 = (30, 5, 6)
– P3 = (22, 3, 9)
– P4 = (45, 12, 2)
– P5 = (50, 11, 3)
– P6 = (43, 10, 4)
Contoh 2: 6 data, 3 fitur, K=2
Segementasi pelanggan
• Inisialisasi centroid (dipilih dari data)
– 𝐶1 = 𝑃1 = 25 4 8
– 𝐶2 = 𝑃5 = 50 11 3
Iterasi 1 — hitung jarak Euclidean ke masing-masing centroid

Pelanggan ke (C_1) ke (C_2) Pilih cluster


Hasil sementara:
P1 (25,4,8) 0.0000 26.4386 C1 •Cluster 1: P1, P2, P3
P2 (30,5,6) 5.4772 21.0950 C1 •Cluster 2: P4, P5, P6
P3 (22,3,9) 3.3166 29.7321 C1
P4 (45,12,2) 22.3607 5.1962 C2
P5 (50,11,3) 26.4386 0.0000 C2
P6 (43,10,4) 19.3907 7.1414 C2
Contoh 2: 6 data, 3 fitur, K=2
Segementasi pelanggan
• Hitung centroid baru (rata-rata fitur tiap cluster)
– Cluster 1 (P1,P2,P3):

Cluster 2 (P4,P5,P6):
Contoh 2: 6 data, 3 fitur, K=2
Segementasi pelanggan
Iterasi 2 — cek jarak ke centroid baru
Pelanggan ke (C_1') ke (C_2') Pilih cluster Hasil cluster tetap sama ⇒
P1 0.7454 22.6936 C1 konvergen.
P2 4.7493 17.3494 C1
P3 4.0277 26.0000 C1
P4 21.6769 1.7321 C2
P5 25.7466 4.0000 C2
P6 18.7053 3.3166 C2

Hasil akhir & interpretasi


Cluster 1 (C1') = P1, P2, P3
Karakteristik: lebih muda, kunjungan tinggi, pengeluaran relatif kecil → pelanggan a
berpengeluaran moderat/ rendah.
Cluster 2 (C2') = P4, P5, P6
Karakteristik: lebih tua, pengeluaran tinggi, kunjungan rendah → pelanggan bernila
Soal 1
Gunakan algoritma K-Means Clustering dengan K = 2 untuk mengelompokkan
siswa. Tentukan hasil cluster setelah iterasi pertama.
1. Gunakan inisialisasi centroid awal 𝐶1 = 𝐴 80 85 dan 𝐶2 = 𝐶 60 55 .
2. Hitung jarak Euclidean setiap data ke kedua centroid.
3. Tentukan anggota tiap cluster dan hitung centroid baru.
4. Lakukan satu kali iterasi.
Siswa Nilai Matematika Nilai Bahasa Inggris
A 80 85
B 78 82
C 60 55
D 58 52
Soal 2
Sebuah perusahaan otomotif ingin mengelompokkan jenis kendaraan berdasarkan karakteristik
performa dan harga untuk menentukan strategi pemasaran.
Kendaraan Konsumsi BBM (km/l) Kecepatan Maks (km/jam) Harga (juta rupiah)
V1 20 160 250
V2 18 155 240
V3 10 200 600
V4 12 210 580
V5 25 150 230
V6 9 220 650

Gunakan algoritma K-Means Clustering dengan K = 2 untuk mengelompokkan kendaraan.


Langkah-langkah:
[Link] inisialisasi centroid awal:
• 𝐶1 = (20,160,250)
• 𝐶2 = (10, 200, 600)
[Link] jarak Euclidean setiap data ke kedua centroid.
[Link] anggota masing-masing cluster berdasarkan jarak terdekat.
[Link] centroid baru untuk tiap cluster setelah satu iterasi.
[Link] hasil pengelompokan:
• Cluster 1 mewakili kendaraan hemat dan murah
• Cluster 2 mewakili kendaraan berperforma tinggi dan mahal
TERIMAKASIH

Anda mungkin juga menyukai