0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan16 halaman

Prinsip dan Alat Bukti dalam Hukum

Dokumen ini membahas tentang pembuktian dalam hukum, termasuk tujuan, prinsip umum, dan alat bukti yang dapat diterima. Pembuktian bertujuan untuk mencari kebenaran dan memberikan hak yang sama kepada penggugat dan tergugat, dengan hakim berperan pasif. Selain itu, dokumen ini menjelaskan tentang beban pembuktian, jenis-jenis alat bukti, dan formulasi putusan pengadilan.

Diunggah oleh

qarirasm
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan16 halaman

Prinsip dan Alat Bukti dalam Hukum

Dokumen ini membahas tentang pembuktian dalam hukum, termasuk tujuan, prinsip umum, dan alat bukti yang dapat diterima. Pembuktian bertujuan untuk mencari kebenaran dan memberikan hak yang sama kepada penggugat dan tergugat, dengan hakim berperan pasif. Selain itu, dokumen ini menjelaskan tentang beban pembuktian, jenis-jenis alat bukti, dan formulasi putusan pengadilan.

Diunggah oleh

qarirasm
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

8.

PEMBUKTIAN
03 May 2023 12:06

A. PEMBUKTIAN
• Tujuannya untuk mencari kebenaran
○ Kebenaran relative
○ Kebenaran probable
• Kebenaran yang dikemukakan dalam alat bukti mengandung: unsur dugaan dan prasangka:
faktor kebohongan atau unsur kepalsuan
• Merekonstruksi kejadian masa lalu
• Pemberian hak yang sama pada Penggugat dan Tergugat
• Kedudukan hakim: pasif (tidak aktif mencari kebenaran di luar yang disampaikan)
• Alat bukti yang sempurna dan mengikat

B. PRINSIP UMUM PEMBUKTIAN


• Pembuktian mencari dan mewujudkan kebenaran formil
○ Tidak bersifat stelsesl negative seperti dalam perkara pidana.
 Stelsel negative
□ Harus memenuhi batas minimal pembuktian (minimal 2 alat bukti yang sah
memenuhi syarat formil dan materil)
□ Harus didukung keyakinan hakim
○ Konsekuensi kebenaran formal: bila T mengakui dalil P, meskipun bohong dan palsu
hakim harus menerima kebenaran itu. Kesimpulannya “berdasarkan pengakuannya, T
dianggap dan dinyatakan melepaskan hak perdatanya atas hal yang diperkarakan."
○ Tidak membutuhkan keyakinan hakim
• Pengakuan mengakhiri pemeriksaan perkara
○ Pengakuan yang diberikan tanpa syarat: harus dinyatakan secara tegas
○ Silence: tidak mengyangkal dengan cara berdiam diri bukan pengakuan bulat
○ Menyangkal tanpa alasan yang cukup: dapat membebaskan pihak lawan untuk
membuktikan fakta-fakta materi pokok perkara
• Fakta-Fakta yang tidak perlu dibuktikan
○ Hukum positif
○ Fakta yang diketahui umum
○ Fakta yang tidak bisa dibantah
○ Fakta dalam proses persidangan

C. MEMBUKTIKAN
• Membuktikan dalam arti yuridis: menetapkan apa yang terjadi in concreto
• Aktivitas: mempertimbangkan secara logis mengapa peristiwa-peristiwa tsb dianggap benar
• Tujuan: memberi dasar yang cukup pada hakim sebagai putusan yang objektif

HAPER Page 1
D. PRINSIP DASAR
• Relevansi
○ Meningkatkan atau menurunkan probabilitas kebenaran suatu fakta
• Substantif/Material
○ Fakta yang dibuktikan harus mempunyai signifikansi hukum
• Dapat diterima/Admissible
○ Harus diterima oleh hukum acara
○ Alat bukti diperbolehkan secara substansi juga

E. ALAT BUKTI YANG DAPAT DITERIMA


• Alat bukti yang relevan dapat diterima kecuali ada aturan yang melarangnya
○ Komunikasi antara advokat dengan pihak
 Karena komunikasi antara advokat dengan client adalah rahasia
○ Dokumen/komunikasi saat mediasi
○ Alat bukti yang diperoleh dengan tidak sah
 Kalo di Indonesia, tergantung hakimnya
○ Di negara common law: an agreement by the parties to exclude evidence

F. DISKRESI YANG DIMILIKI HAKIM


• Kewenangan untuk mengontrol atau memerintahkan penambahan alat bukti:
○ Memberikan petunjuk/perintah untuk menambah alat bukti
○ Penilaian pembuktian
○ Cara alat bukti diajukan
• Membagi beban pembuktian, terkait dengan risiko pembuktian
• Mengesampingkan alat bukti tertentu untuk kasus tertentu
• Hakim di Indonesia memiliki kewenangan yang kuat

F. ALAT BUKTI YANG DAPAT DIKESAMPINGKAN MESKIPUN ADMISSIBLE


• Alat bukti yang mendeskripsikan reputasi (unfair prejudice: character evidence)
• Confusing the issues
• Menyebabkan penundaan perkara

HAPER Page 2
G. FAKTA-FAKTA YANG TIDAK PERLU DIBUKTIKAN
• Hukum positif
• Hakim secara ex officio dianggap mengetahui peristiwanya
• Pengetahuan tentang pengalaman
• Fakta yang tidak dibantah

HAPER Page 3
9. PEMBUKTIAN - Lanj
10 May 2023 12:01

A. MACAM-MACAM ALAT BUKTI


• Tertulis
• Saksi
• Persangkaan
• Pengakuan
• Sumpah
• Pemeriksaan setempat
• Keterangan ahli

B. ALAT BUKTI TERTULIS


• Sepanjang itu mengandung huruf, kata-kata, dsb. maka termasuk alat bukti tertulis (bukan hanya yang di atas
kertas)
• Akta
• Tanda tangan dalam akta apabila berbeda tidak mempengaruhi (kalau bedanya dalam waktu yang lama)
○ Digitalized signature: BUKAN E-sign, tapi kayak password/kode/barcode tertentu
• Macam Akta:
○ Akta otentik
 Dibuat oleh notaris/pejabat yang berwenang
 Sempurna dan mengikat
 Macam Akta Otentik:
□ Yang dibuat di hadapan notaris
□ Yang dibuat oleh notaris (notaris yang uat drafnya, buku nikah)
 Pejabat yang berwenang:
□ Hk publik: pejabat TUN
□ Hk privat: notaris
 Akta otentik yang dibuat di LN berlaku di Indonesia? Iya, berlaku. (pernikahan beda agama WNI
yang dilakukan di LN)
 Dapatkah hakim membatalkan akta otentik? Tidak secara ex officio, yang dilakukan hakim adalah
memberi putusan bahwa sertifikat mana yang benar (case 1 tanah 2 sertifikat)
 Bagaimana bila di akta ada kesalahan? Tetap tidak bisa dibatalkan
○ Akta dibawah tangan
 Tidak melibatkan pejabat yang berwenang
 Cth: perjanjian antarteman tanpa notaris (bisnis kecil-kecilan)
○ Akta pengakuan sepihak
 Cth: kwitansi (yang ttd Cuma satu orang)
• Bukan Akta
○ E-mail

C. KEKUATAN PEMBUKTIAN AKTA


• Kekuatan pembukktian lahir
• Kekuatan pembuktian formil
○ Ada ttd notaris, saksi, dsb
• Kekuatan pembuktian materiil
○ Substansinya

D. BEBAN PEMBUKTIAN
• Siapa yang wajib membuktikan? Penggugat (pada dasarnya)
• Apakah Tergugat mempunyai kewajiban membuktikan bantahannya? Ada kalanya diberikan kepada
Tergugat, misal dalam hal force majour/overmacht
• Apabila hakim salah memberikan beban pembuktian, maka dapat dijadikan dasar kasasi karena hakim
dianggap salah menerapkan hukum
HAPER Page 1
• Pembuktian PMH (1365 KUHPer):
○ Melanggar hukum --> bukan hanya hukum tertulis
○ Kerugian kepada orang lain
○ Kesalahan
○ Hubungan kausalitas/langsung antara kesalahan dan kerugian

MACAM-MACAM SUMPAH
Decisoir/sumpah pemutus yaitu sumpah yang oleh pihak satu (boleh penggugat atau tergugat) diperintahkan
kepada pihak yang lain untuk menggantungkan pemutusan perkara atas pengucapan atau pengangkatan
sumpah --> CTH: SUMPAH POC*NG, bisa dilakukan jika SAMA SEKALI TIDAK ADA ALAT BUKTI DARI KEDUA BELAH
PIHAK

Suppletoir/sumpah tambahan yaitu sumpah tambahan atas perintah hakim kepada salah satu pihak yang
berperkara supaya dengan sumpah itu dapat diputuskan perkara itu atau dapat ditentukan jumlah uang yang
dikabulkan. --> UDAH ADA SUMPAH YANG UTAMA, bisa dilakukan apabila salah satu pihak tidak memiliki alat
bukti

Aestimatoire/sumpah penaksir adalah sumpah yang diterapkan untuk menentukan jumlah ganti rugi atau
harga barang yang digugat.

Kenapa sumpah masuk alat bukti? Pada masa dahulu zaman HIR, masyarakat pada saat itu sangat religious jadi
sumpah itu dianggap sakral

E. BATAS MINIMAL PEMBUKTIAN


• Jumlah alat bukti yang sah yang paling sedikit harus terpenuhi agar punya kekuatan pembuktian untuk
mendukung dalil
• Bila tidak mencapai batas, maka alat bukti tidak punya nilai kekuatan pembuktian yang cukup
• Putusan MA 167K/Sip/1959
○ Surat perjanjian utang-piutang (AKTA), ibaratkan akta tsb bernilai 2 (sempurna & mengikat)
○ Tapi, surat bukti pinjaman diakui ttdnya oleh T, tetapi isi tentang jumlah uang disangkal
○ Sekarang, akta tsb nilainya turun karena disangkal sehingga perlu alat bukti lain

F. TIDAK MENCAPAI BATAS MINIMAL


• Alat bukti tidak memenuhi syarat
○ Tidak sah Nilai = 0
○ Tidak memenuhi syarat formil (testimonium de audito), materiil (tidak saling bertentangan)
• Alat bukti berkualitas sebagai alat bukti permulaan
○ Saksi: unus testis nullus testis --> nilai =1, butuh alat bukti lain
○ Cth: saksi & akta

G. KEKUATAN PEMBUKTIAN AKTA


• Akta otentik
○ Sempurna dan mengikat
○ Isi : mengikat pihak dan hakim
○ Batas minimal: dirinya sendiri, mencapai batas minimum
○ Bisa turun jadi bukti permulaan bila:
○ Ada bukti lawan yang setara
• Akta dibawah tangan
○ Syarat:tanda tangan, isi dan tanda tangan diakui
○ Nilai Kekuatan = AO
○ Mampu berdiri sendiri
○ Bila ada bukti lawan atau pengingkaran isi dan tanda tangan: menjadi bukti permulaan
• Akta sepihak
○ Syarat formil: dibuat sendiri oleh penandatangan
○ Materiil: memuat pengakuan utang atau penyerahan barang; jumlahnya fix atau barang tertentu
○ NILAI= AO
○ Batas minimal=AO

HAPER Page 2
○ Batas minimal turun bila:
○ Dilumpuhkan dengan bukti lawan
○ Isi dan TT diingkari

H. PENILAIAN PEMBUKTIAN
• UU mengikat hakim untuk mempercayai
• UU menyerahkan sepenuhnya pada hakim
• Judex Juris tidak wenang melakukan penilaian pembuktian
• Bukti dinilai lengkap dan sempurna --> peristiwa pasti/benar
• Pembuktian dapat dilumpuhkan dengan bukti lawan

I. BUKTI LAWAN
• Bukti yang diajukan Tergugat untuk kepentingan pembelaannya terhadap dalil dan fakta yang diajukan
Penggugat
• Merupakan bukti penyangkalan atau bukti balasan terhadap pembuktian yang diajukan Penggugat
• Tujuan:
○ Membantah dan melumpuhkan kebenaran bukti pihak lawan
○ Meruntuhkan penilaian hakim atas kebenaran pembuktian yang diajukan pihak lawan
• Prinsip penerapan bukti lawan:
○ Beberapa alat bukti dapat disangkal dengan bukti lawan
○ Bukti tertentu tidak dapat dilumpuhkan dengan bukti lawan
• Tergantung pada nilai kekuatan pembuktian (bewijskracht) yang melekat pada bukti yang bersangkutan
• Apabila kekuatan pembuktian yang melekat pada alat bukti itu bersifat menentukan atau memaksa, tidak
dapat diajukan bukti lawan
• Bukti lawan yang punya nilai:
○ Mutu dan kadar kekuatan pembuktiannya paling tidak sama dengan bukti yang dilawan
○ Alat bukti yang diajukan sama jenis dengan alat bukti yang dilawan
○ Kesempurnaan dan nilai kekuatan pembuktian yang melekat padanya sama kuatnya
 Ketentuan ini tidak mutlak

HAPER Page 3
10. PUTUSAN PENGADILAN
24 May 2023 12:04

A. PENGANTAR
• Putusan belum tentu tahap terakhir, biasanya habis putusan bagi para pihak yang tidak mau
menjalankannya maka ada eksekusi
• Penentuan hak maupun hubungan hukum para pihak dengan obyek yang disengketakan
• Didahuilui dengan tahap musyawarah bagi majelis
• Vonis:
○ Putusan belum mempunyai kekuatan hukum pasti --> ada upaya hukum biasa
• Gewijsde:
○ Putusan yang sudah mempunyai kekuatan hukum pasti --> upaya hukum luar biasa
• Putusan yang dijatuhkan harus dengan jelas dan tegas mencantumkan dalam amar putusan:
menyatakan gugatan tidak dapat diterima (niet ontvankelijke verklaard/NO)
• Dasar pemberian putusan NO (tidak dapat diterima) ini dapat kita lihat dalam Yurisprudensi
Mahkamah Agung RI No.1149/K/Sip/1975 tanggal 17 April 1975 Jo Putusan Mahkamah Agung RI
No.565/K/Sip/1973 tanggal 21 Agustus 1973, Jo Putusan Mahkamah Agung RI
No.1149/K/Sip/1979 tanggal 7 April 1979 yang menyatakan bahwa terhadap objek gugatan yang
tidak jelas, maka gugatan tidak dapat diterima.

B. ASAS PUTUSAN
• Memuat dasar alasan (jelas dan rinci): pasal, hukum kebiasaan, yurisprudensi, doktrin hukum
○ Kenapa harus jelas? Karena berkaitan erat dengan hubungan hukum, dengan begitu para
pihak menjadi paham bahwa hakim tidak asal dalam memberi putusan

○ Putusan di atas, majelis hakim tidak memberi dasar alasan yang jelas dalam memutus
angka 14jt

• Wajib mengadili seluruh gugatan

HAPER Page 1
• Ultra petitum partium
○ Tidak boleh mengabulkan lebih dari yang diminta, tapi ada ketentuan lain yang boleh
asal masih linear
○ Jika dilakukan --> putusan cacat, tidak sah
• Diucapkan pada sidang yang terbuka untuk umum
○ Bila dilanggar --> putusan tidak sah atau tidak mempunyai kekuatan
○ Putusan tertulus tidak mempunyai kekuatan
○ Putusan tertulis yang tertulis tidak boleh beda dengan yang diucapkan, kalau beda, yang
dianggap benar itu yang diucapkan

C. FORMULASI PUTUSAN
• 184 (1) HIR
○ Membuat secara ringkas dan jelas pokok perkara, jawaban, pertimbangan dan amar
○ Mencantumkan biaya perkara
 Prinsip pembebanan biaya perkara
 Pembebanan meliputi biaya putusan sela
 Biaya putusan verstek pada yang dijatuhi verstek
 Biaya tambahan pemanggilan
 Komponen biaya perkara: enumeratif
□ Biaya kantor panitera dan materai
□ Biaya alat alat bukti: saksi, ahli bahasa, pelaksanaan pengucapan sumpah
□ Biaya descente dan perbuatan lain menurut hukum
□ Eksekusi putusan atas putusan provisi atau serta merta
 Cara menghitung biaya perkara?
□ Tarif/daftar harga
□ Penetapan Menteri
□ Taksiran hakim

• Dalil gugatan --> landasan pemeriksaan perkara


• Awaban tergugat --> termasuk replik, duplik, kesimpulan
• Uraian singkat ringkasan dan lingkup pembuktian --> jenis alat bukti, syarat-syaratnya
• Pertimbangan hukum: jiwa, intisari putusan
• Ketentuan perundang-undangan: pada bagian memperhatikan
• Amar putusan

D. ISI PUTUSAN
• Gugatan dikabulkan
○ Syarat bila dalil gugatannya dapat dibuktikan oleh penggugat sesuai alat bukti
sebagaimana diatur dalam Pasal 1865 BW/164 HIR
○ Macam: dikabulkan sebagian atau tergantung pertimbangan majelis hakim
• Gugatan ditolak
○ Bila penggugat dianggap tidak berhasil membuktikan dalil gugatannya --> Ditolak
seluruhnya
○ Gugatan tidak dapat dibuktikan dalil gugatannya bahwa tergugat patut dihukum karena
melanggar hal-hal yang disampaikan dalam gugatan, maka gugatan akan ditolak

HAPER Page 2
• Gugatan tidak diterima
○ Ada cacat formil :
 gugatan tidak memiliki dasar hukum;
 gugatan error in persona dalam bentuk diskualifikasi atau plurium litis consortium;
 gugatan mengandung cacat atau obscuur libel; atau
 gugatan melanggar yurisdiksi (kompetensi) absolute atau relatif
 cacat formil lain

E. PUTUSAN DITINJAU DARI BEBERAPA SEGI


• Aspek kehadiran para pihak
○ Putusan gugur --> P tidak hadir atau tidak menyuruh wakilnya hadir
○ Putusan verstek --> T tidak hadir tanpa alasan yang sah setelah dipanggil secara patut
○ Putusan contradictoir --> pada saat putusan diucapkan para pihak hadir, atau salah satu
hadir, atau keduanya tidak hadir
• Aspek sifatnya
○ Deklaratoir --> penegasan/pernyataan tentang suatu keadaan atau kedudukan hukum.
○ Constitutif --> meniadakan/menimbulkan keadaan hukum. Mirip dengan deklaratoir
○ Condemnatoir --> berisi hukuman salah satu pihak
• Aspek saat penjatuhannya
○ Putusan sela (interim award) --> perintah yang harus dilakukan para pihak untuk
memudahkan hakim memeriksa
 Preparatoir: persiapan jalannya pemeriksaan
 Interlucotoir→ exp: memerintahkan dipanggilnya saksi ahli, pemeriksaan
setempat,
 Insidentil: berkaitan dg gugatan insidentil atau yg berkaitan dg penyitaan
 Provisi (interim award/temporary disposal): berisi tindakan sementara , tdk boleh
mengenai pokok perkara
○ Putusan akhir (final judgement) --> putusan hakim untuk menyelesaikan dan mengakhiri
sengketa
 Menampung semua fakta yang ditemukan dari putusan sela yang diambil
 Menetapkan secara pasti hubungan hukum antara para pihak

HAPER Page 3
HAPER Page 4
11. KEKUATAN PUTUSAN HAKIM
31 May 2023 12:03

A. KEKUATAN MENGIKAT
• Arti positif
○ Apa yang telah diputus hakim harus dianggap benar (res judicata pro veritate habitur).
Pembuktian lawan tidak dimungkinkan
• Arti negatif
○ Hakim tidak boleh memutus perkara yang pernah diputus sebelumnya
• Putusan mempunyai kekuatan mengikat yang negatif kalau belum mempunyai kekuatan
hukum yang pasti.
• Siapa yang terikat? Secara langsung yang terikat adalah para pihak sendiri
• Kalau suatu putusan yurisprudensi itu sifatnya tidak binding
• Kekuatan eksekutorial: "Demi keadilan berdasarkan ketuhanan yang Maha Esa"

B. TEORI TERIKATNYA PARA PIHAK OLEH PUTUSAN


○ Teori hukum materiil
 Putusan merupakan sumber hukum materiil
 Isi: menimbulkan atau menghampuskan hubungan hukum
 Memberi akibat yang bersifat hukum materiil pada putusan
○ Teori hukum acara/formil
 Putusan adalah sumber wewenang proseduil
○ Teori hukum pembuktian
 Putusan adalah bukti tentang apa yang ditetapkan
 Pembuktian lawan terhadap isi putusan yang telah memperoleh kekuatan hukum
pasti tidak dimungkinkan

C. KEKUATAN PEMBUKTIAN
• Putusan berperan sebagai alat bukti klasifikasi Akta otentik
○ Akta --> berisi pernyataan serta ketentuan, ditandatangani, ada keterangan tanggal dsb
○ Otentik --> dibuat oleh pejabat negara (hakim)
• Arti: dengan putusan itu telah diperoleh kepastian tentang sesuatu
• Putusan tidak mempunyai kekuatan mengikat terhadap pihak ke 3, tapi mempunyai kekuatan
pembuktian terhadapnya
○ Cth: ada sengketa tanah, penggugat terbukti sebagai pemilik sah, tergugat diminta
menyerahkan tanah, istri si tergugat menolak utk menyerahkan tanah, penggugat bisa
menggunakan putusan tsb sbg alat bukti apabila ada perlawanan, ketika hakim melihat
putusan dr hakim sebelumnya, maka hakim baru tsb terikat
• Putusan hakim adalah persangkaan
○ Putusan hakim dapat dianggap persangkaan, bukan satu jaminan kebenaran, kita
menganggap hakimnya benar

HAPER Page 1
[Link]
31 May 2023 12:20

A. PENGANTAR
• Eksekusi hanya dilaksanakan apabila tergugat tidak mau melaksanakan putusan
kondemnatoirnya
• Yahya Harahap: Eksekusi/pelaks putusan ialah tindakan yg dilakukan secara paksa terhadap pihak
yang kalah dalam perkara.
• Tindakan hukum yang dilakukan oleh pengadilan kepada pihak yang kalah dalam suatu
perkara.
• Melaksanakan apa yang diperintahkan hakim, melikuidasi harta pihak yang kalah
• Tujuan: mematuhi dictum untuk kepentingan pihak yang menang
• Cara: penyitaan → sita eksekutorial diikuti dengan penjualan lelang
• Bila T kalah, maka T menjadi tereksekusi
• Bila P yang kalah, maka tidak ada putusan yang perlu dieksekusi (pihak yang meminta kepada
pengadilan, permintaan ditolak)

B. ASAS DAN ATURAN UMUM


• Hanya untuk putusan yang inkracht --> hubungan hukum telah pasti dan tetap
• Pengecualian:
○ Pelaksanaan putusan yang dapat dijalankan lebih dulu/putusan serta merta
○ Pelaksanaan putusan provisi --> tuntutan yang bersifat sementara mendahului putusan
pokok perkara
○ Akta perdamaian --> yang dibuat dimuka persidangan, memiliki kekuatan eksekusi
○ Eksekusi terhadap Grosse Akta : hipotek dan pengakuan utang --> eksekusi yg dijalankan
bukan berupa putusan pengadilan yg inkract tetapi memenuhi isi perjanjian yang dibuat
para pihak.
○ Eksekusi atas Hak Tanggungan dan Jaminan Fidusia --> kreditor dapat langsung meminta
eksekusi atas obyek HT dan JF bila debitur wanprestasi
• Putusan tidak dijalankan secara sukarela
• Putusan yang dapat dieksekusi bersifat kondemnatoir
○ Menyerahkan suatu barang
○ Mengosongkan sebidang tanah/rumah
○ Melakukan suatu perbuatan tertentu
○ Menghentikan suatu perbuatan atau keadaan
○ Membayar sejumlah uang
• Eksekusi atas perintah dan dibawah pimpinan KPN
○ PN mana? PN di mana perkara diajukan; dan
PN di mana perkara diperiksa dan diputus pada tingkat pertama.
○ Peran PT dan MA --> hanya mengawasi jalannya eksekusi
○ Peran KPN (secara ex officio) :
 Memerintahkan eksekusi (dalam bentuk surat penetapan); dan
 Memimpin jalannya eksekusi
 Diperintahkan: panitera atau jurusita

HAPER Page 1
C. PELAKSANA EKSEKUSI
• Panitera dan jurusita dipimpin KPN
• Prosedur: pihak yang menang → mengirim permohonan ke KPN → pihak yang kalah akan
ditegur dan diberi waktu 8 hari untuk melaksanakan putusan dengan sukarela.
• Jika tidak dipatuhi: surat perintah penyitaan diterbitkan
• Apa yang disita: benda bergerak dan tetap
• Pelaksana: kantor lelang

D. BENTUK EKSEKUSI
• Eksekusi riil --> diktum putusan melakukan tindakan nyata/riil
• Eksekusi pembayaran uang
• Menurut Prof Sudikno:
○ Eksekusi membayar sejumlah uang (196 HIR , 208 RBG)
○ Melaksanakan suatu perbuatan (225 HIR, 259 RBG)
○ Eksekusi riil (1033 Rv )
○ Pada dasarnya melaksanakan perbuatan= eksekusi riil
• Perbedaan antar keduanya apa?
○ Eksekusi riil lebih kompleks, kalau pembayaran uang, apabila T tidak punya uang tunai,
maka ia bisa melelang barangnya
○ Dari segi hubungan hukum, eksekusi riil didasarkan atas perjanjian jual beli, sewa
menyewa , atau perjanjian melaksanakan perbuatan. Eksekusi pembayaran uang
didasarkan pada hubungan hukum perjanjian utang piutang dan berdasarkan
wanprestasi
○ Amar: menghukum melakukan perbuatan, tapi tidak dilaksanakan mala dapat diganti
dengan pembayaran uang
• Eksekusi Kumulasi (eksekusi riil + pembayaran sejumlah uang)
○ Isi gugatan:
 Pengosongan tanah
 Ganti rugi sejumlah uang atas kerugian selama tanah dikuasai T

E. PUTUSAN YANG BISA DILAKSANAKAN


• Putusan pengadilan Indonesia
• Putusan arbitrase
• Ketika sampai tahap eksekusi, maka menggunakan ketentuan eksekusi dalam HAPER
○ Domestik
○ Internasional --> apakah putusan dari LN bisa dilaksanakan di Indonesia? Bisa. Atas dasar
konvensi New York (Indonesia meratifikasi)
○ Kalo pengadilan, Indonesia ga wajib nurutin, kecuali kalo ada gugatan baru ke
Pengadilan Indonesia, putusan pengadilan asingnya dijadikan alat bukti saja

HAPER Page 2

F. PERINGATAN, PENETAPAN DAN BA EKSEKUSI


• Peringatan
○ Syarat pokok
 Adalah teguran KPN pada T agar menjalankan isi putusan dalam waktu yang
ditentukan.
○ Tenggang Waktu : 196 HIR maksimal 8 hari.
○ Peringatan dikeluarkan setelah ada permintaan eksekusi dari pihak yang menang.
○ Pengajuan permohonan eksekusi: lisan atau tertulis
○ Peringatan dilakukan dalam sidang insidentil : KPN, panitera, T
○ Tidak hadir dengan alas an patut: dipanggil sekali lagi
○ Tanpa alas an: secara ex officio KPN mengeluarkan surat perintah eksekusi
• Surat Perintah Eksekusi
○ Surat penetapan: perintah menjalankan eksekusi kepada panitera atau juru sita
• Berita Acara Eksekusi
○ Tanpa BA maka eksekusi tidak sah
○ Pencantuman saksi: 197 HIR “pejabat yang menjalankan E dibantu oleh 2 orang yang
seklaigus menjadi saksi”. Saksi : penduduk Ind, telah berumur 21, dapat dipercaya
○ Penandatanganan BA : oleh pejabat dan saksi

*note tambahan
Teori Pembuktian (dari buku Sudikno)
- Teori Pembuktian Bebas: tidak ada ketentuan yang membatasi
- Teori Pembuktian Negatif: harus ada ketentuan yang mengikat, membatasi kepada larangan kepada hakim
yang berhubungan dengan pembuktian
- Teori Positif: selain larangan, ada perintah lepas hakim

 sumpah assesoir

o untuk memberikan keterangan guna meneguhkan sesuatu itu benar

o ex: sumpah alat bukti

 sumpah pemutus/menentukan

o sumpah yang diucapkan salah satu pihak atas permintaan pihak lawan

o sendirinya mengakhiri proses sidang

o terjadi jika perkara tidak ditemukan bukti apapun

o kekuatan pembuktian

 sempurna, mengikat, mutlak, memaksa

 tidak dapat dimintakan bukti lain


HAPER Page 3
 pengguguran mungkin oleh putusan pidana bht

o batas minimal

 dapat berdiri sendiri

 melarang penambahan alat bukti

 sumpah tambahan

o yang berhak memerintah adalah hakim

o ada bukti tapi tidak mencapai minimal pembuktian

o kekuatan pembuktian

o mutlak dan memaksa

o batas minimal: tidak dapat berdiri sendiri, bersifat asesor, harus ada bukti permulaan, jadi ditegakkan di
atas bukti permulaan

 sumpah penaksir: diterapkan untuk menentukan jumlah nilai ganti rugi atau harga barang yang digugat oleh
penggugat, tujuannya untuk menetapkan berapa jumlah ganti rugi atau harga yang akan dikabulkan, sumpah ini
ada jika tidak ada bukti dalam pemeriksaan yang dapat membuktikan jumlah sebenarnya, jika ada maka sumpah
penaksir tidak boleh diterapkan, kekuatan pembuktian (sempurna, mengikat dan menentukan, namun tidak
mutlak, jadi dikembalikan ke hakim, jumlah yang masuk akal baginya)

HAPER Page 4
HAPER Page 5

Anda mungkin juga menyukai