0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan41 halaman

Modul Ajar IPS Kelas VII SMP 2025/2026

Modul ajar ini dirancang untuk siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Sanga Desa, dengan fokus pada Ilmu Pengetahuan Sosial dan tema kehidupan sosial serta kondisi lingkungan. Materi mencakup pengenalan lokasi tempat tinggal, perubahan iklim, potensi bencana alam, dan interaksi sosial, dengan pendekatan pembelajaran yang mindful, meaningful, dan joyful. Tujuan pembelajaran adalah untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang kondisi geografis, sosial, dan budaya di Indonesia serta keterampilan proses dalam menganalisis fenomena sosial.

Diunggah oleh

srihartati13
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan41 halaman

Modul Ajar IPS Kelas VII SMP 2025/2026

Modul ajar ini dirancang untuk siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Sanga Desa, dengan fokus pada Ilmu Pengetahuan Sosial dan tema kehidupan sosial serta kondisi lingkungan. Materi mencakup pengenalan lokasi tempat tinggal, perubahan iklim, potensi bencana alam, dan interaksi sosial, dengan pendekatan pembelajaran yang mindful, meaningful, dan joyful. Tujuan pembelajaran adalah untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang kondisi geografis, sosial, dan budaya di Indonesia serta keterampilan proses dalam menganalisis fenomena sosial.

Diunggah oleh

srihartati13
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL AJAR

KURIKULUM MERDEKA (Deep Learning)

Nama Sekolah : SMP Negeri 2 Sanga Desa


Nama Penyusun : Sri Hartati, [Link]., [Link]
NIP : 198303212022212041
Mata pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Fase D, Kelas / Semester : VII (Tujuh) / I (Ganjil)
MODUL AJAR DEEP LEARNING
(MINDFUL – MEANINGFUL – JOYFUL)
Sekolah : SMP/MTs
Nama Guru : Sri Hartati
Mata Pelajaran : ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Kelas/Semester : VII/Ganjil
Tema : Tema I Kehidupan Sosial dan Kondisi Lingkungan Sekitar
Materi Pokok : • Mengenal Lokasi Tempat Tinggal
• Konektivitas Antarruang
• Perubahan Iklim
• Potensi Bencana Alam di Indonesia
• Kegiatan Ekonomi
• Interaksi Sosial
• Konsep Dasar Ilmu Sejarah
Kata Kunci : Lokasi, perubahan iklim, bencana alam, kegiatan ekonomi, interaksi
sosial
Alokasi Waktu : 30 JP (16 kali pertemuan)
Tahun Ajaran : 2025/2026

A. IDENTIFIKASI
Peserta didik : Pengetahuan Awal Peserta Didik
• Peserta didik kemungkinan telah memiliki:
• Pengalaman langsung tentang kehidupan sosial (misalnya:
interaksi dengan keluarga, tetangga, teman bermain).
• Pemahaman dasar tentang lingkungan sekitar: cuaca, kebersihan,
tumbuhan, hewan, dan keadaan kampung/kota tempat
tinggalnya.
• Nilai-nilai sosial awal seperti tolong-menolong, sopan santun, dan
saling menghargai yang diperoleh dari keluarga dan sekolah
Asesmen diagnostik awal (misalnya: observasi, tanya jawab, gambar
situasi) bisa digunakan untuk mengetahui tingkat penguasaan ini.
Minat Peserta Didik
• Peserta didik umumnya tertarik dengan hal-hal yang dekat dan
nyata, seperti cerita kehidupan di rumah, pengalaman dengan
teman, atau perubahan cuaca dan musim.
• Mereka cenderung suka bercerita dan menggambar tentang
lingkungan atau keluarga mereka.
• Kegiatan pembelajaran yang melibatkan cerita, video, bermain
peran, atau kunjungan lapangan akan meningkatkan minat.
Latar Belakang Peserta Didik
• Berasal dari lingkungan sosial yang berbeda: pedesaan,
perkotaan, pesisir, atau pegunungan — mempengaruhi persepsi
mereka terhadap lingkungan.
• Nilai-nilai sosial juga bisa bervariasi tergantung budaya dan
kebiasaan keluarga.
• Tingkat literasi rumah tangga dan dukungan orang tua terhadap
pembelajaran juga berpengaruh.
• Guru perlu mengenali konteks sosial dan budaya lokal untuk
membuat materi lebih relevan dan kontekstual.
Kebutuhan Belajar
• Memerlukan pembelajaran yang konkret dan kontekstual,
dengan penguatan pada:
• Bahasa: menjelaskan dan memahami deskripsi sosial dan
lingkungan.
• Sosial emosional: mengenali perasaan, empati, dan kerja sama.
• Kognitif dasar: mengamati, membandingkan, dan menceritakan
kondisi sosial dan lingkungan.
• Beberapa anak mungkin perlu bantuan visual atau pengalaman
langsung untuk memahami konsep abstrak seperti “kerja sama”
atau “pencemaran”.
Rekomendasi Awal
Untuk mendukung kesiapan belajar:
• Lakukan observasi dan asesmen awal (cerita gambar, wawancara
ringan).
• Gunakan stimulus nyata dan kontekstual seperti foto lingkungan,
kisah anak-anak di masyarakat, atau simulasi peran.
• Terapkan strategi pembelajaran yang mindful (sadar), joyful
(menyenangkan), dan meaningful (bermakna).
Materi : • Mengenal Lokasi Tempat Tinggal
Pelajaran • Konektivitas Antarruang
• Perubahan Iklim
• Potensi Bencana Alam di Indonesia
• Kegiatan Ekonomi
• Interaksi Sosial
• Konsep Dasar Ilmu Sejarah
Relevansi dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik
Dekat dengan Pengalaman Sehari-hari
Materi ini membahas hal-hal yang langsung dialami peserta didik
dalam kehidupan mereka, seperti:
• Interaksi dengan teman, keluarga, tetangga
• Kondisi lingkungan tempat tinggal (lingkungan bersih/kotor,
padat/teratur, aman/rawan)
• Permasalahan sosial seperti kemiskinan, kenakalan remaja, atau
konflik ringan
Ini membuat pembelajaran mudah dipahami, bermakna, dan
membangun empati.
Mendorong Kesadaran Diri dan Lingkungan Melalui materi ini,
peserta didik diajak untuk:
• Mengenali peran sosialnya dalam masyarakat (sebagai anggota
keluarga, warga sekolah, warga lingkungan)
• Menyadari dampak perilaku manusia terhadap lingkungan
(buang sampah sembarangan, perusakan alam)
• Belajar bahwa tindakan kecil mereka berpengaruh besar,
misalnya menjaga kebersihan kelas atau membantu teman

Tingkat Kesulitan: Menengah


Struktur Materi :
 Pengenalan teks berita dan strukturnya
 Analisis unsur berita dan kelayakan informasi
 Teknik menyusun naskah berita untuk vlog
 Teknik berbicara di depan kamera
 Proses perekaman dan penyuntingan vlog
 Presentasi dan evaluasi hasil vlog berita
Integrasi nilai dan karakter : Kritis , Kreatif dan Inovatif, Kolaboratif,
Literasi Digital
Dimensi Profil : DPL 1
√ Keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Lulusan (DPL)
DPL 2
√ Kewargaan
DPL 3

Penalaran Kritis
DPL 4
√ Kreativitas
DPL 5
√ Kolaborasi
DPL 6
√ Kemandirian
DPL 7
√ Kesehatan
DPL 8
√ Komunikasi

B. DESAIN PEMBELAJARAN
CAPAIAN : Fase D (Umumnya untuk kelas VII, VIII, IX SMP/MTs/Program Paket B)
PEMBELAJAR Pada akhir Fase D, murid memiliki kemampuan sebagai berikut.
AN 1. Pemahaman Konsep Menjelaskan keberagaman kondisi geografis
Indonesia, konektivitas antarruang terhadap upaya pemanfaatan
dan pelestarian potensi sumber daya alam, faktor aktivitas manusia
terhadap perubahan iklim dan potensi bencana alam; memprediksi
dampak perubahan iklim terhadap kehidupan ekonomi, sosial,
budaya masyarakat serta merefleksikan pola adaptasi terhadap
perubahan iklim dan upaya mitigasi bencana untuk menunjang
sustainable development goals (SDGs) dalam konteks lokal,
regional, dan global; mengidentifikasi upaya masyarakat dalam
memenuhi kebutuhannya melalui kegiatan ekonomi, harga, pasar,
lembaga keuangan, perdagangan internasional; menelaah peran
masyarakat dan negara dalam mendorong pertumbuhan ekonomi
di era digital, serta potensi Indonesia menjadi negara maju;
mengelaborasi proses interaksi sosial, lembaga sosial, dinamika
sosial dan perubahan sistem sosial budaya dalam masyarakat yang
majemuk untuk mewujudkan integrasi bangsa dengan prinsip
kebhinekaan; menjelaskan konsep dasar ilmu sejarah yaitu manusia,
ruang, waktu, kronologi, perubahan; menganalisis keterhubungan
antara masa lampau, masa kini, dan masa yang akan datang ketika
mempelajari sejarah lokal dan toponimi wilayah serta berbagai
peristiwa atau kejadian penting dalam lingkup lokal, nasional dan
global terkait asal-usul nenek moyang bangsa Indonesia dan jalur
rempah nusantara.
2. Keterampilan Proses Menerapkan pemahaman konsep melalui
pendekatan keterampilan proses dengan cara mengamati fenomena
dan peristiwa secara sistematis dengan menggunakan pancaindra serta
menemukan persamaan dan perbedaannya; menanya dengan panduan
pendidik, mengajukan pertanyaan untuk menggali dan klarifikasi
informasi, serta mencari tahu penyebab dan memprediksinya;
mengumpulkan informasi secara berkolaborasi, merencanakan dan
melakukan penyelidikan, mengumpulkan informasi dengan sumber
primer, dan mendokumentasikannya; berkolaborasi, mengolah
informasi yang relevan serta memprioritaskan beberapa gagasan
tertentu; menguji dan menerapkan konsep melalui eksperimen,
simulasi, studi kasus, atau situasi nyata untuk memperkuat
pemahaman dan keterampilan; mengevaluasi dan merefleksi serta
melakukan perbaikan untuk menarik simpulan hasil penyelidikan
dengan tepat; mengomunikasikan dan menyajikan hasil penyelidikan
dengan menggunakan media informasi yang tepat; dan menyusun
rencana tidak lanjut dari hasil penyelidikan yang telah dihasilkan
secara kolaboratif.
LINTAS : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
DISIPLIN Fokus utama materi ini berada di mata pelajaran IPS, karena:
ILMU • Mempelajari kehidupan sosial masyarakat (interaksi, norma, nilai)
• Menganalisis kondisi lingkungan fisik dan sosial
• Menjelaskan hubungan timbal balik manusia dengan lingkungan
Disiplin ilmu yang terlibat:
• Sosiologi → perilaku sosial, norma, nilai
• Geografi → kondisi lingkungan alam dan buatan
• Ekonomi dasar → kaitan kondisi sosial dengan kegiatan ekonomi
masyarakat
• Antropologi → budaya dan kebiasaan masyarakat sekitar
TUJUAN : Tujuan pembelajaran Tema I merupakan bagian dari alur tujuan
PEMBELAJAR pembelajaran tahap pertama. Setelah mempelajari materi, peserta didik
AN diharapkan mampu:
1. Mendeskripsikan kondisi lingkungan sekitar tempat tinggal;
2. Menjelaskan konektivitas antarruang;
3. Menguraikan dampak perubahan iklim dan potensi bencana alam
di indonesia;
4. Mengidentiikasi berbagai kegiatan ekonomi dan interaksi sosial;
serta
5. Menjelaskan konsep dasar ilmu sejarah.
TOPIK : • Mengenal Lokasi Tempat Tinggal
PEMBELAJAR • Konektivitas Antarruang
AN • Perubahan Iklim
• Potensi Bencana Alam di Indonesia
• Kegiatan Ekonomi
• Interaksi Sosial
• Konsep Dasar Ilmu Sejarah
PRAKTIK : • Metode pembelajaran yang digunakan pada Pelajaran 3 adalah
PEDAGOGIS metode pembelajaran diskusi kelompok
• Pendekatan: Deep Learning berbasis Berkesadaran (Mindful),
Bermakna (Meaningful), dan Menggembirakan (Joyful)
• Pembelajaran Berdiferensiasi, Pembelajaran Kontekstual dan
Bermakna, Kolaboratif dan Interaktif, Integrasi Teknologi dan
Media
Alternatif Metode dan Aktivitas
• Memahami kondisi lingkungan sekitar tempat tinggal;
• Menjelaskan konektivitas antarruang;
• Menguraikan dampak perubahan iklim dan potensi bencana alam di
indonesia;
• Mengidentiikasi berbagai kegiatan ekonomi dan interaksi sosial;
serta
• Memahami konsep dasar ilmu sejarah

KEMITRAAN : • Guru Lingkungan Sekolah


PEMBELAJAR • Orang Tua Siswa
AN
LINGKUNGAN : Lingkungan pembelajaran dirancang untuk mendukung proses belajar
PEMBELAJAR yang berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan
AN menyenangkan (joyful), dengan mengintegrasikan unsur fisik, virtual,
dan budaya belajar.
Lingkungan Fisik
• Kelas ditata dengan fleksibel untuk mendukung kerja kelompok dan
diskusi dua arah.
• Media presentasi (LCD/proyektor) digunakan untuk menampilkan
teks, gambar, dan video interaktif
Lingkungan Virtual
• Pemanfaatan LMS (Learning Management System) atau grup digital
(WhatsApp/Google Classroom)
• Siswa diberikan akses pada e-book, artikel digital, video edukatif ,
Dan Forum diskusi daring
Budaya Belajar
• Didorong budaya membaca kritis dan memberi tanggapan dengan
sopan, jujur, dan terbuka.
• Guru membangun ruang aman untuk peserta didik dalam
menyampaikan pendapat dan bertanya tanpa takut salah.
PEMANFAATA : Perpustakaan digital, forum diskusi daring, dan penilaian daring
N DIGITAL
SARANA DAN : • Laptop/ internet
PRASARANA • Proyektor
• Buku Panduan Guru IPS Kelas VII Revisi Tahun 2023 Edisi Revisi
• Buku Panduan Siswa IPS VII Revisi Tahun 2023 Edisi Revisi

C. PENGALAMAN BELAJAR
Aloka
si
Langkah – Langkah Pembelajaran Pertemuan Ke 1-2 (4JP)
Wakt
u
KEGIATAN AWAL/ PENDAHULUAN
(Prinsip pembelajaran: berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan)
Orientasi yang Bermakna (Berkesadaran):
❖ Guru memberi salam hangat sebagai pembuka pelajaran, mengajak peserta didik
berdoa bersama memulai pembelajaran, dan memeriksa kehadiran. 15
❖ Guru mengondisikan suasana belajar yang positif dan menyenangkan, serta menit
menyiapkan fisik dan psikis peserta didik agar siap mengikuti pembelajaran.

Apersepsi yang Kontekstual (Bermakna):


❖ Guru menggali kebiasaan dan pengalaman peserta didik terkait kegiatan
membaca, menyimak, atau memirsa berita dari berbagai media.
❖ Kegiatan ini membantu menghubungkan pengetahuan awal siswa dengan materi
yang akan dipelajari, yaitu memahami teks berita.

Aktivitas Pemantik (Menggembirakan):


Pertanyaan Pemantik Mindful Learning
• Bagaimana cara kita membangun hubungan yang baik dengan teman dan
tetangga?
• Mengapa penting untuk menghargai perbedaan dalam masyarakat?
• Bagaimana sikap saling tolong-menolong dapat memperkuat persatuan di
lingkungan kita?
• Apa yang bisa kita lakukan untuk membantu orang yang membutuhkan di
sekitar kita?
• Bagaimana peran keluarga dalam membentuk sikap sosial seseorang?
• Kondisi Lingkungan Sekitar
• Apa dampak kebersihan lingkungan terhadap kesehatan masyarakat?
• Bagaimana cara kita bisa menjaga kebersihan lingkungan di sekitar sekolah
atau rumah?
• Mengapa penting untuk menghemat air dan energi dalam kehidupan sehari-
hari?
• Apa yang bisa kita lakukan untuk mengurangi sampah plastik di lingkungan
kita?

Pertanyaan Pemantik Meaningful Learning


• Bagaimana peranmu dalam menciptakan lingkungan sosial yang harmonis di
sekolah dan di rumah?
• Pernahkah kamu mengalami atau melihat konflik di sekitar? Bagaimana cara
terbaik untuk menyelesaikannya?
• Apa yang terjadi jika dalam sebuah komunitas tidak ada sikap saling
menghormati dan bekerja sama?
• Bagaimana dampak media sosial terhadap interaksi sosial di kehidupan sehari-
hari?
• Bagaimana cara kita bisa menjadi agen perubahan dalam membangun
kehidupan sosial yang lebih baik?
• Apa yang bisa kita pelajari dari kondisi lingkungan di sekitar kita untuk masa
depan yang lebih baik?
• Bagaimana tindakan kecil yang kita lakukan setiap hari dapat berdampak besar
terhadap lingkungan?
• Bagaimana keterkaitan antara perilaku manusia dengan bencana alam seperti
banjir atau polusi udara?
• Apa dampak jangka panjang dari kerusakan lingkungan terhadap kehidupan
manusia?
• Bagaimana kamu bisa menerapkan konsep daur ulang atau gaya hidup ramah
lingkungan dalam kehidupan sehari-hari?
❖ Guru memberikan penguatan terhadap jawaban murid atau memberikan
scaffolding untuk menyelesaikan menampilkan masalah penyelesaian tersebut
dari dengan sumber internet/video/buku referensi dari perpustakaan, apabila
tidak ada murid yang memberikan jawaban yang benar. (Menanyakan kesiapan
belajar siswa terhadap materi baru yang akan dipelajari). (Kegiatan rutin
ditujukan untuk membangun suasana pembelajaran yang positif dan
mempersiapkan murid untuk melakukan kegiatan pembelajaran selanjutnya)
❖ Guru mencatat dan menggunakan informasi yang didapat dari kegiatan awal
rutin tersebut untuk memetakan sejauh mana pengetahuan awal murid
(Kesadaran diri dan Pengambilan Keputusan yang Bertanggung Jawab)
❖ Setelah memetakan kebutuhan belajar murid, guru menyiapkan kebutuhan
tersebut sesuai dengan profil belajar masing-masing murid : (diferensiasi
konten)
Tes Diagnostik
❖ Peserta didik menyiapkan diri untuk mengikuti pelaksanaan penilaian awal agar
mengetahui tingkat pemahaman terhadap materi yang akan dibahas.
❖ Guru dapat melaksanakan tes diagnostik
KEGIATAN INTI
Tahap Kegiatan Inti Pembelajaran 130
Tema I: Kehidupan Sosial dan Kondisi Lingkungan Sekitar MENI
Pendekatan: Mindful Learning, Meaningful Learning, Joyful Learning T

Pengamatan Visual dan Diskusi


❖ Guru memberikan stimulus awal dengan menampilkan gambar dari buku siswa
yang memperlihatkan kondisi permukiman di Dusun Butuh, Temanggung
(dikenal sebagai "Nepal van Java").
❖ Siswa diminta mencermati gambar tersebut secara saksama, memperhatikan
unsur sosial dan lingkungan yang tergambar.
❖ Guru mengajukan pertanyaan pemantik:
❖ “Menurut kalian, apakah ada potensi ekonomi dan ancaman bencana alam yang
bisa terjadi di daerah tersebut?”
❖ Siswa mencatat fakta-fakta hasil pengamatan dan mendiskusikannya dalam
kelompok kecil.
❖ Hasil diskusi dituliskan dalam tabel yang tersedia di buku siswa.
Pemahaman Geografis Wilayah Indonesia
❖ Siswa diminta mengamati peta Indonesia yang terdapat dalam buku siswa.
❖ Siswa mengisi titik koordinat berdasarkan peta:
❖ Batas utara: … LU
❖ atas selatan: 11° LS
❖ Batas barat: … BT
❖ Batas timur: … BT

Aktivitas 1: Menentukan Lokasi Absolut dan Relatif


❖ Guru mengenalkan penggunaan aplikasi GPS Essentials melalui ponsel pintar.
❖ Siswa diminta mengunduh dan membuka aplikasi GPS Essentials, lalu mencari
lokasi tempat tinggal masing-masing.
❖ Siswa mencatat informasi yang diperoleh:
• Lokasi absolut (koordinat GPS)
• Lokasi relatif (berdasarkan letak terhadap tempat-tempat penting atau
wilayah sekitar)
❖ Diskusi kelompok atau kelas dilakukan untuk membandingkan
PENUTUP
❖ Pada akhir kegiatan pembelajaran, guru mengajak peserta didik untuk:
❖ Merefleksikan hal-hal penting yang telah mereka pelajari, seperti:
❖ Apa saja informasi baru yang kalian temukan dari gambar, peta, atau GPS?
❖ Bagaimana hubungan antara kondisi geografis dan kehidupan sosial masyarakat?
❖ Mengapa penting memahami lingkungan sekitar kita? 15
❖ Menyimpulkan hasil pembelajaran bersama-sama, dengan menekankan
keterkaitan antara:
Potensi wilayah,
Risiko bencana
Dan tanggung jawab sosial terhadap lingkungan.
❖ Memberikan penguatan nilai karakter, seperti peduli lingkungan, tanggung jawab
sosial, dan kerja sama dalam diskusi kelompok.
❖ Guru memberikan apresiasi kepada peserta didik yang aktif, serta memberikan
arahan untuk menyelesaikan tugas lanjutan atau portofolio jika diperlukan.
Prinsip Pembelajaran yang Digunakan pada Tahap Penutup
Berkesadaran (Mindful Learning)
❖ Peserta didik dilatih untuk menyadari proses dan hasil pembelajaran mereka,
serta memahami bagaimana pengalaman belajar ini membantu mereka melihat
dunia secara lebih luas dan kritis.
Bermakna (Meaningful Learning)
❖ Peserta didik memahami bahwa materi yang dipelajari berhubungan erat dengan
kehidupan sehari-hari, baik dari aspek sosial, lingkungan, maupun teknologi yang
mereka gunakan.
Menyenangkan (Joyful Learning)
❖ Suasana penutup dibuat positif dan apresiatif, memberi pengalaman akhir yang
menyenangkan, serta mendorong siswa untuk terus belajar dengan semangat dan
rasa ingin tahu.

Aloka
si
Langkah – Langkah Pembelajaran Pertemuan 3 (2 JP)
Wakt
u
KEGIATAN AWAL/ PENDAHULUAN
(Prinsip pembelajaran: berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan)
Orientasi yang Bermakna (Berkesadaran):
❖ Guru memberi salam hangat sebagai pembuka pelajaran, mengajak peserta
didik berdoa bersama memulai pembelajaran, dan memeriksa kehadiran.
❖ Guru mengondisikan suasana belajar yang positif dan menyenangkan, serta
menyiapkan fisik dan psikis peserta didik agar siap mengikuti pembelajaran.

Apersepsi yang Kontekstual (Bermakna):


❖ Guru menggali kebiasaan dan pengalaman peserta didik terkait kegiatan
membaca, menyimak, atau memirsa berita dari berbagai media.
❖ Kegiatan ini membantu menghubungkan pengetahuan awal siswa dengan
materi yang akan dipelajari, yaitu memahami teks berita.
❖ Guru memberikan penguatan terhadap jawaban murid atau memberikan
scaffolding untuk menyelesaikan menampilkan masalah penyelesaian tersebut 15
dari dengan sumber internet/video/buku referensi dari perpustakaan, apabila menit
tidak ada murid yang memberikan jawaban yang benar. (Menanyakan kesiapan
belajar siswa terhadap materi baru yang akan dipelajari). (Kegiatan rutin
ditujukan untuk membangun suasana pembelajaran yang positif dan
mempersiapkan murid untuk melakukan kegiatan pembelajaran selanjutnya)
❖ Guru mencatat dan menggunakan informasi yang didapat dari kegiatan awal
rutin tersebut untuk memetakan sejauh mana pengetahuan awal murid
(Kesadaran diri dan Pengambilan Keputusan yang Bertanggung Jawab)
❖ Setelah memetakan kebutuhan belajar murid, guru menyiapkan kebutuhan
tersebut sesuai dengan profil belajar masing-masing murid : (diferensiasi
konten)
Tes Diagnostik
❖ Peserta didik menyiapkan diri untuk mengikuti pelaksanaan penilaian awal agar
mengetahui tingkat pemahaman terhadap materi yang akan dibahas.
❖ Guru dapat melaksanakan tes diagnostik
KEGIATAN INTI
Memahami
❖ (Siswa mengamati gambar dan membaca informasi pada buku siswa)
❖ Berkesadaran – Siswa dilatih untuk fokus dan teliti dalam mengamati gambar
dan memahami informasi visual yang tersedia.
❖ Bermakna – Kegiatan mengamati gambar yang berkaitan dengan bentuk muka
bumi dan kehidupan sosial memberikan konteks nyata dan relevan dengan
kehidupan sehari-hari.
Mengaplikasi
❖ (Siswa mendiskusikan dan menentukan mata pencaharian berdasarkan gambar
bentuk muka bumi)
❖ Bermakna – Siswa menghubungkan hasil pengamatan dengan konsep
kehidupan sosial masyarakat di berbagai bentuk muka bumi.
❖ Menyenangkan (Menggembirakan) – Diskusi kelompok memberi kesempatan
siswa untuk saling bertukar pendapat dengan suasana belajar yang aktif dan
menyenangkan. 50
Merefleksi MENI
❖ (Siswa mencatat fakta dan menjawab pertanyaan berdasarkan hasil pengamatan T
dan diskusi)
❖ Berkesadaran – Siswa diajak merefleksikan pemahamannya terhadap hubungan
antara bentuk muka bumi dan jenis mata pencaharian masyarakat.
❖ Menyenangkan (Menggembirakan) – Kegiatan reflektif dilakukan melalui
diskusi terbuka yang membangun rasa percaya diri dan kesadaran sosial.
KEGIATAN PENUTUP
Prinsip Pembelajaran yang Digunakan: Berkesadaran - Bermakna - Menggembirakan
Tahap akhir ini bertujuan memberikan umpan balik yang konstruktif, membantu
peserta didik merefleksikan pembelajaran yang telah dilakukan, menyimpulkan hasil
belajar, serta melibatkan mereka dalam perencanaan pembelajaran selanjutnya.
Refleksi Berkesadaran (Mindful)
❖ Guru mengajak peserta didik merenung sejenak:
“Apa hal paling berkesan yang kamu pelajari hari ini?”
“Apakah ada hal yang membuat kamu tertantang atau ingin kamu pelajari lebih
lanjut?”
❖ Guru memfasilitasi refleksi tertulis atau lisan menggunakan format sederhana
seperti:
 Saya belajar...
 Saya merasa...
 Saya ingin tahu lebih lanjut tentang...
Simpulan Bermakna (Meaningful) 15
❖ Guru dan peserta didik bersama-sama menyimpulkan inti pembelajaran hari itu, menit
baik secara verbal atau visual (misalnya: membuat peta konsep sederhana).
❖ Guru memberikan penguatan nilai, seperti kejujuran dalam menyampaikan
informasi, sikap kritis terhadap bacaan, atau semangat berkolaborasi.
Tugas dan Rencana Selanjutnya yang Menggembirakan (Joyful)
❖ Guru menyampaikan tugas lanjutan atau proyek ringan yang memicu
kreativitas, misalnya membuat poster, video pendek, atau teka-teki kata.
❖ Guru memberikan apresiasi atas kerja keras siswa dengan pujian, stiker digital,
atau badge motivasi.
❖ Guru mengajak siswa untuk bersemangat menyambut pembelajaran berikutnya
dan memberikan gambaran singkat isi/topik yang akan datang dengan cara
yang menarik.
Penutup yang Hangat
❖ Guru mengajak peserta didik berdoa bersama sesuai agama masing-masing.
❖ Guru menutup pembelajaran dengan pernyataan positif, misalnya:
“Terima kasih atas semangat kalian hari ini. Setiap dari kalian luar biasa!”
Aloka
si
Langkah – Langkah Pembelajaran Pertemuan 4-5 (4 JP)
Wakt
u
KEGIATAN AWAL/ PENDAHULUAN
(Prinsip pembelajaran: berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan)
Orientasi yang Bermakna (Berkesadaran):
❖ Guru memberi salam hangat sebagai pembuka pelajaran, mengajak peserta
didik berdoa bersama memulai pembelajaran, dan memeriksa kehadiran.
❖ Guru mengondisikan suasana belajar yang positif dan menyenangkan, serta
menyiapkan fisik dan psikis peserta didik agar siap mengikuti pembelajaran.

Apersepsi yang Kontekstual (Bermakna):


❖ Guru menggali kebiasaan dan pengalaman peserta didik terkait kegiatan
membaca, menyimak, atau memirsa berita dari berbagai media.
❖ Kegiatan ini membantu menghubungkan pengetahuan awal siswa dengan
materi yang akan dipelajari, yaitu memahami teks berita.
❖ Guru memberikan penguatan terhadap jawaban murid atau memberikan
scaffolding untuk menyelesaikan menampilkan masalah penyelesaian tersebut 15
dari dengan sumber internet/video/buku referensi dari perpustakaan, apabila menit
tidak ada murid yang memberikan jawaban yang benar. (Menanyakan kesiapan
belajar siswa terhadap materi baru yang akan dipelajari). (Kegiatan rutin
ditujukan untuk membangun suasana pembelajaran yang positif dan
mempersiapkan murid untuk melakukan kegiatan pembelajaran selanjutnya)
❖ Guru mencatat dan menggunakan informasi yang didapat dari kegiatan awal
rutin tersebut untuk memetakan sejauh mana pengetahuan awal murid
(Kesadaran diri dan Pengambilan Keputusan yang Bertanggung Jawab)
❖ Setelah memetakan kebutuhan belajar murid, guru menyiapkan kebutuhan
tersebut sesuai dengan profil belajar masing-masing murid : (diferensiasi
konten)
Tes Diagnostik
❖ Peserta didik menyiapkan diri untuk mengikuti pelaksanaan penilaian awal agar
mengetahui tingkat pemahaman terhadap materi yang akan dibahas.
❖ Guru dapat melaksanakan tes diagnostik
KEGIATAN INTI
Memahami
❖ (Siswa mencari informasi makanan tradisional dan bahan bakunya di berbagai
daerah)
❖ Berkesadaran – Siswa menyadari bahwa makanan tradisional merupakan
bagian dari identitas budaya daerah yang harus dihargai dan dipelajari secara
sadar.
❖ Bermakna – Kegiatan menggali informasi langsung dari lingkungan sekitar
(keluarga, internet) menjadikan pengalaman belajar terhubung dengan
kehidupan nyata. 130
Mengaplikasi MENI
❖ (Siswa melengkapi tabel, mendiskusikan hasil, dan menjawab pertanyaan) T
❖ Bermakna – Siswa menghubungkan data yang mereka temukan dengan
pengetahuan tentang keberagaman wilayah Indonesia dan karakteristik sumber
daya alamnya.
❖ Menyenangkan (Menggembirakan) – Belajar dalam kelompok dan membuat
hasil dalam bentuk kreatif (poster, PowerPoint, video) menciptakan suasana
pembelajaran yang aktif dan menyenangkan.
Merefleksi
❖ (Siswa menjawab pertanyaan reflektif dan mempresentasikan hasilnya)
❖ Berkesadaran – Siswa merefleksikan pentingnya pelestarian budaya lokal serta
peran mereka sebagai generasi muda dalam menjaganya.
❖ Menyenangkan (Menggembirakan) – Penyampaian hasil dalam bentuk visual
dan diskusi terbuka memberi ruang refleksi yang ekspresif dan kolaboratif.
KEGIATAN PENUTUP
Prinsip Pembelajaran yang Digunakan: Berkesadaran - Bermakna - Menggembirakan
Tahap akhir ini bertujuan memberikan umpan balik yang konstruktif, membantu
peserta didik merefleksikan pembelajaran yang telah dilakukan, menyimpulkan hasil
belajar, serta melibatkan mereka dalam perencanaan pembelajaran selanjutnya.
Refleksi Berkesadaran (Mindful)
❖ Guru mengajak peserta didik merenung sejenak:
“Apa hal paling berkesan yang kamu pelajari hari ini?”
“Apakah ada hal yang membuat kamu tertantang atau ingin kamu pelajari lebih
lanjut?”
❖ Guru memfasilitasi refleksi tertulis atau lisan menggunakan format sederhana
seperti:
 Saya belajar...
 Saya merasa...
 Saya ingin tahu lebih lanjut tentang...
Simpulan Bermakna (Meaningful) 15
❖ Guru dan peserta didik bersama-sama menyimpulkan inti pembelajaran hari itu, menit
baik secara verbal atau visual (misalnya: membuat peta konsep sederhana).
❖ Guru memberikan penguatan nilai, seperti kejujuran dalam menyampaikan
informasi, sikap kritis terhadap bacaan, atau semangat berkolaborasi.
Tugas dan Rencana Selanjutnya yang Menggembirakan (Joyful)
❖ Guru menyampaikan tugas lanjutan atau proyek ringan yang memicu
kreativitas, misalnya membuat poster, video pendek, atau teka-teki kata.
❖ Guru memberikan apresiasi atas kerja keras siswa dengan pujian, stiker digital,
atau badge motivasi.
❖ Guru mengajak siswa untuk bersemangat menyambut pembelajaran berikutnya
dan memberikan gambaran singkat isi/topik yang akan datang dengan cara
yang menarik.
Penutup yang Hangat
❖ Guru mengajak peserta didik berdoa bersama sesuai agama masing-masing.
❖ Guru menutup pembelajaran dengan pernyataan positif, misalnya:
❖ “Terima kasih atas semangat kalian hari ini. Setiap dari kalian luar biasa!”

Aloka
si
Langkah – Langkah Pembelajaran Pertemuan Ke 6-7 (4JP X40 Menit)
Wakt
u
KEGIATAN AWAL/ PENDAHULUAN
(Prinsip pembelajaran: berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan)
Orientasi yang Bermakna (Berkesadaran):
❖ Guru memberi salam hangat sebagai pembuka pelajaran, mengajak peserta
15
didik berdoa bersama memulai pembelajaran, dan memeriksa kehadiran.
menit
❖ Guru mengondisikan suasana belajar yang positif dan menyenangkan, serta
menyiapkan fisik dan psikis peserta didik agar siap mengikuti pembelajaran.

Apersepsi yang Kontekstual (Bermakna):


❖ Peserta didik melakukan pemanasan (warming up). Pada zona ini, guru
mengulang materi yang sudah diajarkan sebelumnya.

Aktivitas Pemantik
❖ Guru Mengajukan pertanyaan pemantik sebagai berikut.
❖ Guru memberikan penguatan terhadap jawaban murid atau memberikan
scaffolding untuk menyelesaikan menampilkan masalah penyelesaian tersebut
dari dengan sumber internet/video/buku referensi dari perpustakaan, apabila
tidak ada murid yang memberikan jawaban yang benar. (Menanyakan
kesiapan belajar siswa terhadap materi baru yang akan dipelajari). (Kegiatan
rutin ditujukan untuk membangun suasana pembelajaran yang positif dan
mempersiapkan murid untuk melakukan kegiatan pembelajaran selanjutnya)
❖ Guru mencatat dan menggunakan informasi yang didapat dari kegiatan awal
rutin tersebut untuk memetakan sejauh mana pengetahuan awal murid
(Kesadaran diri dan Pengambilan Keputusan yang Bertanggung Jawab)
❖ Setelah memetakan kebutuhan belajar murid, guru menyiapkan kebutuhan
tersebut sesuai dengan profil belajar masing-masing murid : (diferensiasi
konten)
Tes Diagnostik
❖ Peserta didik menyiapkan diri untuk mengikuti pelaksanaan penilaian awal agar
mengetahui tingkat pemahaman terhadap materi yang akan dibahas.
❖ Guru dapat melaksanakan tes diagnostik. Soal tes diagnostik, dibuat masing-
masing oleh guru disesuaikan dengan materi masing-masing.
KEGIATAN INTI
Memahami
❖ (Siswa mempelajari dampak perubahan iklim dan risiko bencana gempa bumi
tektonik)
❖ Berke¬sadaran – Siswa menyadari bahwa perubahan iklim dan gempa bumi
adalah persoalan nyata yang berdampak pada kehidupan manusia dan
lingkungan.
❖ Bermakna – Informasi yang dipelajari memiliki relevansi langsung dengan
kondisi lingkungan dan kehidupan mereka sehari-hari.
Mengaplikasi
❖ (Siswa membuat poster perubahan iklim dan mencari tahu upaya mitigasi risiko
gempa bumi)
130
❖ Bermakna – Siswa menerapkan pemahaman mereka melalui karya nyata
MENI
(poster) dan pencarian informasi yang dapat memberikan solusi nyata.
T
❖ Menyenangkan (Menggembirakan) – Proses membuat poster secara manual
atau digital memberi ruang kreativitas, serta pencarian informasi dilakukan
secara mandiri dan interaktif.
Merefleksi
❖ (Siswa mengumpulkan hasil karya dan memahami pentingnya peran individu
dalam menjaga lingkungan dan kesiapsiagaan bencana)
❖ Berke¬sadaran – Siswa diajak merefleksi bahwa mereka memiliki peran dan
tanggung jawab dalam mengurangi dampak perubahan iklim dan risiko
bencana.
❖ Menyenangkan (Menggembirakan) – Kegiatan presentasi atau berbagi hasil
karya menciptakan ruang ekspresi positif yang membangun kepercayaan diri.
KEGIATAN PENUTUP 15
Prinsip Pembelajaran yang Digunakan: Berkesadaran - Bermakna - Menggembirakan menit
Tahap akhir ini bertujuan memberikan umpan balik yang konstruktif, membantu
peserta didik merefleksikan pembelajaran yang telah dilakukan, menyimpulkan hasil
belajar, serta melibatkan mereka dalam perencanaan pembelajaran selanjutnya.
Refleksi Berkesadaran (Mindful)
❖ Guru mengajak peserta didik merenung sejenak:
“Apa hal paling berkesan yang kamu pelajari hari ini?”
“Apakah ada hal yang membuat kamu tertantang atau ingin kamu pelajari lebih
lanjut?”
❖ Guru memfasilitasi refleksi tertulis atau lisan menggunakan format sederhana
seperti:
 Saya belajar...
 Saya merasa...
 Saya ingin tahu lebih lanjut tentang...
Simpulan Bermakna (Meaningful)
❖ Guru dan peserta didik bersama-sama menyimpulkan inti pembelajaran hari itu,
baik secara verbal atau visual (misalnya: membuat peta konsep sederhana).
❖ Guru memberikan penguatan nilai, seperti kejujuran dalam menyampaikan
informasi, sikap kritis terhadap bacaan, atau semangat berkolaborasi.
Tugas dan Rencana Selanjutnya yang Menggembirakan (Joyful)
❖ Guru menyampaikan tugas lanjutan atau proyek ringan yang memicu
kreativitas, misalnya membuat poster, video pendek, atau teka-teki kata.
❖ Guru memberikan apresiasi atas kerja keras siswa dengan pujian, stiker digital,
atau badge motivasi.
❖ Guru mengajak siswa untuk bersemangat menyambut pembelajaran berikutnya
dan memberikan gambaran singkat isi/topik yang akan datang dengan cara
yang menarik.
Penutup yang Hangat
❖ Guru mengajak peserta didik berdoa bersama sesuai agama masing-masing.
❖ Guru menutup pembelajaran dengan pernyataan positif, misalnya:
“Terima kasih atas semangat kalian hari ini. Setiap dari kalian luar biasa!”

Aloka
si
Langkah – Langkah Pembelajaran Pertemuan Ke 8 (2JP X40 Menit)
Wakt
u
KEGIATAN AWAL/ PENDAHULUAN
(Prinsip pembelajaran: berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan)
Orientasi yang Bermakna (Berkesadaran):
❖ Guru memberi salam hangat sebagai pembuka pelajaran, mengajak peserta
didik berdoa bersama memulai pembelajaran, dan memeriksa kehadiran.
❖ Guru mengondisikan suasana belajar yang positif dan menyenangkan, serta
menyiapkan fisik dan psikis peserta didik agar siap mengikuti pembelajaran.
15
menit
Apersepsi yang Kontekstual (Bermakna):
❖ Peserta didik melakukan pemanasan (warming up). Pada zona ini, guru
mengulang materi yang sudah diajarkan sebelumnya.

Aktivitas Pemantik
❖ Guru Mengajukan pertanyaan pemantik sebagai berikut.
❖ Guru memberikan penguatan terhadap jawaban murid atau memberikan
scaffolding untuk menyelesaikan menampilkan masalah penyelesaian tersebut
dari dengan sumber internet/video/buku referensi dari perpustakaan, apabila
tidak ada murid yang memberikan jawaban yang benar. (Menanyakan
kesiapan belajar siswa terhadap materi baru yang akan dipelajari). (Kegiatan
rutin ditujukan untuk membangun suasana pembelajaran yang positif dan
mempersiapkan murid untuk melakukan kegiatan pembelajaran selanjutnya)
❖ Guru mencatat dan menggunakan informasi yang didapat dari kegiatan awal
rutin tersebut untuk memetakan sejauh mana pengetahuan awal murid
(Kesadaran diri dan Pengambilan Keputusan yang Bertanggung Jawab)
❖ Setelah memetakan kebutuhan belajar murid, guru menyiapkan kebutuhan
tersebut sesuai dengan profil belajar masing-masing murid : (diferensiasi
konten)
Tes Diagnostik
❖ Peserta didik menyiapkan diri untuk mengikuti pelaksanaan penilaian awal agar
mengetahui tingkat pemahaman terhadap materi yang akan dibahas.
❖ Guru dapat melaksanakan tes diagnostik. Soal tes diagnostik, dibuat masing-
masing oleh guru disesuaikan dengan materi masing-masing.
KEGIATAN INTI
Memahami
❖ (Siswa mencari tahu informasi terkait risiko dan upaya mitigasi gempa bumi
tektonik)
❖ Berkesadaran – Siswa menyadari bahwa gempa bumi tektonik merupakan
ancaman nyata dan penting untuk dipahami sebagai bentuk kesiapsiagaan diri
dan masyarakat.
❖ Bermakna – Informasi yang dipelajari berkaitan erat dengan keselamatan hidup,
sehingga memberi dampak emosional dan nilai kehidupan yang kuat.
Mengaplikasi
❖ (Siswa mengumpulkan informasi dan menyusunnya sebagai bagian dari
pemahaman terhadap upaya mitigasi)
❖ Bermakna – Siswa menghubungkan data/informasi yang diperoleh dengan
tindakan konkret yang dapat dilakukan dalam kehidupan nyata.
❖ Menyenangkan (Menggembirakan) – Kegiatan pencarian informasi dapat
dilakukan dengan cara eksploratif dan kolaboratif yang membangun rasa ingin
tahu.
Merefleksi
❖ (Siswa merenungkan dan menyimpulkan pentingnya upaya mengurangi risiko
bencana)
❖ Berkesadaran – Siswa merefleksikan bahwa mereka memiliki peran penting
dalam menciptakan budaya sadar bencana di lingkungan sekitar.
❖ Menyenangkan (Menggembirakan) – Proses refleksi dilakukan dalam suasana
terbuka yang mendorong partisipasi dan berbagi pengalaman antar siswa.
Memahami
❖ (Siswa membaca artikel dan mendiskusikan peluang serta tantangan letak
geografis Indonesia terkait gempa bumi) 50
❖ Berkesadaran – Siswa menyadari bahwa letak geografis Indonesia sangat Menit
memengaruhi potensi bencana, khususnya gempa bumi, dan penting untuk
dipahami secara utuh.
❖ Bermakna – Materi yang dikaji berasal dari peristiwa nyata (gempa Padang)
sehingga membentuk pemahaman yang kuat dan relevan dengan kondisi
kehidupan di Indonesia.

Mengaplikasi
❖ (Siswa berdiskusi dalam kelompok untuk mengidentifikasi daerah rawan gempa
dan upaya mitigasi)
❖ Bermakna – Siswa menerapkan pengetahuan geografi dan kebencanaan untuk
mengenali wilayah rawan dan mencari solusi mitigasi yang bisa diterapkan.
❖ Menyenangkan (Menggembirakan) – Diskusi kelompok mendorong
partisipasi aktif, interaksi sosial, dan memberi ruang kreativitas dalam
mengemukakan ide.

Merefleksi
❖ (Siswa merenungkan upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko
gempa bumi)
❖ Berkesadaran – Siswa menyadari peran penting individu dan masyarakat
dalam menyiapkan diri menghadapi bencana.

❖ Menyenangkan (Menggembirakan) – Refleksi dilakukan melalui diskusi
terbuka dalam kelompok, menciptakan suasana yang mendukung dan
memperkuat empati.

KEGIATAN PENUTUP
Prinsip Pembelajaran yang Digunakan: Berkesadaran - Bermakna - Menggembirakan
Tahap akhir ini bertujuan memberikan umpan balik yang konstruktif, membantu
peserta didik merefleksikan pembelajaran yang telah dilakukan, menyimpulkan hasil
belajar, serta melibatkan mereka dalam perencanaan pembelajaran selanjutnya.
Refleksi Berkesadaran (Mindful)
❖ Guru mengajak peserta didik merenung sejenak:
“Apa hal paling berkesan yang kamu pelajari hari ini?”
“Apakah ada hal yang membuat kamu tertantang atau ingin kamu pelajari lebih
lanjut?”
❖ Guru memfasilitasi refleksi tertulis atau lisan menggunakan format sederhana
seperti:
 Saya belajar...
 Saya merasa...
 Saya ingin tahu lebih lanjut tentang...
Simpulan Bermakna (Meaningful) 15
❖ Guru dan peserta didik bersama-sama menyimpulkan inti pembelajaran hari itu, menit
baik secara verbal atau visual (misalnya: membuat peta konsep sederhana).
❖ Guru memberikan penguatan nilai, seperti kejujuran dalam menyampaikan
informasi, sikap kritis terhadap bacaan, atau semangat berkolaborasi.
Tugas dan Rencana Selanjutnya yang Menggembirakan (Joyful)
❖ Guru menyampaikan tugas lanjutan atau proyek ringan yang memicu
kreativitas, misalnya membuat poster, video pendek, atau teka-teki kata.
❖ Guru memberikan apresiasi atas kerja keras siswa dengan pujian, stiker digital,
atau badge motivasi.
❖ Guru mengajak siswa untuk bersemangat menyambut pembelajaran berikutnya
dan memberikan gambaran singkat isi/topik yang akan datang dengan cara
yang menarik.
Penutup yang Hangat
❖ Guru mengajak peserta didik berdoa bersama sesuai agama masing-masing.
❖ Guru menutup pembelajaran dengan pernyataan positif, misalnya:
❖ “Terima kasih atas semangat kalian hari ini. Setiap dari kalian luar biasa!”
Aloka
si
Langkah – Langkah Pembelajaran Pertemuan 9-10 (4JP X40 Menit)
Wakt
u
KEGIATAN AWAL/ PENDAHULUAN
(Prinsip pembelajaran: berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan)
Orientasi yang Bermakna (Berkesadaran):
❖ Guru memberi salam hangat sebagai pembuka pelajaran, mengajak peserta
didik berdoa bersama memulai pembelajaran, dan memeriksa kehadiran.
❖ Guru mengondisikan suasana belajar yang positif dan menyenangkan, serta
menyiapkan fisik dan psikis peserta didik agar siap mengikuti pembelajaran.

Apersepsi yang Kontekstual (Bermakna):


❖ Peserta didik melakukan pemanasan (warming up). Pada zona ini, guru
mengulang materi yang sudah diajarkan sebelumnya.

Aktivitas Pemantik
❖ Guru Mengajukan pertanyaan pemantik sebagai berikut.
❖ Guru memberikan penguatan terhadap jawaban murid atau memberikan
scaffolding untuk menyelesaikan menampilkan masalah penyelesaian tersebut 15
dari dengan sumber internet/video/buku referensi dari perpustakaan, apabila menit
tidak ada murid yang memberikan jawaban yang benar. (Menanyakan
kesiapan belajar siswa terhadap materi baru yang akan dipelajari). (Kegiatan
rutin ditujukan untuk membangun suasana pembelajaran yang positif dan
mempersiapkan murid untuk melakukan kegiatan pembelajaran selanjutnya)
❖ Guru mencatat dan menggunakan informasi yang didapat dari kegiatan awal
rutin tersebut untuk memetakan sejauh mana pengetahuan awal murid
(Kesadaran diri dan Pengambilan Keputusan yang Bertanggung Jawab)
❖ Setelah memetakan kebutuhan belajar murid, guru menyiapkan kebutuhan
tersebut sesuai dengan profil belajar masing-masing murid : (diferensiasi
konten)
Tes Diagnostik
❖ Peserta didik menyiapkan diri untuk mengikuti pelaksanaan penilaian awal agar
mengetahui tingkat pemahaman terhadap materi yang akan dibahas.
❖ Guru dapat melaksanakan tes diagnostik. Soal tes diagnostik, dibuat masing-
masing oleh guru disesuaikan dengan materi masing-masing.
KEGIATAN INTI
Memahami
❖ (Siswa menyebutkan berbagai jenis kegiatan manusia dalam memenuhi
kebutuhan hidup)
❖ Berkesadaran – Siswa menyadari bahwa setiap manusia melakukan berbagai
aktivitas untuk memenuhi kebutuhan dasar maupun tambahan dalam
kehidupan sehari-hari.
❖ Bermakna – Informasi yang dikaitkan langsung dengan kehidupan nyata
(misalnya kegiatan pertanian, perdagangan, jasa) membuat pembelajaran terasa
relevan dan dekat dengan kehidupan siswa.
Mengaplikasi
130
❖ (Siswa mengidentifikasi dan memberi contoh kegiatan ekonomi dalam MENI
kehidupan nyata) T
❖ Bermakna – Siswa menghubungkan konsep yang dipelajari dengan kegiatan
ekonomi yang terjadi di lingkungan sekitarnya.
❖ Menyenangkan (Menggembirakan) – Kegiatan dapat dikembangkan melalui
diskusi ringan atau bermain peran sesuai jenis pekerjaan, yang membuat siswa
lebih terlibat secara emosional dan sosial.
Merefleksi
❖ (Siswa merenungkan pentingnya peran kegiatan manusia dalam memenuhi
kebutuhan hidup dan keberlangsungan masyarakat)
❖ Berkesadaran – Siswa memahami bahwa kegiatan ekonomi merupakan bagian
penting dari interaksi sosial dan pemenuhan kebutuhan bersama.
❖ Menyenangkan (Menggembirakan) – Refleksi dilakukan dalam suasana positif,
seperti berbagi pengalaman atau cerita pribadi tentang pekerjaan orang tua
atau lingkungan sekitar.
KEGIATAN PENUTUP
Prinsip Pembelajaran yang Digunakan: Berkesadaran - Bermakna - Menggembirakan
Tahap akhir ini bertujuan memberikan umpan balik yang konstruktif, membantu
peserta didik merefleksikan pembelajaran yang telah dilakukan, menyimpulkan hasil
belajar, serta melibatkan mereka dalam perencanaan pembelajaran selanjutnya.
Refleksi Berkesadaran (Mindful)
❖ Guru mengajak peserta didik merenung sejenak:
“Apa hal paling berkesan yang kamu pelajari hari ini?”
“Apakah ada hal yang membuat kamu tertantang atau ingin kamu pelajari lebih
lanjut?”
❖ Guru memfasilitasi refleksi tertulis atau lisan menggunakan format sederhana
seperti:
 Saya belajar...
 Saya merasa...
 Saya ingin tahu lebih lanjut tentang...
Simpulan Bermakna (Meaningful) 15
❖ Guru dan peserta didik bersama-sama menyimpulkan inti pembelajaran hari itu, menit
baik secara verbal atau visual (misalnya: membuat peta konsep sederhana).
❖ Guru memberikan penguatan nilai, seperti kejujuran dalam menyampaikan
informasi, sikap kritis terhadap bacaan, atau semangat berkolaborasi.
Tugas dan Rencana Selanjutnya yang Menggembirakan (Joyful)
❖ Guru menyampaikan tugas lanjutan atau proyek ringan yang memicu
kreativitas, misalnya membuat poster, video pendek, atau teka-teki kata.
❖ Guru memberikan apresiasi atas kerja keras siswa dengan pujian, stiker digital,
atau badge motivasi.
❖ Guru mengajak siswa untuk bersemangat menyambut pembelajaran berikutnya
dan memberikan gambaran singkat isi/topik yang akan datang dengan cara
yang menarik.
Penutup yang Hangat
❖ Guru mengajak peserta didik berdoa bersama sesuai agama masing-masing.
❖ Guru menutup pembelajaran dengan pernyataan positif, misalnya:
❖ “Terima kasih atas semangat kalian hari ini. Setiap dari kalian luar biasa!”

Aloka
si
Langkah – Langkah Pembelajaran Pertemuan 11-12 (4JP X40 Menit)
Wakt
u
KEGIATAN AWAL/ PENDAHULUAN
(Prinsip pembelajaran: berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan)
Orientasi yang Bermakna (Berkesadaran):
❖ Guru memberi salam hangat sebagai pembuka pelajaran, mengajak peserta
didik berdoa bersama memulai pembelajaran, dan memeriksa kehadiran.
❖ Guru mengondisikan suasana belajar yang positif dan menyenangkan, serta
menyiapkan fisik dan psikis peserta didik agar siap mengikuti pembelajaran. 15
menit
Apersepsi yang Kontekstual (Bermakna):
❖ Peserta didik melakukan pemanasan (warming up). Pada zona ini, guru
mengulang materi yang sudah diajarkan sebelumnya.

Aktivitas Pemantik
❖ Guru Mengajukan pertanyaan pemantik sebagai berikut.
❖ Guru memberikan penguatan terhadap jawaban murid atau memberikan
scaffolding untuk menyelesaikan menampilkan masalah penyelesaian tersebut
dari dengan sumber internet/video/buku referensi dari perpustakaan, apabila
tidak ada murid yang memberikan jawaban yang benar. (Menanyakan
kesiapan belajar siswa terhadap materi baru yang akan dipelajari). (Kegiatan
rutin ditujukan untuk membangun suasana pembelajaran yang positif dan
mempersiapkan murid untuk melakukan kegiatan pembelajaran selanjutnya)
❖ Guru mencatat dan menggunakan informasi yang didapat dari kegiatan awal
rutin tersebut untuk memetakan sejauh mana pengetahuan awal murid
(Kesadaran diri dan Pengambilan Keputusan yang Bertanggung Jawab)
❖ Setelah memetakan kebutuhan belajar murid, guru menyiapkan kebutuhan
tersebut sesuai dengan profil belajar masing-masing murid : (diferensiasi
konten)
Tes Diagnostik
❖ Peserta didik menyiapkan diri untuk mengikuti pelaksanaan penilaian awal agar
mengetahui tingkat pemahaman terhadap materi yang akan dibahas.
❖ Guru dapat melaksanakan tes diagnostik. Soal tes diagnostik, dibuat masing-
masing oleh guru disesuaikan dengan materi masing-masing.
KEGIATAN INTI
Memahami
❖ (Siswa membaca bacaan tentang kenaikan harga BBM dan mencermati datanya)
❖ Berkesadaran – Siswa menyadari bahwa kebijakan ekonomi seperti kenaikan
harga BBM berdampak pada kehidupan masyarakat secara luas.
❖ Bermakna – Materi yang disajikan sesuai dengan kejadian nyata yang aktual,
sehingga menumbuhkan kepedulian terhadap situasi sosial dan ekonomi di
sekitar mereka.
Mengaplikasi
❖ (Siswa menganalisis dampak kenaikan harga BBM dan merumuskan upaya
penghematan)
❖ Bermakna – Siswa mengaitkan informasi dari teks dengan pemahaman ekonomi
130
serta pengaruhnya terhadap transportasi, harga barang, dan kehidupan
MENI
masyarakat.
T
❖ Menyenangkan (Menggembirakan) – Siswa diberi kesempatan menyampaikan
ide dan solusi mereka sendiri melalui diskusi dan penulisan, yang memberi rasa
kepemilikan terhadap proses belajar.
Merefleksi
❖ (Siswa menjawab pertanyaan tentang dampak dan upaya penghematan BBM)
❖ Berkesadaran – Siswa merefleksi bahwa setiap tindakan konsumsi energi
berdampak, dan mereka dapat berperan dalam penghematan energi untuk masa
depan yang berkelanjutan.
❖ Menyenangkan (Menggembirakan) – Refleksi dilakukan dalam suasana terbuka
dan mendukung, yang memungkinkan siswa menyampaikan pandangan pribadi
dengan nyaman.
KEGIATAN PENUTUP
Prinsip Pembelajaran yang Digunakan: Berkesadaran - Bermakna - Menggembirakan
Tahap akhir ini bertujuan memberikan umpan balik yang konstruktif, membantu
peserta didik merefleksikan pembelajaran yang telah dilakukan, menyimpulkan hasil
belajar, serta melibatkan mereka dalam perencanaan pembelajaran selanjutnya.
15
Refleksi Berkesadaran (Mindful)
menit
❖ Guru mengajak peserta didik merenung sejenak:
“Apa hal paling berkesan yang kamu pelajari hari ini?”
“Apakah ada hal yang membuat kamu tertantang atau ingin kamu pelajari lebih
lanjut?”
❖ Guru memfasilitasi refleksi tertulis atau lisan menggunakan format sederhana
seperti:
 Saya belajar...
 Saya merasa...
 Saya ingin tahu lebih lanjut tentang...
Simpulan Bermakna (Meaningful)
❖ Guru dan peserta didik bersama-sama menyimpulkan inti pembelajaran hari itu,
baik secara verbal atau visual (misalnya: membuat peta konsep sederhana).
❖ Guru memberikan penguatan nilai, seperti kejujuran dalam menyampaikan
informasi, sikap kritis terhadap bacaan, atau semangat berkolaborasi.
Tugas dan Rencana Selanjutnya yang Menggembirakan (Joyful)
❖ Guru menyampaikan tugas lanjutan atau proyek ringan yang memicu
kreativitas, misalnya membuat poster, video pendek, atau teka-teki kata.
❖ Guru memberikan apresiasi atas kerja keras siswa dengan pujian, stiker digital,
atau badge motivasi.
❖ Guru mengajak siswa untuk bersemangat menyambut pembelajaran berikutnya
dan memberikan gambaran singkat isi/topik yang akan datang dengan cara
yang menarik.
Penutup yang Hangat
❖ Guru mengajak peserta didik berdoa bersama sesuai agama masing-masing.
❖ Guru menutup pembelajaran dengan pernyataan positif, misalnya:
❖ “Terima kasih atas semangat kalian hari ini. Setiap dari kalian luar biasa!”

Aloka
si
Langkah – Langkah Pembelajaran Pertemuan Ke 13-14 (4JP X40 Menit)
Wakt
u
KEGIATAN AWAL/ PENDAHULUAN
(Prinsip pembelajaran: berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan)
Orientasi yang Bermakna (Berkesadaran):
❖ Guru memberi salam hangat sebagai pembuka pelajaran, mengajak peserta
didik berdoa bersama memulai pembelajaran, dan memeriksa kehadiran.
❖ Guru mengondisikan suasana belajar yang positif dan menyenangkan, serta
menyiapkan fisik dan psikis peserta didik agar siap mengikuti pembelajaran.

Apersepsi yang Kontekstual (Bermakna):


❖ Peserta didik melakukan pemanasan (warming up). Pada zona ini, guru
mengulang materi yang sudah diajarkan sebelumnya.

Aktivitas Pemantik
❖ Guru Mengajukan pertanyaan pemantik sebagai berikut. 15
❖ Guru memberikan penguatan terhadap jawaban murid atau memberikan menit
scaffolding untuk menyelesaikan menampilkan masalah penyelesaian tersebut
dari dengan sumber internet/video/buku referensi dari perpustakaan, apabila
tidak ada murid yang memberikan jawaban yang benar. (Menanyakan
kesiapan belajar siswa terhadap materi baru yang akan dipelajari). (Kegiatan
rutin ditujukan untuk membangun suasana pembelajaran yang positif dan
mempersiapkan murid untuk melakukan kegiatan pembelajaran selanjutnya)
❖ Guru mencatat dan menggunakan informasi yang didapat dari kegiatan awal
rutin tersebut untuk memetakan sejauh mana pengetahuan awal murid
(Kesadaran diri dan Pengambilan Keputusan yang Bertanggung Jawab)
❖ Setelah memetakan kebutuhan belajar murid, guru menyiapkan kebutuhan
tersebut sesuai dengan profil belajar masing-masing murid : (diferensiasi
konten)
Tes Diagnostik
❖ Peserta didik menyiapkan diri untuk mengikuti pelaksanaan penilaian awal agar
mengetahui tingkat pemahaman terhadap materi yang akan dibahas.
❖ Guru dapat melaksanakan tes diagnostik. Soal tes diagnostik, dibuat masing-
masing oleh guru disesuaikan dengan materi masing-masing.
KEGIATAN INTI
Memahami
❖ (Siswa mencari dan mengidentifikasi bentuk-bentuk interaksi sosial dari tabel
huruf acak)
❖ Berkesadaran – Siswa menyadari adanya berbagai bentuk interaksi sosial
dalam kehidupan masyarakat, baik yang bersifat positif maupun negatif.
❖ Bermakna – Aktivitas pencarian bentuk interaksi sosial secara langsung dan
berkelompok membantu siswa memahami konsep melalui pengalaman nyata
dan kontekstual.

Mengaplikasi
❖ (Siswa mengisi tabel bentuk interaksi sosial dengan contoh-contohnya)
❖ Bermakna – Siswa mengaitkan bentuk interaksi sosial yang ditemukan dengan
contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari, seperti persaingan, kerja sama, atau
130
akomodasi.
MENI
❖ Menyenangkan (Menggembirakan) – Kegiatan seperti mencari kata dalam
T
tabel dan berdiskusi kelompok dilakukan dengan cara yang interaktif dan
kolaboratif.

Merefleksi
❖ (Siswa menganalisis bentuk interaksi sosial yang paling berpotensi menimbulkan
kerugian dan mempresentasikan hasilnya)
❖ Berkesadaran – Siswa diajak merenungkan dampak sosial dari berbagai
bentuk interaksi, serta mengembangkan kepekaan sosial terhadap konflik dan
kerja sama dalam masyarakat.
❖ Menyenangkan (Menggembirakan) – Presentasi kelompok memberi ruang
bagi siswa untuk mengekspresikan ide dan pendapat dalam suasana yang
terbuka dan membangun rasa percaya diri.

KEGIATAN PENUTUP
Prinsip Pembelajaran yang Digunakan: Berkesadaran - Bermakna - Menggembirakan
Tahap akhir ini bertujuan memberikan umpan balik yang konstruktif, membantu
peserta didik merefleksikan pembelajaran yang telah dilakukan, menyimpulkan hasil
belajar, serta melibatkan mereka dalam perencanaan pembelajaran selanjutnya.
Refleksi Berkesadaran (Mindful)
❖ Guru mengajak peserta didik merenung sejenak:
“Apa hal paling berkesan yang kamu pelajari hari ini?”
“Apakah ada hal yang membuat kamu tertantang atau ingin kamu pelajari lebih
lanjut?”
❖ Guru memfasilitasi refleksi tertulis atau lisan menggunakan format sederhana
seperti:
 Saya belajar...
 Saya merasa...
 Saya ingin tahu lebih lanjut tentang...
Simpulan Bermakna (Meaningful)
❖ Guru dan peserta didik bersama-sama menyimpulkan inti pembelajaran hari itu,
baik secara verbal atau visual (misalnya: membuat peta konsep sederhana).
❖ Guru memberikan penguatan nilai, seperti kejujuran dalam menyampaikan
informasi, sikap kritis terhadap bacaan, atau semangat berkolaborasi.
Tugas dan Rencana Selanjutnya yang Menggembirakan (Joyful)
❖ Guru menyampaikan tugas lanjutan atau proyek ringan yang memicu
kreativitas, misalnya membuat poster, video pendek, atau teka-teki kata.
❖ Guru memberikan apresiasi atas kerja keras siswa dengan pujian, stiker digital,
atau badge motivasi.
❖ Guru mengajak siswa untuk bersemangat menyambut pembelajaran berikutnya
dan memberikan gambaran singkat isi/topik yang akan datang dengan cara
yang menarik.
Penutup yang Hangat
❖ Guru mengajak peserta didik berdoa bersama sesuai agama masing-masing.
❖ Guru menutup pembelajaran dengan pernyataan positif, misalnya:
“Terima kasih atas semangat kalian hari ini. Setiap dari kalian luar biasa!”

Aloka
si
Langkah – Langkah Pembelajaran Pertemuan Ke 15-16 (4JP X40 Menit)
Wakt
u
KEGIATAN AWAL/ PENDAHULUAN
(Prinsip pembelajaran: berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan)
Orientasi yang Bermakna (Berkesadaran):
❖ Guru memberi salam hangat sebagai pembuka pelajaran, mengajak peserta
didik berdoa bersama memulai pembelajaran, dan memeriksa kehadiran.
❖ Guru mengondisikan suasana belajar yang positif dan menyenangkan, serta
menyiapkan fisik dan psikis peserta didik agar siap mengikuti pembelajaran.

Apersepsi yang Kontekstual (Bermakna):


❖ Peserta didik melakukan pemanasan (warming up). Pada zona ini, guru
mengulang materi yang sudah diajarkan sebelumnya.

Aktivitas Pemantik
❖ Guru Mengajukan pertanyaan pemantik sebagai berikut.
❖ Guru memberikan penguatan terhadap jawaban murid atau memberikan
scaffolding untuk menyelesaikan menampilkan masalah penyelesaian tersebut 15
dari dengan sumber internet/video/buku referensi dari perpustakaan, apabila menit
tidak ada murid yang memberikan jawaban yang benar. (Menanyakan
kesiapan belajar siswa terhadap materi baru yang akan dipelajari). (Kegiatan
rutin ditujukan untuk membangun suasana pembelajaran yang positif dan
mempersiapkan murid untuk melakukan kegiatan pembelajaran selanjutnya)
❖ Guru mencatat dan menggunakan informasi yang didapat dari kegiatan awal
rutin tersebut untuk memetakan sejauh mana pengetahuan awal murid
(Kesadaran diri dan Pengambilan Keputusan yang Bertanggung Jawab)
❖ Setelah memetakan kebutuhan belajar murid, guru menyiapkan kebutuhan
tersebut sesuai dengan profil belajar masing-masing murid : (diferensiasi
konten)
Tes Diagnostik
❖ Peserta didik menyiapkan diri untuk mengikuti pelaksanaan penilaian awal agar
mengetahui tingkat pemahaman terhadap materi yang akan dibahas.
❖ Guru dapat melaksanakan tes diagnostik. Soal tes diagnostik, dibuat masing-
masing oleh guru disesuaikan dengan materi masing-masing.
KEGIATAN INTI
Memahami
❖ (Siswa mencari dan membaca dua cerita rakyat dari berbagai daerah) 130
❖ Berkesadaran – Siswa menyadari bahwa cerita rakyat merupakan bagian dari MENI
identitas budaya bangsa yang sarat makna dan pelajaran hidup. T
❖ Bermakna – Pembelajaran dekat dengan kehidupan dan budaya lokal, sehingga
siswa dapat memahami nilai-nilai moral dari konteks yang relevan.
Mengaplikasi
❖ (Siswa menuliskan cerita dan menganalisis nilai moralnya)
❖ Bermakna – Siswa mengaitkan pesan moral dari cerita dengan sikap dan
tindakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti kejujuran, tolong-menolong, dan
tanggung jawab.
❖ Menyenangkan (Menggembirakan) – Kegiatan ini memberikan ruang
berekspresi melalui cerita, mendorong kreativitas, serta memberi kesempatan
mengeksplorasi budaya daerah yang unik.
Merefleksi
❖ (Siswa menyerahkan hasil analisis untuk disatukan sebagai proyek kelas)
❖ Berkesadaran – Siswa merefleksikan nilai-nilai kehidupan yang bisa dipetik dari
cerita rakyat dan pentingnya melestarikan warisan budaya.
❖ Menyenangkan (Menggembirakan) – Melihat karya mereka dijadikan bagian
dari kumpulan cerita rakyat kelas memberi kebanggaan dan rasa memiliki
terhadap proses belajar.
KEGIATAN PENUTUP
Prinsip Pembelajaran yang Digunakan: Berkesadaran - Bermakna - Menggembirakan
Tahap akhir ini bertujuan memberikan umpan balik yang konstruktif, membantu
peserta didik merefleksikan pembelajaran yang telah dilakukan, menyimpulkan hasil
belajar, serta melibatkan mereka dalam perencanaan pembelajaran selanjutnya.
Refleksi Berkesadaran (Mindful)
❖ Guru mengajak peserta didik merenung sejenak:
“Apa hal paling berkesan yang kamu pelajari hari ini?”
“Apakah ada hal yang membuat kamu tertantang atau ingin kamu pelajari lebih
lanjut?”
❖ Guru memfasilitasi refleksi tertulis atau lisan menggunakan format sederhana
seperti:
 Saya belajar...
 Saya merasa...
 Saya ingin tahu lebih lanjut tentang...
Simpulan Bermakna (Meaningful) 15
❖ Guru dan peserta didik bersama-sama menyimpulkan inti pembelajaran hari itu, menit
baik secara verbal atau visual (misalnya: membuat peta konsep sederhana).
❖ Guru memberikan penguatan nilai, seperti kejujuran dalam menyampaikan
informasi, sikap kritis terhadap bacaan, atau semangat berkolaborasi.
Tugas dan Rencana Selanjutnya yang Menggembirakan (Joyful)
❖ Guru menyampaikan tugas lanjutan atau proyek ringan yang memicu
kreativitas, misalnya membuat poster, video pendek, atau teka-teki kata.
❖ Guru memberikan apresiasi atas kerja keras siswa dengan pujian, stiker digital,
atau badge motivasi.
❖ Guru mengajak siswa untuk bersemangat menyambut pembelajaran berikutnya
dan memberikan gambaran singkat isi/topik yang akan datang dengan cara
yang menarik.
Penutup yang Hangat
❖ Guru mengajak peserta didik berdoa bersama sesuai agama masing-masing.
❖ Guru menutup pembelajaran dengan pernyataan positif, misalnya:
“Terima kasih atas semangat kalian hari ini. Setiap dari kalian luar biasa!”

D. REFLEKSI GURU DAN SISWA


Refleksi Siswa
Peserta didik dapat mengisi tabel “apa yang sudah saya ketahui tentang vlog” dan “apa yang
ingin saya ketahui lebih jauh tentang vlog”. Dari jawaban dan penjelasannya akan terlihat
aspek-aspek tentang vlog yang telah dipahami peserta didik maupun yang belum dipahami.
Refleksi Sudah Belum

Refleksi Untuk Guru


Untuk mengukur tingkat ketercapaian tujuan pembelajaran guru bisa menggunakan
perangkat sebagai berikut.

Nomo
Komponen Ya Tidak
r
Seluruh peserta didik memahami syarat dan ciri poster yang
1
baik.
Seluruh peserta didik memahami tema yang diberikan dan
2
mampu menuangkannya dalam bentuk poster.
Seluruh peserta didik memahami rubrik penilaian yang akan
3
digunakan untuk menilai karya poster.
Seluruh peserta didik terlibat dalam diskusi dan dalam
4 proses pengerjaan poster.
Seluruh peserta didik menyerahkan karya tepat waktu
5
sekitar 7–10 hari.

E. ASESMEN/PENILAIAN DAN KRITERIA & RUBRIK PENILAIAN


Asesmen dilakukan untuk menilai perkembangan belajar siswa sekaligus mengevaluasi cara
mengajar guru. Berikut ini jenis-jenis asesmen yang dilakukan pada awal, tengah, dan akhir
proses pembelajaran.
Asesmen Diagnosis Asesmen pada awal tahun ajaran perlu dilakukan guru untuk
memetaka keterampilan siswa. Dengan begitu, guru dapat memberikan bimbingan dan
bantuan secara tepat. Guru dapat menggunakan modul asesmen diagnosis pada awal
pembelajaran terbitan Pusat Asesmen dan Pembelajaran Badan Penelitian
danPengembangan dan Perbukuan Kemendikbud berikut yang dapat diunduh melalui
tautan berikut. [Link]
content/uploads/2020/07/4.-Bahasa-Indonesia_X-[Link]
Asesmen Formatif Asesmen pada tengah atau akhir setiap bab untuk mengetahui
pemahaman siswa terhadap topik dan kosakata, teori struktur bahasa, dan ejaan. Asesmen
ini dapat berupa dokumentasi hasil karya siswa dan lembar kerja siswa.
Asesmen Sumatif Asesmen di tengah atau akhir semester untuk mengetahui capaian siswa
pada akhir tahun ajaran
1. Asesmen pada Awal Pembelajaran:
Asesmen (penilaian) dalam Tema I mencakup penilaian pada awal dan saat
pembelajaran (formatif), serta penilaian setelah pembelajaran (sumatif).
Berikut penjabaran dari penilaian pada Tema I yang dilengkapi dengan rubrik penilaian
dan pedoman penskoran.
Penilaian Awal Pembelajaran (Diagnostik Kognitif)
Tabel 1.2 Penilaian Awal Pembelajaran
No Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran Skor

1 Mendeskripsikan kondisi lingkungan sekitar 20


tempat tinggal

1. Perhatikan Gambar 1.7!


Lokasi relatif Taman Payung berada di sebelah ….
A. utara gudang
B. selatan ruang editor
C. barat teras belakang
D. timur gudang arsip
No Kriteria Ketercapaian Tujuan Skor
Pembelajaran
2 Menjelaskan konektivitas antarruang 20
Mengklasiikasikan interaksi sosial
2. Pak Sena tinggal di wilayah pesisir. Ia memiliki usaha penjualan ikan laut dan rumah
makan seafood. Pak Narto tinggal di wilayah lereng gunung dan memiliki usaha
penjualan sayuran dan ikan segar. Setiap 2 hari sekali Pak Sena mengirimkan ikan
laut kepada Pak Narto; Pak Narto mengirimkan sayuran kepada Pak Sena. Hal ini
merupakan contoh interaksi sosial berupa … dan interaksi antarruang karena ….
A. akulturasi; adanya perbedaan karakteristik wilayah
B. kerja sama; adanya wilayah yang saling melengkapi
C. persaingan; adanya perbedaan karakteristik wilayah
D. akomodasi; adanya wilayah yang saling melengkapi
No Kriteria Ketercapaian Tujuan Skor
Pembelajaran
3 1. Menganalisis dampak perubahan iklim 20
2. Mengidentiikasi berbagai kegiatan
ekonomi

3. Dampak perubahan iklim yang tepat ditunjukkan oleh pernyataan …


A. Suhu udara meningkat sehingga produksi pertanian menurun.
B. Es di kutub mencair sehingga muncul varietas tanaman baru.
C. Suhu udara semakin sejuk sehingga distribusi barang terganggu.
D. Suhu udara semakin rendah sehingga produksi pertanian semakin meningkat.
No Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran Skor
4 3. Menjelaskan potensi bencana alam di Indonesia 20
4. Indonesia terletak di antara tiga pertemuan lempeng tektonik. Dampaknya adalah
Indonesia menjadi negara yang rawan ….
A. banjir
B. kriminalitas
C. gempa bumi
D. kekeringan
No Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran Skor
3 4. Memahami konsep dasar ilmu sejarah 20

5. Candi merupakan contoh sumber sejarah berupa sumber ….


A. Tertulis
B. Lisan
C. Artefak
D. tradisi
No Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran Skor
Jumlah
Catatan: Setiap jawaban yang tepat pada tabel di atas diberi skor 20 (skor maksimum =
100).
Tabel 1.3 Keterangan Skor
Skor Tindak Lanjut
70—100 Paham utuh Pembelajaran dapat
dilanjutkan sesuai dengan
kriteria ketercapaian
tujuan pembelajaran pada
Tema I.
40—60 Paham sebagian Guru memberikan
10—30 Belum paham pembelajaran awal dengan
menanamkan konsep-
konsep materi
menggunakan contoh yang
dekat dengan kehidupan
sehari-hari peserta didik.

Kunci Jawaban
1. Kunci Jawaban Penilaian Diagnostik Kognitif
Penilaian awal pembelajaran tersaji pada subtema “E. Penilaian Sebelum
Pembelajaran” atau Tabel 1.2. Berikut kunci jawabannya.
1. D
2. B
3. A
4. C
5. C
2. ASESMEN FORMATIF

PENILAIAN SIKAP PERCAYA DIRI OLEH GURU


Petunjuk menilai:
1) Berikan nilai untuk rangkuman dengan cara memberikan tanda silang (X) pada salah
satu nilai di kolom nilai.
2) Arti nilai = 1 artinya tidak baik/tidak jelas;
2 artinya cukup baik/cukup jelas;
3 artinya baik/jelas;
4 artinya sangat baik/sangat jelas.
3) Berilah kesimpulan penilaian dengan cara menjumlahkan angka setiap butir penilaian
dan dibagi 4.
Aspek Penilaian Nilai
Nama Berani berbicara Berani Mengemukakan Menghargai Total
di depan umum bertanya pendapat Pendapat Jumlah
Siswa
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

J𝖚mlah Nilai
Nilai Akhir = J𝖚mlah B𝖚tir penilaian = ………………………

RUBRIK PENILAIAN PENILAIAN SIKAP PERCAYA DIRI OLEH GURU


Deskripsi Indikator
No Aspek Penilaian
Nilai Keterangan
1 Tidak berani di depan umum
2 Kurang berani berbicara di depan umum
1 Berani berbicara di depan umum
3 Berani berbicara di depan umum
4 Sangat berani berbicara di depan umum
1 Tidak berani bertanya
2 Kurang berani bertanya
2 Berani bertanya
3 Berani bertanya
4 Sangat berani bertanya
1 Tidak berani mengemukakan pendapat
Mengemukakan pendapat 2 Kurang berani mengemukakan pendapat
3
Mengemukakan pendapat 3 Berani mengemukakan pendapat
4 Sangat berani mengemukakan pendapat
1 Tidak menghargai pendapat
2 Kurang menghargai pendapat
4 Mengemukakan pendapat
3 Menghargai pendapat
4 Sangat menghargai pendapat
LEMBAR OBSERVASI DAN RUBRIK UNTUK PENILAIAN RANGKUMAN
Penilaian Rangkuman oleh Guru
Topik :
Hari/tanggal mengumpulkan tugas :
Nama Siswa :
NIS :

Kegiatan Tugas

Petunjuk menilai:
1. Berikan nilai untuk rangkuman dengan cara memberikan tanda silang (X) pada salah satu
nilai di kolom nilai.
2. Arti nilai = 1 artinya tidak baik/tidak jelas;
2 artinya cukup baik/cukup jelas;
3 artinya baik/jelas;
4 artinya sangat baik/sangat jelas.
3. Berilah kesimpulan penilaian dengan cara menjumlahkan nilai setiap butir penilaian dan
dibagi 8.
No Aspek Penilaian Nilai
A. Kualitas rangkuman
1 Kesesuaian isi dengan pokok bahasan 1 2 3 4
2 Kebenaran isi materi 1 2 3 4
3 Ringkas dan padat dalam menjelaskan materi 1 2 3 4
4 Lengkap pembahasan subpokok bahasan 1 2 3 4
5 Menggunakan referensi yang relevan dan mutakhir 1 2 3 4
B. Kualitas Bahasa
6 Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar 1 2 3 4
C. Kualitas Tampilan
7 Kerapihan tampilan rangkuman 1 2 3 4
8 Orisinal rangkuman 1 2 3 4
Total Nilai
J𝖚mlah Nilai
Nilai Akhir = J𝖚mlah B𝖚tir Penilaian = ………………………

Rubrik Penilaian Rangkuman


Deskripsi Indikator
No Aspek Penilaian
Nilai Keterangan
1 Kesesuaian isi dengan pokok Tidak ringkas dan padat dalam
4
bahasan menjelaskan materi
Kurang ringkas dan padat dalam
3
menjelaskan materi
Ringkas dan padat dalam menjelaskan
2
materi
Sangat ringkas dan padat dalam
1
menjelaskan materi
2 Kebenaran isi materi Tidak lengkap pembahasan subpokok
4
bahasan
Kurang lengkap pembahasan subpokok
3
bahasan
2 Lengkap pembahasan subpokok bahasan
Sangat lengkap pembahasan subpokok
1
bahasan
3 Ringkas dan padat dalam 4 Tidak ringkas dan padat dalam
menjelaskan materi menjelaskan materi
Kurang ringkas dan padat dalam
3
menjelaskan materi
Ringkas dan padat dalam menjelaskan
2 materi
Sangat ringkas dan padat dalam
1
menjelaskan materi
4 Kelengkapan pembahasan Tidak lengkap pembahasan subpokok
4
subpokok bahasan bahasan
Kurang lengkap pembahasan subpokok
3
bahasan
2 Lengkap pembahasan subpokok bahasan
Sangat lengkap pembahasan subpokok
1
bahasan
5 Menggunakan referensi yang Tidak menggunakan referensi yang
relevan dan mutakhir minimal lima 4 relevan dan mutakhir minimal lima
referensi referensi
Kurang dalam menggunakan referensi
3 yang relevan dan mutakhir minimal lima
referensi
Menggunakan referensi yang relevan dan
2
mutakhir minimal lima referensi
Sangat baik dalam menggunakan
1 referensi yang relevan dan mutakhir
minimal lima referensi
6 Penggunaan bahasa Indonesia yang Tidak menggunakan bahasa Indonesia
4
baik dan benar yang baik dan benar
Kurang menggunakan bahasa Indonesia
3
yang baik dan benar
Menggunakan bahasa Indonesia yang baik
2
dan benar
Sangat menggunakan bahasa Indonesia
1
yang baik dan benar
7 Kerapihan tampilan rangkuman 4 Tidak rapih tampilan rangkumannya
3 Kurang rapih tampilan rangkumannya
2 Rapih tampilan rangkumannya
1 Sangat rapih tampilan rangkumannya
8 Orisinal rangkuman 4 Rangkuman tidak orisinal
3 Rangkuman kurang orisinal
2 Rangkuman orisinal
1 Rangkuman sangat orisinal
3. ASESMEN SUMATIF

TES TERTULIS

Nama :
Kelas :
Tanggal Kegiatan :
Teknik Penilaian : Tes Tertulis
Bentuk Iinstrumen : Tes Isian Singkat dan Uraian Luas

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)


Tujuan Pembelajaran
1. Setelah mengikuti kegiatan ini, peserta didik diharapkan mampu:
Mengidentifikasi unsur-unsur kehidupan sosial di lingkungan sekitar.
2. Mendeskripsikan hubungan antara kondisi geografis dan kehidupan sosial masyarakat.
3. Merefleksikan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan sosial dan alam sekitar.

Aktivitas 1 MENGAMATI (Mindful Learning)


Petunjuk: Amati gambar berikut (bisa diganti dengan gambar kehidupan masyarakat di daerah
pesisir/pegunungan/perkotaan).
Pertanyaan:
1. Apa saja aktivitas yang terlihat dalam gambar?
2. Apa jenis lingkungan yang tampak pada gambar tersebut (misalnya: pedesaan,
perkotaan, pesisir)?
3. Menurut kamu, bagaimana kondisi sosial masyarakat yang tinggal di lingkungan
tersebut?

Aktivitas 2 – MENCARI DAN MENGANALISIS INFORMASI (Meaningful Learning)


Petunjuk: Bacalah teks berikut atau cari informasi dari buku sumber tentang hubungan antara
lingkungan fisik dan kehidupan sosial masyarakat.
Tugas: Lengkapi tabel berikut berdasarkan bacaan atau hasil pencarian informasi kamu.
Bentuk Lingkungan Ciri-Ciri Lingkungan Aktivitas Sosial Dampak Lingkungan
Masyarakat terhadap Kehidupan
Sosial
Dataran Tinggi
Pesisir Pantai
Perkotaan

Aktivitas 3 – REFLEKSI DAN KOLABORASI (Joyful Learning)


Petunjuk: Diskusikan bersama kelompokmu (3-4 orang). Jawab pertanyaan berikut:
1. Lingkungan seperti apa tempat tinggalmu sekarang?
2. Aktivitas sosial apa yang sering dilakukan masyarakat di tempat tinggalmu?
3. Apakah lingkungan memengaruhi cara masyarakat hidup dan berinteraksi? Jelaskan!
Apa yang bisa kamu lakukan agar kehidupan sosial dan lingkungan di sekitarmu tetap
harmonis?

TUGAS INDIVIDU – PROYEK MINI (Meaningful Action)


Petunjuk: Buatlah laporan singkat dalam bentuk poster atau artikel pendek (1 halaman)
tentang: “Cara Saya Menjaga Kehidupan Sosial dan Lingkungan Sekitar”
Karya dapat berupa:
- Tulisan + gambar
- Video pendek (maks. 2 menit, jika memungkinkan)
- Poster digital atau manual
Penilaian
Penilaian dilakukan berdasarkan:
 Pemahaman konsep (30%)
 Kelengkapan jawaban pada tabel dan refleksi (30%
 Kreativitas dan keterlibatan dalam diskusi/kolaborasi (20%)
 Hasil proyek mini (20%)
TES TERTULIS

Nama :
Kelas :
Tanggal Kegiatan :
Teknik Penilaian : Tes Tertulis
Bentuk Iinstrumen : Tes Isian Singkat dan Uraian Luas

Petunjuk Umum:
1. Tulis nama dan kelas Anda di pojok kanan atas lembar jawaban.
2. Bacalah setiap soal dengan cermat sebelum menjawab.
3. Kerjakan dengan jujur dan teliti.
4. Periksa kembali jawaban Anda sebelum dikumpulkan.

A. Pilihan Ganda
1. Kehiduan sosial manusia sangat dipengaruhi oleh ...
A. warna kulit
B. bentuk tubuh
C. lingkungan sekitar
[Link] orang tua

2. Masyarakat di daerah pegunungan biasanya bermata pencaharian sebagai ...


A. nelayan
B. petani
C. pedagang ikan
D. buruh pabrik

3. Ciri utama kehidupan sosial masyarakat perkotaan adalah ...


A. hidup bergantung pada alam
B. hubungan sosial sangat erat
C. interaksi tinggi namun individualis
D. bekerja di sektor pertanian
4. Berikut ini yang merupakan contoh pengaruh kondisi lingkungan terhadap kegiatan sosial
adalah ...
A. orang kaya membantu orang miskin
B. petani menanam padi di daerah pantai
C. nelayan mencari ikan di laut
D. siswa belajar di sekolah
5. Interaksi sosial terjadi ketika manusia ...
A. makan bersama keluarga
B. tidur di rumah
C. bekerja sendiri
D. bermain game sendirian
B. Isian Singkat
1. Sebutkan dua contoh kegiatan masyarakat yang dipengaruhi oleh kondisi lingkungan fisik!
2. Jelaskan pengertian interaksi sosial!
3. Bagaimana perbedaan kehidupan masyarakat di daerah dataran tinggi dan dataran rendah?
4. Sebutkan dua ciri masyarakat pesisir pantai!
5. Mengapa penting menjaga lingkungan tempat tinggal?

Uraian
1. Jelaskan hubungan antara kondisi geografis suatu wilayah dengan jenis pekerjaan utama
penduduknya!
2. Buatlah paragraf pendek yang menjelaskan pentingnya kerja sama dalam kehidupan sosial
masyarakat!
F. REMEDIAL DAN PENGAYAAN (PROGRAM TINDAK LANJUT)
Peserta didik dapat memperdalam pemahaman tentang pembuatan vlog dan konten yang
baik dan disukai oleh masyarakat dengan memperbanyak membaca, menyerap informasi
dari berbagai media, dan akhirnya melihat konten-konten vlog di YouTube sehingga
mengetahui cara menciptakan vlog yang berkualitas. Peserta didik dapat memperdalam
pemahaman tentang syarat dan ciri vlog yang baik dengan melihat banyak contoh vlog yang
ada di kanal YouTube. Ajak peserta didik membandingkan vlog-vlog tersebut dan
mengidentifikasi kelebihan dan kekurangannya.
Pengayaan
Jika kalian ingin mengetahui lebih mendalam mengenai gambaran kondisi lingkungan
berbagai wilayah diIndonesia dalam bentuk 3D, kalian dapat mengunjungi tautan
[Link] ataupindai kode QR di samping. Jangan lupa
mengetikkannama wilayah yang ingin diketahui pada laman tersebut.
Jika kalian ingin mengetahui statistik bencana alam di Indonesia, kalian dapatmengunjungi
tautan https:// [Link]/s/stat atau pindai kode QR di samping.
Jika kalian ingin mengetahui potensi ekonomi di sektor wisata, kalian dapat mengunjungi
tautan h[Link] [Link]/s/ekonomi atau pindai kode QR di samping.
Bagi kalian yang senang dan mampu membuat proyek dengan baik dan memenuhi kriteria
ketercapaian tujuan pembelajaran, kalian dapat mendalami cara lain dalam menciptakan
atau mengembangkan media untuk memperkenalkan berbagai potensi wisata di sekitar
tempat tinggal kalian.

Remedial
Cara yang dapat dilakukan adalah:
1) Lakukan bimbingan khusus bagi peserta didik yang belum tuntas atau mengalami
kesulitan terkait dengan materi ajar.
2) Buatlah tugas-tugas atau memberi perlakuan (treatment) secara khusus, yang
bentuknya penyederhanaan dari pembelajaran yang regular. Bentuk penyederhanaan
itu, sebagai berikut:
Strategi pembelajaran disederhanakan
• Sederhanakan juga cara penyajian, baik digunakan gambar, skema, model, grafik,
maupun diberi tugas berupa rangkuman yang sederhana.
• Sederhanakan pula saat membuat soal/pertanyaan yang diberikan. Waktu dan program
remedial adalah:
1) Remedial diberikan hanya pada materi ajar atau indikator yang belum tuntas.
2) Remedial dilakukan setelah mengikuti tes/ulangan materi ajar tertentu atau sejumlah
KD dalam satu kesatuan.
Teknik pelaksanaan remedial adalah:
1) Penugasan individu diakhiri dengan tes lisan/tertulis, jika jumlah peserta didik yang
mengikuti remedial maksimal 20%.
2) Penugasan kelompok diakhiri dengan tes individu berupa lisan/tertulis, jika jumlah
peserta didik yang mengikuti remedial lebih dari 20%, tetapi kurang dari 50%.
3) Pembelajaran ulang diakhiri dengan tes individu tertulis, jika jumlah peserta didik yang
mengikuti remedial lebih dari 50 %.
Interaksi dengan Orang Tua/Wali dan Masyarakat
Guru harus berkolaborasi dengan orang tua agar peserta didik memperoleh hasil belajar
yang maksimal. Interaksi dengan orang tua dapat dilakukan langsung maupun tidak
langsung. Interaksi secara langsung dapat dilakukan dengan komunikasi menggunakan
telepon, email, media sosial, atau guru melakukan kunjungan ke rumah. Interaksi tidak
langsung dapat dilakukan dengan guru memberikan tugas kepada peserta didik,
mendiskusikannya dengan orang tua, dan kemudian orang tua membubuhi paraf pada
tempat yang disediakan. Dengan demikian, peserta didik memiliki kepercayaan diri karena
memperoleh dukungan dan sinergitas dengan orang tua. Interaksi guru dengan orang tua
dapat dilakukan dalam hal:
1. Guru menyampaikan kepada peserta didik untuk mengkonsultasikan tugas-tugas dengan
orang tua.
2. Guru menyampaikan informasi kepada orang tua peserta didik agar senantiasa
memantau putra/putrinya dalam belajar dan mengerjakan tugas-tugas selama di rumah.
3. Guru dapat menanyakan langsung kepada orang tua tentang perkembangan belajar
peserta didik.
LAMPIRAN
A. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

TES TERTULIS
Nama :
Kelas :
Tanggal Kegiatan :

A. Petunjuk Umum
1. Perhatikan penjelasan dari guru
2. Amati lembar kerja ini dengan seksama
3. Baca dan diskusikan dengan teman kelompokmu dan tanyakan kepada guru jika ada
hal yang kurang dipahami.
4. Setiap kelompok akan mendapatkan alat dan bahan dalam mengerjakan LK ini.
5. Gunakan alat dan bahan tersebut
B. Tugas/ Langkah-langkah Kegiatan
1. Persiapkan alat dan bahan yang akan digunakan
2. Sebelum mengerjakan soal, telitilah terlebih dahulu jumlah soal dan nomor halaman
yang terdapat pada naskah.
3. Tuliskan nama, nomor peserta, dan kelengkapan identitas peserta pada lembar
jawaban.
4. Tulis jawaban secara sistematis dan jelas
5. Tuliskan jawaban Anda pada lembar jawaban yang tersedia

B. BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK (Bahan Ajar)


Pada Tema I ini terdapat tujuh materi esensial, yaitu sebagai berikut.
1. Mengenal Kondisi Lingkungan Sekitar Tempat Tinggal
Lokasi merupakan letak suatu objek di permukaan bumi. Lokasi dapat dibedakan
menjadi dua, yaitu lokasi absolut dan lokasi relatif. Lokasi absolut merupakan letak yang
tetap terhadap sistem koordinat. Seiring dengan perkembangan teknologi, kita tidak
harus mendatangi lokasi secara langsung untuk mengetahui lokasi suatu wilayah
karenabisa melihatnya melalui peta. Saat ini, wujud peta tidak hanya dalam bentuk
kertas, tetapi juga dalam bentuk digital (peta digital). Berbagai sektor telah
memanfaatkan peta digital dalam rangka menunjang usahanya. Tanpa disadari, kalian
juga telah memanfaatkannya dalam kehidupan sehari-hari, seperti dimanfaatkan untuk
pengembangan transportasi berbasis daring (online), perhitungan estimasi biaya
ekspedisi pengiriman barang secara cepat, perhitungan perkiraanlama waktu yang
dibutuhkan untuk barang sampai ke alamat tujuan,memudahkan menemukan alamat
tujuan, serta menyajikan berbagai alternatif jalan yang dapat dipilih agar waktu lebih
eisien.
2. Konektivitas Antarruang
Pada dasarnya, interaksi terjadi karena adanya perbedaan potensi dan perbedaan
kebutuhan antarwilayah. Terdapat tiga faktor utama yang memengaruhi terjadinya
interaksi wilayah yaitu sebagai berikut.
a. Adanya wilayah-wilayah yang saling melengkapi (regional complementarity).
Gambar 1.3 Skema Wilayah yang Saling Melengkapi
b. Adanya kesempatan untuk saling berintervensi (intervening opportunity

c. Adanya kemudahan pemindahan dalam ruang (spatial transfer ability)

3. Dampak Perubahan Iklim


Perubahan iklim merupakan berubahnya kondisi isik atmosfer bumi, antara lain suhu
dan distribusi curah hujan yang membawa dampak luas terhadap berbagai sektor
kehidupan manusia.
a. Dampak Perubahan Iklim dalam Bidang Ekonomi
Perubahan iklim yang signiikan dapat mengganggu proses pertumbuhan tanaman
sehingga berdampak pada penurunan produksi. Sebagai contoh, hujan dengan
intensitas tinggi danwaktu lama dapat membuat lahan yang ditanami sayuran
mengalami banjir sehingga petani gagal panen.
b. Dampak Perubahan Iklim dalam Bidang Sosial dan Budaya Kenaikan
permukaan air laut disertai kondisi cuaca yang tidak menentu dapat membuat
nelayan kesulitan dalam mencari ikan di laut. Hal ini berpotensi membuat nelayan
kehilanganpekerjaannya. Selain itu, kondisi cuaca yang tidak menentu seperti
ketika panas tiba-tiba hujan, membuat seseorang sering membawa payung dan jas
hujan.
4. Potensi Bencana Alam di Indonesia
Kondisi wilayah Indonesia yang berada di antara tiga lempeng tektonik menyebabkan
Indonesia rentan terhadap gempa bumi, tsunami, letusan gunung api, dan bencana
geologi lainnya.
a. Gempa Bumi
Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi karena
tumbukan antarlempeng bumi, patahan aktif, aktivitas gunung api, atau runtuhan
batuan. Bencana ini bersifat tidak dapat diprediksi kapan terjadinya. Gempa bumi
dapat menimbulkan dampak korban jiwa, luka, dan kerusakan bangunan.
b. Tsunami
Menurut Yanuarto, dkk. (2019), tsunami merupakan rangkaian gelombang laut yang
mampu menjalar dengan kecepatan mencapai 900 km/jam atau lebih di tengah laut.
Jenis bencana ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain gempa bumiyang
terjadi di dasar laut, karena runtuhan di dasar laut, atau karena letusan gunung api
di laut.
c. Gunung Meletus
Gunung meletus (erupsi) merupakan peristiwa yang terjadi karena endapan magma
di dalam perut bumi didorong keluar oleh gas bertekanan tinggi. Magma yang
keluar dari dalam lapisan bumi tersebut memiliki suhu tinggi yang diperkirakan
lebih dari 1.000°C. Letusan gunung berapi yang membawa batu dan abu dapat
melambung hingga radius 18 km, bahkan bisa lebih.
5. Berbagai Kegiatan Ekonomi
Kegiatan manusia yang dilakukan dalam rangka memenuhi kebutuhannya dibagi
menjadi tiga, yaitu produksi, distribusi, dan konsumsi.
a. Produksi merupakan kegiatan untuk menambah manfaat suatu barang atau
menciptakan barang baru untuk memenuhi kebutuhan manusia.
b. Distribusi merupakan kegiatan menyalurkan barang dari produsen kepada
konsumen.
c. Konsumsi merupakan kegiatan menghabiskan atau mengurangi
manfaat suatu barang untuk memenuhi kebutuhannya.
6. Interaksi Sosial
Interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yang dinamis menyangkut
hubungan antarperorangan, antara kelompok dan kelompok manusia, atau antara
perorangan dan kelompok manusia. Syarat terjadinya interaksi sosial ialah kontak
sosial dan komunikasi. Bentuk-bentuk interaksi sosial dapat dibedakan menjadi dua,
yaitu interaksi sosial asosiatif dan interaksi sosial disosiatif.
7. Konsep Dasar Ilmu Sejarah
Istilah “sejarah” berasal dari bahasa Arab, yakni dari kata “syajaratun” (dibaca
syajarah), yang memiliki arti “pohon kayu”. Pengertian “pohon kayu” di sini adalah
adanya suatukejadian, perkembangan/pertumbuhan tentang suatu hal (peristiwa)
dalam suatu kesinambungan (kontinuitas). Ciri-ciri sejarah, yaitu unik, abadi, dan
penting. Unsur-unsur sejarahterdiri atas ruang, waktu, dan manusia. Adapun sumber-
sumber sejarah dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu sumber tertulis, sumber lisan,
dan sumber benda (artefak).

C. GLOSARIUM
❖ Perubahan iklim Sedangkan pengertian perubahan iklim menurut Enviromental
Protection Agency (EPA) adalah perubahan iklim secara signifikan yang terjadi pada
periode waktu tertentu. Dengan kata lain, perubahan iklim juga bisa diartikan sebagai
perubahan suhu yang drastis, curah hujan, pola angin, dan lain sebagainya.
❖ bencana alam, Bencana alam adalah peristiwa atau serangkaian peristiwa yang
disebabkan oleh alam yang dapat mengancam dan mengganggu kehidupan
manusia. Bencana alam dapat menyebabkan kerusakan, kerugian, dan penderitan
❖ kegiatan ekonomi, Kegiatan ekonomi adalah aktivitas manusia untuk memenuhi
kebutuhan hidupnya, baik berupa barang maupun jasa. Kegiatan ekonomi mencakup
produksi, distribusi, dan konsumsi barang dan jasa
❖ interaksi sosial Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik yang terjadi antara
individu atau kelompok dalam kehidupan bermasyarakat. Interaksi sosial dapat berupa
hubungan antara orang per orang, orang dengan kelompok, atau kelompok dengan
kelompok.

D. DAFTAR PUSTAKA

1. A., Ajeng Rachmatika Dewi dan Ega Rosalina. “Mengenal Perubahan Iklim.” Indonesia
Research Institute for Decarbonization. Agustus 2022. [Link]
content/uploads/2022/08/FINAL-Mengenal- [Link].
2. A., Aliyah Qurrotu. “Yakin, Masih Enggan Membantu Orang Lain?” kompasiana. 18
Februari 2018. [Link]
ayuninaqaeta/5a89a737bde57550da2fd0d6/yakin-masih-engganmembantu- orang-
lain.
3. Adler, Franz. “The Value Concept in Sociology.” American Journal of Sociology. Volume
62, Number 3 (2014).
4. Administrator. “Strategi Menghadapi Kenaikan Harga BBM.” [Link]. 5
Agustus 2023. [Link] kependudukan/7323/strategi-
menghadapi-kenaikan-hargabbm? lang=1.
5. Amri, Mohd. Robi, dkk. Risiko Bencana Indonesia. BNPB: 2016. https://
[Link]/pdf/Buku%20RBI_Final_low.pdf. Badan Meteorologi Klimatologi dan
Geoisika. “Tren Kejadian Bencana Hidrometeorologi dalam 10 Tahun Terakhir.” BMKG
[Link]
[Link].
6. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). “Bencana Alam di Provinsi
Yogyakarta.” BNPB. 2019. [Link]
7. Badan Nasional Penanggulangan Bencana. “Gempa.” BNPB. 5 Januari 2014.
[Link]
8. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Padang. “Mengenang Gempa 2009 di Kota
Padang.” Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Padang. 4 Februari 2019.
[Link] konten/mengenang-gempa-2009-di-kota-padang.
9. Badan Perencana Pembangunan Nasional. Laporan Prakarsa Strategis Bidang
Kemaritiman. Jakarta: Bappenas, 2016.
10. . Badan Pusat Statistik Provinsi Riau. “Suhu 2020-2022.” Badan Pusat Statistik Provinsi
Riau. Diakses 30 November 2023. [Link]
[Link]/indicator/151/138/1/[Link].
11. Balai Konservasi Borobudur. “Candi Borobudur.” Kemendikbudristek Direktorat
Jenderal Kebudayaan Museum & Cagar Budaya Warisan Dunia Borobudur. 21 Juli 2016.
[Link] bkborobudur/candi-borobudur/.
12. Banowati, Eva dan Sriyanto. Geograi Pertanian. Yogyakarta: Ombak, 2013.
13. Banowati, Eva. Geograi Indonesia. Yogyakarta: Ombak, 2012.
14. bpbd. “Mitigasi Adalah Upaya Mengurangi Risiko, Berikut Langkah- Langkah dan
Contohnya.” Badan Penanggulangan Bencana Daera Pemerintah Kabupaten Bogor. 2
Agustus 2022. [Link] [Link]/mitigasi-adalah-upaya-mengurangi-risiko-
berikut-langkahlangkah- dan-contohnya/.
15. CNN Indonesia. “Harga Tanah di Sekitar Ibu Kota Baru Melonjak
16. Kali Lipat.” CNN Indonesia. 18 Januari 2022. [Link]
[Link]/ekonomi/20220118125658-92-748034/hargatanah- di-sekitar-ibu-
kota-baru-melonjak-10-kali-lipat.
17. Daldjoeni. Pokok-pokok Klimatologi. Yogyakarta: Ombak, 2014.
Sanga Desa14 Juli 2025
Mengetahui, Kepala SMP Negeri 2
Guru Mata Pelajaran IPS
Sanga Desa

Muhamad Husyaini, [Link]., [Link] Sri Hartati, [Link]., [Link]


NIP : 198102252009021004 NIP : 1983 0321 2022 21 2041

Anda mungkin juga menyukai