Modul Ajar IPS Kelas VII SMP 2025/2026
Modul Ajar IPS Kelas VII SMP 2025/2026
A. IDENTIFIKASI
Peserta didik : Pengetahuan Awal Peserta Didik
• Peserta didik kemungkinan telah memiliki:
• Pengalaman langsung tentang kehidupan sosial (misalnya:
interaksi dengan keluarga, tetangga, teman bermain).
• Pemahaman dasar tentang lingkungan sekitar: cuaca, kebersihan,
tumbuhan, hewan, dan keadaan kampung/kota tempat
tinggalnya.
• Nilai-nilai sosial awal seperti tolong-menolong, sopan santun, dan
saling menghargai yang diperoleh dari keluarga dan sekolah
Asesmen diagnostik awal (misalnya: observasi, tanya jawab, gambar
situasi) bisa digunakan untuk mengetahui tingkat penguasaan ini.
Minat Peserta Didik
• Peserta didik umumnya tertarik dengan hal-hal yang dekat dan
nyata, seperti cerita kehidupan di rumah, pengalaman dengan
teman, atau perubahan cuaca dan musim.
• Mereka cenderung suka bercerita dan menggambar tentang
lingkungan atau keluarga mereka.
• Kegiatan pembelajaran yang melibatkan cerita, video, bermain
peran, atau kunjungan lapangan akan meningkatkan minat.
Latar Belakang Peserta Didik
• Berasal dari lingkungan sosial yang berbeda: pedesaan,
perkotaan, pesisir, atau pegunungan — mempengaruhi persepsi
mereka terhadap lingkungan.
• Nilai-nilai sosial juga bisa bervariasi tergantung budaya dan
kebiasaan keluarga.
• Tingkat literasi rumah tangga dan dukungan orang tua terhadap
pembelajaran juga berpengaruh.
• Guru perlu mengenali konteks sosial dan budaya lokal untuk
membuat materi lebih relevan dan kontekstual.
Kebutuhan Belajar
• Memerlukan pembelajaran yang konkret dan kontekstual,
dengan penguatan pada:
• Bahasa: menjelaskan dan memahami deskripsi sosial dan
lingkungan.
• Sosial emosional: mengenali perasaan, empati, dan kerja sama.
• Kognitif dasar: mengamati, membandingkan, dan menceritakan
kondisi sosial dan lingkungan.
• Beberapa anak mungkin perlu bantuan visual atau pengalaman
langsung untuk memahami konsep abstrak seperti “kerja sama”
atau “pencemaran”.
Rekomendasi Awal
Untuk mendukung kesiapan belajar:
• Lakukan observasi dan asesmen awal (cerita gambar, wawancara
ringan).
• Gunakan stimulus nyata dan kontekstual seperti foto lingkungan,
kisah anak-anak di masyarakat, atau simulasi peran.
• Terapkan strategi pembelajaran yang mindful (sadar), joyful
(menyenangkan), dan meaningful (bermakna).
Materi : • Mengenal Lokasi Tempat Tinggal
Pelajaran • Konektivitas Antarruang
• Perubahan Iklim
• Potensi Bencana Alam di Indonesia
• Kegiatan Ekonomi
• Interaksi Sosial
• Konsep Dasar Ilmu Sejarah
Relevansi dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik
Dekat dengan Pengalaman Sehari-hari
Materi ini membahas hal-hal yang langsung dialami peserta didik
dalam kehidupan mereka, seperti:
• Interaksi dengan teman, keluarga, tetangga
• Kondisi lingkungan tempat tinggal (lingkungan bersih/kotor,
padat/teratur, aman/rawan)
• Permasalahan sosial seperti kemiskinan, kenakalan remaja, atau
konflik ringan
Ini membuat pembelajaran mudah dipahami, bermakna, dan
membangun empati.
Mendorong Kesadaran Diri dan Lingkungan Melalui materi ini,
peserta didik diajak untuk:
• Mengenali peran sosialnya dalam masyarakat (sebagai anggota
keluarga, warga sekolah, warga lingkungan)
• Menyadari dampak perilaku manusia terhadap lingkungan
(buang sampah sembarangan, perusakan alam)
• Belajar bahwa tindakan kecil mereka berpengaruh besar,
misalnya menjaga kebersihan kelas atau membantu teman
B. DESAIN PEMBELAJARAN
CAPAIAN : Fase D (Umumnya untuk kelas VII, VIII, IX SMP/MTs/Program Paket B)
PEMBELAJAR Pada akhir Fase D, murid memiliki kemampuan sebagai berikut.
AN 1. Pemahaman Konsep Menjelaskan keberagaman kondisi geografis
Indonesia, konektivitas antarruang terhadap upaya pemanfaatan
dan pelestarian potensi sumber daya alam, faktor aktivitas manusia
terhadap perubahan iklim dan potensi bencana alam; memprediksi
dampak perubahan iklim terhadap kehidupan ekonomi, sosial,
budaya masyarakat serta merefleksikan pola adaptasi terhadap
perubahan iklim dan upaya mitigasi bencana untuk menunjang
sustainable development goals (SDGs) dalam konteks lokal,
regional, dan global; mengidentifikasi upaya masyarakat dalam
memenuhi kebutuhannya melalui kegiatan ekonomi, harga, pasar,
lembaga keuangan, perdagangan internasional; menelaah peran
masyarakat dan negara dalam mendorong pertumbuhan ekonomi
di era digital, serta potensi Indonesia menjadi negara maju;
mengelaborasi proses interaksi sosial, lembaga sosial, dinamika
sosial dan perubahan sistem sosial budaya dalam masyarakat yang
majemuk untuk mewujudkan integrasi bangsa dengan prinsip
kebhinekaan; menjelaskan konsep dasar ilmu sejarah yaitu manusia,
ruang, waktu, kronologi, perubahan; menganalisis keterhubungan
antara masa lampau, masa kini, dan masa yang akan datang ketika
mempelajari sejarah lokal dan toponimi wilayah serta berbagai
peristiwa atau kejadian penting dalam lingkup lokal, nasional dan
global terkait asal-usul nenek moyang bangsa Indonesia dan jalur
rempah nusantara.
2. Keterampilan Proses Menerapkan pemahaman konsep melalui
pendekatan keterampilan proses dengan cara mengamati fenomena
dan peristiwa secara sistematis dengan menggunakan pancaindra serta
menemukan persamaan dan perbedaannya; menanya dengan panduan
pendidik, mengajukan pertanyaan untuk menggali dan klarifikasi
informasi, serta mencari tahu penyebab dan memprediksinya;
mengumpulkan informasi secara berkolaborasi, merencanakan dan
melakukan penyelidikan, mengumpulkan informasi dengan sumber
primer, dan mendokumentasikannya; berkolaborasi, mengolah
informasi yang relevan serta memprioritaskan beberapa gagasan
tertentu; menguji dan menerapkan konsep melalui eksperimen,
simulasi, studi kasus, atau situasi nyata untuk memperkuat
pemahaman dan keterampilan; mengevaluasi dan merefleksi serta
melakukan perbaikan untuk menarik simpulan hasil penyelidikan
dengan tepat; mengomunikasikan dan menyajikan hasil penyelidikan
dengan menggunakan media informasi yang tepat; dan menyusun
rencana tidak lanjut dari hasil penyelidikan yang telah dihasilkan
secara kolaboratif.
LINTAS : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
DISIPLIN Fokus utama materi ini berada di mata pelajaran IPS, karena:
ILMU • Mempelajari kehidupan sosial masyarakat (interaksi, norma, nilai)
• Menganalisis kondisi lingkungan fisik dan sosial
• Menjelaskan hubungan timbal balik manusia dengan lingkungan
Disiplin ilmu yang terlibat:
• Sosiologi → perilaku sosial, norma, nilai
• Geografi → kondisi lingkungan alam dan buatan
• Ekonomi dasar → kaitan kondisi sosial dengan kegiatan ekonomi
masyarakat
• Antropologi → budaya dan kebiasaan masyarakat sekitar
TUJUAN : Tujuan pembelajaran Tema I merupakan bagian dari alur tujuan
PEMBELAJAR pembelajaran tahap pertama. Setelah mempelajari materi, peserta didik
AN diharapkan mampu:
1. Mendeskripsikan kondisi lingkungan sekitar tempat tinggal;
2. Menjelaskan konektivitas antarruang;
3. Menguraikan dampak perubahan iklim dan potensi bencana alam
di indonesia;
4. Mengidentiikasi berbagai kegiatan ekonomi dan interaksi sosial;
serta
5. Menjelaskan konsep dasar ilmu sejarah.
TOPIK : • Mengenal Lokasi Tempat Tinggal
PEMBELAJAR • Konektivitas Antarruang
AN • Perubahan Iklim
• Potensi Bencana Alam di Indonesia
• Kegiatan Ekonomi
• Interaksi Sosial
• Konsep Dasar Ilmu Sejarah
PRAKTIK : • Metode pembelajaran yang digunakan pada Pelajaran 3 adalah
PEDAGOGIS metode pembelajaran diskusi kelompok
• Pendekatan: Deep Learning berbasis Berkesadaran (Mindful),
Bermakna (Meaningful), dan Menggembirakan (Joyful)
• Pembelajaran Berdiferensiasi, Pembelajaran Kontekstual dan
Bermakna, Kolaboratif dan Interaktif, Integrasi Teknologi dan
Media
Alternatif Metode dan Aktivitas
• Memahami kondisi lingkungan sekitar tempat tinggal;
• Menjelaskan konektivitas antarruang;
• Menguraikan dampak perubahan iklim dan potensi bencana alam di
indonesia;
• Mengidentiikasi berbagai kegiatan ekonomi dan interaksi sosial;
serta
• Memahami konsep dasar ilmu sejarah
C. PENGALAMAN BELAJAR
Aloka
si
Langkah – Langkah Pembelajaran Pertemuan Ke 1-2 (4JP)
Wakt
u
KEGIATAN AWAL/ PENDAHULUAN
(Prinsip pembelajaran: berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan)
Orientasi yang Bermakna (Berkesadaran):
❖ Guru memberi salam hangat sebagai pembuka pelajaran, mengajak peserta didik
berdoa bersama memulai pembelajaran, dan memeriksa kehadiran. 15
❖ Guru mengondisikan suasana belajar yang positif dan menyenangkan, serta menit
menyiapkan fisik dan psikis peserta didik agar siap mengikuti pembelajaran.
Aloka
si
Langkah – Langkah Pembelajaran Pertemuan 3 (2 JP)
Wakt
u
KEGIATAN AWAL/ PENDAHULUAN
(Prinsip pembelajaran: berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan)
Orientasi yang Bermakna (Berkesadaran):
❖ Guru memberi salam hangat sebagai pembuka pelajaran, mengajak peserta
didik berdoa bersama memulai pembelajaran, dan memeriksa kehadiran.
❖ Guru mengondisikan suasana belajar yang positif dan menyenangkan, serta
menyiapkan fisik dan psikis peserta didik agar siap mengikuti pembelajaran.
Aloka
si
Langkah – Langkah Pembelajaran Pertemuan Ke 6-7 (4JP X40 Menit)
Wakt
u
KEGIATAN AWAL/ PENDAHULUAN
(Prinsip pembelajaran: berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan)
Orientasi yang Bermakna (Berkesadaran):
❖ Guru memberi salam hangat sebagai pembuka pelajaran, mengajak peserta
15
didik berdoa bersama memulai pembelajaran, dan memeriksa kehadiran.
menit
❖ Guru mengondisikan suasana belajar yang positif dan menyenangkan, serta
menyiapkan fisik dan psikis peserta didik agar siap mengikuti pembelajaran.
Aktivitas Pemantik
❖ Guru Mengajukan pertanyaan pemantik sebagai berikut.
❖ Guru memberikan penguatan terhadap jawaban murid atau memberikan
scaffolding untuk menyelesaikan menampilkan masalah penyelesaian tersebut
dari dengan sumber internet/video/buku referensi dari perpustakaan, apabila
tidak ada murid yang memberikan jawaban yang benar. (Menanyakan
kesiapan belajar siswa terhadap materi baru yang akan dipelajari). (Kegiatan
rutin ditujukan untuk membangun suasana pembelajaran yang positif dan
mempersiapkan murid untuk melakukan kegiatan pembelajaran selanjutnya)
❖ Guru mencatat dan menggunakan informasi yang didapat dari kegiatan awal
rutin tersebut untuk memetakan sejauh mana pengetahuan awal murid
(Kesadaran diri dan Pengambilan Keputusan yang Bertanggung Jawab)
❖ Setelah memetakan kebutuhan belajar murid, guru menyiapkan kebutuhan
tersebut sesuai dengan profil belajar masing-masing murid : (diferensiasi
konten)
Tes Diagnostik
❖ Peserta didik menyiapkan diri untuk mengikuti pelaksanaan penilaian awal agar
mengetahui tingkat pemahaman terhadap materi yang akan dibahas.
❖ Guru dapat melaksanakan tes diagnostik. Soal tes diagnostik, dibuat masing-
masing oleh guru disesuaikan dengan materi masing-masing.
KEGIATAN INTI
Memahami
❖ (Siswa mempelajari dampak perubahan iklim dan risiko bencana gempa bumi
tektonik)
❖ Berke¬sadaran – Siswa menyadari bahwa perubahan iklim dan gempa bumi
adalah persoalan nyata yang berdampak pada kehidupan manusia dan
lingkungan.
❖ Bermakna – Informasi yang dipelajari memiliki relevansi langsung dengan
kondisi lingkungan dan kehidupan mereka sehari-hari.
Mengaplikasi
❖ (Siswa membuat poster perubahan iklim dan mencari tahu upaya mitigasi risiko
gempa bumi)
130
❖ Bermakna – Siswa menerapkan pemahaman mereka melalui karya nyata
MENI
(poster) dan pencarian informasi yang dapat memberikan solusi nyata.
T
❖ Menyenangkan (Menggembirakan) – Proses membuat poster secara manual
atau digital memberi ruang kreativitas, serta pencarian informasi dilakukan
secara mandiri dan interaktif.
Merefleksi
❖ (Siswa mengumpulkan hasil karya dan memahami pentingnya peran individu
dalam menjaga lingkungan dan kesiapsiagaan bencana)
❖ Berke¬sadaran – Siswa diajak merefleksi bahwa mereka memiliki peran dan
tanggung jawab dalam mengurangi dampak perubahan iklim dan risiko
bencana.
❖ Menyenangkan (Menggembirakan) – Kegiatan presentasi atau berbagi hasil
karya menciptakan ruang ekspresi positif yang membangun kepercayaan diri.
KEGIATAN PENUTUP 15
Prinsip Pembelajaran yang Digunakan: Berkesadaran - Bermakna - Menggembirakan menit
Tahap akhir ini bertujuan memberikan umpan balik yang konstruktif, membantu
peserta didik merefleksikan pembelajaran yang telah dilakukan, menyimpulkan hasil
belajar, serta melibatkan mereka dalam perencanaan pembelajaran selanjutnya.
Refleksi Berkesadaran (Mindful)
❖ Guru mengajak peserta didik merenung sejenak:
“Apa hal paling berkesan yang kamu pelajari hari ini?”
“Apakah ada hal yang membuat kamu tertantang atau ingin kamu pelajari lebih
lanjut?”
❖ Guru memfasilitasi refleksi tertulis atau lisan menggunakan format sederhana
seperti:
Saya belajar...
Saya merasa...
Saya ingin tahu lebih lanjut tentang...
Simpulan Bermakna (Meaningful)
❖ Guru dan peserta didik bersama-sama menyimpulkan inti pembelajaran hari itu,
baik secara verbal atau visual (misalnya: membuat peta konsep sederhana).
❖ Guru memberikan penguatan nilai, seperti kejujuran dalam menyampaikan
informasi, sikap kritis terhadap bacaan, atau semangat berkolaborasi.
Tugas dan Rencana Selanjutnya yang Menggembirakan (Joyful)
❖ Guru menyampaikan tugas lanjutan atau proyek ringan yang memicu
kreativitas, misalnya membuat poster, video pendek, atau teka-teki kata.
❖ Guru memberikan apresiasi atas kerja keras siswa dengan pujian, stiker digital,
atau badge motivasi.
❖ Guru mengajak siswa untuk bersemangat menyambut pembelajaran berikutnya
dan memberikan gambaran singkat isi/topik yang akan datang dengan cara
yang menarik.
Penutup yang Hangat
❖ Guru mengajak peserta didik berdoa bersama sesuai agama masing-masing.
❖ Guru menutup pembelajaran dengan pernyataan positif, misalnya:
“Terima kasih atas semangat kalian hari ini. Setiap dari kalian luar biasa!”
Aloka
si
Langkah – Langkah Pembelajaran Pertemuan Ke 8 (2JP X40 Menit)
Wakt
u
KEGIATAN AWAL/ PENDAHULUAN
(Prinsip pembelajaran: berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan)
Orientasi yang Bermakna (Berkesadaran):
❖ Guru memberi salam hangat sebagai pembuka pelajaran, mengajak peserta
didik berdoa bersama memulai pembelajaran, dan memeriksa kehadiran.
❖ Guru mengondisikan suasana belajar yang positif dan menyenangkan, serta
menyiapkan fisik dan psikis peserta didik agar siap mengikuti pembelajaran.
15
menit
Apersepsi yang Kontekstual (Bermakna):
❖ Peserta didik melakukan pemanasan (warming up). Pada zona ini, guru
mengulang materi yang sudah diajarkan sebelumnya.
Aktivitas Pemantik
❖ Guru Mengajukan pertanyaan pemantik sebagai berikut.
❖ Guru memberikan penguatan terhadap jawaban murid atau memberikan
scaffolding untuk menyelesaikan menampilkan masalah penyelesaian tersebut
dari dengan sumber internet/video/buku referensi dari perpustakaan, apabila
tidak ada murid yang memberikan jawaban yang benar. (Menanyakan
kesiapan belajar siswa terhadap materi baru yang akan dipelajari). (Kegiatan
rutin ditujukan untuk membangun suasana pembelajaran yang positif dan
mempersiapkan murid untuk melakukan kegiatan pembelajaran selanjutnya)
❖ Guru mencatat dan menggunakan informasi yang didapat dari kegiatan awal
rutin tersebut untuk memetakan sejauh mana pengetahuan awal murid
(Kesadaran diri dan Pengambilan Keputusan yang Bertanggung Jawab)
❖ Setelah memetakan kebutuhan belajar murid, guru menyiapkan kebutuhan
tersebut sesuai dengan profil belajar masing-masing murid : (diferensiasi
konten)
Tes Diagnostik
❖ Peserta didik menyiapkan diri untuk mengikuti pelaksanaan penilaian awal agar
mengetahui tingkat pemahaman terhadap materi yang akan dibahas.
❖ Guru dapat melaksanakan tes diagnostik. Soal tes diagnostik, dibuat masing-
masing oleh guru disesuaikan dengan materi masing-masing.
KEGIATAN INTI
Memahami
❖ (Siswa mencari tahu informasi terkait risiko dan upaya mitigasi gempa bumi
tektonik)
❖ Berkesadaran – Siswa menyadari bahwa gempa bumi tektonik merupakan
ancaman nyata dan penting untuk dipahami sebagai bentuk kesiapsiagaan diri
dan masyarakat.
❖ Bermakna – Informasi yang dipelajari berkaitan erat dengan keselamatan hidup,
sehingga memberi dampak emosional dan nilai kehidupan yang kuat.
Mengaplikasi
❖ (Siswa mengumpulkan informasi dan menyusunnya sebagai bagian dari
pemahaman terhadap upaya mitigasi)
❖ Bermakna – Siswa menghubungkan data/informasi yang diperoleh dengan
tindakan konkret yang dapat dilakukan dalam kehidupan nyata.
❖ Menyenangkan (Menggembirakan) – Kegiatan pencarian informasi dapat
dilakukan dengan cara eksploratif dan kolaboratif yang membangun rasa ingin
tahu.
Merefleksi
❖ (Siswa merenungkan dan menyimpulkan pentingnya upaya mengurangi risiko
bencana)
❖ Berkesadaran – Siswa merefleksikan bahwa mereka memiliki peran penting
dalam menciptakan budaya sadar bencana di lingkungan sekitar.
❖ Menyenangkan (Menggembirakan) – Proses refleksi dilakukan dalam suasana
terbuka yang mendorong partisipasi dan berbagi pengalaman antar siswa.
Memahami
❖ (Siswa membaca artikel dan mendiskusikan peluang serta tantangan letak
geografis Indonesia terkait gempa bumi) 50
❖ Berkesadaran – Siswa menyadari bahwa letak geografis Indonesia sangat Menit
memengaruhi potensi bencana, khususnya gempa bumi, dan penting untuk
dipahami secara utuh.
❖ Bermakna – Materi yang dikaji berasal dari peristiwa nyata (gempa Padang)
sehingga membentuk pemahaman yang kuat dan relevan dengan kondisi
kehidupan di Indonesia.
Mengaplikasi
❖ (Siswa berdiskusi dalam kelompok untuk mengidentifikasi daerah rawan gempa
dan upaya mitigasi)
❖ Bermakna – Siswa menerapkan pengetahuan geografi dan kebencanaan untuk
mengenali wilayah rawan dan mencari solusi mitigasi yang bisa diterapkan.
❖ Menyenangkan (Menggembirakan) – Diskusi kelompok mendorong
partisipasi aktif, interaksi sosial, dan memberi ruang kreativitas dalam
mengemukakan ide.
Merefleksi
❖ (Siswa merenungkan upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko
gempa bumi)
❖ Berkesadaran – Siswa menyadari peran penting individu dan masyarakat
dalam menyiapkan diri menghadapi bencana.
❖
❖ Menyenangkan (Menggembirakan) – Refleksi dilakukan melalui diskusi
terbuka dalam kelompok, menciptakan suasana yang mendukung dan
memperkuat empati.
KEGIATAN PENUTUP
Prinsip Pembelajaran yang Digunakan: Berkesadaran - Bermakna - Menggembirakan
Tahap akhir ini bertujuan memberikan umpan balik yang konstruktif, membantu
peserta didik merefleksikan pembelajaran yang telah dilakukan, menyimpulkan hasil
belajar, serta melibatkan mereka dalam perencanaan pembelajaran selanjutnya.
Refleksi Berkesadaran (Mindful)
❖ Guru mengajak peserta didik merenung sejenak:
“Apa hal paling berkesan yang kamu pelajari hari ini?”
“Apakah ada hal yang membuat kamu tertantang atau ingin kamu pelajari lebih
lanjut?”
❖ Guru memfasilitasi refleksi tertulis atau lisan menggunakan format sederhana
seperti:
Saya belajar...
Saya merasa...
Saya ingin tahu lebih lanjut tentang...
Simpulan Bermakna (Meaningful) 15
❖ Guru dan peserta didik bersama-sama menyimpulkan inti pembelajaran hari itu, menit
baik secara verbal atau visual (misalnya: membuat peta konsep sederhana).
❖ Guru memberikan penguatan nilai, seperti kejujuran dalam menyampaikan
informasi, sikap kritis terhadap bacaan, atau semangat berkolaborasi.
Tugas dan Rencana Selanjutnya yang Menggembirakan (Joyful)
❖ Guru menyampaikan tugas lanjutan atau proyek ringan yang memicu
kreativitas, misalnya membuat poster, video pendek, atau teka-teki kata.
❖ Guru memberikan apresiasi atas kerja keras siswa dengan pujian, stiker digital,
atau badge motivasi.
❖ Guru mengajak siswa untuk bersemangat menyambut pembelajaran berikutnya
dan memberikan gambaran singkat isi/topik yang akan datang dengan cara
yang menarik.
Penutup yang Hangat
❖ Guru mengajak peserta didik berdoa bersama sesuai agama masing-masing.
❖ Guru menutup pembelajaran dengan pernyataan positif, misalnya:
❖ “Terima kasih atas semangat kalian hari ini. Setiap dari kalian luar biasa!”
Aloka
si
Langkah – Langkah Pembelajaran Pertemuan 9-10 (4JP X40 Menit)
Wakt
u
KEGIATAN AWAL/ PENDAHULUAN
(Prinsip pembelajaran: berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan)
Orientasi yang Bermakna (Berkesadaran):
❖ Guru memberi salam hangat sebagai pembuka pelajaran, mengajak peserta
didik berdoa bersama memulai pembelajaran, dan memeriksa kehadiran.
❖ Guru mengondisikan suasana belajar yang positif dan menyenangkan, serta
menyiapkan fisik dan psikis peserta didik agar siap mengikuti pembelajaran.
Aktivitas Pemantik
❖ Guru Mengajukan pertanyaan pemantik sebagai berikut.
❖ Guru memberikan penguatan terhadap jawaban murid atau memberikan
scaffolding untuk menyelesaikan menampilkan masalah penyelesaian tersebut 15
dari dengan sumber internet/video/buku referensi dari perpustakaan, apabila menit
tidak ada murid yang memberikan jawaban yang benar. (Menanyakan
kesiapan belajar siswa terhadap materi baru yang akan dipelajari). (Kegiatan
rutin ditujukan untuk membangun suasana pembelajaran yang positif dan
mempersiapkan murid untuk melakukan kegiatan pembelajaran selanjutnya)
❖ Guru mencatat dan menggunakan informasi yang didapat dari kegiatan awal
rutin tersebut untuk memetakan sejauh mana pengetahuan awal murid
(Kesadaran diri dan Pengambilan Keputusan yang Bertanggung Jawab)
❖ Setelah memetakan kebutuhan belajar murid, guru menyiapkan kebutuhan
tersebut sesuai dengan profil belajar masing-masing murid : (diferensiasi
konten)
Tes Diagnostik
❖ Peserta didik menyiapkan diri untuk mengikuti pelaksanaan penilaian awal agar
mengetahui tingkat pemahaman terhadap materi yang akan dibahas.
❖ Guru dapat melaksanakan tes diagnostik. Soal tes diagnostik, dibuat masing-
masing oleh guru disesuaikan dengan materi masing-masing.
KEGIATAN INTI
Memahami
❖ (Siswa menyebutkan berbagai jenis kegiatan manusia dalam memenuhi
kebutuhan hidup)
❖ Berkesadaran – Siswa menyadari bahwa setiap manusia melakukan berbagai
aktivitas untuk memenuhi kebutuhan dasar maupun tambahan dalam
kehidupan sehari-hari.
❖ Bermakna – Informasi yang dikaitkan langsung dengan kehidupan nyata
(misalnya kegiatan pertanian, perdagangan, jasa) membuat pembelajaran terasa
relevan dan dekat dengan kehidupan siswa.
Mengaplikasi
130
❖ (Siswa mengidentifikasi dan memberi contoh kegiatan ekonomi dalam MENI
kehidupan nyata) T
❖ Bermakna – Siswa menghubungkan konsep yang dipelajari dengan kegiatan
ekonomi yang terjadi di lingkungan sekitarnya.
❖ Menyenangkan (Menggembirakan) – Kegiatan dapat dikembangkan melalui
diskusi ringan atau bermain peran sesuai jenis pekerjaan, yang membuat siswa
lebih terlibat secara emosional dan sosial.
Merefleksi
❖ (Siswa merenungkan pentingnya peran kegiatan manusia dalam memenuhi
kebutuhan hidup dan keberlangsungan masyarakat)
❖ Berkesadaran – Siswa memahami bahwa kegiatan ekonomi merupakan bagian
penting dari interaksi sosial dan pemenuhan kebutuhan bersama.
❖ Menyenangkan (Menggembirakan) – Refleksi dilakukan dalam suasana positif,
seperti berbagi pengalaman atau cerita pribadi tentang pekerjaan orang tua
atau lingkungan sekitar.
KEGIATAN PENUTUP
Prinsip Pembelajaran yang Digunakan: Berkesadaran - Bermakna - Menggembirakan
Tahap akhir ini bertujuan memberikan umpan balik yang konstruktif, membantu
peserta didik merefleksikan pembelajaran yang telah dilakukan, menyimpulkan hasil
belajar, serta melibatkan mereka dalam perencanaan pembelajaran selanjutnya.
Refleksi Berkesadaran (Mindful)
❖ Guru mengajak peserta didik merenung sejenak:
“Apa hal paling berkesan yang kamu pelajari hari ini?”
“Apakah ada hal yang membuat kamu tertantang atau ingin kamu pelajari lebih
lanjut?”
❖ Guru memfasilitasi refleksi tertulis atau lisan menggunakan format sederhana
seperti:
Saya belajar...
Saya merasa...
Saya ingin tahu lebih lanjut tentang...
Simpulan Bermakna (Meaningful) 15
❖ Guru dan peserta didik bersama-sama menyimpulkan inti pembelajaran hari itu, menit
baik secara verbal atau visual (misalnya: membuat peta konsep sederhana).
❖ Guru memberikan penguatan nilai, seperti kejujuran dalam menyampaikan
informasi, sikap kritis terhadap bacaan, atau semangat berkolaborasi.
Tugas dan Rencana Selanjutnya yang Menggembirakan (Joyful)
❖ Guru menyampaikan tugas lanjutan atau proyek ringan yang memicu
kreativitas, misalnya membuat poster, video pendek, atau teka-teki kata.
❖ Guru memberikan apresiasi atas kerja keras siswa dengan pujian, stiker digital,
atau badge motivasi.
❖ Guru mengajak siswa untuk bersemangat menyambut pembelajaran berikutnya
dan memberikan gambaran singkat isi/topik yang akan datang dengan cara
yang menarik.
Penutup yang Hangat
❖ Guru mengajak peserta didik berdoa bersama sesuai agama masing-masing.
❖ Guru menutup pembelajaran dengan pernyataan positif, misalnya:
❖ “Terima kasih atas semangat kalian hari ini. Setiap dari kalian luar biasa!”
Aloka
si
Langkah – Langkah Pembelajaran Pertemuan 11-12 (4JP X40 Menit)
Wakt
u
KEGIATAN AWAL/ PENDAHULUAN
(Prinsip pembelajaran: berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan)
Orientasi yang Bermakna (Berkesadaran):
❖ Guru memberi salam hangat sebagai pembuka pelajaran, mengajak peserta
didik berdoa bersama memulai pembelajaran, dan memeriksa kehadiran.
❖ Guru mengondisikan suasana belajar yang positif dan menyenangkan, serta
menyiapkan fisik dan psikis peserta didik agar siap mengikuti pembelajaran. 15
menit
Apersepsi yang Kontekstual (Bermakna):
❖ Peserta didik melakukan pemanasan (warming up). Pada zona ini, guru
mengulang materi yang sudah diajarkan sebelumnya.
Aktivitas Pemantik
❖ Guru Mengajukan pertanyaan pemantik sebagai berikut.
❖ Guru memberikan penguatan terhadap jawaban murid atau memberikan
scaffolding untuk menyelesaikan menampilkan masalah penyelesaian tersebut
dari dengan sumber internet/video/buku referensi dari perpustakaan, apabila
tidak ada murid yang memberikan jawaban yang benar. (Menanyakan
kesiapan belajar siswa terhadap materi baru yang akan dipelajari). (Kegiatan
rutin ditujukan untuk membangun suasana pembelajaran yang positif dan
mempersiapkan murid untuk melakukan kegiatan pembelajaran selanjutnya)
❖ Guru mencatat dan menggunakan informasi yang didapat dari kegiatan awal
rutin tersebut untuk memetakan sejauh mana pengetahuan awal murid
(Kesadaran diri dan Pengambilan Keputusan yang Bertanggung Jawab)
❖ Setelah memetakan kebutuhan belajar murid, guru menyiapkan kebutuhan
tersebut sesuai dengan profil belajar masing-masing murid : (diferensiasi
konten)
Tes Diagnostik
❖ Peserta didik menyiapkan diri untuk mengikuti pelaksanaan penilaian awal agar
mengetahui tingkat pemahaman terhadap materi yang akan dibahas.
❖ Guru dapat melaksanakan tes diagnostik. Soal tes diagnostik, dibuat masing-
masing oleh guru disesuaikan dengan materi masing-masing.
KEGIATAN INTI
Memahami
❖ (Siswa membaca bacaan tentang kenaikan harga BBM dan mencermati datanya)
❖ Berkesadaran – Siswa menyadari bahwa kebijakan ekonomi seperti kenaikan
harga BBM berdampak pada kehidupan masyarakat secara luas.
❖ Bermakna – Materi yang disajikan sesuai dengan kejadian nyata yang aktual,
sehingga menumbuhkan kepedulian terhadap situasi sosial dan ekonomi di
sekitar mereka.
Mengaplikasi
❖ (Siswa menganalisis dampak kenaikan harga BBM dan merumuskan upaya
penghematan)
❖ Bermakna – Siswa mengaitkan informasi dari teks dengan pemahaman ekonomi
130
serta pengaruhnya terhadap transportasi, harga barang, dan kehidupan
MENI
masyarakat.
T
❖ Menyenangkan (Menggembirakan) – Siswa diberi kesempatan menyampaikan
ide dan solusi mereka sendiri melalui diskusi dan penulisan, yang memberi rasa
kepemilikan terhadap proses belajar.
Merefleksi
❖ (Siswa menjawab pertanyaan tentang dampak dan upaya penghematan BBM)
❖ Berkesadaran – Siswa merefleksi bahwa setiap tindakan konsumsi energi
berdampak, dan mereka dapat berperan dalam penghematan energi untuk masa
depan yang berkelanjutan.
❖ Menyenangkan (Menggembirakan) – Refleksi dilakukan dalam suasana terbuka
dan mendukung, yang memungkinkan siswa menyampaikan pandangan pribadi
dengan nyaman.
KEGIATAN PENUTUP
Prinsip Pembelajaran yang Digunakan: Berkesadaran - Bermakna - Menggembirakan
Tahap akhir ini bertujuan memberikan umpan balik yang konstruktif, membantu
peserta didik merefleksikan pembelajaran yang telah dilakukan, menyimpulkan hasil
belajar, serta melibatkan mereka dalam perencanaan pembelajaran selanjutnya.
15
Refleksi Berkesadaran (Mindful)
menit
❖ Guru mengajak peserta didik merenung sejenak:
“Apa hal paling berkesan yang kamu pelajari hari ini?”
“Apakah ada hal yang membuat kamu tertantang atau ingin kamu pelajari lebih
lanjut?”
❖ Guru memfasilitasi refleksi tertulis atau lisan menggunakan format sederhana
seperti:
Saya belajar...
Saya merasa...
Saya ingin tahu lebih lanjut tentang...
Simpulan Bermakna (Meaningful)
❖ Guru dan peserta didik bersama-sama menyimpulkan inti pembelajaran hari itu,
baik secara verbal atau visual (misalnya: membuat peta konsep sederhana).
❖ Guru memberikan penguatan nilai, seperti kejujuran dalam menyampaikan
informasi, sikap kritis terhadap bacaan, atau semangat berkolaborasi.
Tugas dan Rencana Selanjutnya yang Menggembirakan (Joyful)
❖ Guru menyampaikan tugas lanjutan atau proyek ringan yang memicu
kreativitas, misalnya membuat poster, video pendek, atau teka-teki kata.
❖ Guru memberikan apresiasi atas kerja keras siswa dengan pujian, stiker digital,
atau badge motivasi.
❖ Guru mengajak siswa untuk bersemangat menyambut pembelajaran berikutnya
dan memberikan gambaran singkat isi/topik yang akan datang dengan cara
yang menarik.
Penutup yang Hangat
❖ Guru mengajak peserta didik berdoa bersama sesuai agama masing-masing.
❖ Guru menutup pembelajaran dengan pernyataan positif, misalnya:
❖ “Terima kasih atas semangat kalian hari ini. Setiap dari kalian luar biasa!”
Aloka
si
Langkah – Langkah Pembelajaran Pertemuan Ke 13-14 (4JP X40 Menit)
Wakt
u
KEGIATAN AWAL/ PENDAHULUAN
(Prinsip pembelajaran: berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan)
Orientasi yang Bermakna (Berkesadaran):
❖ Guru memberi salam hangat sebagai pembuka pelajaran, mengajak peserta
didik berdoa bersama memulai pembelajaran, dan memeriksa kehadiran.
❖ Guru mengondisikan suasana belajar yang positif dan menyenangkan, serta
menyiapkan fisik dan psikis peserta didik agar siap mengikuti pembelajaran.
Aktivitas Pemantik
❖ Guru Mengajukan pertanyaan pemantik sebagai berikut. 15
❖ Guru memberikan penguatan terhadap jawaban murid atau memberikan menit
scaffolding untuk menyelesaikan menampilkan masalah penyelesaian tersebut
dari dengan sumber internet/video/buku referensi dari perpustakaan, apabila
tidak ada murid yang memberikan jawaban yang benar. (Menanyakan
kesiapan belajar siswa terhadap materi baru yang akan dipelajari). (Kegiatan
rutin ditujukan untuk membangun suasana pembelajaran yang positif dan
mempersiapkan murid untuk melakukan kegiatan pembelajaran selanjutnya)
❖ Guru mencatat dan menggunakan informasi yang didapat dari kegiatan awal
rutin tersebut untuk memetakan sejauh mana pengetahuan awal murid
(Kesadaran diri dan Pengambilan Keputusan yang Bertanggung Jawab)
❖ Setelah memetakan kebutuhan belajar murid, guru menyiapkan kebutuhan
tersebut sesuai dengan profil belajar masing-masing murid : (diferensiasi
konten)
Tes Diagnostik
❖ Peserta didik menyiapkan diri untuk mengikuti pelaksanaan penilaian awal agar
mengetahui tingkat pemahaman terhadap materi yang akan dibahas.
❖ Guru dapat melaksanakan tes diagnostik. Soal tes diagnostik, dibuat masing-
masing oleh guru disesuaikan dengan materi masing-masing.
KEGIATAN INTI
Memahami
❖ (Siswa mencari dan mengidentifikasi bentuk-bentuk interaksi sosial dari tabel
huruf acak)
❖ Berkesadaran – Siswa menyadari adanya berbagai bentuk interaksi sosial
dalam kehidupan masyarakat, baik yang bersifat positif maupun negatif.
❖ Bermakna – Aktivitas pencarian bentuk interaksi sosial secara langsung dan
berkelompok membantu siswa memahami konsep melalui pengalaman nyata
dan kontekstual.
Mengaplikasi
❖ (Siswa mengisi tabel bentuk interaksi sosial dengan contoh-contohnya)
❖ Bermakna – Siswa mengaitkan bentuk interaksi sosial yang ditemukan dengan
contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari, seperti persaingan, kerja sama, atau
130
akomodasi.
MENI
❖ Menyenangkan (Menggembirakan) – Kegiatan seperti mencari kata dalam
T
tabel dan berdiskusi kelompok dilakukan dengan cara yang interaktif dan
kolaboratif.
Merefleksi
❖ (Siswa menganalisis bentuk interaksi sosial yang paling berpotensi menimbulkan
kerugian dan mempresentasikan hasilnya)
❖ Berkesadaran – Siswa diajak merenungkan dampak sosial dari berbagai
bentuk interaksi, serta mengembangkan kepekaan sosial terhadap konflik dan
kerja sama dalam masyarakat.
❖ Menyenangkan (Menggembirakan) – Presentasi kelompok memberi ruang
bagi siswa untuk mengekspresikan ide dan pendapat dalam suasana yang
terbuka dan membangun rasa percaya diri.
KEGIATAN PENUTUP
Prinsip Pembelajaran yang Digunakan: Berkesadaran - Bermakna - Menggembirakan
Tahap akhir ini bertujuan memberikan umpan balik yang konstruktif, membantu
peserta didik merefleksikan pembelajaran yang telah dilakukan, menyimpulkan hasil
belajar, serta melibatkan mereka dalam perencanaan pembelajaran selanjutnya.
Refleksi Berkesadaran (Mindful)
❖ Guru mengajak peserta didik merenung sejenak:
“Apa hal paling berkesan yang kamu pelajari hari ini?”
“Apakah ada hal yang membuat kamu tertantang atau ingin kamu pelajari lebih
lanjut?”
❖ Guru memfasilitasi refleksi tertulis atau lisan menggunakan format sederhana
seperti:
Saya belajar...
Saya merasa...
Saya ingin tahu lebih lanjut tentang...
Simpulan Bermakna (Meaningful)
❖ Guru dan peserta didik bersama-sama menyimpulkan inti pembelajaran hari itu,
baik secara verbal atau visual (misalnya: membuat peta konsep sederhana).
❖ Guru memberikan penguatan nilai, seperti kejujuran dalam menyampaikan
informasi, sikap kritis terhadap bacaan, atau semangat berkolaborasi.
Tugas dan Rencana Selanjutnya yang Menggembirakan (Joyful)
❖ Guru menyampaikan tugas lanjutan atau proyek ringan yang memicu
kreativitas, misalnya membuat poster, video pendek, atau teka-teki kata.
❖ Guru memberikan apresiasi atas kerja keras siswa dengan pujian, stiker digital,
atau badge motivasi.
❖ Guru mengajak siswa untuk bersemangat menyambut pembelajaran berikutnya
dan memberikan gambaran singkat isi/topik yang akan datang dengan cara
yang menarik.
Penutup yang Hangat
❖ Guru mengajak peserta didik berdoa bersama sesuai agama masing-masing.
❖ Guru menutup pembelajaran dengan pernyataan positif, misalnya:
“Terima kasih atas semangat kalian hari ini. Setiap dari kalian luar biasa!”
Aloka
si
Langkah – Langkah Pembelajaran Pertemuan Ke 15-16 (4JP X40 Menit)
Wakt
u
KEGIATAN AWAL/ PENDAHULUAN
(Prinsip pembelajaran: berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan)
Orientasi yang Bermakna (Berkesadaran):
❖ Guru memberi salam hangat sebagai pembuka pelajaran, mengajak peserta
didik berdoa bersama memulai pembelajaran, dan memeriksa kehadiran.
❖ Guru mengondisikan suasana belajar yang positif dan menyenangkan, serta
menyiapkan fisik dan psikis peserta didik agar siap mengikuti pembelajaran.
Aktivitas Pemantik
❖ Guru Mengajukan pertanyaan pemantik sebagai berikut.
❖ Guru memberikan penguatan terhadap jawaban murid atau memberikan
scaffolding untuk menyelesaikan menampilkan masalah penyelesaian tersebut 15
dari dengan sumber internet/video/buku referensi dari perpustakaan, apabila menit
tidak ada murid yang memberikan jawaban yang benar. (Menanyakan
kesiapan belajar siswa terhadap materi baru yang akan dipelajari). (Kegiatan
rutin ditujukan untuk membangun suasana pembelajaran yang positif dan
mempersiapkan murid untuk melakukan kegiatan pembelajaran selanjutnya)
❖ Guru mencatat dan menggunakan informasi yang didapat dari kegiatan awal
rutin tersebut untuk memetakan sejauh mana pengetahuan awal murid
(Kesadaran diri dan Pengambilan Keputusan yang Bertanggung Jawab)
❖ Setelah memetakan kebutuhan belajar murid, guru menyiapkan kebutuhan
tersebut sesuai dengan profil belajar masing-masing murid : (diferensiasi
konten)
Tes Diagnostik
❖ Peserta didik menyiapkan diri untuk mengikuti pelaksanaan penilaian awal agar
mengetahui tingkat pemahaman terhadap materi yang akan dibahas.
❖ Guru dapat melaksanakan tes diagnostik. Soal tes diagnostik, dibuat masing-
masing oleh guru disesuaikan dengan materi masing-masing.
KEGIATAN INTI
Memahami
❖ (Siswa mencari dan membaca dua cerita rakyat dari berbagai daerah) 130
❖ Berkesadaran – Siswa menyadari bahwa cerita rakyat merupakan bagian dari MENI
identitas budaya bangsa yang sarat makna dan pelajaran hidup. T
❖ Bermakna – Pembelajaran dekat dengan kehidupan dan budaya lokal, sehingga
siswa dapat memahami nilai-nilai moral dari konteks yang relevan.
Mengaplikasi
❖ (Siswa menuliskan cerita dan menganalisis nilai moralnya)
❖ Bermakna – Siswa mengaitkan pesan moral dari cerita dengan sikap dan
tindakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti kejujuran, tolong-menolong, dan
tanggung jawab.
❖ Menyenangkan (Menggembirakan) – Kegiatan ini memberikan ruang
berekspresi melalui cerita, mendorong kreativitas, serta memberi kesempatan
mengeksplorasi budaya daerah yang unik.
Merefleksi
❖ (Siswa menyerahkan hasil analisis untuk disatukan sebagai proyek kelas)
❖ Berkesadaran – Siswa merefleksikan nilai-nilai kehidupan yang bisa dipetik dari
cerita rakyat dan pentingnya melestarikan warisan budaya.
❖ Menyenangkan (Menggembirakan) – Melihat karya mereka dijadikan bagian
dari kumpulan cerita rakyat kelas memberi kebanggaan dan rasa memiliki
terhadap proses belajar.
KEGIATAN PENUTUP
Prinsip Pembelajaran yang Digunakan: Berkesadaran - Bermakna - Menggembirakan
Tahap akhir ini bertujuan memberikan umpan balik yang konstruktif, membantu
peserta didik merefleksikan pembelajaran yang telah dilakukan, menyimpulkan hasil
belajar, serta melibatkan mereka dalam perencanaan pembelajaran selanjutnya.
Refleksi Berkesadaran (Mindful)
❖ Guru mengajak peserta didik merenung sejenak:
“Apa hal paling berkesan yang kamu pelajari hari ini?”
“Apakah ada hal yang membuat kamu tertantang atau ingin kamu pelajari lebih
lanjut?”
❖ Guru memfasilitasi refleksi tertulis atau lisan menggunakan format sederhana
seperti:
Saya belajar...
Saya merasa...
Saya ingin tahu lebih lanjut tentang...
Simpulan Bermakna (Meaningful) 15
❖ Guru dan peserta didik bersama-sama menyimpulkan inti pembelajaran hari itu, menit
baik secara verbal atau visual (misalnya: membuat peta konsep sederhana).
❖ Guru memberikan penguatan nilai, seperti kejujuran dalam menyampaikan
informasi, sikap kritis terhadap bacaan, atau semangat berkolaborasi.
Tugas dan Rencana Selanjutnya yang Menggembirakan (Joyful)
❖ Guru menyampaikan tugas lanjutan atau proyek ringan yang memicu
kreativitas, misalnya membuat poster, video pendek, atau teka-teki kata.
❖ Guru memberikan apresiasi atas kerja keras siswa dengan pujian, stiker digital,
atau badge motivasi.
❖ Guru mengajak siswa untuk bersemangat menyambut pembelajaran berikutnya
dan memberikan gambaran singkat isi/topik yang akan datang dengan cara
yang menarik.
Penutup yang Hangat
❖ Guru mengajak peserta didik berdoa bersama sesuai agama masing-masing.
❖ Guru menutup pembelajaran dengan pernyataan positif, misalnya:
“Terima kasih atas semangat kalian hari ini. Setiap dari kalian luar biasa!”
Nomo
Komponen Ya Tidak
r
Seluruh peserta didik memahami syarat dan ciri poster yang
1
baik.
Seluruh peserta didik memahami tema yang diberikan dan
2
mampu menuangkannya dalam bentuk poster.
Seluruh peserta didik memahami rubrik penilaian yang akan
3
digunakan untuk menilai karya poster.
Seluruh peserta didik terlibat dalam diskusi dan dalam
4 proses pengerjaan poster.
Seluruh peserta didik menyerahkan karya tepat waktu
5
sekitar 7–10 hari.
Kunci Jawaban
1. Kunci Jawaban Penilaian Diagnostik Kognitif
Penilaian awal pembelajaran tersaji pada subtema “E. Penilaian Sebelum
Pembelajaran” atau Tabel 1.2. Berikut kunci jawabannya.
1. D
2. B
3. A
4. C
5. C
2. ASESMEN FORMATIF
J𝖚mlah Nilai
Nilai Akhir = J𝖚mlah B𝖚tir penilaian = ………………………
Kegiatan Tugas
Petunjuk menilai:
1. Berikan nilai untuk rangkuman dengan cara memberikan tanda silang (X) pada salah satu
nilai di kolom nilai.
2. Arti nilai = 1 artinya tidak baik/tidak jelas;
2 artinya cukup baik/cukup jelas;
3 artinya baik/jelas;
4 artinya sangat baik/sangat jelas.
3. Berilah kesimpulan penilaian dengan cara menjumlahkan nilai setiap butir penilaian dan
dibagi 8.
No Aspek Penilaian Nilai
A. Kualitas rangkuman
1 Kesesuaian isi dengan pokok bahasan 1 2 3 4
2 Kebenaran isi materi 1 2 3 4
3 Ringkas dan padat dalam menjelaskan materi 1 2 3 4
4 Lengkap pembahasan subpokok bahasan 1 2 3 4
5 Menggunakan referensi yang relevan dan mutakhir 1 2 3 4
B. Kualitas Bahasa
6 Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar 1 2 3 4
C. Kualitas Tampilan
7 Kerapihan tampilan rangkuman 1 2 3 4
8 Orisinal rangkuman 1 2 3 4
Total Nilai
J𝖚mlah Nilai
Nilai Akhir = J𝖚mlah B𝖚tir Penilaian = ………………………
TES TERTULIS
Nama :
Kelas :
Tanggal Kegiatan :
Teknik Penilaian : Tes Tertulis
Bentuk Iinstrumen : Tes Isian Singkat dan Uraian Luas
Nama :
Kelas :
Tanggal Kegiatan :
Teknik Penilaian : Tes Tertulis
Bentuk Iinstrumen : Tes Isian Singkat dan Uraian Luas
Petunjuk Umum:
1. Tulis nama dan kelas Anda di pojok kanan atas lembar jawaban.
2. Bacalah setiap soal dengan cermat sebelum menjawab.
3. Kerjakan dengan jujur dan teliti.
4. Periksa kembali jawaban Anda sebelum dikumpulkan.
A. Pilihan Ganda
1. Kehiduan sosial manusia sangat dipengaruhi oleh ...
A. warna kulit
B. bentuk tubuh
C. lingkungan sekitar
[Link] orang tua
Uraian
1. Jelaskan hubungan antara kondisi geografis suatu wilayah dengan jenis pekerjaan utama
penduduknya!
2. Buatlah paragraf pendek yang menjelaskan pentingnya kerja sama dalam kehidupan sosial
masyarakat!
F. REMEDIAL DAN PENGAYAAN (PROGRAM TINDAK LANJUT)
Peserta didik dapat memperdalam pemahaman tentang pembuatan vlog dan konten yang
baik dan disukai oleh masyarakat dengan memperbanyak membaca, menyerap informasi
dari berbagai media, dan akhirnya melihat konten-konten vlog di YouTube sehingga
mengetahui cara menciptakan vlog yang berkualitas. Peserta didik dapat memperdalam
pemahaman tentang syarat dan ciri vlog yang baik dengan melihat banyak contoh vlog yang
ada di kanal YouTube. Ajak peserta didik membandingkan vlog-vlog tersebut dan
mengidentifikasi kelebihan dan kekurangannya.
Pengayaan
Jika kalian ingin mengetahui lebih mendalam mengenai gambaran kondisi lingkungan
berbagai wilayah diIndonesia dalam bentuk 3D, kalian dapat mengunjungi tautan
[Link] ataupindai kode QR di samping. Jangan lupa
mengetikkannama wilayah yang ingin diketahui pada laman tersebut.
Jika kalian ingin mengetahui statistik bencana alam di Indonesia, kalian dapatmengunjungi
tautan https:// [Link]/s/stat atau pindai kode QR di samping.
Jika kalian ingin mengetahui potensi ekonomi di sektor wisata, kalian dapat mengunjungi
tautan h[Link] [Link]/s/ekonomi atau pindai kode QR di samping.
Bagi kalian yang senang dan mampu membuat proyek dengan baik dan memenuhi kriteria
ketercapaian tujuan pembelajaran, kalian dapat mendalami cara lain dalam menciptakan
atau mengembangkan media untuk memperkenalkan berbagai potensi wisata di sekitar
tempat tinggal kalian.
Remedial
Cara yang dapat dilakukan adalah:
1) Lakukan bimbingan khusus bagi peserta didik yang belum tuntas atau mengalami
kesulitan terkait dengan materi ajar.
2) Buatlah tugas-tugas atau memberi perlakuan (treatment) secara khusus, yang
bentuknya penyederhanaan dari pembelajaran yang regular. Bentuk penyederhanaan
itu, sebagai berikut:
Strategi pembelajaran disederhanakan
• Sederhanakan juga cara penyajian, baik digunakan gambar, skema, model, grafik,
maupun diberi tugas berupa rangkuman yang sederhana.
• Sederhanakan pula saat membuat soal/pertanyaan yang diberikan. Waktu dan program
remedial adalah:
1) Remedial diberikan hanya pada materi ajar atau indikator yang belum tuntas.
2) Remedial dilakukan setelah mengikuti tes/ulangan materi ajar tertentu atau sejumlah
KD dalam satu kesatuan.
Teknik pelaksanaan remedial adalah:
1) Penugasan individu diakhiri dengan tes lisan/tertulis, jika jumlah peserta didik yang
mengikuti remedial maksimal 20%.
2) Penugasan kelompok diakhiri dengan tes individu berupa lisan/tertulis, jika jumlah
peserta didik yang mengikuti remedial lebih dari 20%, tetapi kurang dari 50%.
3) Pembelajaran ulang diakhiri dengan tes individu tertulis, jika jumlah peserta didik yang
mengikuti remedial lebih dari 50 %.
Interaksi dengan Orang Tua/Wali dan Masyarakat
Guru harus berkolaborasi dengan orang tua agar peserta didik memperoleh hasil belajar
yang maksimal. Interaksi dengan orang tua dapat dilakukan langsung maupun tidak
langsung. Interaksi secara langsung dapat dilakukan dengan komunikasi menggunakan
telepon, email, media sosial, atau guru melakukan kunjungan ke rumah. Interaksi tidak
langsung dapat dilakukan dengan guru memberikan tugas kepada peserta didik,
mendiskusikannya dengan orang tua, dan kemudian orang tua membubuhi paraf pada
tempat yang disediakan. Dengan demikian, peserta didik memiliki kepercayaan diri karena
memperoleh dukungan dan sinergitas dengan orang tua. Interaksi guru dengan orang tua
dapat dilakukan dalam hal:
1. Guru menyampaikan kepada peserta didik untuk mengkonsultasikan tugas-tugas dengan
orang tua.
2. Guru menyampaikan informasi kepada orang tua peserta didik agar senantiasa
memantau putra/putrinya dalam belajar dan mengerjakan tugas-tugas selama di rumah.
3. Guru dapat menanyakan langsung kepada orang tua tentang perkembangan belajar
peserta didik.
LAMPIRAN
A. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
TES TERTULIS
Nama :
Kelas :
Tanggal Kegiatan :
A. Petunjuk Umum
1. Perhatikan penjelasan dari guru
2. Amati lembar kerja ini dengan seksama
3. Baca dan diskusikan dengan teman kelompokmu dan tanyakan kepada guru jika ada
hal yang kurang dipahami.
4. Setiap kelompok akan mendapatkan alat dan bahan dalam mengerjakan LK ini.
5. Gunakan alat dan bahan tersebut
B. Tugas/ Langkah-langkah Kegiatan
1. Persiapkan alat dan bahan yang akan digunakan
2. Sebelum mengerjakan soal, telitilah terlebih dahulu jumlah soal dan nomor halaman
yang terdapat pada naskah.
3. Tuliskan nama, nomor peserta, dan kelengkapan identitas peserta pada lembar
jawaban.
4. Tulis jawaban secara sistematis dan jelas
5. Tuliskan jawaban Anda pada lembar jawaban yang tersedia
C. GLOSARIUM
❖ Perubahan iklim Sedangkan pengertian perubahan iklim menurut Enviromental
Protection Agency (EPA) adalah perubahan iklim secara signifikan yang terjadi pada
periode waktu tertentu. Dengan kata lain, perubahan iklim juga bisa diartikan sebagai
perubahan suhu yang drastis, curah hujan, pola angin, dan lain sebagainya.
❖ bencana alam, Bencana alam adalah peristiwa atau serangkaian peristiwa yang
disebabkan oleh alam yang dapat mengancam dan mengganggu kehidupan
manusia. Bencana alam dapat menyebabkan kerusakan, kerugian, dan penderitan
❖ kegiatan ekonomi, Kegiatan ekonomi adalah aktivitas manusia untuk memenuhi
kebutuhan hidupnya, baik berupa barang maupun jasa. Kegiatan ekonomi mencakup
produksi, distribusi, dan konsumsi barang dan jasa
❖ interaksi sosial Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik yang terjadi antara
individu atau kelompok dalam kehidupan bermasyarakat. Interaksi sosial dapat berupa
hubungan antara orang per orang, orang dengan kelompok, atau kelompok dengan
kelompok.
D. DAFTAR PUSTAKA
1. A., Ajeng Rachmatika Dewi dan Ega Rosalina. “Mengenal Perubahan Iklim.” Indonesia
Research Institute for Decarbonization. Agustus 2022. [Link]
content/uploads/2022/08/FINAL-Mengenal- [Link].
2. A., Aliyah Qurrotu. “Yakin, Masih Enggan Membantu Orang Lain?” kompasiana. 18
Februari 2018. [Link]
ayuninaqaeta/5a89a737bde57550da2fd0d6/yakin-masih-engganmembantu- orang-
lain.
3. Adler, Franz. “The Value Concept in Sociology.” American Journal of Sociology. Volume
62, Number 3 (2014).
4. Administrator. “Strategi Menghadapi Kenaikan Harga BBM.” [Link]. 5
Agustus 2023. [Link] kependudukan/7323/strategi-
menghadapi-kenaikan-hargabbm? lang=1.
5. Amri, Mohd. Robi, dkk. Risiko Bencana Indonesia. BNPB: 2016. https://
[Link]/pdf/Buku%20RBI_Final_low.pdf. Badan Meteorologi Klimatologi dan
Geoisika. “Tren Kejadian Bencana Hidrometeorologi dalam 10 Tahun Terakhir.” BMKG
[Link]
[Link].
6. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). “Bencana Alam di Provinsi
Yogyakarta.” BNPB. 2019. [Link]
7. Badan Nasional Penanggulangan Bencana. “Gempa.” BNPB. 5 Januari 2014.
[Link]
8. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Padang. “Mengenang Gempa 2009 di Kota
Padang.” Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Padang. 4 Februari 2019.
[Link] konten/mengenang-gempa-2009-di-kota-padang.
9. Badan Perencana Pembangunan Nasional. Laporan Prakarsa Strategis Bidang
Kemaritiman. Jakarta: Bappenas, 2016.
10. . Badan Pusat Statistik Provinsi Riau. “Suhu 2020-2022.” Badan Pusat Statistik Provinsi
Riau. Diakses 30 November 2023. [Link]
[Link]/indicator/151/138/1/[Link].
11. Balai Konservasi Borobudur. “Candi Borobudur.” Kemendikbudristek Direktorat
Jenderal Kebudayaan Museum & Cagar Budaya Warisan Dunia Borobudur. 21 Juli 2016.
[Link] bkborobudur/candi-borobudur/.
12. Banowati, Eva dan Sriyanto. Geograi Pertanian. Yogyakarta: Ombak, 2013.
13. Banowati, Eva. Geograi Indonesia. Yogyakarta: Ombak, 2012.
14. bpbd. “Mitigasi Adalah Upaya Mengurangi Risiko, Berikut Langkah- Langkah dan
Contohnya.” Badan Penanggulangan Bencana Daera Pemerintah Kabupaten Bogor. 2
Agustus 2022. [Link] [Link]/mitigasi-adalah-upaya-mengurangi-risiko-
berikut-langkahlangkah- dan-contohnya/.
15. CNN Indonesia. “Harga Tanah di Sekitar Ibu Kota Baru Melonjak
16. Kali Lipat.” CNN Indonesia. 18 Januari 2022. [Link]
[Link]/ekonomi/20220118125658-92-748034/hargatanah- di-sekitar-ibu-
kota-baru-melonjak-10-kali-lipat.
17. Daldjoeni. Pokok-pokok Klimatologi. Yogyakarta: Ombak, 2014.
Sanga Desa14 Juli 2025
Mengetahui, Kepala SMP Negeri 2
Guru Mata Pelajaran IPS
Sanga Desa