Model Persediaan Dengan
Modul ke:
Ketidakpastian
MODULE
6
Prepare by
Erwin Wijayanto
erwinwijayanto@[Link]
+62 821 1459 6577
Fakultas
Program Studi
Objectives Pembelajaran
•Memahami sumber-sumber ketidakpastian
dalam rantai pasok.
•Menjelaskan konsep Service Level dan
mengapa hal itu kritikal.
•Menghitung Safety Stock yang diperlukan
untuk mencapai target service level.
•Menentukan Reorder Point (ROP) yang
memperhitungkan ketidakpastian.
•Menganalisis trade-off antara biaya persediaan
dan tingkat service
Universitas Suryadarma
Mengapa Ketidakpastian itu Penting?
•Dunia yang Tidak Pasti vs. Model EOQ Klasik
• Asumsi
EOQ: Permintaan konstan dan diketahui
pasti, Lead Time konstan.
• Realita Rantai Pasok:
• Ketidakpastian Permintaan (Demand
Uncertainty): Permintaan pelanggan
berfluktuasi.
• Ketidakpastian Lead Time (Supply
Uncertainty): Waktu pengiriman dari
pemasok bisa molor.
• Dampaknya: STOCKOUT! (Kehabisan
Stok)
• Solusi: Kita
membutuhkan PENYANGGA → SAFETY
STOC
Universitas Suryadarma
Konsep Dasar: Service Level
Service Level: Seberapa Baik Kita Melayani?
•Definisi: Probabilitas bahwa permintaan selama lead time tidak akan melebihi
persediaan yang ada.
•Mengukur Kinerja Layanan:
• Cycle Service Level: Probabilitas untuk tidak mengalami stockout
dalam satu siklus pesan.
• Fill Rate: Persentase unit permintaan pelanggan yang dapat dipenuhi
langsung dari stok (biasanya lebih tinggi dari Cycle Service Level).
•Interpretasi: Service Level 95% berarti terdapat 5% kemungkinan kita akan
kehabisan stok selama lead time.
•Trade-off: Service Level yang lebih tinggi membutuhkan Safety Stock yang
lebih besar → Biaya penyimpanan yang lebih tinggi.
Universitas Suryadarma
Konsep Dasar: Safety Stock
•Definisi: Jumlah persediaan tambahan yang
disimpan untuk melindungi dari
ketidakpastian permintaan dan lead time.
•Fungsi:
• Menjaga kelangsungan operasi ketika
permintaan lebih tinggi dari perkiraan.
• Melindungi dari keterlambatan
pengiriman pemasok.
•Visualisasi: Grafik persediaan over time
yang menunjukkan bagaimana safety stock
"diterobos" saat terjadi lonjakan permintaan,
mencegah stockout.
Universitas Suryadarma
Konsep Dasar: Reorder Point (ROP) contoh reorder
point
Reorder Point: Kapan Harus Memesan?
•Definisi: Tingkat persediaan yang memicu
pemesanan ulang.
•ROP dalam Dunia Pasti (EOQ):
•ROP = Permintaan selama Lead Time
•ROP = d * L
•ROP dalam Dunia Tidak Pasti:
•ROP = (Permintaan Rata-rata selama Lead
Time) + (Safety Stock)
•ROP = d' * L + SS
Universitas Suryadarma
Faktor Lain yang Mempengaruhi Safety Stock
•Tingkat Produk: Safety Stock untuk produk high-
volume vs. low-volume.
•Nilai Produk: Biaya penyimpanan untuk produk
bernilai tinggi.
•Tingkat Kemudahan Pemenuhan Kembali
(Lead Time): Lead Time yang lebih pendek
membutuhkan safety stock yang lebih kecil.
•Tingkat Variabilitas: Produk dengan permintaan
yang sangat tidak stabil.
•Strategi Perusahaan: Apakah perusahaan ingin
menjadi pemimpin biaya atau pemimpin
diferensiasi?
Universitas Suryadarma
Menyeimbangkan Risiko dan Biaya
•Biaya yang Terkait:
• Biaya Kekurangan Stok (Stockout Cost): Kehilangan penjualan, kehilangan pelanggan,
dampak reputasi.
• Biaya Penyimpanan (Holding Cost): Biaya modal, ruang, asuransi, kerusakan, keusangan.
•Tujuan Manajemen: Menemukan tingkat Safety Stock yang meminimalkan total biaya.
Universitas Suryadarma
Ringkasan dan Kesimpulan
[Link] adalah realita dalam rantai pasok.
[Link] Stock adalah penyangga untuk mengatasi ketidakpastian
permintaan dan lead time.
[Link] Level adalah tujuan strategis yang menentukan besarnya
safety stock.
[Link] Point (ROP) dihitung sebagai permintaan rata-rata
selama lead time ditambah safety stock.
[Link] Logistik harus pintar menyeimbangkan trade-off antara
biaya penyimpanan dan risiko stockout.
Universitas Suryadarma
DAFTAR PUSTAKA
1. Buku Teks Utama (Wajib):
•Chopra, S., & Meindl, P. (2018). Supply Chain Management: Strategy, Planning, and Operation (7th ed.). Pearson.
• Chapter 12: "Managing Uncertainty in a Supply Chain: Safety Inventory" membahas topik ini dengan sangat mendalam,
termasuk rumus dan contoh numerik.
•Jacobs, F. R., Chase, R. B., & Lummus, R. R. (2014). Operations and Supply Chain Management (14th ed.). McGraw-Hill/Irwin.
• Chapter 11: "Inventory Management" mencakup konsep ROP, Safety Stock, dan Service Level dengan penjelasan yang jelas.
2. Buku Teks Pendukung:
•Heizer, J., Render, B., & Munson, C. (2020). Operations Management: Sustainability and Supply Chain Management (13th ed.).
Pearson.
• Chapter 12: "Inventory Management" menyajikan materi dengan pendekatan yang aplikatif dan banyak contoh soal.
•Ballou, R. H. (2004). Business Logistics/Supply Chain Management: Planning, Organizing, and Controlling the Supply
Chain (5th ed.). Prentice Hall.
• Buku klasik di bidang logistik yang membahas dasar-dasar manajemen persediaan dengan sangat kuat.
3. Sumber Akademik & Jurnal:
•Silver, E. A., Pyke, D. F., & Thomas, D. J. (2016). Inventory and Production Management in Supply Chains (4th ed.). CRC Press.
• Sumber yang sangat komprehensif dan teknis bagi yang ingin mendalami model-model persediaan secara matematis.
•Zipkin, P. H. (2000). Foundations of Inventory Management. McGraw-Hill.
• Buku teks tingkat lanjut yang membahas teori di balik model-model persediaan.
4. Artikel Online (Opsional):
•APICS Dictionary. (Edisi Terbaru). Definisi untuk "safety stock," "reorder point," "cycle service level," dan "fill rate."
•Situs seperti: CSCMP (Council of Supply Chain Management Professionals), Supply Chain Dive, atau Logistics Management sering
memuat artikel tentang best practices dalam mengelola safety stock.
Universitas Suryadarma
TERIMA KASIH
Universitas Suryadarma