Lansia Binaan Primer
zzASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK
PADA NY. J DENGAN HIPERTENSI (KLIEN PRIMER)
DI LINGKUNGAN I KELURAHAN KEDAI DURIAN
KECAMATAN MEDAN JOHOR
Dina Rasmita, [Link]
051101056
PENDIDIKAN PROFESI NERS
FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN, 2010
Laporan Keperawatan Gerontik
Program Profesi Ners
2010
Lansia Binaan Primer
PENGKAJIAN
KEPERAWATAN GERONTIK
I. Identitas Klien
Nama : Ny.J
Jenis kelamin : Perempuan
Tempat lahir : Medan
Status Perkawinan : Janda
Agama : Islam
Suku : Jawa
Pendidikan : SD
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Alamat : Jl. Sari No.60 Lingkungan I
Kelurahan Kedai Durian Kecamatan Medan Johor
Penanggung Jawab
Nama : Tn. A
Hubungan dgn pasien : Anak kandung
Pekerjaan : Wiraswasta
Alamat : Jl. Sari No.60 Lingkungan I
Kelurahan Kedai Durian Kecamatan Medan Johor
II. Riwayat Kesehatan Keluarga / Genogram
Genogram
Ny. j
80 th
Keterangan:
: Laki-laki
Laporan Keperawatan Gerontik
Program Profesi Ners
2010
Lansia Binaan Primer
: : Perempuan
: Klien
: Meninggal (laki-laki)
: Meningggal (perempuan)
: Tinggal serumah
: Cerai
III. Riwayat Kesehatan Saat Ini
Keluhan utama lansia :
Setelah dilakukan pengkajian terhadap Ny.J ternyata klien mempunyai
masalah hipertensi. Namun klien mengatakan tidak pernah mengalami
pusing-pusing ataupun oyong ketika tekanan darahnya meningkat
seperti saat dilakukan pengkajian. Keluhan yang beliau rasakan
terkadang hanya sedikit kaku pada bagian tengkuk. Klien mengeluh
sering terasa sakit pada kaki.
Penyebab :
Klien mengatakan bahwa keadaannya saat ini dikarenakan usianya yang
sudah tua.
Timbul :
Beliau mengetahui masalah hipertensinya sekitar 1 tahun belakangan
ini, ketika memeriksakan diri ke dokter hingga saat ini tekanan darahnya
selalu tinggi.
Faktor yang memperberat :
Klien mengatakan saat kecapekan beraktivitas dan banyak pikiran
(stress).
Kemampuan lansia yang dapat dilakukan untuk meringankan
penyakitnya:
Klien mengatakan minum obat dan istirahat yang cukup.
Laporan Keperawatan Gerontik
Program Profesi Ners
2010
Lansia Binaan Primer
IV. Riwayat Kesehatan Masa Lalu
Riwayat yang pernah di derita :
Tidak ada masalah kesehatan yang serius.
V. Riwayat Sehari-hari
Persepsi Lansia terhadap Sehat/Sakit :
Klien mengatakan sehat adalah bila seseorang tidak merasakan keluhan
apapun dan bisa melakukan semua kegiatan sehari-hari dengan baik
seperti: bisa bekerja dan tidak ada gangguan pada makan, sedangkan
sakit menurut klien adalah bila tubuh merasa tidak nyaman, tidak bisa
beraktivitas dan tidak mau makan.
Kebiasaan
Klien tidak mempunyai kebiasaan merokok, minum kopi, alkohol. Klien
memiliki kebiasaan mengonsumsi teh manis.
Pola nutrisi
Klien makan 3x sehari, beliau mengatakan tidak ada masalah pada
selera makannya. Menu yang dikonsumsi bervariasi sesuai dengan
keinginan dan kondisi keuangan. Menu makanan klien sama dengan
anggota keluarga dan tidak ada menu khusus untuk klien. Klien
mempunyai makanan kesukaan yaitu pisang goreng, tetapi klien sudah
lama tidak makan makanan kesukaannya.
Pola Istirahat
Klien mengatakan bahwa kebutuhan tidurnya tercukupi. Klien tidur
pada malam hari biasanya pukul 21.00 WIB atau sehabis shalat Isya dan
bangun pagi saat mendengar ngaji dari mesjid untuk persiapan shalat
subuh. Masalah tidur klien yaitu sering terbangun malam hari karena
BAK. Ny.J juga biasa istirahat siang hari kalau di rumahnya ada anak
atau cucu klien karena siang hari klien selalu sendiri rumah.
Pola Eliminasi
Pola eliminasi Ny.J dalam batas normal :
BAB 1x sehari (diare kadang-kadang, konstipasi - )
BAK 6-7x sehari (inkontinensia - )
Kebiasaan Olah Raga
Laporan Keperawatan Gerontik
Program Profesi Ners
2010
Lansia Binaan Primer
Klien sering jalan pagi di depan halaman rumah.
Kemampuan melakukan ADL
Klien masih bisa melakukan aktifitas untuk memenuhi kebutuhan
sehari-hari seperti makan, minum, berpakaian, kebutuhan eliminasi,
personal higiene tanpa bantuan orang lain.
Rekreasi
Klien jarang berekreasi ke tempat wisata/hiburan. Beliau mengunjungi
cucu atau saudara sebagai rekreasi.
VI. Riwayat Psikologis
Keadaan emosi klien stabil, kooperatif dalam berkomunikasi dengan
perkataan yang jelas. Klien tidak pernah terlihat berkeluh kesah terhadap
kondisi kesehatan dan keluarganya. Klien mudah tersinggung dan cepat
marah.
VII. Riwayat Sosial Ekonomi
Klien bekerja di rumah sebagai ibu rumah tangga, kehidupan sehari-hari
klien ditanggung oleh anak klien nomor 7. Hubungan dengan keluarga dan
tetangganya harmonis/baik. Klien tidak mengikuti kegiatan perwiritan di
lingkungannya karena kondisi klien yang sulit berjalan.
[Link] Spiritual dan Kultural
Klien beragama Islam dan taat dalam melakukan ibadah seperti shalat 5
waktu.
VIII. Pemeriksaan Fisik
Keadaan umum : Baik, Compos mentis
Tanda vital
TD : 200/ 90 mmHg
HR : 96 x/ menit
RR : 21 x/menit
Kepala
Laporan Keperawatan Gerontik
Program Profesi Ners
2010
Lansia Binaan Primer
Bentuk bulat, simetris, tidak terlihat adanya peradangan, rambut mulai
menipis, dan sudah putih, kulit kepala dan rambut bersih.
Mata
Simetris kanan dan kiri, anemis (-), peradangan (-), pandangan sudah
mulai kabur dan tidak menggunakan kacamata.
Telinga
Ketajaman pendengaran kurang baik, peradangan (-), nyeri (-).
Hidung
Bentuk anatomis, peradangan (-), sekret (-), pernafasan cuping hidung (-),
fungsi penciuman masih baik, klien masih bisa mengidentifikasi bau.
Mulut dan tenggorokan
Tidak ada gangguan menelan, peradangan (-), stomatitis (-) dan tidak ada
pembesaran kelenjar tiroid.
Sistem Pernafasan
Pengembangan paru optimal, tidak tampak adanya tanda-tanda kesulitan
pernafasan (penggunaan otot-otot bantu pernafasan dan cuping hidung (-),
RR=21x/i).
Sistem Kardiovaskuler
TD : 200/90 mmHg, HR : 96 x/menit, bunyi jantung normal, suara jantung
tambahan (-), pembesaran jantung (-), tidak terlihat tanda-tanda sianosis
dan edema, terdapat varises pada kaki.
Sistem Gastrointestinal
Pencernaan baik, ascites (-), pembesaran organ (-), peristaltik usus (+),
nyeri tekan (-), tidak ada kesulitan mengunyah atau menelan..
Sitem Genitourinari
Klien mengatakan tidak ada keluhan pada system genitourinarinya,
inkontinensia (-).
Sistem Muskuloskeletal (Tingkat mobilisasi; paralisis; kiposis; ROM)
Ekstremitas atas :
Tidak ada kelainan struktur dan fungsi.
Laporan Keperawatan Gerontik
Program Profesi Ners
2010
Lansia Binaan Primer
Ekstremitas masih dapat digerakkan ke segala arah, hanya kadang-
kadang tangan terasa kebas dan linu, tidak ada pembengkakan sendi,
edema dan fraktur.
Ekstremitas bawah :
Kaki kanan dan kiri masih dapat digerakkan dan klien masih dapat
berjalan.
Rentang gerak klien baik dan aktif, tidak ada kelumpuhan pada otot,
pergerakan ekstremitas kanan kiri baik.
Sistem Neurologi
Klien tidak pernah mengalami stroke, memori jangka pendeknya masih
baik, sedangkan memori jangka panjang kurang baik karena klien tidak
mampu mengingat tanggal lahir dan tahun lahir serta jumlah anggota
saudara kandung dari suaminya.
IX. Pemeriksaan Penunjang
KGD=124 mg/dl
X. Riwayat Terapi
Terapi obat-obatan dari dokter atau beli di warung sesuai dengan keluhan
yang di alami. Klien mengonsumsi sulfat ferosus.
Laporan Keperawatan Gerontik
Program Profesi Ners
2010
Lansia Binaan Primer
ANALISA DATA
No Data Etiologi Masalah
Keperawatan
1 DS: Hipertensi Proses menua Nyeri
Klien mengatakan
kaki klien suka sakit Vasoko Auto imun
begitu juga dengan ntriksi
kepala klien, tengkuk Pembuluh Inflamasi
klien sering terasa darah
panas.
DO: Peningkatan Nyeri
Skala nyeri kaki=3 Tekanan
Skala nyeri kepala =4 serebral
TD:200/90mmHg,
HR: 96x/i, RR=21x/i Nyeri (Sakit
Klien tampak lemah Kepala)
dan berjalan pelan-
pelan.
2 DS: Kurang informasi tentang Kurang
Klien mengatakan penyakitnya Pengetahuan
tidak tahu tentang tentang
penyakit rematik dan Kurang pengetahuan Penyakitnya
hipertensi yang tentang penyakitnya
dideritanya serta
perawatan
penyakitnya tersebut.
DO:
Laporan Keperawatan Gerontik
Program Profesi Ners
2010
Lansia Binaan Primer
Klien bertanya
tentang masalah
penyakitnya dan
perawatannya.
3 DS: Prose menua Resiko tinggi
Klien mengatakan gannguan
apabila banyak Penurunan fungsi tulang mobilitas fisik
berdiri kaki klien
suka sakit dan mudah Kekuatan otot kaki lemah
capek.
DO: Sakit ketika berdiri
Klien tampak pelan-
pelan ketika berjalan Resiko tinggi gangguan
dan berdiri. mobilitas fisik
4 DS: Proses menua Resiko tinggi
Klien mengatakan cedera
kakinya terkadang Kekuatan otot melemah
suka sakit dan ngilu Nyeri pada sendi
dan tidak tahan
berdiri. Resiko tinggi cedera
Klien mengatakan
siang hari klien selalu
sendiri di rumah.
DO:
Klien tampak hati-
hati dalam berjalan.
Diagnosa Keperawatan :
1. Nyeri b/d peningkatan tekanan vaskular serebral dan inflamasi sendi d/d
klien mengatakan sering sakit kepala dan kaki, skala nyeri kaki=3, skala
Laporan Keperawatan Gerontik
Program Profesi Ners
2010
Lansia Binaan Primer
nyeri kepala=4, TD=200/90 mmHg, HR=96x/i, RR=21x/i, dan klien
tampak berjalan hati-hati.
2. Kurang pengetahuan mengenai penyakit (hipertensi dan rhematoid
arthritis) b/d kurang informasi mengenai penyakit (hipertensi dan
rhematoid arthritis) d/d klien bertanya mengenai masalah kesehatan.
3. Resiko tinggi gangguan mobilitas fisik b/d nyeri dan penurunan kekuatan
otot kaki d/d klien mengatakan tidak tahan berdiri, mudah capek jika
beraktivitas, dan klien tampak pelan-pelan ketika berjalan.
4. Resiko tinggi cedera b/d kelemahan otot dan nyeri d/d klien mengatakan
sering sakit dan ngilu pada kakinya dan tidak tahan berdiri, klien tampak
berjalan dengan hati-hati.
Laporan Keperawatan Gerontik
Program Profesi Ners
2010
Lansia Binaan Primer
RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN
DX
NO KEPERAWATAN TUJUAN/KRITE INTERVENSI RASIONAL
RIA HASIL
1 Nyeri berhubungan Tujuan Selidiki keluhan nyeri; catat lokasi nyeri Membantu dalam menentukan
dengan peningakatan Nyeri hilang. dan intensitas (skala 0 - 10). Catat faktor kebutuhan manajemen nyeri
tekanan vaskular Kriteria Hasil: yang mempercepat dan tanda-tanda rasa dan keefektifan program.
serebral dan Klien terlihat sakit non-verbal.
inflamasi sendi. rileks. Anjurkan pasien untuk mandi air hangat Panas meningkatkan relaksasi
Berpartisipasi atau mandi pancuran pada waktu bangun otot dan mobilitas,
dalam aktivitas dan pada waktu tidur. menurunkan rasa sakit.
sesuai Berikan massage lembut. Meningkatkan relaksasi otot.
kemampuan. Dorong penggunaan teknik massase. Meningkatkan relaksasi dan
memberikan rasa nyaman
sehingga dapat mengurangi
nyeri.
Berikan kompres hangat jika Mengurangi nyeri.
dibutuhkan.
2 Resiko tinggi Tujuan Evaluasi/ lanjutkan pemantauan tingkat Tingkat aktivitas/latihan
gangguan mobilitas Gangguan mobilitas inflamasi/ rasa sakit pada sendi. tergantung dari
fisik berhubungan fisik tidak terjadi. perkembangan/resolusi dari
dengan nyeri dan Kriteria Hasil proses inflamasi.
penurunan kekuatan Klien dapat Berikan lingkungan yang aman. Menghindari cedera akibat
otot. mempertahankan atau kecelakaan .
meningkatkan Demontrasikan/bantu teknik pemindahan Teknik pemindahan yang
kekuatan dan fungsi dan penggunaan bantuan mobilitas. tepat dapat mencegah robekan
Laporan Keperawatan Gerontik
Program Profesi Ners
2010
Lansia Binaan Primer
dari dan atau abrasi kulit.
kompensasi bagian Ajarkan latihan rentang gerak aktif/ Mempertahankan fungsi sendi,
tubuh. pasif. kekuatan otot dan stamina
umum.
Dorong pasien mempertahankan postur Memaksimalkan fungsi sendi.
tegak dan duduk tinggi berdiri dan
berjalan.
3 Kurang pengetahuan Tujuan Berikan pendidikan kesehatan tentang Meningkatkan pengetahuan
mengenai penyakit Klien dapat mengerti penyakitnya. klien tentang penyakitnya.
berhubungan dengan akan penyakitnya. Diskusikan kebiasaan klien dalam Tujuan kontrol penyakit
kurangnya informasi Kriteria Hasil : penatalaksanaan proses penyakit melalui adalah untuk menekankan
mengenai penyakit. Menunjukan diet, obat-obatan dan program diet inflamasi sendiri/ jaringan lain
pemahaman seimbang, latihan dan istirahat. untuk mempertahankan fungsi
tentang kondisi/ sendi dan mencegah
prognosis deformitas.
perawatan. Tekankan pentingnya melanjutkan Keuntungan terapi obat-
Mengembangkan manajemen farmakoterapeutik. obatan tergantung pada
rencana untuk ketepatan dosis.
perawatan diri, Tinjau pentingnya diet yang seimbang Meningkatkan perasaan sehat
termasuk dengan makanan yang banyak umum dan perbaikan
modifikasi gaya mengandung vitamin, protein dan zat regenerasi jaringan.
hidup yang besi.
konsisten. Bantu dalam merencanakan jadwal Memberikan struktur dan
aktifitas terintegrasi yang realistis, mengurangi ansietas pada
istirahat, perawatan pribadi, dan waktu menangani proses
manajemen stress. penyakit kronis kompleks.
4 Resiko Tujuan Kaji kemampuan secara fungsional. Mengidentifikasi kekuatan dan
Laporan Keperawatan Gerontik
Program Profesi Ners
2010
Lansia Binaan Primer
tinggi Cedera tidak terjadi. kelemahan.
terjadinya Kriteria Hasil Ciptakan lingkungan dan penerangan Untuk menghindari terjadinya
cedera Klien dapat yang cukup. trauma fisik akibat kecelakaan.
berhubung melakukan aktivitas Anjurkan pada keluarga untuk menemani Mencegah terjadinya cedera
an dengan sesuai kemampuan klien dalam perawatan lansia. fisik.
kelemahan dan tanpa cedera. Libatkan anggota keluarga dalam Memberikan pemahaman kepada
otot. perawatan lansia. keluarga dan cara perawatan
lansia di rumah.
CATATAN PERKEMBANGAN NY.J
Laporan Keperawatan Gerontik
Program Profesi Ners
2010
Lansia Binaan Primer
No Waktu Diagnosa Keperawatan Implementasi Evaluasi
1 Senin, Nyeri berhubungan dengan Mengukur tanda-tanda vital. S:
29 Maret peningakatan tekanan Klien mengatakan terasa nyeri pada
2010 vaskular serebral dan Mengkaji keluhan nyeri. Lokasi dan pinggang dan juga pada sendi lutut serta
inflamasi sendi. intensitas nyeri (skala 0-10). kaki jika beraktivitas dan terkadang
sakit kepala.
Mencatat faktor yang memperberat Klien mengatakan harus beristirahat
sakit. jika nyeri muncul karena klien merasa
sangat lemah untuk beraktivitas.
Menganjurkan klien untuk mandi air O:
hangat pada waktu bangun tidur/pagi Klien tampak mengelus daerah yang
hari. nyeri, tidak ditemukan edema pada
ekstremitas bawah.
Mengajarkan teknik relaksasi (tarik
Skala nyeri kaki=3, skala nyeri
nafas dalam).
kepala=4
Menganjurkan klien untuk massage atau TD= 190/100 mmHg, HR= 96x/i, RR=
menggunakan kompres hangat pada 20x/i
daerah yang nyeri. Klien memahami teknik relaksasi untuk
mengurangi nyeri.
Menganjurkan pada klien untuk tidak Klien akan mencoba menggunakan
terlalu banyak pikiran dan jika ada massage dan kompres hangat untuk
masalah klien dapat menceritakannya daerah yang nyeri.
kepada anggota keluarga. A:
Masalah teratasi sebagian klien mau
mencoba melakukan yang telah
diajarkan oleh perawat.
P:
Laporan Keperawatan Gerontik
Program Profesi Ners
2010
Lansia Binaan Primer
Intervensi dilanjutkan ( kaji keluhan
nyeri, anjurkan klien teknik relaksasi
napas dalam dan kompres hangat untuk
mengurangi nyeri).
Kurang pengetahuan S:
mengenai penyakit b/d Mendiskusikan kebiasaan klien dalam
Klien mengatakan tidak banyak
kurang informasi mengenai penatalaksanaan proses penyakit.
mengetahui informasi tentang
penyakit. Menganjurkan pada klien untuk
penyakitnya.
mempertahankan pembatasan konsumsi
O:
garam dan makanan yang berlemak.
Menganjurkan klien untuk membuat jus Klien memahami penjelasan yang
timun atau mengonsumsi timun. disampaikan.
A:
Masalah teratasi sebagian
P:
Intervensi dilanjutkan (berikan pendidikan
kesehatan tentang hipertensi dan
rheumatoid arthritis).
Resiko tinggi gangguan Anjurkan klien untuk mempertahankan S:
mobilitas fisik b/d nyeri posisi tegak dan duduk tinggi waktu Klien mengatakan akan melakukan apa
dan penurunan kekuatan berdiri atau berjalan. yang telah diajurkan perawat.
otot. Menganjurkan untuk istirahat yang O:
cukup, tidak beraktivitas terlalu berat.
Menganjurkan untuk tidak mengangkat Klien tampak antusias mendengarkan
beban berat. penjelasan perawat.
A:
Masalah teratasi sebagian klien mau
Laporan Keperawatan Gerontik
Program Profesi Ners
2010
Lansia Binaan Primer
melakukan apa yang telah dianjurkan
oleh perawat.
P:
Intervensi dilanjutkan (anjurkan pada
keluarga untuk mencipatakan lingkungan
yang aman seperti lantai di rumah dan
kamar mandi tidak licin).
2 Rabu, Nyeri berhubungan dengan Mengukur tanda-tanda vital. S:
31 Maret peningakatan tekanan Klien mengatakan nyeri berkurang.
2010 vaskular serebral dan Mengkaji keluhan nyeri. Lokasi dan O :
inflamasi sendi. intensitas nyeri (skala 0-10). Klien tampak mengelus daerah yang
nyeri, tidak ditemukan edema pada
Mencatat faktor yang memperberat ekstremitas bawah.
sakit. Skala nyeri kaki= 3, skala nyeri kepala=
3.
Menganjurkan klien untuk mandi air TD=180/90 mmHg, HR= 86x/i, RR=
hangat pada waktu bangun tidur/pagi 18x/i.
hari. Klien memahami teknik relaksasi yang
diajarkan untuk mengurangi nyeri.
Mengajarkan teknik relaksasi (tarik
Klien akan mencoba menggunakan
nafas dalam).
massage dan kompres hangat untuk
Menganjurkan klien untuk massage atau daerah yang nyeri.
menggunakan kompres hangat pada A:
daerah yang nyeri. Masalah teratasi sebagian klien mau
mencoba melakukan yang telah
diajarkan oleh perawat.
P:
Laporan Keperawatan Gerontik
Program Profesi Ners
2010
Lansia Binaan Primer
Intervensi dilanjutkan ( kaji keluhan
nyeri, anjurkan klien teknik relaksasi
napas dalam dan kompres hangat untuk
mengurangi nyeri).
S:
Kurang pengetahuan Mendiskusikan kebiasaan klien dalam Klien mengatakan telah melakukan apa
mengenai penyakit b/d penatalaksanaan proses penyakit. yang dianjurkan oleh perawat.
kurang informasi mengenai Menganjurkan pada klien untuk O:
penyakit. mempertahankan pembatasan konsumsi
garam. Klien memahami penjelasan yang
Menanyakan pada klien apakah telah disampaikan.
mengonsumsi jus timun atau A:
mengonsumsi timun. Masalah teratasi sebagian
Memberikan pendidikan kesehatan P:
tentang hipertensi.
Intervensi dilanjutkan (berikan pendidikan
kesehatan tentang rheumatoid arthritis).
Resiko tinggi gangguan Mengingatkan kembali pada klien S:
mobilitas fisik b/d nyeri untuk mempertahankan Klien mengatakan akan melakukan apa
dan penurunan kekuatan posisi tegak dan duduk tinggi waktu yang telah diajurkan perawat.
otot berdiri atau berjalan.
Mengingatkan kembali pada klien untuk O :
istirahat yang cukup, tidak beraktivitas
terlalu berat. Klien dan keluarga tampak antusias
Mengingatkan kembali untuk tidak mendengarkan penjelasan perawat.
Laporan Keperawatan Gerontik
Program Profesi Ners
2010
Lansia Binaan Primer
mengangkat beban berat. A:
Menganjurkan pada keluarga untuk Masalah teratasi klien dan keluarga akan
mencipatakan lingkungan yang aman melakukan apa yang telah dianjurkan
seperti lantai di rumah dan kamar mandi oleh perawat.
tidak licin. P:
Intervensi dihentikan.
Resiko tinggi cedera b/d Mengkaji kemampuan secara S:
kelemahan otot. fungsional. Klien mengatakan masih bisa makan,
Menganjurkan pada klien untuk minum, BAB, BAK dan mandi sendiri.
meminta bantuan pada keluarga jika Klien mengatakan untuk kegiatan yang
melakukan aktivitas yang berat dan berat meminta bantuan dari keluarga.
memegang dinding atau memakai alat Klien mengatakan akan melakukan apa
bantu ketika berjalan. yang dianjurkan oleh perawat.
Menganjurkan pada keluarga untuk O:
menemani lansia dalam melakukan Klien tampak lemah, berjalan dengan
perawatan lansia seperti mengingatkan perlahan.
lansia untuk selalu memperhatikan A:
makanan boleh dikonsumsi berkaitan Masalah teratasi klien dana keluarga
dengan kesehatannya, menemani lansia mau melakukan apa yang dianjurkan
berobat ke puskesmas. oleh perawat.
P :
Intervensi dihentikan.
3 Senin, Nyeri berhubungan dengan Mengukur tanda-tanda vital. S:
5April peningakatan tekanan Klien mengatakan nyeri pada kepala
2010 vaskular serebral dan Mengkaji keluhan nyeri. Lokasi dan klien dan klien mengatakan lemas.
inflamasi sendi. intensitas nyeri (skala 0-10). Klien mengatakan tengkuknya terasa
Laporan Keperawatan Gerontik
Program Profesi Ners
2010
Lansia Binaan Primer
panas.
Membawa klien berobat ke puskesmas. O:
Wajah klien tampak pucat dan klien
Menjelaskan cara minum obat yang tampak lesu.
diberikan. Skala nyeri kepala= 5.
TD=210/100 mmHg, HR= 96x/i, RR=
Menjelaskan pada keluaga tentang cara 20x/i.
minum obat yang diberikan pada klien Klien menyebutkan kembali tentang
dan menganjurkan keluarga untuk cara minum obat yang diajarkan oleh
mengingatkan klien minum obat. perawat.
A:
Menganjurkan klien minum air hangat
Masalah teratasi sebagian klien mau
untuk mengurangi nyeri kepala.
melakukan yang telah diajarkan oleh
perawat.
P:
Intervensi dilanjutkan (kaji keluhan
nyeri, ajarkan klien cara mengatasi
nyeri kepala).
Kurang pengetahuan Mendiskusikan kebiasaan klien dalam S:
mengenai penyakit b/d penatalaksanaan proses penyakit. Klien mengatakan bahwa klien belum
kurang informasi mengenai Mengingatkan klien untuk membatasi mengonsumsi jus timun seperti yang
penyakit. mengonsumsi makanan yang asin dan disarankan oleh perawat.
berlemak. O:
Menanyakan pada klien apakah telah
mengonsumsi jus timun atau Klien memahami penjelasan yang
mengonsumsi timun. disampaikan.
Memberikan pendidikan kesehatan A:
tentang rhematoid arthritis. Masalah teratasi sebagian (klien belum
Laporan Keperawatan Gerontik
Program Profesi Ners
2010
Lansia Binaan Primer
mengonsumsi jus timun seperti yang
dianjurkan oleh perawat dan memahami
penjelasan yang disampaikan oleh
perawat).
P:
Intervensi dilanjutkan (ajarkan pada
keluarga agar memperhatikan pola makan
klien seperti makanan yang boleh dimakan
oleh klien).
Selasa, Nyeri berhubungan dengan Mengukur tanda-tanda vital. S:
6April peningakatan tekanan Klien mengatakan nyeri kepala
2010 vaskular serebral dan Mengkaji keluhan nyeri. Lokasi dan berkurang, tetapi tengkuknya terasa
inflamasi sendi. intensitas nyeri (skala 0-10). panas.
Kaki klien di daerah lutut terasa ngilu.
Memvalidasi pada klien tentang teknik Klien mengatakan telah minum air
mengatasi nyeri yang telah dilakukan hangat dan obat untuk mengurangi
oleh klien seperti yang diajarkan oleh nyeri kepala.
perawat. O:
Skala nyeri kepala= 3.
TD=180/90 mmHg, HR= 86x/i, RR=
20x/i.
A:
Masalah teratasi sebagian (klien telah
melakukan yang diajarkan oleh
perawat).
P:
Intervensi dilanjutkan (kaji keluhan nyeri,
ajarkan teknik mengatasi nyeri kepala.
Laporan Keperawatan Gerontik
Program Profesi Ners
2010
Lansia Binaan Primer
Kurang pengetahuan Menanyakan pada klien apakah telah S :
mengenai penyakit b/d mengonsumsi jus timun atau Klien mengatakan belum mengonsumsi
kurang informasi mengenai mengonsumsi timun. jus timun.
penyakit. Menjelaskan pada keluarga tentang O :
makanan yang boleh dimakan oleh klien.
Keluarga klien memahami penjelasan
yang disampaikan oleh perawat.
A:
Masalah teratasi (keluarga klien
memahami penjelasan yang disampaikan
oleh perawat).
P:
Intervensi dihentikan.
Rabu, Nyeri berhubungan dengan Mengukur tanda-tanda vital. S:
7 April peningakatan tekanan Klien mengatakan nyeri kepala
2010 vaskular serebral dan Mengkaji keluhan nyeri. Lokasi dan berkurang, tetapi tengkuknya terasa
inflamasi sendi. intensitas nyeri (skala 0-10). panas.
Kaki klien di daerah lutut terasa ngilu.
Memvalidasi pada klien tentang teknik Klien mengatakan telah minum air
mengatasi nyeri yang telah dilakukan hangat dan obat untuk mengurangi
oleh klien seperti yang diajarkan oleh nyeri kepala.
perawat. O:
Skala nyeri kepala= 3.
Mengajarkan klien teknik mengatasi TD=180/90 mmHg, HR= 90x/i, RR=
nyeri kepala. 20x/i.
Klien dapat menyebutkan 2 cara dari 5
cara yang telah diajarkan oleh perawat
Laporan Keperawatan Gerontik
Program Profesi Ners
2010
Lansia Binaan Primer
dalam mengatasi nyeri kepala.
A:
Masalah teratasi (klien mau melakukan
apa yang telah diajarkan oleh perawat).
P:
Intervensi dihentikan.
Laporan Keperawatan Gerontik
Program Profesi Ners
2010
Lansia Binaan Primer
Laporan Keperawatan Gerontik
Program Profesi Ners
2010