MUSKULO II
CARPAL TUNNEL SYNDROME, topis C6-TH1
*Syndrome = kumpulan gejala
*Tunnel = tertekan
*Carpal = terowongan
Carpal tunnel syndrome berkaitan dengan nervus medianus yang mempersarafi jari 1, 2, 3, dan
4 1/2 lateral. Nervus medianus tertekan/ terdesak saat melewati bagian bawah dari
retinakulum flexor -> terjadilah gangguan sensorik. Bicara tentang CTS, yang bermasalah adalah
ototnya, tepatnya otot thenar.
Anatomi nervus medianus
Nervus medianus dibentuk oleh plexus brachialis (C5-TH1) berjalan mulai dari brachium ->
antebrachium -> flexor carpi radilalis & profunda -> kemudian akan melewati terowongan yang
berisi tulang-tulang carpal yang dibungkus oleh retinakulum flexor dan mempersarafi jari 1, 2, 3
dan 1/2 4 lateral.
Retinakulum flexor
Retinaculum flexor membentang dari os
scaphoid -> traphezoid -> pisiformis ->
hamatum ke arah volar
Otot" thenar berisi tendon [Link] policis
longus, tendon [Link] digitorum longus,
dan nervus medianus
Apa yang terjadi pada carpal tunnel syndrome?
Ruangan dalam carpal tunnel terbatas dan nervus medianus tertekan, apa yang tekan ? otot
yang edema akibat trauma pekerjaan yang repetisi (sifatnya berulang) contohnya mencabut
rumput, menjahit dan mengetik, berarti tahap ini merupakan penyebab primer terjadinya CTS.
Jika terjadi secara sekunder, berarti ada penyakit yang mendahului misalnya pada penyakit OA,
DM, mixedema, akromegali, amyloidosis dan wanita hamil.
Gejala klinis
Nyerinya sifatnya tumpul dan hilang timbul
Kram"/kesemutan, nyeri, baal, parestesia pada
pada jari yang sama akibat pekerjaan repetisi
permukaan flexor jari
yang banyak menggunakan otot" flexor
Nyeri terutama di malam hari, kenapa? karna Tipe nyerinya yaitu nyeri inflamasi yang
pada malam hari glandula suprarenal lebih aktif berkurang saat mengibas-ngibaskan tangan
untuk menghasilkan kortisol, yang kita tau (flick sign)
merupakan bahan biokimia steroid, jadi
tambah nyeri karna diprovokasi oleh
peningkatan hormon steroid pada malam hari
Khas gambar jari (median nerve injury)
Benedict hand/apelike
hand (apehand)
Klasifikasi CTS
-CTS ringan-sedang = nyeri saat beraktivitas, gejala klasik dll, belum ada atrofi otot
-CTS berat = sudah ada atrofi otot thenar
Diagnosis mudah dari CTS sebenarnya dari gejala dan pekerjaan pasien
Pemeriksaan penunjang
-Tinel sign (+) = menekan" di area terowongan carpal
-Phalen sign (+) = memprovokasi timbulnya nyeri pada terowongan carpal
-Tes EMG = Untuk lihat hantaran saraf ke otot dan melihat atrofi otot,ini sebenarnya untuk
pemeriksaan awal juga
-Gold standard pemeriksaan CTS = nerve conduction velocity
Tatalaksana
ISTIRAHATKAN TANGAN
1. Pemberian analgetik adjuvan (spesifik) = carbamazepin 2x100 mg, amitriptilin 12,5-25 mg,
gabapentin 300 mg, dan pregabalin 75 mg.
2. NSAID biasa yang penting ndada riw muntah darah, gangguan saluran cerna = natrium
diclofenac, asam mefenamat. Kalo ada bole pake celecoxib
3. Pemberian kortikosteroid oral = untuk tekan inflamasi karna peningkatan steroid pada
malam hari tadi yang provokasi nyeri
4. Injeksi kortikosteroid 40 mg
5. Pemberian vitamin B6 (piridoksin) = bagus untuk saraf
Terapi operatif kapan? atas indikasi :
1. Jika dalam 3 bulan pengobatan tdk menbaik
2. Kelemahan neurologis/kelumpuhan saraf
3. Atrofi otot" thenar (ingat kalo orang CTS pasti dia nda bakal gunakan tangannya yang nyeri
untuk beraktivitas, karna jarang digunakan makanya otot-ototnya jadi atrofi.
DD = lawannya berarti yang gangguan pada ulna
-Kompresi pada [Link] (guyon tunnel syndrome) = atrofi otot" hipothenar, gambaran tangan
claw hand
-Pada sulcus nervi ulnaris (cubital nerve syndrome)
CEDERA LIGAMEN DAN MENISCUS
-ligamen = penghubung antar tulang
-meniscus = seperti bantalan
etiologi = akibat cedera karna olahraga berat (misalnya basket/bulutangkis)
STRAIN = yang bermasalah tendon dan
otot, ada huruf T
-SPRAIN = yang bermasalah ligamen
STRAIN
ACL Anterior drawer test, lachman test(lebih
baik), pivot shift test
PCL Posterior drawer test, posterior sag sign
LCL LAVAR (lateral varus)/varum stress test
MCL MEAL (medial valgus)/valgum stress test
Meniscus Mc murray test (plg srg), appley grind test,
thessaly test
Ruptur Meniscus Ligament
Ruptur meniscus Ruptur meniscus
ligament medial ligament lateral
SPRAIN (CEDERA LIGAMEN-PENGHUBUNG TULANG)
-Grade I (regangan ligamen) = masih bisa jalan
-Grade II (robekan parsial ligamen) = berjalan pincang
-Grade III (robekan total ligamen) = tidak bisa berjalan
Pemeriksaan penunjang
Gold standard = MRI (paling bagus untuk liat jaringan lunak), untuk tau juga jenis robekannya
Pilihan lain = USG
Tatalaksana
-Awal (PRICE)
-Terapi yang tepat adalah rujuk = repair ligament
RUPTUR TENDON ACHILLES
-Tendon achilles tersusun dari musculus gastrocnemius dan soleus yang menempel pada
calcaneus
-Pada olahragawan berat misalnya basket, bulutangkis
-Penyebab = plantar flexi yang berlebihan
Gejala klinis
Terdapat bunyi pop dan pasien tidak dapat melakukan plantarflexi
Grade ruptur tendon achilles
KHAS
3T (tendon achilles, thompson
test (+), tidak bisa plantar flexi
Pemeriksaan
-Inspeksi = edema daerah kaki, palpasi = teraba cekungan (karena ruptur) dan hangat
(sulcus/gap sign)
-Thompson test (+)/simmond test
Pemeriksaan penunjang, gold standard = MRI, pilihan lain = USG
Tatalaksana
-Awal = PRICE
-Tepat = rujuk ke doktor ortopedi untuk repair tendon
TENDINITIS-EPICONDYLITIS
Epicondylus yang berada pada tulang humerus
Epicondylitis medial (golfers elbow)
Adanya gerakan dari otot-otot flexor
origo insersionya pada = epicondylus medial, otot" flexor -> pronator teres
-Pemeriksaan = mills test (+)
Epicondylitis lateral (tennis elbow)
Terkait pergerakan otot" extensor
Origo insersionya pada = epicondylus lateral, otot" extensor -> m. extensor carpi radialis brevis
-Pemeriksaan = cozent test (+), hafalan CETELA (cozen test, epicondylitis lateral)
TENOSINOVITIS DE QUERVAIN
Yang bermasalah tendon policis longus pada proksimal ibu jari, juga karna pekerjaan repetisi
seperti mencabut rumput, mengetik atau menjahit yang buat tendon bekerja keras.
KHAS = finkelstein test (+), eichoff test (+)
Tenosinovitis de quervain
TRIGGER FINGER/STENOSING TENOSYNOVITIS
Inflamasi pada pulley -> biasa pada tendon hampir ke 4 jari
Khas = Tangannya seperti terkunci, jari posisi semiflexi + nodul
Stadium trigger finger (tergantung pola tangan)
-Pre trigger = keadaan tangannya baru kaku tendonnya, pola tangannya seperti mau
menangkap sesuatu. Keadaan ini bisa kembali normal
-Akut = tangannya sudah terkunci, pola tangannya seperti mau mencakar. Bisa kembali normal
kalo dibantu dengan tangan yang lain
-Pasif = betul" terkuncimi tangannya (locking), sudah nda bisa kembali ke semula
TENOSINOVITIS SUPURATIF
Khas = pasien habis tertusuk jarum/duri, biasa terkena jari ke 2,3 pasca trauma/tertusuk
Pemeriksaan = kanavel sign (+) -> nyeri bila diluruskan, nda bisa kasi ketemu jempol dengan jari
telunjuknya.
tl = evakuasi pus -> untuk cegah nekrosis tendon
SUBLUKSASI CAPUT RADII
Biasa pada anak usia 0-7 tahun
Penyebab = biasa karna tangan anaknya ditarik/diayunkan secara berlebihan (saat penyokong
sendinya belum terbentuk secara sempurna)
-Gejala klinis = pronasi dan flexi antebrachii
-Gambar khas = nursemaid elbow
-Penunjang = Xray foto polos
INSTABILITAS SENDI LUTUT -> OSTEOARTHRITIS
Osteoarthritis -> radang pada tulang dan sendi yang bisa terjadi simetris/asimetris
Merupakan penyakit degeneratif (biasa pada usia tua), tandanya ada hipertrofi tepi tulang dan
perubahan membran synovial.
Etio
-Primer = penuaan, usia, genetik
-Sekunder = penyakit sebelumnya,
kelainan anatomi, dan trauma
Gejala khas
Nyeri saat aktivitas, baik saat istirahat, kaku pada
pagi hari <30 menit, dan ada deformitas bisa genu
varus (kaki O)
Pemeriksaan, terdapat 2 nodul khas
-Nodul bouchard = pada proksimal
-Nodul herberden = pada distal
Klasifikasi grade osteoarthritis (kellgreen-lawrence)
-0 = tidak ada penyempitan celah sendi
(BELUM ADA PENYEMPITAN CELAH SENDI)
-1 = belum ada penyempitan celah sendi, osteofit minimal
-2 = belum ada penyempitan celah sendi, osteofit sudah banyak
(SUDAH ADA PENYEMPITAN CELAH SENDI)
-3 = ada penyempitan celah sendi, sklerosis, ada kista tapi belum ada deformitas/kerusakan
kartilago. Osteofit sudah sangat tinggi
-4 = ada penyempitan celah sendi, sklerosis, ada kista dan sudah ada deformitas berupa
gambaran kissing bone (saking sempitnya tulang distal dan proksimal berciuman/kissing bone)
Tatalaksana
-Awal = NSAID (natrium diclofenac, asam mefenamat) kontraindikasi riwayat muntah
darah/gangguan saluran cerna -> alternatifnya celecoxib
-Tepat (DMOADS -> disease modified osteoarthritis drugs)
= glukosamin, kondroitin sulfat, asam hialuronat
Biasanya kalo grade 1-3 diinjeksi asam hialuronat jika tidak membaik dengan pemberian NSAID
-Tindakan operatif kapan??
= saat tidak membaik dalam pengobatan selama 3 bulan, ada defisit neurologis dan kalo OA nya
sudah grade 4
Perlindungan sendi = atur BB, stabilisasi menggunakan splint, hindari aktivitas berlebihan pada
sendi yang sakit
RHEUMATOID ARTHRITIS
Merupakan penyakit autoimun terkait (HLA-DR4)
Gejala khas
Sudah pasti gejalanya simetris/bilateral, kaku pagi
hari <1 jam, nyeri membaik dengan pergerakan
(nyeri inflamasi)
Gambaran deformitas
-Swan neck deformity = seperti
kepala angsa
-Boutonniere deformity = seperti
mau mengetik
Pemeriksaan
-Awal = rheumatoid factor (+)
-Lanjutan = Anti CCP/ACPA (pemeriksaan yang tepat)
-Didapatkan juga CRP dan LED meningkat
Tatalaksana
-Awal = NSAID & glukokortikoid (prednison 5-20 mg)
-Tepat (DMARDS -> disease modified arthritis rheumatoid drugs)
= Methothrexate 7,5-15 mg, sulfasalazine, hydroxychloroquinolone
SEPTIC ARTHRITIS
Radang pada sendi
Penyebab paling sering = staphylococcus aureus
Khas = demam tinggi >38 derajat Pemeriksaan = aspirasi cairan
celcius, nyeri dan hangat pada sendi
sendi WBC pasien = >50.000 (septik)
Tatalaksana
-Gram (+) = cefazolin 1-2 g
-Gram (-) = ceftazidime 2 g atau ceftriaxone 1 g
TENDINITIS ACHILLES
Keadaan ini, tendonnya masih inflamasi belum ruptur, jadi thompson testnya (-)
Biasa pada kasus" atlet akibat trauma/iritasi repitisi yang berulang.
Tidak ada gejala khas
-Tatalaksana = PRICE + pemberian NSAID
PRINSIP REHABILITASI FRAKTUR
Tujuan = mengembalikan fungsi tubuh senormal mungkin
Program rehabilitasi
Alat-alat bantu jalan (walking aid)
-Walker (standar walker, rolling walker), yang 4 roda biasa untuk usia tua
-Crutch (axillary, forearm, platform), biasa pada usia muda karna masih punya kekuatan untuk
topang dirimua
-Cane (standar/quadripod cane) -> biasa pada usia tua dengan kasus OA
-Wheel chair (kursi roda), yang nda bisa sekalimi jalan -> sudah tua
Kandungan purin pada makanan (untuk penderita arthritis gout)
Contoh soal