0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan9 halaman

Panduan Memasang Kabel Jaringan UTP

Laporan ini menjelaskan praktik pemasangan kabel jaringan komputer, termasuk alat dan bahan yang diperlukan, serta teori dasar mengenai jenis kabel seperti UTP dan STP. Langkah-langkah praktikum mencakup pemotongan, pengelupasan, penyusunan kabel, pemasangan konektor RJ-45, dan pengujian dengan kabel tester. Kesimpulan menekankan pentingnya mengikuti standar pemasangan dan memeriksa koneksi untuk memastikan kabel berfungsi dengan baik.

Diunggah oleh

nitamanteng
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan9 halaman

Panduan Memasang Kabel Jaringan UTP

Laporan ini menjelaskan praktik pemasangan kabel jaringan komputer, termasuk alat dan bahan yang diperlukan, serta teori dasar mengenai jenis kabel seperti UTP dan STP. Langkah-langkah praktikum mencakup pemotongan, pengelupasan, penyusunan kabel, pemasangan konektor RJ-45, dan pengujian dengan kabel tester. Kesimpulan menekankan pentingnya mengikuti standar pemasangan dan memeriksa koneksi untuk memastikan kabel berfungsi dengan baik.

Diunggah oleh

nitamanteng
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN 1

PRAKTIK JARINGAN KOMPUTER DAN SISTEM OPERASI


“ MEMASANG KABEL JARINGAN ”

NAMA : YUTI YUNITA

NIM : 58181

JURUSAN : TEKNIK ELEKTRONIKA

FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2012
A. Tujuan
Setelah pratikum ini peserta diharapkan dapat :
1. Mengetahui dan menjelaskan mengenai apa saja bahan yanh dugunakan sebgai
media impelmentasi jaringan.
2. Mengetahui dan dapat memasang konektor jaringan komputer dari berbagai jenis
konektor.

B. Alat dan Bahan


Alat dan bahan yang dibutuhkan pada pratikum kali ini adalah:
1. Tang Klem untuk RJ-45
2. Kabel Tester (Untuk RJ-45)
3. Toolset
4. Kabel UTP
5. Konektor RJ-45

C. Teori Pendukung

Jaringan komputer pada dasarnya jaringan kabel yaitu dihubungkan kabel


yang satu dengan lainnya dalam suatu sistem komputer. Masing-masing jeis kabel
mempunyai kemampuan dan spesifikasinya yang berbeda, untuk itu dibuatlah
pengenalan tipe kabel.

Ada dua jenis kabel yang dikenal secara umum, yaitu twisted pair (UTP
unshielded twisted pair dan STP shielded tiwsted pair) dan coaxial cable. Tipe kabel
yang lain adalah fiber optic, tipe kabel ini mempunyai kecepatan transfer data cukup
tinggi. Dengan demikian harga untuk tipe kabel ini relatif mahal.

Dua jenis tipe kabel yang banyak digunakan adalah Twisted pair dan Coaxial.
Kabel Twisted pair sendiri terdiri atas 2 jenis yaitu UTP dan STP sedangkan kabel
Coaxial juaga terdiri dari 2 jenis yaitu think koaksial dan thick koaksial. Untuk
menghubungkan antara satu komputer dengan komputer lainnya dapat dihubungkan
secara straight kabel dan secara cross kabel. Jika menghubungkan secara straight
kabel maka membutuhakan interface hub/switch sedangkan secara cross kabel tidak
memerlukan hub/swicth (Untuk PC ke PC).

Kabel UTP sebetulnya ada beberapa kategori yaitu dari kategori 1 – 7 yang
sering digunakan untuk LAN biasanya kategori 5 atau sering disebut cat-5. Berikut ini
kegunaan dari kabel kategori 1 – 7.

* cat 1: sebelumnya dipakai untuk POST (Plain Old Telephone Service) telephone
dan ISDN.

* cat 2: dipakai untuk token ring network dengan bw 4mbps


* cat 3: dipakai untuk data network dengan frequensi up to 16Mhz dan lebih populer
untuk pemakaian 10mbps

* cat 4: Frequensi up to 20Mhz dan sering dipakai untuk 16mbps token ring network.

* cat 5: Frequensi up to 100Mhz dan biasa dipakai untuk network dengan kecepatan
100Mbps tetap kemungkinan tidak cocok untuk gigabyte ethernet network.

* cat 5e: Frequensi dan kecepatan sama dengan cat-5 tetapi lebih support gigabyte
ethernet network.

* cat 6: Memiliki kecepatan up to 250Mbps atau lebih dari dua kali cat-5 dan cat-5e

* cat 6a: Kabel masa depan untuk kecepatan up to 10Gbps

* cat 7: di design untuk bekerja pada frequensi up to 600Mhz.

Berikut ini contoh gambar kabel UTP yang sudah dipasang konektor, kabel cat-5e
dalam keadaan terkupas dan kabel cat-6.
Konektor RJ-45

Setiap PC dihubungkan ke jaringan ethernet dengan perantara Network Interface Card


(NIC) yang cocok untuk digunakan dengan twisted pair dan fiber optic.
Agar dapat digunakan, semua NIC harus memiliki device driver untuk
setiap sistem operasi. Device driver ini dapat diperoleh dari pembuat operating
sistem maupun dari pemnbuat NIC itu sendiri.

Network Interface Card

D. Langkah Kerja Pratikum

1. Untuk memulai pratikum siapkan seluruh alat dan bahan yang dibutuhkan.
2. Potonglah kabel UTP sesuai panjang yang dibutuhkan, setelah di potong kita
harus mengelupas selubung/ shield pada kabel UTP tersebut dengan menggunakan
cutting shield.
3. Setelah shieldnya terkelupas, urutkan kabel UTP tersebut dengan sesuai standar
T568B dan T568A kemudian setelah diurutkan rapihkan dan ratakan kabel yang
telah diurutkan tersebut.

Standar T568A
Tabel susunan kabel jaringan dengan menggunakan kabel UTP.

Kabel Streigh

Putih Orange 1 Putih Orange


Orange 2 Orange
Putih Hijau 3 Putih Hijau
Biru 4 Biru
Putih Biru 5 Putih Biru
Hijau 6 Hijau
Putih Coklat 7 Putih Coklat
Coklat 8 Coklat

Susunan kabel untuk komputer dengan HUB/Switch

Kabel CrossOver

Putih Orange 1 Putih Hijau


Orange 2 Hijau
Putih Hijau 3 Putih Orange
Biru 4 Biru
Putih Biru 5 Putih Biru
Hijau 6 Orange
Putih Coklat 7 Putih Coklat
Coklat 8 Coklat

Susunan kabel untuk 2 komputer tanpa HUB/Swich

4. Setelah disusun, potong kabel tersebut dengan menyisakan sekitar 1 cm antara


kabel dengan shieldnya.
5. Masukkan ujung kabel UTP tadi ke dalam konektor RJ-45. Pastikan urutannya
benar sesuai dengan jalur-jalur yang sudah disediakan di dalam konektor tadi.
Dan juga pastikan ujung masing-masing kabel sudah mentok/pas di bagian dalam
konektor RJ-45.

6. Masukkan konektor RJ-45 yang sudah terpasangi kabel UTP tadi ke salah satu
mulut tang crimping yang memiliki bentuk dan ukuran cocok dengan konektor
RJ-45. Tekan bagian pangkal konektor dengan tang krimping. Penekanan ini akan
membuat pin-pin yang ada di ujung konektor menancap di masing-masing kabel.
Tekan sampai tang crimping terbunyi klik hingga tan tersebut dapat terbuka
kembali.
7. Uji dengan kabel tester. Pasangkan salah satu ujung ke induk tester ( yg besar ) ke
port Tx. Dan pasangkan juga ujung lain ke anak tester (yg kecil) ke port Rx.
Nyalakan kabel tester dengan menggeser saklar ke posisi auto.

8. Setelah dipasangkan pada alat tester kita bisa lihat hasil terhubung atau tidaknya
dengan melihat lampu indikator yang berada pada alat tester tersebut. Kalau
urutan atau pemasangan kabel tersebut benar atau betul akan terlihat pada lampu
indikator tersebut.

E. Evaluasi
1. Jelaskan perbedaan kabel UTP dan STP?

Kabel UTP adalah singkatan dari Unshield Twister Pair yang artinya
kabel tersebut tidak menggunakan shield atau pelindung berupa karet atau
foam yang melindungi masing-masing lilitan kabel tersebut dan hanya
memiliki selubung jaket yang melindungi kabel dibagian luar saja. Sehingga
hanya bisa digunakan didalam ruangan saja.

Sedangkan STP adalah singkatan dari Shield Twister Pair yang artinya
kabel tersebut menggunakan shield atau pelindung kabel yang terbuat dari
karet atau foam yang melindungi masing-masing lilitan kabel antara warna
strip putih dan warna tebal. Sehingga kabel STP tersebut memiliki selubung
jacket , serabut email dan karet/foam yang dapat melindungi kabel dari
gangguan dari elektromagnetik perangkat elektronik lainnya sehingga cocok
sekali digunakan di luar ruangan.
2. Kenapa pada kabel UTP/STP kebel berjumlah 8, sedangkan yang pasang/yang
digunakan hanya sebanyak 4 kabel saja?

Itu dikarenakan kabel UTP yang strip putih tersebut positif dan warna yang
bold adalah negatif sehingga harus dililit satu sama lainnya agar mempertahankan
impedansi 100 Ohm dan mengurangi interferensi.

Sedangkan kabel yang tak digunakan bisa dijadikan cadangan , sebenarnya urutan
warna tidak terlalu diperhatikan, namun harus dipastikan kabel yang digunakan
untuk pin positif dan negatif harus dililitkan.

Dan supaya mendapatkan performance maksimal, maka pasangan kabel yang


positif dan negatif harus melilit. contohnya, pin1 pada RJ-45(TX+) digunakan
warna putih orange, pin2(TX-) digunakan orange, pin3(RX+) digunakan putih
hijau, pin4 dan pin5 tidak digunakan, pin6(RX-) digunakan warna hijau.

3. Buatlah kesimpulan dari pratikum yang telah dilakukan.

Dari hasil pratek dapat saya simpulkan bahwa pada saat pemasangan
antara kabel UTP dan konektor RJ-45 kita harus pastikan bahwa urutan kabel
tersebut benar-benar terpasang sesuai dengan standar T568A dan T568B, setelah
yakin barulah kita crimping konektor tersebut dengan menggunakan tang
crimping. Dan hal yang perlu diperhatikan pada saat melakukan tester:

 jika lampu indikator juga menyala pada posisi lampu indikator induk
menyala, maka kabel tersebut tidak ada masalah.
 Jika lampu indikator tester induk menyala pada nomor tertentu sedangkan
lampu indikator pada tester anak pada nomor tersebut tidak menyala, berarti
kabel dengan warna yang bersangkutan mengalami masalah.
 Jika lampu indikator tester induk menyala pada nomor tertentu sedangkan
lampu indikator pada tester anak menyala pada nomor yang lain bearti urutan
pemasangan yang tidak benar. (kecuali untuk jenis cross )

Dan masalah-masalah yang mungkin timbul :

 kabel putus di tengah


 kualitas konektor yg kurang baik
 cara pemasangan yang tidak baik, misal : ada ujung kanel yang tidak mentok
di dalam konektor sehingga tidak tertancap oleh pin konektor

Anda mungkin juga menyukai