0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan16 halaman

Penyuluhan Perawatan Kaki Diabetes Melitus

Dokumen ini adalah Satuan Acara Penyuluhan tentang perawatan kaki dan senam diabetes melitus yang disusun oleh Kelompok 3 dari Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Bina Sehat PPNI Mojokerto. Tujuan dari penyuluhan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman keluarga pasien mengenai diabetes melitus dan perawatan kaki, serta mendemonstrasikan senam kaki diabetes. Metode penyuluhan mencakup ceramah, tanya jawab, dan demonstrasi, dengan evaluasi untuk memastikan pemahaman peserta.

Diunggah oleh

Triajeng Julia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan16 halaman

Penyuluhan Perawatan Kaki Diabetes Melitus

Dokumen ini adalah Satuan Acara Penyuluhan tentang perawatan kaki dan senam diabetes melitus yang disusun oleh Kelompok 3 dari Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Bina Sehat PPNI Mojokerto. Tujuan dari penyuluhan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman keluarga pasien mengenai diabetes melitus dan perawatan kaki, serta mendemonstrasikan senam kaki diabetes. Metode penyuluhan mencakup ceramah, tanya jawab, dan demonstrasi, dengan evaluasi untuk memastikan pemahaman peserta.

Diunggah oleh

Triajeng Julia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SATUAN ACARA PENYULUHAN

PERAWATAN KAKI DAN SENAM DIABETES MELITUS


DI RUANG MELATI RSUD BANGIL KABUPATEN PASURUAN

Disusun oleh :
Kelompok 3

1. Restianti Agustin Pratama 202503075


2. Risalatul Fitriyah 202503076
3. Sibro Mulisi 202503078
4. Mery Kris 202503081
5. Tri Ajeng Juniarti R 202503082
6. Devanto Saer Rahmatulloh 202503117
7. M. gozali 202503110
8. Retno Siska Damayanti 202503074

FAKULTAS ILMU KESEHATAN PROGRAM STUDI PROFESI NERS

UNIVERSITAS BINA SEHAT PPNI MOJOKERTO

TA 2025/2026
LEMBAR PENGESAHAN
Proposal Satuan Acara penyuluhan ini diajukan oleh :

Nama : Kelompok 3
1. Restianti Agustin Pratama 202503075
2. Risalatul Fitriyah 202503076
3. Sibro Mulisi 202503078
4. Mery Kris 202503081
5. Tri Ajeng Juniarti R 202503082
6. Devanto Saer Rahmatulloh 202503117
7. M. gozali 202503110
8. Retno Siska Damayanti 202503074

Program studi : Profesi Ners


Telah diperiksa dan disetujui sebagai bagian dari persyaratan yang diperlukan
untuk memenuhi capaian pembelajaran praktik klinik Keperawatan Medikal Bedah
pada program studi Profesi Ners Universitas Bina Sehat PPNI Mojokerto.

Mojokerto ,…………….2025

Ketua, Sekertaris

( ) ( )
NIM : NIM :

Kepala Ruangan

( )
NIP :

ii
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan yang maha kuasa karena telah memberikan kesempatan
pada kami untuk menyelesaikan makalah ini. atas rahmat dan hidayah-Nya lah kami dapat
menyelesaikan makalah yang berjudul “SATUAN ACARA PENYULUHAN NUTRISI
PADA IBU NIFAS DI RS Prof. dr. SOEKANDAR” tepat waktu.

Satuan acara penyuluhan anemia pada ibu hamil ini disusun guna memenuhi tugas
PKL (Praktik Kerja Lapangan) Kompetensi Maternitas. Kami juga berharap agar laporan
penyuluhan ini dapat menambah wawasan bagi pembaca tentang pentingnya anemia pada ibu
hamil.

Kami mengucapkan terimakasih kepada dosen pembimbing Keperawatan dan


pembimbing ruangan melati. Tugas yang diberikan ini dapat menambah pengetahuan
wawasan terkait bidang yang kami ditekuni.

Kami menyadari makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik
dan saran yang membangun akan kami terima demi kesempurnaan makalah ini.

Mojokerto, 12 Desember 2025

iii
BAB I

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

Pokok Bahasan : Perawatan kaki dan senam diabetes melitus

Hari/tanggal :

Jam/waktu :

Sasaran : keluarga pasien ruang melati

Kompetensi : Keperawatan Medikal Bedah

Tempat : Ruang Melati, RSUD Bangil

1.1 Tujuan Instruksional Umum (TIU)


Setelah mengikuti penyuluhan ini, diharapkan keluarga pasien dapat memahami
serta melakukan perawatan kaki dan senam kaki DM.

1.2 Tujuan Instruksional Khusus (TIK)


Setelah diberikan penyuluhan selama 1x60 menit , diharapkan keluarga pasien mampu:

a. Menjelaskan tentang pengertian diabetes melitus.

b. Menjelaskan tentang pengertian kaki diabetes.

c. Menyebutkan tujuan perawatan kaki dan senam diabetes.

d. Menyebutkan cara perawatan kaki diabetes.

e. Mendemostrasikan senam kaki diabetes.

1
1.3 Materi
1. Pengertian Diabetes Melitus.
2. Pengertian kaki diabetes.
3. Tujuan perawatan kaki dan senam kaki diabetes.
4. Cara perawatan kaki diabetes.
5. Senam kaki diabetes.
1.4 Metode
1. Ceramah
2. Tanya-jawab
3. Demonstrasi
1.5 Media
1. Power point
2. Laptop
3. LCD
4. Leaflet
1.6 Kriteria Evaluasi
1. Struktur
Adanya koordinasi dengan pihak ruangan melati dalam proses perijinan dan persiapan
pelaksanaan.
2. Proses
a. 100 persen sasaran mengikuti kegiatan hingga selesai.
b. Klien antusias dalam mengikuti pendidikan kesehatan dengan adanya proses tanya
jawab.
3. 70 % klien mampu:
a. menjelaskan kembali pengertian DM
b. menjelaskan kembali pengertian kaki DM
c. menyebutkan kembali tujuan perawatan kaki DM
d. menjelaskan kembali tujuan senam kaki DM
e. menjelaskan kembali cara perawatan kaki DM
f. mendemonstrasikan langah-langkah senam kaki DM

1.7 Pengorganisasian & Uraian Tugas


1. Protokol/ Pembawa acara
Uraian tugas :
a) Membuka acara penyuluhan, memperkenalkan diri dan tim kepada peserta.
2
b) Mengatur proses dan lama penyuluhan
c) Menutup acara penyuluhan.
2. Penyuluh /
Pengajar Uraian
tugas
a) Menjelaskan materi penyuluhan dengan jelas dan dengan bahasa yang mudah
dipahami oleh peserta.
b) Memotivasi peserta untuk tetap aktif dan memperhatikan proses penyuluhan.
c) Memotivasi peserta untuk bertanya.
3. Fasilitator
Uraian
tugas:
a) Ikut bergabung dan duduk bersama di antara peserta.
b) Mengevaluasi peserta tentang kejelasan materi penyuluhan.
c) Memotivasi peserta untuk bertanya materi yang belum jelas.
d) Menginterupsi penyuluh tentang istilah/hal-hal yang dirasa kurang jelas bagi
peserta.
4. Observer
Uraian
tugas:
a) Mencatat nama, alamat dan jumlah peserta, serta menempatkan diri sehimgga
memungkinkan dapat mengamankan jalannya proses penyuluhan.
b) Mencatat pertanyaan yang diajukan peserta.
c) Mengamati perilaku verbal dan non verbal peserta selama proses penyuluhan.
d) Mengevaluasi hasil penyuluhan denga rencana penyuluhan
e) Menyampaikan evaluasil langsung kepada penyuluh yang dirasa tidak sesuai
dengan rencana penyuluhan.

3
1.8 PROSES PENYULUHAN
Pembagian organisasi :
1) Moderator :
2) Penyaji :
3) Fasilitator :
1.
2.
4) Observer :
5) Pembimbing lapangan :
6) Pembimbing pendidikan :

Tahap Kegiatan Respon Waktu


Pembukaan Orientasi 5 Menit
08.30 sd a) Salam pembuka Membalas salam
08.35 b) Menyampaikan Tujuan Mendengarkan
penyuluhan Memberi respon

Pelaksanaan Penyampaian Mendengarkan dengan


45 Menit
08.35 Penyampaian materi oleh penyaji penuh perhatian
Sd 08.55 serta menggali pengetahuan
/pengalaman mengenai :
1. Menjelaskan tentang
pengertian diabetes melitus
2. Menjelaskan tentang
pengertian kaki diabetes
3. Menjelaskan tentang tujuan
perawatan kaki dan senam
kaki diabetes
4. Menjelaskan tentang cara
perawatan kaki diabetes
5. Mendemostrasikan senam
kaki diabetes
6. Memberikan kesempatan
peserta untuk bertanya
7. Menjawab pertanyaan
Evaluasi dan Evaluasi : 10 Menit
penutup a) Tanya jawab a) Menanyakan yang
4
08.55 sd belum jelas
b) Menyimpulkan
09.00 b) Menyimpulkan
Hasil
c) Membalas salam
penyuluhan
c) Memberi salam penutup

5
BAB II
MATERI
1. Pengertian Diabetes melitus
Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan
peningkatan kadar gula dalam darah karena kemampuan tubuh untuk bereaksi terhadap
insulin menurun atau gangguan sekresi insulin atau kadarnya (Smeltzer et al., 2010).
Diabetes melitus adalah penyakit yang terjadi akibat gangguan pada pankreas yang
tidak dapat menghasilkan insulin sesuai dengan kebutuhan tubuh dan atau
ketidakmampuan dalam memecah insulin (Maghfuri, 2016)
2. Etiologi Diabetes melitus
Menurut American Diabetes Association (2021), etiologi diabetes mellitus dibedakan
menjadi beberapa tipe, yaitu diabetes mellitus tipe 1, tipe 2, gestasional, dan tipe
lainnya.
Diabetes mellitus tipe 1 (IDDM) terjadi akibat kerusakan sel beta pankreas yang
disebabkan oleh proses autoimun pada individu dengan predisposisi genetik, sehingga
tubuh tidak mampu memproduksi insulin. Proses ini dapat dipicu oleh faktor
lingkungan, seperti infeksi virus atau paparan toksin. Diabetes mellitus tipe 2 (NIDDM)
disebabkan oleh resistensi insulin dan penurunan fungsi insulin, yang berkaitan dengan
faktor genetik dan pola hidup tidak sehat, dengan faktor risiko utama meliputi usia
lanjut, obesitas, dan riwayat keluarga. Diabetes mellitus gestasional muncul selama
kehamilan akibat pengaruh hormon plasenta yang menyebabkan gangguan metabolisme
glukosa, terutama pada wanita dengan faktor risiko tertentu. Sementara itu, diabetes
mellitus tipe lain merupakan diabetes sekunder akibat penyakit, penggunaan obat, atau
kondisi kritis yang mengganggu produksi maupun kerja insulin sehingga menyebabkan
peningkatan kadar glukosa darah.
3. Pengertian Sirosis Hepatis
Sirosis hepatis adalah penyakit hati yang terjadi karena hati rusak dalam waktu
lama. Bagian hati yang sehat perlahan berubah menjadi jaringan keras seperti parut.
Jaringan parut ini membuat hati tidak bisa bekerja dengan baik seperti seharusnya.
Akibatnya, fungsi hati untuk menyaring racun, membantu pencernaan, dan menjaga
keseimbangan tubuh menjadi menurun. Sel-sel hati yang rusak juga sulit untuk pulih
kembali. Pada pasien sirosis hepatis, salah satu keluhan yang sering dirasakan adalah
nyeri perut. Nyeri ini muncul karena adanya peradangan dan pembengkakan pada hati,
6
sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman atau sakit di bagian perut, terutama perut
kanan atas (Sawitri and Sani, 2020).
4. Etiologi sirosis hepatis
Etiologi sirosis hepatis menurut Made, Saskara, dan Suryadarma (2020):
Sirosis hepatis dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain infeksi virus
hepatitis B dan C, konsumsi alkohol, serta gangguan metabolik. Penyebab lain meliputi
kolestasis kronik atau sumbatan aliran empedu, gangguan aliran darah vena hati (seperti
sindrom Budd–Chiari, penyakit vena oklusif, dan gagal jantung kanan), serta gangguan
imunologis (misalnya hepatitis autoimun). Selain itu, sirosis juga dapat disebabkan oleh
paparan zat toksik dan obat-obatan tertentu (seperti INH dan metildopa), tindakan
operasi tertentu, malnutrisi dan infeksi (misalnya malaria). Pada sebagian kasus,
penyebab sirosis tidak diketahui, yang disebut sirosis kriptogenik.
5. Tanda Gejala
Menurut Wahyudo (2014), tanda dan gejala yang dapat muncul meliputi mudah
lelah dan lemas, penurunan nafsu makan, perut terasa kembung, mual, serta penurunan
berat badan. Gangguan hormonal dapat terjadi, seperti impotensi, pengecilan testis,
pembesaran payudara, dan penurunan dorongan seksual pada laki-laki, serta gangguan
siklus menstruasi pada perempuan. Selain itu, terdapat gangguan pembekuan darah
yang ditandai dengan perdarahan gusi dan epistaksis. Manifestasi lain yang sering
dijumpai adalah ikterus disertai urin berwarna gelap seperti teh pekat, serta perubahan
mental berupa mudah lupa dan kesulitan berkonsentrasi.
6. Pencegahan Sirosis Hepatis
1. Membatasi Konsumsi Alkohol
Konsumsi alkohol berlebih bisa meningkatkan terjadinya sirosis karena alkohol bisa
memberatkan beban kerja hati dan merusak fungsinya secara terus-menerus secara
perlahan. Itu sebabnya bagi kamu yang gemar konsumsi alkohol, dianjurkan untuk
tidak konsumsi secara berlebihan. Standar batas konsumsi alkohol untuk orang
dewasa adalah maksimal 20 gram alkohol per hari. Ukuran ini setara dengan 1.5
kaleng bir atau wine per hari.
2. Melindungi Diri dari Infeksi Virus Hepatitis
Infeksi virus hepatitis B dan C bisa menyebabkan sirosis. Itu sebabnya kamu perlu
melindungi diri dari hepatitis untuk mencegah terjadinya sirosis, yaitu dengan tidak
berganti-ganti pasangan dan menggunakan kondom saat berhubungan seksual (safe

7
sex), serta melakukan vaksinasi untuk mencegah hepatitis B.
3. Menerapkan Pola Makan Sehat
Konsumsi makanan sehat bergizi seimbang, terutama sayuran dan buah-buahan. Demi
mencegah perlemakan hati yang bisa menyebabkan kerusakan, kamu dianjurkan
mengonsumsi makanan yang rendah lemak untuk membantu menurunkan lemak
berlebih dalam tubuh.
4. Rutin Berolahraga
Berolahraga bukan hanya bisa menurunkan berat badan, tapi juga menjaga berat
badan tetap ideal agar terhindar dari risiko kelebihan berat badan (overweight) dan
obesitas. Selain itu, olahraga mencegah perlemakan hati yang merupakan faktor risiko
sirosis. Pilih olahraga yang kamu sukai dan lakukan secara rutin, setidaknya 15 – 30
menit tiap hari. (Munizzi, 2013)

7. Pengertian kaki diabetes


Menurut Waspadji (2014) kaki diabetes merupakan salah satu infeksi kronik DM.
Terjadinya kaki diabetes dimulai dari glukosa yang tinggi dan akan merusak pembuluh
darah perifer kaki.
3 Tujuan perawatan kaki diabetes
Menurut Waspadji (2014) tujuan perawatan kaki diabetes adalah:
1) Mencegah agar tidak terjadi luka.
2) Mencegah kecacatan akibat luka.
4 Tujuam senam kaki diabetes
Menurut Black & Hawks (2014) tujuan senam kaki diabetes adalah:
1. Membantu dan meningkatkan sirkulasi darah pada kaki.
2. Mencegah terjadinya kelainan bentuk kaki.
3. Mengurangi nyeri.
4. Mengurangi kerusakan saraf.
5. Mengontrol gula darah.
5 Cara melakukan perawatan kaki diabetes.
Menurut Monalisa & Gultom (2009) dalam Diani (2013) perawatan kaki sehari-
hari meliputi:
- Bersihkan kaki setiap hari pada waktu mandi dengan air bersih dan sabun mandi.
8
Bila perlu gosok kaki dengan sikat lembut atau batu apung. Keringkan kaki
dengan handuk lembut dan bersih termasuk daerah sela-sela jari kaki, terutama
sela jari kaki ketiga-keempat dan keempat-kelima.
- Berikan pelembab (body lotion) pada daerah kaki yang kering agar kulit tidak
menjadi retak. Tetapi jangan berikan pelembab pada sela-sela jari kaki karena
sela-sela jari akan menjadi lembab dan dapat menimbulkan tumbuhnya jamur.
- Gunting kuku harus mengikuti bentuk normal jari kaki, tidak terlalu pendek dan
dekat dengan kulit, kemudian kikir agar kulit tidak menjadi tajam. Hindarkan
terjadinya luka pada sekitar kuku. Bila kuku keras dan sulit dipotong, rendam
kaki dengan air hangat (37°C) selama sekitar 5 menit, bersihkan dengan sikat
kuku, sabun dan air bersih. Bersihkan kuku setiap hari pada waktu mandi dan
berikan krim pelembab kuku.
- Pakai alas sepatu atau sandal untuk melindungi kaki agar tidak terjadi luka, juga
di dalam rumah. Jangan gunakan sandal jepit karena dapat menyebabkan lecet di
sela jari pertama dan kedua.
- Gunakan sandal atau sepatu yang baik sesuai dengan ukuran dan enak untuk
dipakai, dengan ruang dalam sepatu yang cukup untuk jari-jari. Pakailah kaos/
stocking yang pas dan bersih terbuat dari bahan katun. Syarat sepatu yang baik
untuk kaki diabetes adalah:
a. Ukuran: sepatu lebih dalam.
b. Panjang sepatu ½ inchi lebih panjang dari jari-jari kaki terpanjang saat berdiri
(sesuai cetakan kaki).
c. Bentuk: ujung sepatu lebar (sesuai lebar jari-jari kaki)
d. Tinggi tumit sepatu kurang dari 2 inchi
e. Bagian dalam bawah sepatu (insole) tidak kasar dan licin, terbuat dari busa
karet, plastik dengan tebal 10-12 mm.
f. Ruang dalam sepatu longgar, lebar sesuai bentuk kaki.
- Periksa sepatu sebelum dipakai, apakah ada kerikil, benda-benda tajam seperti
jarum dan duri. Lepas sepatu setiap 4-6 jam serta gerakkan pergelangan dan jari-
jari kaki agar sirkulasi darah tetap baik terutama pada pemakaian sepatu baru.
- Bila menggunakan sepatu baru, lepaskan setiap 2 jam dan periksa keadaan kaki.
- Bila ada luka kecil, obati luka dan tutup dengan pembalut bersih. Periksa apakah
ada tanda-tanda radang.
9
- Segera ke dokter bila [Link] luka.
- Periksa kaki secara rutin ke dokter.

6. Langkah-langkah pelaksanaan senam kaki diabetes (Flora, dkk. 2013).


a. Posisi duduk tegak di atas bangku dengan kaki menyentuh lantai atau posisi
berbaring dengan kaki diluruskan.

b. Dengan meletakkan tumit di lantai, jari-jari kedua belah kaki diluruskan ke atas lalu
dibengkokkan kembali ke bawah seperti cakar ayam sebanyak 10 kali. Pada posisi
tidur, jari-jari kedua belah kaki diluruskan ke atas lalu dibengkokkan kembali ke
bawah seperti cakar ayam sebanyak 10 kali

c. Dengan meletakkan tumit salah satu kaki dilantai, angkat telapak kaki ke atas. Pada
kaki lainnya, jari-jari kaki diletakkan di lantai dengan tumit kaki diangkatkan ke atas.
Dilakukan pada kaki kiri dan kanan secara bergantian dan diulangi sebanyak 10 kali.
Pada posisi tidur, menggerakkan jari dan tumit kaki secara bergantian antara kaki
kiri dan kaki kanan sebanyak 10 kali

10
d. Tumit kaki diletakkan di lantai. Bagian ujung kaki diangkat ke atas dan buat gerakan
memutar dengan pergerakkan pada pergelangan kaki sebanyak 10 kali. Pada posisi
tidur, kaki lurus ke atas dan buat gerakan memutar dengan pergerakkan pada
pergelangan kaki sebanyak 10 kali.

e. Jari-jari kaki diletakkan dilantai. Tumit diangkat dan buat gerakan memutar dengan
pergerakkan pada pergelangan kaki sebanyak 10 kali. Pada posisi tidur kaki harus
diangkat sedikit agar dapat melakukan gerakan memutar pada pergelangan kaki
sebanyak 10 kali.

f. Luruskan salah satu kaki dan angkat, putar kaki pada pergelangan kaki, tuliskan pada
udara dengan kaki dari angka 0 hingga 10 lakukan secara bergantian. Gerakan ini
sama dengan posisi tidur.

11
g. Letakkan sehelai koran di atas lantai. Bentuk kertas koran menjadi seperti bola
dengan kedua kaki. Kemudian buka bola menjadi lembaran seperti semula
menggunakan kedua kaki. Robek koran menjadi 2 bagian, pasangkan kedua bagian
koran, pada koran yang satu disobek kecil-kecil dengan kedua kaki, pindahkan
sobekan tersebut pada koran yang utuh dengan menggunakan satu kaki secara
bergantian, lalu bungkus menjadi satu dengan 2 kaki.

12
DAFTAR PUSTAKA

ADA. (2020). Classifacation and diagnosis of diabetes: Standards of Medical


Ambarwati, Eni. Wulandari, Dyah. 2009. Asuhan Kebidanan Nifas. Yogyakarta:
Bobak IM, Lowdermilk DL, Jensen MD. Maternity Nursing. Mosby Elsevier.
Cyrillus Publisher: Yogyakarta.
Hepatitis Dalam Pemenuhan Kebutuhan Rasa Aman Nyaman :
hlm. 1-7.
[Link]
Jakarta: Kemenkes RI. (edisi terbaru).
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).
Manuaba IBG. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan & KB. EGC. Hidayat A. Asuhan
Kebidanan Nifas & Menyusui. Salemba Medika
Medula, 3(1), pp. 174–183. Available at:
Mitra Cendikia zasPress.
Munizzi, J. S. (2013) ‘No Analisis struktur kovarians indikator terkait kesehatan pada
Nyeri’, Jurnal Universitas Kusuma Husada, 41(2), pp. 84–9
oad/440/441.
orang tua di rumah dengan fokus pada kesehatan subjektif Judul ',
Sawitri, F. and Sani, F. N. (2020) ‘Asuhan Keperawatan Pada Pasien Sirosis
Sujiyatini [Link], dkk, 2010. Catatan Kuliah Asuhan Ibu Nifas ASKEB III.
Sulistyawati, Ari. 2009. Buku Ajar Asuhan Kebidanan pada Ibu Nifas. Yogyakarta:
[Link]://[Link]/kebutuhan-dasar-ibu-nifas-nutrisi-dan-cairan/akses:05-
des2011-ja m:12.49
Wahyudo, R. (2014) ‘a 78 Years Old Woman With Hepatic Cirrhosis’, Jurnal
World Health Organization (WHO). Nutrition advice for maternal and breastfeeding.
(pedoman WHO terkait gizi ibu dan menyusui).Varney H. Varney’s Midwifery. Jones &
Bartlett Learning.

13

Anda mungkin juga menyukai