PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM
(DEEP LEARNING)
Satuan Pendidikan : ……………….
Mata Pelajaran : Geografi
Nama Guru : Bulan Purnama
Kelas/ Semester : X/Gasal
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit (9 Pertemuan)
Tahun Ajaran : 2025 /2026
IDENTIFIKASI PESERTA DIDIK
Peserta didik kelas X SMA Nusantara memiliki latar belakang yang
beragam, baik dari segi pengetahuan awal, minat, maupun gaya belajar.
Beberapa peserta didik mungkin telah memiliki pemahaman dasar tentang
konsep-konsep geografis dari jenjang sebelumnya, sementara yang lain
mungkin baru mengenal ilmu geografi secara mendalam. Minat peserta didik
juga bervariasi, ada yang tertarik pada aspek fisik seperti bentang alam, ada
pula yang lebih condong pada aspek sosial seperti interaksi manusia dengan
lingkungannya. Kesiapan belajar akan diidentifikasi melalui asesmen
diagnostik awal yang mencakup pertanyaan-pertanyaan sederhana tentang
fenomena alam dan sosial di sekitar mereka, serta survei minat untuk
menyesuaikan pendekatan pembelajaran agar lebih relevan dan menarik bagi
setiap individu, memastikan kebutuhan belajar yang berbeda dapat
terakomodasi.
MATERI PELAJARAN
Analisis materi pelajaran Geografi Bab 1: Pengetahuan Dasar Geografi, yang
mencakup topik Dasar-Dasar Geografi dan Penelitian Geografi,
menunjukkan bahwa materi ini melibatkan jenis pengetahuan konseptual,
prosedural, dan metakognitif. Pengetahuan konseptual akan dicapai melalui
pemahaman definisi, prinsip, dan teori dasar geografi, sementara
pengetahuan prosedural akan dikembangkan melalui praktik penelitian
geografis sederhana. Relevansi materi dengan kehidupan nyata peserta didik
sangat tinggi, karena geografi membantu mereka memahami fenomena alam
dan sosial di sekitar, serta dampaknya terhadap kehidupan manusia. Tingkat
kesulitan materi akan disesuaikan secara bertahap, dimulai dari konsep dasar
yang mudah dipahami hingga aplikasi dalam penelitian yang lebih kompleks.
Struktur materi dirancang secara hierarkis, dari pengenalan konsep hingga
metode penelitian. Integrasi nilai dan karakter akan ditekankan pada
pengembangan penalaran kritis, kolaborasi dalam tim, kreativitas dalam
memecahkan masalah geografis, serta kemandirian dalam melakukan
penyelidikan. Selain itu, materi ini juga akan menumbuhkan kesadaran akan
pentingnya menjaga lingkungan dan menghargai keragaman budaya.
DIMENSI PROFIL LULUSAN
1. Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis informasi
geografis, mengevaluasi argumen, dan merumuskan kesimpulan yang
logis tentang fenomena geografis.
2. Kreativitas: Peserta didik mampu menghasilkan ide-ide orisinal
dalam memecahkan masalah geografis, merancang penelitian, dan
menyajikan data secara inovatif.
3. Kolaborasi: Peserta didik mampu bekerja sama dalam kelompok
untuk mencapai tujuan pembelajaran, berbagi ide, dan menghargai
perbedaan pendapat dalam konteks geografis.
4. Kemandirian: Peserta didik mampu mengambil inisiatif dalam
proses belajar, mengelola waktu, dan bertanggung jawab atas tugas-
tugas penelitian geografis secara mandiri.
DESAIN CAPAIAN PEMBELAJARAN: Menjelaskan konsep dasar geografi.
PEMBELAJARAN
LINTAS DISIPLIN ILMU:
1. Matematika: Untuk analisis data spasial, perhitungan skala, dan
interpretasi grafik dalam penelitian geografi.
2. Bahasa Indonesia: Untuk kemampuan menyusun laporan penelitian,
mempresentasikan hasil, dan mengkomunikasikan ide-ide geografis
secara efektif.
3. Sejarah: Untuk memahami perubahan spasial dan temporal suatu
wilayah, serta keterkaitan antara peristiwa sejarah dengan kondisi
geografis.
TOPIK PEMBELAJARAN: A. Dasar-Dasar Geografi B. Penelitian
Geografi
TUJUAN PEMBELAJARAN: Menjelaskan konsep dasar geografi.
PRAKTIK PEDAGOGIS:
1. Pembelajaran Berbasis Proyek
2. Diskusi kelompok, eksplorasi lapangan, wawancara, dan presentasi
MITRA PEMBELAJARAN:
1. Ahli Geografi Lokal/Akademisi: Untuk mendapatkan perspektif
mendalam tentang konsep dan metode geografi.
2. Badan Pusat Statistik (BPS) Daerah/Instansi Pemerintah Terkait:
Untuk akses data geografis dan pemahaman aplikasi geografi dalam
kebijakan publik.
3. Komunitas Pecinta Alam/Lingkungan: Untuk mendapatkan contoh
nyata penerapan konsep geografi dalam isu-isu lingkungan dan
keberlanjutan.
LINGKUNGAN PEMBELAJARAN:
1. Ruang Fisik: Kelas, perpustakaan sekolah, lingkungan sekitar
sekolah (untuk observasi fenomena geografis sederhana),
laboratorium komputer (untuk pengolahan data).
2. Ruang Virtual: Platform diskusi daring, sumber belajar online
(misal: Google Earth, peta interaktif, video edukasi, jurnal ilmiah
online).
3. Budaya Belajar: Kolaboratif, partisipatif, berbasis inkuiri,
menghargai keragaman perspektif, dan mendorong rasa ingin tahu.
PEMANFAATAN DIGITAL:
1. Perencanaan: Canva (untuk desain materi presentasi, infografis).
2. Pelaksanaan: Video pembelajaran (dari YouTube atau platform
edukasi lainnya), presentasi interaktif.
3. Asesmen: Google Form (untuk kuis dan survei), Quizizz (untuk
evaluasi formatif interaktif).
PENGALAMAN Pertemuan 1: Pengertian dan Ruang Lingkup Geografi (2 JP)
BELAJAR
Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)
1. Peserta didik menjawab salam guru.
2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran dengan
dipimpin salah satu peserta didik.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan menunjukkan kesiapan
belajar.
4. Peserta didik menyimak Capaian Pembelajaran dan tujuan
pembelajaran yang akan dicapai yang disampaikan oleh guru.
5. Peserta didik menyimak motivasi dari guru terkait pentingnya
memahami lingkungan sekitar.
6. Peserta didik menyimak dan merespon apersepsi dengan mengajukan
pertanyaan yang berkaitan dengan materi yang akan dibahas,
misalnya: "Mengapa tata letak suatu kota berbeda dengan desa?",
"Apa yang membuat suatu wilayah memiliki karakteristik unik?".
7. Peserta didik menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan
yang akan dilakukan.
8. Guru memulai dengan menampilkan video singkat atau gambar yang
menunjukkan berbagai fenomena geografis (misal: pegunungan,
perkotaan padat, sungai, gurun).
9. Guru memberikan pertanyaan pemantik "Apa yang Anda amati dari
gambar/video ini? Bagaimana fenomena ini terbentuk dan apa
dampaknya bagi kehidupan?" untuk menstimulasi rasa ingin tahu
peserta didik.
10. Peserta didik melakukan literasi awal melalui bahan bacaan umum
tentang definisi geografi dari berbagai sumber.
11. Guru melakukan tanya jawab dengan peserta didik mengenai bahan
bacaan untuk menumbuhkan kesadaran akan luasnya cakupan ilmu
geografi: a. "Menurut Anda, apa itu geografi?" b. "Fenomena apa saja
yang dapat dipelajari dalam geografi?" c. Guru memaparkan tujuan
pembelajaran yang akan dicapai dan menghubungkan dengan peran
peserta didik dalam memahami dunia.
Kegiatan Inti (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi)
Memahami (Orientasi pada Siswa pada Masalah)
1. Peserta didik mengamati fenomena geografis sederhana di
lingkungan sekitar sekolah (misal: tata guna lahan di sekitar
sekolah, keberadaan fasilitas umum, pola permukiman).
2. Peserta didik mengidentifikasi pertanyaan-pertanyaan
geografis sederhana dari pengamatan tersebut (misal:
"Mengapa ada banyak toko di jalan utama ini?", "Bagaimana
keberadaan taman di dekat sekolah mempengaruhi aktivitas
siswa?").
Memahami (Mengorganisasi Siswa untuk Belajar)
1. Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil.
2. Peserta didik diberikan tugas untuk mencari definisi geografi
dari berbagai ahli dan sumber umum, serta mengidentifikasi
aspek fisik dan aspek sosial dalam ruang lingkup geografi.
Memahami (Membimbing Penyelidikan Individual pada
Kelompok)
1. Peserta didik berdiskusi dalam kelompok untuk
membandingkan definisi geografi dan mengklasifikasikan
fenomena geografis yang telah mereka amati ke dalam aspek
fisik dan aspek sosial.
2. Peserta didik mencari contoh nyata lain dari aspek fisik dan
aspek sosial geografi di lingkungan sekitar mereka atau dari
berita/artikel umum.
Mengaplikasi (Mengembangkan dan Menyajikan Hasil)
1. Peserta didik membuat peta konsep atau infografis sederhana
yang menjelaskan pengertian geografi dan ruang lingkupnya
(aspek fisik dan aspek sosial).
2. Peserta didik menyiapkan presentasi singkat tentang hasil
diskusi kelompok mereka.
Merefleksi (Menganalisis dan Mengevaluasi)
1. Peserta didik mempresentasikan hasil peta konsep/infografis
mereka di depan kelas.
2. Peserta didik mendapatkan umpan balik dari teman dan guru
mengenai kejelasan dan kelengkapan konsep yang disajikan.
3. Peserta didik membuat jurnal refleksi individu tentang
pemahaman mereka terhadap pengertian dan ruang lingkup
geografi, serta kesulitan yang dihadapi.
4. Peserta didik mengidentifikasi relevansi geografi dalam
kehidupan sehari-hari dan potensi penerapannya.
Kegiatan Penutup (Berkesadaran)
1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran tentang
pengertian dan ruang lingkup geografi.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya dan strategi belajar yang akan digunakan (contoh: topik
yang akan dipelajari, sumber/media pembelajaran yang digunakan).
3. Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai partisipasi dan
pencapaian mereka dalam memahami konsep awal geografi.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.
Pertemuan 2: Konsep Esensial Geografi (2 JP)
Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)
1. Peserta didik menjawab salam guru.
2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran dengan
dipimpin salah satu peserta didik.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan menunjukkan kesiapan
belajar.
4. Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
5. Peserta didik menyimak motivasi dari guru tentang bagaimana
geografi membantu kita memahami "mengapa" dan "di mana" suatu
fenomena terjadi.
6. Peserta didik menyimak dan merespon apersepsi dengan mengajukan
pertanyaan yang berkaitan dengan materi sebelumnya dan yang akan
dibahas, misalnya: "Setelah kita tahu apa itu geografi, bagaimana
cara kita melihat fenomena geografis secara lebih mendalam?".
7. Peserta didik menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan
yang akan dilakukan.
8. Guru menampilkan beberapa gambar atau skenario kasus sederhana
yang menunjukkan perbedaan lokasi, pola permukiman, atau
interaksi antarwilayah.
9. Guru memberikan pertanyaan pemantik "Apa yang membedakan
gambar-gambar ini? Konsep apa yang bisa kita gunakan untuk
menjelaskannya?" untuk menstimulasi pemikiran peserta didik.
10. Peserta didik melakukan literasi awal tentang konsep-konsep esensial
geografi (misal: lokasi, jarak, pola, interaksi).
11. Guru melakukan tanya jawab dengan peserta didik untuk
menumbuhkan kesadaran akan pentingnya konsep-konsep ini dalam
analisis geografis: a. "Apa arti 'lokasi' dalam geografi?" b.
"Bagaimana 'jarak' mempengaruhi interaksi antarwilayah?" c. Guru
memaparkan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dan
menghubungkan dengan peran peserta didik dalam menganalisis
fenomena geografis.
Kegiatan Inti (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi)
Memahami (Orientasi pada Siswa pada Masalah)
1. Peserta didik diberikan studi kasus sederhana atau peta
wilayah yang menunjukkan berbagai fenomena (misal:
sebaran fasilitas umum, pola aliran sungai, daerah rawan
bencana).
2. Peserta didik mengidentifikasi masalah atau pertanyaan yang
muncul dari studi kasus tersebut, misalnya: "Mengapa
fasilitas kesehatan cenderung berkumpul di pusat kota?",
"Bagaimana pola permukiman di daerah pegunungan berbeda
dengan di dataran rendah?".
Memahami (Mengorganisasi Siswa untuk Belajar)
1. Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok.
2. Peserta didik diberikan tugas untuk mendalami beberapa
konsep esensial geografi (misal: kelompok A fokus pada
lokasi dan jarak, kelompok B pada pola dan interaksi, dst.).
Memahami (Membimbing Penyelidikan Individual pada
Kelompok)
1. Peserta didik berdiskusi dalam kelompok untuk memahami
definisi dan contoh dari konsep esensial yang ditugaskan.
2. Peserta didik mencari contoh nyata penerapan konsep-konsep
tersebut dalam kehidupan sehari-hari atau dari berita/artikel
umum.
Mengaplikasi (Mengembangkan dan Menyajikan Hasil)
1. Peserta didik membuat presentasi singkat atau poster digital
yang menjelaskan konsep esensial geografi yang mereka
dalami, dilengkapi dengan contoh-contoh relevan.
2. Peserta didik mencoba menerapkan konsep-konsep tersebut
untuk menjelaskan fenomena pada studi kasus awal.
Merefleksi (Menganalisis dan Mengevaluasi)
1. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok
mereka.
2. Peserta didik mendapatkan umpan balik dari teman dan guru
mengenai pemahaman dan aplikasi konsep.
3. Peserta didik membuat jurnal refleksi individu tentang
bagaimana konsep esensial membantu mereka menganalisis
fenomena geografis.
4. Peserta didik mengidentifikasi konsep mana yang paling
relevan untuk menjelaskan masalah tertentu.
Kegiatan Penutup (Berkesadaran)
1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran tentang konsep-
konsep esensial geografi.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya (misal: topik pendekatan geografi).
3. Guru memuliakan peserta didik atas upaya mereka dalam memahami
konsep-konsep kompleks.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.
Pertemuan 3: Pendekatan Geografi (2 JP)
Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)
1. Peserta didik menjawab salam guru.
2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran dengan
dipimpin salah satu peserta didik.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan menunjukkan kesiapan
belajar.
4. Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
5. Peserta didik menyimak motivasi dari guru tentang pentingnya
memiliki berbagai "kacamata" untuk melihat suatu masalah.
6. Peserta didik menyimak dan merespon apersepsi dengan mengajukan
pertanyaan, misalnya: "Jika kita ingin memahami banjir di kota,
bagaimana cara kita melihat masalah ini dari sudut pandang
geografi?".
7. Peserta didik menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan
yang akan dilakukan.
8. Guru menampilkan studi kasus sederhana (misal: masalah sampah,
kemacetan, atau kekeringan) dan meminta peserta didik untuk
memikirkan berbagai cara untuk menganalisisnya.
9. Guru memberikan pertanyaan pemantik "Apakah ada satu cara
terbaik untuk mempelajari semua fenomena geografis? Atau kita
butuh cara pandang yang berbeda?" untuk menstimulasi pemikiran.
10. Peserta didik melakukan literasi awal tentang pendekatan geografi
(keruangan, kelingkungan, kompleks wilayah).
11. Guru melakukan tanya jawab dengan peserta didik untuk
menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pendekatan dalam analisis
geografis: a. "Apa perbedaan cara pandang jika kita melihat suatu
masalah dari sisi ruang saja?" b. "Bagaimana jika kita melihatnya
dari sisi lingkungan?" c. Guru memaparkan tujuan pembelajaran dan
menghubungkan dengan peran peserta didik dalam menganalisis
masalah secara komprehensif.
Kegiatan Inti (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi)
Memahami (Orientasi pada Siswa pada Masalah)
1. Peserta didik diberikan studi kasus yang lebih kompleks
(misal: permasalahan urbanisasi, degradasi lahan, atau
pengembangan pariwisata).
2. Peserta didik mengidentifikasi berbagai aspek dari masalah
tersebut yang dapat dianalisis dari sudut pandang geografis.
Memahami (Mengorganisasi Siswa untuk Belajar)
1. Peserta didik dibagi menjadi tiga kelompok besar, masing-
masing fokus pada satu pendekatan geografi (keruangan,
kelingkungan, kompleks wilayah).
2. Peserta didik diberikan tugas untuk mendalami definisi,
karakteristik, dan contoh penerapan pendekatan yang
ditugaskan.
Memahami (Membimbing Penyelidikan Individual pada
Kelompok)
1. Peserta didik berdiskusi dalam kelompok untuk memahami
pendekatan masing-masing.
2. Peserta didik mencari contoh nyata bagaimana pendekatan
tersebut digunakan untuk menganalisis fenomena geografis.
Mengaplikasi (Mengembangkan dan Menyajikan Hasil)
1. Peserta didik membuat presentasi atau infografis yang
menjelaskan pendekatan geografi mereka.
2. Peserta didik menerapkan pendekatan yang telah dipelajari
untuk menganalisis studi kasus awal, dengan fokus pada
bagaimana pendekatan tersebut memberikan pemahaman
yang berbeda.
Merefleksi (Menganalisis dan Mengevaluasi)
1. Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis studi kasus
menggunakan pendekatan masing-masing.
2. Peserta didik dari kelompok lain memberikan umpan balik
dan membandingkan hasil analisis dari berbagai pendekatan.
3. Peserta didik membuat jurnal refleksi individu tentang
kelebihan dan kekurangan setiap pendekatan, serta kapan
waktu yang tepat untuk menggunakan pendekatan tertentu.
4. Peserta didik menyimpulkan pentingnya menggunakan
berbagai pendekatan untuk analisis geografis yang mendalam.
Kegiatan Penutup (Berkesadaran)
1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran tentang tiga
pendekatan geografi.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya (memasuki topik penelitian geografi).
3. Guru memuliakan peserta didik atas kemampuan mereka dalam
menerapkan berbagai cara pandang.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.
Pertemuan 4: Hakikat Penelitian Geografi dan Jenis Data (2 JP)
Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)
1. Peserta didik menjawab salam guru.
2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran dengan
dipimpin salah satu peserta didik.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan menunjukkan kesiapan
belajar.
4. Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
5. Peserta didik menyimak motivasi dari guru tentang bagaimana
geografi tidak hanya tentang "apa" tetapi juga "mengapa" dan
"bagaimana" suatu fenomena terjadi, yang membutuhkan penelitian.
6. Peserta didik menyimak dan merespon apersepsi, misalnya: "Kita
sudah belajar konsep dan pendekatan geografi. Sekarang, bagaimana
kita bisa membuktikan atau mencari tahu lebih dalam tentang
fenomena itu?".
7. Peserta didik menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan
yang akan dilakukan.
8. Guru menampilkan contoh berita atau artikel yang memuat hasil
penelitian geografis sederhana (misal: tentang kualitas udara, pola
sebaran penyakit, atau dampak pembangunan).
9. Guru memberikan pertanyaan pemantik "Bagaimana para peneliti
mendapatkan informasi ini? Data apa yang mereka butuhkan?" untuk
menstimulasi pemikiran.
10. Peserta didik melakukan literasi awal tentang hakikat penelitian
geografi dan jenis-jenis data.
11. Guru melakukan tanya jawab dengan peserta didik untuk
menumbuhkan kesadaran akan pentingnya data dalam penelitian: a.
"Apa itu penelitian geografi?" b. "Mengapa data sangat penting
dalam penelitian?" c. Guru memaparkan tujuan pembelajaran dan
menghubungkan dengan peran peserta didik sebagai calon peneliti.
Kegiatan Inti (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi)
Memahami (Orientasi pada Siswa pada Masalah)
1. Peserta didik diberikan sebuah pertanyaan penelitian
sederhana terkait lingkungan sekolah atau tempat tinggal
mereka (misal: "Bagaimana pola penggunaan lahan di sekitar
sekolah mempengaruhi kebersihan lingkungan?", "Apa saja
jenis sampah yang paling banyak ditemukan di lingkungan
rumah Anda?").
2. Peserta didik mengidentifikasi informasi apa yang dibutuhkan
untuk menjawab pertanyaan tersebut.
Memahami (Mengorganisasi Siswa untuk Belajar)
1. Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok.
2. Peserta didik diberikan tugas untuk mendalami hakikat
penelitian geografi dan membedakan antara data primer dan
data sekunder, beserta contohnya.
Memahami (Membimbing Penyelidikan Individual pada
Kelompok)
1. Peserta didik berdiskusi dalam kelompok untuk memahami
konsep data primer dan sekunder.
2. Peserta didik mencari contoh data primer dan sekunder yang
relevan dengan pertanyaan penelitian yang diberikan.
Mengaplikasi (Mengembangkan dan Menyajikan Hasil)
1. Peserta didik membuat tabel atau diagram yang membedakan
data primer dan sekunder, dilengkapi dengan contoh konkret.
2. Peserta didik mengidentifikasi jenis data (primer/sekunder)
yang paling sesuai untuk menjawab pertanyaan penelitian
mereka.
Merefleksi (Menganalisis dan Mengevaluasi)
1. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi mereka tentang
jenis data.
2. Peserta didik mendapatkan umpan balik dari teman dan guru.
3. Peserta didik membuat jurnal refleksi individu tentang
pentingnya memilih jenis data yang tepat dalam penelitian.
4. Peserta didik mengidentifikasi tantangan dalam mendapatkan
data primer dan sekunder.
Kegiatan Penutup (Berkesadaran)
1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran tentang hakikat
penelitian geografi dan jenis data.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya (topik teknik pengumpulan data).
3. Guru memuliakan peserta didik atas kemampuan mereka dalam
memahami dasar-dasar penelitian.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.
Pertemuan 5: Teknik Pengumpulan Data Geografi (2 JP)
Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)
1. Peserta didik menjawab salam guru.
2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran dengan
dipimpin salah satu peserta didik.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan menunjukkan kesiapan
belajar.
4. Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
5. Peserta didik menyimak motivasi dari guru tentang bagaimana data
yang baik adalah kunci untuk penelitian yang kuat.
6. Peserta didik menyimak dan merespon apersepsi, misalnya: "Kita
sudah tahu data itu ada primer dan sekunder. Sekarang, bagaimana
cara kita mendapatkan data-data itu?".
7. Peserta didik menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan
yang akan dilakukan.
8. Guru menampilkan beberapa alat atau situasi yang berkaitan dengan
pengumpulan data (misal: kuesioner, alat ukur sederhana, rekaman
wawancara).
9. Guru memberikan pertanyaan pemantik "Bagaimana cara kita
mengumpulkan informasi dari orang atau dari lingkungan secara
langsung?" untuk menstimulasi pemikiran.
10. Peserta didik melakukan literasi awal tentang berbagai teknik
pengumpulan data geografi (observasi, wawancara, dokumentasi,
survei).
11. Guru melakukan tanya jawab dengan peserta didik untuk
menumbuhkan kesadaran akan pentingnya metode yang tepat: a.
"Kapan kita perlu mengamati langsung suatu fenomena?" b. "Kapan
kita perlu bertanya kepada orang lain?" c. Guru memaparkan tujuan
pembelajaran dan menghubungkan dengan peran peserta didik dalam
merancang pengumpulan data.
Kegiatan Inti (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi)
Memahami (Orientasi pada Siswa pada Masalah)
1. Peserta didik mengingat kembali pertanyaan penelitian
sederhana dari pertemuan sebelumnya.
2. Peserta didik mengidentifikasi teknik pengumpulan data apa
yang paling cocok untuk mendapatkan data primer dan
sekunder yang dibutuhkan.
Memahami (Mengorganisasi Siswa untuk Belajar)
1. Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok.
2. Peserta didik diberikan tugas untuk mendalami satu atau dua
teknik pengumpulan data (misal: kelompok A fokus pada
observasi dan wawancara, kelompok B pada dokumentasi dan
survei).
Memahami (Membimbing Penyelidikan Individual pada
Kelompok)
1. Peserta didik berdiskusi dalam kelompok untuk memahami
langkah-langkah, kelebihan, dan kekurangan setiap teknik
pengumpulan data.
2. Peserta didik mencari contoh instrumen yang digunakan
dalam setiap teknik (misal: lembar observasi, daftar
pertanyaan wawancara, kuesioner).
Mengaplikasi (Mengembangkan dan Menyajikan Hasil)
1. Peserta didik membuat simulasi sederhana atau merancang
instrumen pengumpulan data (misal: membuat daftar
pertanyaan wawancara untuk narasumber tertentu, merancang
lembar observasi untuk mengamati kondisi lingkungan
sekolah).
2. Peserta didik mempresentasikan rancangan instrumen mereka
dan menjelaskan mengapa teknik tersebut dipilih untuk
pertanyaan penelitian mereka.
Merefleksi (Menganalisis dan Mengevaluasi)
1. Peserta didik mempresentasikan hasil rancangan instrumen
mereka.
2. Peserta didik mendapatkan umpan balik dari teman dan guru
mengenai kelayakan instrumen dan teknik yang dipilih.
3. Peserta didik membuat jurnal refleksi individu tentang
tantangan dalam merancang instrumen pengumpulan data dan
pentingnya validitas data.
4. Peserta didik mengidentifikasi bagaimana teknik yang
berbeda dapat menghasilkan jenis informasi yang berbeda.
Kegiatan Penutup (Berkesadaran)
1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran tentang berbagai
teknik pengumpulan data geografi.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya (topik teknik analisis data).
3. Guru memuliakan peserta didik atas kreativitas mereka dalam
merancang instrumen.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.
Pertemuan 6: Teknik Analisis Data Geografi (2 JP)
Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)
1. Peserta didik menjawab salam guru.
2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran dengan
dipimpin salah satu peserta didik.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan menunjukkan kesiapan
belajar.
4. Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
5. Peserta didik menyimak motivasi dari guru tentang bagaimana data
mentah tidak akan berarti tanpa diolah dan dianalisis.
6. Peserta didik menyimak dan merespon apersepsi, misalnya: "Setelah
kita kumpulkan data, lalu diapakan data-data itu agar bisa menjawab
pertanyaan penelitian kita?".
7. Peserta didik menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan
yang akan dilakukan.
8. Guru menampilkan beberapa contoh hasil analisis data (misal: grafik
sebaran penduduk, peta kepadatan, atau ringkasan wawancara).
9. Guru memberikan pertanyaan pemantik "Bagaimana data-data yang
banyak itu bisa diringkas menjadi informasi yang mudah dipahami
seperti ini?" untuk menstimulasi pemikiran.
10. Peserta didik melakukan literasi awal tentang teknik analisis data
geografi (kuantitatif, kualitatif, spasial sederhana).
11. Guru melakukan tanya jawab dengan peserta didik untuk
menumbuhkan kesadaran akan pentingnya analisis: a. "Apa
perbedaan cara menganalisis data angka dengan data berupa cerita
atau deskripsi?" b. "Bagaimana peta bisa membantu kita
menganalisis data?" c. Guru memaparkan tujuan pembelajaran dan
menghubungkan dengan peran peserta didik dalam menginterpretasi
data.
Kegiatan Inti (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi)
Memahami (Orientasi pada Siswa pada Masalah)
1. Peserta didik diberikan set data sederhana (misal: data jumlah
penduduk per RT, data jenis penggunaan lahan, atau hasil
wawancara singkat tentang persepsi lingkungan).
2. Peserta didik mengidentifikasi informasi apa yang bisa digali
dari data tersebut dan bagaimana cara terbaik untuk
menyajikannya.
Memahami (Mengorganisasi Siswa untuk Belajar)
1. Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok.
2. Peserta didik diberikan tugas untuk mendalami teknik analisis
data (misal: kelompok A fokus pada analisis kuantitatif
sederhana, kelompok B pada analisis kualitatif, kelompok C
pada analisis spasial sederhana menggunakan peta).
Memahami (Membimbing Penyelidikan Individual pada
Kelompok)
1. Peserta didik berdiskusi dalam kelompok untuk memahami
langkah-langkah dan contoh penerapan setiap teknik analisis.
2. Peserta didik mencari contoh visualisasi hasil analisis (misal:
grafik batang, diagram lingkaran, peta tematik).
Mengaplikasi (Mengembangkan dan Menyajikan Hasil)
1. Peserta didik mempraktikkan analisis data sederhana
menggunakan set data yang diberikan (misal: menghitung
persentase, mengelompokkan jawaban wawancara, menandai
lokasi di peta sederhana).
2. Peserta didik menyajikan hasil analisis mereka dalam bentuk
visual yang mudah dipahami (misal: grafik sederhana, poin-
poin penting dari wawancara, peta sederhana dengan simbol).
Merefleksi (Menganalisis dan Mengevaluasi)
1. Peserta didik mempresentasikan hasil analisis data mereka.
2. Peserta didik mendapatkan umpan balik dari teman dan guru
mengenai kejelasan analisis dan interpretasi data.
3. Peserta didik membuat jurnal refleksi individu tentang
tantangan dalam menganalisis data dan pentingnya
objektivitas dalam interpretasi.
4. Peserta didik mengidentifikasi bagaimana analisis data
membantu menjawab pertanyaan penelitian.
Kegiatan Penutup (Berkesadaran)
1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran tentang berbagai
teknik analisis data geografi.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya (topik perumusan masalah penelitian).
3. Guru memuliakan peserta didik atas kemampuan mereka dalam
mengubah data menjadi informasi yang bermakna.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.
Pertemuan 7: Perumusan Masalah Penelitian Geografi dan Hipotesis (2
JP)
Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)
1. Peserta didik menjawab salam guru.
2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran dengan
dipimpin salah satu peserta didik.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan menunjukkan kesiapan
belajar.
4. Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
5. Peserta didik menyimak motivasi dari guru tentang bagaimana
penelitian dimulai dari sebuah pertanyaan yang jelas.
6. Peserta didik menyimak dan merespon apersepsi, misalnya: "Kita
sudah belajar cara mengumpulkan dan menganalisis data. Tapi, apa
yang harus kita teliti? Bagaimana kita menentukan fokus penelitian
kita?".
7. Peserta didik menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan
yang akan dilakukan.
8. Guru menampilkan beberapa contoh judul penelitian atau pertanyaan
penelitian yang baik dan kurang baik.
9. Guru memberikan pertanyaan pemantik "Apa ciri-ciri pertanyaan
penelitian yang baik? Mengapa penting untuk memiliki dugaan awal
(hipotesis)?" untuk menstimulasi pemikiran.
10. Peserta didik melakukan literasi awal tentang perumusan masalah
penelitian geografi dan hipotesis.
11. Guru melakukan tanya jawab dengan peserta didik untuk
menumbuhkan kesadaran akan pentingnya fokus penelitian: a.
"Mengapa pertanyaan penelitian harus spesifik?" b. "Apa fungsi
hipotesis dalam penelitian?" c. Guru memaparkan tujuan
pembelajaran dan menghubungkan dengan peran peserta didik dalam
merumuskan penelitian mereka sendiri.
Kegiatan Inti (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi)
Memahami (Orientasi pada Siswa pada Masalah)
1. Peserta didik diberikan beberapa skenario masalah geografis
umum (misal: dampak pembangunan perumahan, perubahan
iklim lokal, masalah transportasi).
2. Peserta didik mengidentifikasi aspek-aspek yang menarik
untuk diteliti dari skenario tersebut.
Memahami (Mengorganisasi Siswa untuk Belajar)
1. Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok.
2. Peserta didik diberikan tugas untuk mendalami kriteria
perumusan masalah penelitian yang baik dan cara
merumuskan hipotesis.
Memahami (Membimbing Penyelidikan Individual pada
Kelompok)
1. Peserta didik berdiskusi dalam kelompok untuk memahami
ciri-ciri masalah penelitian yang layak dan bagaimana
merumuskan hipotesis yang dapat diuji.
2. Peserta didik mencari contoh perumusan masalah dan
hipotesis dari penelitian geografis yang ada.
Mengaplikasi (Mengembangkan dan Menyajikan Hasil)
1. Peserta didik secara berkelompok merumuskan satu
pertanyaan penelitian geografis yang relevan dengan
lingkungan mereka dan dapat diuji.
2. Peserta didik merumuskan hipotesis dari pertanyaan
penelitian tersebut.
3. Peserta didik mempresentasikan rumusan masalah dan
hipotesis mereka.
Merefleksi (Menganalisis dan Mengevaluasi)
1. Peserta didik mempresentasikan rumusan masalah dan
hipotesis yang telah mereka buat.
2. Peserta didik mendapatkan umpan balik dari teman dan guru
mengenai kejelasan, kelayakan, dan kemampuan uji dari
rumusan masalah dan hipotesis.
3. Peserta didik membuat jurnal refleksi individu tentang
kesulitan dalam merumuskan masalah dan hipotesis, serta
pentingnya ketajaman dalam menentukan fokus penelitian.
4. Peserta didik mengidentifikasi hubungan antara masalah,
tujuan, dan hipotesis penelitian.
Kegiatan Penutup (Berkesadaran)
1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran tentang
perumusan masalah penelitian geografi dan hipotesis.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya (topik penyusunan proposal penelitian).
3. Guru memuliakan peserta didik atas kemampuan mereka dalam
berpikir kritis dan merumuskan ide penelitian.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.
Pertemuan 8: Penyusunan Proposal Penelitian Geografi Sederhana (2
JP)
Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)
1. Peserta didik menjawab salam guru.
2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran dengan
dipimpin salah satu peserta didik.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan menunjukkan kesiapan
belajar.
4. Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
5. Peserta didik menyimak motivasi dari guru tentang bagaimana ide
penelitian yang baik perlu dituangkan dalam rencana yang
terstruktur.
6. Peserta didik menyimak dan merespon apersepsi, misalnya: "Kita
sudah punya pertanyaan dan dugaan awal. Sekarang, bagaimana kita
merencanakan seluruh proses penelitian kita agar terarah?".
7. Peserta didik menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan
yang akan dilakukan.
8. Guru menampilkan contoh kerangka proposal penelitian sederhana.
9. Guru memberikan pertanyaan pemantik "Mengapa kita perlu
membuat proposal sebelum melakukan penelitian? Apa saja bagian
penting dalam proposal penelitian?" untuk menstimulasi pemikiran.
10. Peserta didik melakukan literasi awal tentang penyusunan proposal
penelitian geografi sederhana (kerangka, tujuan, manfaat).
11. Guru melakukan tanya jawab dengan peserta didik untuk
menumbuhkan kesadaran akan pentingnya perencanaan: a. "Apa
fungsi bagian latar belakang dalam proposal?" b. "Bagaimana cara
menuliskan tujuan penelitian yang jelas?" c. Guru memaparkan
tujuan pembelajaran dan menghubungkan dengan peran peserta didik
dalam merancang proyek penelitian mereka.
Kegiatan Inti (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi)
Memahami (Orientasi pada Siswa pada Masalah)
1. Peserta didik mengingat kembali rumusan masalah dan
hipotesis yang telah mereka buat di pertemuan sebelumnya.
2. Peserta didik mengidentifikasi informasi apa lagi yang perlu
ditambahkan untuk membuat rencana penelitian yang
lengkap.
Memahami (Mengorganisasi Siswa untuk Belajar)
1. Peserta didik bekerja dalam kelompok yang sama.
2. Peserta didik diberikan tugas untuk menyusun proposal
penelitian geografi sederhana berdasarkan kerangka yang
telah dipelajari, mencakup latar belakang, rumusan masalah,
tujuan, manfaat, dan metodologi (teknik pengumpulan dan
analisis data yang akan digunakan).
Memahami (Membimbing Penyelidikan Individual pada
Kelompok)
1. Peserta didik berdiskusi dalam kelompok untuk mengisi
setiap bagian proposal.
2. Peserta didik mencari referensi untuk mendukung latar
belakang dan metodologi mereka.
Mengaplikasi (Mengembangkan dan Menyajikan Hasil)
1. Peserta didik menyusun draf proposal penelitian geografi
sederhana mereka.
2. Peserta didik menyiapkan presentasi singkat untuk
memaparkan proposal mereka.
Merefleksi (Menganalisis dan Mengevaluasi)
1. Peserta didik mempresentasikan draf proposal penelitian
mereka.
2. Peserta didik mendapatkan umpan balik dari teman dan guru
mengenai kelengkapan, kejelasan, dan kelayakan proposal.
3. Peserta didik membuat jurnal refleksi individu tentang proses
penyusunan proposal dan pentingnya perencanaan yang
matang.
4. Peserta didik mengidentifikasi bagian mana yang paling
menantang dalam menyusun proposal.
Kegiatan Penutup (Berkesadaran)
1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran tentang
penyusunan proposal penelitian geografi sederhana.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya (topik presentasi proposal dan refleksi akhir).
3. Guru memuliakan peserta didik atas usaha mereka dalam merancang
penelitian.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.
Pertemuan 9: Presentasi Proposal Penelitian Geografi dan Refleksi
Akhir (2 JP)
Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)
1. Peserta didik menjawab salam guru.
2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran dengan
dipimpin salah satu peserta didik.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan menunjukkan kesiapan
belajar.
4. Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
5. Peserta didik menyimak motivasi dari guru tentang bagaimana
berbagi ide dan mendapatkan masukan adalah bagian penting dari
proses ilmiah.
6. Peserta didik menyimak dan merespon apersepsi, misalnya:
"Proposal kita sudah jadi, sekarang saatnya kita sampaikan ide kita
dan dapatkan masukan untuk perbaikan!".
7. Peserta didik menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan
yang akan dilakukan.
8. Guru mengingatkan kembali tentang pentingnya presentasi yang jelas
dan kemampuan menerima umpan balik.
9. Guru memberikan pertanyaan pemantik "Bagaimana kita bisa
menyampaikan ide penelitian kita dengan meyakinkan? Dan
bagaimana kita bisa belajar dari masukan orang lain?" untuk
menstimulasi pemikiran.
10. Peserta didik melakukan persiapan akhir untuk presentasi proposal
mereka.
11. Guru melakukan tanya jawab dengan peserta didik untuk
menumbuhkan kesadaran akan pentingnya komunikasi ilmiah: a.
"Apa saja yang perlu diperhatikan saat presentasi?" b. "Bagaimana
cara memberikan dan menerima umpan balik yang konstruktif?" c.
Guru memaparkan tujuan pembelajaran dan menghubungkan dengan
peran peserta didik sebagai komunikator ilmiah.
Kegiatan Inti (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi)
Memahami (Orientasi pada Siswa pada Masalah)
1. Peserta didik mempersiapkan diri untuk mempresentasikan
proposal penelitian mereka.
2. Peserta didik mengidentifikasi potensi pertanyaan atau
masukan yang mungkin muncul dari audiens.
Memahami (Mengorganisasi Siswa untuk Belajar)
1. Peserta didik secara bergiliran mempresentasikan proposal
penelitian geografi sederhana mereka.
2. Peserta didik lain bertindak sebagai audiens yang kritis dan
memberikan umpan balik.
Memahami (Membimbing Penyelidikan Individual pada
Kelompok)
1. Peserta didik memaparkan latar belakang, rumusan masalah,
tujuan, manfaat, hipotesis, dan metodologi penelitian mereka.
2. Peserta didik menjawab pertanyaan dan menerima masukan
dari teman dan guru.
Mengaplikasi (Mengembangkan dan Menyajikan Hasil)
1. Peserta didik melakukan presentasi proposal mereka dengan
percaya diri.
2. Peserta didik mencatat semua umpan balik yang diberikan
untuk perbaikan proposal di masa mendatang.
Merefleksi (Menganalisis dan Mengevaluasi)
1. Peserta didik melakukan uji coba proyek (simulasi
pengumpulan data) atau mempresentasikan hasil proyeknya
(proposal).
2. Peserta didik mendapatkan umpan balik dari teman dan guru.
3. Peserta didik membuat jurnal refleksi individu terhadap
seluruh proses pembelajaran dari awal hingga akhir, termasuk
proyek proposal yang telah dilakukan.
4. Peserta didik melakukan evaluasi diri terhadap pencapaian
tujuan pembelajaran secara keseluruhan.
5. Peserta didik menemukan solusi dan atau peran lanjutan
mereka setelah belajar tentang dasar-dasar geografi dan
penelitian.
Kegiatan Penutup (Berkesadaran)
1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran secara
keseluruhan, merefleksikan perjalanan belajar mereka dalam
memahami konsep dasar geografi dan penelitian.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya dan strategi belajar yang akan digunakan untuk bab-bab
berikutnya (contoh: topik yang akan dipelajari, mitra yang akan
diundang, eksperimen yang akan dilakukan, sumber/media
pembelajaran yang digunakan).
3. Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai pencapaian
proyek proposal mereka dan perkembangan kemampuan berpikir
geografis mereka.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.
ASESMEN Asesmen pada Awal Pembelajaran:
PEMBELAJARAN
Kuis singkat (pilihan ganda)
Asesmen pada Proses Pembelajaran:
Kuis singkat (pilihan ganda)
Asesmen pada Akhir Pembelajaran:
Proyek/Praktik
Mengetahui, Pekalongan, Juli 2025
Kepala Sekolah, Guru Mapel
Matahari Bulan Purnama
ASESMEN PROSES PEMBELAJARAN
Satuan Pendidikan : …………………………
Kelas / Semester : X / Gasal
Mata Pelajaran : Geografi
TUJUAN PEMBELAJARAN
Peserta didik mampu menjelaskan konsep dasar geografi secara kritis dan kontekstual
berdasarkan kehidupan nyata di sekitarnya.
INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI
1. Mengidentifikasi objek material dan formal geografi dalam fenomena ruang.
2. Menganalisis prinsip-prinsip geografi (distribusi, interelasi, deskripsi, korologi) dalam
kasus nyata.
3. Menjelaskan pendekatan geografi (keruangan, kelingkungan, kompleks wilayah).
4. Menjelaskan langkah-langkah penelitian geografi berdasarkan isu geosfer lokal.
5. Menginterpretasikan hubungan konsep dasar geografi dalam menyelesaikan masalah
lingkungan.
KISI-KISI SOAL
No IPK Materi Level Kognitif Bentuk Soal
1 1 Objek material dan formal geografi HOTS (C4) Pilihan Ganda
2 2 Prinsip distribusi HOTS (C4) Pilihan Ganda
3 2 Prinsip interelasi HOTS (C4) Pilihan Ganda
4 2 Prinsip deskripsi HOTS (C4) Pilihan Ganda
5 2 Prinsip korologi HOTS (C5) Pilihan Ganda
6 3 Pendekatan keruangan HOTS (C5) Pilihan Ganda
7 3 Pendekatan kelingkungan HOTS (C5) Pilihan Ganda
8 3 Pendekatan kompleks wilayah HOTS (C5) Pilihan Ganda
9 4 Langkah penelitian geografi HOTS (C4) Pilihan Ganda
10 5 Konsep geografi dan isu HOTS (C5) Pilihan Ganda
lingkungan
SOAL PILIHAN GANDA
1.
Setiap pagi siswa SMK di daerah pesisir melihat nelayan datang ke dermaga membawa hasil
tangkapan yang berbeda-beda tergantung musim. Keadaan ini menunjukkan adanya distribusi
sumber daya yang tidak merata di ruang geografi.
Apa konsep geografi yang paling tepat untuk menganalisis fenomena tersebut?
A. Interelasi
B. Keruangan
C. Kompleks wilayah
D. Distribusi
E. Kelingkungan
2.
Di suatu wilayah perkotaan, kemacetan terjadi karena meningkatnya penggunaan kendaraan
pribadi dan menurunnya penggunaan angkutan umum. Fenomena ini menunjukkan keterkaitan
antar unsur geografi.
Prinsip apa yang dapat digunakan untuk menganalisis fenomena tersebut?
A. Deskripsi
B. Interelasi
C. Korologi
D. Distribusi
E. Lokasi relatif
3.
Sebuah daerah di pegunungan sering mengalami longsor saat musim hujan. Hasil pengamatan
menunjukkan bahwa daerah tersebut memiliki kemiringan lahan yang ekstrem dan penebangan
pohon secara besar-besaran.
Pendekatan yang tepat untuk menganalisis fenomena ini adalah...
A. Keruangan
B. Ekologi
C. Kompleks wilayah
D. Deskriptif
E. Interaksi wilayah
4.
Sebuah siswa melakukan pengamatan terhadap kebersihan sungai di sekitar rumahnya. Ia
melakukan wawancara, pengambilan sampel air, dan membuat laporan berdasarkan data yang
diperoleh.
Langkah yang dilakukan siswa tersebut mencerminkan...
A. Penerapan konsep distribusi
B. Tahapan sistem informasi geografi
C. Penelitian geografi
D. Kajian pendekatan kompleks wilayah
E. Analisis spasial
5.
Di Kalimantan, kegiatan pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit menyebabkan deforestasi
besar-besaran. Akibatnya, banyak sungai menjadi tercemar dan hilangnya habitat satwa liar.
Fenomena ini menunjukkan hubungan antara manusia dan lingkungan, yang dianalisis
menggunakan pendekatan...
A. Kompleks wilayah
B. Keruangan
C. Interelasi
D. Kelingkungan
E. Prinsip korologi
6.
Dua wilayah di Pulau Jawa, yaitu Kota A dan Kota B, memiliki kepadatan penduduk yang
berbeda. Kota A padat penduduk karena dekat pusat industri, sementara Kota B lebih sepi karena
akses yang sulit.
Untuk memahami perbedaan tersebut, konsep geografi yang tepat digunakan adalah...
A. Deskripsi
B. Kelingkungan
C. Interelasi
D. Keruangan
E. Distribusi
7.
Berikut adalah langkah-langkah dalam sebuah kegiatan: menentukan masalah, menyusun
hipotesis, pengumpulan data, analisis data, dan menarik kesimpulan.
Langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari…
A. Prinsip distribusi
B. Kajian sosial budaya
C. Pendekatan deskriptif
D. Penelitian geografi
E. Identifikasi lokasi absolut
8.
Kabupaten X memiliki banyak wilayah dataran rendah, sehingga cocok untuk pertanian padi.
Sementara Kabupaten Y terletak di dataran tinggi dan lebih cocok untuk pertanian sayuran.
Fenomena ini menunjukkan bahwa...
A. Wilayah memiliki fungsi yang sama
B. Semua wilayah bisa dimanfaatkan sama
C. Setiap wilayah memiliki potensi yang berbeda
D. Lokasi tidak memengaruhi pemanfaatan
E. Topografi tidak penting dalam pertanian
9.
Kota besar mengalami peningkatan polusi udara akibat kendaraan bermotor. Pemerintah
menetapkan kebijakan hari bebas kendaraan.
Analisis fenomena ini menunjukkan prinsip geografi...
A. Interelasi
B. Korologi
C. Deskripsi
D. Distribusi
E. Kelingkungan
10.
Seorang siswa mengkaji hubungan antara kemacetan di pusat kota dan lokasi sekolah serta
perumahan penduduk. Ia menggunakan peta digital dan grafik kepadatan lalu lintas.
Jenis pendekatan geografi yang digunakan siswa tersebut adalah...
A. Kompleks wilayah
B. Keruangan
C. Interelasi
D. Ekologi
E. Sosial budaya
KUNCI JAWABAN
1. D
2. B
3. D
4. C
5. D
6. D
7. D
8. C
9. B
10. B
RUBRIK PENILAIAN
Skor Per Soal Kriteria
10 Jawaban benar
0 Jawaban salah
Total Nilai = (Jumlah Jawaban Benar x 10)
Nilai Maksimal = 100
ASESMEN AKHIR PEMBELAJARAN
Satuan Pendidikan : …………………………
Kelas / Semester : X / Gasal
Mata Pelajaran : Geografi
TUJUAN PEMBELAJARAN
Peserta didik mampu menjelaskan konsep dasar geografi dan mengaitkannya dengan
kehidupan nyata melalui pendekatan ilmiah dan kontekstual.
INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI
1. Mengidentifikasi objek material dan formal geografi dalam fenomena lokal.
2. Menjelaskan prinsip-prinsip dasar geografi (distribusi, interelasi, deskripsi, korologi)
melalui studi kasus nyata.
3. Menggunakan pendekatan geografi (keruangan, kelingkungan, kompleks wilayah) dalam
menganalisis masalah lingkungan sekitar.
4. Menyusun laporan sederhana berdasarkan langkah-langkah penelitian geografi.
5. Menyajikan hasil analisis geografi dalam bentuk visual (poster, infografik, atau peta
tematik).
KISI-KISI SOAL PROYEK
No IPK Materi Level Kognitif Bentuk Soal
1 1,2,3 Konsep dasar geografi HOTS (C5) Proyek analisis fenomena
2 4 Langkah penelitian geografi HOTS (C6) Proyek laporan penelitian
3 5 Presentasi hasil studi geografi HOTS (C6) Proyek penyajian visual
SOAL PROYEK
Kawasan sekitar sekolah Anda mengalami beberapa permasalahan geografi, seperti:
Genangan air saat hujan
Kemacetan di jalan utama
Sampah di sungai kecil di belakang sekolah
Pemukiman padat tanpa ruang terbuka hijau
Permasalahan tersebut merupakan bagian dari fenomena geosfer yang dapat dikaji menggunakan
konsep dan pendekatan geografi.
Tugas Proyek:
Lakukan proyek sederhana dengan langkah sebagai berikut:
Judul Proyek
Analisis Masalah Geografi Lokal dan Solusinya Berdasarkan Konsep Geografi
Langkah-Langkah Proyek:
1. Identifikasi masalah geografi lokal di lingkungan tempat tinggal atau sekolah Anda
(misalnya banjir, pencemaran, kemacetan, kerusakan lingkungan).
2. Tentukan objek material dan formal dari masalah tersebut.
3. Gunakan prinsip-prinsip geografi (distribusi, interelasi, deskripsi, korologi) untuk
menganalisis permasalahan.
4. Pilih pendekatan geografi (keruangan, kelingkungan, kompleks wilayah) yang sesuai
untuk memahami masalah.
5. Lakukan mini riset sederhana:
o Observasi langsung atau melalui wawancara warga/sekolah.
o Dokumentasi foto/video.
o Gunakan data sekunder bila diperlukan (cuaca, tata ruang, dll).
6. Sajikan hasil proyek Anda dalam bentuk salah satu dari berikut:
o Poster digital
o Infografis
o Peta tematik
o Laporan dengan peta buatan sendiri
7. Presentasikan temuan Anda secara tertulis/lisan kepada guru atau kelas.
KUNCI JAWABAN
Masalah geografi lokal diidentifikasi dengan jelas.
Objek material dan formal dijelaskan dengan benar.
Penggunaan prinsip geografi sesuai dan logis.
Pendekatan geografi diterapkan dengan tepat.
Laporan atau produk visual (poster, peta, infografis) menggambarkan analisis dan solusi.
Kreativitas dan orisinalitas ditunjukkan dalam penyajian.
RUBRIK PENILAIAN
Aspek Penilaian Kriteria Skor
Maks
Identifikasi Masalah Masalah jelas, relevan dengan geografi 15
Geografi
Analisis Konsep Geografi Menggunakan prinsip & pendekatan secara tepat 20
Langkah Penelitian Observasi, dokumentasi, pengolahan data 20
sederhana
Solusi dan Inovasi Solusi sesuai konsep, aplikatif 15
Kreativitas Produk Poster, infografik, atau peta menarik dan 15
informatif
Presentasi / Laporan Struktur jelas, logis, komunikatif 15
Total 100
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Satuan Pendidikan : ..........................................
Kelas / Semester : X / Gasal
Mata Pelajaran : Geografi
TUJUAN PEMBELAJARAN
Peserta didik mampu:
1. Menjelaskan konsep dasar geografi melalui analisis fenomena nyata.
2. Mengidentifikasi objek material dan formal dalam geografi.
3. Menerapkan prinsip dan pendekatan geografi dalam memahami suatu permasalahan
lingkungan sekitar.
ALAT DAN BAHAN
Buku teks geografi
Peta wilayah sekitar (bisa digital/manual)
Kertas kerja / laptop
Gawai untuk mencari data dan dokumentasi
Aplikasi presentasi (opsional)
TUGAS / SOAL DISKUSI
Di sekitar sekolah dan permukiman Anda, kemungkinan besar terdapat fenomena geografi yang
memengaruhi kehidupan sehari-hari. Misalnya:
Jalan utama sering tergenang air saat hujan.
Udara semakin panas di siang hari karena minimnya pepohonan.
Kemacetan sering terjadi pada jam masuk dan pulang sekolah.
Sungai di dekat permukiman menjadi tempat pembuangan sampah.
Fenomena-fenomena tersebut merupakan bagian dari objek kajian geografi dan dapat dianalisis
menggunakan konsep, prinsip, dan pendekatan geografi.
Petunjuk Diskusi (Dikerjakan secara berkelompok)
1. Identifikasi salah satu fenomena geosfer yang nyata terjadi di sekitar Anda.
2. Tentukan objek material dan formal dari fenomena tersebut.
3. Jelaskan prinsip geografi (pilih minimal 2 prinsip) yang bisa digunakan untuk
memahami fenomena itu.
4. Tentukan pendekatan geografi yang paling sesuai (keruangan, kelingkungan, atau
kompleks wilayah).
5. Diskusikan penyebab dan dampak dari fenomena tersebut bagi lingkungan dan
masyarakat.
6. Buatlah kesimpulan dan solusi sederhana berbasis geografi yang bisa diusulkan.
7. Sajikan hasil diskusi kalian dalam bentuk poster mini atau ringkasan hasil di kertas A4.
KUNCI JAWABAN
No Komponen Jawaban Contoh
1 Fenomena Sungai penuh sampah di belakang sekolah
2 Objek material Sungai, limbah domestik, masyarakat sekitar
Objek formal Interaksi manusia dengan lingkungan
3 Prinsip Interelasi (hubungan masyarakat dan sungai), Deskripsi (penjelasan
geografi kondisi sungai)
4 Pendekatan Kelingkungan (interaksi manusia-lingkungan)
5 Penyebab Kurangnya kesadaran membuang sampah, tidak tersedia tempat sampah
Dampak Banjir, pencemaran, penyakit
6 Solusi Kampanye sadar lingkungan, pengadaan tong sampah, jadwal kerja
bakti
RUBRIK PENILAIAN
Komponen Penilaian Kriteria Skor Maks
Identifikasi Fenomena Relevan dan nyata 15
Objek Geografi Tepat membedakan material & formal 15
Prinsip Geografi Penggunaan prinsip sesuai konteks 15
Pendekatan Geografi Pemilihan dan alasan tepat 15
Analisis Penyebab & Logis, faktual 15
Dampak
Solusi Realistis dan kontekstual 15
Kreativitas & Penyajian Menarik, informatif 10
Total 100
BAHAN AJAR
Memahami Konsep Dasar Geografi
Geografi adalah ilmu yang mempelajari tentang bumi dan segala fenomena yang ada di
dalamnya, baik fenomena alam maupun sosial. Lebih dari sekadar menghafal nama-nama
negara atau ibu kota, geografi bertujuan untuk memahami bagaimana lingkungan fisik dan
manusia berinteraksi, serta bagaimana interaksi tersebut membentuk pola dan proses di
permukaan bumi. Mempelajari geografi akan membantu kita memahami dunia di sekitar kita
dengan lebih mendalam, mulai dari mengapa gunung berapi meletus hingga bagaimana kota-kota
berkembang.
Salah satu konsep penting dalam geografi adalah lokasi. Lokasi dapat dijelaskan secara absolut,
yaitu posisi pasti suatu tempat berdasarkan koordinat lintang dan bujur (misalnya, Jakarta
terletak pada 6° LS dan 106° BT). Lokasi juga bisa bersifat relatif, yang menjelaskan posisi
suatu tempat berdasarkan hubungannya dengan tempat lain (misalnya, Indonesia terletak di
antara dua benua, Asia dan Australia, serta dua samudra, Hindia dan Pasifik). Pemahaman
tentang lokasi, baik absolut maupun relatif, membantu kita menempatkan suatu fenomena dalam
konteks spasialnya.
Selain lokasi, konsep jarak juga sangat fundamental. Jarak dapat diukur secara absolut dalam
satuan panjang (meter, kilometer) atau secara relatif yang mempertimbangkan waktu tempuh,
biaya, atau kemudahan akses. Misalnya, jarak antara dua kota bisa 100 km, namun jika jalan
rusak parah, jarak relatifnya terasa lebih jauh karena membutuhkan waktu tempuh yang lebih
lama. Konsep ini membantu kita memahami seberapa jauh pengaruh suatu fenomena atau
bagaimana interaksi antarwilayah terjadi.
Konsep lain yang tak kalah penting adalah keterjangkauan. Keterjangkauan mengacu pada
mudah atau sulitnya suatu tempat dijangkau dari tempat lain. Faktor-faktor seperti
infrastruktur jalan, transportasi, dan medan geografis sangat memengaruhi keterjangkauan.
Misalnya, daerah pegunungan seringkali memiliki keterjangkauan yang lebih rendah
dibandingkan dengan daerah dataran rendah karena akses yang sulit. Memahami keterjangkauan
membantu kita menganalisis pola permukiman, distribusi sumber daya, hingga penyebaran
budaya.
Selanjutnya, pola adalah bentuk, susunan, atau struktur keruangan dari suatu fenomena. Pola
bisa berupa pola permukiman penduduk yang memanjang mengikuti jalan, pola aliran sungai
yang bercabang seperti pohon, atau pola persebaran pusat perbelanjaan di kota. Mengidentifikasi
pola membantu kita melihat hubungan antara berbagai elemen di permukaan bumi dan
memahami proses yang mendasarinya. Sementara itu, morfologi berkaitan dengan bentuk muka
bumi sebagai akibat dari proses alam dan aktivitas manusia. Misalnya, dataran rendah,
pegunungan, lembah, atau delta sungai adalah contoh bentuk morfologi. Memahami morfologi
membantu kita menjelaskan karakteristik fisik suatu wilayah dan potensi serta tantangan yang
dimilikinya.
Konsep aglomerasi menjelaskan kecenderungan persebaran fenomena yang mengelompok
di suatu wilayah. Contoh paling jelas adalah aglomerasi industri di suatu kawasan atau
aglomerasi permukiman padat penduduk di perkotaan. Aglomerasi seringkali terjadi karena
adanya daya tarik tertentu, seperti ketersediaan sumber daya, tenaga kerja, atau pasar. Di sisi
lain, nilai kegunaan (atau nilai guna) berkaitan dengan potensi yang dimiliki suatu wilayah
untuk memenuhi kebutuhan manusia. Misalnya, daerah subur memiliki nilai kegunaan untuk
pertanian, sedangkan daerah pesisir memiliki nilai kegunaan untuk pariwisata atau perikanan.
Konsep ini menyoroti bagaimana manusia memanfaatkan dan memberi nilai pada lingkungan di
sekitarnya.
Terakhir, konsep interaksi atau interdependensi menunjukkan adanya hubungan timbal balik
antara satu wilayah dengan wilayah lain. Interaksi ini bisa berupa pergerakan barang, jasa,
ide, atau orang antarwilayah. Misalnya, kota dan desa memiliki hubungan interdependensi di
mana kota membutuhkan pasokan bahan pangan dari desa, sementara desa membutuhkan
fasilitas dan barang produksi dari kota. Konsep diferensiasi area menjelaskan perbedaan
karakteristik antarwilayah di permukaan bumi. Tidak ada dua tempat yang persis sama;
setiap wilayah memiliki keunikan tersendiri dalam hal kondisi fisik, budaya, dan sosial.
Memahami diferensiasi area membantu kita menghargai keanekaragaman di dunia dan mengapa
suatu fenomena hanya ditemukan di wilayah tertentu.
Dengan memahami konsep-konsep dasar ini, kita akan memiliki pondasi yang kuat untuk
menyelami lebih dalam berbagai aspek geografi dan melihat dunia dengan perspektif yang lebih
luas.