0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan10 halaman

Motivasi dan Disiplin Pengaruhi Kinerja Karyawan

Penelitian ini mengkaji pengaruh motivasi dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan di PT Uni Djaja, dengan hasil menunjukkan bahwa kedua faktor tersebut memiliki pengaruh signifikan baik secara simultan maupun parsial. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda, dengan koefisien determinasi sebesar 77.3%. Penelitian ini menekankan pentingnya motivasi dan disiplin dalam meningkatkan kinerja karyawan di perusahaan.

Diunggah oleh

danisetiawanbjr105
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan10 halaman

Motivasi dan Disiplin Pengaruhi Kinerja Karyawan

Penelitian ini mengkaji pengaruh motivasi dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan di PT Uni Djaja, dengan hasil menunjukkan bahwa kedua faktor tersebut memiliki pengaruh signifikan baik secara simultan maupun parsial. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda, dengan koefisien determinasi sebesar 77.3%. Penelitian ini menekankan pentingnya motivasi dan disiplin dalam meningkatkan kinerja karyawan di perusahaan.

Diunggah oleh

danisetiawanbjr105
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Bursa: Jurnal Ekonomi dan Bisnis, Vol.

3 (1) (2024)
Published by: Lembaga Riset Ilmiah – YMMA Sumut

Bursa: Jurnal Ekonomi dan Bisnis


Journal homepage: [Link]

Pengaruh Motivasi Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan


Yovie Ernanda
Departmen of Management, Universitas Prima Indonesia, Indonesia
ARTICLE INFO ABSTRACT
Article history: Objek penelitian berada di PT Uni Djaja pemilihan objek disebabkan karena
Received: 22 December 2023 terjadi berkurangnya disiplin karyawan dan motivasi kerja karyawan secara
Revised: 15 January 2024 signifikan berpengaruh terhadap menurunnya kinerja karyawan. Motivasi
Accepted: 16 February 2024 dapat diduga untuk mengukur kinerja karyawan agar dapat digunakan
pada kondisi tertentu dan untuk mengamati perubahan daripada
mengukurnya secara langsung. Kedisplinan adalah kesadaran dan
Keywords: kesediaan seseorang mentaati semua peraturan perusahaan dan norma -
Motivasi Kerja, Disiplin Kerja, norma sosial yang berlaku. Analisis data bersifat kuantitatif atau statistik
Kinerja Karyawan. dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Metode
sampel yang digunakan adalah Sampling Kuota (Qouta Sampling) dalam
melakukan penelitian. Metode analisis yang digunakan adalah uji regresi
liner berganda, koefisien determinasi pengujian secara simultan (Uji-F) dan
secara parsial (Uji-t). Populasi yang digunakan sebesar 151 karyawan dan
jumlah sampel yang digunakan adalah 110 karyawan dan 30 orang
karyawan digunakan untuk uji validitas dan realibilitas diambil dari
perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi dan disiplin
secara simultan dan parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja
karyawan nilai koefisien determinasi sebesar 77.3%. Dengan nilai Fhitung >
Ftabel (20.039 > 2.98) dan nilai uji thitung > ttabel variabel motivasi (2.530 > 1.703)
dan variabel disiplin (1.864 > 1.703). Dengan demikian motivasi dan disiplin
berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. Uni
Djaja.

The object of research is at PT Uni Djaja, the choice of objects is due to the
lack of employee discipline and employee motivation to significantly
influence employee performance. Motivation can be suspected to measure
employee performance so that it can be used in certain conditions and to
observe changes rather than measure them directly. Discipline is one's
awareness and willingness to obey all company regulations and social norms
that apply. Data analysis is quantitative or statistical in order to test the
established hypotheses. The sample method used is the Quota Sampling
(Qouta Sampling) in conducting research. The analytical method used is
multiple linear regression test, the coefficient of determination of testing
simultaneously (F-Test) and partially (T-Test). The population used was 151
employees and the number of samples used was 110 employees and 30
employees were used for the validity and reliability tests taken from the
company. The results showed that motivation and discipline simultaneously
and partially had a significant effect on employee performance with a
coefficient of determination of 77.3%. With the value of F count> Ftable (20.039>
2.98) and test value of tcount> ttable motivation variable (2.530> 1,703) and
discipline variable (1,864> 1,703). Thus motivation and discipline have a
positive and significant effect on employee performance at PT. Uni Djaja

This is an open-access article under the CC BY-NC license.

Corresponding Author:
Yovie Ernanda
Department of Managemen, Universitas Prima Indonesia
Jl. Sampul No. 3 Medan, Sumatera Utara, Indonesia
Email: yovieernanda@[Link]

Journal homepage: [Link]


Bursa: Jurnal Ekonomi dan Bisnis, ISSN: 2829-6397 (Online)  9

Pendahuluan
Peran sumber daya manusia dalam organisasi adalah menentukan keberhasilan organisasi.
Semua tindakan yang diambil dalam setiap kegiatan diprakarsai dan ditentukan oleh manusia yang
menjadi anggota dalam suatu organisasi. Dalam organisasi pasti sangat membutuhkan adanya faktor
sumber daya manusia yang potensial baik pemimpin maupun karyawan pada pola tugas dan
pengawasan yang merupakan penentu agar tercapainya tujuan organisasi tersebut.
Kinerja merupakan perilaku nyata yang ditampilkan setiap orang sebagai kinerja karyawan
yang dihasilkan oleh karyawan sesuai dengan peranannya dalam organisasi. Kinerja karyawan
merupakan suatu hal yang sangat penting dalam organisasi untuk mencapai tujuannya. Dalam
berorganisasi, faktor sumber daya manusia merupakan masalah utama disetiap kegiatan yang ada
didalamnya. Karena jika sumber daya manusia yang ada di dalam organisasi buruk, maka tujuan
organisasi tidak akan tercapai sebagaimana yang telah direncanakan.
Dari penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa ada banyak faktor yang mempengaruhi
kinerja karyawan. Faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan yaitu Motivasi dan Disiplin Kerja.
Faktor-faktor tersebut hendaknya perlu diperhatikan oleh pimpinan sehingga kinerja karyawan dapat
optimal.
Motivasi adalah keinginan yang timbul dari dalam diri seseorang atau individu karena
terinspirasi, tersemangati, dan terdorong untuk melakukan aktivitas dengan keikhlasan, senang hati dan
sungguh - sungguh sehingga hasil dari aktivitas yanng dia lakukan mendapat hasil yang baik dan
berkualitas.
Disiplin kerja dapat dilihat sebagai sesuatu yang besar manfaatnya, baik bagi kepentingan
organisasi maupun bagi para karyawan. Bagi organisasi adanya disiplin kerja akan menjamin
terpeliharanya tata tertib dan kelancaran pelaksanaan tugas, sehingga diperoleh hasil yang optimal.
Sedangkan bagi karyawan akan diperoleh suasana kerja yang menyenangkan sehingga akan menambah
semangat kerja dalam melaksanakan pekerjaannya.
Penelitian dilakukan pada PT Uni Djaja yang beralamat di Jl. Medan Deli Tua Km. 8, Kecamatan
Medan Johor, Kabupaten Medan, Provinsi Sumatera Utara. Waktu penelitian direncanakan pada bulan
Juli 2018 sampai dengan bulan Agustus 2018. PT Uni Djaja memiliki Produk Usaha Minuman beralkohol
dan Badan Usaha dengan produk Minumal Beralkohol.
Kinerja karyawan di PT Uni Djaja diantaranya adalah menurunnya keinginan karyawan untuk
mencapai tujuan kerja yang efektif, kurangnya ketepatan waktu dalam penyelesaian pekerjaan sehingga
kurangnya menaati peraturan, pengaruh yang berasal dari lingkungannya, kurangnya kenyamanan
bekerja, teman sekantor yang kurang kompak, kurangnya motivasi untuk meningkatkan semangat kerja
dan tidak adanya contoh yang harus dijadikan acuan dalam kinerja karyawan yang baik. Semua itu
merupakan sebab menurunnya kinerja karyawan dalam bekerja yang akhirnya sulit untuk meningkatkan
kinerja karyawan. Faktor-faktor yang dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja karyawan
diantaranya disiplin kerja, motivasi dan kepuasaan kerja.
Motivasi terbentuknya dari sikap (attitude) karyawan dalam menghadapi situasi kerja di
perusahaan (situation). Motivasi merupakan kondisi atau energi yang menggerakkan diri karyawan yang
terarah atau tertuju untuk mencapai tujuan organisasi perusahaan. Sikap mental karyawan yang pro dan
positif
Dalam organisasi seorang pimpinan memerlukan alat komunikasi dengan paara karyawannya
mengenai tingkah laku para karyawan, dan bagaimana memperbaiki perilaku para karyawan menjadi
lebih baik lagi, dan disiplin kerja diterapkan meripakan alat komunikasi pimpinan. Karena dengan
disiplin dalam bekerja dapat menghasilkan kinerja karyawan dalam organisasi.
Dalam penelitian ini variabel-variabel yang akan di teliti adalah disiplin kerja dan motivasi. Peneliti juga
mengemukakan mengapa variabel-variabel ini yang dipilih, karena untuk tercapainya tujuan perusahaan
kinerja karyawan haruslah selalu di kedepankan. Faktor-faktor pendukung agar kinerja karyawan
tercapai yaitu dengan adanya disiplin kerja dan [Link] lah alasan penulis memilih variabel-variabel
ini. Apakah disiplin kerja dan motivasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan akan diteliti dalam
penelitian ini. Oleh karena itu, atas latar belakang diatas peneliti akan melakukan suatu penelitian

Yovie Ernanda, Pengaruh Motivasi Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan
10  ISSN: 2829-6397 (Online)

mengenai Pengaruh Motivasi dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan PT Uni Djaja.

Kajian Teori
Motivasi Kerja
Menurut Mangkunegara (2014:61) Motivasi terbentuk dari sikap (attitute) karyawan dalam
menghadapi situasi kerja di perusahaan (situation). Motivasi merupakan kondisi atau energi yang
menggerakkan diri karyawan yang terarah atau tertuju untuk mencapai tujuan organisasi perusahaan.
Sikap mental karyawan yang pro dan positif terhadap situasi kerja itulah yang memperkuat kerjanya
untuk mencapai kinerja maksimal.
Menurut Pandi Afandi (2016:12), Motivasi meliputi perasaan unik, pikiran dan pengalaman masa lalu
yang merupakan bagian dari hubungan interna dan eksternal perusahaan sedemikian pentingnya
motivasi, banyak ahli filsafat, sosiologi, psikologi maupun ahli manajemen melakukan penelitian.
Menurut Pamela & Oloko (2015:102), Motivasi adalah kunci dari organisasi yang sukses untuk menjaga
kelangsungan pekerjaan dalam organisasi dengan cara dan bantuan yang kuat untuk bertahan hidup.
Motivasi adalah memberikan bimbingan yang tepat atau arahan, sumber daya dan imbalan agar mereka
terinspirasi dan tertarik untuk bekerja dengan cara yang anda inginkan.

Pengertian Disiplin Kerja


Menurut Malayu Hasibuan (2016:193), Kedisplinan adalah fungsi operatif keenam dari Manajemen
Sumber Daya Manusia. Kedisplinan merupakan fungsi operatif MSDM yang terpenting karena semakin
baik disiplin karyawan, semakin tinggi prestasi kerja yang dapat dicapainya. (Tanpa disiplin karyawan
yang baik sulit bagi organisasi perusahaan mancapai hasil yang optimal).
Menurut Pandi Afandi (2016 : 1), Disiplin kerja adalah suatu tata tertib atau peraturan yang dibuat
oleh manajemen suatu organisasi, disahkan oleh dewan komisaris atau pemilik modal, disepakati oleh
serikat pekerja dan diketahui oleh Dinas Tenaga Kerja seterusnya orang - orang yang tergabung dalam
organisasi tunduk pada tata tertib yang ada dengan rasa senang hati, sehingga tercipta dan terbentuk
melalui proses dari serangkaian perilaku yang menunjukkan nilai - nilai ketaatan, kepatuhan,
keteraturan, dan ketertiban.
Menurut Sindu Mulianto (2008 : 171), Disiplin berasal dari bahasa inggris discpline yang berakar
dari kata disciple yang berarti murid, pengikut, penganut, atau seorang yang menerima pengajaran dan
menyebarkan ajaran tersebut. Disiplin yang berasal dari kata discipline dapat berarti peraturan yang harus
diikuti, bidang ilmu yang dipelajari, ajaran, hukuman atau etika - norma - tata cara bertingkah laku.
Disciplinarian bermakna orang yang menegakkan disiplin - menegakkan peraturan.

Kinerja Karyawan
Menurut Mangkunegara (2012:22), “Kinerja adalah hasil kerja baik secara kualitas maupun
kuantitas yang dicapai oleh seseorang dalam melaksanakan tugas sesuai tanggung jawab yang diberikan.
Pengertian kinerja menurut Cascio (2014:20), “Kinerja merujuk pada keberhasilan karyawan terhadap
tugas-tugas yang diberikan”. Menurut Paterson dalam Hasibuan (2014:120), “Kinerja adalah penerapan
kompetensi untuk mencapai keberhasilan tujuan-tujuan perusahaan melalui pelaksanaan suatu tugas
pekerjaan”. Menurut Harsuko (2011 : 54), kinerja adalah sejauh mana seseorang telah memainkan baginya
dalam melaksanakan strategi organisasi, baik dalam mencapai sasaran khusus yang berhubungan
dengan peran perorangan dan atau dengan memperlihatkan kompetensi yang dinyatakan relevan bagi
organisasi. Kinerja adalah suatu konsep yang multi dimensional mencakup tiga aspek yaitu sikap
(attitude), kemampuan (ability) dan prestasi (accomplishment).
Menurut Sinambela, dkk (2012 : 67) mengemukakan bahwa kinerja pegawai didefinisikan
sebagai kemampuan pegawai dalam melakukan sesuatu keahlian tertentu. Kinerja pegawai sangatlah
perlu, sebab dengan kinerja ini akan diketahui seberapa jauh kemampuan pegawai dalam melaksanakan
tugas yang dibebankan kepadanya. Untuk itu diperlukan penentuan kriteria yang jelas dan terukur serta
ditetapkan secara bersama-sama yang dijadikan sebagai acuan. Dari beberapa pengertian yang telah
dikemukakan oleh beberapa pakar dapat disimpulkan bahwa kinerja yang diterapkan dalam sebuah

Bursa, Vol. 3, No. 1, 2024. p. 8-17


Bursa: Jurnal Ekonomi dan Bisnis, ISSN: 2829-6397 (Online)  11

organisasi adalah pelaksanaan tugas pokok dan fungsi serta tata kerja untuk mencapai tujuan yang
ditentukan.

Hipotesis
Hipotesis Penelitian atau biasa disebut hipotesis penelitian adalah jawaban sementara terhadap
pertanyaan-pertanyaan penelitian. Jadi para peneliti akan membuat hipotesa dalam penelitiannya, yang
bertujuan untuk menjadikannya sebagai acuan dalam menentukan langkah selanjutnya agar dapat
membuat kesimpulan-kesimpulan terhadap penelitian yang dilakukan.
H1 : Motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada PT Uni Djaja
H2 : Disiplin kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada PT Uni Djaja
H3 : Motivasi kerja dan disiplin kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada PT Uni Djaja

Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Penelitian
kuantitatif ialah penelitian yang menggunakan pengujian berupa metode statistik atau menggunakan
cara lain sebagai analisa datanya, sehingga menghasilkan bentuk berupa angka sebagai hasil
penemuannya (Nafi’i, 2021). Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan pada PT. Uni Djaja Medan.
Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan rumus Slovin dengan Jumlah akhir sebanyak 110
orang. Teknik analisis data menggunakan regresi linier berganda.

Hasil dan Pembahasan


Uji Normalitas
Untuk mendeteksi apakah residual berdistribusi normal atau t,idak akan ditunjukkan dengan
analisis grafik dan statistik. Analisis grafik yaitu grafik histogram dan grafik Normal ProbabilityPlot.

Gambar 1 Hasil Pengujian Normalitas Grafik Histogram


Dari Gambar 1 memperlihatkan bahwa data menyebar dan membentuk lonceng. Hal ini
menunjukkan pola distribusi normal, maka model regresi dianggap memenuhi asumsi normalitas.

Yovie Ernanda, Pengaruh Motivasi Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan
12  ISSN: 2829-6397 (Online)

Gambar 2 Hasil Uji Normalitas dengan Metode Probability Plot


Pada Gambar 2 menunjukkan data menyebar disekitar garis diagonal. Hal ini menjelaskan
bahwa data berdistribusi normal.
Adapun untuk menguji uji normalitas dalam perhitungan statistik yaitu menggunakan uji One
Sample Kolmogorov Smirnov. Hasil uji OneKolmogorovSmirnov dapat dilihat pada Tabel 4.9

Tabel 1. Hasil Pengujian Normalitas


One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Kinerja
Karyawan
N 30
Normal Parametersa Mean 20.97
Std. Deviation 2.141
Most Extreme Differences Absolute .174
Positive .174
Negative -.155
Kolmogorov-Smirnov Z .954
Asymp. Sig. (2-tailed) .323
a. Test distribution is Normal.
Berdasarkan hasil output pada Tabel 1. diperoleh nilai (Asymp. Sig. 2-tailed) sebesar 0.323. Karena
signifikansi lebih besar dari 5% (0.05) maka residual terdistribusi dengan normal.
Uji Multikolinearitas
Uji multikolinearitas digunakan untuk mengetahui korelasi antar variabel independent dan ini
dapat dilihat dari Nilai Tolerance dan Variance Inflation Factor (VIF) dengan catatan apabila VIF > 10 maka
diduga mempunyai persoalan multikolinearitas dan apabila VIF< 10 maka tidak terjadi multikolinearitas,
Sedangkan nilai Tolerance dikatakan lolos bila nilai Tolerance < 1 Berdasarkan hasil pengolahan SPSS
dilihat pada Tabel 2:

Bursa, Vol. 3, No. 1, 2024. p. 8-17


Bursa: Jurnal Ekonomi dan Bisnis, ISSN: 2829-6397 (Online)  13

Tabel 2. Coefficients Uji Multikolinearitas


Unstandardized Standardized
Coefficients Coefficients Collinearity Statistics
Model B Std. Error Beta t Sig. Tolerance VIF
1 (Constant) .799 3.314 .241 .811
Motivasi Kerja .421 .166 .514 2.530 .018 .362 2.766
Disiplin Kerja .191 .130 .298 1.468 .154 .362 2.766
a. Dependent Variable: Kinerja Karyawan
Perhatikan pada tabel coefficient, bahwa nilai rentangnya sempit, yaitu pada X1 = 0.362 sampai
2.766. Sedangkan pada X2 juga kebetulan hasilnya sama yaitu X2 = 0.362 sampai 2.766. Karena
rentangnya sempit maka multikolinearitas tidak terdeteksi
.
Uji Heteroskedastisitas
Adapun hasil pengujian heteroskedastisitas dengan grafik Scatter Plot dapat dilihat pada Gambar

Gambar 3 Uji Heteroskedastisitas


Gambar diatas memperlihatkan titik - titik menyebar secara acak, tidak membentuk pola yang
jelas / teratur, serta tersebar baik diatas maupun dibawah maka dengan demikian "tidak terjadi adanya
heterokedasitias" sehingga model regresi layak dipakai untuk prediksi pengaruh struktur model regresi
yang baik..

Analisis Regresi Linear Berganda


Model analisis data dalam penelitian ini merupakan analisis regresi berganda (multiple regretion).
Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh stresdan konflik terhadap kinerja karyawan pada PT Uni
Djaja dapat dihitung dengan bantuan perangkat lunak Statistical Product and Service Solution (SPSS).
Berdasarkan hasil persamaan regresi linear berganda diperoleh hasil seperti Tabel 3
Tabel 3 Coefficients
Unstandardized Standardized
Coefficients Coefficients
Model B Std. Error Beta t Sig.
1 (Constant) .799 3.314 .241 .811
Motivasi Kerja .421 .166 .514 2.530 .018
Disiplin Kerja .191 .130 .298 1.468 .154
a. Dependent Variable: Kinerja Karyawan
Pada tabel coefficients, pada kolom B pada constant (a) adalah 0.799, sedang nilai X1 adalah
0.421 dan nilai X2 adalah 0.191, sehingga persamaan regresinya dapat ditulis :
Y = 0.799 + 0.421 X1 + 0.191 X2
Yovie Ernanda, Pengaruh Motivasi Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan
14  ISSN: 2829-6397 (Online)

Koefisien-koefisien dalam persamaan regresi diatas memiliki arti sebagai berikut :


1. konstanta sebesar 0.799 mempunyai arti apabila nilai motivasi kerja dan Disiplin kerja sama
dengan nol maka kinerja karyawan pada perusahaan bernilai positif sebesar 0.799.
2. koefisien regresi Motivasi kerja sebesar 0.421 mempunyai arti setiap kenaikan Motivasi kerja
sebesar 1 satuan akan berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan pada perusahaan sebesar
0.421.
3. koefisien regresi Disiplin kerja sebesar 0.191 mempunyai arti setiap kenaikan Disiplin kerja
sebesar 1 satuan akan berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan pada perusahaan sebesar
0.191.

Koefisien Determinasi (R²)


Koefesien determinasi berfungsi untuk melihat bagaimana variasi nilai variabel terikat
dipengaruhi oleh variabel lain atau berfungsi untuk melihat seberupa besar pelatihan dan Disiplin kerja
menjelaskan kinerja karyawan dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 4 Model Summary
Adjusted R Std. Error of
Model R R Square Square the Estimate
1 .773a .597 .568 1.408
a. Predictors: (Constant), Disiplin Kerja, Motivasi Kerja
b. Dependent Variable: Kinerja Karyawan
Terlihat nilai R square menunjukkan angka 0,773. Hal ini mengindikasikan bahwa kontribusi
variabel Motivasi kerja dan variabel Disiplin kerja terhadap kinerja karyawan adalah sebesar 77.3%,
sedangkan 22.7% ditentukan oleh faktor lain.

Pengujian Hipotesis Secara Simultan (Uji-F)


Uji statistik F (simultan) dilakukan untuk mengetahui apakah variabel bebas (independen) secara
bersama - sama berpengaruh secara signifikan atau tidak terhadap variabel terikat (dependen).
Ketentuannya adalah jika nilai probabilitasnya sig. > 0.005 maka Ha diterima.
Tabel 5. ANOVAb Uji F (Uji Simultan)
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 79.446 2 39.723 20.039 .000a
Residual 53.521 27 1.982
Total 132.967 29
a. Predictors: (Constant), Disiplin Kerja, Motivasi Kerja
b. Dependent Variable: Kinerja Karyawan

IV.4.4 Pengujian Hipotesis Secara Parsial (Uji t)


Untuk menguji hipotesis pertama dan kedua di gunakan korelasi parsial bertujuan untuk mengetahui
hubungan murni antara variabel yang lainnya. Untuk menguji keberartian kreasli persial digunakan
rumus uji t yang dikemukakan oleh sudjana.

Bursa, Vol. 3, No. 1, 2024. p. 8-17


Bursa: Jurnal Ekonomi dan Bisnis, ISSN: 2829-6397 (Online)  15

Tabel 6. Uji t
Unstandardized Standardized
Coefficients Coefficients
Model B Std. Error Beta t Sig.
1 (Constant) .799 3.314 .241 .811
Motivasi Kerja .421 .166 .514 2.530 .018
Disiplin Kerja .191 .130 .298 1.468 .154
a. Dependent Variable: Kinerja Karyawan

Nilai t untuk n = 30 - 3 = 27 adalah 1.703

Pengaruh Motivasi kerja terhadap Kinerja Karyawan


Uji t digunakan untuk mengetahui apakah Motivasi kerja secara individual mempunyai
hubungan atau tidak terhadap kierja karyawan, dari pengolahan SPSS versi 20 maka dapat diperoleh
hasil uji t sebagai berikut :
[Link] = 2.530
[Link] = 1.703
Berdasarkan hasil pengujian secara parsial pengaruh Motivasi kerja terhadap kinerja karyawan
diperoleh nilai [Link]= 2.530 lebih besar daripada nial [Link] = 1.703 dengan sig, 0.000 < 0.05 dari hasil
tersebut didapat kesimpulan bahwa Ha dierima hal ini menunjukkan bahwa Motivasi kerja mempunyai
pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar
dibawah ini.
Pengaruh Disiplin kerja terhadap Kinerja Karyawan
Berdasarkan SPSS versi 20.0 maka dapat diperoleh hasil uji t sebagai berikut:
[Link] = 1.468
[Link] = 1.703
Berdasarkan hasil pengujian secara parsial pengaruh Disiplin kerja terhadap kinerja karyawan
diperoleh nilai [Link]= 1.468 lebih besar daripada nial [Link] = 1.703 dengan sig, 0.001 < 0.05 dari hasil
tersebut didapat kesimpulan bahwa Ha dierima hal ini menunjukkan bahwa Disiplin kerja mempunyai
pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar
dibawah ini.

Pembahasan
Pengaruh Motivasi kerja terhadap Kinerja Karyawan
Berdasarkan hasil pengujian secara parsial pengaruh Motivasi kerja terhadap kinerja karyawan
diperoleh nilai [Link] = 2.530 lebih besar daripada nial [Link] = 1.703 dengan sig, 0.000 < 0.05 dari hasil
tersebut didapat kesimpulan bahwa Ha dierima hal ini menunjukkan bahwa Motivasi kerja mempunyai
pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan.

Pengaruh Disiplin kerja terhadap Kinerja Karyawan


Berdasarkan hasil pengujian secara parsial pengaruh Disiplin kerja terhadap kinerja karyawan
diperoleh nilai [Link] = 1.468 lebih besar daripada nial [Link] = 1.703 dengan sig, 0.001 < 0.05 dari hasil
tersebut didapat kesimpulan bahwa Ha dierima hal ini menunjukkan bahwa Disiplin kerja mempunyai
pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan.

Pengaruh Motivasi kerja dan Disiplin kerja terhadap Kinerja Karyawan


Terlihat nilai R square menunjukkan angka 0,773. Hal ini mengindikasikan bahwa kontribusi
variabel Motivasi kerja dan variabel Disiplin kerja terhadap kinerja karyawan adalah sebesar 77.3%,
sedangkan 22.7% ditentukan oleh faktor lain.

Yovie Ernanda, Pengaruh Motivasi Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan
16  ISSN: 2829-6397 (Online)

Kesimpulan
berdasarkan pembahasan tentang Pengaruh Motivasi dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja
Karyawan PT Uni Djaja adalah maka kesimpulan dari penelitian ini adalah Motivasi kerja mempunyai
pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan. Disiplin kerja mempunyai pengaruh yang
signifikan terhadap kinerja karyawan, serta secara Bersama sama motivasi dan disiplin Kerja
berpengaruh terhadap kinerja karyawan.
Saran yang dapat diberikan dari penelitian tentang pengaruh Pengaruh Motivasi dan Disiplin
Kerja Terhadap Kinerja Karyawan PT Uni Djaja adalah Penerapan dan pengembangan sistem kompetensi
hendaknya senantiasa diselaraskan dengan perkembangan teknologi kekinian sehingga dapat memicu
inovasi kerja pegawai. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk menambah variabel bebas yang
lain, melakukan penyempurnaan kuesioner, serta melakukan pemilihan waktu yang tepat ketika
menyebar kuesioner. Hal ini dikarenakan sebagian besar kuesioner dalam penelitian ini tidak kembali
dikarenakan para calon responden tidak punya cukup waktu.

Referensi
AA. Anwar Prabu Mangkunegara. 2014. Evaluasi Kinerja SDM. Bandung PT. RefikaAditama
Afandi, Pandi. (2016). Concept & Indicator Human Resource Management For Management Research.
Yogyakarta: Deepublish
Pamela, A.O., & Oloko (2015). Effect of motivation on employee performance of commercial banks in
kenya : A case study of Kenya Commercial Bank in Migori County. Journal of Human Resource
Studies 5 (2)
Chukwuma, E.M., & Obiefuna, O. (2014). Effect of Motivation on Employee Productivity : A Study of
Manufacturing Companies in Nnewi. Journal of Managerial Studies and Research 2 (7).
Ivanko, Prof. dr. Stefan. 2013. Modern Theory of Organization. University of Ljubljana, Faculty of Public
Administration
Kondalkar, 2008. Organizational Behavior. New Delhi : New Age Internasional (P) Limited, Publisher.
Winardi. [Link] dalam Manajemen, PT. Rineka Cipta. Jakarta
A.M, Sardiman (2016). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta : PT Raja Grafindo
Hasibuan, Malayu S.P. 2016. Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi Revisi. Jakarta: Penerbit PT Bumi
Aksara
Sindu Mulianto, dkk, Panduan Lengkap Supervisi Diperkaya Perspektif Syariah, Jakarta:PT Elex Media
Komputindo, 2006
Sutrisno, Edi. 2009. Manajemen Sumber Daya Manusia Edisi pertama. Jakarta: Kencana Prenada Media
Group
Ambar, Teguh Sulistiyani dan Rosidah, Manajemen Sumber Daya Manusia, (Yogyakarta : Graha Ilmu).
2009.
Sinambela, Lijan Poltak. 2012. Kinerja Pegawai. Graha Ilmu: Yogyakarta
Cascio, W. F. (2010). Managing Human Resources. Colorado: Mc Graw –Hill.
Harsuko, Riniwati. 2011. “Mendongkrak Motivasi dan Kinerja: Pendekatan Pemberdayaan SDM”.
Malang. UB Press.
Yuwono, T. 2008. Bioteknologi Pertanian. Gadjah Mada University Press: Yogyakarta.
Rivai, Veithzal. 2009. Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Perusahaan Dari Teori ke Praktik. Jakarta:
Raja Grafindo Persada
Gomes, Faustino Cardoso, 2010, Manajemen Sumber Daya Manusia, Andi Yogyakarta
Windy Dyah Indryani (2016). Pengaruh Gaya Kepemimpinan Motivasi dan Disiplin Kerja Terhadap
Kinerja Karyawan. Issn
Sudarano (2016). Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Motivasi, dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja
Karyawan PT. Empat Enam Jaya Abadi Balikpapan.

Bursa, Vol. 3, No. 1, 2024. p. 8-17


Bursa: Jurnal Ekonomi dan Bisnis, ISSN: 2829-6397 (Online)  17

Ningsih Sakarsih (2017). Pengaruh Motivasi dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pakaging
Section PT. Astra Honda Motor Parts Centre
Muogbo. 2013. The Impact of Employee Motivation On Organisational Performance (A Study Of Some
Selected Firms In Anambra State Nigeria). The International Journal Of Engineering And Science
(IJES). Volume 2 Issue 7. p. 70-80
Fattah, Hussein. 2017. Kepuasan Kerja dan Kinerja Pegawai. Yogyakarta: Elmatera (Anggota IKAPI).
Bangun, Wilson. 2012. “Manajemen Sumber Daya Manusia”. Jakarta: Erlangga

Yovie Ernanda, Pengaruh Motivasi Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan

Anda mungkin juga menyukai