DISTRIBUTED
CONTROL SYSTEM
Agus Suprajitno
Sistem Pengendalian
1. Sistem Pengendalian Analog
2. Sistem Pengendalian Digital
Sistem Pengendalian Analog
Harus membandingkan besar setpoint
dengan process variable untuk mengukur
besarnya kesalahan
Dilakukan oleh pengendali secara kontinyu
atau terus menerus
Sistem Pengendalian Digital
Membandingkan besar setpoint dengan
process variable untuk mengukur besarnya
kesalahan
Dilakukan secara periodik oleh komputer
Pengendalian loop ditinggalkan sesaat
untuk melakukan pengendalian loop-loop
yang lain
Pengendalian Dengan Komputer
Pengendalian Digital dilakukan oleh Komputer
Kemampuan komputer dapat melaksanakan
pengendalian banyak loop sekaligus
Komputer melakukan : Pengukuran,
membandingkan, menghitung dan mengorekasi
secara bergantian dari loop yang satu ke loop
yang lain
Sistem ini disebut Direct Digital Control
(DDC)
Gambar Sistem Data Logging
Prilaku DCS
Tanggung jawab pengendalian
didistribusikan kepada banyak unit kontrol
Setiap unit kontrol ditugasi untuk
mengendalikan satu atau beberapa loop
Jika salah satu unit gagal, hanya satu unit
saja yang terganggu
Prinsip Kerja
Input DCS terdistribusi ke dalam loop-loop
Distribusi dapat dibagi ke dalam loop, 8 loop, 16
loop dan dapat ditingkatkan hingga 80 loop
System pelayanan bersifat redudancy
(bergantian) : Jika jalur satu bekerja, jalur lain off.
Jika ada jalur yg rusak, jalur lain mengambil alih.
Masing-masing loop satu plant yg dikendalikan
oleh suatu station kendali (EFCD-electronic field
control duplexed)
Masing2 stasiun kendali mempunyai jalur
komunikasi data ke sentral (manipulating and
monitoring station)
Jml max instrumen yg dapat diinstalasi pada
field control station adalah 255
Masing masing instrumen diberi kode nomor
Gambar Pendekatan Redudancy
Konfigurasi Station Control
Back Up
Jika terjadi kegagalan pada kendali
utama(processor), unit kendali lokal otomatis
mem”back up” proses kendali ke processor
lokal
Proses pengalihan otomatis
mem”feedback”kan output kendali ke
pengendali kedua dengan mentransfer
semua data
Skema Stasion Kontrol
Redudancy
Perangkat EFCS/EFCD
Redudancy
1. Duplexed Processor
2. Duplexed Internal Bus
3. Duplexed Power Suply Card
4. Duplexed I/O Card (MAC2, PAC)
Duplexed I/O Card (MAC2, PAC)
Mempunyai dua kartu I/O control multipoint
analog (MAC2) dan dua kartu multi point
pulsa (PAC) input/analog
Output (PAC) yang diinstal pada I/O nest
dimana salah satu kartu dapat secara
otomatis mengontrol proses secara kontinyu
walaupu mempengaruhi kemampuan proses
jika salah satunya gagal
Duplexed Power Suply Card
Memiliki dua kartu catu daya
yang sama, yang diinstal pada I/O
nest dan I/O nest tersebut dapat
bekerja meskipun salah satu kartu
catu daya rusak
Duplexed Processor
Mempunyai dua processor yang sama,
yang dapat mengendalikan proses secara
kontinyu
Duplexed Internal Bus
Mempunyai dua bus yang sama
yang menghubungkan processor
dan I/O yang dapat berfungsi
secara normal ke dan dari
processor meskipun salah satunya
rusak
Hubungan
PLC
dengan
Jaringan
Understanding
DCS