JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil
EISSN 2622-545X
Vol. 7, No. 4, November 2024: hlm 1131-1136
OPTIMASI PENGGUNAAN EXCAVATOR DAN DUMP TRUCK PADA PROYEK X
DENGAN METODE LINEAR PROGRAMMING
Krisna Imanda1 dan Arianti Sutandi2
1
Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Universitas Tarumanagara, Jl. Letjen S. Parman No. 1, Jakarta, Indonesia
krisna.325200052@[Link]
2
Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Universitas Tarumanagara, Jl. Letjen S. Parman No. 1, Jakarta, Indonesia
[Link]@[Link]
Masuk: 26-06-2024, revisi: 08-07-2024, diterima untuk diterbitkan: 12-09-2024
ABSTRACT
The growth of construction projects in Indonesia demands efficient utilization of heavy equipment in infrastructure
projects. One of the significant cost factors involves the use of heavy machinery such as Excavators and Dump Trucks.
This study employs linear programming to optimize the usage of Excavators and Dump Trucks in a soil excavation
project in Bogor. By minimizing the operational costs of heavy machinery, the research identifies the optimal number
of equipment required to achieve the targeted volume of soil. The results indicate that employing the LP model with
LINGO software significantly reduces project costs, saving approximately Rp368,445,800 per week compared to field
costs. This research contributes to enhancing operational efficiency and reducing costs in construction projects
through the optimization of heavy equipment utilization. The optimization of heavy equipment utilization in
construction projects not only improves cost efficiency but also ensures the timely completion of projects within budget
constraints. By leveraging mathematical models such as linear programming, this study demonstrates a practical
approach to achieving these goals. The findings underscore the importance of strategic planning and efficient
resource allocation in enhancing overall project performance and competitiveness in the construction industry.
Keywords: Heavy equipment; excavator; dump truck; optimization; linear programming
ABSTRAK
Pertumbuhan industri konstruksi di Indonesia menuntut penggunaan alat berat yang efisien dalam proyek-proyek
infrastruktur. Salah satu faktor biaya terbesar adalah penggunaan alat berat seperti excavator dan dump truck.
Penelitian ini menggunakan pendekatan linear programming untuk mengoptimalkan penggunaan excavator dan dump
truck dalam proyek penggalian tanah di Bogor. Dengan meminimalkan biaya operasional alat berat, studi ini berhasil
mengidentifikasi penggunaan optimal alat berat yang diperlukan untuk mencapai volume tanah yang ditargetkan.
Hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan model linear programming dengan bantuan program LINGO dapat
mengurangi biaya proyek secara signifikan, sekitar Rp368.445.800 per minggu, dibandingkan dengan biaya lapangan.
Penelitian ini memberikan kontribusi dalam meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi biaya pada proyek
konstruksi melalui optimasi penggunaan alat berat.
Kata kunci: Alat berat; excavator; dump truck; optimasi; linear programming
1. PENDAHULUAN
Pertumbuhan pembangunan proyek di Indonesia sedang mengalami perkembangan yang sangat pesat, dengan alat
berat menjadi faktor penting dalam proyek konstruksi. Penggunaan alat berat bertujuan untuk memudahkan pekerjaan
dan mencapai hasil yang diharapkan dengan lebih efisien (Kholil, 2012). Berbagai jenis alat berat digunakan dalam
proyek konstruksi, masing-masing dengan fungsi yang spesifik. Excavator digunakan untuk menggali dengan
kapasitas besar, backhoe untuk menangkap material, bulldozer untuk membersihkan lapangan, loader untuk memuat
material, vibration roller untuk memadatkan permukaan, dan dump truck (Sarwandy & Royan, 2021). Dump truck
adalah alat berat yang dirancang untuk mengangkut atau memindahkan material dalam jarak tertentu. Piston, tube,
rod, dan lainnya adalah beberapa komponen utama (Sudianto et al., 2018). Dump truck digunakan untuk memindahkan
material galian dari lokasi ke proyek. Alat ini mengangkut material lepas seperti pasir, kerikil, tanah, dan
mineral/batubara dalam konstruksi dan pertambangan (Fauzi & Dani, 2021).
Salah satu aspek yang menggunakan biaya besar dalam proyek infrastruktur adalah penggunaan alat berat, yang sering
kali disebabkan oleh jam operasional yang panjang. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan optimasi dan penjadwalan
penggunaan alat berat guna menghemat biaya proyek secara signifikan. Menurut Winardi (1996), optimalisasi adalah
1131
Optimasi Biaya Penggunaan Excavator dan Dump truck Imanda dan Sutandi (2024)
dengan Progarm LINGO
ukuran yang menyebabkan tercapainya tujuan. Secara umum optimalisasi adalah pencarian nilai terbaik dari yang
tersedia dari beberapa fungsi yang diberikan pada suatu konteks. Menurut Cao & Bedworth (1992), terdapat dua
target yang ingin dicapai melalui penjadwalan, yaitu jumlah output yang dihasilkan dan batas waktu penyelesaian
yang telah ditetapkan. Tujuan dari penjadwalan yaitu menghindari terjadinya keterlambatan pada perencanaan yang
dilakukan sebelumnya sehingga tidak terjadi keterlambatan dan biaya yang membengkak pada suatu kegiatan
Penelitian ini berfokus pada optimasi penggunaan excavator dan dump truck pada proyek jalan di Bogor dengan luas
39.000 m² dan volume 250.000 m3. Kedua alat berat ini berperan penting dalam rangkaian proses konstruksi, di mana
excavator digunakan untuk menggali dan memuat material ke dalam dump truck yang kemudian mengangkut material
tersebut ke lokasi yang telah ditentukan. Optimasi penggunaan excavator dan dump truck memiliki potensi besar
untuk meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi biaya proyek secara keseluruhan.
Menurut Stapleton (2003) linear programming adalah teknik aplikasi matematika untuk menentukan pemecahan
masalah yang bertujuan untuk memaksimalkan atau meminimalkan sesuatu yang dibatasi oleh batasan-batasan
tertentu. Oleh karena itu, penelitian ini akan menggunakan metode linear programming untuk mengoptimalkan
penggunaan alat berat dalam proyek konstruksi.
Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menghitung jumlah minimum excavator dan dump
truck yang diperlukan untuk galian tanah pada proyek X dan menghitung penghematan biaya yang dapat dicapai
setelah dilakukan optimasi.
2. METODE PENELITIAN
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif, yaitu teknik linear programming dengan bantuan
program LINGO untuk meminimalkan biaya operasional alat berat.
Langkah-langkah penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Pengumpulan data
a. Data umum proyek: Informasi umum mengenai proyek, seperti luas dan volume tanah.
b. Data alat-alat berat: Jumlah dan jenis alat berat yang digunakan, khususnya excavator dan dump truck.
c. Data biaya: Biaya operasional terkait penggunaan alat berat.
d. Data teknis proyek: Gambar kerja proyek.
2. Pembuatan persamaan linear programming
a. Fungsi tujuan (objective function): Menentukan fungsi tujuan untuk meminimalkan biaya operasional
alat berat.
b. Kendala (constraints): Menentukan kendala yang harus dipenuhi dalam optimasi, seperti waktu
maksimal jam kerja per hari.
c. Variabel keputusan (decision variables): Menentukan variabel keputusan yang akan dioptimalkan,
misalnya jumlah excavator (X1) dan dump truck (Y1).
3. Analisis data menggunakan program LINGO
a. Menggunakan program LINGO untuk menyelesaikan persamaan linear programming.
b. Menentukan jumlah optimal excavator dan dump truck yang diperlukan berdasarkan hasil optimasi.
4. Perbandingan biaya
a. Membandingkan hasil optimasi dengan biaya operasional di lapangan untuk mengidentifikasi
penghematan biaya yang dapat dicapai.
3. HASIL DAN PEMBAHASAN
Setelah mengumpulkan data teknis dan operasional proyek, langkah selanjutnya adalah melakukan analisis untuk
menentukan jumlah kebutuhan alat berat yang digunakan dan estimasi total biaya optimal. Dalam proyek X yang
berlokasi di Bogor ini, pekerjaan cut and fill yang berlangsung selama 6 bulan melibatkan penggunaan excavator dan
dump truck untuk mengangkut total volume tanah sebesar 250.000 m³. Data yang diperoleh mencakup informasi teknis
seperti volume galian, banyaknya alat berat yang digunakan, serta biaya sewa dan operasional alat berat tersebut.
Berdasarkan data ini, dilakukan perhitungan untuk mendapatkan jumlah volume tanah yang diangkut, kebutuhan alat
berat, dan estimasi total biaya optimal menggunakan Linear Programming (LP) dengan bantuan software LINGO.
Data lapangan
Data lapangan terbagi menjadi dua bagian, data excavator dan data dump truck.
Waktu yang diperlukan untuk 1 siklus excavator untuk mengisi dump truck adalah 45 detik (menggali, swing, dump,
swing back) yang mampu mengangkut volume efektif 1.2 m3. Untuk mengisi 1 dump truck hingga penuh diperlukan
12 siklus atau selama 9 menit (volume dump truck = 14.4 m3). Batasan waktu kerja dalam 1 hari adalah 420 menit,
1132
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil
EISSN 2622-545X
Vol. 7, No. 4, November 2024: hlm 1131-1136
tetapi dikarenakan adanya 7 kali moving yang dilakukan pada excavator selama 2 menit per moving, waktu kerja per
hari menjadi 406 menit atau 23.360 detik. Jadi, dalam satu hari excavator dapat melakukan 541 siklus (23.360 detik /
45 detik), sehingga dapat memproduksi volume sebanyak 649,4 m3
Volume yang diangkut oleh dump truck per hari tiap zona didapatkan dari hasil perhitungan volume dump truck (14.4
m3) di kali dengan banyaknya rit per hari. Hasil dari banyaknya rit per hari didapatkan dari total durasi excavator
mengisi sampai dump truck penuh dan durasi perjalanan dump truck ke disposal.
Seluruh hasil perhitungan waktu per rit dan volume yang diangkut per hari dapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel 1. Waktu transportasi dan rit per hari dari dump truck di masing-masing zona.
Zona Waktu per rit Banyaknya rit per hari Volume yang diangkut per hari
Zona 1 32 menit 13 rit 189 m3
Zona 2 34 menit 12 rit 178 m3
Zona 3 34 menit 12 rit 178 m3
Zona 4 32 menit 13 rit 189 m3
Zona 5 36 menit 12 rit 168 m3
Zona 6 36 menit 12 rit 168 m3
Data biaya
Biaya sewa dan operasional alat berat ditampilkan pada Tabel 2, yang mencakup biaya sewa, bahan bakar, dan
operator per hari. Total biaya per minggu untuk excavator dan dump truck dihitung berdasarkan data ini.
Tabel 2. Biaya sewa dan operasioanl alat berat
Biaya Biaya
Kode Alat yang Biaya sewa Kebutuhan Total Biaya Total Biaya
BBM per Operator/
Alat digunakan per hari BBM per hari per hari per minggu
liter Sopir per hari
Excavator 150 liter
E1-E6 Rp2.100.000 Rp19.000 Rp175.000 Rp5.125.000 Rp35.875.000
PC 200 (Zona 1-6)
Hino
40 liter
DT1 Ranger Rp1.312.500 Rp19.000 Rp175.000 Rp2.247.500 Rp15.732.500
(Zona 1)
FM260JD
DT2, Hino 50 liter
DT3, Ranger Rp1.312.500 (Zona 2, 3 dan Rp19.000 Rp175.000 Rp2.437.500 Rp17.062.500
DT4 FM260JD 4)
Hino
60 liter
DT5 Ranger Rp1.312.500 Rp19.000 Rp175.000 Rp2.627.500 Rp18.392.500
(Zona 5)
FM260JD
Hino
60 liter
DT6 Ranger Rp1.312.500 Rp19.000 Rp175.000 Rp2.627.500 Rp18.392.500
(Zona 6)
FM260JD
Persamaan linear programming
Untuk menentukan biaya optimal, digunakan model linear programming dengan formulasi objective function,
constraints, dan decision variables yang jelas. Variabel keputusan X dan Y merepresentasikan banyaknya excavator
dan dump truck yang digunakan di tiap zona.
Dalam model ini, variabel keputusan (decision variables) yang digunakan adalah:
Xi: Jumlah excavator yang digunakan di zona ke-i (i = 1, 2, 3, 4, 5, 6)
Yi: Jumlah dump truck yang digunakan di zona ke-i (i = 1, 2, 3, 4, 5, 6)
Tujuan dari model ini adalah untuk meminimalkan total biaya penggunaan alat berat (excavator dan dump truck).
Formulasi objective function dalam Persamaan 1.
𝑀𝐼𝑁 𝑍 =
(1)
35875(𝑋1 + 𝑋2 + 𝑋3 + 𝑋4 + 𝑋5 + 𝑋6 ) + 15732𝑌1 + 17062(𝑌2 + 𝑌3 + 𝑌4 ) + 18392(𝑌5 + 𝑌6 )
Keterangan:
• X1-X6 adalah banyaknya excavator di masing-masing zona
• Y1-Y6 adalah banyaknya dump truck di masing-masing zona
1133
Optimasi Biaya Penggunaan Excavator dan Dump truck Imanda dan Sutandi (2024)
dengan Progarm LINGO
• Biaya per minggu untuk satu excavator di masing-masing zona adalah 35875
• Biaya per minggu untuk satu dump truck di masing-masing zona adalah 15732, 17062 dan 18392
Constraints dalam model ini mencakup beberapa aspek penting yang harus dipenuhi
Batasan volume tanah yang diangkut yaitu setiap zona harus mengangkut volume tanah sesuai dengan target yang
telah ditentukan pada Tabel 3.
Tabel 3. Batasan volume yang harus diangkut
Zona Volume yang harus diangkut
Zona 1 66.600 m3
Zona 2 67.800 m3
Zona 3 35.753 m3
Zona 4 26.400 m3
Zona 5 41.815 m3
Zona 6 11.792 m3
Berdasarkan data pada Tabel 3, constraints untuk batasan volume tanah yang diangkut dapat dilihat pada Tabel 4.
Tabel 4. Batasan untuk volume tanah yang harus diangkut
Zona Excavator Dump Truck
Zona 1 649,4 × X1 × 168 ≥ 66600 189 × Y1 × 168 ≥ 66600
Zona 2 649,4 × X2 × 168 ≥ 67800 178 × Y2 × 168 ≥ 67800
Zona 3 649,4 × X3 × 168 ≥ 35753 178 × Y3 × 168 ≥ 35753
Zona 4 649,4 × X4 × 168 ≥ 26400 189 × Y4 × 168 ≥ 26400
Zona 5 649,4 × X5 × 168 ≥ 41815 168 × Y5 × 168 ≥ 41815
Zona 6 649,4 × X6 × 168 ≥ 11792 168 × Y6 × 168 ≥ 11792
Dalam model yang dapat dilihat pada Tabel 4. Angka 649,4 mewakili volume tanah yang akan diproduksi setiap hari
oleh setiap excavator di zona tertentu. Sementara angka sebelum Y1-Y6 (misalnya 189 untuk Y1, 178 untuk Y2, dan
seterusnya) adalah volume yang dapat diangkut oleh satu dump truck dalam satu hari di masing-masing zona.
Persamaan-persamaan ini menunjukkan keterkaitan yang penting antara volume produksi excavator dengan kapasitas
angkut dump truck, yang harus diatur dengan baik agar operasi berjalan efisien dan terkoordinasi.
Waktu operasi alat berat dibatasi oleh total jam kerja yang tersedia dalam sehari yang dapat dilihat pada Tabel 5.
Tabel 5. Batasan waktu beroperasi excavator dan dump truck
Zona Excavator Dump Truck
Zona 1 9 × 45 × X1 ≤ 406 9 × 13 × Y1 ≤ 420
Zona 2 9 × 45 × X2 ≤ 406 9 × 12 × Y2 ≤ 420
Zona 3 9 × 45 × X3 ≤ 406 9 × 12 × Y3 ≤ 420
Zona 4 9 × 45 × X4 ≤ 406 9 × 13 × Y4 ≤ 420
Zona 5 9 × 45 × X5 ≤ 406 9 × 12 × Y5 ≤ 420
Zona 6 9 × 45 × X6 ≤ 406 9 × 12 × Y6 ≤ 420
Dalam model dapat dilihat pada Tabel 5, dinyatakan batasan waktu operasi untuk excavator dan dump truck.
Excavator memiliki batasan waktu yang ketat, di mana 9 menit merupakan waktu yang dibutuhkan untuk mengisi
dump truck hingga penuh. Selain itu, excavator dapat melakukan maksimal 45 kali pengisian dalam sehari.
Waktu maksimal kerja excavator per hari adalah 406 menit, dikarenakan adanya waktu untuk moving (pindah)
excavator sebanyak 7 kali per hari dengan setiap perpindahan waktu selama 2 menit.
Sementara itu, dump truck memiliki batasan berdasarkan jumlah ritase per hari, yaitu 12 atau 13 ritase tergantung
pada zona. Dump truck dapat beroperasi maksimal 420 menit per hari untuk mengangkut material.
Volume tanah yang diproduksi adalah salah satu constraint yang penting untuk memastikan efisiensi dan koordinasi
antara excavator dan dump truck. Constraint ini bertujuan agar produksi kedua alat berjalan sejalan, Persamaan-
persamaannya dapat dilihat pada Tabel 6.
1134
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil
EISSN 2622-545X
Vol. 7, No. 4, November 2024: hlm 1131-1136
Tabel 6. Volume tanah yang di produksi
Zona Persamaan Linear Programming
Zona 1 649,4 × X1 = 189 × Y1
Zona 2 649,4 × X2 = 178 × Y2
Zona 3 649,4 × X3 = 178 × Y3
Zona 4 649,4 × X4 = 189 × Y4
Zona 5 649,4 × X5 = 249 × Y5
Zona 6 649,4 × X6 = 168 × Y6
Batasan minimum penggunaan excavator dan dump truck merupakan bagian penting untuk memastikan bahwa
penggunaan alat berat tidak bernilai negatif, yang berarti setiap zona minimal menggunakan alat berat sesuai
kebutuhan proyek. Persamaan-persamaan untuk batasan minimum penggunaan ini dinyatakan dalam Tabel 7.
Tabel 7. Batasan minimum penggunaan
Persamaan Linear Programming
X1 > 0
X2 > 0
X3 > 0
X4 > 0
X5 > 0
X6 > 0
Y1 > 0
Y2 > 0
Y3 > 0
Y4 > 0
Y5 > 0
Y6 > 0
Setelah model optimasi ini diimplementasikan menggunakan program LINGO dan dilakukan proses solving, hasil
analisis yang didapatkan dapat dilihat pada Tabel 8 dan total biaya yang digunakan adalah Rp230.089.200/minggu
Tabel 8. Hasil analisis dari software LINGO
Kebutuhan Excavator dan Dump Truck
Zona 1 Zona 2 Zona 3 Zona 4 Zona 5 Zona 6
Excavator 0,61 0,62 0,32 0,24 0,56 0,10
(dibulatkan (dibulatkan (dibulatkan (dibulatkan (dibulatkan (dibulatkan
menjadi 1) menjadi 1) menjadi 1) menjadi 1) menjadi 1) menjadi 1)
Dump 2,09 2,26 1,19 0,83 1,48 0,41
Truck (dibulatkan (dibulatkan (dibulatkan (dibulatkan (dibulatkan (dibulatkan
menjadi 3) menjadi 3) menjadi 2) menjadi 1) menjadi 2) menjadi 1)
Hasil dari analisis ini kemudian dibandingkan dengan data lapangan untuk mengevaluasi efisiensi biaya yang tercapai
dengan menggunakan model LP dari software LINGO, sebagaimana tercantum dalam Tabel 9.
Tabel 9. Hasil analisis dari software LINGO
Data Biaya yang digunakan /minggu Biaya yang digunakan selama 24 minggu
Data Lapangan Rp598.535.000 Rp14.364.840.000
Hasil Analisis LP Rp230.089.200 Rp5.522.140.800
Pengematan Rp368.445.800 Rp8.842.699.200
4. KESIMPULAN
Dengan menggunakan model LP dan software LINGO, terlihat bahwa banyaknya excavator adalah 6 dan banyaknya
dump truck adalah 12, angka menunjukkan bahwa lebih sedikit dibanding yang digunakan pada proyek yaitu 9
excavator dan 16 dump truck. biaya yang dikeluarkan dapat dioptimalkan secara signifikan dibandingkan dengan data
1135
Optimasi Biaya Penggunaan Excavator dan Dump truck Imanda dan Sutandi (2024)
dengan Progarm LINGO
lapangan, dengan penghematan yang mencapai Rp368.445.800 per minggu atau Rp8.842.699.200 selama 24 minggu.
Hal ini menunjukkan keefektifan dan efisiensi dari pendekatan optimasi yang diterapkan dalam perencanaan
penggunaan alat berat pada proyek ini.
Ucapan terima kasih
Penulis mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dalam penyelesaian penulisan
penelitian ini, khususnya kepada seluruh pihak yang menyediakan data dan responden, serta kepada Lembaga
Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Tarumanagara (LPPM UNTAR) yang sudah membantu kegiatan
penelitian ini.
DAFTAR PUSTAKA
Cao, J., & Bedworth, D. D. (1992). Flow shop scheduling in serial multi-product processes with transfer and set-up
times. International Journal of Production Research, 30(8), 1819-1830.
[Link]
Fauzi, F. F., & Dani, H. (2021). Analisa perbandingan produktivitas alat berat dum truck tipe A, B, dan C pada proyek
kontruksi. Jurnal OnLine UNESA, 41185, 1-7. [Link]
sipil/article/view/41185/41228
Kholil, A. (2012). Alat berat. PT Remaja Rodakarya.
Sarwandy, M. H. A., & Royan, N. (2021). Produktivitas alat beart excavator backhoe pada proyek perumahan Al Zafa
Tegal Binangun Kota Palembang. Jurnal Universitas Muhammadiyah Palembang, 7(2), 121-125.
[Link]
Stapleton, D. M., Hanna, J. B., & Markussen, D. (2003). Marketing strategy optimization: Using linear programming
to establish an optimal marketing mixture. American Business Review, 21(2), 54-62.
Sudianto, A., Syaifudin, A., Nugraha, A. S., & Wiyono, A. (2018). Analisa cylinder hydraulic dump truck tipe 143 di
PT Trubo Engineering. Prosiding Konferensi Ilmiah Teknologi Texmaco, 1, 272-278.
Winardi. (1996). Perilaku organisasi (organizational behaviour). Tarsito Publisher.
1136