0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan16 halaman

Pembelajaran Kooperatif Bahasa Arab

Makalah ini membahas model pembelajaran kooperatif dalam pembelajaran bahasa Arab, menekankan pentingnya kerja sama antar siswa dalam kelompok kecil untuk mencapai tujuan belajar bersama. Model ini diyakini dapat meningkatkan keterampilan komunikasi, partisipasi aktif, dan sikap saling menghargai di antara siswa. Selain itu, makalah ini juga menjelaskan langkah-langkah penerapan model kooperatif dalam konteks pembelajaran bahasa Arab.

Diunggah oleh

Damala Jung
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan16 halaman

Pembelajaran Kooperatif Bahasa Arab

Makalah ini membahas model pembelajaran kooperatif dalam pembelajaran bahasa Arab, menekankan pentingnya kerja sama antar siswa dalam kelompok kecil untuk mencapai tujuan belajar bersama. Model ini diyakini dapat meningkatkan keterampilan komunikasi, partisipasi aktif, dan sikap saling menghargai di antara siswa. Selain itu, makalah ini juga menjelaskan langkah-langkah penerapan model kooperatif dalam konteks pembelajaran bahasa Arab.

Diunggah oleh

Damala Jung
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF (COOPERATIVE LEARNING)

DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Model-model Pembelajaran Bahasa


Arab
Dosen Pengampu: Dr. Dedih Wahyudin, [Link].

Disusun oleh:
Kelompok 9

Fauzi Syahid Ridho 1222030051


Hilma Ramadhani 1222030061
Khoerunnisaa 1222030079

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA ARAB


FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG
2025
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah segala puji atas kehadirat Allah SWT sang maha pencipta
alam dan seisinya, sang maha pemberi ni’mat dalam setiap sendi kehidupan. Atas
berkat kehendaknya pula penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik
dan tepat waktu. Tidak lupa shalawat beriringkan salam semoga terlimpah
curahkan kepada baginda alam nabi Muhammad SAW, yang telah menjadi suri
tauladan bagi umat seluruh alam.

Penulis mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada bapak


Dr. Dedih Wahyudin, [Link]. sebagai dosen pengampu mata kuliah model-model
pembelajaran bahasa arab, atas bimbingan dan melalui penugasan makalah ini
menjadi bekal untuk penulis khususnya serta rekan-rekan sekalian.

Makalah ini disusun sebagai bentuk pemahaman dan pengkajian terhadap


salah satu model pembelajaran yang sangat relevan diterapkan dalam dunia
pendidikan saat ini, yaitu cooperative learning atau pembelajaran kooperatif.
Model ini menekankan pada kerja sama antar peserta didik dalam kelompok kecil
untuk mencapai tujuan belajar bersama. Pendekatan ini diyakini mampu
meningkatkan partisipasi aktif, membangun keterampilan sosial, serta
mengembangkan sikap saling menghargai antar siswa.

Akhir kata, penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang
telah memberikan dukungan dan bantuan selama proses penyusunan makalah ini.
Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat dan menjadi referensi yang
berguna bagi pembaca. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini
masih terdapat kekurangan, baik dari segi isi maupun penyajiannya. Oleh karena
itu, kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan demi
penyempurnaan di masa yang akan datang.

ii
DAFTAR ISI

MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF (COOPERATIVE LEARNING)


DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB......................................................i
KATA PENGANTAR..............................................................................................ii
DAFTAR ISI...........................................................................................................iii
BAB I.......................................................................................................................1
PENDAHULUAN...................................................................................................1
A. Latar Belakang.............................................................................................1
B. Rumusan Masalah........................................................................................2
BAB II......................................................................................................................3
PEMBAHASAN......................................................................................................3
A. Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning
Model)..................................................................................................................3
B. Sintak Model Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning Model).....4
C. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif dalam Pembelajaran Bahasa
Arab7
BAB III...................................................................................................................11
PENUTUP..............................................................................................................11
A. Kesimpulan................................................................................................11
B. Saran...........................................................................................................11
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................12

iii
BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Model pembelajaran kooperatif telah menjadi salah satu
pendekatan pedagogis yang banyak diterapkan dalam berbagai bidang
studi, termasuk pembelajaran bahasa asing seperti bahasa Arab.
Pendekatan ini bertumpu pada interaksi antarpeserta didik dalam
kelompok kecil yang saling membantu untuk mencapai tujuan
pembelajaran bersama. Dalam konteks pembelajaran bahasa Arab, model
kooperatif tidak hanya memfasilitasi pemahaman materi, tetapi juga
meningkatkan keterampilan komunikasi, kerja sama, dan toleransi sosial
antar siswa.

Pembelajaran bahasa Arab memerlukan keterampilan aktif seperti


mendengar, berbicara, membaca, dan menulis yang dapat dikembangkan
secara lebih efektif melalui interaksi dalam kelompok. Melalui model
kooperatif, siswa dapat berperan sebagai pembelajar sekaligus sebagai
pengajar bagi teman-temannya, yang memperkuat penguasaan kosakata
dan struktur bahasa. Selain itu, pendekatan ini juga sejalan dengan prinsip-
prinsip pembelajaran aktif dan kontekstual yang menekankan pada
keaktifan siswa dalam proses belajar.

Penelitian-penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa model


pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan motivasi belajar, hasil
belajar, dan keterampilan sosial siswa dalam pembelajaran bahasa Arab.
Oleh karena itu, penting untuk mengkaji lebih dalam efektivitas dan
implementasi model ini dalam konteks pendidikan bahasa Arab di
berbagai jenjang.

1
B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang yang telah dipaparkan maka dapat disimpulkan bahwa
rumusan masalah tersebut adalah:

1. Apa pengertian dari “Model Pembelajaran Kooperatif (Cooperative


Learning Model)”
2. Bagaimana sintak dari Model Pembelajaran Kooperatif?
3. Bagaimana cara penerapan Model Pembelajaran Kooperatif pada
pembelajaran Bahasa Arab?
C. Tujuan Masalah
Dari rumusan masalah yang telah disampaikan maka disimpulkan tujuan
masalah sebagai berikut:
1. Menjelaskan pengertian tentang Model Pembelajaran Kooperatif.
2. Menjelaskan sintak model pembelajaran kooperatif.
3. Menjelaskan cara penerapan model pembelajaran kooperatif pada
pembelajaran bahasa arab.

2
BAB II

PEMBAHASAN
A. Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning
Model)
Pembelajaran adalah sesuatu yang dilakukan oleh siswa, bukan
dibuat untuk siswa. Pembelajaran pada dasarnya bentuk suatu usaha
pendidik untuk membantu peserta didik melakukan kegiatan belajar.
Dengan salah satu tujuannya adalah terwujudnya efisiensi dan efektifas
kegiatan belajar yang dilakukan peserta didik. Oleh karena itu, untuk
menjadikan pembelajaran yang efektif dan efisien dibutuhkan suatu model
pembelajaran khusus. salah satunya adalah model pembelajaran kooperatif
learning.

Pembelajaran kooperatif atau Cooperative Learning terdiri dari dua


kata yaitu “Cooperative” dan “Learning”. Menurut Aprido, Cooperative
berarti kerjasama dan Learning berarti belajar. Jadi, Cooperative Learning
adalah belajar melalui kegiatan bersama. Cooperative Learning
merupakan suatu model pembelajaran dengan bentuk learning community
yaitu dengan membentuk masyarakat belajar atau kelompok-kelompok
belajar. Selama proses kerjasama berlangsung tentunya ada diskusi, saling
bertukar ide atau pemikiran, yang pandai mengajari yang lemah, dari
individu atau kelompok yang belum tahu menjadi tahu. Pembelajaran
kooperatif merupakan suatu sikap atau perilaku bersama dalam bekerja
atau membantu antara sesama dalam struktur kerja sama yang teratur
dalam kelompok, yang terdiri dari dua orang atau lebih di mana
keberhasilan kerja sangat dipengaruhi oleh keterlibatan dari setiap anggota
kelompok itu sendiri. Pembelajaran kooperatif juga dapat diartikan sebagai
suatu struktur tugas bersama dalam suasana kebersamaan di antara sesama
anggota kelompok. (2024:1).

Menurut Jhonson (Hasan, 1994) berpendapat bahwa: “Cooperanon


means working together to accomplish shared goals. Within cooperative

3
activities individuals seek outcomes that are beneficial to all other groups
members”.

Berdasarkan pendapat Jhonson (Hasan, 1994), pembelajaran


kooperatif mengandung arti bekerja sama dalam mencapai tujuan bersama.
Dalam kegiatan kooperatif, siswa mencari hasil yang menguntungkan bagi
seluruh anggota kelompok. Belajar kooperatif adalah pemanfaatan
kelompok kecil untuk memaksimalkan belajar mereka dan anggota lainnya
dalam kelompok itu. Nasution (1989) mengemukakan bahwa belajar
secara berkelompok itu akan berdampak apabila setiap individu
bertanggung jawab terhadap kelompok, peserta didik ikut berpartisipasi
dan bekerja sama dengan individu lain secara efektif, menimbulkan
perubahan yang konstruktif pada sikap peserta didik serta setiap anggota
kelompok merasa aman dan puas di dalam kelas. Suryosubroto (2002)
menyebutkan bahwa belajar kelompok dibentuk dengan harapan para
siswa dapat berpartisipasi aktif dalam pembelajaran.

Dari beberapa pengertian di atas mengenai pembelajaran


kooperatif, maka penulis menyimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif
adalah konsep belajar bersama yang dibentuk dalam suatu kelompok untuk
menjadikan individu aktif dan memaksimalkan proses pembelajaran serta
pemahaman secara menyeluruh.

B. Sintak Model Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning Model)


Sintak model pembelajaran kooperatif mengacu pada urutan atau
langkah-langkah sistematis yang digunakan dalam penerapan model
pembelajaran kooperatif di kelas. Tujuan dari sintak ini adalah memastikan
bahwa kegiatan belajar berlangsung secara kolaboratif, aktif, dan
terstruktur sehingga siswa dapat bekerja sama untuk mencapai tujuan
pembelajaran bersama.

Slavin (Aprido, 2024:10-13) mengungkapkan, pada model


pembelajaran kooperatif terdapat sintaks atau langkah-langkah yang harus

4
dilakukan tanpa terkecuali agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. Pada
pembahasan ini, diketahui ada 6 sintaks atau langkah yang perlu
dilakukan:

Fase Kegiatan siswa


Fase 1: Present Goals and sets Pendidik menyampaikan semua
Menyampaikan tujuan dan tujuan pelajaran yang ingin
mempersiapkan peserta didik dicapai pada pelajaran tersebut
dan memotivasi peserta didik
Fase 2: Present Information Pendidik menyajikan informasi
Menyajikan informasi kepada peserta didik melalui
demonstrasi ataupun bahan
bacaan.
Fase 3: Organize students into Pendidik memberikan penjelasan
learning team kepada peserta didik tentang tata
Mengorganisasikan peserta didik cara pembentukan tim/kelompok
kedalam tim/kelompok belajar belajar dan membantu kelompok
melakukan transisi yang efisien
Fase 4: Assist team work and Pendidik membantu tim-tim
student (kelompok-kelompok) belajar
Membantu tim/kelompok untuk selama peserta didik mengerjakan
bekerja dan belajar tugasnya
Fase 5: Test on the materials Pendidik menguji pengetahuan
Evaluasi peserta didik mengenai berbagai
materi pembelajaran atau
kelompok-kelompok
mempresentasikan hasil kerjanya
Fase 6: Provide recognition Pendidik mempersiapkan cara
Memberikan penghargaan untuk mengakui usaha dan
prestasi individu maupun
kelompok

5
1. Fase pertama: Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan
peserta didik.
Pada fase ini, pendidik mengklasifikasi maksud dari
pembelajaran kooperatif. Hal ini penting untuk dilakukan
karena peserta didik harus memahami dengan jelas prosedur
dan aturan-aturan yang akan dilaksanakan dalam pembelajaran.
2. Fase kedua: Menyajikan informasi.
Pada fase ini pendidik perlu menyampaikan informasi
terkait dengan pembelajaran, disebabkan informasi tersebut
merupakan isi akademik.
3. Fase ketiga: Mengorganisasikan peserta didik ke dalam
kelompok belajar.
Fase ini mengharuskan pendidik untuk menjelaskan bahwa
peserta didik harus saling bekerja sama di dalam kelompok.
Penyelesaian tugas kelompok harus merupakan tujuan
kelompok. Tiap anggota kelompok memiliki akuntabilitas
individual untuk mendukung tercapainya tujuan kelompok.
Pada fase ini yang paling penting adalah jangan sampai ada
free-rider atau anggota yang hanya menggantungkan tugas
kelompok kepada individu lainnya.
4. Fase keempat: Membantu kelompok belajar untuk bekerja dan
belajar.
Pada fase ini, pendidik sangat perlu mendampingi
kelompok belajar, selalu mengingatkan tentang tugas tugas
yang dikerjakan peserta didik dan memperhatikan waktu yang
dialokasikan. Pada fase ini bantuan yang diberikan pendidik
dapat berupa petunjuk, pengarahan, atau meminta beberapa
peserta didik mengulangi hal yang sudah ditunjukkan.
5. Fase kelima: Mengevaluasi
Pendidik melakukan evaluasi terhadap proses kerja dan
belajar peserta didik dengan menggunakan strategi evaluasi

6
yang konsisten dengan tujuan pembelajaran yang sudah
direncanakan sebelumnya.
6. Fase keenam: Pengakuan dan penghargaan.
Fase ini mengarahkan pendidik untuk mempersiapkan
struktur reward yang akan diberikan kepada peserta didik.
Variasi struktur reward dapat dicapai tanpa tergantung pada apa
yang dilakukan oleh orang lain. Struktur reward kompetitif
adalah jika usaha individual peserta didik diakui berdasarkan
perbandingan dengan orang lain. Struktur reward kooperatif
diberikan kepada kelompok meskipun anggota kelompok atau
dalam satu kelompok tersebut saling bersaing.

C. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif dalam Pembelajaran Bahasa


Arab
Pada dasarnya pembelajaran merupakan upaya untuk mengarahkan
peserta didik ke dalam proses belajar sehingga pendidik dapat memperoleh
tujuan belajar sesuai dengan yang diharapkan. Pembelajaran Bahasa Arab
di Indonesia dihadapkan pada tantangan signifikan dalam pengembangan
kemampuan berbicara, menulis, dan memahami struktur bahasa yang
rumit. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih efektif untuk
memperbaiki kualitas pembelajaran. Salah satu metode yang terbukti
memberikan dampak positif adalah model pembelajaran kooperatif. Model
ini fokus pada kolaborasi antara siswa dalam kelompok kecil untuk
mencapai tujuan bersama. Dalam pembelajaran Bahasa Arab, model ini
memberikan peluang bagi siswa untuk berdiskusi, berbagi pengetahuan,
dan saling membantu dalam memahami materi yang kompleks, seperti tata
bahasa, kosakata, dan kalimat.

Model pembelajaran kooperatif adalah metode pembelajaran yang


melibatkan siswa dalam kelompok-kelompok kecil untuk berkolaborasi
dalam belajar, di mana setiap siswa memiliki peran aktif dalam diskusi dan

7
penyelesaian masalah. Dalam pengajaran Bahasa Arab, penerapan model
ini membantu siswa saling berbagi pemahaman dan berkolaborasi dalam
mengatasi kesulitan materi, seperti penyusunan kalimat, pemahaman tata
bahasa, dan penerjemahan. Model ini juga mengurangi hambatan siswa
dalam berbicara Bahasa Arab, karena mereka dapat berdiskusi dengan
teman-teman sekelompok sebelum berbicara di depan kelas.

Langkah-langkah Implementasi Model Pembelajran Kooperatif


dalam Pemebelajaran Bahasa Arab, sebagai berikut:

1. Persiapan dan pembentukan kelompok.


Guru merencanakan materi yang sesuai dengan kurikulum
Bahasa Arab dan membagi siswa menjadi kelompok kecil.
Pembagian kelompok sebaiknya memperhatikan aspek kemampuan
dan karakter siswa untuk mendukung kerja sama yang lebih baik.
2. Pengenalan materi.
Pada tahap awal, guru memberikan penjelasan singkat
mengenai materi, seperti struktur kalimat atau kosakata baru.
Penggunaan media pembelajaran, seperti teks atau rekaman audio,
dapat membantu siswa dalam memahami materi dengan cara yang
lebih menarik.
3. Diskusi kelompok.
Siswa bekerja dalam kelompok untuk mendiskusikan materi
yang telah diajarkan. Dalam kelompok ini, mereka saling
membantu memahami konsep-konsep tertentu, seperti menyusun
kalimat atau menerjemahkan teks dalam Bahasa Arab. Setiap
anggota kelompok aktif dalam berbagi pemahaman dan mencari
solusi bersama.
4. Presentasi dan refleksi.
Setelah diskusi, setiap kelompok mempresentasikan hasil
kerjanya di depan kelas. Guru bersama siswa lain memberikan
umpan balik terhadap presentasi tersebut. Selain itu, guru mengajak

8
siswa untuk melakukan refleksi terhadap materi yang telah
dipelajari dan cara-cara aplikasi materi dalam kehidupan sehari-
hari.

5. Evaluasi.

Evaluasi dilakukan dengan memperhatikan kontribusi


individu dalam kelompok dan hasil kerja kelompok secara
keseluruhan. Guru dapat menggunakan penilaian formatif untuk
menilai pemahaman siswa melalui tugas individu atau kuis, serta
melihat keterlibatan mereka dalam proses pembelajaran.

Model pembelajaran kooperatif dalam pengajaran Bahasa Arab


memberikan sejumlah keuntungan yang mendukung proses belajar siswa.
Salah satu manfaat utamanya adalah peningkatan kemampuan berbicara.
Melalui model ini, siswa diberi peluang untuk berlatih berbicara dalam
Bahasa Arab dalam suasana yang mendukung, yang membantu mereka
merasa lebih percaya diri ketika berbicara di depan orang lain. Selain itu,
model ini juga berkontribusi dalam memperdalam pemahaman siswa
terhadap materi yang diajarkan. Diskusi dalam kelompok memungkinkan
siswa untuk saling bertukar informasi dan membantu satu sama lain dalam
memahami elemen-elemen bahasa yang lebih rumit, seperti tata bahasa
dan kosakata, sehingga memperkuat pemahaman mereka tentang Bahasa
Arab.

Selain aspek akademis, pembelajaran kooperatif juga


mengembangkan keterampilan sosial siswa. Dalam kelompok, siswa
belajar untuk bekerja sama, berkomunikasi dengan efektif, dan
mendengarkan pendapat teman-teman mereka. Hal ini tidak hanya penting
dalam pembelajaran, tetapi juga bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.
Model ini juga berperan besar dalam meningkatkan motivasi belajar siswa.
Dengan merasa bahwa kontribusi mereka sangat penting untuk kesuksesan

9
kelompok, siswa menjadi lebih termotivasi untuk berpartisipasi aktif
dalam pembelajaran.

Namun demikian, penerapan model ini tidak tanpa tantangan. Salah


satu masalah yang sering muncul adalah pengelolaan kelompok yang
efektif. Guru harus memastikan bahwa setiap anggota kelompok
berkontribusi aktif, tanpa ada yang merasa terabaikan. Evaluasi juga
menjadi lebih kompleks, karena guru perlu menilai kontribusi setiap siswa
dalam kelompok, serta hasil kerja kelompok secara keseluruhan. Selain itu,
terbatasnya sumber daya, seperti ruang kelas yang tidak memadai atau
waktu yang terbatas, juga bisa menjadi hambatan dalam pelaksanaan
pembelajaran kooperatif yang optimal.

10
BAB III

PENUTUP
A. Kesimpulan.
Model pembelajaran kooperatif terbukti sebagai salah satu
pendekatan yang efektif dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam
mempelajari Bahasa Arab. Dengan model ini, siswa dapat bekerja sama
dalam kelompok kecil, yang memungkinkan mereka untuk saling bertukar
pengetahuan, berdiskusi, serta membantu satu sama lain dalam mengatasi
tantangan belajar, seperti memahami tata bahasa, memperkaya kosakata,
dan menyusun kalimat yang benar. Pembelajaran kooperatif tidak hanya
membantu dalam aspek akademis, tetapi juga mengembangkan
keterampilan sosial siswa, seperti kemampuan bekerja sama, komunikasi,
dan mendengarkan pendapat orang lain. Namun, meskipun model ini
memberikan banyak keuntungan, penerapannya tetap menghadapi
sejumlah tantangan, seperti pengorganisasian kelompok yang efektif dan
kesulitan dalam evaluasi, yang memerlukan perhatian lebih dari pihak
pendidik.

B. Saran.
Agar model pembelajaran kooperatif dapat diterapkan dengan
maksimal, sangat penting bagi pendidik untuk merencanakan dan
mengorganisir pembelajaran dengan cermat, terutama dalam pembentukan
kelompok. Pemilihan kelompok yang tepat serta penggunaan metode yang
mendukung akan sangat membantu dalam proses pembelajaran. Pendidik
juga perlu memantau dengan seksama kontribusi setiap anggota kelompok
untuk memastikan bahwa semua siswa berpartisipasi aktif. Evaluasi yang
digunakan harus mencakup penilaian individu dan kelompok secara
keseluruhan agar dapat mengukur pencapaian siswa dengan lebih adil dan
objektif. Selain itu, mengingat keterbatasan ruang dan waktu yang
seringkali menjadi kendala, pendidik perlu lebih kreatif dalam

11
memanfaatkan sumber daya yang ada agar pembelajaran kooperatif tetap
efektif dan memberikan hasil yang optimal.

DAFTAR PUSTAKA

Azis, S. A. (2013). IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF

MAHASISWA PROGRAM STUDI BAHASA ARAB STAIN PAREPARE. 1.

Eriza, R., & Selaras, G. H. (2023). LITERATURE REVIEW: PENGARUH

MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT

DIVISIONS (STAD) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA. JURNAL

BIOEDUKASI, 6(2), 285–292. [Link]

Jannah, I. M. (n.d.). PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DENGAN

MENGGUNAKAN MODEL COOPERATIVE LEARNING.

Kezya Meylani Fernanda Putri, Lidiya Rima Ranti, & Glen Hosea Fernando

Ringkat. (2024). Artikel Model Pembelajaran Cooperative Learning.

Dewantara : Jurnal Pendidikan Sosial Humaniora, 3(3), 01–06.

[Link]

Meutiawati, I. (n.d.). Model Pembelajaran Kooperatif.

Rofi, S., Setiawan, B. A., Jatmikowati, T. E., Kusumawati, D., Darmayanti, H. H.,

& Damayanti, L. (2024). Cooperative Learning: One Step in Answering

the Complexity of Islamic Religious Education. Nusantara: Jurnal

Pendidikan Indonesia, 4(2), 555–568.

[Link]

Sholihah, H. (2023). Implementasi Model Cooperative Learning Tipe Jigsaw

dalam Pembelajaran Bahasa Arab di Kelas XII Agama MAN 1 Gresik.

12
Tatsqifiy: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab, 4(1), 63–75.

[Link]

Wijaya, H., & Arismunandar, A. (2018). Pengembangan Model Pembelajaran

Kooperatif Tipe STAD Berbasis Media Sosial. Jurnal Jaffray, 16(2), 175.

[Link]

13

Anda mungkin juga menyukai