0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan6 halaman

Pembentukan Komite Farmasi RS Bergerak Badau

Keputusan Direktur Rumah Sakit Bergerak Badau menetapkan pembentukan Komite Farmasi dan Terapi untuk meningkatkan mutu pelayanan melalui penggunaan obat yang rasional. Komite ini bertanggung jawab langsung kepada Direktur dan melaksanakan tugas sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan. Keputusan ini mulai berlaku pada 2 Januari 2019.

Diunggah oleh

rudiansyahfarmasi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan6 halaman

Pembentukan Komite Farmasi RS Bergerak Badau

Keputusan Direktur Rumah Sakit Bergerak Badau menetapkan pembentukan Komite Farmasi dan Terapi untuk meningkatkan mutu pelayanan melalui penggunaan obat yang rasional. Komite ini bertanggung jawab langsung kepada Direktur dan melaksanakan tugas sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan. Keputusan ini mulai berlaku pada 2 Januari 2019.

Diunggah oleh

rudiansyahfarmasi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PEMERINTAH KABUPATEN KAPUAS HULU

DINAS KESEHATAN
RUMAH SAKIT BERGERAK BADAU
Jl Lintas Badau Na Kantuk dsn Perumbang ds Kekurak Kec. Badau 78767
Surel : rsb_kapuashulu@[Link]

KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT BERGERAK BADAU


NOMOR 445/99/02/I/SK_Dir/2019
TENTANG
PEMBENTUKAN KOMITE FARMASI DAN TERAPI RUMAH SAKIT
BERGERAK BADAU

DIREKTUR RUMAH SAKIT BERGERAK BADAU

Menimbang : a. Bahwa peningkatan mutu pelayanan rumah sakit


terkait erat dengan penggunaan obat dan alat
kesehatan yang rasional dalam semua lini
pelayanan;
b. Bahwa dalam upaya peningkatan mutu pelayanan
rumah sakit, diperlukan adanya Komite yang
merumuskan kebijakan mengenai pemilihan obat,
penggunaan obat dan evaluasinya;
c. Bahwa untuk melaksanakan fungsi-fungsi
tersebut maka perlu dibentuk Komite Farmasi dan
Terapi;
d. Bahwa nama-nama yang tercantum dalam
lampiran keputusan ini dipandang mampu
sebagai Komite Farmasi dan Terapi Rumah Sakit;
e. Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana
dimaksud dalam huruf a,b,c dan d perlu
menetapkan pemberlakuan Keputusan Direktur
Rumah Sakit tentang Penunjukan Komite Farmasi
dan Terapi di Rumah Sakit Bergerak Badau.
Mengingat : 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36
Tahun 2009 Tentang Kesehatan;
2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44
Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit;
3. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
Nomor 47/ Menkes/ SK/ II/ 1983 Tanggal 21
Februari 1983 Tentang Kebijakan Obat Nasional;
4. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
Nomor 1009/ Menkes/SK/ X/ 1995 Tentang
Pembentukan Komite Nasional Farmasi dan
Terapi;
5. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
Nomor 58 Tahun 2014 Tentang Standar Pelayanan
Kefarmasian di Rumah Sakit;

MEMUTUSKAN

Menetapkan : Keputusan Direktur Rumah Sakit Bergerak Badau


Tentang Pembentukan Komite Farmasi Dan Terapi
Rumah Sakit Bergerak Badau

KESATU : Membentuk Komite Farmasi dan Terapi di Rumah


Sakit Bergerak Badau, sebagaimana tercantum
pada lampiran I yang merupakan bagian tidak
terpisahkan dengan keputusan ini.

KEDUA : Komite Farmasi dan Terapi (KFT) sebagaimana dimaksud


dalam diktum KESATU melaksanakan tugas sesuai
dengan lampiran II yang merupakan bagian dari
Surat Keputusan ini.

KETIGA : Komite Farmasi dan Terapi (KFT) sebagaimana


dimaksud dalam diktum KESATU bertanggung jawab
langsung kepada Direktur Rumah Sakit Bergerak
Badau, dalam melaksanakan tugas agar
berkoordinasi dengan bagian lain dalam rumah
sakit.
KEEMPAT : Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal
ditetapkan.

Ditetapkan : Badau
Pada Tanggal : 2 Januari 2019

DIREKTUR RUMAH SAKIT BERGERAK BADAU

dr. LIHA SOLIHA


PENATA TINGKAT I
NIP 19790417 201001 2021
LAMPIRAN I : KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT
BERGERAK BADAU NOMOR :
445/99/02/I/SK_Dir/2019
TANGGAL : 2 Januari 2019

SUSUNAN KOMITE FARMASI DAN TERAPI (KFT) DI RUMAH


SAKIT BERGERAK BADAU

No. Nama Jabatan

1 dr. Andhika Ardi Wahana P Ketua

2 Rudiansyah, [Link]., Apt Sekretaris

3 Ria Purwati, [Link] Anggota


Lampiran II : KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT
BERGERAK BADAU NOMOR :
445/99/02/I/SK_Dir/2019
TANGGAL : 2 Januari 2019

WEWENANG, KEWAJIBAN DAN URAIAN TUGAS KOMITE


FARMASI DAN TERAPI RUMAH SAKIT BERGERAK BADAU

Wewenang :
1. Merumuskan dan mengendalikan pelaksanaan semua
kebijakan, ketetapan, prosedur, aturan yang berkaitan
dengan obat.
2. Mengadakan, mengembangkan, menetapkan, merevisi
formularium.
3. Mengusulkan perubahan kebijakan penggunaan obat dan
pelayanan Instalasi farmasi rumah sakit.

Kewajiban :
1. Memberikan rekomendasi pada pimpinan rumah sakit
untuk mencapai budaya pengelolaan dan penggunaan obat
secara rasional.
2. Mengkoordinir pembuatan pedoman diagnosis dan terapi,
formularium rumah sakit, pedoman penggunaan antibiotik
dan lain-lain.
3. Melaksanakan pendidikan dalam bidang pengelolaan dan
penggunaan obat terhadap pihak-pihak yang terkait.
4. Melaksanakan pengkajian pengelolaan dan penggunaan obat
dan memberikan umpan balik atas hasil pengkajian
tersebut.

Uraian Tugas :
 Ketua :
1. Menjamin terselenggaranya tugas Komite Farmasi dan
Terapi sesuai dengan kebijakan Direktur Rumah Sakit.
2. Menetapkan jadwal rapat Komite Farmasi dan Terapi untuk
membahas tentang kebijakan, penetapan prosedur, maupun
aturan-aturan berkaitan obat.
3. Mengkoordinir pengembangan, penyusunan maupun revisi
formularium rumah sakit.

 Sekretaris :
1. Mengatur persiapan dan penyelenggaraan rapat Komite
Farmasi dan Terapi.
2. Menyiapkan dan memberikan semua bahan rapat yang
dibutuhkan.
3. Mencatat semua hasil keputusan dalam rapat dan
melaporkan pada direktur rumah sakit.
4. Mengarsip dokumen kesekretariatan dan pendistribusian
surat.
5. Melaksanakan tugas kesekretariatan lainnya.

 Anggota :
1. Membahas materi rapat.
2. Mengkaji dan menganalisa keuntungan/ manfaat dan
kerugian.
3. Memeriksa dan menganalisa aspek legalitas.
4. Menjamin kelancaran distribusi obat.
5. Menetapkan obat yang akan ditambahkan atau dikurangi
dari formularium.
6. Mengembangkan formularium rumah sakit yang efisien,
efektif dan ekonomis.
7. Menetapkan kategori obat yang digunakan dalam rumah
sakit dan menempatkan tiap obat pada suatu kategori
tertentu.

Ditetapkan : Badau
Pada Tanggal : 2 Januari 2019

DIREKTUR RUMAH SAKIT


BERGERAK BADAU

dr. LIHA SOLIHA


PENATA TINGKAT I
NIP 19790417 201001 2021

Anda mungkin juga menyukai