KERANGKA ACUAN KEGIATAN (KAK)
PROGRAM PENGELOLAAN BAHAN BERBAHAYA
DAN BERACUN (B3) SERTA LIMBAH B3
TAHUN 2024
KLINIK PRATAMA BERKAH FARMA
Jl. Depan Pasar Prapatan Desa Panjalin Kidul Kecamatan Sumberjaya
Kabupaten Majalengka - Jawa Barat HP 085295686557
e-mail : berkahfarmanya@[Link]
KLINIK PRATAMA BERKAH FARMA
Jl. Depan Pasar Prapatan Desa Panjalin Kidul Kecamatan Sumberjaya
Kabupaten Majalengka - Jawa Barat HP 085295686557
e-mail : berkahfarmanya@[Link]
KERANGKA ACUAN KEGIATAN
PENGELOLAAN BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (B3)
SERTA LIMBAH B3
KLINIK PRATAMA BERKAH FARMA
TAHUN 2024
A. Pendahuluan
Klinik Pratama Berkah Farma sebagai salah satu institusi yang
bergerak di bidang pelayanan kesehatan kepada masyarakat dalam
bentuk upaya preventif, kuratif, rehabilitatif dan promotif dalam
melaksanakan kegiatan / aktifitasnya sehari-hari selalu menggunakan
obat-obatan, bahan kimia, reagent, bahkan sampai kepada bahan-bahan
pembasmi serangga / insektisida yang semuanya tergolong ke dalam
kategori Bahan Beracun dan Berbahaya (B3).
Mengingat sifat bahan-bahan berbahaya umumnya mempunyai
kadar toksisitas yangdapat membahayakan kesehatan manusia dan
pencemaran atau kontaminasi terhadap lingkungan, maka dipandang
perlu untuk dilakukan upaya-upaya pengendalian, pendataan sifat-
sifatnya yang potensial, cara-cara penanganan/penyimpanan serta
penanggulangan jika terjadi kontaminasi.
Bahan-bahan berbahaya sangat beragam jenis dan unsur-unsurnya,
masing-masing mempunyai unsur dan komposisi tersendiri yang berbeda
antara satu dengan yang lainnya. Berangkat dari karakteristik yang
berbeda sudah barang tentu tatacara pengendalian dan
penanggulangannya berbeda pula. Untuk maksud tersebut di atas
umumnya para produsen/pabrik pembuat selalu melengkapi produksinya
dengan sertifikat Material Safety Data Sheets (MSDS).
Dalam MSDS biasanya tercantum lengkap mulai dari nama bahan
kimia/B3, sifat, karakteristik, cara penanganan, cara penanggulangan jika
terjadi kontaminasi serta langkah-langkah pertolongan pertama termasuk
tatacara kemasan dan transportasinya.
Mengacu kepada MSDS, untuk membuat Program Kerja tentang
bahan berbahaya, untuk lebih mengenal/memahami tatacara
penanganan bahan berbahaya maka kita menyusun program pengelolaan
Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) serta Limbah B3.
B. Latar Belakang
Bahan-bahan berbahaya sangat beragam jenis dan unsurnya.
Masing-masing mempunyai unsur dan komposisi tersendiri yang berbeda
antara satu dengan yang lainnya. Berangkat dari karakteristik yang
berbeda sudah tentu tata cara pengendalian dan penanggulangannya
pun berbeda.
Sifat bahan-bahan berbahaya umumnya mempunyai kadar
toksisitas yang dapat membahayakan kesehatan manusia dan
pencemaran atau kontaminasi terhadap lingkungan. Oleh karena itu perlu
dilakukan upaya-upaya pengendalian, pendataan sifat- sifatnya yang
potensial, cara-cara penanganan/penyimpanan serta penanggulangan
apabila terjadi kontaminasi bahan dan barang berbahaya. Kegiatan
tersebut tertuang dalam program pengelolaan Bahan Berbahaya dan
Beracun (B3) serta Limbah B3.
C. Tujuan
1. Tujuan Umum
Seluruh staf klinik memahami tentang penangganan dan pengelolaan
program pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) serta
Limbah B3, mengetahui jenis-jenis dan sifat bahan berbahaya,
perlakuan dan cara menanggulangi apabila terjadi kontaminasi B3.
2. Tujuan Khusus
a. Upaya pencegahan dan perlindungan terhadap paparan dan
pajanan B3.
b. Upaya cara penanggulangan kontaminasi.
c. Upaya untuk penyediaan APD yang tepat.
d. Upaya untuk pemahaman petugas dalam pengelolaan bahan dan
limbah B3.
e. Sebagai wujud pelaksanaan kegiatan dalam pengelolaan B3 untuk
melindungngi petugas, pasien dan lingkungan.
D. Kegiatan Pokok & Rincian Kegiatan
1. Kegiatan pokok
a. Data inventarisasi B3 dan limbahnya yang meliputi jenis, jumlah,
dan lokasi;
b. Penanganan, penyimpanan, dan penggunaan B3 dan limbahnya;
c. Penggunaan alat pelindung diri (APD) dan prosedur penggunaan,
prosedur bilaterjadi tumpahan, atau paparan/pajanan;
d. Pemberian label/rambu-rambu yang tepat pada B3 dan limbahnya;
e. Pelaporan dan investigasi dari tumpahan, eksposur (terpapar), dan
insiden lainnya;
f. Dokumentasi, termasuk izin, lisensi, atau persyaratan peraturan
lainnya;
g. Pengadaan / pembelian B3, pemasok (supplier) wajib melampirkan
material safety data sheet/lembar data pengaman (MSDS / LDP).
2. Rincian kegiatan
a. Mendata inventarisasi B3 dan limbahnya yang meliputi jenis,
jumlah, dan lokasi
b. Melakukan Penanganan, penyimpanan, dan penggunaan B3 dan
limbahnya
c. Penggunaan alat pelindung diri (APD) dan prosedur penggunaan,
prosedur bilaterjadi tumpahan, atau paparan/pajanan;
d. Pemberian label/rambu-rambu yang tepat pada B3 dan limbahnya;
e. Pelaporan dan investigasi dari tumpahan, eksposur (terpapar), dan
insiden lainnya
f. Pendokumentasi, termasuk izin, lisensi, atau persyaratan
peraturan lainnya
g. Pengadaan/pembelian B3, pemasok (supplier) wajib melampirkan
material safetydata sheet/lembar data pengaman (MSDS/LDP)
h. Pelaporan dan investigasi dari tumpahan, paparan (exposure) dan
insiden lainnya
i. Peralatan dan prosedur perlindungan yang benar pada saat
penggunaan, ada tumpahan (spill) atau paparan (exposure).
j. Penyusunan kebijakan dan prosedur tertulis yang mendukung
pemenuhan standartdan peraturan.
k. Penyusunan Kebijakan dan prosedur tertulis untuk penangganan
dan pembuanganbahan infeksius dan berbahaya.
l. Tersedianya peralatan keamanan sesuai praktek dilaboratorium
dan untuk bahanberbahaya yang dihadapi.
m. Orientasi bagi semua staf laboratorium untuk prosedur dan
praktek keamanankerja.
n. Pendidikan (inservice education) untuk prosedur-prosedur baru
dan pengenalan bahan berbahaya yang baru dikenali/diperoleh.
E. Cara Melaksanakan Kegiatan
Cara melaksanakan kegiatan Program Pengelolaan Bahan
Berbahaya dan Beracun (B3) serta Limbah B3 melalui :
1. TUMAN (TOR, Undangan, Materi, Absensi, Notulen, Sertifikat)
Kegiatan yang sifatnya pelatihan dan simulasi dilaksanakan dengan
pembuatan surat permohonan yang dilengkapi dengan TOR (Term Of
Referens) kepada pihak manajemen dengan menyertakan anggaran
kerja yang ada, dimana dapat kita lakukan secara mandiri atau
bersama unit kerja yang bertanggung jawab dalam tugas pokok dan
fungsinya dalam kelembagaan maupun melalui pihak eksternal yang
lebih kompeten dalam menjalankan kegiatan yang diajukan.
2. UMAN (Undangan, Materi, Absensi, dan Notula)
Kegiatan yang sifatnya pelaporan atau evaluasi dengan cara
pertemuan bersama dalam pembahasan sesuatu yang dituangkan
dalam sebuah kesepakatan untuk direkomendasikan kepada pihak
manejemen sebagai rencana tindak lanjut.
3. Inspeksi/ Tinjauan Lapangan
Kegiatan yang sifatnya untuk membandingkan atau melihat kondisi
dilapangan dengan cara melaksanakan kegiatan melalui survey atau
pengamatan dilapangan serta wawancara dengan staf menggunakan
instrumen yang ada, kemudian kita dokumentasikan untuk dilaporkan
kepada pihak manajemen sebagai bahan rekomendasi untuk
perbaikan.
4. Wawancara
Suatu bentuk komunikasi lisan yang dilakukan secara terstruktur oleh
dua orang atau lebih, baik secara langsung maupun secara tidak
langsung atau wawancara jarak jauh, guna menilai kemapuan dan
pemahaman staff dalam pelaksanaan keselamatan sistem utilitas.
5. Simulasi
Proses perancangan model dari sistem nyata yang dilanjutkan dengan
pelaksanaan eksperimen terhadap model untuk mempelajari perilaku
sistem atau evaluasi strategi pada seluruh staf untuk melihat
kemampuan dan pemahaman peran mereka dalam suatu keadaan/
kondisi tertentu terkait keamanan dan keselamatan pasien.
6. Pelatihan
Kegiatan belajar dan praktik untuk sesuatu tujuan baik, dilakukan
secara berulangulang dan terus-menerus untuk meningkatkan
kemampuan (continuously and never end) manusia, dan fitrahnya
untuk memberikan tambahan pengetahuan kepada seluruh staf klinik
dalam keamanan dan keselamatan pasien.
7. Uji Coba
Percobaan untuk mengetahui mutu sesuatu (ketulenan, kecakapan,
ketahanan, dan sebagainya) suatu mesin atau instalasi guna dalam
jangka waktu tertentu secara periodik.
F. Sasaran
1. Tersusunnya data iventaris, jumlah dan lokasi bahan dan limbah di
Klinik sesuai standart peraturan/regulasi
2. Terlaksananya inspeksi pengelolaan bahan dan limbah
3. Tersusunnya laporan hasil telusur dan inspeksi B3 serta kejadian
paparan/tumpahan
4. Pendokumentasian perijinan pengelolaan limbah.
5. Tersusunnya logbook daftar bahan, MSDS, dan tatacara
penyimpanannya pada setiap unit yang mengelola bahan B3
6. Pelaporan dan investigasi dari tumpahan, paparan (exposure) dan
insiden lainnya.
7. Tersedianya peralatan dan prosedur perlindungan yang benar pada
saat penggunaan, ada tumpahan (spill) atau paparan (exposure).
8. Penyusunan dan kebijakan prosedur tertulis yang mendukung
pemenuhan standar dan peraturan.
9. Penyusunan kebijakan dan prosedurtertulis untuk penanganan dan
pembuangan bahan infeksius dan berbahaya.
10. Tersedianya peralatan keamanan sesuai praktek dilaboratorium dan
untuk bahan berbahaya yang dihadapi.
11. Orientasi bagi semua staf laboratorium untuk prosedur dan praktek
keamanan kerja
G. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan
Jadwal (2024)
No. Kegiatan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1. Menyusun data
inventaris, jumlah
dan lokasi bahan
dan limbah di klinik
2. Melaksanakan
inspeksi
pengelolaan B3
dan limbah
3. Menyusun laporan
hasil audit dan
inspeksi B3 serta
kejadian paparan
tumpahan
4. Pendokumentasian
perijinan
pengelolaan B3
5. Menyusun logbook
daftar bahan,
MSDS, data tacara
penyimpanannya
pada setiap unit
yang mengelola
bahan B3.
6. Pelaporan dan
investigasi dari
tumpahan,
paparan
(exposure) dan
insiden lainnya
7. Menyediakan
peralatan dan
prosedur
perlindungan yang
benar pada saat
penggunaan, ada
tumpahan (spill)
atau paparan
(exposure)
8. Menyusun
kebijakan dan
prosedur tertulis
yeng mendukung
pemenuhan
standar dan
peraturan
pengelola bahan
9. Menyusun
kebijakan dan
prosedur tertulis
untuk penanganan
dan pembuangan
bahan infeksius
dan berbahaya
10. Menyediakan per-
alatan keamanan
sesuai praktek di
lab dan untuk B3
yang dihadapi
H. Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan dan Pelaporan
1. Evaluasi program pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)
serta Limbah B3 ini dilakukan setiap semester melalui audit internal.
2. Pelaporan program pengelolaan bahan dan limbah beracun dan
berbahaya ini dilakukan oleh Tim MFK melalui Penanggung Jawab Klinik
yang berwujud laporan semesteran kepada pihak manajemen
berdasarkan hasil lapangan dan pelaksanaan program.
I. Pencatatan, Pelaporan dan Evaluasi Kegiatan
Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim K3 yang dilaporkan kepada
Penanggung Jawab Klinik, sehingga target yang diharapkan adalah
seluruh program pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) serta
Limbah B3 yang ada dapat terlaksana setiap semester dan evaluasi
seluruh program dilakukan setiap tahun sekali.
J. Rencana Anggaran Biaya
Pelatihan PPI = Rp. 1.000.000,-
Sosialisasi PPI = Rp. 500.000,-
Penyediaan APD = Rp. 1.000.000.-
Penyediaan spilkit = Rp. 1.000.000,-
Safety Box = Rp. 500.000,-
Kantong sampah medis = Rp. 300.000,-
ATK = Rp, 200.000,-
Jumlah = RP. 4.500.000,-
K. Penutup
Demikian Kerangka Acuan Kegiatan (KAK) Program Pengelolaan
Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) serta Limbah B3 Klinik Pratama
Berkah Farma Tahun 2024 sebagai acuan dalam melaksanakan program
pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) serta Limbah B3.
Sumberjaya, 14 Agustus 2024
Mengetahui : Koordinator Manajemen
PENANGGUNG JAWAB Fasilitas dan Keselamatan,
KLINIK PRATAMA BERKAH FARMA,
dr. LILI FARIDA SUMARNO, [Link]., Ners