0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan22 halaman

Definisi dan Klasifikasi Seni Rupa

Dokumen ini membahas seni rupa, termasuk definisi, fungsi, klasifikasi, dan unsur-unsurnya. Seni rupa memiliki fungsi individual, sosial, dan fisik, serta dibagi menjadi seni tradisional, modern, dan kontemporer. Unsur-unsur seni rupa meliputi titik, garis, bidang, ruang, warna, tekstur, dan prinsip-prinsip seperti kesatuan, keselarasan, dan keseimbangan.

Diunggah oleh

nasifkece
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan22 halaman

Definisi dan Klasifikasi Seni Rupa

Dokumen ini membahas seni rupa, termasuk definisi, fungsi, klasifikasi, dan unsur-unsurnya. Seni rupa memiliki fungsi individual, sosial, dan fisik, serta dibagi menjadi seni tradisional, modern, dan kontemporer. Unsur-unsur seni rupa meliputi titik, garis, bidang, ruang, warna, tekstur, dan prinsip-prinsip seperti kesatuan, keselarasan, dan keseimbangan.

Diunggah oleh

nasifkece
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MATERI 3: SENI RUPA

Definisi, fungsi, klasifikasi, dan


karya seni rupa berdasarkan periodisasi

Syifa Amalia Nisa, [Link].


SMK Negeri 3 Kuningan
DEFINISI SENI RUPA

Seni rupa merupakan cabang seni yang membentuk karya seni dan bisa
ditangkap oleh mata serta dirasakan dengan rabaan. (Dyastiningrum)

Seni sudah menjadi salah satu bagian dalam kehidupan manusia dari zaman ke zaman, dari
masa pra sejarah hingga sekarang, keberadaan seni sangat melekat dalam setiap sendi
kehidupan dan jiwa manusia sehingga tidak dapat terpisahkan sampai saat ini. Seni rupa sangat
dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Kita bisa menyaksikan seni rupa sejak kita bangun dari
tidur, melihat ornamen pakaian yang kita kenakan, lukisan yang terpajang di rumah, desain
cangkir yang kita gunakan untuk minum, gambar yang kita lihat di layar telepon seluler,
tayangan di televisi, gedung-gedung di perkotaan, alam yang penuh warna dan semua yang
tampak dalam kehidupan manusia. Dari berbagai benda seni rupa tersebut dapat membuat
perasaan kita tergugah, hampir semua benda, bangunan, pakaian dan berbagai peralatan
dirancang dengan mempertimbangkan nilai-nilai estetika.
FUNGSI SENI RUPA
Fungsi seni rupa sangat beragam, tergantung
kepada latar belakang terciptanya karya seni
rupa. Misalnya seni rupa terapan memiliki fungsi MURNI
untuk memenuhi nilai guna atau fungsi praktis
dalam kehidupan seharihari, dan seni murni
memiliki fungsi sebagai sarana kepuasan batin
akan keindahan.

Secara umum, seni memiliki banyak fungsi


seperti merangsang masyarakat untuk
meningkatkan kualitas hidupnya, sebagai proses
pembelajaran masyarakat terhadap segala
sesuatu, baik nilai-nilai maupun fenomena alam,
sebagai penyadaran terhadap peristiwa, baik
sejarah, sosial, politik dan budaya, seni mampu
mengisi dan mempengaruhi zamannya, dan seni
sebagai penjaga nilai keindahan dan
kemanusiaan dalam kehidupan masyarakat. TERAPAN
FUNGSI SENI RUPA
Keberadaan seni rupa menurut Feldman (1967) memiliki 3 fungsi dalam kehidupan manusia, yaitu:

1. Fungsi Individual, seni digunakan untuk mengungkapan rasa/emosi dengan cara memberi tanggapan dan
penghayatan seseorang terhadap lingkungannya.
2. Fungsi sosial kemasyarakatan, seni digunakan untuk kepentingan masyarakat luas seperti untuk
penerangan, pendidikan, kesehatan, agama dan sebagainya.
3. Fungsi fisik kebendaan, seni digunakan untuk keindahan di berbagai benda keperluan manusia:
arsitektur, interior bangunan, furnitur, serta benda-benda pakai lainnya.
KLASIFIKASI SENI RUPA
Berdasarkan waktu perkembangannya

Seni Rupa Tradisional berkaitan erat dengan khazanah lokal budaya di daerah tertentu. Sehingga berbagai daerah
biasanya memiliki karya Seni Rupa Tradisional yang unik dan beragam. Karya Seni Rupa Traditional umumnya diwarnai
dengan pelambangan (simbolis), baik dalam bentuk metafora binatang, tumbuhan, bangunan, atau figur manusia. Simbol
tersebut banyak ditemui di candi-candi, motif hias kain tenun, bahkan perabotan sehari-hari, biasanya bersifat spiritual,
religius, dan mitologis.
KLASIFIKASI SENI RUPA
Berdasarkan waktu perkembangannya

Seni Rupa Modern mulai menanggalkan pakem-pakem suatu tradisi, dan mengutamakan eksperimen demi
kemajuan seni, yang tergolong dalam Seni Rupa Modern yaitu Seni Murni (Fine Art) dengan mengutamakan sifat
estetikanya. Seni Rupa Murni terdiri dari Seni Lukis, Seni Patung dan Seni Grafis.
KLASIFIKASI SENI RUPA
Berdasarkan waktu perkembangannya

Seni Rupa Kontemporer berkembang pada masa kini, merespons dan mempresentasikan situasi sosial dan budaya
kekinian. Seni Rupa Kontemporer berorientasi bebas dengan medium yang tidak terbatas, dan dapat menggabungkan
nilai-nilai tradisional dan modernitas. Karya Seni Rupa Kontemporer berkaitan dengan perkembangan teknologi yang
berkembang di masa kini.
UNSUR SENI RUPA
Unsur-unsur dasar karya seni rupa adalah unsur-unsur yang digunakan untuk mewujudkan
sebuah karya seni rupa. Unsur-unsur ini diantaranya antara lain adalah titik, garis, bidang, bentuk,
ruang, warna, tekstur, dan gelap terang.

Titik
Titik adalah unsur seni rupa yang paling dasar. Titik dapat melahirkan suatu wujud dari ide-ide
atau gagasan yang kemudian akan melahirkan garis, bentuk, atau bidang.
UNSUR SENI RUPA
Garis
Menurut jenisnya, garis dapat dibedakan
menjadi garis lurus, lengkung, panjang,
pendek, horizontal, vertikal, diagonal,
berombak, putus-putus, patah-patah,
spiral dan Iain-Iain. Kesan yang
ditimbulkan dari macam-macam garis
dapat berbeda-beda, misalnya garis lurus
berkesan tegak dan keras, garis lengkung
berkesan lembut dan lentur, garis patah-
patah berkesan kaku, dan garis spiral
berkesan lentur.
Sedangkan menurut wujudnya garis dapat
dibedakan menjadi:
[Link] nyata, merupakan garis yang
dihasilkan dari coretan atau goresan
lengkung.
[Link] semu, merupakan garis yang
muncul karena adanya kesan balans pada
bidang, warna atau ruang.
UNSUR SENI RUPA
Bidang
Bidang merupakan pengembangan garis yang membatasi suatu bentuk sehingga membentuk bidang yang
melingkupi dari beberapa sisi. Bidang mempunyai sisi panjang dan lebar, serta memiliki ukuran.
UNSUR SENI RUPA
Ruang
Ruang dapat digolongkan menjadi
dua, yaitu: Ruang dalam bentuk
nyata, misalnya ruangan pada
kamar, ruangan pada patung.
Ruang dalam bentuk khayalan
(ilusi), misalnya ruangan yang
terkesan dari sebuah lukisan.
UNSUR SENI RUPA
Warna
Kesan yang timbul oleh pantulan cahaya pada mata disebut
warna. Warna dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu:
a. Warna pokok atau primer, yaitu warna yang tidak berasal
dari warna apapun, meliputi warna merah, kuning, dan
biru.
b. Warna sekunder merupakan campuran dari warna
primer.
Contoh:
merah + kuning : jingga
biru + kuning : hijau
merah + biru : ungu
c. Warna tertier merupakan hasil campuran antara warna
primer dan warna sekunder.
Contoh:
kuning + hijau : kuning kehijau-hijauan
biru + ungu : ungu kebiruan
jingga + merah : jingga kemerahan
Selain jenis-jenis warna di atas terdapat pula warna netral,
yaitu warna putih dan hitam.
UNSUR SENI RUPA

Tekstur
Tekstur adalah sifat dan
keadaan suatu permukaan
bidang atau permukaan
benda pada sebuah karya
seni rupa. Setiap benda
mempunyai sifat permukaan
yang berbeda. Tekstur
dibedakan menjadi tekstur
nyata dan tekstur
[Link] nyata adalah
nilai raba yang sama antara
penglihatan dan rabaan.
Sedangkan tekstur semu
adalah kesan yang berbeda
antara penglihatan dan
perabaan.
PRINSIP SENI RUPA
Kesatuan (unity)
Kesatuan adalah pertautan
bagian-bagian dalam
sebuah karya seni rupa.
Kesatuan merupakan
prinsip yang utama di
mana unsur-unsur seni
rupa saling menunjang
satu sama lain dalam
membentuk komposisi
yang bagus dan serasi.
Untuk menyusun satu
kesatuan setiap unsur
tidak harus sama dan
seragam, tetapi unsur-
unsur dapat berbeda atau
bervariasi sehingga
menjadi susunan yang
memiliki kesatuan.
PRINSIP SENI RUPA
Keselarasan (harmony)
Keselarasan adalah hubungan kedekatan unsur-unsur yang berbeda baik bentuk maupun warna untuk
menciptakan keselarasan.
PRINSIP SENI RUPA
Penekanan (kontras)
Penekanan adalah kesan yang diperoleh karena adanya dua unsur yang [Link] yang
mencolok pada warna, bentuk, dan ukuran akan memberikan kesan yang tidak monoton.
PRINSIP SENI RUPA

Irama (rhytm)
Irama adalah pengulangan
satu atau beberapa unsur
secara teratur dan terus-
menerus. Susunan atau
perulangan dari unsur-unsur
rupa yang diatur, berupa
susunan garis, susunan
bentuk atau susunan variasi
warna. Perulangan unsur
yang bentuk dan
peletakannya sama akan
terasa statis, sedangkan
susunan yang diletakkan
bervariasi pada ukuran,
warna, tekstur, dan jarak
akan mendapatkan susunan
dengan irama yang
harmonis.
PRINSIP SENI RUPA
Gradasi
Gradasi adalah penyusunan warna berdasar kantingkat perpaduan berbagai warna secara berangsur-
angsur.
PRINSIP SENI RUPA
Proporsi
Proporsi atau kesebandingan yaitu membandingkan bagian-bagian satu dengan bagian lainnya secara
keseluruhan. Misalnya membandingkan ukuran tubuh dengan kepala, ukuran objek dengan ukuran
latar, dan kesesuaian ukuran objek satu dengan objek lainnya yang dekat maupun yang jauh letaknya.
PRINSIP SENI RUPA
Komposisi
Komposisi adalah menyusun unsur-unsur rupa dengan mengorganisasikannya menjadi susunan yang
bagus, teratur, dan serasi.
PRINSIP SENI RUPA
Keseimbangan (balance)
Keseimbangan adalah kesan yang didapat dari suatu susunan yang diatur sedemikian rupa sehingga
terdapat daya tarik yang sama pada tiap-tiap sisi susunan.

Anda mungkin juga menyukai