MODUL AJAR DEEP LEARNING
MATA PELAJARAN : PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI
BAB 6 : MENGAJI AL-QUR'AN SURAH AL-A'LA
A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : ......................................................
Nama Penyusun : ......................................................
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Kelas / Fase / Semester : VI / Fase C / Genap
Alokasi Waktu : JP (5 kali pertemuan @ 3 JP/105 Menit)
Tahun Pelajaran : 20... / 20...
B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK
Pengetahuan Awal: Peserta didik telah mampu membaca Al-
Qur'an meskipun dengan tingkat kelancaran yang berbeda. Mereka
pernah mendengar Q.S. Al-A'la dibacakan dalam salat.
Minat: Peserta didik memiliki minat dalam melantunkan ayat Al-
Qur'an, kegiatan menulis (kaligrafi), dan permainan yang bersifat
kompetitif (seperti sambung ayat).
Latar Belakang: Latar belakang kemampuan mengaji (membaca,
menghafal) peserta didik beragam, ada yang sudah lancar dan ada
yang masih membutuhkan bimbingan intensif.
Kebutuhan Belajar:
o Visual: Membutuhkan teks Al-Qur'an yang jelas, video tutorial
makhraj, dan contoh tulisan Arab yang benar.
o Auditori: Belajar optimal dengan mendengarkan dan menirukan
bacaan (metode talqin), serta melalui penjelasan makna ayat.
o Kinestetik: Memerlukan praktik langsung menulis, serta aktivitas
fisik dalam permainan menghafal.
C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN
Jenis Pengetahuan yang Akan Dicapai
o Konseptual: Memahami pesan-pesan pokok Q.S. Al-A'la, seperti
perintah bertasbih, penjelasan tentang ciptaan Allah, pentingnya
akhirat, dan informasi bahwa ajaran ini sudah ada dalam kitab-kitab
sebelumnya.
o Prosedural: Mampu membaca Q.S. Al-A'la dengan tartil, menulis
ayat-ayatnya sesuai kaidah, dan menghafalkannya dengan lancar.
Relevansi dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik: Materi ini
relevan karena Q.S. Al-A'la sering digunakan dalam ibadah salat
sehari-hari. Pesan moralnya tentang tidak terlalu mementingkan
dunia juga menjadi pengingat penting bagi peserta didik.
Tingkat Kesulitan: Sedang. Surah ini memiliki beberapa lafal yang
memerlukan ketelitian dalam pengucapan (makharijul huruf).
Menghafal 19 ayat juga menjadi tantangan tersendiri.
Struktur Materi: Disusun secara terpadu mulai dari keterampilan
dasar (membaca dan menulis) menuju pemahaman yang lebih
dalam (memahami pesan pokok) dan penguasaan (menghafal).
Integrasi Nilai dan Karakter: Mengintegrasikan nilai ketaatan,
kecintaan pada Al-Qur'an, kesabaran, ketekunan, dan keseimbangan
antara urusan dunia dan akhirat.
D. DIMENSI PROFIL LULUSAN
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa,
dan Berakhlak Mulia: Terwujud dalam aktivitas mengagungkan
nama Allah (bertasbih) dan menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman
hidup.
Kewargaan: Memahami bahwa ajaran kebaikan bersifat universal
dan telah disampaikan kepada umat-umat terdahulu, menumbuhkan
rasa persaudaraan kemanusiaan.
Penalaran Kritis: Menganalisis pesan-pesan tersirat dalam Q.S. Al-
A'la, seperti perbandingan antara kehidupan dunia dan akhirat,
untuk mengambil pelajaran.
Kreativitas: Mengekspresikan pemahaman melalui tulisan kaligrafi
dan menyusun potongan ayat menjadi surah yang utuh.
Kolaborasi: Bekerja sama dalam kelompok untuk bermain puzzle
ayat dan saling menyimak hafalan (tutor sebaya).
Kemandirian: Bertanggung jawab atas proses menghafal pribadi
dan berlatih secara mandiri di rumah.
Kesehatan: Menjaga kebersihan diri (berwudhu) sebelum
berinteraksi dengan Al-Qur'an.
Komunikasi: Mampu melafalkan ayat Al-Qur'an dengan jelas dan
fasih serta menjelaskan pesan pokoknya kepada teman.
DESAIN PEMBELAJARAN
A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)
Pada akhir Fase C, murid memiliki kemampuan sebagai berikut.
Al-Qur'an Hadis
Memahami beberapa surah pendek dan ayat Al-Qur’an serta hadis
tentang keragaman.
Akidah
Memahami beberapa asmaulhusna, iman kepada hari akhir, qadāʾ dan
qadr.
Akhlak
Memahami akhlak terhadap Allah Swt. dengan berdoa dan bertawakal
kepada-Nya, akhlak terhadap teman, tetangga, non muslim, hewan, dan
tumbuhan.
Fikih
Memahami puasa sunah, zakat, infak, sedekah, hadiah, makanan dan
minuman yang halal dan haram.
Sejarah Peradaban Islam
Memahami kisah Nabi Muhammad saw. periode Madinah dan
khulafaurasyidin.
B. LINTAS DISIPLIN ILMU
Bahasa Indonesia: Memahami makna dan terjemahan setiap ayat,
serta mampu menyimpulkan pesan pokoknya.
Seni Budaya dan Prakarya (SBdP): Mengasah keterampilan
motorik halus dan keindahan tulisan saat menyalin ayat-ayat Q.S.
Al-A'la.
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1: Peserta didik mampu membaca Q.S. Al-A'la dengan
baik dan benar, memperhatikan makharijul huruf. (2 JP)
Pertemuan 2: Peserta didik mampu menulis ayat-ayat Q.S. Al-A'la
dengan benar dan rapi. (2 JP)
Pertemuan 3: Peserta didik mampu menjelaskan pesan-pesan
pokok yang terkandung dalam Q.S. Al-A'la. (2 JP)
Pertemuan 4: Peserta didik mampu menghafal Q.S. Al-A'la dengan
benar dan lancar. (2 JP)
D. INDIKATOR KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Melafalkan Q.S. Al-A'la dengan tartil, membedakan pengucapan
huruf yang mirip.
2. Menyalin Q.S. Al-A'la secara lengkap dengan tulisan tangan yang
jelas.
3. Menyebutkan minimal 3 pesan pokok dari Q.S. Al-A'la.
4. Memberikan contoh perilaku yang mencerminkan pemahaman
terhadap pesan Q.S. Al-A'la.
5. Mendemonstrasikan hafalan Q.S. Al-A'la di depan guru atau teman.
E. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
Mensucikan Nama Tuhan Yang Maha Tinggi: Panduan Hidup dari Surah Al-
A'la.
F. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK
Model Pembelajaran: Direct Instruction, Cooperative Learning,
Games-Based Learning.
Pendekatan: Deep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful Learning)
o Mindful Learning: Mengawali setiap sesi dengan membaca
basmalah dan doa, serta menciptakan suasana khusyuk saat
melantunkan Al-Qur'an.
o Meaningful Learning: Menghubungkan pesan tentang "kehidupan
akhirat lebih baik dan lebih kekal" dengan pilihan-pilihan yang
dihadapi siswa sehari-hari.
o Joyful Learning: Menggunakan permainan puzzle ayat dan
"sambung ayat" untuk menjadikan proses belajar dan menghafal
lebih menyenangkan dan tidak monoton.
Metode Pembelajaran: Talqin (meniru bacaan guru), drill (latihan),
diskusi, penugasan, permainan.
Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi
o Diferensiasi Konten: Menyediakan audio murottal bagi siswa
auditori dan video tutorial makhraj bagi siswa visual.
o Diferensiasi Proses: Dalam menghafal, siswa diberi target yang
berbeda sesuai kemampuannya. Ada yang fokus pada 5 ayat
pertama, ada yang bisa langsung menghafal seluruh surah.
o Diferensiasi Produk: Penilaian hafalan bisa dilakukan dengan
menyetor langsung ke guru, direkam dalam bentuk audio, atau
melalui permainan sambung ayat.
KEMITRAAN PEMBELAJARAN
Lingkungan Sekolah: Mendorong siswa yang sudah hafal untuk
menjadi imam salat Duha berjamaah di sekolah dan membaca Q.S.
Al-A'la.
Lingkungan Luar Sekolah/Masyarakat: Bekerja sama dengan
orang tua untuk memonitor dan membantu proses hafalan siswa di
rumah.
LINGKUNGAN BELAJAR
Ruang Fisik: Menata tempat duduk melingkar untuk sesi talqin
agar semua siswa dapat melihat dan mendengar guru dengan jelas.
Budaya Belajar: Membangun budaya saling menyemangati dan
membantu dalam proses menghafal, bukan saling mengejek jika
ada teman yang kesulitan.
PEMANFAATAN DIGITAL
Memutar berbagai versi murottal Q.S. Al-A'la dari qari' terkenal
untuk memperkaya referensi bacaan siswa.
Menggunakan aplikasi Al-Qur'an digital untuk memeriksa bacaan
dan hafalan secara mandiri.
G. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI
PERTEMUAN 1 (2 JP : 70 MENIT)
Topik : Membaca Q.S. Al-A'la dengan Tartil
KEGIATAN PENDAHULUAN (10 MENIT)
Pembukaan (Mindful): Salam, doa, dan tadarus singkat.
Apersepsi: Guru bertanya, "Siapa yang sering mendengar imam
membaca surah 'Sabbihisma rabbikal a'laa' saat salat Jumat atau
salat Ied?"
Motivasi: "Surah ini adalah salah satu surah favorit Rasulullah.
Agar salat kita lebih khusyuk, mari kita belajar membacanya dengan
benar dan indah."
KEGIATAN INTI (50 MENIT)
Mengamati (Auditori): Guru melantunkan Q.S. Al-A'la secara
keseluruhan dengan tartil. Siswa menyimak dengan mushaf terbuka.
Mengeksplorasi: Guru memberikan perhatian khusus pada lafal-
lafal yang sering keliru, seperti membedakan huruf ص, س, ثdan ,ح
هـ.
Latihan (Drill): Guru membimbing siswa membaca ayat per ayat
dengan metode talqin (guru membaca, siswa menirukan) secara
berulang-ulang, baik secara klasikal maupun per baris.
Pembelajaran Berdiferensiasi (Proses): Siswa yang sudah
lancar diminta membaca secara mandiri, sementara siswa yang
butuh bimbingan berlatih dalam kelompok kecil bersama guru.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
Refleksi: "Huruf atau kata mana yang paling sulit kalian ucapkan
dari surah ini?"
Tindak Lanjut: Guru menugaskan siswa untuk melancarkan
bacaan di rumah dengan bimbingan orang tua atau mendengarkan
murottal.
Penutup: Doa dan salam.
PERTEMUAN 2 (2 JP : 70 MENIT)
Topik : Menulis Indah Q.S. Al-A'la
KEGIATAN PENDAHULUAN (10 MENIT)
Pembukaan: Salam, doa, dan membaca bersama Q.S. Al-A'la yang
sudah dilatih pada pertemuan sebelumnya.
Motivasi: "Menulis Al-Qur'an adalah cara kita mengikat ilmu dan
menunjukkan kecintaan kita pada firman Allah. Mari kita tulis surah
ini dengan tulisan terbaik kita."
KEGIATAN INTI (50 MENIT)
Demonstrasi (Visual): Guru mencontohkan cara menulis beberapa
ayat di papan tulis, memperhatikan kaidah penulisan huruf
sambung, titik, dan harakat.
Praktik (Kinestetik): Siswa menyalin Q.S. Al-A'la secara lengkap di
buku tulis mereka. Guru berkeliling untuk memberikan bimbingan
dan koreksi.
Pembelajaran Berdiferensiasi:
o Proses: Bagi siswa yang kesulitan, guru menyediakan lembar kerja
dengan tulisan ayat yang masih berupa titik-titik untuk ditebalkan.
o Produk: Siswa yang memiliki bakat seni didorong untuk
menambahkan hiasan atau bingkai sederhana pada hasil tulisannya.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
Apresiasi (Peer Review): Siswa saling bertukar hasil tulisan
dengan teman sebangku untuk saling memeriksa dan memberikan
pujian.
Rangkuman: Guru menekankan pentingnya ketelitian dan
kesabaran dalam menulis ayat suci Al-Qur'an.
Penutup: Doa dan salam.
PERTEMUAN 3 (2 JP : 70 MENIT)
Topik : Menggali Mutiara Hikmah dari Q.S. Al-A'la
KEGIATAN PENDAHULUAN (10 MENIT)
Pembukaan: Salam, doa.
Apersepsi: Guru menampilkan dua gambar: satu gambar
kemewahan dunia (mobil mewah, rumah besar) dan satu gambar
orang sedang beribadah dengan khusyuk. "Manakah yang lebih
penting dan abadi?"
Motivasi: "Di dalam surah Al-A'la, Allah memberitahu kita rahasia
tentang kebahagiaan sejati. Mari kita temukan bersama."
KEGIATAN INTI (50 MENIT)
Mengeksplorasi (Meaningful): Siswa membaca terjemahan Q.S.
Al-A'la. Guru kemudian memandu diskusi untuk menemukan pesan-
pesan pokoknya:
1. Perintah mensucikan nama Allah.
2. Kekuasaan Allah dalam penciptaan.
3. Jaminan Allah akan bacaan Nabi (dan kemudahan Al-Qur'an).
4. Peringatan akan bermanfaat bagi yang takut pada Allah.
5. Perbandingan kehidupan dunia dan akhirat.
Diskusi Kelompok: Siswa berdiskusi, "Apa maksud dari ayat
'kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal'? Berikan contohnya
dalam kehidupan kita!"
Mengomunikasikan: Setiap kelompok berbagi hasil diskusinya.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
Refleksi: "Setelah mengetahui pesan ini, apa yang akan kalian
ubah dari kebiasaan sehari-hari?"
Penguatan: Guru menguatkan bahwa menjadi anak saleh yang
rajin beribadah adalah investasi terbaik untuk kebahagiaan di dunia
dan akhirat.
Penutup: Doa dan salam.
PERTEMUAN 4 (2 JP : 70 MENIT)
Topik : Menghafal Q.S. Al-A'la dengan Gembira
KEGIATAN PENDAHULUAN (10 MENIT)
Pembukaan: Salam, doa, dan review pesan pokok Q.S. Al-A'la.
Motivasi: "Sekarang, mari kita simpan surah yang mulia ini bukan
hanya di buku, tapi juga di dalam hati dan pikiran kita dengan cara
menghafalkannya."
KEGIATAN INTI (50 MENIT)
Latihan (Drill & Auditori): Guru memandu proses menghafal ayat
per ayat menggunakan metode talqin berulang.
Praktik Berpasangan: Siswa duduk berpasangan dan saling
menyetorkan hafalan (saling menyimak). Ini melatih kepercayaan
diri dan kolaborasi.
Permainan (Joyful & Kinestetik):
o Puzzle Ayat: Guru menyiapkan potongan-potongan ayat Q.S. Al-
A'la. Siswa dalam kelompok berlomba menyusunnya dengan benar.
o Sambung Ayat: Guru memulai ayat pertama, lalu menunjuk siswa
secara acak untuk melanjutkan ayat berikutnya.
Pembelajaran Berdiferensiasi (Proses): Siswa diberi kebebasan
untuk memilih metode menghafal yang paling nyaman bagi mereka
(membaca berulang-ulang, mendengarkan, atau menulisnya
kembali).
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
Demonstrasi: Guru memberikan kesempatan bagi beberapa siswa
yang sudah hafal untuk tampil di depan kelas.
Apresiasi: Memberikan tepuk tangan dan pujian bagi semua siswa
yang telah berusaha menghafal.
Tindak Lanjut: Mendorong siswa untuk menggunakan hafalan Q.S.
Al-A'la dalam salat-salat sunah atau wajib mereka.
Penutup: Doa dan salam.
H. ASESMEN PEMBELAJARAN
ASESMEN DIAGNOSTIK
Tes Baca: Guru meminta beberapa siswa membaca 1-2 ayat dari
Q.S. Al-A'la di awal pertemuan pertama untuk memetakan
kemampuan awal.
ASESMEN FORMATIF
Observasi: Mengamati kelancaran siswa saat latihan membaca dan
kebenaran tulisan saat praktik menulis.
Tanya Jawab: Mengajukan pertanyaan lisan tentang pesan pokok
surah, "Apa perintah Allah di ayat pertama Q.S. Al-A'la?"
Penilaian Kinerja Kelompok: Menilai kerja sama dan kecepatan
siswa dalam permainan puzzle ayat.
ASESMEN SUMATIF
Praktik (Kinerja):
o Tes Baca: Siswa membaca Q.S. Al-A'la secara individu di hadapan
guru.
o Tes Hafalan: Siswa menyetorkan hafalan Q.S. Al-A'la secara lisan.
Produk:
o Tes Tulis: Menilai hasil tulisan tangan Q.S. Al-A'la berdasarkan
kelengkapan, kebenaran, dan kerapian.
Tes Tertulis: Soal esai singkat yang menanyakan tentang pesan-
pesan pokok yang terkandung dalam Q.S. Al-A'la.
Mengetahui, ..........., .........................
20..
Kepala Sekolah
Guru Mata Pelajaran
.................................
......... .................................
.........
NIP. ................................
NIP. ................................