0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan26 halaman

Manajemen Pembelajaran Daring SDN 008

Proposal penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen pembelajaran dari rumah di SDN 008 Vorfo Samarinda, terutama dalam konteks pembelajaran daring yang dipicu oleh pandemi Covid-19. Penelitian ini mengidentifikasi tantangan dan penyesuaian yang dilakukan oleh guru dan siswa dalam beradaptasi dengan metode pembelajaran online. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan wawasan dan referensi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah tersebut.

Diunggah oleh

Syahril Pahlevi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan26 halaman

Manajemen Pembelajaran Daring SDN 008

Proposal penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen pembelajaran dari rumah di SDN 008 Vorfo Samarinda, terutama dalam konteks pembelajaran daring yang dipicu oleh pandemi Covid-19. Penelitian ini mengidentifikasi tantangan dan penyesuaian yang dilakukan oleh guru dan siswa dalam beradaptasi dengan metode pembelajaran online. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan wawasan dan referensi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah tersebut.

Diunggah oleh

Syahril Pahlevi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROPOSAL PENELITIAN

MANAJEMEN PEMBELAJARAN DARI RUMAH DI SDN 008 VORFO


SAMARINDA

Diajukan Untuk Diseminarkan Pada Seminar Proposal di Depan Pembimbing


Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN)
Samarinda

Disusun Oleh :
Muhammad Ridha
NIM. 17.1110.2026

PROGRAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM


JURUSAN PENDIDIKAN ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SAMARINDA
2020
1

A. Latar Belakang
Perkembangan revolusi industri 4.0 telah memasuki berbagai bidang
kehidupan. Salah satunya adalah bidang pendidikan. Pendidikan di era digital
saat ini telah memudahkan manusia untuk belajar tanpa mengenal jarak, ruang
dan waktu. Dengan pemanfaatan internet of things membuat interaksi dan
proses pembelajaran menjadi sangat mudah untuk diakses. Proses
pembelajaran saat ini tidak harus mengadakan pertemuan tatap muka antara
pengajar dengan peserta didik, akan tetapi proses pembelajaran dapat dilakukan
dengan komunikasi dalam jaringan (Daring Online). Dalam dunia pendidikan,
Pembelajaran Daring Online sering disebut dengan E-learning. E-learning
adalah suatu sistem atau konsep pendidikan yang memanfaatkan teknologi
informasi dalam proses belajar mengajar. Pembelajaran yang disusun dengan
tujuan menggunakan sistem elektronik atau komputer sehingga mampu
mendukung proses pembelajaran, Sedangkan pengertian lain e-learning adalah
sistem pembelajaran yang digunakan sebagai sarana untuk proses belajar
mengajar yang dilaksanakan tanpa harus bertatap muka secara langsung antara
guru dengan siswa.1
Lahir dan berkembangnya E-learning dalam dunia pendidikan diharapkan
mampu meningkatkan efektifitas dan efisiensi sekaligus mengatasi tiga
masalah besar pendidikan khususnya di Indonesia sebagaimana ditulis dalam
Rencana Strategi (Renstra) Pendidikan Nasional 2005-2009, yaitu (1)
pemerataan dan akses pendidikan, (2) mutu, relevansi dan daya saing lulusan,
dan (3) tata kelola atau governance, akuntabilitas dan citra publik terhadap
pendidikan. Penggunaan teknologi sebagai pendukung aktivitas manusia sudah
tidak terelakan lagi, tanpa terkecuali pada bidang pendidikan. Sistem
pembelajaran konvensional membutuhkan tempat untuk melakukan pertemuan
pada waktu tertentu dirasa masih kurang dalam rangka meningkatkan
kompentensi siswa. Kebutuhan akan diskusi dan penyampaian materi pada
sistem konvensional mengharuskan guru dan siswa berada pada tempat dan
1
Muga Linggar Famukhit, “Google Classroom Sebagai Media Pembelajaran Daring
Online Pada Program Studi Pendidikan Informatika STKIP PGRI Pacitan”, dalam Jurnal
Penelitian Pendidikan edisi No. 01, Vol. 12, 2020.
2

waktu yang sama. Pemanfaatan teknologi untuk memudahkan dan mendukung


proses belajar mengajar merupakan sebuah usaha untuk meningkatkan
kompetensi siswa. Sistem pembelajaran daring (online) atau yang dikenal
dengan istilah e-learning merupakan sebuah bentuk memanfaatkan teknologi
untuk mendukung proses belajar mengajar. Pembelajaran daring memudahkan
guru untuk memberikan materi dan diskusi setiap saat melalui jaringan
internet. Disisi lain, memudahkan siswa untuk mengunduh materi maupun
melakukan diskusi yang berkaitan dengan mata pelajaran yang ada. Selain itu
pembelajaran daring juga mendukung untuk pelaksanaan ujian secara daring
(online). Hal ini dapat membantu siswa untuk mempersiapkan mental dan
membisakan diri untuk menghadapi ujian nasional dengan metode Ujian
Berbasis Komputer (UBK). Beberapa manfaat penerapan pembelajaran daring
(online) yang dipadukan dengan sistem yang selama ini ada atau sistem
konvensional dapat meningkatkan kompetensi dan memudahkan dalam
melakukan kegiatan belajar mengajar. Dukungan berupa pengenalan dan
pelatihan untuk menerapkan sistem pembelajaran daring mutlak diperlukan,
baik itu bagi siswa dan guru.2 Dikutip dari Kwahlah Ahmed dan Mujo
Mesonovich “Improving student performance, enhancing student learning, and
getting students to be active in the learning process continue to be leading
priorities in education. To help achieve such goals in today’s technology
driven societies, academic institutions, especially at the tertiary level, are
incorporating Information and Communication Technologies (ICTs), and
faculty are busy experimenting with such technology to enhance their
traditional methods of teaching. Online learning management systems (LMS)
have been shown to have the potential to help support such efforts. ICTs have
been changing the organization of information and how that information is
being delivered, creating innovative, transformative learning and resourceful

2
Mohamad Dimyati, dkk, “Pemanfaatan Teknologi Sebagai Media Pembelajaran Daring
(On Line) Bagi Guru Dan Siswa Di SMK NU Rogojampi” dalam Jurnal Pengabdian Masyarakat
J-DINAMIKA edisi No. 02, Vol. 2, Desember 2017.
3

classrooms.”3 Kutipan tersebut menjelaskan bahwa dalam rangka untuk


meningkatkan kinerja siswa, meningkatkan pembelajaran, dan mendorong
siswa untuk aktif dalam proses pembelajaran merupakan prioritas utama dalam
pendidikan. Cara untuk menggapai hal tersebut ialah dengan memanfaatkan
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pendidikan. Sistem
manajemen pembelajaran online ini terbukti untuk mendukung upaya tersebut.
Adanya wabah Covid-19 di Indonesia sejak Maret 2020 sampai dengan
sekarang membuat pemerintah akhirnya harus mengambil kebijakan dalam
rangka memutus mata rantai penyebaran covid-19 ini dengan mengeluarkan
protokol kesehatan yang kita kenal dengan 3M, yaitu Menggunakan masker,
Mencuci tangan, dan Menjaga Jarak. Selain itu pemerintah melalui
Kemendikbud menerbitkan Surat Edaran No. 15 Tahun 2020 Tentang Pedoman
Penyelenggaraan Belajar Dari Rumah Masa Darurat Penyebaran Covid-19 dan
Surat Edaran No. 1 Tahun 2020 mengenai pencegahan penyebaran covid 19 di
dunia Pendidikan. Dalam surat edaran tersebut Kemendikbud
menginstruksikan untuk menyelenggarakan pembelajaran jarak jauh dan
menyarankan para peserta didik untuk belajar dari rumah masing-masing.4 Hal
ini akhirnya membuat dunia pendidikan di Indonesia yang biasanya dalam
melakukan pembelajaran selalu bertatap muka di kelas untuk bertransformasi
secara penuh dengan meninggalkan kebiasaan tersebut ke kebiasaan baru, yaitu
belajar dari rumah. Seluruh jenjang pendidikan dari sekolah dasar/ibtidaiyah
sampai perguruan tinggi (universitas) baik yang berada dibawah Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan RI maupun yang berada dibawah Kementerian
Agama RI semuanya memperoleh dampak negatif karena pelajar, siswa dan
mahasiswa “dipaksa” belajar dari rumah karena pembelajaran tatap muka
ditiadakan untuk mencegah penularan covid-19. Padahal tidak semua pelajar,
siswa dan mahasiswa terbiasa belajar melalui online. Apalagi guru dan dosen

3
Khawlah Ahmed, Mujo Mesonovich, “Learning Management Systems and Student
Performance” dalam International Journal of Sustainable Energy Development (IJSED) edisi No.
1, Vol. 7, June 2019.
4
Oktafia Ika Handarini, Siti Sri Wulandari “Pembelajaran Daring Sebagai Upaya Study
From Home (SFH) Selama Pandemi Covid 19”, dalam Jurnal Pendidikan Administrasi
Perkantoran (JPAP) edisi No. 3, Vol. 8, 2020.
4

masih banyak belum mahir mengajar dengan menggunakan teknologi internet


atau media sosial terutama di berbagai daerah.5
Tak terkecuali di SDN 008 Vorfo, yang mana biasanya dalam melakukan
proses pembelajaran mereka lebih mengutamakan pembelajaran konvensional
tatap muka antara guru dengan siswa. Metode pembelajaran tatap muka
memang tidak semudah itu bisa ditinggalkan, apalagi metode tersebut sudah
diterapkan sejak lama. Namun disaat metode itu sedang diterapkan, lalu pada
pertengahan maret 2020 muncullah sebuah wabah corona yang
menggemparkan dunia pendidikan di seluruh dunia termasuk Indonesia tak
terkecuali SDN 008 Vorvo yang secara tak langsung mempengaruhi cara
belajar mereka secara keseluruhan. Akhirnya banyak hal yang harus dirubah
dan disesuaikan kembali agar proses pembelajaran tetap berjalan maksimal
meski di dalam keterbatasan dan keterpaksaan, antara lain seperti kurikulum
yang menggunakan kurikulum darurat covid-19 dari Kemendikbud dan
penyesuaian metode belajar dari guru ke siswa. Lantas bagaimana manajemen
pembelajaran daring tersebut diterapkan, apakah sudah sesuai dengan yang
diharapakan atau belum. Berdasarkan latar belakang tersebut, peneliti tertarik
untuk meneliti dengan judul penelitian “Manajemen Pembelajaran Dari Rumah
Di SDN 008 Vorfo Samarinda”.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut penulis merumuskan masalah yaitu
bagaimana manajemen pembelajaran dari rumah di SDN 008 Vorfo
Samarinda?

C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah, maka tujuan diadakannya penelitian ini
yaitu untuk mengetahui bagaimana manajemen pembelajaran dari rumah di
SDN 008 Vorfo Samarinda.
5
Agus Purwanto, dkk, “Studi Eksploratif Dampak Pandemi COVID-19 Terhadap Proses
Pembelajaran Online di Sekolah Dasar”, dalam EduPsyCouns: Journal of Education, Psychology
and Counseling edisi No. 1, Vol. 2, 2020
5

D. Fokus Penelitian
Pada penelitian ini yang menjadi fokus penelitian adalah “Manajemen
Pembelajaran Dari Rumah Di SDN 008 Vorfo Samarinda”.

E. Penegasan Istilah
Sebelum menjelaskan lebih lanjut serta menguaraikan isi proposal ini,
maka akan penulis jelaskan istilah yang terkandung dalam judul agar tidak
terjadi kesalah pahaman antara pembaca dengan apa yang dimaksud oleh
penulis, maka penulis akan memberikan penjelasan judul sebagai berikut:
1. Manajemen
Kata pengelolaan diartikan “Manajemen” Manajemen adalah kata yang
aslinya dari bahasa inggris, yaitu “Management” yaitu ketelaksanaan dan
tata pimpinan. Manajemen berasal dari kata “manage”, bahasa latinnya
“manus” yang berarti pimpinan, menangani, mengatur, atau membimbing.
George R. Terry dalam Ruslan, mendefinisikan pengelolaan sebagai sebuah
proses dan khas dan terdiri dari tindakan-tindakan seperti perencanaan,
pengorganisasian, pengaktifan dan pengawasan yang dilakukan untuk
menentukkan serta mencapai sesuai sasaran yang telah ditetapkan melalui
pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya. Dari definisi
di atas, dapat dikatakan bahwa fungsi pokok atau tahapan-tahapan dalam
pengelolaan merupakan suatu proses yang terlihat siapa yang memenuhi
kriteria untuk ditunjuk sebagai pimpinan dan bawahan. Ini artinya dalam
suatu pengelolaan organisasi atau badan terdapat klasifikasi ada yang
memimpin dan ada yang dipimpin.6 Sufyarma mengutip dari Stoner
mengatakan, manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian,
kepemimpinan dan pengendalian upaya anggota organisasi dan penggunaan

6
Alfian Erwinsyah, “Manajemen Pembelajaran Dalam Kaitannya Dengan Peningkatan
Kualitas Guru” dalam TADBIR: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam edisi No. 1, Vol. 5, Februari
2017.
6

sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara
efektif dan efisien.7
Dapat disimpulkan bahwa manajemen adalah sebuah proses perencanaan,
pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk
mencapai sasaran secara efektif dan efesien. Efektif artinya bahwa tujuan
dapat dicapai sesuai perencanaan, sementara efisien berarti tugas yang ada
dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.
2. Manajemen Pembelajaran Dari Rumah
Pembelajaran merupakan kegiatan yang di dalam pelaksanaannya
melibatkan guru dan siswa. Menurut Ambarita, "Manajemen pembelajaran
adalah kemampuan guru dalam mendayagunakan sumber daya yang ada,
melalui kegiatan menciptakan dan mengembangkan kerja sama, sehingga di
antara mereka tercipta pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan di
kelas secara efektif dan efisien." Lebih lanjut menurut Ardiansyah,
manajemen pembelajaran dalam arti luas berisi proses kegiatan mengelola
bagaimana membelajarkan si pembelajar dengan kegiatan yang dimulai dari
perencanaan, pengorganisasian, pengarahan atau pengendalian, dan
penilaian. Sedang manajemen pembelajaran dalam arti sempit diartikan
sebagai kegiatan yang perlu dikelola oleh guru selama terjadinya proses
interaksinya dengan siswa dalam pelaksanaan pembelajaran. Dari dua
pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa manajemen pembelajaran adalah
kegiatan yang dimulai dari perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan
penilaian pelaksanaan pembelajaran agar mencapai hasil belajar yang
efektif.8
Jika dihubungkan dengan pembelajaran dari rumah atau yang bisa disebut
dengan pembelajaran daring, maka pembelajaran daring merupakan sistem
pembelajaran yang dilakukan dengan tidak bertatap muka langsung, tetapi
menggunakan platform yang dapat membantu proses belajar mengajar yang
dilakukan meskipun jarak jauh. Tujuan dari adanya pembelajaran daring
7
Sufyarma, “Kapita Selekta Manajemen Pendidikan”, (Bandung: CV. Alfabeta, 2004),
hlm. 188-189.
8
Ajat Rukajat, “Manajemen Pembelajaran”, (Yogyakarta: Deepublish, 2018), hlm. 5
7

ialah memberikan layanan pembelajaran bermutu dalam jaringan yang


bersifat masif dan terbuka untuk menjangkau peminat ruang belajar agar
lebih banyak dan lebih luas.
Ada beberapa aplikasi juga dapat membantu kegiatan belajar mengajar,
misalnya whatsapp, zoom, web blog, edmodo dan lain-lain. Pemerintah juga
mengambil peran dalam menangani ketimpangan kegiatan belajar selama
pandemi covid 19 ini. Melansir laman resmi Kemendikbud RI, ada 12
platform atau aplikasi yang bisa diakses pelajar untuk belajar di rumah yaitu
(1) Rumah belajar, (2) Meja kita, (3) Icando, (4) Indonesiax, (5) Google for
education, (6) Kelas pintar, (7) Microsoft office, (8) Quipper school, (9)
Ruang guru, (10) Sekolahmu, (11) Zenius, dan (12) Cisco webex.9 Jadi
dapat disimpulkan kembali bahwa manajemen pembelajaran dari rumah
ialah kegiatan yang dimulai dari perencanaan, pengorganisasian, pengarahan
dan penilaian pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan secara online
melalui platform agar mencapai hasil belajar yang efektif.

F. Manfaat Penelitian
1. Secara Teoritis
Melalui penelitian ini, diharapkan dapat menambah pengetahuan,
pengalaman, dan juga wawasan khususnya gambaran mengenai manajemen
pembelajaran dari rumah pada masa pandemi di SDN 008 Vorfo Samarinda
2. Secara Praktis
Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan
rujukan untuk dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan bagi lembaga
yang terkait, khususnya SDN 008 Vorfo Samarinda yang mana jika terjadi
hal yang demikian kembali dapat terus mempertahankan dan
mengembangkan keunggulan dilembaga pendidikannya terutama mengenai
hal manajemen pembelajaran yang ada di sekolah.

9
Oktafia Ika Handarini, Siti Sri Wulandari, “Pembelajaran Daring Sebagai Upaya Study
From Home (SFH) Selama Pandemi Covid 19”, dalam Jurnal Pendidikan Administrasi
Perkantoran (JPAP) edisi No. 3, Vol. 8, 2020.
8

G. Kajian Pustaka
Dalam kajian pustaka ini, peneliti akan menjelaskan beberapa hasil karya
yang relevan dengan judul skripsi Manajemen Pembelajaran Dari Rumah Di
SDN 008 Vorfo Samarinda. Adapun beberapa karyanya yaitu:
1. Penelitian yang dilakukan oleh Oktafia Ika Handarini dan Siti Sri Wulandari
dengan judul jurnal “Pembelajaran Daring Sebagai Upaya Study From
Home (SFH) Selama Pandemi Covid 19”. Penelitian ini menggunakan
metode penelitian kepustakaan, dimana penelitian ini dalam pengumpulan
informasi serta datanya menggunakan berbagai macam bahan dan materi
yang ada di perpustakaan, yaitu berupa buku, jurnal, dokumen, majalah,
kisah-kisah sejarah, berita, serta sumber yang memiliki relevansi lainnya.
Sedangkan menurut Sugiyono, kepustakaan adalah referensi, kajian teoritis,
literatur ilmiah, serta referensi lainnya yang memiliki kaitan dengan nilai,
budaya, serta norma yang berkembang pada situasi sosial yang diteliti.
Obyek dalam penelitian ini adalah pembelajaran daring yang dilakukan di
rumah masing-masing. Dalam penelitian ini digambarkan bagaimana proses
pembelajaran daring melalui study from home dimasa pandemi covid-19.
Hasil penelitian ini yaitu bahwa dalam melakukan pembelajaran daring
banyak pelajar yang menggunakan laptop dan smartphone dalam
pembelajaran. Kemampuan laptop dan telepon pintar untuk mengakses
internet memungkinkan pelajar untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar
yang dilaksanakan dalam bentuk konferensi video maupun yang
dilaksanakan dalam kelas-kelas online menggunakan layanan aplikasi-
aplikasi pembelajaran yang tersedia secara online. Namun pembelajaran
daring juga memiliki tantangan tersendiri. Salah satunya adalah ketersediaan
jaringan internet. Beberapa mengaku kesulitan untuk mengikuti
pembelajaran online karena tidak semua wilayah mendapatkan jaringan
internet dengan akses lancar. Perbedaan penelitian ini terdapat pada tempat
9

dan waktu penelitian. Sedangkan persamaannya terdapat pada jenis


penelitian yaitu kualitatif dengan pendekatan kepustakaan dan variabel x.10
2. Penelitian yang dilakukan oleh Suryati dengan judul jurnal “Sistem
Manajemen Pembelajaran Online, Melalui E-Learning”. Dalam penelitian
ini digambarkan bagaimana sistem manajemen pembelajaran online melalui
e-learning. Hasil penelitian ini bisa disimpulkan bahwa E- learning
merupakan suatu pembelajaran yang menggunakan sarana teknologi data
serta komunikasi. Pembelajaran dengan E- learning membolehkan pengajar
serta pembelajar untuk tidak berada pada tempat serta waktu yang sama
untuk melakukan pendidikan. Pengajar mengunggah bahan-bahan pelajaran
pada web E- learning, serta pembelajar dapat mengaksesnya kapan dan
dimana saja. E- learning tidak tergantung pada waktu serta ruang. Tetapi
demikian, dengan interaktifitas serta fleksibilitas yang ditawarkannya, E-
learning sanggup memperpendek jarak antara pengajar dan pembelajarnya.
Pengajar serta pembelajar dalam E-learning bersama mempunyai kedudukan
aktif untuk memastikan keberhasilan E-learning. Perlu dipahami bahwa
teknologi internet atau E-learning hanyalah berperan sebagai alat atau
media yang jika dimanfaatkan dalam pembelajaran akan banyak membantu,
tetapi penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran tidak dapat
mengambil alih seluruh peran seorang pengajar/guru. Perbedaan penelitian
ini terdapat pada tempat dan waktu penelitian. Sedangkan persamaannya
terdapat pada jenis penelitian yaitu kualitatif dan variabelnya.11
3. Penelitian yang dilakukan oleh Suyono dengan judul jurnal “Manajemen
Pembelajaran Berbasis Daring Dalam Rangka Memutus Mata Rantai
Penularan Covid-19 Di Perguruan Tinggi Swasta Lembaga Layanan
Perguruan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII”. Dalam penelitian ini
digambarkan bagaimana manajemen pembelajaran berbasis daring dalam

10
Oktafia Ika Handarini, Siti Sri Wulandari, “Pembelajaran Daring Sebagai Upaya Study
From Home (SFH) Selama Pandemi Covid 19”, dalam Jurnal Pendidikan Administrasi
Perkantoran (JPAP) edisi No. 3, Vol. 8, 2020.
11
Suryati, “Sistem Manajemen Pembelajaran Online, Melalui E-Learning”, dalam
Ghaidan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam dan Kemasyarakatan edisi No. 1, Vol 1, 2017.
10

rangka memutus mata rantai penularan covid-19 di wilayah tersebut. Hasil


penelitian ini bahwa dalam pertemuan zoom antar LLDIKTI Wilayah VII
dengan para pimpinan PTS sebanyak 100 partisipan dilaporkan bahwa
semua partisipan sudah melakukan perkuliahan secara daring demi memutus
mata rantai penyebaran covid-19 ini. LLDIKTI Wilayah VII akan terus
melakukan video conference dengan para pimpinan PTS mengenai
manajemen pembelajaran daring dan berbagi informasi terbaru dari
Kemendikbud. Secara umum PTS telah melaksanakan manajemen
pembelajaran secara daring sesuai kemampuan masing-masing PTS
tersebut, bagi PTS yang belum mampu melaksanakannya maka
pembelajaran melalui luring. Perbedaan penelitian ini terdapat pada tempat
dan waktu penelitian. Sedangkan persamaannya terdapat pada jenis
penelitian yaitu kualitatif dan variabelnya. 12

H. Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan dalam proposal ini bertujuan untuk dapat
mempermudah pembaca dalam memahami isi proposal ini, berikut penulis
sajikan sistematika penulisan sebagai berikut:
Bab I pendahuluan, pada bab ini dikemukakan mengenai latar belakang
masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, kajian
pustaka, dan juga sistematika penulisan.
Bab II terdiri dari landasan teori yang berisi tentang manajemen
pembelajaran dari rumah, serta hipotesis penelitian.
Bab III membahas mengenai metodologi penelitian yang di dalamnya
terdapat kerangka penelitian, subjek penelitian, teknik pengumpulan data,
teknik analisis data, serta uji keabsahan data.
Bab IV membahas mengenai laporan hasil penelitian yang terdiri dari sub
latar belakang obyek dan sub penyajian. Pembahasan dalam Bab IV ini

12
Suyono, “Manajemen Pembelajaran Berbasis Daring Dalam Rangka Memutus Mata
Rantai Penularan Covid-19 Di Perguruan Tinggi Swasta Lembaga Layanan Perguruan Tinggi
(LLDIKTI) Wilayah VII” dalam Jurnal Ed-Humanistics edisi No. 01, Vol. 05, 2020.
11

dimaksudkan sebagai jawaban terhadap permasalahan yang telah dirumuskan


dalam bab pendahuluan sebelumnya.
Bab V yaitu penutup yang berisikan kesimpulan, saran-saran, dan daftar
rujukan serta lampiran-lampiran pada saat penelitian.

I. Landasan Teori
1. Manajemen Pembelajaran Dari Rumah
a. Pengertian Manajemen Pembelajaran Dari Rumah
1) Manajemen
Ensiklopedia bebas Wikipedia menjelaskan bahwa istilah
manajemen berasal dari kata dalam Bahasa Prancis kuno,
“management” yang berarti “seni melaksanakan dan mengatur”.13
Manajemen adalah melakukan pengelolaan sumber daya yang dimiliki
oleh sekolah/organisasi yang diantarnya adalah manusia, uang,
metode, material, mesin, dan pemasaran yang dilakukan dengan
sistematis dalam suatu proses.14 Menurut Terry, manajemen
merupakan suatu proses yang berbeda yang terdiri dari sebuah
perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan,
sebagai usaha dalam menentukan tujuan beserta pencapaiannya
dengan sumber manusia dan sumber lainnya. 15 Menurut Parker
manajemen adalah seni untuk melaksanakan suatu pekerjaan melalui
orang lain. Sedangkan menurut Robert Kresther manajemen adalah
proses kerja dengan melalui orang lain untuk mencapai tujuan.16
Sehingga dapat diartikan bahwa manajemen merupakan sebuah
proses penanganan dan pengelolaan yang dapat dilakukan oleh
seseorang untuk dapat mempermudah pekerjaannya. Proses

13
Suparlan, “Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dari Teori sampai dengan Praktik”,
(Jakarta: PT Bumi Aksara, 2013), hlm. 41
14
Rohiat, “Manajemen Sekolah”, (Bandung: PT Refika Aditama, 2012), hlm. 14
15
Indah Kusuma Dewi, Ali Mashar, “Nilai-Nilai Profetik dalam Kepemimpinan Modern
pada Manajemen Kinerja”, (Lampung: Publishing, 2019) hlm. 102
16
Soebagio Atmodiwirio, “Manajemen Pendidikan Indonesia” (Jakarta: PT Ardadizya
Jaya, 2000) hlm. 5
12

manajemen sangatlah diperlukan, tidak hanya dalam dunia pekerjaan


tetapi juga pada kehidupan sehari-hari, kita sangat memerlukan proses
manajemen yang baik agar pekerjaan yang kita lakukan dapat berjalan
dengan mudah, cepat, tepat dan dapat terselesaikan sesuai dengan
harapan atau keinginan kita.
Dan manajemen juga umumnya dapat diartikan sebagai sebuah
proses perencanaan, pengorganisasian atau mengorganisasi,
pengarahan, dan juga pengawasan. Yang meliputi usaha-usaha para
anggota dalam organisasi dalam penggunaan sumber daya lainnya
yang dimiliki agar tujuan organisasi dapat tercapai sesuai dengan
harapan dan keinginan yang telah di tetapkan. Dan inti dari proses
manajemen adalah sebuah pengaturan.17
Manajemen dalam arti luas adalah perencanaan, pengorganisasian,
pengarahan, dan pengendalian sumber daya organisasi untuk
mencapau tujuan secara efektif dan efisien. Manajemen dalam arti
sempit adalah manajemen sekolah/madrasah yang meliputi:
perencanaan program sekolah/madrasah, pelaksanaan program
sekolah/madrasah, kepemimpinan kepala sekolah/madrasah,
pengawas/evaluasi, dan sistem informasi sekolah/madrasah.18
Dalam dunia pendidikan, manajemen merupakan bentuk aktivitas
yang memadukan antara sumber-sumber pendidikan agar dapat
terfokus pada usaha dalam mencapai tujuan pendidikan yang telah
ditetapkan sebelumnya dengan menggerakkan orang-orang
disekitarnya. Dalam sebuah praktik manajer atau kepala sekolah
dalam lingkup pendidikan, yang mana kepala sekolah bertugas untuk
dapat mengarahkan para guru, staf dan juga siswa. Kepala sekolah
tidak hanya memimpin dan mengarahkan, tetapi juga ikut memikirkan

17
Jejen Musfah, “Manajemen Pendidikan Teori, Kebijakan, dan Praktik”, (Jakarta:
Kencana, 2017) hlm. 2
18
Husaini Usman, “Manajemen Teori, Praktik, dan Riset Pendidikan”, (Jakarta: PT Bumi
Aksara, 2009) hlm. 5
13

bagaimana strategi dan kebijakan apa yang diambil dalam mengatur


lingkungan sekolahnya.
Dari beberapa pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa
manajemen adalah seni yang di miliki seseorang untuk menjalankan
suatu kegiatan yang dilakukan untuk mengatur, mengelola sumber
daya manusia di suatu lembaga tersebut, melalui kerja sama para
anggota untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien.
2) Manajemen Pembelajaran Dari Rumah
Pembelajaran pada hakikatnya adalah suatu proses, yaitu proses
mengatur, mengorganisasi lingkungan yang ada di sekitar peserta
didik sehingga dapat menumbuhkan dan mendorong peserta didik
melakukan proses belajar. Pembelajaran juga dikatakan sebagai proses
memberikan bimbingan atau bantuan kepada peserta didik dalam
melakukan proses belajar. Menurut UU Sisdiknas Nomor 20 tahun
2003, bahwa pembelajaran adalah proses interaksi pendidik dengan
peserta didik dan sumber belajar yang berlangsung dalam suatu
lingkungan belajar.19
Menurut Trianto, pembelajaran adalah aspek kegiatan yang
kompleks dan tidak dapat dijelaskan sepenuhnya. Secara sederhana,
pembelajaran dapat diartikan sebagai produk interaksi berkelanjtan
antara pengembangan dan pengalaman hidup. Pada hakikatnya,
Trianto mengungkapkan bahwa pembelajaran merupakan usaha sadar
dari seorang guru untuk membelajarkan peserta didiknya
(mengarahkan interaksi peserta didik dengan sumber belajar lain)
dengan maksud agar tujuannya dapat tercapai. Dari uraiannya
tersebut, maka terlihat jelas bahwa pembelajaran itu adalah interaksi
dua arah dari pendidik dan peserta didik, diantara keduanya terjadi

19
UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003
14

komunikasi yang terarah menuju kepada target yang telah


ditetapkan.20
Pengertian manajemen pembelajaran demikian dapat diartikan
secara luas, dalam arti mencakup keseluruhan kegiatan bagaimana
membelajarkan siswa mulai dari perencanaan pembelajaran sampai
pada penilaian pembelajaran. Pendapat lain menyatakan bahwa
manajemen pembelajaran merupakan bagian dari strategi pengelolaan
pembelajaran. Dalam arti luas, manajemen pembelajaran adalah
serangkaian proses kegiatan mengelola bagaimana membelajarkan
peserta didik dengan diawali dengan kegiatan perencanaan,
pengorganisasian, pengarahan atau pengendalian, dan penilaian.
Sedangkan manajemen pembelajaran dalam arti sempit diartikan
sebagai kegiatan yang perlu dikelola pendidik selama terjadinya
interaksi dengan peserta didik dalam pelaksanaan pembelajaran.
Dengan demikian dapat diketahui bahwa manajemen pembelajaran
merupakan kegiatan mengelola proses pembelajaran, sehingga
manajemen pembelajaran merupakan salah satu bagian dari
serangkaian kegiatan dalam manajemen pendidikan.21
Dalam masa pandemi covid-19 ini maka sistem pembelajaran pun
berubah mengikuti perkembangan situasi di Indonesia. Munculnya
kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah dalam hal ini
ialah Kemendikbud yang mengubah pembelajaran tatap muka menjadi
pembelajaran dari rumah/BDR atau study from home. BDR
merupakan sebuah proses pembelajaran yang dilakukan oleh siswa
dan guru di rumah masing-masing. Dengan BDR ini, diharapkan akan
memutus rantai penyebaran penyakit Covid-19. Selama BDR siswa
dihimbau untuk tetap melakukan semua aktivitas di rumah dan

20
Aprida Pane, Muhammad Darwis, “Belajar Dan Pembelajaran” dalam FITRAH Jurnal
Kajian Ilmu-ilmu Keislaman edisi No. 02, Vol. 03, Desember 2017.
21
Mila ‘Izzatulmaila, Skripsi: “Manajemen Pembelajaran Untuk Meningkatkan Mutu
Pendidikan Di Ma’had Al-Ulya MAN Kota Batu”, (Malang: UIN Maulana Malik Ibrahim Malang,
2017), hlm. 18-19
15

menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Dengan tetap


beraktivitas dari rumah, siswa otomatis akan menjaga jarak dengan
orang lain (physical distancing) dan menghindari kerumunan orang
(social distancing). Pola pembelajaran selama BDR mengalami
perubahan. Jika dalam kegiatan belajar mengajar sebelumnya
dilakukan dengan tatap muka, dirubah menjadi ke pembelajaran jarak
jauh. Dalam pembelajaran ini, guru tidak hadir dalam satu ruangan
dengan murid tetapi berlangsung di tempat yang berbeda.
Pembelajaran jarak jauh dilakukan dengan bantuan media berupa
perangkat elektronik hp android yang terhubung melalui jaringan
internet. Pembelajaran ini dinamakan pembelajaran online.22
Sejalan dalam Al-Qur’an surah Al-Mujadilah ayat 11 yang
berbunyi:
ُ ‫حوا ْ َي ۡف َسحِ ذ‬ َ ‫حوا ْ ِف ٱل ۡ َم‬
ُ ‫جَٰل ِس فَٱفۡ َس‬ ُ َ َ َ ْ ٓ ُ َ َ َ ‫َ َٰٓ َ ُّ َ ذ‬
ُ ‫ك ۡم َت َف ذس‬
‫ٱَّلل‬ ِ ِ ‫يأيها ٱَّلِين ءامنوا إِذا قِيل ل‬
ْ ُ ُ َ ‫ُ ۡ َ ذ‬ ْ َ ‫ٱَّلل ذٱَّل‬
ُ ‫ٱنُشوا ْ يَ ۡرفَعِ ذ‬
ُ ُ َ‫ٱنُشوا ْ ف‬ َ َ ۡ ُ َ
ُ ُ ‫ِيل‬
‫ِين َء َام ُنوا مِنكم وٱَّلِين أوتوا‬ ‫لكمۖۡ ِإَوذا ق‬

َ َ ُ َ ُ ‫ٱلۡعِلۡ َم َد َر َجَٰت َو ذ‬
١١ ٞ‫ٱَّلل ب ِ َما ت ۡع َملون خبِري‬ ٖۚ

Artinya: “Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu:


"Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya
Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan:
"Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan
orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi
ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui
apa yang kamu kerjakan”.23 Kutipan ayat tersebut menerangkan
bahwa betapa Allah akan mengangkat derajat mereka yang menuntut

22
Susi Prasetyaningtyas, “Pelaksanaan Belajar Dari Rumah (BDR) Secara Online Selama
Darurat Covid-19 di SMP N 1 Semin” dalam Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Edisi Khusus
KBM Pandemi COVID-19 No. 1, Vol. 5.
23
Kementerian Agama RI, “Al-Qur’an dan Terjemahnya” (Jakarta: PT Sinergi Pustaka
Indonesia, 2012), hlm. 793
16

ilmu beberapa kali lebih tinggi daripada yang tidak menuntut ilmu.
Isyarat ini menandakan bahwa dengan ilmu lah manusia bisa menjadi
lebih mulia, tidak dengan hartanya apalagi nasabnya. Artinya walau di
dalam masa pandemi seperti ini janganlah menyurutkan semangat kita
untuk terus belajar menuntut ilmu.
Dalam pelaksanaannya guru dan pendidik lainnya mencoba untuk
memanfaatkan ilmu teknologi untuk menyikapi masalah pembelajaran
jarak jauh dengan cara memberikan materi serta tugas pelajaran
melalui online. Namun hal tersebut tidaklah selalu berjalan dengan
baik, terdapat banyak kendala dalam pelaksanaannya, seperti kuota
dan sinyal yang tak memadai, bahkan beberapa pelajar tidak
mempunyai penunjang Handphone yang baik, dan hal ini
mengakibatkan materi pembelajaran tidak tersampaikan dengan baik,
sehingga banyak pelajar yang kurang mengerti dan merasa tidak
terbimbing dengan baik dalam memahami pelajaran di sekolah.
Oleh karena itu, dibutuhkan peran orang tua sebagai pengganti
guru di rumah dalam membimbing anaknya selama proses
pembelajaran jarak jauh. Menurut Winingsih (2020) terdapat empat
peran orang tua selama Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yaitu: (1) Orang
tua memiliki peran sebagai guru di rumah, yang di mana orang tua
dapat membimbing anaknya dalam belajar secara jarak jauh dari
rumah. (2) Orang tua sebagai fasilitator, yaitu orang tua sebagai sarana
dan pra-sarana bagi anaknya dalam melaksanakan pembelajaran jarak
jauh. (3) Orang tua sebagai motivator, yaitu orang tua dapat
memberikan semangat serta dukungan kepada anaknya dalam
melaksanakan pembelajaran, sehingga anak memiliki semangat untuk
belajar, serta memperoleh prestasi yang baik. (4) Orang tua sebagai
17

pengaruh, yaitu orang tua dapat mempengaruhi anaknya untuk dapat


memiliki semangat dalam belajar.24
b. Tahap-Tahap Manajemen Pembelajaran
Menurut teori Rusman ada 3 indikator dalam Manajemen
Pembelajaran, yaitu:
1. Perencanaan Pembelajaran,
2. Pelaksanaan Pembelajaran
a. Kegiatan Pendahuluan
b. Kegiatan Inti
c. Kegiatan Penutup
3. Evaluasi/Penilaian Hasil Pembelajaran25
Diuraikan sebagai berikut:
1. Perencanaan Pembelajaran
Dalam konteks pembelajaran, perencanaan dapat diartikan sebagai
proses penyusunan materi pelajaran, penggunaan media pembelajaran,
penggunaan pendekatan atau metode pembelajaran, dan penilaian
dalam suatu alokasi waktu yang akan dilaksanakan pada masa tertentu
untuk mencapai tujuan yang ditentukan. PP RI no. 19 tahun 2005
tentang standar nasional pendidikan pasal 20 menjelaskan bahwa,
”Perencanaan proses pembelajaran memiliki silabus, perencanaan
pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan
pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan
penilaian hasil belajar.”26 Dikutip dari Sobral dan Peci “Planning
means setting goals and developing strategies and actions to achieve
them, organization means determining what should be done, how it
should be done and who should do it, managing, on the other hand,

24
Nika Cahyati, Rita Kusumah, “Peran Orang Tua Dalam Menerapkan Pembelajaran Di
Rumah Saat Pandemi Covid 19” dalam Jurnal Golden Age, Universitas Hamzanwadi edisi No. 1,
Vol. 04, Juni 2020.
25
Fika Oktalina, Skripsi: “Implementasi Manajemen Pembelajaran Di MTs Perguruan
Diniyyah Putri Lampung” (Lampung: UIN Raden Intan Lampung, 2019), hlm. 33
26
Mila ‘Izzatulmaila, Skripsi: “Manajemen Pembelajaran Untuk Meningkatkan Mutu
Pendidikan Di Ma’had Al-Ulya MAN Kota Batu”, (Malang: UIN Maulana Malik Ibrahim Malang,
2017), hlm. 20
18

implies to lead and motivate members of the organization and,


ultimately, control involves monitoring performance to ensure that
goals are achieved.”27 Kutipan tersebut menjelaskan bahwa
perencanaan berarti menetapkan tujuan, mengembangkan strategi dan
tindakan untuk mencapainya. Berarti organisasi harus menentukan apa
yang harus dilakukan, bagaimana itu dilakukan dan siapa yang akan
melakukannya demi mencapai tujuan yang diharapkan.
2. Pelaksanaan Pembelajaran
Pelaksanaan pembelajaran adalah proses interaksi antara peserta
didik dengan lingkungannya, sehingga terjadi perubahan perilaku
kearah yang lebih baik. Dalam pembelajaran tugas guru yang utama
adalah mengkordinasikan lingkungan agar menunjang terjadinya
perubahan perilaku bagi peserta didik. Rancangan pembelajaran
perilaku dikembangkan dalam tiga tahapan kegiatan, yaitu: kegiatan
pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan akhir atau penutup.28
3. Evaluasi/Penilaian Hasil Pembelajaran
Evaluasi merupakan suatu upaya untuk mengetahui berapa banyak
hal-hal yang telah dimiliki oleh siswa dari hal-hal yang telah diajarkan
oleh guru. Sedangkan evaluasi pembelajaran merupakan proses
sistematis untuk memperoleh informasi tentang keefektifan proses
pembelajaran dalam membantu siswa mencapai tujuan pengajaran
secara optimal.
c. Tujuan Manajemen Pembelajaran
Tujuan manajemen pembelajaran pada dasarnya merupakan
derivasi dari Tujuan Pendidikan Nasional UU No. 20 Tahun 2003
Tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 3 yang berbunyi, “Pendidikan
nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak

27
Paulo Cristiano de Oliveira, dkk, “Learning Management Systems (LMS) And E-
Learning Management: An Integrative Review And Research Agenda” dalam JISTEM - Journal of
Information Systems and Technology Management edisi No. 2, Vol. 13, 2016.
28
Fika Oktalina, Skripsi: “Implementasi Manajemen Pembelajaran Di MTs Perguruan
Diniyyah Putri Lampung” (Lampung: UIN Raden Intan Lampung, 2019), hlm. 34
19

serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan


kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik
agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang
Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan
menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Secara rinci tujuan manajemen pembelajaran dapat diuraikan
sebagai berikut:
a. Terwujudnya suasana belajar dan proses pembelajaran yang aktif,
inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAIKEM).
b. Terciptanya peserta didik yang aktif mengembangkan potensi dirinya
untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri,
kecerdasan, akhlak mulia, keterampilan yang diperlukan dirinya,
masyarakat, bangsa,dan negara.
c. Tercapainya tujuan pendidikan secara efektif dan efisien.
d. Terbekalinya tenaga pendidikan dengan teori tentang proses dan tugas
administrasi pendidikan.
e. Teratasinya masalah mutu pendidikan.29

J. Metode Penelitian
Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan
deskriptif. Metode kualitatif adalah suatu penelitian yang ditujukan untuk
mendeskripsikan serta menganalisis berbagai fenomena, peristiwa, aktivitas
sosial, pemikiran seseorang secara individual maupun kelompok. Beberapa
deskripsi digunakan untuk menemukan prinsip-prinsip yang mengarah pada
penyimpulan.
Dan penelitian ini juga merupakan penelitian lapangan (fieldresearch)
yang akan meneliti tentang manajemen pembelajaran dari rumah di SDN 008
Vorfo Samarinda. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yang

29
Fika Oktalina, Skripsi: “Implementasi Manajemen Pembelajaran Di MTs Perguruan
Diniyyah Putri Lampung” (Lampng: UIN Raden Intan Lampung, 2019), hlm. 37
20

menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis ataupun lisan dari orang-
orang serta perilaku yang dapat diamati.
1. Kerangka Penelitian
Manajemen pembelajaran dapat diartikan proses mengelola yang meliputi
kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pengendalian dan pengevaluasian
kegiatan yang berkaitan dengan proses membelajarkan si pembelajar dengan
mengikutsertakan berbagai faktor di dalamnya guna mencapai tujuan.
Dalam mengelola pembelajaran, guru sebagai manajer melaksanakan
berbagai langkah kegiatan mulai dari merencanakan pembelajaran,
mengorganisasikan pembelajaran, mengarahkan dan mengevaluasi
pembelajaran yang dilakukan. Dalam manajemen pembelajaran dari rumah
yang ada di SDN 008 Vorfo Samarinda terdapat proses pengaturan yang
dilakukan mulai dari proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan,
hingga evaluasi yang diatur dalam rangka mensukeskan manajemen
pembelajaran dari rumah yang ada di sekolah tersebut.
2. Sumber Data
Menurut Zainal Arifin sumber data dalam penelitian ini adalah subjek atau
sumber data yang dapat diperoleh. Sumber data terbagi atas dua jenis, yaitu
sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer (utama)
yaitu sumber data yang diambil peneliti melalui wawancara dan observasi. 30
Sedangkan sumber data sekunder (tambahan) yaitu sumber data yang
diambil peneliti selain melalui wawancara dan observasi (data pendukung
hasil wawancara dan observasi).
Dalam penelitian ini, sumber data primer adalah kepala sekolah, guru, dan
juga siswa-siswi di SDN 008 Vorfo Samarinda. Dan sumber data sekunder
adalah dokumen-dokumen sekolah yang berkaitan dengan manajemen
pembelajaran di SDN 008 Vorfo Samarinda.

30
Zainal Arifin, Penelitian Pendidikan Metode dan Paradigma Baru, (Bandung: PT
Remaja Rosdakarya. 2012), h. 172.
21

3. Teknik Pengumpulan Data/Instrumen


Dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik pengumpulan data
dengan menggunakan:
a. Observasi
Observasi adalah teknik pengumpulan data dengan cara mengamati
setiap kejadian yang berlangsung dan mencatatnya dengan alat observasi
tentang hal-hal yang akan di teliti.31 Melalui observasi ini peneliti
berusaha mengamati, mencatat, dan mendengarkan kenyataan yang
berkaitan dengan pembahasan penelitian. Maka penulis menggunakan
observasi langsung.
b. Wawancara
Wawancara adalah pengumpulan data dengan mengajukan
pertanyaan kepada responden dan mencatat atau merekam jawaban-
jawaban responden.32 Peneliti menggunakan wawancara semi terstruktur
untuk menemukan permasalahan secara lebih terbuka, di mana pihak
yang diajak wawancara diminta pendapat dan ide-idenya.33
c. Dokumentasi
Metode dokumentasi ini merupakan cara pengumpulan data
melalui peninggalan tertulis, seperti arsip-arsip, foto-foto dan buku-buku
yang berhubungan dengan masalah penelitian yang di teliti oleh peneliti.
Dokumentasi diartikan pula sebagai salah satu teknik pengumpulan data
yang digunakan dalam metodologi peneliti sosial untuk menelusuri data
historis.34
4. Teknik Analisis Data
Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis suatu
data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan

31
Joko Subagyo, Metode Penelitian dalam Teori dan Praktek, (Jakarta: Rineka Cipta,
2004) hlm. 63.
32
Mahmud, Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung: Pustaka Setia, 2011), hlm. 168
33
Sugiyono, Metode Penelitian Manajemen, (Bandung: Penerbit Alfabeta, 2016), hlm.
387
34
Elvinaro Ardianto, Metodologi Penelitian Public Relations Kuantitatif dan Kualitatif,
Cet.2, (Bandung: Remaja Rosdakarya. 2011) hlm. 61.
22

dokumentasi, dengan cara mengorganisasikan data ke kategori, menjabarkan


ke dalam unit-unit, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting
yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami
oleh diri sendiri maupun orang lain.35
Teknik ini dimulai dengan mengamati semua data yang telah diperoleh
dalam proses pengumpulan data, seperti observasi dan wawancara yang
telah dicatat pada saat melakukan pengamatan di lapangan dan melakukan
dokumentasi pada sekolah yang berbentuk letak geografis sekolah, struktur
organisasi sekolah, foto-foto kegiatan sekolah dan komponen-komponen
lain yang ada disekolah.
Sedangkan dalam analisis data, peneliti menggunakan model yang
diterapkan oleh Miles dan Huberman, yaitu:
a. Reduksi data, yaitu cara yang dilakukan untuk merangkum, memilih
data-data yang menjadi pokok bahasan, memfokuskan pada hal-hal yang
penting dan membuang hal-hal yang tidak sesuai dengan penelitian,
sehingga data dapat tergambar lebih jelas. Dengan cara ini data
penelitian yang sangat banyak dipilih sesuai dengan keterkaitan dan
kebutuhan dalam pembahasan.
b. Penyajian data, merupakan teks yang bersifat naratif. Dengan penyajian
tersebut diharapkan data akan tersaji secara terorganisasi, terstruktur, dan
juga sistematis sehingga dapat mudah dimengerti. Dengan penyajian
data tersebut diharapkan dapat menguasai data dan tidak tenggelam
ataupun tertinggal dalam data yang sangat banyak.
c. Penarikan kesimpulan dan verifikasi, merupakan langkah ketiga dalam
proses analisis data. Penarikan kesimpulan ini, peneliti menemukan hal-
hal baru dari hasil penelitian yang telah dilakukan. Kemudian, dari
kesimpulan selanjutnya harus diverifikasi supaya data yang didapatkan
benar apa adanya baik dari segi deskripsi ataupun objek gambar yang
kurang jelas menjadi jelas.36

35
Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung: Alfabeta, 2015), h. 335.
36
Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung: Alfabeta, 2015), h. 345.
23

Untuk keabsahan data, peneliti menggunakan trianggulasi. Trianggulasi


merupakan teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu
yang lain diluar data tersebut untuk keperluan pengecekan atau sebagai
pembanding terhadap data yang ada. Dalam artian, peneliti mengumpulkan
data dan menggunakan keabsahan data dengan trianggulasi yang
dimaksudkan untuk menguji kredibilitas data yaitu melakukan pengecekan
data dengan berbagai teknik pengumpulan data dan berbagai sumber data.37

K. Daftar Pustaka
Buku:
Ardianto, Elvinaro, Metodologi Penelitian Public Relations Kuantitatif dan
Kualitatif, Cet.2, Bandung: Remaja Rosdakarya. 2011
Atmodiwirio, Soebagio, “Manajemen Pendidikan Indonesia” Jakarta: PT
Ardadizya Jaya, 2000
Dewi, Kusuma, Indah, Mashar, Ali, “Nilai-Nilai Profetik dalam Kepemimpinan
Modern pada Manajemen Kinerja”, Lampung: Publishing, 2019
Kementerian Agama RI, “Al-Qur’an dan Terjemahnya” Jakarta: PT Sinergi
Pustaka Indonesia, 2012
Mahmud, Metode Penelitian Pendidikan, Bandung: Pustaka Setia, 2011
Musfah, Jejen, “Manajemen Pendidikan Teori, Kebijakan, dan Praktik”,
Jakarta: Kencana, 2017
Rohiat, “Manajemen Sekolah”, Bandung: PT Refika Aditama, 2012
Rukajat, Ajat, “Manajemen Pembelajaran”, Yogyakarta: Deepublish, 2018
Subagyo, Joko, Metode Penelitian dalam Teori dan Praktek, Jakarta: Rineka
Cipta, 2004
Sufyarma, “Kapita Selekta Manajemen Pendidikan”, Bandung: CV. Alfabeta,
2004
Sugiyono, Metode Penelitian Manajemen, Bandung: Penerbit Alfabeta, 2016
Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan, Bandung: Alfabeta, 2015

37
Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung: Alfabeta, 2015) hal. 330.
24

Suparlan, “Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dari Teori sampai dengan


Praktik”, Jakarta: PT Bumi Aksara, 2013
Usman, Husaini, “Manajemen Teori, Praktik, dan Riset Pendidikan”, Jakarta:
PT Bumi Aksara, 2009
UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003
Zainal Arifin, Penelitian Pendidikan Metode dan Paradigma Baru, Bandung:
PT Remaja Rosdakarya. 2012

Jurnal:
Ahmed, Khawlah, Mesonovich, Mujo, “Learning Management Systems and
Student Performance” dalam International Journal of Sustainable Energy
Development (IJSED) edisi No. 1, Vol. 7, June 2019.
Cahyati, Nika, Kusumah, Rita, “Peran Orang Tua Dalam Menerapkan
Pembelajaran Di Rumah Saat Pandemi Covid 19” dalam Jurnal Golden
Age, Universitas Hamzanwadi edisi No. 1, Vol. 04, Juni 2020.
Dimyati, Mohamad, dkk, “Pemanfaatan Teknologi Sebagai Media
Pembelajaran Daring (On Line) Bagi Guru Dan Siswa Di SMK NU
Rogojampi” dalam Jurnal Pengabdian Masyarakat J-DINAMIKA edisi
No. 02, Vol. 2, Desember 2017.
Erwinsyah, Alfian, “Manajemen Pembelajaran Dalam Kaitannya Dengan
Peningkatan Kualitas Guru” dalam TADBIR: Jurnal Manajemen
Pendidikan Islam edisi No. 1, Vol. 5, Februari 2017.
Famukhit, Linggar, Muga, “Google Classroom Sebagai Media Pembelajaran
Daring Online Pada Program Studi Pendidikan Informatika STKIP PGRI
Pacitan”, dalam Jurnal Penelitian Pendidikan edisi No. 01, Vol. 12, 2020.
Handarini, Ika, Oktafia, Wulandari, Sri, Siti, “Pembelajaran Daring Sebagai
Upaya Study From Home (SFH) Selama Pandemi Covid 19”, dalam Jurnal
Pendidikan Administrasi Perkantoran (JPAP) edisi No. 3, Vol. 8, 2020.
Oliveira, de, Cristiano, Paulo, dkk, “Learning Management Systems (LMS)
And E-Learning Management: An Integrative Review And Research
25

Agenda” dalam JISTEM - Journal of Information Systems and Technology


Management edisi No. 2, Vol. 13, 2016.
Pane, Aprida, Darwis, Muhammad, “Belajar Dan Pembelajaran” dalam
FITRAH Jurnal Kajian Ilmu-ilmu Keislaman edisi No. 02, Vol. 03,
Desember 2017.
Purwanto, Agus, dkk, “Studi Eksploratif Dampak Pandemi COVID-19
Terhadap Proses Pembelajaran Online di Sekolah Dasar”, dalam
EduPsyCouns: Journal of Education, Psychology and Counseling edisi
No. 1, Vol. 2, 2020
Suryati, “Sistem Manajemen Pembelajaran Online, Melalui E-Learning”,
dalam Ghaidan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam dan Kemasyarakatan
edisi No. 1, Vol 1, 2017.
Susi Prasetyaningtyas, “Pelaksanaan Belajar Dari Rumah (BDR) Secara Online
Selama Darurat Covid-19 di SMP N 1 Semin” dalam Ideguru: Jurnal
Karya Ilmiah Guru Edisi Khusus KBM Pandemi COVID-19 No. 1, Vol. 5.
Suyono, “Manajemen Pembelajaran Berbasis Daring Dalam Rangka Memutus
Mata Rantai Penularan Covid-19 Di Perguruan Tinggi Swasta Lembaga
Layanan Perguruan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII” dalam Jurnal Ed-
Humanistics edisi No. 01, Vol. 05, 2020.

Skripsi:
Izzatulmaila, Mila, Skripsi: “Manajemen Pembelajaran Untuk Meningkatkan
Mutu Pendidikan Di Ma’had Al-Ulya MAN Kota Batu”, Malang: UIN
Maulana Malik Ibrahim Malang, 2017
Oktalina, Fika, Skripsi: “Implementasi Manajemen Pembelajaran Di MTs
Perguruan Diniyyah Putri Lampung” Lampung: UIN Raden Intan
Lampung, 2019

Anda mungkin juga menyukai