Manajemen Pembelajaran Daring SDN 008
Manajemen Pembelajaran Daring SDN 008
Disusun Oleh :
Muhammad Ridha
NIM. 17.1110.2026
A. Latar Belakang
Perkembangan revolusi industri 4.0 telah memasuki berbagai bidang
kehidupan. Salah satunya adalah bidang pendidikan. Pendidikan di era digital
saat ini telah memudahkan manusia untuk belajar tanpa mengenal jarak, ruang
dan waktu. Dengan pemanfaatan internet of things membuat interaksi dan
proses pembelajaran menjadi sangat mudah untuk diakses. Proses
pembelajaran saat ini tidak harus mengadakan pertemuan tatap muka antara
pengajar dengan peserta didik, akan tetapi proses pembelajaran dapat dilakukan
dengan komunikasi dalam jaringan (Daring Online). Dalam dunia pendidikan,
Pembelajaran Daring Online sering disebut dengan E-learning. E-learning
adalah suatu sistem atau konsep pendidikan yang memanfaatkan teknologi
informasi dalam proses belajar mengajar. Pembelajaran yang disusun dengan
tujuan menggunakan sistem elektronik atau komputer sehingga mampu
mendukung proses pembelajaran, Sedangkan pengertian lain e-learning adalah
sistem pembelajaran yang digunakan sebagai sarana untuk proses belajar
mengajar yang dilaksanakan tanpa harus bertatap muka secara langsung antara
guru dengan siswa.1
Lahir dan berkembangnya E-learning dalam dunia pendidikan diharapkan
mampu meningkatkan efektifitas dan efisiensi sekaligus mengatasi tiga
masalah besar pendidikan khususnya di Indonesia sebagaimana ditulis dalam
Rencana Strategi (Renstra) Pendidikan Nasional 2005-2009, yaitu (1)
pemerataan dan akses pendidikan, (2) mutu, relevansi dan daya saing lulusan,
dan (3) tata kelola atau governance, akuntabilitas dan citra publik terhadap
pendidikan. Penggunaan teknologi sebagai pendukung aktivitas manusia sudah
tidak terelakan lagi, tanpa terkecuali pada bidang pendidikan. Sistem
pembelajaran konvensional membutuhkan tempat untuk melakukan pertemuan
pada waktu tertentu dirasa masih kurang dalam rangka meningkatkan
kompentensi siswa. Kebutuhan akan diskusi dan penyampaian materi pada
sistem konvensional mengharuskan guru dan siswa berada pada tempat dan
1
Muga Linggar Famukhit, “Google Classroom Sebagai Media Pembelajaran Daring
Online Pada Program Studi Pendidikan Informatika STKIP PGRI Pacitan”, dalam Jurnal
Penelitian Pendidikan edisi No. 01, Vol. 12, 2020.
2
2
Mohamad Dimyati, dkk, “Pemanfaatan Teknologi Sebagai Media Pembelajaran Daring
(On Line) Bagi Guru Dan Siswa Di SMK NU Rogojampi” dalam Jurnal Pengabdian Masyarakat
J-DINAMIKA edisi No. 02, Vol. 2, Desember 2017.
3
3
Khawlah Ahmed, Mujo Mesonovich, “Learning Management Systems and Student
Performance” dalam International Journal of Sustainable Energy Development (IJSED) edisi No.
1, Vol. 7, June 2019.
4
Oktafia Ika Handarini, Siti Sri Wulandari “Pembelajaran Daring Sebagai Upaya Study
From Home (SFH) Selama Pandemi Covid 19”, dalam Jurnal Pendidikan Administrasi
Perkantoran (JPAP) edisi No. 3, Vol. 8, 2020.
4
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut penulis merumuskan masalah yaitu
bagaimana manajemen pembelajaran dari rumah di SDN 008 Vorfo
Samarinda?
C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah, maka tujuan diadakannya penelitian ini
yaitu untuk mengetahui bagaimana manajemen pembelajaran dari rumah di
SDN 008 Vorfo Samarinda.
5
Agus Purwanto, dkk, “Studi Eksploratif Dampak Pandemi COVID-19 Terhadap Proses
Pembelajaran Online di Sekolah Dasar”, dalam EduPsyCouns: Journal of Education, Psychology
and Counseling edisi No. 1, Vol. 2, 2020
5
D. Fokus Penelitian
Pada penelitian ini yang menjadi fokus penelitian adalah “Manajemen
Pembelajaran Dari Rumah Di SDN 008 Vorfo Samarinda”.
E. Penegasan Istilah
Sebelum menjelaskan lebih lanjut serta menguaraikan isi proposal ini,
maka akan penulis jelaskan istilah yang terkandung dalam judul agar tidak
terjadi kesalah pahaman antara pembaca dengan apa yang dimaksud oleh
penulis, maka penulis akan memberikan penjelasan judul sebagai berikut:
1. Manajemen
Kata pengelolaan diartikan “Manajemen” Manajemen adalah kata yang
aslinya dari bahasa inggris, yaitu “Management” yaitu ketelaksanaan dan
tata pimpinan. Manajemen berasal dari kata “manage”, bahasa latinnya
“manus” yang berarti pimpinan, menangani, mengatur, atau membimbing.
George R. Terry dalam Ruslan, mendefinisikan pengelolaan sebagai sebuah
proses dan khas dan terdiri dari tindakan-tindakan seperti perencanaan,
pengorganisasian, pengaktifan dan pengawasan yang dilakukan untuk
menentukkan serta mencapai sesuai sasaran yang telah ditetapkan melalui
pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya. Dari definisi
di atas, dapat dikatakan bahwa fungsi pokok atau tahapan-tahapan dalam
pengelolaan merupakan suatu proses yang terlihat siapa yang memenuhi
kriteria untuk ditunjuk sebagai pimpinan dan bawahan. Ini artinya dalam
suatu pengelolaan organisasi atau badan terdapat klasifikasi ada yang
memimpin dan ada yang dipimpin.6 Sufyarma mengutip dari Stoner
mengatakan, manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian,
kepemimpinan dan pengendalian upaya anggota organisasi dan penggunaan
6
Alfian Erwinsyah, “Manajemen Pembelajaran Dalam Kaitannya Dengan Peningkatan
Kualitas Guru” dalam TADBIR: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam edisi No. 1, Vol. 5, Februari
2017.
6
sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara
efektif dan efisien.7
Dapat disimpulkan bahwa manajemen adalah sebuah proses perencanaan,
pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk
mencapai sasaran secara efektif dan efesien. Efektif artinya bahwa tujuan
dapat dicapai sesuai perencanaan, sementara efisien berarti tugas yang ada
dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.
2. Manajemen Pembelajaran Dari Rumah
Pembelajaran merupakan kegiatan yang di dalam pelaksanaannya
melibatkan guru dan siswa. Menurut Ambarita, "Manajemen pembelajaran
adalah kemampuan guru dalam mendayagunakan sumber daya yang ada,
melalui kegiatan menciptakan dan mengembangkan kerja sama, sehingga di
antara mereka tercipta pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan di
kelas secara efektif dan efisien." Lebih lanjut menurut Ardiansyah,
manajemen pembelajaran dalam arti luas berisi proses kegiatan mengelola
bagaimana membelajarkan si pembelajar dengan kegiatan yang dimulai dari
perencanaan, pengorganisasian, pengarahan atau pengendalian, dan
penilaian. Sedang manajemen pembelajaran dalam arti sempit diartikan
sebagai kegiatan yang perlu dikelola oleh guru selama terjadinya proses
interaksinya dengan siswa dalam pelaksanaan pembelajaran. Dari dua
pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa manajemen pembelajaran adalah
kegiatan yang dimulai dari perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan
penilaian pelaksanaan pembelajaran agar mencapai hasil belajar yang
efektif.8
Jika dihubungkan dengan pembelajaran dari rumah atau yang bisa disebut
dengan pembelajaran daring, maka pembelajaran daring merupakan sistem
pembelajaran yang dilakukan dengan tidak bertatap muka langsung, tetapi
menggunakan platform yang dapat membantu proses belajar mengajar yang
dilakukan meskipun jarak jauh. Tujuan dari adanya pembelajaran daring
7
Sufyarma, “Kapita Selekta Manajemen Pendidikan”, (Bandung: CV. Alfabeta, 2004),
hlm. 188-189.
8
Ajat Rukajat, “Manajemen Pembelajaran”, (Yogyakarta: Deepublish, 2018), hlm. 5
7
F. Manfaat Penelitian
1. Secara Teoritis
Melalui penelitian ini, diharapkan dapat menambah pengetahuan,
pengalaman, dan juga wawasan khususnya gambaran mengenai manajemen
pembelajaran dari rumah pada masa pandemi di SDN 008 Vorfo Samarinda
2. Secara Praktis
Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan
rujukan untuk dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan bagi lembaga
yang terkait, khususnya SDN 008 Vorfo Samarinda yang mana jika terjadi
hal yang demikian kembali dapat terus mempertahankan dan
mengembangkan keunggulan dilembaga pendidikannya terutama mengenai
hal manajemen pembelajaran yang ada di sekolah.
9
Oktafia Ika Handarini, Siti Sri Wulandari, “Pembelajaran Daring Sebagai Upaya Study
From Home (SFH) Selama Pandemi Covid 19”, dalam Jurnal Pendidikan Administrasi
Perkantoran (JPAP) edisi No. 3, Vol. 8, 2020.
8
G. Kajian Pustaka
Dalam kajian pustaka ini, peneliti akan menjelaskan beberapa hasil karya
yang relevan dengan judul skripsi Manajemen Pembelajaran Dari Rumah Di
SDN 008 Vorfo Samarinda. Adapun beberapa karyanya yaitu:
1. Penelitian yang dilakukan oleh Oktafia Ika Handarini dan Siti Sri Wulandari
dengan judul jurnal “Pembelajaran Daring Sebagai Upaya Study From
Home (SFH) Selama Pandemi Covid 19”. Penelitian ini menggunakan
metode penelitian kepustakaan, dimana penelitian ini dalam pengumpulan
informasi serta datanya menggunakan berbagai macam bahan dan materi
yang ada di perpustakaan, yaitu berupa buku, jurnal, dokumen, majalah,
kisah-kisah sejarah, berita, serta sumber yang memiliki relevansi lainnya.
Sedangkan menurut Sugiyono, kepustakaan adalah referensi, kajian teoritis,
literatur ilmiah, serta referensi lainnya yang memiliki kaitan dengan nilai,
budaya, serta norma yang berkembang pada situasi sosial yang diteliti.
Obyek dalam penelitian ini adalah pembelajaran daring yang dilakukan di
rumah masing-masing. Dalam penelitian ini digambarkan bagaimana proses
pembelajaran daring melalui study from home dimasa pandemi covid-19.
Hasil penelitian ini yaitu bahwa dalam melakukan pembelajaran daring
banyak pelajar yang menggunakan laptop dan smartphone dalam
pembelajaran. Kemampuan laptop dan telepon pintar untuk mengakses
internet memungkinkan pelajar untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar
yang dilaksanakan dalam bentuk konferensi video maupun yang
dilaksanakan dalam kelas-kelas online menggunakan layanan aplikasi-
aplikasi pembelajaran yang tersedia secara online. Namun pembelajaran
daring juga memiliki tantangan tersendiri. Salah satunya adalah ketersediaan
jaringan internet. Beberapa mengaku kesulitan untuk mengikuti
pembelajaran online karena tidak semua wilayah mendapatkan jaringan
internet dengan akses lancar. Perbedaan penelitian ini terdapat pada tempat
9
10
Oktafia Ika Handarini, Siti Sri Wulandari, “Pembelajaran Daring Sebagai Upaya Study
From Home (SFH) Selama Pandemi Covid 19”, dalam Jurnal Pendidikan Administrasi
Perkantoran (JPAP) edisi No. 3, Vol. 8, 2020.
11
Suryati, “Sistem Manajemen Pembelajaran Online, Melalui E-Learning”, dalam
Ghaidan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam dan Kemasyarakatan edisi No. 1, Vol 1, 2017.
10
H. Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan dalam proposal ini bertujuan untuk dapat
mempermudah pembaca dalam memahami isi proposal ini, berikut penulis
sajikan sistematika penulisan sebagai berikut:
Bab I pendahuluan, pada bab ini dikemukakan mengenai latar belakang
masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, kajian
pustaka, dan juga sistematika penulisan.
Bab II terdiri dari landasan teori yang berisi tentang manajemen
pembelajaran dari rumah, serta hipotesis penelitian.
Bab III membahas mengenai metodologi penelitian yang di dalamnya
terdapat kerangka penelitian, subjek penelitian, teknik pengumpulan data,
teknik analisis data, serta uji keabsahan data.
Bab IV membahas mengenai laporan hasil penelitian yang terdiri dari sub
latar belakang obyek dan sub penyajian. Pembahasan dalam Bab IV ini
12
Suyono, “Manajemen Pembelajaran Berbasis Daring Dalam Rangka Memutus Mata
Rantai Penularan Covid-19 Di Perguruan Tinggi Swasta Lembaga Layanan Perguruan Tinggi
(LLDIKTI) Wilayah VII” dalam Jurnal Ed-Humanistics edisi No. 01, Vol. 05, 2020.
11
I. Landasan Teori
1. Manajemen Pembelajaran Dari Rumah
a. Pengertian Manajemen Pembelajaran Dari Rumah
1) Manajemen
Ensiklopedia bebas Wikipedia menjelaskan bahwa istilah
manajemen berasal dari kata dalam Bahasa Prancis kuno,
“management” yang berarti “seni melaksanakan dan mengatur”.13
Manajemen adalah melakukan pengelolaan sumber daya yang dimiliki
oleh sekolah/organisasi yang diantarnya adalah manusia, uang,
metode, material, mesin, dan pemasaran yang dilakukan dengan
sistematis dalam suatu proses.14 Menurut Terry, manajemen
merupakan suatu proses yang berbeda yang terdiri dari sebuah
perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan,
sebagai usaha dalam menentukan tujuan beserta pencapaiannya
dengan sumber manusia dan sumber lainnya. 15 Menurut Parker
manajemen adalah seni untuk melaksanakan suatu pekerjaan melalui
orang lain. Sedangkan menurut Robert Kresther manajemen adalah
proses kerja dengan melalui orang lain untuk mencapai tujuan.16
Sehingga dapat diartikan bahwa manajemen merupakan sebuah
proses penanganan dan pengelolaan yang dapat dilakukan oleh
seseorang untuk dapat mempermudah pekerjaannya. Proses
13
Suparlan, “Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dari Teori sampai dengan Praktik”,
(Jakarta: PT Bumi Aksara, 2013), hlm. 41
14
Rohiat, “Manajemen Sekolah”, (Bandung: PT Refika Aditama, 2012), hlm. 14
15
Indah Kusuma Dewi, Ali Mashar, “Nilai-Nilai Profetik dalam Kepemimpinan Modern
pada Manajemen Kinerja”, (Lampung: Publishing, 2019) hlm. 102
16
Soebagio Atmodiwirio, “Manajemen Pendidikan Indonesia” (Jakarta: PT Ardadizya
Jaya, 2000) hlm. 5
12
17
Jejen Musfah, “Manajemen Pendidikan Teori, Kebijakan, dan Praktik”, (Jakarta:
Kencana, 2017) hlm. 2
18
Husaini Usman, “Manajemen Teori, Praktik, dan Riset Pendidikan”, (Jakarta: PT Bumi
Aksara, 2009) hlm. 5
13
19
UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003
14
20
Aprida Pane, Muhammad Darwis, “Belajar Dan Pembelajaran” dalam FITRAH Jurnal
Kajian Ilmu-ilmu Keislaman edisi No. 02, Vol. 03, Desember 2017.
21
Mila ‘Izzatulmaila, Skripsi: “Manajemen Pembelajaran Untuk Meningkatkan Mutu
Pendidikan Di Ma’had Al-Ulya MAN Kota Batu”, (Malang: UIN Maulana Malik Ibrahim Malang,
2017), hlm. 18-19
15
َ َ ُ َ ُ ٱلۡعِلۡ َم َد َر َجَٰت َو ذ
١١ ٞٱَّلل ب ِ َما ت ۡع َملون خبِري ٖۚ
22
Susi Prasetyaningtyas, “Pelaksanaan Belajar Dari Rumah (BDR) Secara Online Selama
Darurat Covid-19 di SMP N 1 Semin” dalam Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Edisi Khusus
KBM Pandemi COVID-19 No. 1, Vol. 5.
23
Kementerian Agama RI, “Al-Qur’an dan Terjemahnya” (Jakarta: PT Sinergi Pustaka
Indonesia, 2012), hlm. 793
16
ilmu beberapa kali lebih tinggi daripada yang tidak menuntut ilmu.
Isyarat ini menandakan bahwa dengan ilmu lah manusia bisa menjadi
lebih mulia, tidak dengan hartanya apalagi nasabnya. Artinya walau di
dalam masa pandemi seperti ini janganlah menyurutkan semangat kita
untuk terus belajar menuntut ilmu.
Dalam pelaksanaannya guru dan pendidik lainnya mencoba untuk
memanfaatkan ilmu teknologi untuk menyikapi masalah pembelajaran
jarak jauh dengan cara memberikan materi serta tugas pelajaran
melalui online. Namun hal tersebut tidaklah selalu berjalan dengan
baik, terdapat banyak kendala dalam pelaksanaannya, seperti kuota
dan sinyal yang tak memadai, bahkan beberapa pelajar tidak
mempunyai penunjang Handphone yang baik, dan hal ini
mengakibatkan materi pembelajaran tidak tersampaikan dengan baik,
sehingga banyak pelajar yang kurang mengerti dan merasa tidak
terbimbing dengan baik dalam memahami pelajaran di sekolah.
Oleh karena itu, dibutuhkan peran orang tua sebagai pengganti
guru di rumah dalam membimbing anaknya selama proses
pembelajaran jarak jauh. Menurut Winingsih (2020) terdapat empat
peran orang tua selama Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yaitu: (1) Orang
tua memiliki peran sebagai guru di rumah, yang di mana orang tua
dapat membimbing anaknya dalam belajar secara jarak jauh dari
rumah. (2) Orang tua sebagai fasilitator, yaitu orang tua sebagai sarana
dan pra-sarana bagi anaknya dalam melaksanakan pembelajaran jarak
jauh. (3) Orang tua sebagai motivator, yaitu orang tua dapat
memberikan semangat serta dukungan kepada anaknya dalam
melaksanakan pembelajaran, sehingga anak memiliki semangat untuk
belajar, serta memperoleh prestasi yang baik. (4) Orang tua sebagai
17
24
Nika Cahyati, Rita Kusumah, “Peran Orang Tua Dalam Menerapkan Pembelajaran Di
Rumah Saat Pandemi Covid 19” dalam Jurnal Golden Age, Universitas Hamzanwadi edisi No. 1,
Vol. 04, Juni 2020.
25
Fika Oktalina, Skripsi: “Implementasi Manajemen Pembelajaran Di MTs Perguruan
Diniyyah Putri Lampung” (Lampung: UIN Raden Intan Lampung, 2019), hlm. 33
26
Mila ‘Izzatulmaila, Skripsi: “Manajemen Pembelajaran Untuk Meningkatkan Mutu
Pendidikan Di Ma’had Al-Ulya MAN Kota Batu”, (Malang: UIN Maulana Malik Ibrahim Malang,
2017), hlm. 20
18
27
Paulo Cristiano de Oliveira, dkk, “Learning Management Systems (LMS) And E-
Learning Management: An Integrative Review And Research Agenda” dalam JISTEM - Journal of
Information Systems and Technology Management edisi No. 2, Vol. 13, 2016.
28
Fika Oktalina, Skripsi: “Implementasi Manajemen Pembelajaran Di MTs Perguruan
Diniyyah Putri Lampung” (Lampung: UIN Raden Intan Lampung, 2019), hlm. 34
19
J. Metode Penelitian
Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan
deskriptif. Metode kualitatif adalah suatu penelitian yang ditujukan untuk
mendeskripsikan serta menganalisis berbagai fenomena, peristiwa, aktivitas
sosial, pemikiran seseorang secara individual maupun kelompok. Beberapa
deskripsi digunakan untuk menemukan prinsip-prinsip yang mengarah pada
penyimpulan.
Dan penelitian ini juga merupakan penelitian lapangan (fieldresearch)
yang akan meneliti tentang manajemen pembelajaran dari rumah di SDN 008
Vorfo Samarinda. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yang
29
Fika Oktalina, Skripsi: “Implementasi Manajemen Pembelajaran Di MTs Perguruan
Diniyyah Putri Lampung” (Lampng: UIN Raden Intan Lampung, 2019), hlm. 37
20
menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis ataupun lisan dari orang-
orang serta perilaku yang dapat diamati.
1. Kerangka Penelitian
Manajemen pembelajaran dapat diartikan proses mengelola yang meliputi
kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pengendalian dan pengevaluasian
kegiatan yang berkaitan dengan proses membelajarkan si pembelajar dengan
mengikutsertakan berbagai faktor di dalamnya guna mencapai tujuan.
Dalam mengelola pembelajaran, guru sebagai manajer melaksanakan
berbagai langkah kegiatan mulai dari merencanakan pembelajaran,
mengorganisasikan pembelajaran, mengarahkan dan mengevaluasi
pembelajaran yang dilakukan. Dalam manajemen pembelajaran dari rumah
yang ada di SDN 008 Vorfo Samarinda terdapat proses pengaturan yang
dilakukan mulai dari proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan,
hingga evaluasi yang diatur dalam rangka mensukeskan manajemen
pembelajaran dari rumah yang ada di sekolah tersebut.
2. Sumber Data
Menurut Zainal Arifin sumber data dalam penelitian ini adalah subjek atau
sumber data yang dapat diperoleh. Sumber data terbagi atas dua jenis, yaitu
sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer (utama)
yaitu sumber data yang diambil peneliti melalui wawancara dan observasi. 30
Sedangkan sumber data sekunder (tambahan) yaitu sumber data yang
diambil peneliti selain melalui wawancara dan observasi (data pendukung
hasil wawancara dan observasi).
Dalam penelitian ini, sumber data primer adalah kepala sekolah, guru, dan
juga siswa-siswi di SDN 008 Vorfo Samarinda. Dan sumber data sekunder
adalah dokumen-dokumen sekolah yang berkaitan dengan manajemen
pembelajaran di SDN 008 Vorfo Samarinda.
30
Zainal Arifin, Penelitian Pendidikan Metode dan Paradigma Baru, (Bandung: PT
Remaja Rosdakarya. 2012), h. 172.
21
31
Joko Subagyo, Metode Penelitian dalam Teori dan Praktek, (Jakarta: Rineka Cipta,
2004) hlm. 63.
32
Mahmud, Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung: Pustaka Setia, 2011), hlm. 168
33
Sugiyono, Metode Penelitian Manajemen, (Bandung: Penerbit Alfabeta, 2016), hlm.
387
34
Elvinaro Ardianto, Metodologi Penelitian Public Relations Kuantitatif dan Kualitatif,
Cet.2, (Bandung: Remaja Rosdakarya. 2011) hlm. 61.
22
35
Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung: Alfabeta, 2015), h. 335.
36
Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung: Alfabeta, 2015), h. 345.
23
K. Daftar Pustaka
Buku:
Ardianto, Elvinaro, Metodologi Penelitian Public Relations Kuantitatif dan
Kualitatif, Cet.2, Bandung: Remaja Rosdakarya. 2011
Atmodiwirio, Soebagio, “Manajemen Pendidikan Indonesia” Jakarta: PT
Ardadizya Jaya, 2000
Dewi, Kusuma, Indah, Mashar, Ali, “Nilai-Nilai Profetik dalam Kepemimpinan
Modern pada Manajemen Kinerja”, Lampung: Publishing, 2019
Kementerian Agama RI, “Al-Qur’an dan Terjemahnya” Jakarta: PT Sinergi
Pustaka Indonesia, 2012
Mahmud, Metode Penelitian Pendidikan, Bandung: Pustaka Setia, 2011
Musfah, Jejen, “Manajemen Pendidikan Teori, Kebijakan, dan Praktik”,
Jakarta: Kencana, 2017
Rohiat, “Manajemen Sekolah”, Bandung: PT Refika Aditama, 2012
Rukajat, Ajat, “Manajemen Pembelajaran”, Yogyakarta: Deepublish, 2018
Subagyo, Joko, Metode Penelitian dalam Teori dan Praktek, Jakarta: Rineka
Cipta, 2004
Sufyarma, “Kapita Selekta Manajemen Pendidikan”, Bandung: CV. Alfabeta,
2004
Sugiyono, Metode Penelitian Manajemen, Bandung: Penerbit Alfabeta, 2016
Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan, Bandung: Alfabeta, 2015
37
Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung: Alfabeta, 2015) hal. 330.
24
Jurnal:
Ahmed, Khawlah, Mesonovich, Mujo, “Learning Management Systems and
Student Performance” dalam International Journal of Sustainable Energy
Development (IJSED) edisi No. 1, Vol. 7, June 2019.
Cahyati, Nika, Kusumah, Rita, “Peran Orang Tua Dalam Menerapkan
Pembelajaran Di Rumah Saat Pandemi Covid 19” dalam Jurnal Golden
Age, Universitas Hamzanwadi edisi No. 1, Vol. 04, Juni 2020.
Dimyati, Mohamad, dkk, “Pemanfaatan Teknologi Sebagai Media
Pembelajaran Daring (On Line) Bagi Guru Dan Siswa Di SMK NU
Rogojampi” dalam Jurnal Pengabdian Masyarakat J-DINAMIKA edisi
No. 02, Vol. 2, Desember 2017.
Erwinsyah, Alfian, “Manajemen Pembelajaran Dalam Kaitannya Dengan
Peningkatan Kualitas Guru” dalam TADBIR: Jurnal Manajemen
Pendidikan Islam edisi No. 1, Vol. 5, Februari 2017.
Famukhit, Linggar, Muga, “Google Classroom Sebagai Media Pembelajaran
Daring Online Pada Program Studi Pendidikan Informatika STKIP PGRI
Pacitan”, dalam Jurnal Penelitian Pendidikan edisi No. 01, Vol. 12, 2020.
Handarini, Ika, Oktafia, Wulandari, Sri, Siti, “Pembelajaran Daring Sebagai
Upaya Study From Home (SFH) Selama Pandemi Covid 19”, dalam Jurnal
Pendidikan Administrasi Perkantoran (JPAP) edisi No. 3, Vol. 8, 2020.
Oliveira, de, Cristiano, Paulo, dkk, “Learning Management Systems (LMS)
And E-Learning Management: An Integrative Review And Research
25
Skripsi:
Izzatulmaila, Mila, Skripsi: “Manajemen Pembelajaran Untuk Meningkatkan
Mutu Pendidikan Di Ma’had Al-Ulya MAN Kota Batu”, Malang: UIN
Maulana Malik Ibrahim Malang, 2017
Oktalina, Fika, Skripsi: “Implementasi Manajemen Pembelajaran Di MTs
Perguruan Diniyyah Putri Lampung” Lampung: UIN Raden Intan
Lampung, 2019