PANDUAN MINI RISET
Disusun dalam rangka memenuhi kelengkapan bahan ajar
Mahasiswa untuk menyelesaikan Tugas Mandiri
Oleh
Dr. Mutmainah, [Link]
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) MANADO
2022
Kata Pengantar
Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan
pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.
Pembelajaran yang tidak diperkaya dengan riset dan hasil riset akan
terasa lesu dan tidak berkembang, sementara pembelajaran yang
diperkaya dengan penelitian/riset dan hasil riset akan terasa berseri dan
inovatif. Artinya, riset merupakan pendekatan penting untuk
meningkatkan mutu pembelajaran. Oleh sebab itu, pengintegrasian
pembelajaran dengan riset merupakan suatu keniscayaan.
Penelitian adalah kegiatan yang dilakukan menurut kaidah
dan metode ilmiah secara sistematis untuk memperoleh informasi,
data, dan keterangan yang berkaitan dengan pemahaman dan/atau
pengujian suatu cabang ilmu pengetahuan dan teknologi.
Pembelajaran berbasis riset adalah pembelajaran yang
memadukan riset dalam proses pembelajaran. Pembelajaran
berbasis riset (PBR) adalah system pengajaran yang bersifat
otentik problem solving dengan sudut pandang formulasi
permasalahan, penyelesaian masalah, dan mengkomunikasikan
manfaat hasil penelitian.
Mini riset adalah karya tulis ilmiah hasil karya mahasiswa
sebagai tugas yang diberikan oleh dosen pengampu mata kuliah.
Tujuannya agar mahasisa mampu menuangkan ide-ide kreatifnya dalam
memcahkan suatu pokok permasalahan kedalam bentuk karya tulis
ilmiah. Untuk membantu mahasiswa agar terampil dalam melakukan
mini riset, diperlukan panduan, maka panduan ini berfungsi untuk
membantu, membimbing dan mengarakan mahasiswa, dalam
melaksasakan Mini riset.
i
Panduan ini, dimulai dari Pendahululuan, selanjutnya berturut-
turut membahas Persiapan Riset Mini, Sistimatka penuliasan Laporan,
dan Penuliasan bagian Isi Riset.
Pada ahirnya panduan mini riset ini diharapkan mahasiswa dapat
menerapkan ide-ide kereatifnya kedalam suatu bentuk karya tulis
sehingga kedepannya akan dapat membantu mahasiswa tersebut dalam
melakukan riset sebenarnya.
Manado, 01 September 2022
Penyusun,
Mutmainah
iii
DAFTAR ISI
Kata Pengantar ................................................................................ i
Daftar Isi ......................................................................................iii
[Link] ....................................................................... 4
A. Rasionalisasi....................................................................... 4
B. Dasar penyusunan Panduan Mini Riset ............................. 5
C. Tujuan penyusunan Panduan Mini Riset ........................... 5
[Link] PELAKSANAAN.................................................. 7
A. Persiapan Penelitian ........................................................... 7
B. Sistematika Penilisan Pelaporan Mini Riset ...................... 7
C. Penulisan Bagian Isi atau Bagian Utama ........................... 8
D. Penulisan Bagian Akhir ................................................... 14
[Link]............................................................................... 15
Lampiran:
iii
I. PENDAHULUAN
A. Rasionalisasi
Manusia diciptakan dengan diberkahi anugerah terbesar dari
penciptanya yaitu akal pikiran. Dengan akal manusia berpikir, mencerna
persoalan, menyiasati keadaan, dan mencari solusi jitu akan segala
permasalahan yang dihadapi dalam hidupnya. Selain itu, akal pun
digunakan manusia dalam mencari hasrat kehidupan mereka. Hasrat
tersebut dapat meliputi berbagai aspek kehidupan yang akhirnya
berujung pada kelangsungan hidup manusia.
Hasrat manusia untuk menyelamatkan hidup tidak lepas dari
sejauh mana akal pikiran mereka mencerna permasalahan dan
mewujudkannya dalam sebuah persoalan yang dapat dipecahkan
solusinya. Ini lah yang kemudian menjadi suatu pengetahuan yang
memerlukan ilmu dalam pemecahan masalahnya sehingga
timbulah ilmu pengetahuan.
Kedepannya, manusia selalu melakukan pemikiran dan
penyiasatan untuk mengubah hidupnya agar lebih mudah dan lebih
nyaman. Diperlukan upaya dalam pemecahan masalah-masalah
kehidupan dimana ilmu pengetahuan menjadi basis penting dalam
pencariannya. Riset merupakan kunci dari itu semua.
Untuk membuat riset yang baik, harus memulainya dengan
mengetahui arti dari riset itu sendiri. Hal yang seperti apa yang bisa
dikatakan riset dan hal lain yang tidak digolongkan riset. Tujuan riset
dapat dijadikan salah satu motivasi mengapa riset dilakukan. Ketika
topik dan tujuan telah ditentukan, selanjutnya kita pelajari tahap demi
tahap pelaksanaan riset dengan landasan tujuan yang jelas sehingga kita
tidak kehilangan arah.
Riset merupakan upaya manusia untuk mencari solusi akan suatu
masalah kehidupan manusia dengan langkah-langkah sistematis tertentu
secara ilmiah. Dengan riset diperoleh solusi dan kesimpulan ilmiah
mengenai suatu permasalahan sehingga manusia dapat
mempraktikannya langsung untuk merubah kehidupannya.
Mini riset adalah karya tulis ilmiah hasil karya mahasiswa
sebagai tugas yang diberikan oleh dosen pengampu mata kuliah. Tujuan
1
dari mini riset ini adalah untuk mengetahui pemikiran ataupun ide dari
mahsiswa terhadap suatu pokok permasalahan tertentu. Tema yang
diangkat dalam karya tulis ini adalah berkaitan dengan Mata Kuliah.
Karya tulis yang dibuat dapat berupa ide penelitian, ide bisnis, dan
sejenisnya.
B. Dasar penyusunan Panduan Mini Riset
Penyusunan panduan ini didasarkan atas:
1. Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003, Tentang Sistem Pendidikan
Nasional (pasal 1 ayat 20); “Pembelajaran adalah proses interaksi
peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu
lingkungan belajar”
2. Undang-Undang Nomor 12 tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi
“(pasal 1 ayat 10); “Penelitian adalah kegiatan yang dilakukan
menurut kaidah dan metode ilmiah secara sistematis untuk
memperoleh informasi, data, dan keterangan yang berkaitan dengan
pemahaman dan/atau pengujian suatu cabang ilmu pengetahuan dan
teknologi”.
3. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 6994 Tahun 2018
Tentang Agenda Riset Keagamaan Nasional (ARKAN) 2018-2028.
4. Surat Keputusan Rektor IAIN Manado Nomor 114 Tahun 2020 Tentang
Pedoman Akademik IAIN Manado Tahun 2020
C. Tujuan penyusunan Panduan Mini Riset
Penyusunan panduan ini bertujan untuk:
1. Membantu kesulitan mahasiswa dalam melakukan penelitian
2. Panduan mini riset ini diharapkan mahasiswa bersangkutan dapat
menerapkan ide-ide kereatifnya kedalam suatu bentuk karya tulis
sehingga kedepannya akan dapat membantu mahasiswa tersebut
dalam melakukan riset sebenarnya.
2
II. PANDUAN PELAKSANAAN
A. Persiapan Penelitian
Dalam melaksanaka mini riset, ada beberapa hal yang perlu
dilakukan terlebih dahulu:
1. Menemukan topik yang akan diangkat dalam mini riset.
2. Menetukan lokasi tempat pelaksanaan mini riset
3. Menentukan waktu pelaksanaan mini riset.
4. Mengajukan permohonan surat pengantar kepada dosen pengampu
yang ditujukan kepada pimpinan tempat pelaksanaan mini riset
tersebut.
Setelah permohoan mini riset disetujui, baik dari dosen
pengampu matakuliah maupun di tempat lokasi akan melaksanakan mini
riset, maka mahasiswa bersangkutan akan memulai mini risetnya.
Dalam melakukan mini riset tersebut, mahasiswa di harapakan
dapat menerapkan ide-ide kreatifnya dalam menyelesaikan permasalahan
yang terjadi dan menuliskannya kedalam bentuk karya ilmiah.
B. Sistematika Penilisan Pelaporan Mini Riset
1. Persyaratan penulisan pelaporan mini riset
Persyarata penulisan pelaporan mini riset adalah sebagai berikut:
a. Naskah diketik pada kertas ukuran A4, spasi 1,5, jenis huruf Times
New Roman 12. Batas pengetikan adalah samping kiri 4cm, samping
kanan 3cm, batas atas 4cm, dan batas bawah 3cm.
b. Naskah ditulis minimal 5 (lima) dan maksimal 20 (dua puluh)
halaman (pendahuluan sampai daftar pustaka).
c. Bahasa Indonesia yang digunakan hendaknya baku dengan tata
bahasa dan ejaan yang disempurnakan, sederhana, jelas, satu
kesatuan, mengutamakan istilah yang mudah dimengerti, tidak
menggunakan singkatan seperti “tdk”, “tsb”, “yg”, “dgn”, “sbb”,
“dll”.
2. Sistimatika penulisan pelaporan mini riset
Sistematika penulisan hasil mini riset adalah sebagai berikut:
3
Bagian muka
Bagian muka terdiri atas:
a) Sampul muka
b) Daftar isi
c) Ringkasan/Abstrak (maksimal 1 halaman)
Bagian utama
Bab I : Pendahuluan
Bab II : Tinjauan Pustaka
Bab III : Metode pelaksanaan
Bab IV : Hasil Penelitian dan Pembahasan
Bab V : Kesimpulan dan Saran
Bagian akhir
a) Daftar pustaka
b) Lampiran biodata
c) Surat Keterangan telah Melaksanakan Riset
C. Penulisan Bagian Isi atau Bagian Utama
1. Pendahuluan
Secara garis besar isi sub bab pada Bab Pendahuluan terdiri atas:
Latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan, dan kegunaan
penelitian
2. Tinjauan Pustaka
Tinjauan pustaka berfungsi membangun konsep atau teori yang
menjadi dasar studi. Bagian ini menjajikan sejumlah teori mengenai
konsep dan teori yang digunakan berdasarkan literatur yang tersedia,
terutama dari Buku, artikel-artikel yang dipublikasikan dalam berbagai
jurnal ilmiah.
3. Rumusan Masalah
Masalah, diuraikan secara jelas dan sistematis permasahan utama
yang dihadapi dan yang akan menjadi objek penelitian, dan uraikan pula
secara rinci faktor-faktor yang berpengaruh terhadap masalah yang
menjadi objek studi.
4
Merumuskan masalah penelitian dengan memperhatikan:
a) Menyatakan dengan jelas, tegas, dan konkret masalah yang akan
diteliti
b) Relevan dengan waktu
c) Berhubungan dengan suatu persoalan teoritis atau praktis
d) Berorientasi pada teori (teori merupakan body of knewledge)
Penulisan, dinyatakan dalam kalimat tanya atau pernyataan yang
mengandung masalah penelitian
4. Tujuan dan kegunaan Penelitian
Tujuan Penelitian; Mengemukakan tujuan penelitian yang akan
dilakukan, dalam penelitian deduktif-hipotetikal, tujuan penelitian
lazimnya adalah menjelaskan/mengukur hubungan antar variabel yang
menjadi dalam studi.
a) Secara fungsional Tujuan penelitian berhubungan dengan dengan
rumusan masalah, atau berupa pengulangan rumusan masalah, yang
memebedakannya kata pembuka dan kalimat yang digunakan;
b) Kata pembuka dan bentuk kalimat dalam memgungkapkan tujuan
penelitian, seperti kalimat: bertujuan untuk: menemukan, mengetahui,
menjelaskan, menilai, membandingkan, dan menguraikan.
Kegunaan Penelitian; merupakan bentuk harapan hasil yang akan
dicapai akan mempunyai kegunaan:
a) Kegunaan Ilmiah (signivikansi akademik), dimaksudkan untuk
kepentingan pengembangan ilmu;
b) Keguanaan Sosial (signivikansi praktis), dimaksudkan untuk
kepentingan salahsatu usaha dan tahapan pemecahan masalah-
masalah soasial (praktis).
5. Kajian Pustaka
Tinjauan/kajian pustaka berfungsi membangun konsep atau teori
yang menjadi dasar studi. Melakukan kajian pustaka yang relevan
dengan masalah penelitian, yang akan dilakukan. Dalam bagian ini,
dilakukan tinjauan/diskusi mengenai konsep dan teori yang digunakan
berdasarkan literatur yang tersedia, terutama dari Buku, artikel-artikel
5
yang dipublikasikan dalam berbagai jurnal ilmiah dan hasil penelitian
terdahulu;
6. Metode dan Tenik Pengumpulan data
Pada bagian ini dibahas dua hal pokok, yaitu: pengumpulan data
yang relevan dengan metode yang yang dipilih. Jika diperlukan dapat
dijelaskan mengenai intrumen atau pengumpulan data.
a. Metode penelitian;
Metode penelitian yang digunakan, disebutkan nama dan
penjelasannya, serta alas an pemilihannya, sesuai dengan rumusan
masalah dan kerangka berpikir.
b. Teknik Pengumpulan Data (TPD)
Tehnik pengumpulan data merupakan langkah yang paling
strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah
mendapatkan data. Tanpa mengetahui tehnik pengumpulan data, maka
penelitian tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standar yang
diterapkan;
Tehnik pengumpulan data, berisi uraian mengenai teknik
pengumpulan data pokok yang digunakan sesuai dengan jenis
penelitian, sumber data, variable yang diteliti dan metode yang
digunakan;
Tehnik pengumpulan data yang sesuai, dapat dipilih dari antara;
studi pustaka, studi dokumentasi; atau teknik menyalin, intervew
(wawancara), penyebaran questioner angket (daftar pertanyaan),
obsevasi (pengamatan), dan tes.
Untuk lebih mempertajam teknik yang digunakan, dapat dirinci
menjadi jenis-jenis dari tiap TPD yang akan digunakan
7. Hasil Dan Pembahasan Penelitian
Secara garis isi sub bab pada Bab Hasil dan Pemhasan terdiri
atas: Gambaran Umum Lokasi Penelitian, Deskripsi temuan hasil
penelitian dan Pembahasan hasil penelitian
a. Gambaran Umum Lokasi Penelitian
Sub bab ini menggambarkan latar alamiah lokasi penelitian
b. Deskripsi temuan hasil penelitian;
Sub bab ini merupakan jawaaban dari rumusan masalah berisi
deskripsi temuan
6
c. Pembahasan Hasil Penelitian
Pembahasan hasil penelitian adalah sub-bab yang paling orisinal
dalam laporan penelitian, termasuk skripsi, Tesis, Disertasi. Pada sub-
bab ini, Peneliti wajib mengulas hasil penelitian yang diperolehnya
secara panjang lebar dengan menggunakan pandangan orisinalnya
dalam kerangka teori dan kajian empirik yang terdahulu.
Hasil pengujian (analisis) dalam suatu penelitian yang tidak
dibahas menunjukkan bahwa si periset tidak mempunyai konteks
ceritera dari hasil penelitiannya itu. Lalu, bagaimana bisa menyusun
pembahasan hasil (penelitian)? Dalam kerangka metode ilmiah, menurut
(Jogiyanto, 2004:196), ada tiga aspek yang mungkin digunakan untuk
menyusun dan mengembangan pembahasan penelitian, yaitu:
1) Aspek Kajian Teoretis
Salah satu tujuan untuk meneliti adalah untuk memverifikasi
teori. Artinya, Peneliti ingin membuktikan apakah suatu teori tertentu
berlaku atau dapat diamati pada obyek penelitian tertentu. Pada
penelitian seperti ini, hipotesis penelitian perlu diformulasi dan diuji.
Ada dua kemungkinan hasil pengujian hipotesis yang bisa diperoleh
Peneliti, yakni
(a) hipotesis penelitian (atau teori yang diverifikasi) terbukti atau
(b) hipotesis penelitian tidak terbukti.
Apa pun hasil yang diperoleh, Peneliti harus memberikan diskusi
(pembahasan) terhadap hasil tersebut dalam konteks teori yang
mendasari penelitiannya. Kompleksitas dari diskusi pada aspek ini
bergantung pada hasil penelitian. Jika kemungkinan pertama hasil
penelitian diperoleh, konteks diskusi dapat dilakukan secara lebih
mudah. Peneliti dapat merujuk kembali teori-teori yang telah disajikan
pada kajian teoretis yang telah dituangkan pada bab tentang kajian
pustaka. Dengan kata lain, teori-teori yang relevan dan dapat dijadikan
argumentasi untuk mendukung hasil yang diperoleh dapat dikemukakan
sebagai bahan diskusi.
Jika kemungkinan kedua dari hasil penelitian diperoleh, diskusi
(pembahasan) menjadi lebih kompleks. Peneliti tidak bisa mendasarkan
diskusi tersebut pada teori yang mendukung. Ia harus mendiskusikan
atau berargumentasi tentang mengapa hasil penelitiannya tidak dapat
membuktikan teori tertentu. Argumentasi ini bisa saja diarahkan pada
7
asumsi yang mendasari berlakunya suatu teori. Misalnya, seorang
peneliti menemukan bahwa tidak ada keterkaitan antara hasil belajar
dan minat belajar (padahal, teorinya mengatakan ada keterkaitan).
Peneliti bisa mencermati asumsi apa yang mendasari teori tersebut
yang tidak terdapat pada obyek penelitian.
2) Aspek Kajian Empiris
Pembahasan hasil penelitian perlu juga dilakukan dengan cara
merujuk pada kajian empiris yang telah dilakukan oleh peneliti
terdahulu. Jika hasil penelitian konsisten dengan teori yang ada (atau
hipotesis penelitian terbukti), pembahasan dapat diarahkan untuk
memberikan rujukan penelitian terdahulu yang sesuai dengan hasil
penelitian. Pada konteks ini, Peneliti dapat merecall hasil kajian empirik
yang telah terkompilasi pada Bab 2 (tentang kajian pustaka). Biasanya,
Peneliti menekankan bahwa hasil penelitiannya telah sesuai (atau
mendukung) hasil-hasil penelitian terdahulu.
Dalam konteks dimana hasil penelitian tidak konsisten dengan
teori (atau hipotesis tidak terbukti), diskusi pada bagian ini dapat
diarahkan untuk menemukan kajian empirik yang bisa menjadi
argumentasi yang mendukung hasil penelitian tersebut. Misalnya,
seorang peneliti mengkaji suatu struktur pasar dari suatu industri.
Berdasarkan teori, Ia mempunyai hipotesis penelitian bahwa struktur
pasar industri tersebut adalah persaingan sempurna karena dalam
industri tersebut banyak penjual dan pembeli. Namun, hasil
penelitiannya menemukan bahwa struktur pasar industri tersebut bukan
persaingan sempurna melainkan struktur pasar persaingan monopolistik.
Untuk mendiskusikan hal ini, Peneliti tersebut harus (bahkan wajib)
mencari kajian empirik yang mendukung hal tersebut untuk dijadikan
sebagai bahan diskusi. Dengan kata lain, Ia harus menemukan:
a) kajian empirik yang menyatakan bahwa meskipun ada banyak
penjual dan pembeli dalam suatu industri, belum tentu industri
itu dikatakan sebagai industri yang berstruktur pasar persaingan
sempurna dan
b) kajian empirik yang menyatakan bahwa struktur pasar ditentukan
tidak saja oleh banyaknya penjual dan pembeli tetapi juga oleh
tingkat konsentrasi dari penjual dan pembeli. Dalam konteks
dimana hasil penelitian tidak konsisten dengan teori,
8
Peneliti harus bekerja keras untuk menemukan kajian empirik yang
sesuai. Ia tidak bisa merecall kajian empirik yang telah terkompilasi
dalam Bab 2. Ia harus mencari rujukan baru. Dewasa ini, upaya
pencarian ini dapat dilakukan dengan mudah mengingat teknologi
internet bisa sangat membantu untuk menemukan referensi atau rujukan
baru tersebut.
3) Aspek Implikasi Hasil (Sikap Peneliti)
Hasil penelitian, baik yang mampu membuktikan hipotesis
maupun yang tidak, pada dasarnya mempunyai implikasi
(dampak/konsekuensi) bagi obyek penelitian. Peneliti harus
mendiskusikan hasil penelitian ini dalam konteks implikasi tersebut.
Dalam hal ini, Peneliti harus menginterpretasikan hasil penelitian dalam
konteks implikasi atau konsekuensi praktikal dari hasil penelitian bagi
obyek penelitian. Alasan yang mendukung mengapa aspek implikasi ini
perlu dikemukakan adalah bahwa penelitian dilakukan berdasarkan
suatu basis data historis (yang sudah terjadi).
Dengan demikian, jika Peneliti tidak mendiskusikan implikasi
dari hasil penelitiannya maka ia hanya berhenti pada konteks cerita
historis (yang sudah terjadi). Pembahasan mengenai implikasi hasil
penelitian akan membawa konteks penelitian ke arah masa depan, bukan
pada masa lalu (historis).
Untuk dapat mendiskusikan hasil penelitian dari sudut pandang
implikasi praktikal ini, Peneliti dapat menggali apa saja yang bisa
dipelajari/dilakukan oleh stakeholders penelitian dalam kaitannya
dengan hasil penelitian. Stakeholders penelitian adalah pihak-pihak
yang mungkin mendapatkan manfaat dari penelitian. Tentunya,
stakeholders utama adalah obyek yang diteliti.
Fokus utama peneliti sebaiknya diarahkan pada pemaknaan
(interpretasi) hasil penelitian yang bersifat praktis yang bisa dipelajari/
dilakukan oleh stakeholders.
8. Kesimpulan
Simpulan menjadi Jawaban atas pertanyaan yang diajukan dalam
perumusan masalah yang diajukan. Simpulan bukan Ikhitsar atau
Rangkuman dari bab sebelumnya, melainkan hasil reflektif yang
mewakili muatan utama dalam penelilitian. Karena itu, simpulan
mencerminkan problem informasi baru, memgetahui posisi penelitian,
9
dan impilkasi dari penelitian. Informasi baru bisa berupa pendapat baru,
pengukuhan pendapat lama, atau koreksi terhadap pendapat lama.
D. Penulisan Bagian Akhir
Daftar pustaka adalah suatu tulisan yang disusun dan terdapat di
akhir suatu karya tulisan yang isinya mulai dari nama penulis, judul
tulisan, penerbit, identitas penerbit, beserta tahun terbit yang mana
dijadikan rujukan atau sumber dari seorang penulis karya tulis tersebut
(sesuai format
Harvard).
10
III. PENUTUP
Buku Panduan Mini Riset ini, merupakan buku pegangan
mahasiswa dalam melakukan Mini Riset. Dengan harapan, mudah-
mudahan buku kecil ini memberi manfaat, kepada mahasiswa
dalam melakukan riset mini dapat sehingga kedepannya akan
dapat membantu mahasiswa dalam melakukan riset sebenarnya.
Manado, 01 September 2022
Penyusun
11
Lampiran:
1. Format Sampul muka
[JUDUL KARYA TULIS]
Disusun dalam rangka memenuhi
………………………………………..
[ NAMA LENGKAP ]
[ NIM ]
[ PRODI ]
FAKULTAS ……………….
TAHUN XXXX
12
2. Izin Riset
Nomor : Manado, ............................
Lamp :
Perihal : Pengantar Ijin Penelitian
Kepada Yth.:
....................................
....................................
AssalamuAlaikum, Wr. Wb.
Dalam rangka untuk pengumpulan data tugas penelitian pada:
Mata kuliah : ...........................................................................................
Dosen pengampu : ...........................................................................................
Pada Program Sarjana (S1) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, mahasiswa kami:
Nama : ...........................................................................................
NIM : ...........................................................................................
Program Studi : ...........................................................................................
Semester :
........................................................................................... Alamat :
...........................................................................................
No. Telp/HP : ...........................................................................................
Bermaksud melakukan penelitian di instansi/lembaga yang Ibu/Bapak pimpin,
sehungan dengan itu, kami mohon kiranya Ibu/Bapak dapat memberikan
bantuan informasi/data yang diperlukan, berkaitan dengan mata kuliah tersebut
di atas.
Atas perhatian dan batuan Ibu/Bapak, kami sampaikan terima kasih.
WassalamuAlaikum, Wr. Wb.
a.n Dekan,
Wakil Dekan I
.........................................
NIP. ................................
13
3. Keterangan Telah melaksanakan Riset
KOP TEMPAT PENELITIAN
SURAT KETERANGAN
Nomor: .......................
Kepala ……………………, dengan ini menerngkan bahwa:
Nama : ...........................................................................................
NIM : ...........................................................................................
Program Studi : ...........................................................................................
Semester :
........................................................................................... Judul Penelitian :
...........................................................................................
Benar nama tersebut di atas telah melaksanakan penelitian di .................................mulai
tanggal ........ sd. Tanggal........
Demikian, keterangan ini dibuat, untuk dapat dipergunakan seperlunya.
Manado, .........................
Kepala,
.........................................
NIP. ................................
14