0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan41 halaman

Studi Rasionalisasi Stasiun Hujan 2025

Pemerintah Indonesia mengundang perusahaan konsultan untuk melakukan Studi Rasionalisasi Stasiun Pemantauan Hujan dan Hidrologi dalam rangka proyek National Urban Flood Resilience Project (NUFReP) yang didanai oleh Bank Dunia. Layanan ini mencakup analisis hidrologi dan dukungan teknis untuk meningkatkan sistem pemantauan banjir di Kota Bima selama enam bulan. Konsultan yang berminat harus memenuhi kriteria tertentu dan menyampaikan minat melalui sistem pengadaan elektronik Kementerian Pekerjaan Umum.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan41 halaman

Studi Rasionalisasi Stasiun Hujan 2025

Pemerintah Indonesia mengundang perusahaan konsultan untuk melakukan Studi Rasionalisasi Stasiun Pemantauan Hujan dan Hidrologi dalam rangka proyek National Urban Flood Resilience Project (NUFReP) yang didanai oleh Bank Dunia. Layanan ini mencakup analisis hidrologi dan dukungan teknis untuk meningkatkan sistem pemantauan banjir di Kota Bima selama enam bulan. Konsultan yang berminat harus memenuhi kriteria tertentu dan menyampaikan minat melalui sistem pengadaan elektronik Kementerian Pekerjaan Umum.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

REQUEST FOR EXPRESSIONS OF INTEREST

(CONSULTING SERVICES – FIRMS SELECTION)

INDONESIA
NATIONAL URBAN FLOOD RESILIENCE PROJECT (NUFReP)
Loan No. IBRD Ln-9495-ID

Assignment Title: Rationalization Study of Monitoring Stations


Reference No. ID-BWS NUSA TENGGARA I-512726-CS-CQS

Pemerintah Indonesia telah memperoleh pembiayaan dari Bank Dunia untuk mendukung
pembiayaan National Urban Flood Resilience Project (NUFReP), dan bermaksud
mengalokasikan sebagian dari dana tersebut untuk kegiatan layanan konsultansi.

Jasa konsultansi (“Layanan”) mencakup pemberian bantuan teknis untuk pelaksanaan Studi
Rasionalisasi Stasiun Pemantauan Hujan dan Hidrologi, khususnya dalam mendukung PIU
pada tahap persiapan dan pelaksanaan subproyek Tahun 2025 (Y1) dan Tahun 2026 (Y2).

Layanan ini juga meliputi dukungan konsultan, yang mencakup asistensi kepada PIU dalam
pelaksanaan kegiatan studi rasionalisasi. Layanan ini mencakup kegiatan rasionalisasi
jaringan pos hidrologi (terdiri dari kegiatan rasionalisasi jaringan pos hidrologi, kajian
karakteristik hujan Kota Bima dan WS Sumbawa, kajian karakteristik luapan air dan debit
kota bima, pengumpulan data hujan dan debit serta analisis debit banjir), survey lapangan,
perencanaan pos hidrologi, penyusunan RAB dan sistem operasional pos hidrologi dalam
mendukung FEWS di Kota Bima.

Periode pelaksanaan penugasan ini diperkirakan selama enam (6) bulan, dengan lokasi
proyek di Kota Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia.

Balai Besar Wilayah Sungai Nusa Tenggara I Mataram dengan ini mengundang perusahaan
konsultan yang memenuhi syarat untuk menyampaikan minatnya dalam memberikan
Layanan dimaksud. Konsultan yang berminat harus menyampaikan informasi yang
menunjukkan bahwa mereka memiliki kualifikasi serta pengalaman yang relevan untuk

Desember 2025
melaksanakan layanan tersebut. Adapun kriteria untuk masuk dalam daftar pendek adalah
sebagai berikut:
1. Memiliki pengalaman sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun dalam jasa konsultansi
yang terkait dengan studi dan analisis hidrologi. Terutama dalam hal rasionalisasi
pos hidrologi, analisis banjir sungai dan analisis Flood Early Warning System akan
menjadi nilai tambah. Dibuktikan dengan melampirkan kontrak, addendum kontrak
(jika ada), surat perjanjian KSO (apabila ber-KSO) serta berita acara serah terima
pekerjaan
2. Memiliki pengalaman keterlibatan dan bekerja dengan pemerintah pusat maupun
daerah akan menjadi nilai tambah. Dibuktikan dengan melampirkan kontrak,
addendum kontrak (jika ada), surat perjanjian KSO (apabila ber-KSO) serta berita
acara serah terima pekerjaan
3. Ketersediaan tenaga tetap dalam perusahaan (yaitu tercatat dalam daftar penggajian
reguler perusahaan dibuktikan dengan payroll regular perusahaan), serta tenaga
ahli/staf profesional yang relevan dengan penugasan.

Calon Konsultan berdasarkan Procurement Regulations Bank Dunia edisi November 2020
(Edisi Keempat), yang menetapkan kebijakan Bank Dunia terkait konflik kepentingan.
Konsultan (termasuk para ahli dan personelnya serta sub-konsultan), yang memiliki
hubungan bisnis atau keluarga yang dekat dengan staf profesional dari Peminjam, atau
dengan lembaga pelaksana proyek, atau dengan penerima sebagian pendanaan Bank, atau
pihak lain yang mewakili atau bertindak atas nama Peminjam, yang secara langsung terlibat
dalam bagian mana pun dari :
a. Penyusunan Kerangka Acuan Kerja (TOR) untuk penugasan;
b. Proses seleksi untuk kontrak; atau
c. Pengawasan terhadap pelaksanaan kontrak.

tidak dapat diberikan kontrak, kecuali apabila konflik yang timbul dari hubungan tersebut
telah diselesaikan dengan cara yang dapat diterima oleh Bank sepanjang proses seleksi dan
pelaksanaan kontrak.

Pemilihan Konsultan akan dilakukan sesuai dengan metode CQS sebagaimana diatur dalam
World Bank Procurement Regulations, edisi November 2020. Perusahaan konsultan yang
berminat diwajibkan untuk mengakses sistem pengadaan elektronik Kementerian Pekerjaan
Umum (SPSE) guna melakukan registrasi dan menyampaikan Expression of Interest (EOI).
Penyampaian minat harus dilakukan secara elektronik melalui SPSE Kementerian Pekerjaan
Umum ([Link] sesuai dengan jadwal yang ada pada spse .

“Informasi lebih lanjut dapat diperoleh pada alamat di bawah ini selama jam kerja pukul
09.00 hingga 16.00 WITA (Waktu Indonesia Tengah).”

BP2JK Nusa Tenggara Barat


Atnn : Kelompok Kerja (POKJA) Pemilihan 30A Pengadaan Jasa
Konsultansi Loan –Nufrep di Lingkungan Balai Pelaksana
Pemilihan Jasa Konstruksi Wilayah Nusa Tenggara Barat
Tahun Anggaran 2025
Adress : Jl. Pendidikan No. 26 Dasan Agung Baru, Selaparang,
Mataram, Nusa Tenggara Barat 83125
Phone : (0370) 638329
Email : pokjabp2jkwilntb@[Link]
Website : [Link]

Kerangka Acuan Kerja (Terms of Reference/ToR) untuk Studi Rasionalisasi Stasiun


Pemantauan Hujan dan Hidrologi Proyek National Urban Flood Resilience Project
(NUFReP) Kota Bima dapat diakses melalui tautan berikut: [Link]

Desember 2025
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM
DIREKTORAT JENDERAL SUMBER DAYA AIR
BALAI BESAR WILAYAH SUNGAI NUSA TENGGARA I MATARAM
Jl. Ahmad Yani No.1 Gerimax Indah - Narmada Lombok Barat 83371 Telp.(0370) 672282 Fax.(0370) 672345

KERANGKA ACUAN KERJA / TERM OF REFERENCE


STUDI RASIONALISASI STASIUN
PEMANTAUAN HUJAN DAN HIDROLOGI
TAHUN ANGGARAN 2026

Kementerian Negara/Lembaga : Kementerian Pekerjaan Umum


Unit Eselon I/II : Direktorat Jenderal Sumber Daya Air /
Direktorat Bina Teknik SDA
Program : Ketahanan Sumber Daya Air
Sasaran Program : Meningkatnya Ketersediaan Air Melalui
Pengelolaan Sumber Daya Air Secara
Terintegrasi
Kegiatan : Layanan Teknis SDA
Sasaran Kegiatan : Meningkatnya Kinerja Layanan Teknis
Sarana dan Prasarana SDA
Indikator Kinerja Kegiatan : Presentase Jumlah Layanan SDA yang
Dapat Dipublikasikan
Klasifikasi Rincian Output (KRO) : [Link] Data Informasi Publik
Satuan Kerja : (694290) Satker BBWS Nusa Tenggara I
Mataram
Nama Paket Pekerjaan : Studi Rasionalisasi Stasiun Pemantauan
Hujan Dan Hidrologi (Rationalization Study
Of Monitoring Station)
Waktu Pelaksanaan : 180 Hari Kerja (6 Bulan)
Alokasi Anggaran : Rp.920.000.000
Target Keluaran : Hasil Studi Rasionalisasi

KAK / TOR RATIONALIZATION STUDY OF MONITORING STATION 2025 1


I. LATAR BELAKANG
A. Dasar Hukum
1. Undang-undang Republik Indonesia Nomor : 17 Tahun 2019 tentang
Sumber Daya Air (SDA);
2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2024
Tentang Pengelolaan Sumber Daya Air;
3. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Republik
Indonesia Nomor 04/PRT/M/2015 Tentang Kriteria Dan Penetapan
Wilayah Sungai;
4. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 28
Tahun 2015 Tentang Penetapan Garis Sempadan Sungai;
5. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 1 tahun 2025 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksanaan Teknis di Kementerian
Pekerjaan Umum.
B. Standar Teknis
1. SNI 03-2822-1992, Metode Pembuatan Lengkung Debit Dan Tabel
Sungai / Saluran Terbuka Dengan Analisisi Grafis;
2. SNI 03-2822-1992, Metode Pembuatan Lengkung Debit Dan Tabel
Sungai / Saluran Terbuka Dengan Analisisi Grafis;
3. SNI 6467 : 2012 Tata Cara Pengukuran Debit Pada Saluran Terbuka
Secara Tidak Langsung dengan Metode Kemiringan Luas;
4. SNI 1724 : 2015 Analisis Hidrologi, Hidraulika dan Kriteria Desain
Bangunan di Sungai;
5. SNI 8066 : 2016 Tata Cara Pengukuran Debit Aliran Sungai dan Saluran
Terbuka Menggunakan Alat Ukur Arus dan Pelampung;
6. SNI 2415: 2016 Tata Cara Perhitungan Debit Banjir Rencana;
7. SNI 2526 : 2019 Tata Cara Pemilihan Lokasi Pos Duga Air di Sungai;
8. Prosedur dan Instruksi Kerja Inspeksi Mutu Pengelolaan Hidrologi
Nomor QA/HDR/10/2009;
9. Prosedur dan Instruksi Kerja Pembuatan Lengkung Debit (Rating Curve)
Nomor QA/HDR/04/2009;
10. Prosedur dan Instruksi Kerja Pemeliharaan Peralatan dan Pos Hidrologi
Nomor : QA/HDR/09/2009;

KAK / TOR RATIONALIZATION STUDY OF MONITORING STATION 2025 2


11. Prosedur dan Instruksi Kerja Pengamatan, Pencataan dan Pelaporan
Data Hidrologi Nomor QA/HDR/02/2009;
12. Prosedur dan Istruksi Kerja Pengolahan Data Dasar Hidrologi Nomor :
QA/HDR/06/2009;
13. Prosedur dan Instruksi Kerja Survey Penempatan dan Pembangunan
Pos Hidrologi Nomor : QA/HDR/01/2009;
14. Prosedur dan Instruksi Kerja Pengukuran Debit Sungai dan Saluran
Terbuka Nomor : QA/HDR/03/2009;
15. Prosedur dan Instruksi Kerja Updating Basis Data dan Publikasi Data
Dasar Hidrologi Nomor QA/HDR/08/2009;
16. Prosedur dan Instruksi Kerja Validasi Data Hidrologi Nomor :
QA/HDR/07/2009;
17. Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum Nomor 07/SE/DA/2019 Tentang
Studi Rasionalisasi Jaringan Pos Hidrologi;
18. Other instruments/documents related to NUFReP as provided by MPW
and the World Bank;
19. World Meteorological Organization (WMO) – No. 1003 : Guidelines on
the Role, Operation and Management of National Hydrological Services;
20. World Meteorological Organization (WMO) – No. 385 : International
Glossary of Hydrology;
21. World Meteorological Organization (WMO) – No. 1045 : Manual on
Estimation of Probable Maximum Precipitation (PMP);
22. World Meteorological Organization (WMO) – No. 1072 : Manual on
Flood Forecasting and Warning;
23. World Meteorological Organization (WMO) – No. 1044 : Manual on
Stream Gauging Volume I – Fieldwork;
24. World Meteorological Organization (WMO) – No. 1044 : Manual on
Stream Gauging Volume II – Computation of Discharge;
25. World Meteorological Organization (WMO) – No. 49 : Technical
Regulations, Basic Documents No. 2 Volume III – Hydrology.
26. World Meteorological Organization (WMO) – No. 168 : Guide to
Hydrological Practices, Volume I.

KAK / TOR RATIONALIZATION STUDY OF MONITORING STATION 2025 3


C. Dasar Panduan Project
1. Project Appraisal Document (PAD);
2. Loan Agreement International Bank For Reconstruction And
Development No : 9459-ID;
3. Guidelines on the Role National Urban Flood Resilience Project
(NUFReP) : Environmental and Social Commitment Plan (ESCP);
4. Guidelines on the Role National Urban Flood Resilience Project
(NUFReP) : Environmental and Social Management Framework (ESMF);
5. Guidelines on the Role National Urban Flood Resilience Project
(NUFReP) : Stakeholder Engagement Framework (SEF);
6. Guidelines on the Role National Urban Flood Resilience Project
(NUFReP) : Land Acquisition and Resettlement Planning Framework
(LARPF);
7. Project Operations Manual (POM);
8. Guidelines on the Role National Urban Flood Resilience Project
(NUFReP) : Monitoring and Evaluation (M&E) framework;
9. Guidelines on the Role National Urban Flood Resilience Project
(NUFReP) : World Bank Environmental and Social Framework (ESF);
10. World Bank Procurement Regulations (dated November 2020);
11. World Bank Group Environmental, Health and Safety Guidelines (“EHS
Guidelines”).

D. Rumus dan Notasi :


Penggunaan rumus-rumus perhitungan disesuaikan referensi yang berlaku
(NSPM) atau text book dengan notasi yang jelas, singkat, tidak tumpang
tindih dan konsisten. Secara umum digambarkan sebagai berikut:

PERHITUNGAN RUMUS
Trend, homogen, konsistensi, stasioner, acak
Uji data iklim, hujan dan
Koefisien variasi, kemencengan, kurtosis,
debit
uji signifikan.
Hujan andalan 20, 50, 80%
Weibull, log Pearson 3 atau distribusi Normal
probabilitas
Forecasting hujan dan Rantai Markov atau Thomas-Fiering
ketersediaan air terkalibrasi, Forecasting hujan satelit
Rasionalisasi Pos Curah WMO, Stepwise, Isohyet, Kriging, Kagan,
Hujan dan Klimatologi Analisa Bobot
WMO, Stepwise, Analisis Debit Banjir
Rasionalisasi Pos Duga Air
Rainrun Hec-HMS, Hecras, dll

KAK / TOR RATIONALIZATION STUDY OF MONITORING STATION 2025 4


E. Gambaran Umum
Berdasarkan Data Informasi Bencana Indonesia (DIBI) dari Badan
Nasional Penanggulangan Bencana, antara tahun 2012 sampai 2021,
terjadi sekitar 30,000 bencana di Indonesia, 65 persennya merupakan
bencana hidrometeorologi. Bencana hidrometeorologi, seperti badai, tanah
longsor dan banjir memberikan dampak buruk pada masyarakat, rumah
rumah dan infrastruktur publik rusak menyebabkan kerugian di semua sektor
kehidupan. Salah satu bencana hidrometeorologi yang sering terjadi di
Indonesia adalah banjir. Pada tahun 2016, banjir terjadi di Kota Bima
Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), menyebabkan lebih dari 2/3 penghuni
kota dievakuasi dan menyebabkan kerusakan infrastruktur menyebabkan
kerugian lebih dari 910 miliar Rupiah. Perkembangan Kota Bima begitu
pesat, namun belum diiringi dengan kapasitas infrastruktur pengendali banjir
yang memadai. Sistem drainase perkotaan yang buruk, deforestasi hutan di
hulu Daerah Aliran Sungai (DAS), perubahan tata guna lahan, hingga
perubahan iklim memperparah tingkat kerawanan dan tingkat risiko banjir di
Kota Bima. Sebagai upaya penanganan banjir Pemerintah Indonesia telah
meningkatkan investasinya meningkatkan ketangguhan banjir di
perkotaan, maka pada tahun 2023 telah ditandatangani loan agreement
kegiatan National Urban Flood Resilience Project (NUFReP) atau Proyek
Nasional Ketangguhan Banjir Perkotaan yang dibiayai pinjaman Bank
Dunia, yang akan dilaksanakan dari Tahun 2023 – 2028, salah satu kota
yang terpilih sebagai lokasi pelaksanaan NUFReP adalah Kota Bima.

Wujud peningkatan ketangguhan banjir berupa pembangunan infrastruktur


pengendali banjir, rehabilitasi sistem drainase perkotaan, pengerukan
sedimen sungai, pelebaran alur sungai, perbaikan struktur dinding sungai
dan pengembangan sistem peringatan dini banjir atau Flood Early Warning
System (FEWS). FEWS merupakan suatu sistem terpadu yang dirancang
untuk mendeteksi, memantau, dan memberikan peringatan dini mengenai
potensi banjir di suatu wilayah. Sistem ini bertujuan untuk meningkatkan
kesiapsiagaan serta mendukung pengambilan keputusan yang cepat dan
tepat dalam rangka mitigasi risiko bencana banjir. Pada fase pemantauan,

KAK / TOR RATIONALIZATION STUDY OF MONITORING STATION 2025 5


keberadaan pos hidrologi dan hidrometeorologi memiliki peran sangat
penting. Pos-pos tersebut berfungsi sebagai sumber utama pengumpulan
data hidrologis dan meteorologis, seperti curah hujan, tinggi muka air sungai,
dan parameter iklim lainnya. Keandalan dan kontinuitas data dari pos-pos ini
sangat menentukan efektivitas dan keberfungsian sistem FEWS secara
keseluruhan.

Kota Bima terletak di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Sisi Utara, Timur dan
Selatan berbatasan dengan Kabupaten Bima, Sisi Barat berbatasan dengan
Teluk Bima. Luas Wilayah Kota Bima sebesar 222.25 km2. Kota Bima
berada di salah satu Wilayah Sungai Strategis Nasional Kewenangan
Kementerian Pekerjaan Umum, khususnya Balai Besar Willayah Sungai
Nusa Tenggara I (BBWS NT I) yaitu Wilayah Sungai Sumbawa. BBWS NT I
berwenang terhadap dua Wilayah Sungai Strategis Nasional yaitu Wilayah
Sungai Lombok dan Wilayah Sungai Sumbawa. Batas Administrasi Kota
Bima melintang diatas beberapa DAS Utilitas di Wilayah Sungai (WS)
Sumbawa yaitu DAS Rontu (terdapat 2 muara DAS Rontu yaitu Sungai
Rontu dan Sungai Jatiwangi) , DAS Soncona, DAS Lebelela, DAS Songgela,
DAS Nungamangu, DAS Nunganae, DAS Moe. Dari beberapa DAS tersebut
hanya DAS Rontu yang hilirnya di Kota Bima dan berkontribusi signifikan
pada debit air sungai yang melintas di Kota Bima. Hulu DAS Rontu terletak
di Wilayah Administrasi Kabupaten Bima. Sebaran Pos Hidrologi eksisiting di
Kota Bima khususnya yang ada di DAS Rontu belum memadai, hanya
terdapat 1 Pos Curah Hujan / Automatic Rainfall Recorder (ARR) yaitu Pos
ARR Kumbe, 1 Pos Klimatologi / Automatic Weather Station (AWS) yaitu
Pos AWS Mande dan 1 Pos Duga Air / Automatic Water Level Recorder
(AWLR) yaitu Pos AWLR Kumbe. Selain pos hidrologi kewenangan BBWS
NT I, pada DAS Rontu juga terdapat pos hidrologi kewenangan BMKG,
terdapat 4 Pos Curah Hujan yang dikelola BMKG yaitu Pos Curah Hujan
Asakota/Jatiwangi, Raba, Rasanae Timur dan Wawo. Dalam rangka
mendukung pelaksanaan kegiatan FEWS, perlu dilaksanakan Kajian
Rasionalisasi Jaringan Pos Hidrologi.

KAK / TOR RATIONALIZATION STUDY OF MONITORING STATION 2025 6


Tabel 1.1 Daftar Pos Eksisting DAS Rontu
No Pos Hidrologi Katagori Pengelola
1 ARR Rontu Pos Curah Hujan BBWS NT I
2 AAWS Mande Pos Klimatologi BBWS NT I
3 AWLR Rontu Pos Duga Air BBWS NT I
4 ARR Asakota/Jatiwangi Pos Curah Hujan BMKG
5 ARR Raba Pos Curah Hujan BMKG
6 ARR Rasanae Timur Pos Curah Hujan BMKG
7 ARR Wawo Pos Curah Hujan BMKG

PETA POS HIDROLOGI


BBWS NT I

Gambar 1.1 Peta Pos Hidrologi Kewenangan BBWS NT I

KAK / TOR RATIONALIZATION STUDY OF MONITORING STATION 2025 7


PETA POS HIDROLOGI
BMKG

Gambar 1.2 Peta Pos Hidrologi Kewenangan BMKG

II. RELEVANSI RPJMN/RENSTRA/RKP


Mendukung Program Ketahanan Sumber Daya Air Sesuai dengan RPJMN dan
RENSTRA Kementerian Pekerjaan Umum.

III. MAKSUD DAN TUJUAN


A. Maksud kegiatan ini antara lain :
Maksud Kegiatan Studi Rasionalisasi Stasiun Pemantauan Hujan dan
Hidrologi (Rationalization Study Of Monitoring Station) adalah mengevaluasi
efektivitas, efisiensi, dan relevansi jaringan pos hidrologi yang ada saat ini,
guna memastikan bahwa distribusi, jenis, dan fungsi pos tersebut
mendukung kebutuhan pengelolaan sumber daya air, sistem peringatan dini
banjir (FEWS), serta pemantauan hidrologi secara berkelanjutan. Melalui
studi ini, diharapkan dapat dihasilkan rekomendasi teknis yang berbasis data
dan kebutuhan aktual, termasuk penambahan, pengurangan, atau relokasi
pos hidrologi agar lebih optimal dalam mendukung sistem informasi hidrologi
nasional maupun kebutuhan daerah.

KAK / TOR RATIONALIZATION STUDY OF MONITORING STATION 2025 8


B. Tujuan kegiatan ini antara lain :
Tujuan Kegiatan Studi Rasionalisasi Stasiun Pemantauan Hujan dan
Hidrologi (Rationalization Study of Monitoring Station) sebagai berikut:
1. Jaringan Pos Hidrologi dan Hidrometeorologi yang direncanakan dapat
menggambarkan karakteristik hidrologi dan Klimatologi Kota Bima;
2. Jaringan Pos Hidrologi dan Hidrometeorologi yang direncanakan dapat
mendukung upaya penangan banjir di Kota Bima melalui pencataan data
dan penyampaian data secara real-time kepada platform FEWS;
3. Jaringan Pos Hidrologi dan Hidrometeorologi mampu meningkatkan
Ketahanan Banjir di Kota Bima.

IV. PENERIMA MANFAAT


Penerima manfaat dari Kegiatan Studi Rasionalisasi Stasiun Pemantauan Hujan
dan Hidrologi (Rationalization Study of Monitoring Station) yaitu seluruh elemen
masyarakat dan para pemangku kebijakan.

V. RUANG LINGKUP KEGIATAN


Ruang lingkup kegiatan studi rasionalisasi stasiun pemantauan hujan dan
hidrologi (Rationalization Study of Monitoring Station ) sebagai berikut :
A. Rasionalisasi Jaringan Pos Hidrologi, meliputi :
1. Penyusunan kajian karakteristik hujan Kota Bima dan Wilayah Sungai
Sumbawa, untuk menggambarkan karakteristik hujan pada wilayah
kajian dan sebagai dasar validasi lokasi Pos Curah Hujan dan Pos
Klimatologi yang terpilih dari hasil rasionalisasi;
2. Penyusunan kajian karakteristik luapan air sungai dan genangan
banjir, untuk mengidentifikasi lokasi genangan banjir, titik luapan air
pada sungai yang melintasi kota bima dan sebagai dasar validasi
lokasi Pos Duga Air yang terpilih dari hasil rasionalisasi;
3. Pengumpulan data hujan, iklim dan debit groundstation dari pos
hidrologi yang dikelola BBWS NT I dan BMKG (data minimal 10
tahun);
4. Pengumpulan data curah hujan dan iklim satelit dari beberapa satelit
yang ada seperti GPM, GSMaP, ECMWS, Himawari-9, CMORPH, dsb
(data minimal 10 tahun);’
KAK / TOR RATIONALIZATION STUDY OF MONITORING STATION 2025 9
5. Pengujian statistik berupa validasi data curah hujan, iklim dan debit
groundstation dari pos hidrologi eksisting;
6. Pengujian statistik (RMSE, NSE dan Koefisien Korelasi) berupa
kalibrasi data hujan dan iklim satelit menggunakan data curah hujan
dan iklim groundstation;
7. Rasionalisasi jaringan pos hidrologi pada Pos Curah Hujan / ARR dan
Pos Klimatologi / AWS menggunakan Metode WMO, Stepwise,
Isohyet (kriging dan IDW), Kagan-Rodda, Analisa Bobot, dsb. Metode
Rasionalisasi berpedoman pada Surat Edaran Dirjen SDA
Kementerian PUPR No. 07/SE/DA/2019 tanggal 28 November 2019
tentang Prosedur pelaksanaan studi rasionalisasi jaringan pos
hidrologi. Rasionalisasi di lakukan di Kota Bima (mempertimbangkan
aspek FEWS) dan WS Sumbawa secara keseluruhan;
8. Rasionalisasi jaringan pos hidrologi pada duga air / AWLR
menggunakan Metode WMO, Stepwise dan analisis debit banjir.
Rasionalisasi berpedoman pada Surat Edaran Dirjen SDA
Kementerian PUPR No. 07/SE/DA/2019 tanggal 28 November 2019
tentang Prosedur pelaksanaan studi rasionalisasi jaringan pos
hidrologi.
9. Analisis debit banjir per Sub DAS / Catchment area node sungai
menggunakan Software seperti HEC-HMS, HEC-RAS, atau model
matematis berbasis Software Microsoft Excel untuk mengidentifikasi
catchment area node sungai yang kontribusi debitnya signifikan
terhadap banjir, mengestimasi waktu tiba banjir (Lag Time), debit
puncak banjir dan waktu puncak banjir (Time Peak);
10. Analisis kerentanan banjir per Sub DAS / Catchment area node
sungai menggunakan metode skoring katagori penggunaan lahan
untuk mengidentifikasi catchment area yang kerentanan banjirnya
tinggi;
11. Penyusunan kajian analisis pembobotan untuk dapat memilih Skema
Jaringan Pos Hidrologi yang paling tepat dari beberapa metode yang
digunakan;

KAK / TOR RATIONALIZATION STUDY OF MONITORING STATION 2025 10


12. Penyusunan kajian model simulasi kinerja pos hidrologi pada simulasi
banjir Kota Bima untuk mensimulasi kinerja pos pos hidrologi terpilih
terhadap estimasi banjir pada titik titik Pos Duga Air yang digunakan
sekaligus sebagai Pos Pantau FEWS;
13. Catatan : Rasionalisasi jaringan pos hidrologi mempertimbangkan
faktor karakteristik DAS dan karakteristik sungai seperti, tutupan
lahan, jenis vegetasi, jenis tanah dan khusus untuk Pos Duga Air
memperhatikan faktor stabilitas lereng sungai, morfologi sungai,
geologi sungai dan stabilitas profil aliran sungai (berpedoman pada
kriteria dan sub kriteria pos hidrologi menurut Surat Edaran Dirjen No.
07/SE/DA/2019);
14. Catatan : Rasionalisasi jaringan pos hidrologi mempertimbangkan
faktor Aksesibilitas seperti akses untuk pembangunan pos hidrologi,
akses untuk pemeliharaan pos, akses jaringan internet dan kelistrikan
untuk menunjang kinerja peralatan telemetri pos hidrologi
(berpedoman pada kriteria dan sub kriteria pos hidrologi menurut
Surat Edaran Dirjen No. 07/SE/DA/2019);
15. Catatan : Rasionalisasi jaringan pos curah hujan dibuat untuk Kota
Bima dan Wilayah Sungai Sumbawa Secara Keseluruhan, mengingat
Kota Bima berada di salah satu Wilayah Sungai Sumbawa.

B. Survey Lapangan, meliputi :


1. Pelaksanaan survei pada pos hidrologi eksisting, melaksanakan
Quality Control dan mengidentifikasi instrumen alat yang masih
berfungsi atau perlu diganti (Pra konstruksi).
2. Pelaksanaan survei lapangan untuk pengukuran topografi site dan
status kepemlikian lahan untuk usulan lokasi Pos Curah Hujan, Pos
Klimatologi dan Pos Duga Air;
3. Pelaksanaan survei akses jalan, akses internet dan kelistrikan untuk
operasional pos hidrologi.

KAK / TOR RATIONALIZATION STUDY OF MONITORING STATION 2025 11


C. Perencanaan Pos Hidrologi (Pos Curah Hujan, Pos Klimatologi dan
Pos Duga Air), meliputi :
1. Penyusunan skema dan rencana relokasi dan/atau revitalisasi pos
hidrologi eksisting (jika direkomendasikan untuk direlokasi atau
direvitalisasi);
2. Penyusunan rancangan desain pos hidrologi baru, berdasarkan
Skema Jaringan Pos Hidrologi (Pos Curah Hujan, Pos Klimatologi dan
Pos Duga Air) berupa gambar kerja dan detail desain bangunan
(desain jaringan pos hidrologi mempertimbangkan Infrastruktur
Eksisting, Infrastruktur baru yang terbangun melalui kegiatan
NUFReP, Karakteristik Banjir, RTRW, dll);
3. Penyusunan model inovasi dudukan alat pencatat data yang modern
dan canggih sehingga fungsi alat dapat tetap berjalan dan beroperasi
dalam kondisi banjir (contohnya : memiliki tiang mekanis yang
elevasinya bisa ditinggikan);
4. Penyusunan rancangan instrumen alat pencatat data pos hidrologi,
rekomendasi merk, type dan spesifikasi teknis (Sesuai SNI dan
WMO), seperti alat Penakar Hujan Otomatis, Penakar Hujan Manual,
Anemometer, Jam mekanik AWLR, Pan E, dsb dengan
mempertimbangkan kewajaran harga dan ketersediaan alat di
pasaran;
5. Penyusunan skema jaringan kelistrikan, jaringan internet dan sistem
telemetri;
6. Penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) dan manual book
mengenai Operasi dan Pemeliharaan Harian Pos Hidrologi dan
Hidrometeorologi, termasuk kebutuhan sumber daya manusia (SDM);
7. Penyusunan dokumen pengadaan untuk pos hidrologi baru dan
revitalisasi pos hidrologi berdasarkan hasil studi rasionalisasi;
8. Penyusunan dokumen lingkungan (AMDAL) dan sosial sehubungan
dengan pengadaan pos hidrologi baru maupun revitalisasi pos
hidrologi eksisting.

KAK / TOR RATIONALIZATION STUDY OF MONITORING STATION 2025 12


D. Penyusunan Rencana Anggaran Biaya pembangunan pos hidrologi
dan pengadaan alat :
1. Penyusunan Rencana Anggaran Biaya pembangunan Pos Curah
Hujan, Pos Klimatologi dan Pos Duga Air sesuai desain, gambar
kerja, dan spesifikasi teknis yang sudah disahkan;
2. Penyusunan Rencana Anggaran Biaya relokasi dan atau revitalisasi
Pos Curah Hujan, Pos Klimatologi dan Pos Duga Air eksisting sesuai
desain, gambar kerja dan spesifikasi teknis yang sudah disahkan (jika
direkomendasikan pindah);
3. Penyusunan Rencana Anggaran Biaya insfrastruktur pendukung
seperti biaya akses jalan menuju pos hidrologi dari jalan utama;
4. Penyusunan Rencana Anggaran Biaya peralatan pendukung jaringan
internet dan kelistrikan;
5. Penyusunan Rencana Anggaran Biaya pengadaan alat pada Pos
Curah Hujan, Pos Klimatologi dan Pos Duga Air, lengkap dengan
rincian teknologi tambahan agar alat pencatat data tetap beroperasi
saat banjir;
6. Penyusunan Rencana Anggaran Biaya operasional pos hidrologi
meliputi biaya peralatan pendukung dan bahan pencatat data,
contohnya gelas ukur, grafik hujan, grafik debit, pena tinta dsb;
7. Penyusunan Rencana Anggaran Biaya pemeliharaan, perawatan pos
hidrologi, dan gaji/upah penjaga pos dalam rangka pencatatan
manual, pengawasan, perawatan dan pemeliharaan pos hidrologi
untuk periode waktu tertentu, misal bulanan, tahunan dll.

E. Penyusunan sistem operasional Pos Hidrologi dan Hidroklimatologi


dalam mendukung sistem FEWS pada kegiatan NUFReP, meliputi:
1. Penyusunan Flowchart Operasional Pos Hidrologi dalam rangka
mendukung sistem Flood Early Warning System (FEWS);
2. Penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) atau manual book
untuk setiap Penjaga Pos dalam menghadapi kejadian banjir;
Penyusunan kajian khusus mengenai teknologi modern Pos Hidrologi
yang nantinya dapat meningkatkan kinerja pos hidrologi

KAK / TOR RATIONALIZATION STUDY OF MONITORING STATION 2025 13


VI. LOKASI PELAKSANAAN PEKERJAAN
Studi Rasionalisasi Stasiun Pemantauan Hujan Dan Hidrologi (Rationalization
Study of Monitoring Station) berdasarkan batas administratif, di laksanakan di
Kota Bima, Pulau Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Berdasarkan batas
alam, kegiatan dilaksanakan di DAS Rontu, Wilayah Sungai Sumbawa.

Gambar 1.3 Peta Administrasi Kota Bima Provinsi NTB

.
Gambar 1.4 Peta DAS Rontu Wilayah Sungai Sumbawa

KAK / TOR RATIONALIZATION STUDY OF MONITORING STATION 2025 14


VII. STRATEGI PENCAPAIAN KELUARAN
A. Metode Pelaksanaan Rasionalisasi Jaringan Pos Hidrologi, meliputi
1. Metode Pelaksanaan Metode pelaksanaan penyusunan kajian
karakteristik hujan Kota Bima;
i. Mengumpulkan data (Minimal 10 tahun data) :
▪ Data hujan Groundstation Pos ARR;
▪ Data dan Peta Hujan Satelit;
▪ Peta Analisis Sifat Hujan BMKG
ii. Analisis data :
▪ Membuat peta isohyet data hujan Groundstation tahunan
pada wilayah Kota Bima dan Kabupaten Bima (Melingkupi
DAS Rontu dan sekitarnya);
▪ Menganalisis spasial dengan meng-overlay semua peta (Peta
Isohyet, Peta Hujan Satelit dan Peta Sifat Hujan).
▪ Menganalisis karakter dan sifat hujan Kota Bima.
iii. Output kegiatan :
▪ Satu Peta yang menggambarkan karakteristik
hidrometeorologi / hujan pada wilayah Kota Bima dan
Kabupaten Bima (Melingkupi DAS Rontu dan sekitarnya).
iv. Tujuan Analisis :
▪ Memvalidasi jaringan Pos Curah Hujan dan Klimatologi hasil
rasionalisasi.

2. Metode pelaksanaan penyusunan kajian karakteristik luapan air


sungai dan genangan banjir Kota Bima;
i. Mengumpulkan data (Minimal 10 tahun data) :
▪ Peta genangan banjir BPBD / BNPB;
▪ Inventarisasi titik luapan air dan penampang yang rentan
terhadap banjir pada seluruh penampang alur sungai.
ii. Analisis data :
▪ Membuat peta titik luapan air dan penampang yang rentan
terhadap banjir

KAK / TOR RATIONALIZATION STUDY OF MONITORING STATION 2025 15


▪ Melakukan analisis spasial dengan meng-overlay semua peta
(Peta Genangan Banjir, Peta titik luapan air dan penampang
yang rentan terhadap banjir);
iii. Output kegiatan :
▪ Satu Peta yang menggambarkan karakteristik luapan air
sungai dan genangan banjir Kota Bima pada wilayah Kota
Bima dan Kabupaten Bima (Melingkupi DAS Rontu dan
sekitarnya);
iv. Tujuan Analisis :
▪ Memvalidasi lokasi Pos Duga Air yang terpilih dari hasil
rasionalisasi.

3. Metode pelaksanaan rasionalisasi Pos Curah Hujan / ARR dan


Pos Klimatologi / AWS Kota Bima;
i. Mengumpulkan data (Minimal 10 tahun data) :
▪ Data spasial berupa peta data dasar , seperti Peta Wilayah
Sungai, Peta DAS, Peta Kota Bima, dsb;
▪ Database infrastruktur SDA yang dibutuhkan untuk analisis;
▪ Data hujan Groundstation Pos ARR dan Pos Iklim;
▪ Data hujan satelit GPM, CHIRPS, IMERG, Himawari,
CMORPH, PERSIANN-CDR, GSMaP, dsb.
ii. Analisis data :
▪ Melaksanakan Uji Statistik berupa uji validasi data, uji
konsistensi, uji homogenitas, uji persistensi, dan uji ketidak
ada an trend, dsb dari data Pos Curah Hujan pos hujan dan
Klimatologi eksisting;
▪ Melaksanakan kalibrasi data antara data hujan satelit dengan
data hujan Groundstation;
▪ Melaksanakan kajian rasionalisasi Pos Curah Hujan dan Pos
Klimatologi menggunakan 5 metode sesuai SE Menteri
Pekerjaan Umum Nomor 07/SE/DA/2019 Tentang Studi
Rasionalisasi Jaringan Pos Hidrologi, yaitu menggunakan :

KAK / TOR RATIONALIZATION STUDY OF MONITORING STATION 2025 16


- Metode kerapatan World Meteorological Organization
(WMO);
- Metode Stepwise;
- Metode Kagan;
- Metode Isohyet;
- Metode kendali mutu.
iii. Output kegiatan :
▪ Alternatif skema jaringan Pos Curah Hujan dan Klimatologi
rekomendasi dari masing masing metode (1 metode terdiri
dari lebih dari satu rekomendasi).
iv. Tujuan Analisis :
▪ Mendapatkan alternatif Skema Jaringan Pos Curah Hujan dan
Klimatologi rekomendasi dari masing-masing metode.

4. Metode pelaksanaan penyusunan rasionalisasi Pos Duga Air /


AWLR;
i. Pengumpulan data (Minimal 10 tahun data) :
▪ Data spasial berupa peta data dasar, seperti Peta Wilayah
Sungai, Peta DAS, Peta Wilayah Kota Bima, dsb;
▪ Database infrastruktur SDA yang dibutuhkan untuk analisis;
▪ Data Tinggi Muka Air dan Debit Pos AWLR;
ii. Analisis data :
▪ Melaksanakan uji statistik terhadap data Pos Duga Air
eksisting, yang mencakup antara lain uji validasi data, uji
konsistensi, uji homogenitas, uji persistensi, dan uji
keberadaan tren, serta uji lainnya yang relevan.
▪ Melaksanakan kajian rasionalisasi Pos Duga Air
menggunakan 2 (dua) metode sesuai SE Menteri Pekerjaan
Umum Nomor 07/SE/DA/2019 Tentang Studi Rasionalisasi
Jaringan Pos Hidrologi, yaitu menggunakan;
- Metode kerapatan World Meteorological Organization
(WMO);
- Metode Stepwise.

KAK / TOR RATIONALIZATION STUDY OF MONITORING STATION 2025 17


iii. Output kegiatan :
▪ Alternatif Skema Jaringan Pos Duga Air rekomendasi dari
masing-masing metode (1 metode terdiri dari lebih dari satu
rekomendasi).
iv. Tujuan Analisis :
▪ Mendapatkan alternatif Skema Jaringan Pos Duga Air
rekomendasi dari masing-masing metode.

5. Metode pelaksanaan analisis debit banjir per Sub DAS /


Catchment Area node sungai.
i. Pengumpulan data (Minimal 10 tahun data) :
▪ Data spasial berupa peta data dasar , seperti Peta Wilayah
Sungai, Peta DAS, Peta Wilayah Kota Bima, dsb;
▪ Database infrastruktur SDA yang dibutuhkan untuk analisis;
▪ Data hujan Groundstation Pos ARR;
▪ Data hujan Groundstation Pos Iklim;
▪ Data hujan satelit GPM, CHIRPS, IMERG, Himawari,
CMORPH, PERSIANN-CDR, GSMaP, dsb;
▪ Data Tinggi Muka Air dan Debit jam-jaman Pos AWLR;
ii. Analisis data :
▪ Melaksanakan uji statistik terhadap data Pos Duga Air
eksisting, yang mencakup antara lain uji validasi data, uji
konsistensi, uji homogenitas, uji persistensi, dan uji
keberadaan tren, serta uji lainnya yang relevan.
▪ Melaksanakan kalibrasi data antara data hujan satelit dengan
data hujan Groundstation;
▪ Melaksanakan digitasi node sungai dan catchment area DAS
Rontu, node acuan pertama adalah lokasi titik pos duga air
eksisting (AWLR Kumbe), penentuan node sungai
berdasarkan kesesuaian luas catchment area rencana
dengan kriteria luas standar WMO, atau atas pertimbangan
lain (dibuat beberapa alternatif);

KAK / TOR RATIONALIZATION STUDY OF MONITORING STATION 2025 18


▪ Menganalisis hujan wilayah tiap catchment area
menggunakan metode isohyet atau poligon theissen;
▪ Menghitung estimasi debit banjir untuk setiap catchment area;
▪ Mengkalibrasi debit banjir dengan debit jam- jaman pos duga
air pada titik AWLR.
iii. Output kegiatan :
▪ Alternatif Skema Jaringan Pos Duga Air.
iv. Tujuan Analisis :
▪ Mendapatkan alternatif Skema Jaringan Pos Duga Air.

6. Metode pelaksanaan analisis kerentanan banjir per Sub DAS /


Catchment Area node sungai.
i. Pengumpulan data (Minimal 10 tahun data) :
▪ Data spasial berupa peta data dasar , seperti Peta Wilayah
Sungai, Peta DAS, Peta Wilayah Kota Bima, dsb;
▪ Peta tata guna lahan, peta jenis tanah, peta kemiringan
lereng;
ii. Analisis data :
▪ Melaksanakan digitasi node sungai dan catchment area DAS
Rontu, node acuan pertama adalah lokasi titik pos duga air
eksisting (AWLR Kumbe), penentuan node sungai
berdasarkan kesesuaian luas catchment area rencana
dengan kriteria luas standar WMO, atau atas pertimbangan
lain (dibuat beberapa alternatif);
▪ Mengidentifikasi nilai bobot (skor) untuk tiap katagori tata
guna lahan;
▪ Menganalisis Kerentanan Banjir dengan metode skoring,
faktor presentasi luas wilayah yang dilintasi tata guna lahan
tertentu kajian digunakan sebagai faktor pengali skor.
iii. Output kegiatan :
▪ Alternatif rekomendasi Skema Jaringan Pos Duga Air.
iv. Tujuan Analisis :
▪ Mendapatkan alternatif Skema Jaringan Pos Duga Air.

KAK / TOR RATIONALIZATION STUDY OF MONITORING STATION 2025 19


7. Metode pelaksanaan penyusunan analisis pembobotan hasil
rasionalisasi.
i. Pengumpulan data hasil rasionalisasi Pos Curah Hujan dan Pos
Iklim:
▪ Hasil rasionalisasi metode kerapatan World Meteorological
Organization (WMO);
▪ Hasil rasionalisasi Metode Stepwise;
▪ Hasil rasionalisasi Metode Kagan;
▪ Hasil rasionalisasi Metode Isohyet;
▪ Hasil rasionalisasi Metode kendali mutu.
ii. Pengumpulan data hasil rasionalisasi Pos Duga Air:
▪ Hasil rasionalisasi metode kerapatan World Meteorological
Organization (WMO);
▪ Hasil rasionalisasi Metode Stepwise;
▪ Hasil rasionalisasi Metode Kagan;
▪ Hasil rekomendasi analisis debit banjir;
▪ Hasil rekomendasi analisis kerentanan banjir.
iii. Analisis data :
▪ Menentukan dan merekap skor / nilai bobot untuk masing
masing metode sebagai dasar penilaian.
▪ Menganalisis untuk memilih Skema Pos Curah Hujan dan Pos
Klimatologi ter-representatif;
▪ Menganalisis untuk memilih Skema Pos Duga Air ter-
representatif;
iv. Output kegiatan :
▪ Skema Jaringan Pos Curah Hujan dan Pos Klimatologi;
▪ Skema Jaringan Pos Duga Air.
v. Tujuan Analisis :
▪ Memilih alternatif Skema Jaringan Pos Curah Hujan dan Pos
Klimatologi yang terbaik dan ter-representatif dari beberapa
metode rasionalisasi;
▪ Memilih alternatif Skema Jaringan Pos Duga Air yang terbaik
dan ter-representatif dari beberapa metode rasionalisasi;

KAK / TOR RATIONALIZATION STUDY OF MONITORING STATION 2025 20


8. Metode pelaksanaan kajian model simulasi banjir Kota Bima.
i. Pengumpulan data (Minimal 10 tahun data) :
▪ Data spasial berupa peta data dasar , seperti Peta Wilayah
Sungai, Peta DAS, Peta Wilayah Kota Bima, dsb;
▪ Peta Skema Jaringan Pos Curah Hujan dan Pos Klimatologi
terpilih dari hasil rasionalisasi;
▪ Peta Skema Jaringan Pos Duga Air terpilih dari hasil
rasionalisasi;
▪ Peta catchment area lokasi pos duga air berdasarkan Skema
Jaringan Pos Duga Air terpilih melalui metode analisis debit
banjir per Sub DAS / Catchment Area;
▪ Database infrastruktur SDA yang dibutuhkan untuk analisis;
▪ Data hujan Groundstation Pos ARR;
▪ Data hujan Groundstation Pos Iklim;
▪ Data hujan satelit GPM, CHIRPS, IMERG, Himawari,
CMORPH, PERSIANN-CDR, GSMaP, dsb.
▪ Data Tinggi Muka Air Pos AWLR;
▪ Data Debit Pos AWLR;
ii. Analisis data :
▪ Melaksanakan Uji Statistik berupa uji validasi data, uji
konsistensi, uji homogenitas, uji persistensi, dan uji ketidak
ada an trend, dsb dari data Pos Curah Hujan pos hujan dan
Klimatologi eksisting;
▪ Melaksanakan kalibrasi data antara data hujan satelit dengan
data hujan Groundstation;
▪ Membuat analisis curah hujan rerata wilayah pada Catchment
Area Pos Duga Air yang terpilih dari hasil kajian rasionalisasi.
Curah hujan yang digunakan adalah curah hujan satelit
terkalibrasi pada titik pos curah hujan terpilih dari hasil kajian
rasionalisasi;
▪ Membuat model simulasi kinerja pos hidrologi pada simulasi
banjir Kota Bima terdiri dari analisis debit rain-run

KAK / TOR RATIONALIZATION STUDY OF MONITORING STATION 2025 21


menggunakan curah hujan (curah hujan satelit terkalibrasi)
pada titik pos curah hujan terpilih dari kajian rasionalisasi;
▪ Mengkalibrasi debit banjir analisis pada Catchment Area Pos
Duga Air dengan data bebit Pos AWLR Kumbe;
iii. Output kegiatan :
▪ Model model simulasi kinerja pos hidrologi pada simulasi
banjir Kota Bima.
iv. Tujuan Analisisis :
▪ Memverifikasi ketepatan lokasi pos hidrologi hasil
rasionalisasi.

B. Metode Pelaksanaan Survey Lapangan, meliputi


1. Metode pelaksanaan survey pada pos hidrologi eksisting Kota
Bima;
i. Kegiatan :
▪ Melaksanakan survey pada pos hidrologi eksisting;
▪ Melaksanakan Quality Control pada pos hidrologi eksisting;
▪ Melaksanakan mengidentifikasi instrumen alat yang masih
berfungsi atau perlu diganti.
ii. Output kegiatan :
▪ Laporan survey pos hidrologi eksisting.
iii. Tujuan Analisis :
▪ Persiapan relokasi pos hidrologi (jika direkomendasikan
relokasi oleh hasil rasionalisasi.

2. Metode pelaksanaan survey lapangan untuk pengukuran


topografi site dan status kepemilikan lahan untuk usulan lokasi
Pos Curah Hujan, Pos Klimatologi, dan Pos Duga Air
i. Kegiatan :
▪ Konsultan harus melakukan konsultasi dengan masyarakat
sekitar di lokasi potensial untuk pembangunan stasiun
hidrologi.

KAK / TOR RATIONALIZATION STUDY OF MONITORING STATION 2025 22


▪ Pengecekan status kepemilikan lahan dan pengukuran site
lokasi Pos Curah Hujan. Melaksanakan survey, pemasangan
patok benchmarking, pen-setting-an patok benchmarking dan
pengukuran topografi site lokasi pembangunan Pos Curah
Hujan / ARR pada semua titik rekomendasi hasil kajian
rasionalisasi;

500 cm

500 cm

Gambar 1.5 Zona Pengukuran topografi site pos curah hujan

▪ Pengecekan status kepemilikan lahan dan pengukuran site


lokasi Pos Klimatologi, Melaksanakan survey, pemasangan
patok benchmarking, pen-setting-an patok benchmarking dan
pengukuran topografi site lokasi pembangunan Pos
Klimatologi / AWS pada semua titik rekomendasi hasil kajian
rasionalisasi;
▪ Pengecekan status kepemilikan lahan dan pengukuran site
lokasi Pos Duga Air, Melaksanakan survey, pemasangan
patok benchmarking, pen-setting-an patok benchmarking dan
pengukuran topografi cross section lokasi pembangunan pos
duga air pos / AWLR pada semua titik rekomendasi hasil

KAK / TOR RATIONALIZATION STUDY OF MONITORING STATION 2025 23


kajian rasionalisasi. Kegiatan pengukuran melingkupi
pengukuran Long Section sungai (250 meter dari hulu lokasi
Pos Duga Air dan 250 meter dari hilir lokasi Pos Duga Air , L
total 500 m) dan pengukuran Cross Section sungai (Jumlah
Cross Section : 13 Section). Pengukuran Long dan Cross
Section dalam rangka menganalisis debit banjir metode tak
langsung untuk melengkapi debit banjir dan bankfull pada
rating curve pos AWLR.

800
cm

1200
Gambar 1.6 Zona Pengukuran
cmtopografi site pos klimatologi

L = 25 m

L = 500 m

Gambar 1.7 Zona Pengukuran Topografi Site Pos Duga Air

KAK / TOR RATIONALIZATION STUDY OF MONITORING STATION 2025 24


ii. Output kegiatan :
▪ Laporan gambar hasil pengukuran topografi lokasi Pos Curah
Hujan dan Pos klimatologi;
▪ Laporan gambar hasil pengukuran topografi lokasi Pos Duga
Air (Cross & Long Section);
Laporan hasil pengecekan status lahan pada lokasi usulan
pembangunan stasiun hidrologi baru.

iii. Tujuan Analisis :


▪ Sebagai dasar perencanaan (gambar kerja, gambar detail dan
perencanaan struktur, rencana anggaran biaya) pos curah
hujan, pos klimatologi dan pos duga air

3. Metode pelaksanaan survey akses jalan, akses internet dan


kelistrikan untuk operasi pos hidrologi;
i. Kegiatan :
▪ Melaksanakan survey akses jalan untuk mengidentifikasi
apakah perlu dibangunkan akses jalan menuju pos;
▪ Melaksanakan survey akses internet dan kelistrikan untuk
mengidentifikasi apakah perlu dibangunkan infrastruktur
pendukung untuk jaringan internet dan kelistrikan.
ii. Output kegiatan :
▪ Sketsa dan skema rute jalan, skema jaringan internet dan
jaringan kelistrikan
iii. Tujuan Analisis :
▪ Sebagai dasar perencanaan (gambar kerja, gambar detail dan
rencana anggaran biaya) akses jalan, akses internet dan
kelistrikan.

KAK / TOR RATIONALIZATION STUDY OF MONITORING STATION 2025 25


C. Metode Pelaksanaan Perencanaan Pos Hidrologi (Pos Curah Hujan,
Pos Klimatologi dan Pos Duga Air), meliputi
1. Metode pelaksanaan penyusunan skema dan Rencana Relokasi
dan Revitalisasi Pos Hidrologi Eksisting (jika direkomendasikan
untuk direlokasi);
i. Kegiatan :
▪ Identifikasi komponen pos hidrologi eksisting yang di rekolasi
atau di hancurkan karena konstruksinya permanen;
▪ Identifikasi instrumen alat pos hidrologi yang tidak berfungsi
dan alat pos hidrologi yang masih berfungsi untuk direlokasi;
ii. Output kegiatan :
▪ Rekap Komponen dan alat pos hidrologi eksisting.
iii. Tujuan Analisis :
▪ Mengestimasi komponen dan instrumen alat apa saja yang di
relokasi dan menyusun skema pengadaan komponen alat
yang sudah tidak berfungsi

2. Metode pelaksanaan penyusunan rancangan desain pos


hidrologi baru, berdasarkan Skema Jaringan Pos Hidrologi yang
terpilih dari hasil rasionalisasi (Pos Curah Hujan, Pos Klimatologi
dan Pos Duga Air);
i. Kegiatan :
▪ Identifikasi karakteristik geologi, stabilitas tanah dilokasi
pembangunan pos hidrologi, sebelum mendesain pos
hidrologi utamanya pos duga air;
▪ Memilih jenis / type bangunan pos yang dibangun sesuai
dengan SNI dan standar teknis yang berlaku;
▪ Mengonsep desain pos baru yang lebih futuristik tetapi tetap
sesuai dengan SNI pembangunan Pos Hidrologi;
▪ Membuat gambar kerja dan gambar detail pos hidrologi
berdasarkan hasil survey topografi.

KAK / TOR RATIONALIZATION STUDY OF MONITORING STATION 2025 26


Gambar 1.8 Denah Standar SNI Pos Curah Hujan

Gambar 1.9 Tinggi Pagar Standar SNI Pos Curah Hujan

KAK / TOR RATIONALIZATION STUDY OF MONITORING STATION 2025 27


Gambar 1.10 Denah Standar SNI Pos Klimatologi

Gambar 1.11 Tinggi Pagar Standar SNI Pos Klimatologi

Gambar 1.12 Denah Pos Duga Air Type Konsol (Sampel)

KAK / TOR RATIONALIZATION STUDY OF MONITORING STATION 2025 28


Gambar 1.13 Tinggi Pos Duga Air Type Konsol (Sampel)

iv. Output kegiatan :


▪ Gambar kerja dan gambar detail pos hidrologi.
v. Tujuan Analisis :
▪ Dasar estimasi biaya pembangunan pos hidrologi.

3. Metode pelaksanaan Penyusunan model inovasi dudukan alat


pencatat data;
i. Kegiatan :
▪ Membuat konsep desain dudukan alat mekanis yang modern
dan canggih untuk meninggikan elevasi kedudukan alat;
▪ Membuat gambar kerja dan gambar detail dudukan alat
mekanis.
ii. Output kegiatan :
▪ Gambar kerja dan gambar detail dudukan alat mekanis,
iii. Tujuan Analisis :
▪ Desain dudukan alat yang mampu ditinggikan elevasinya
akan memungkinkan alat pencatat data tetap beroperasi saat
terjadi hujan dan banjir.

KAK / TOR RATIONALIZATION STUDY OF MONITORING STATION 2025 29


4. Metode pelaksanaan penyusunan rancangan instrumen alat
pencatat data pos hidrologi, rekomendasi merk, type dan
spesifikasi teknis (Sesuai SNI dan WMO);
i. Kegiatan :
▪ Menyusun rancangan instrumen alat pada semua pos
hidrologi hasil rasionalisasi;
▪ Menyusun rekomendasi merk, type dan spesifikasi teknis
(Sesuai SNI dan WMO) dari seluruh instrumen alat yang ada
pada pos hidrologi,
ii. Output kegiatan :
▪ Rekomendasi rancangan instrumen, rekomendasi merk dan
spesifikasi teknis alat
iii. Tujuan Analisis :
▪ Mendapatkan rancangan instrumen alat, merk dan spesifikasi
teknis alat yang terbaik untuk mendukung operasional pos
hidrologi.

5. Metode pelaksanaan penyusunan skema jaringan kelistrikan,


jaringan internet dan sistem telemetri;
i. Kegiatan :
▪ Menyusun skema jaringan kelistrikan, skema sumber listrik
alternatif untuk memastikan pos hidrologi tetap beroperasi
dalam posisi listrik padam oleh PLN atau akibat terjadinya
banjir;
▪ Menyusun skema jaringan internet, skema internet alternatif
untuk memastikan pos hidrologi tetap beroperasi dalam posisi
jaringan internet mengalami gangguan;
▪ Menyusun skema / flowchart pelaporan data secara realtime
dari sistem telemetri pos hidrologi kepada model FEWS.
ii. Output kegiatan :
▪ Skema jaringan kelistrikan dan jaringan internet;
▪ Flowchart sistem telemetri

KAK / TOR RATIONALIZATION STUDY OF MONITORING STATION 2025 30


iii. Tujuan Analisis :
▪ Memudahkan proses maintenance apabila terdapat
permasalahan pada jaringan. Lebih detail memastikan
keandalan sistem pos hidrologi dalam menghadapi banjir
sebagai bentuk mitigasi banjir.

6. Metode pelaksanaan penyusunan Standard Operating Procedure


(SOP) dan manual book mengenai Operasi dan Pemeliharaan
Harian Pos Hidrologi;
i. Kegiatan :
▪ Menyusun Standard Operating Procedure (SOP) dan manual
book mengenai Operasi dan Pemeliharaan Harian Pos
Hidrologi;
ii. Output kegiatan :
▪ SOP dan manual book operasional pos hidrologi;
iii. Tujuan Analisis :
▪ Memudahkan proses maintenance harian pos hidrologi.

7. Metode penyusunan draf dokumen lingkungan (AMDAL) dan


Sosial;
i. Kegiatan :
▪ Menyusun analisis rencana dan metodologi untuk melakukan
analisis dampak lingkungan dan analisis dampak sosial dari
pembangunan pos hidrologi;
▪ Mengidentifikasi dan mengevaluasi dampak lingkungan akibat
kegiatan pembangunan pos hidrologi;
▪ Menyusun langkah-langkah pengelolaan dan pemantauan
dampak pembangunan pos hidrologi.
ii. Output kegiatan:
▪ Dokumen AMDAL dan Sosial.
iii. Tujuan Analisis:
▪ Upaya konservasi lingkungan dan menjaga kondusifitas
sosial.

KAK / TOR RATIONALIZATION STUDY OF MONITORING STATION 2025 31


D. Metode Pelaksanaan Penyusunan Sistem Kerja Pos Hidrologi dan
Hidroklimatologi Dalam Mendukung Sistem FEWS, sebagai berikut :
1. Metode penyusunan Flowchart Operasional Pos Hidrologi dalam
mendukung sistem Flood Early Warning System (FEWS),
i. Kegiatan :
▪ Menyusun skema / flowchart operasional pos hidrologi dalam
mendukung sistem FEWS (didetailkan pada kinerja pos
hidrologi), meliputi tahap :
- Proses penyampaian data hujan dan data iklim secara
telemetri dari pos hidrologi menuju server di Balai;
- Proses penyampaian data debit secara telemetri dari pos
hidrologi menuju server di Balai;
- Proses kalibrasi hasil debit model dengan data debit pos
duga air yang dikirim secara telemetri menuju server di
Balai.
ii. Output kegiatan:
▪ Flowchart Operasional Pos Hidrologi dalam mendukung
sistem Flood Early Warning System (FEWS),
iii. Tujuan Analisis:
▪ Memberi gambaran Operasional Pos Hidrologi dalam
mendukung sistem Flood Early Warning System (FEWS),

2. Metode penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) atau


manual book untuk setiap Penjaga Pos dalam menghadapi banjir.
i. Kegiatan :
▪ Menyusun standar operasional pos hidrologi dalam keadaan
banjir, meliputi :
- Panduan Operasional alat saat terjadi banjir;
- Panduan tindakan mitigasi penjaga pos hidrologi saat
terjadi banjir;
- Catatan : SOP dibedakan sesuai katagori status bahaya
banjir .

KAK / TOR RATIONALIZATION STUDY OF MONITORING STATION 2025 32


ii. Output kegiatan:
▪ SOP atau manual book untuk setiap Penjaga Pos dalam
keadaan banjir.
iii. Tujuan Analisis :
▪ Memberi panduan penjaga pos hidrologi dalam menghadapi
keadaan banjir.

3. Metode penyusunan kajian khusus mengenai teknologi modern


pos hidrologi;
i. Kegiatan :
▪ Mengkaji teknologi terbaru mengenai peralatan pos hidrologi,
baik peralatan pos curah hujan, pos klimatologi dan pos duga
air yang dapat mendukung penerapan FEWS.
ii. Output kegiatan:
▪ Rekomendasi peralatan pos hidrologi untuk mendukung
kegiatan FEWS.
iii. Tujuan Analisis:
▪ Menyusun dokumen pengadaan peralatan penunjang FEWS.

KAK / TOR RATIONALIZATION STUDY OF MONITORING STATION 2025 33


E. Waktu Pelaksanaan Kegiatan
Jangka waktu pelaksanaan untuk pekerjaan ini ditetapkan selama 180
(seratus delapan puluh) hari kerja / 6 Bulan.
(Catatan : Waktu pelaksanaan kegiatan bersifat indikatif dan hanya untuk
referensi, Konsultan mengusulkan rencana kerja dalam proposal teknis)
TIMELINE AWP 2026
PENATAGUNAAN SUMBER DAYA AIR
BBWS NUSA TENGGARA I MATARAM

2025 2026 2027


NO ITEM WAKTU
Q4 Q1 Q2 Q3 Q4
NOV DES JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGT SEP OKT NOV DES Q1 Q2 Q3 Q4

1 Penyiapan KAK dan timeline kegiatan

2 Pengadaan Pelelangan

3 Studi Rasionalisasi Stasiun Pemantauan Hujan dan Hidrologi 6 Bln

Analisis rasionalisasi pos hidrologi


Survey lokasi rekomendasi hasil rasionalisasi
Perencanaan pos hidrologi
Penyusunan Rencana Anggaran Biaya
Penyusunan Laporan Akhir

F. Tenaga Pelaksana Kegiatan


Untuk pelaksanaan pekerjaan ini pihak konsultan harus memiliki dan
menyediakan tenaga ahli dan tenaga pendukung antara lain : operator
komputer, operator CAD, surveyor, dan pembantu surveyor dan tenaga
lain yang diperlukan.
Adapun tenaga ahli yang diperlukan sekurang-kurangnya adalah :
1. Tenaga Profesional (Expert Key)
i. Ketua Tim (Ahli SDA)
Ketua tim mempunyai tugas untuk mengelola, mengarahkan, dan
mengawasi pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan oleh tenaga-
tenaga ahli lainnya serta melakukan diskusi dengan
direksi/pemberi tugas serta instansi-instansi terkait, mempelajari
karakteristik hidrologi, mengembangkan metoda dan model untuk
rasionalisasi jaringan pos hidrologi, mengembangkan model-
model matematik dan statistik serta memeriksa kondisi peralatan
hidrologi di lapangan. Selain itu ketua tim bersama personil
lainnya melakukan kegiatan desain pos hidrologi baru dan
revitalisasi pos hidrologi yang ada. Ketua tim juga mampu
mengarahkan, mengevaluasi rencana pengukuran topografi untuk
pembangunan pos hidrologi terutama pos duga air, membantu

KAK / TOR RATIONALIZATION STUDY OF MONITORING STATION 2025 34


dan mengevaluasi lokasi titik investigasi geologi dan
mengarahkan pengukuran hidrometri.
▪ Latar Belakang Pendidikan : Minimal S2 Teknik Sipil / S2
Teknik Pengairan, S2 Teknik Pengelolaan Sumber Daya Air;
▪ Pengalaman Kerja : Minimal 5 Tahun di bidang Sumber Daya
Air atau relevan;
▪ Jenjang Keahlian : VIII (Ahli Madya);
▪ Keahlian tertentu : Pengalaman memimpin sebuah project
nasional, pengalaman memimpin project yang berkaitan
dengan perencanaan SDA, lebih disukai jika pernah terlibat
dalam project Loan, lebih disukai jika pernah melakukan studi
rasionalisasi pos hidrologi.

ii. Ahli Hidrologi (2 Orang)


▪ Latar Belakang Pendidikan : Minimal S1 Teknik Sipil / S1
Teknik Pengairan;
▪ Pengalaman Kerja : Minimal 5 Tahun;
▪ Jenjang Keahlian : VII (Ahli Muda)
▪ Keahlian tertentu : Pengalaman melaksanakan sebuah
project nasional, pengalaman melaksanakan project yang
berkaitan dengan perencanaan SDA. Pengalaman
melaksanakan kegiatan project terkait perencanaan hidrologi.
Pengalaman melaksanakan kegiatan project terkait
rasionalisasi pos hidrologi dan pembangunan pos hidrologi,
lebih disukai jika pernah terlibat dalam project Loan.

iii. Ahli Geodesi/ Pengukuran/ GIS (1 Orang)


▪ Latar Belakang Pendidikan : Minimal S1 Teknik Sipil / S1
Teknik Geodesi, Teknik Geomatika;
▪ Pengalaman Kerja : Minimal 5 Tahun;
▪ Jenjang Keahlian : VII (Ahli Muda)
▪ Keahlian tertentu :Pengalaman melaksanakan sebuah
project nasional, pengalaman melaksanakan project yang

KAK / TOR RATIONALIZATION STUDY OF MONITORING STATION 2025 35


berkaitan dengan perencanaan SDA. Pengalaman
melaksanakan kegiatan pengukuran topografi lahan atau
sungai terkait perencanaan hidrologi, lebih disukai jika pernah
terlibat dalam project Loan.

2. Tenaga Pendukung
i. Operator komputer : 1 orang;
ii. Operator CAD : 1 orang;
iii. Surveyor: 1 orang;
iv. Pembantu surveyor sebanyak 2 orang;

G. Sistem Pelaporan dan Pembayaran


Kontrak ini menggunakan mekanisme lumpsum, dengan pembayaran
berdasarkan penyelesaian deliverable/output sesuai ketentuan dalam
dokumen kontrak. Pihak Konsultan diminta untuk membuat laporan-
laporan agar diserahkan kepada Pihak Pemberi Kerja berupa :

1. Laporan Pendahuluan;
2. Laporan Hasil Rasionalisasi;
3. Laporan Hasil Survey Lapangan;
4. Laporan Perencanaan Pembangunan Pos Hidrologi;
5. Laporan Kajian Rencana Anggaran Biaya Pembangunan Pos
Hidrologi;
6. Laporan Akhir Rasionalisasi Jaringan Pos Hidrologi untuk Mendukung
FEWS di Kota Bima (mencakup poin 1 s.d. 5);
7. Data pengukuran, data hidrometeorologi, gambar desain, peta hasil
pengukuran (SHP), peta hasil analisa (SHP) diserahkan diakhir
pekerjaan;
8. Dokumen safeguard serta dokumen pendukung lainnya yang
diperlukan dalam penyusunan dokumen lelang.
9. Semua produk yang dihasilkan (laporan dan data mentah) diserahkan
dalam bentuk soft copy dan eksternal hard disk 4TB.
10. Time line Pembayaran;

KAK / TOR RATIONALIZATION STUDY OF MONITORING STATION 2025 36


Lingkup Dokumen yang
Pengajuan Jadwal Jadwal Pembayaran
Pekerjaan diserahkan
1. Laporan 1 Minggu Sebelum 10 % Pembayaran dari
Lainnya
Pendahuluan Penyerahan Laporan total kontrak
2. Laporan Hasil 1 Minggu Sebelum 30 % Pembayaran dari
Rasionalisasi Penyerahan Laporan total kontrak
3. Laporan Hasil Survey 1 Minggu Sebelum 20 % Pembayaran dari
Lapangan Penyerahan Laporan total kontrak
4. Laporan 1 Minggu Sebelum 20 % Pembayaran dari
Perencanaan Penyerahan Laporan total kontrak
Pembangunan Pos
Hidrologi
5. Laporan Kajian 1 Minggu Sebelum 10 % Pembayaran dari
Rencana Anggaran Penyerahan Laporan total kontrak
Biaya Pembangunan
Pos Hidrologi
6. Laporan Akhir 1 Minggu Sebelum 10 % Pembayaran dari
Rasionalisasi Penyerahan Laporan total kontrak
Jaringan Pos
Hidrologi untuk
mendukung FEWS di
Kota Bima

H. Lain-lain
1. Semua laporan harus disusun dengan menggunakan Microsoft Office,
dan diserahkan dalam bentuk soft copy dan eksternal hard disk 4 TB;
2. Laporan disusun dalam bahasa inggris dan bahasa indonesia;
3. Hal-hal lain yang tidak disebutkan di dalam Kerangka Acuan Kerja
(ToR) ini dilaksanakan sesuai dengan SNI/SK-SNI yang berkaitan
serta pedoman yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Sumber
Daya Air dan persyaratan teknis yang umum berlaku untuk pekerjaan
serupa di Indonesia saat ini, namun dalam penerapannya diperlukan
fleksibilitas yang disesuaikan dengan keadaan yang ditemui di
lapangan;
4. Konsultan harus melakukan konsultasi/asistensi dan diskusi dengan
pihak Direksi pekerjaan secara periodik dan bila diperlukan dapat
membuat diskusi dengan instansi pengelola pos-pos hidrologi.

KAK / TOR RATIONALIZATION STUDY OF MONITORING STATION 2025 37


VIII. BIAYA YANG DIPERLUKAN
Dana Yang digunakan untuk Kegiatan Studi Rasionalisasi Stasiun
Pemantauan Hujan Dan Hidrologi (Rationalization Study Of Monitoring
Station) pada DIPA Satuan Kerja Balai Besar Wilayah Sungai Nusa
Tenggara I Mataram Tahun Anggaran 2026.

Mataram, November 2025


Pejabat Pembuat Komitmen
Penatagunaan Sumber Daya Air
Balai Besar Wilayah Sungai Nusa Tenggara I,

Fitria Ulfah, S.T.,M.T


NIP. 197907082009122001

KAK / TOR RATIONALIZATION STUDY OF MONITORING STATION 2025 38

Anda mungkin juga menyukai