0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan13 halaman

Teori dan Fungsi Manajemen Pemasaran

Dokumen ini membahas teori manajemen pemasaran, termasuk definisi, konsep, fungsi, dan bauran pemasaran yang terdiri dari 7P. Selain itu, juga dijelaskan tentang keputusan orang tua dalam konteks pengambilan keputusan pembelian dan faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan tersebut. Terakhir, dokumen ini menyentuh definisi promosi sebagai komunikasi yang bertujuan untuk mengubah sikap dan perilaku pembeli.

Diunggah oleh

Bernard Realinoo
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan13 halaman

Teori dan Fungsi Manajemen Pemasaran

Dokumen ini membahas teori manajemen pemasaran, termasuk definisi, konsep, fungsi, dan bauran pemasaran yang terdiri dari 7P. Selain itu, juga dijelaskan tentang keputusan orang tua dalam konteks pengambilan keputusan pembelian dan faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan tersebut. Terakhir, dokumen ini menyentuh definisi promosi sebagai komunikasi yang bertujuan untuk mengubah sikap dan perilaku pembeli.

Diunggah oleh

Bernard Realinoo
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA BERPIKIR DAN PENGAJUAN


HIPOTESIS
II.1. Tinjauan Pustaka
II.1.1. Deskripsi Teori Manajemen Pemasaran
1. Definisi Manajemen Pemasaran
Manajemen Pemasaran terdiri dari dua kata yaitu, manajemen dan
Pemasaran. Kata manajemen sering didefinisikan sebagai sebuah proses rangkaian
kegiatan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan controlling
(pengawasan) yang dilakukan untuk mencapai target atau tujuan yang telah
ditentukan sebelumnya, dan definisi pemasaran yaitu suatu kegiatan didalam
perekonomian yang dapat membantu menciptakan nilai ekonomi, nilai tersebut
menentukan harga produk atau jasa, faktor terpenting dalam menciptakan nilai
tersebut adalah produksi, pemasaran dan konsumsi.
Manajemen Pemasaran adalah sebagai analisis, perencanaan, penerapan,
dan pengendalian program yang dirancang untuk menciptakan, membangun, dan
mempertahankan pertukaran yang menguntungkan dengan pasar sasaran dengan
maksud mencapai tujuan organisasi (Zahra, 2022). Menurut Menurut Kottler dan
Keller, “marketing management as the art and science of choosing target market
and getting, keeping, and growing customer through creating, delivering, and
communicating superior customer value” (Alimin et al., 2022). Manajemen
pemasaran adalah sebuah seni, karena obyek pemasaran adalah manusia, di mana
setiap individu mempunyai karakter dan keinginan berbeda, sehingga diperlukan
seni komunikasi, seni pendekatan dan seni rayuan yang berbeda-beda untuk
memenangkan hati manusia. Menurut William J. Shultz, menyatakan bahwa
“marketing management is the planing, direction and control of the entire
marketing activity of a firm or division of a firm”, manajemen pemasaran adalah
suatu proses kegiatan merencanakan, pengarahan, dan pengawasan seluruh
kegiatan pemasaran dalam suatu organisasi atau perusahaan (Ma’sum, 2020).
Berdasarkan definisi-definisi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa manajemen
pemasaran adalah kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan atauorganisasi secara
baik untuk mencapai tujuan organisasi dari segi pemasaran yaitu mendapatkan
keuntungan dan pencapaian target yang dilakukan.
2. Konsep Manajemen Pemasaran
Manajemen pemasaran, menggambarkan perbedaan pemikiran antara
konsep penjualan dan konsep pemasaran (Sudarsono, 2020), sebagai berikut:
a. Penjualan berfokus pada kebutuhan penjual.
b. Pemasaran berfokus pada kebutuhan pembeli.
c. Penjualan memberi perhatian pada kebutuhan penjual untuk menjadikan
produknya uang tunai.
d. Pemasaran mempunyai gagasan untuk memuaskan kebutuhan pelanggan
melalui sarana-sarana produk dan keseluruhan kelompok barang yang
dihubungkan dengan hal menciptakan, menyerahkan, dan akhirnya
mengonsumsinya.
3. Fungsi Manajemen Pemasaran
Fungsi manajemen pemasaran (Panjaitan, 2019) yaitu:
a. Perencanaan Pemasaran
Perencanaan segala sesuatu sebelum melakukan kegiatan pemasaran yang
meliputi tujuan, strategi, kebijaksanaan, dan taktik yang akan dijalankan.
b. Implementasi Pemasaran
Implementasi pemasaran adalah proses yang mengubah strategi dan rencana
pemasaran menjadi tindakan pemasaran untuk mencapai sasaran.
Implementasi mencakup aktivitas sehari-hari secara efektif dalam
pelaksanaan rencana pemasaran. Kegiatan ini dibutuhkan tindakan yang
menarik semua orang atau semua aktivitas serta struktur organisasi formal
yang dapat memainkan peranan penting dalam mengimplementasikan
strategi pemasaran.
c. Pengendalian/evaluasi kegiatan pemasaran
Usaha memberikan petunjuk pada para pelaksana agar mereka selalu
bertindak sesuai dengan rencana.
4. Bauran Pemasaran (Marketing Mix)
Bauran pemasaran menurut Kotler dan Armstrong, adalah variabel-variabel
terkendali yang digabungkan untuk menghasilkan respon yang diharapkan dari
pasar sasaran. Tujuan utama bauran pemasaran adalah melakukan penawaran
(offer) dengan promosi dan distribusi produk dengan harapan terjadi proses
pembelian produk atau jasa (Dwinanda & Nur, 2019). Kotler dan Keller
memaparkan variabel-variabel dari bauran pemasaran yang diterapkan saat ini
adalah 7P (Dwinanda & Nur, 2019), sebagai berikut:
a. Product
Product atau produk merupakan segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke
pasar untuk memenuhi dan memuaskan keinginan dan kebutuhan konsumen.
Atribut produk meliputi variasi, kualitas, desain, fitur, merek, kemasan, ukuran,
pelayanan, garansi, dan imbalan. Menurut Kotler, produk dapat diukur dari
variasi, kualitas, serta tampilannya.
b. Price
Price atau harga merupakan elemen yang menghasilkan pendapatan dan
yang lainnya menghasilkan biaya (cost). Atribut harga meliputi daftar harga,
diskon, potongan harga khusus, periode pembayaran, dan syarat kredit. Harga
dapat diukur dengan melihat harga produk pesaing, diskon atau potongan harga,
dan variasi system pembayaran.
c. Promotion
Promotion atau promosi merupakan kegiatan mengkomunikasikan
informasi dari penjual kepada konsumen agar mereka melakukan pembelian
produk. Kegiatan promosi bercerita mengenai keunggulan produk yang
ditawarkan serta membujuk pasar sasaran untuk membelinya. Promosi dapat
diukur dari tingkat kemenarikan iklan dan publisitas pesaing.
d. Place
Place atau tempat disebut juga sebagai saluran distribusi. Kotler dan
Armstrong menyatakan saluran distribusi merupakan keseluruhan kegiatan atau
fungsi dalam memindahkan produk dari produsen ke konsumen.
Huriyatimemaparkan bahwa akses, visibilitas, tempat parkir, ekspansi, peraturan
pemerintah, dan persaingan adalah komponen dari place.
e. People
People atau partisipan atau orang adalah karyawan penyedia produk atau
jasa layanan maupun penjualan, atau orang-orang yang terlibat langsung maupun
tidak langsung dalam prosesnya. People merupakan unsur pemasaran internal
yang berupaya untuk menarik pelanggan. People atau partisipan dapat dinilai dari
service people (orang-orang yang terlibat langsung dalam melayani konsumen)
dan kustomer itu sendiri.
f. Process
Process atau proses merupakan kegiatan yang menunjukkan pelayanan
yang diberikan kepada konsumen selama melakukan pemilihan hingga
memutuskan pembelian barang. Proses sebagai hubungan interaktif antara
pemberi pelayanan dan konsumen.
g. Phisycal Evidence
Physical evidence atau lingkungan fisik merupakan keadaan atau kondisi
yang di dalamnya dapat menggambarkan situasi geografis dan lingkungan
institusi, dekorasi, ruangan, suara, aroma, cahaya, cuaca, pelatakan dan layout.
Dari uraian tentang bauran pemasaran (marketing mix) sebagaimana
paparan di atas dapat disimpulkan bahwa pada prinsipnya marketing mix
bertujuan untuk mempengaruhi pasar, konsumen, permintaan dan juga merebut
pembeli sasaran dalam suatu persaingan melalui 7P (product, price, promotion,
place, people, process dan physical evidence).
II.1.2. Deskripsi Teori Keputusan Orang Tua
1. Definisi Keputusan
Keputusan orang tua dapat dipahami sebagai hasil proses memilih satu
alternatif terbaik di antara beberapa pilihan yang berkaitan dengan kehidupan
anak, dengan mempertimbangkan nilai, kebutuhan, dan kondisi keluarga.
Pengertian ini pada dasarnya adalah penerapan konsep pengambilan keputusan
umum (decision making) ke dalam konteks peran orang tua, misalnya ketika
menentukan sekolah, jurusan, pola asuh, atau lingkungan tempat tinggal anak.
Menurut Chapman dan Wahlers (Putra dkk, 2015) Keputusan Pembelian
adalah “sebagai keinginan konsumen untuk membeli suatu produk.
Konsumen akan memutuskan produk yang akan dibeli berdasarkan persepsi
mereka terhadap produk tersebut berkaitan dengan kemampuan produk
tersebut dalam memenuhi kebutuhannya”. Lamb, et al (Tangkilisan dkk, 2014)
menyatakan bahwa, keputusan konsumen untuk menetapkan pilihan terhadap
suatu produk dan pilihan-pilihan jasa dapat berubah secara terus-menerus.

Setelah mendapatkan informasi dan merancang sejumlah pertimbangan


dari produk yang tersedia, konsumen siap untuk membuat suatu keputusan.
Menurut Kotler (2000:201) bahwa “keputusan pembelian dari pembeli merupakan
suatu hasil hubungan yang saling mempengaruhi dan yang rumit antara faktor
kebudayaan, sosial, pribadi dan psikologi dari pembeli”. Proses pengambilan
keputusan menurut Schiffman dan Kanuk (Sumarwan, 2012: 230), “Keputusan
pembelian didefinisikan sebagai pemilihan tindakan dari dua atau lebih pilihan
alternatif”, sedangkanmenurut Kotler dan Armstrong (2001: 178), pengertian
keputusan pembelian adalah: “Purchase decision is the buyer’s decision about
which brand to purchase.”Artinya, keputusan pembelian adalah keputusan
pembeli mengenai merek apa yang dibeli.

Maka dapat dikatakan bahwa keputusan pembelian itu merupakan suatu


proses pemilihan atas beberapa alternatif merek yang ada. Proses keputusan
pembelian terdiri dari beberapa tahap yaitu: pengenalan kebutuhan, pencarian
informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian, dan perilaku
pascapembelian (Kotler dan Armstrong, 2001: 179). Terdapat dua faktor yang
dapat mempengaruhi keputusan pembelian. Faktor yang pertama adalah sikap
atau pendirian orang lain misalnya teman dekat. Faktor kedua adalah faktor
situasi yang tidak dapat diantisipasi misalnya pendapatan. Perilaku
pascapembelian (postpurchase behavior) adalah tahap proses keputusan pembeli
di mana konsumen mengambil tindakan selanjutnya setelah pembelian,
berdasarkan kepuasan atau ketidakpuasan mereka (Kotler dan Armstrong,
2001: 181).

2. Tahap Pengambilan Keputusan

Perilaku konsumen akan menentukan proses pengambilan keputusan


dalam pembelian. Sebelum memutuskan untuk melakukan pembelian barang atau
jasa, konsumen biasanya akan melalui berbagai tahapan, Tahap-tahap dalam
proses pengambilan keputusan konsumen dijelaskan oleh Kotler (2012:193):

a. Pengenalan masalah

Penganalisisan ini ditujukan untuk mengetahui adanya masalah atau


kebutuhan yang belum terpenuhi atau terpuaskan. Jika kebutuhan tersebut
diketahui maka konsumen akan segera memahami adanya kebutuhan yang belum
terpenuhi atau masih bisa ditunda pemenuhannya, serta kebutuhan yang sama-
sama harus dipenuhi. Jadi dari tahap inilah proses pembelian itu mulai dilakukan.

b. Pencarian informasi dan penilaian sumber

Dalam kedua proses pembelian ini sangat berkaitan dengan pencarian


informasi tentang sumber-sumber dan nilainya, untuk memenuhi kebutuhan dan
keinginan yang dirasakan. Pencarian informasi dapat bersifat aktif atau pasif.
Pencarian informasi yang bersifat aktif dapat berupa kunjungan ke beberapa toko
untuk membuat perbandingan harga dan kualitas produk, sedangkan pencarian
informasi pasif mungkin hanya dengan membaca suatu iklan di majalah atau surat
kabar tanpa mempunyai tujuan khusus dalam pikirannya tentang gambaran
produk yang diinginkan. Dari penilaian sumber-sumber pembelian ini akan
diperoleh beberapa alternatif pembelian yang dapat dilakukan konsumen.

c. Evaluasi alternatif

Tidak ada proses tunggal dan sederhana yang digunakan oleh semua
konsumen atau oleh salah satu konsumen dalam semua situasi pembelian.
Keadaan ini berarti setiap konsumen pasti memiliki beberapa alternatif sebelum
akhirnya menjatuhkan pilihan. Beberapa konsep dasar dari proses evaluasi
konsumen adalah yang pertama konsumen berusaha memenuhi kebutuhan. Kedua,
konsumen mencari manfaat tertentu dari solusi produk. Ketiga, konsumen
memandang masing-masing produk sebagai kumpulan atribut dengan kemampuan
yang berbeda-beda dalam memberikan manfaat yang digunakan untuk
memuaskan kebutuhan itu.

d. Keputusan untuk membeli

Keputusan untuk membeli merupakan proses dalam pembelian yang nyata.


Jadi setelah tahap-tahap dimuka dilakukan, maka konsumen harus mengambil
keputusan membeli atau tidak. Bila konsumen memutuskan untuk membeli,
konsumen akan menjumpai serangkaian keputusan yang diambil menyangkut
jenis produk, merek, penjual, kuantitas, waktu pembelian dan pembayarannya.
e. Perilaku sesudah pembelian

Setelah membeli produk, konsumen akan mengalami level kepuasan atau


ketidakpuasan tertentu. Dalam tahap ini, konsumen mungkin mengalami disonasi
kognitif (keraguan menyangkut ketepatan keputusan pembelian). Pemasar
biasanya berusaha meminimumkan disonasi kognitif konsumen dengan berbagai
strategi, diantaranya melakukan kontak purna beli dengan konsumen,
menyediakan garansi dan jaminan, dan memperkuat keputusan konsumen melalui
iklan perusahaan.

3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan

Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian Keller and Kotler


(2012:214) menyatakan faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian
terdiri atas:

A. Faktor Budaya
Faktor budaya mempunyai pengaruh yang luas dan mendalam terhadap
perilaku, mencakup budaya (kultur, sub budaya, dan kelas sosial). Budaya adalah
susunan nilai-nilai dasar, persepsi, keinginan, dan perilaku yang dipelajari anggota
suatu masyarakat dari keluarga dan institusi penting lainnya.
a) Kultur, adalah faktor penenntu dan keinginan dan perilaku seseorang.
b) Sub budaya, adalah sekelompok orang dengan sistem nilai bersama
berdasarkan pengalaman dan situasi hidup yang sama. Sub kebudayaan
meliputi kewarganegaraan, agama, kelompok ras, dan daerah geografis.
Bagian pemasaran harus merancang produk dan program pemasaran yang
disesuaikan dengan kebutuhan mereka.
c) Kelas sosial, adalah bagian-bagian masyarakat yang relatif permanen dan
tersusun rapi dan anggota anggotanya memiliki nilai-nilai, kepentingan
dan perilaku yang sama kelas sosial tidak ditentukan oleh satu faktor saja,
misalnya pendapatan, tetapi ditentukan sebagai suatu kombinasi pekerjaan,
pendapatan, pendidikan dan kesejahteraan.
B. Faktor Pribadi
Keputusan seorang pembeli juga dipengaruhi oleh karakteristik pribadi
seperti umur pembeli dan tahap siklus hidup, pekerjaan, keadaan ekonomi, gaya
hidup dan kepribadian.

a) Umur dan tahap siklus hidup, Orang yang membeli barang dan jasa yang
berbeda sepanjang hidupnya. Kebutuhan dan selera seseorang akan
berubah sesuai dengan bertambahnya umur. Pembelian dibentuk oleh
tahap siklus hidup keluarga, sehingga pemasar perlu memperhatikan
perubahan minat pembelian yang berhubungan dengan daur siklus hidup
manusia.
b) Pekerjaan seseorang juga mempengaruhi pola komsumsinya. Dengan
demikian pemasar dapat mengindentifikasi kelompok yang berhubungan
dengan jabatan seseorang terhadap minatnya akan produk atau jasa yang
akan dibelinya.
c) Keadaan ekonomi, pilihan produk sangat dipengaruhi oleh keadaan
ekonomi seseorang. Keadaan ekonomi meliputi pendapatan yang dapat
dibelanjakan (tingkat pendapatan, stabilitas dan pola waktu).
C. Faktor Psikologis
a) Motivasi, seseorang memiliki banyak kebutuhan pada setiap waktu
tertentu Sebagian kebutuhan bersifat biogenic. Kebutuhan yang demikian
berasal dari keadaan psikologis berkaitan dengan tensi/ketegangan seperti
rasa lapar, haus dan tidak senang. Motivasi adalah kebutuhan yang cukup
mendorong seseorang agar bertindak.
b) Persepsi, proses bagaimana seseorang memilih, mengatur dan
menginterpretasikan masukan informasi untuk menciptakan gambaran
yang berarti.

II.1.3. Deskripsi Teori Promosi


1. Definisi Promosi
Menurut Laksana dan Syafarudin, menyatakan promosi adalah suatu
bentuk komunikasi dari penjual dan pembeli yang berasal dari informasi yang
tepat yang bertujuan untuk merubah sikap dan tingkah laku pembeli yang tadinya
tidak mengenal menjadi mengenal, sehingga menjadi pembeli dan tetap
mengingat produk dan jasa tersebut (Erinawati & Syafarudin, 2021). Menurut
Aisya dan Riyadi, promosi adalah suatu komunikasi dari penjual dan pembeli
yang berasal dari informasi yang tepat yang bertujuan untuk merubah sikap dan
tingkah laku pembeli yang tadinya tidak mengenal menjadi mengenal sehingga
menjadi pembeli dan tetap mengingat produk tersebut (Br Marbun et al., 2022).
Menurut Alma, promosi adalah suatu bentuk komunikasi pemasaran yang
merupakan aktivitas pemasaran yang berusaha menyebarkan
informasi,mempengaruhi,, dan mengingatkan pasar sasaran atas perusahaan
danproduknya agar bersedia menerima, membeli dan loyal pada produk yang
ditawarkan perusahaan yang bersangkutan (Lystia et al., 2022).

Dari uraian tentang promosi sebagaimana paparan di atas dapat


disimpulkan bahwa promosi adalah suatu kegiatan atau strategi yang dilakukan
oleh perusahaan untuk mempengaruhi atau membujuk pembeli agar tertarik untuk
membeli produk yang dijual.
2. Indikator Promosi
Menurut Tjiptono, terdapat empat indikator promosi (Lystia et al., 2022),
sebagai berikut:
a. Periklanan
Merupakan salah satu bentuk promosi yang menggunakan media cetak
untuk menyampaikan komunikasi kepada konsumen, biasanya melalui
media seperti banner, poster, dan lain sebagainya.
b. Penjualan Personal
Penjualan personal adalah interaksi langsung, komunikasi tatap muka
antara penjual dengan pembeli untuk memperkenalkan produknya.
c. Promosi Penjualan
Promosi penjualan adalah promosi untuk menambah dan
mengkoordinasikan kegiatan pengambilan keputusan pembelian,
tujuannya untuk menarik pelanggan.

d. Hubungan Masyarakat
Hubungan masyarakat yaitu upaya komunikasi menyeluruh untuk
mempengaruhi opini, keyakinan dan sikap konsumen terhadap perusahaan.
3. Bauran Promosi (Promotion Mix)
Menurut Kotler dan Keller, bauran promosi (promotian mix) mempunyai lima
aspek (Noor et al., 2022), sebagai berikut:

a. Periklanan (Advertising)
Iklan ialah setiap sistem penyajian yang tidak digunakan seseorang serta
berbentuk promosi ide, barang ataupun jasa dari sponsor yang sudah
ditetapkan (Kotler & Keller, 2012).
b. Promosi Penjualan (Sales Promotion)
Sales Promotion ialah seluruh bentuk dorongan jangka pendek guna
memotivasi seseorang untuk melakukan pembelian produk ataupun jasa
(Kotler & Keller, 2012).
c. Penjualan Personal (Personal Selling)
Personal Selling ialah interaksi bertatap muka dengan satu sama lain atau
caloncalon pelanggan. Interaksi yang memiliki tujuan guna
mempresentasikan, memberikan jawaban serta mendapatkan pemesanan
(Kotler & Keller, 2012).
d. Pemasaran Langsung (Direct Marketing)
Direct Marketing ialah pemakaian surat, telepon, e-mail, ataupun internet
guna melakukan komunikasi secara langsung ataupun mendapatkan pendapat
serta berdiskusi dengan suatu pembeli maupun calon pembel (Kotler &
Keller, 2012).
e. Hubungan Masyarakat (Public Relations)
Public Relations ialah seluruh kegiatan yang disusun guna melakukan
promosi dan memberi perlindungan pada nama baik perusahaan atau produk
masing-masing (Kotler & Keller, 2012).
4. Fungsi Promosi
Menurut Terence A. Shimp, fungsi promosi (Anshori & Nurohman, 2022),
sebagai berikut:
a. Informing (memberikan informasi).

b. Persuading (membujuk).

c. Reminding (mengingatkan).

d. Adding value (menambah nilai).

II.1.4. Deskripsi Teori Lokasi


1. Definisi Lokasi
Lokasi adalah tempat perusahaan beroperasi atau tempat perusahaan
melakukan kegiatan untuk menghasilkan barang dan jasa yang mementingkan segi
ekonomi. Lokasi berhubungan dengan keputusan yang dibuat oleh perusahaan,
sebagai tempat mengendalikan aktivitas perusahaan, lokasi berfungsi sebagai
tempat pertemuan antara berbagai pihak yang berkepentingan terhadap
perusahaan (Putra et el, 2021:117).

Lokasi ialah salah satu faktor asal situsional yang ikut berpengaruh pada
keputusan pembelian. Lokasi akan [Link] pertumbuhan pada masa
depan. Area yang dipilih haruslah mampu tumbuh berasal dari segi ekonomi
sehingga ia dapat mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan. (Indriyani et
el, 2022:65).

Hadiguna (2023:24) menjelaskan tentang lokasi dan pemilihan lokasi.


Pemilihan Lokasi adalah salah satu masalah tingkat strategis dalam sistem logistik
dari segi waktu dan biaya, metode pemilihan lokasi sudah menjadi sebuah topik
tersendriri karena tipe masalah lokasi adalah kompleks dan melibatkan banyak
kepentingan. Lokasi adalah tempat fasilitas beroprasi. Gudang , pabrik, toko dan
lainnya adalah fasilitas yang membutuhkan lokasi, setiap tipe fasilitas mempunyai
karakteristik tersendiri lokasinya.
Ramadhani (2019) menyatakan bahwa lokasi merupakan suatu keputusan
perusahaan untuk menetapkan suatu usaha tersebut berdiri dengan sesuai harapan
produk dan jasa dengan mudah di konsumsi pelanggan yang bertujuan untuk
memberikan keuntungan maksimal.

2. Metode Penentuan Lokasi

Badrianto et el (2022:84) menyatakan bahwa lokasi adalah kegiatan


menentukan bagaimana lokasi yang akan dipilih dapat menunjang seluruh
kegiatan-kegiatan produktif perusahaan atau organisasi dalam mencapai tujuan-
tujuannya. Ada beberapa cara untuk menentukan pemilihan lokasi yaitu:

a. Metode faktor peringkat ( factor rating )


a) Menentukan dan memberi urutan kepada faktor-faktor yang dianggap akan
memengaruhi kegiatan perusahaan atau organisasi.
b) Faktor-faktor tersebut diatas diberikan bobot yang sesuai dengan tingkat
kepentingannya.
c) Menganalisis kemungkinan dampak yang mungkin mucul dari setiap
faktor pada masing-masing lokasi pilihan.
d) Semua faktor pada semua pilihlah lokasi dibandingkan nilainya, yaitu
dengan mengalikan bobot dengan masing-masing nilai untuk kemudian
dijumlahkan.
b. Metode Nilai Ideal
Metode nilai ideal sebetulnya mirip dengan metode factor rating.
Perbedaan teretak pada penggunaan bobot untuk membedakan lokasi-
lokasi alternatif yang akan dipilih. Lokasi dengan nilai tertinggi adalah
lokasi yang akan dipilih.
c. Metode Analisis Ekonomi

Metode analisis ekonomi akan membandingkan besaran komponen biaya dari


setiap alternatif lokasi. Contoh, dalam hal biaya tenaga kerja (labor cost) lokasi
mana yang memberikan biaya termurah.
d. Metode Analisis Volume Biaya.

Metode analisis volume biaya didasarkan pada besar kecilnya volume produksi
yang akan berdampak besar kecilnya biaya produksi variabel.

e. Metode Pusat Grativikasi (Center of Gravity)

Metode pusat gravitasi atau center of gravity method digunakan untuk


menentukan lokasi usaha dengan cara menggunakan lokasi geografis dari pasar.

Dalam menentukan lokasi yang baik sebagai tempat berlangsungnya kegiatan


produksi, distribusi dan konsumsi sebagai aktivitas usaha bisa menentukannya
juga dengan anjuran agama agar mendapatkan keberkahan dalam menjalankan
usaha. Pemilihan lokasi usaha didalam Islam tidak boleh menimbulkan kerusakan
pada alam maupun lingkungannya. Lokasi usaha yang baik adalah lokasi yang
dapat memberikan kemashlatan bagi keseluruhan umat.

3. Indikator Lokasi

- Keamanan

- Penerimaan Masyarakat

- Insentif Pemerintah Lokal

- Ketersediaan Air

- Ketersediaan Listrik dan Energi

- Ketersediaan Infrastruktur (Hardiansyah et al, 2019).

Anda mungkin juga menyukai