0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan28 halaman

Panduan Keluarga Berencana dan Kontrasepsi

Keluarga Berencana (KB) adalah usaha untuk mengatur jumlah kelahiran agar tidak merugikan ibu, bayi, dan keluarga. Kontrasepsi, sebagai bagian dari KB, memiliki berbagai metode, mulai dari yang sederhana hingga yang efektif, seperti pil KB dan IUD, untuk mencegah kehamilan. Setiap metode kontrasepsi memiliki cara kerja, keuntungan, dan efek samping yang perlu dipertimbangkan oleh pengguna.

Diunggah oleh

umi tri sulistyani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan28 halaman

Panduan Keluarga Berencana dan Kontrasepsi

Keluarga Berencana (KB) adalah usaha untuk mengatur jumlah kelahiran agar tidak merugikan ibu, bayi, dan keluarga. Kontrasepsi, sebagai bagian dari KB, memiliki berbagai metode, mulai dari yang sederhana hingga yang efektif, seperti pil KB dan IUD, untuk mencegah kehamilan. Setiap metode kontrasepsi memiliki cara kerja, keuntungan, dan efek samping yang perlu dipertimbangkan oleh pengguna.

Diunggah oleh

umi tri sulistyani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TINJAUAN TEORITIS

KELUARGA BERENCANA

A. Keluarga Berencana (KB)

Pengertian keluarga berencana secara umum


ialah suatu usaha yang mengatur banyaknya jumlah kelahiran sedemikian
rupa sehingga bagi ibu maupun bayinya dan bagi ayah serta keluarganya
atau masyarakat yang bersangkutan tidak akan menimbulkan kerugian
sebagai akibat langsung dari kelahiran tersebut Pengertian sempitnya
keluarga berencana dalam kehidupan sehari-hari berkisar pada
pencegahan terjadinya pembuahan atau mencegah pertemuan antara sel
mani pada laki-laki dan sel telur dari wanita sekitar persetubuhan
(Risyadi, 2001).
Menurut WHO, KB adalah tindakan yang membantu individu atau
pasangan suami istri untuk:
1. Mendapatkan objektif-objektif tertentu
2. Menghindari kelahiran yang tidak diinginkan
3. Mendapatkan kelahiran yang memang diinginkan
4. Mengatur interval saat kehamilan
5. Menentukan jumlah anak dalam keluarga

B. Kontrasepsi
Kontrasepsi berasal dari kata kontra, yaitu mencegah atau melawan.
Sedangkan konsepsi adalah pertemuan antara sel telur (sel wanita) yang
matang dan sel sperma (sel pria) yang mengakibatkan kehamilan. Jadi
Cara kerja kontrasepsi pada umumnya dapat dibagi menjadi:
1. Metode Sederhana:
a. Tanpa alat / obat
1) Senggama terputus
2) Pantang berkala
b. Dengan alat / obat
1) kondom
2) diafragma atau cap
3) cream, jelly dan cairan berbusa
4) tablet berbusa (vaginal tablet)
2. Metode Efektif
a. Pil KB
b. AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim )/IUD
c. Suntikan KB
d. Susuk KB
3. Metode Mantap dengan cara operasi
a. Pada Wanita : Tubektomi
b. Pada Pria : Vasektomi

C. Cara Kerja Kontrasepsi


1. Metode Sederhana
a. Tanpa Alat / obat
1) Senggama terputus (Azal atau coitus interuptus)
Senggama dijalankan sebagaimana biasa tetapi pada puncak senggama
alat kelamin pria (zakar) dikeluarkan dari vagina, sehingga mani keluar
dari luar vagina. Cara ini tidak berbahaya baik fisik maupun mental.
Namun sebenarnya cara ini tidak dapat diandalkan sepenuhnya karena:
a) Memerlukan penguasaan diri yang kuat
b) Kemungkinan ada sedikit cairan yang mengandung spermatozoa
tertumpah dari zakar dan masuk kedalam vagina sehingga dapat terjadi
kehamilan, meskipun sudah dilakukan pencabutan sebelum mani
menyemprot.
2) Pantang Berkala
Pantang berkala ádalah tidak melakukan senggama pada masa subur
seorang wanita, yaitu sekitar waktu kejadiannya ovulasi. Cara
menentukan masa ovulasi adalah:
a) Untuk dapat menentukan masa ovulasi perlu diketahui siklus haid yang
akan datang
b) Untuk mengetahui haid yang akan datang perlu diketahui siklus haid
c) Untuk mengetahui lamanya siklus haid perlu dicatat sekurang-kurangnya
8-12 siklus haid selama 8 bulan
b. Dengan Alat/Obat
Maksud penggunaan alat adalah untuk menahan atau menghalangi
masuknya sperma ke dalam rahim sedangkan penggunaan obat
dimaksudkan untuk melumpuhkan sperma.
1) Kondom
Kondom adalah suatu karet yang tipis, berwarna atau tidak berwarna
dipakai untuk menutupi zakar yang berdiri sebelum dimasukkan ke dalam
vagina sehingga mani tertampung di dalamnya dan tidak masuk ke dalam
vagina, dengan demikian mencegah terjadinya pembuahan. Adapaun
indikasi pemakaian kondom adalah:
a) 6 Minggu sesudah vasektomi, kondom perlu dipakai sampai selama 6
minggu sesudah vasektomi (sampai mani tidak mengandung spermatozoa
lagi yang dapat diketahui lebih jelas dengan pemeriksaan laboratorium)
b) Sementara menunggu pemasangan AKDR
c) Sementara sedang menunggu haid untuk pemakaian pil yang diminum
d) Apabila kelupaan minum pil dalam jangka waktu lebih dari 36 jam
e) Apabila diduga ada penyakit kelamin sementara menunggu diagnosa
yang pasti
f) Bersamaan dengan pemakaian spermicide
g) Dalam keadaan darurat bila tidak ada kontrasepsi yang tersedia atau
dipakai.
2) Diafragma / Cap
Diafragma dibuat dari karet yang berbentuk mangkok, dipakai untuk
menutup serviks gunanya untuk mencegah masuknya mani kedalam
serviks. Diafragma dimasukkan kedalam vagina setinggi mungkin sampai
menutupi mulut rahim, kemudian dikeluarkan lagi delapan jam setelah
persetubuhan.
3) Cream, Jelly dan tablet atau cairan berbusa
Cream, jelly dan tablet atau cairan berbusa yang disebut spermicida
adalah suatu bahan kimia yang menghentikan gerak/ melumpuhkan
spermatozoa didalam vagina sehingga tidak dapat membuahi telur. Untuk
penggunaan spermicida yang berbentuk tablet berbusa dimasukkan
kedalam vagina.
SUBSCRIBE & SHARE

2. Metode efektif
a. Pil Keluarga Berencana
1) Pengertian Pil KB

Pil KB ialah pil yang berisikan hormon estrogen dan atau hormon

progesteron yang dimakan wanita secara teratur untuk mencegah

kehamilan (Syahlan, 1996).

Menurut Herti (2007) pil adalah obat pencegah kehamilan yang

diminum. Pil telah diperkenalkan sejak tahu 1960, pil diperuntukkan bagi

wanita yang tidak hamil dan menginginkan cara pencegah kehamilan

sementara yang paling efektif bila diminum secara teratur.

2) Jenis-Jenis Pil Keluarga Berencana

Menurut (Herti, 2007) ada 3 jenis pil KB, yaitu :

a) Pil gabungan atau kombinasi

Tiap pil mengandung dua hormone sintetis, yaitu hormone estrogen dan

progestin. Pil gabungan mengambil manfaat dari cara kerja kedua hormon

yang mencegah kehamilan, dan hampir 100% efektif bila diminum secara

teratur.
b) Pil berturutan

Dalam bungkusan pil-pil ini, hanya estrogen yang disediakan selama 14-

15 hari pertama dari siklus menstruasi, diikuti oleh 5-6 hari pil gabungan

antara estrogen dan progestin pada sisa siklusnya. Kelalaian minum 1

atau 2 pil berturutan pada awal siklus akan dapat mengakibatkan

terjadinya pelepasan telur sehingga terjadi kehamilan.

c) Pil khusus

Pil ini mengandung dosis kecil bahan progestin sintetis dan memiliki sifat

pencegah kehamilan, terutama dengan mengubah mukosa dari leher

rahim (merubah sekresi pada leher rahim) sehingga mempersulit

pengangkutan sperma.

3) Cara Pemakaian Pil KB

Pil pertama dari bungkus pertama diminum pada hari kelima siklus

haid. Dapat juga dimulai pada suatu hari yang diinginkan, misalnya hari

minggu agar mudah diingat. Pada pasca persalinan pil mulai dimakan

sesudah bayi berumur 30-40 hari, sedang pada pasca keguguran 1-2

minggu sesudah kejadian (Wiknjosastro, 2002:919).

Pil KB yang berisi 20,21 dan 22 tablet mulai dimakan terus menerus,

dan kemudian istirahat selama 1 minggu. Pada pil kombinasi yang terdiri

atas 28 tablet (21 tablet pil kombinasi dan 7 tablet placebo), pil diminum

terus menerus. Tablet yang diminum pertama kali sewaktu haid ialah

tablet plasebo. Pada 2 minggu pertama pemakaian pil bungkus pertama

sebaiknya jangan bersenggama, atau memakai cara kontrasepsi lain.

(Wiknjosastro, 2002:919).

Pemberian pil dihentikan sementara bila terdapat:


a) Denyut nadi melebihi 120/menit

b) Radang pembuluh darah balik (phlebitis)

c) Tekanan darah lebih dari 140/110 mmHg disertai sakit kepala yang hebat,

nafas sesak atau berdebar-debar

d) Pertambahan berat badan yang progresif

Efek Samping Pil KB

Gejala-gejala sampingan penggunaan pil KB disebabkan oleh karena

adanya gangguan keseimbangan hormon estrogen dalam tubuh. Gejala-

gejala tersebut baik yang bersifat subjektif maupun objektif biasanya

hanya sementara, ringan, tidak terdapat pada semua pemakai pil dan

hilang dengan sendirinya setelah dua sampai tiga bulan (Syahlan,

1996:109).

Tabel 2.1

Efek Samping Pil KB

Estrogen Progestin

Kelebihan Kekurangan Kelebihan Kekurangan

 Nausea Irritabilitas Nafsu


makan Darah haid
lebih banyak
 Edema Semburan meningkat disertai
bekuan
 Keputihan panas Berat badan pendarahan
surut
 Kloasma Prolapsus uteri bertambah terlambat

 Disposisi lemakSpotting Cepat lelah

berlebihan Darah haid


Depresi

 Eksotrofie serviks berkurang Libido


berkurang
 Teleangiektasia Tidak adanya
Akne
 Nyeri kepala jenis perdarahan Alopesia

vaskuler surut Cholestatic

 Hipertensi Libido jaundice

 Supersi laktasi berkurang Lama haid

berkurang

 Buah dada Nyeri kepala

tegang dengan Efek anabolic

retensi cairan Moniliasis

Payudara

membesar

Payudara

tegang tanpa

retensi cairan

Sumber: Wiknjosastro (2002:920)

Menurut Wiknjosastro (2002:919) efek samping dari penggunaan pil

KB dibagi dalam 2 golongan, yaitu :

a) Efek sampingan ringan

Efek sampingan ringan dari penggunaan pil KB adalah: adanya

pertambahan berat badan, perdarahan di luar daur haid, mual-mual,

depresi, alopesia, melasma, kandidiasis, amenorea pascapil, retensi

cairan, dan keluhan-keluhan gastrointestinal. Umumnya efek sampingan

ini akan berkurang dan hilang dengan sendirinya, ada pula yang hilang

jika pasien berpindah ke pil yang lain dengan kadar estrogen dan

progestron yang lebih sesuai

b) Efek sampingan berat


Efek sampingan yang berat dari penggunaan pil KB adalah tromboemboli

yang mungkin terjadi karena peningkatan aktivitas faktor-faktor

pembekuan, atau mungkin juga karena pengaruh vaskuler secara

langsung. Angka kejadian tromboemboli pada para wanita pemakai pil

adalah sekitar 4-9 kali lebih tinggi dari pada para wanita bukan pemakai

pil golongan umur yang sama. Angka kematian ialah 3 per 100.000 wanita

pemakai pil, sehingga kalau dibandingkan dengan angka kematian

maternal (oleh karena kehamilan) angka itu sebenarnya jauh lebih

rendah. Kemungkinan mendapat tromboemboli-suatu komplikasi jarang-

dikurangi oleh pemakaian pil yang mengandung estrogen dosis rendah,

misalnya 50 mikro gram atau kurang dari itu. Walaupun demikian masih

ada kemungkinan hubungan antara tromboemboli progesteron.

4) Penanggulangan Efek Samping Pil KB

a) Spotting

Berikan penjelasan bahwa hal tersebut hanya sementara, tetapi jika terus

menerus berikan pil KB 1-2 tablet per hari selama beberapa hari sampai

spotting hilang atau diganti dengan Pil KB yang kadar estrogennya lebih

tinggi.

b) Rasa mual

Berikan vitamin B 6, ganti dengan pil yang mengandung estrogen lebih

rendah atau ganti dengan cara KB yang lain.

c) Cloasma

Hentikan penggunaan pil, atau ganti dengan cara penggunaan cara KB

lain

d) Acne
Ganti dengan pil yang mengandung estrogen tinggi atau pil dihentikan

sementara dengan menggunakan cara KB lain.

e) Candidialis vaginal

Berikan antymycotic, ganti dengan pil yang mengandung estrogen tinggi

atau pil dihentikan sementara dengan menggunakan cara KB lainnya

f) Nyeri kepala

Ganti dengan pil yang mengandung estrogen lebih rendah atau hentikan

penggunaan pil, ganti dengan cara KB yang lain

g) Penambahan berat badan

Bila penambahan berat badan secara progresif dan banyak maka

pemakaian pil sebaiknya dihentikan atau diganti dengan cara KB yang

lain.

h) Varises/tromboplebitis

Hentikan penggunaan pil dan harus mendapat perawatan khusus

i) Hypertensi

Apabila lebih dari 160/105 mmHg, maka penggunaan pil perlu dihentikan

dan harus mendapat perawatan khusus.

b. IUD/AKDR
1) Pengertian

IUD adalah suatu alat kontrasepsi yang dimasukan ke dalam rahim

yang bertujuan untuk mencegah terjadinya kehamilan (Prawiroharjo,

1999). Bahan-bahan IUD yang biasa digunakan terdiri dari plastik, benang

sutera, dan metal (Digitized by Usu, 2003).

2) Cara Kerja IUD

Menurut Saifuddin (2003) cara kerja IUD adalah sebagai berikut :


a) Menghambat kemampuan sperma untuk masuk ke tubafalopi

b) Mempengaruhi fertilisasi sebelum ovum mencapai kavum uteri

c) IUD bekerja terutama mencegah sperma dan ovum bertemu, walaupun

IUD membuat sperma sulit masuk kedalam alat reproduksi perempuan

dan mengurangi kemampuan sperma untuk fertilisasi

d) Memungkinkan untuk mencegah implantasi telur dalam uterus

3) Keuntungan-keuntungan AKDR

Menurut Saifuddin (2003), keuntungan-keuntungan AKDR adalah sebagai

berikut :

a) Sebagai kontrasepsi mempunyai efektifitas yang tinggi, dimana menurut

BKKBN (1989) hanya terdapat 1 kegagalan dalam 125-170 kehamilan.

b) IUD dapat efektif segera setelah pemasangan.

c) Metode jangka panjang (10 tahun proteksi dari Cu T 380 A dan tidak perlu

diganti)

d) Sangat efektif karena tidak perlu mengingat-ingat

e) Tidak mempengaruhi hubungan seksual

f) Meningkatkan kenyamanan seksual karena tidak perlu takut untuk hamil.

g) Tidak ada efek samping hormonal dengan Cu IUD (Cu T – 380 A)

h) Tidak mempengaruhi kualitas dan volume ASI.

i) Dapat dipasang segera setelah melahirkan atau sesudah abortus apabila

tidak terjadi infeksi

j) Dapat digunakan sampai menopause

k) Tidak ada interaksi dengan obat-obatan

l) Membantu mencegah kehamilan ektopik

4) Kerugian-kerugian AKDR
Menurut Saifuddin (2003), kerugian yang dapat ditimbulkan oleh IUD

adalah :

a) Tidak mencegah IMS termasuk HIV / AIDS

b) Tidak baik digunakan pada perempuan dengan IMS atau perempuan yang

sering berganti pasangan

c) Penyakit Radang Panggul terjadi sesudah perempuan dengan IMS

memakai IUD, dimana PRP dapat memicu intertilitas

d) Prosedur medis, termasuk pemeriksaan pelvic diperlukan dalam

pemasangan IUD. Seringkali perempuan takut selama pemasangan

e) Sedikit nyeri dan perdarahan (sprotting) terjadi segera setelah

pemasangan IUD. Biasanya menghilang dalam 1-2 hari

f) Klien tidak dapat melepas IUD oleh dirinya sendiri. Petugas kesehatan

terlatih yang harus melepas IUD

g) Mungkin IUD keluar dari uterus tanpa diketahui (sering terjadi apabila IUD

dipasang segera sesudah melahirkan)

h) Tidak mencegah terjadinya kehamilan ektopik karena fungsi IUD untuk

mencegah kehamilan normal

i) Perempuan harus memeriksa posisi benang AKDR dari waktu ke waktu.

Untuk melakukan ini perempuan memasukkan jarinya ke dalam vagina,

sebagian perempuan tidak mau melakukan ini.

5) Indikasi pemasangan AKDR

a) Telah mendapat persetujuan suami

b) Pernah melahirkan dan telah mempunyai anak serta ukuran rahimnya

tidak kurang dari 5 cm

c) Telah cukup jumlah anaknya dan belum memutuskan untuk sterilisasi.


d) Tidak ingin hamil paling tidak untuk 2 tahun

e) Dianjurkan sebagai pengganti Pil KB, bagi peserta yang umumnya di atas

35 tahun

6) Kontraindikasi pemasangan AKDR

a) Adanya kehamilan

b) Infeksi panggul (pelvis) yang terus menerus, akut, dan kronis

c) Lecet ( erosi) atau peradangan pada leher rahim

d) Diketahui datau dicurigai kanker rahim

e) Perdarahan yang tidak normal dari alat kelamin

f) Perdarahan haid yang hebat

g) Alergi logam

h) Rahim kecil, endometriosis

7) Saat yang baik pemasangan AKDR

Pada dasarnya AKDR dapat dipasang setiap saat biasanya dilakukan pada

waktu haid, yaitu pada akhir haid atau pada hari sebelum berakhirnya

haid, karena:

a) Serviks lembut dan sedikit terbuka

b) Perdarahan dan sakit perut mungkin tidak menimbulkan keluhan pada

wanita tersebut

Pemasangan AKDR dapat juga dilakukan sewaktu-waktu, pada saat:

a) Segera setelah induksi haid atau abortus spontan, asalkan tidak ada

tanda-tanda infeksi misalnya: tidak panas, rahim tidak lembut, tidak ada

keputihan seperti nanah/banyak sekali

b) Setelah melahirkan yaitu: segera setelah melahirkan 2-4 hari setelah

melahirkan 40 hari setelah melahirkan.


c. Suntikan KB
Suntikan KB mengandung hormon progresteron, tidak mengandung
estrogen.
1) Cara kerja
Kontasepsi senantiasa mencegah kehamilan dengan cara:
a) Menghalangi terjadinya ovulasi
b) Menipiskan endometrium sehingga tidak terjadi nidasi
c) Memekatkan lendir serviks sehingga menghambat perjalanan
spermatozoa melalui kanalis servikalis
2) Keuntungan
a) Sangat efektif, kegagalannya kurang dari 1%
b) Kemungkinan salah dan lupa memakainya tidak ada
c) Dapat diberikan pada ibu yang menyusukan karena tidak mengurangi
produksi ASI
d) Diberikan setiap 12 minggu sekali
3) Jenis
Kontrasepsi suntikan yang beredar di Indonesia ada 2 macam, yaitu DMPA
(Depo Medroxis Progresteron Asetat) yang lazim disebut Depo Provera
dan net oen (noretisteron) yang lazim disebut Noristerat. Depo provera
sebagai kontrasepsi suntikan diberikan dosis 150 mg/3 cc sedangkan
noristerat dengan dosis 200 mg/cc
4) Waktu pemberian
a) Pasca persalinan sampai 40 hari
b) Pasca keguguran sampai 7 hari
c) Interval dengan anak hidup minimal satu, sebelum hari kelima haid
5) Cara penyuntikan
a) Intramuskular
b) Tempat penyuntikan
(1) Pada otot bokong (glutea) yang dalam, bekas suntikan ditutup dengan
plester untuk mencegah keluarnya obat.
(2) Pada otot pangkal lengan (deltoid)
6) Indikasi
a) Ibu telah mempunyai anak lebih dari satu
b) Tidak dalam keadaan hamil
c) Riwayat siklus haid teratur
d) Tidak terdapat kontraindikasi
7) Kontraindikasi
a) Hamil
b) Perdarahan pervaginam yang tidak diketahui sebabnya
c) Tumor/ keganasan
d) Terdapat penyakit jantung, paru-paru, kelainan faal hati, tekanan darah
tinggi, obesitas, diabetes
8) Efek samping dan penanggulangannya
a) Devo provera
(1)Efek samping dapat berupa :
(a) Gangguan haid: amenorhea, menoragia, metroragia, dan spotting
(b)Gangguan bukan haid: pusing sakit kepala, mual, muntah, rambut rontok,
jerawat, kenaikan berat badan, kenaikan tekanan darah, penurunan libido,
alergi dan hyperpigmentasi.
(2)Penanggulangannya
Penanggulangan haid belum ada yang tepat, tapi untuk sementara
dianjurkan antara lain adalah perbaikan gizi, pemberian pil KB 1-3 /hari
selama 5-7 hari, penerangan yang lebih intensif, pemberian obat
symtomatis.

b) Noristerat
(1)Perdarahan yang mengganggu, penanggulangannya dengan pil kombinasi
1 tablet /hari selama 10 hari
(2)Tidak sedang haid (amenorhea), penanggulangannya tidak diberikan
pengobatan bila tidak menimbulkan kegelisahan-kegelisahan. Amenorhea
di tanggulangi dengan pil kombinasi 2-3 tablet perhari selama 7 hari. Bila
amenorhea yang terus menerus setelah 3 kali suntikan, dengan atau
tanpa pengobatan, maka suntikan dihentikan

d. Alat Kontrasepsi Susuk (Implant)


1) Pengertian Alat Kontrasepsi Implant

Alat kontrasepsi susuk KB atau implant adalah alat kontrasepsi bagi

wanita yang dipasang (disusukan) dibawah kulit lengan bagian atas yang

terdiri atas 1 atau 2 atau 6 kapsul berukuran kira-kira 3 cm berisi zat

levonorgestrvel. (Hartono, 2003)

2) Cara Kerja Susuk KB

Dengan disusupkannya kapsul tersebut silastik Implant dibawah

kulit, maka setiap hari dilepaskan secara tetap sejumlah Levonogestrel

kedalam darah melalui proses difusi dari kapsul-kapsul yang terbuat dari

bahan silastik tersebut, besar kecilnya levonogestrel yang tergantung dari

besar kecilnya levonogestrel permukaan kapsul silastik dan ketebalan dari

dinding kapsul tersebut.

Menurut Sadikin (2003), dengan dilepaskannya hormon levonogestrel

secara konstan dan kontiyu maka cara kerja implant dalam mencegah

kehamilan pada dasarnya terdiri dari 3 mekanisme dasar yaitu:

a) Menghambat terjadinya ovulasi

b) Terhambatnya perjalanan sel telur menuju rahim


c) Menebalkan leher rahim/lendir serviks

3) Yang Tidak Diperbolehkan Menggunakan susuk KB

Menurut Sadikin (2003) akseptor yang tidak diperbolehkan menggunakan

Implant / susuk KB adalah:

a) Akseptor diperkirakan hamil atau tidak hamil

b) Menderita Tumor

c) Wanita berpenyakit jantung, darah tinggi dan kencing manis, sakit kuning,

infeksi panggul, varices berat, wasir

4) Keuntungan susuk KB

Menurut Sadikin (2003) keuntungan dari penggunaan alat kontrasepsi

implant adalah sebagai berikut:

a) Tidak menekan produksi ASI

b) Praktis dan efektif

c) Tidak ada faktor lupa

d) Masa pakai jangka panjang (5 tahun)

e) Membantu mencegah anemia

f) Khasiat kontrasepsi susuk berakhir segera setelah pengangkatan

g) Dapat digunakan oleh ibu yang tidak cocok dengan hormon estrogen.

5) Pemasangan susuk KB

Waktu pemasangan implant yang tepat adalah pada saat ibu sedang

haid, yaitu sejak hari pertama haid sampai selambat-lambatnya hari

ketujuh, Postpartum 3-4 minggu. Pemeriksaan Ginekologi sebelum

pemasangan Implant perlu dilakukan sama seperti pada pemakaian

kontrasepsi hormonal lainnya, jika tidak terdapat kontra indikasi hormon

progestin maka pemasangan implant dapat dilakukan.


6) Pencabutan susuk KB

Akseptor sebaiknya berbaring horisontal selama pencabutan Implant,

untuk mempermudah pencabutan, tempat tidur/meja ditutup dengan kain

yang bersih.

7) Efek Samping, Penaggulangan, dan Pengobatan

a) Gangguan Haid

(1)Gejala dapat berupa Amenorhea dan Methrorhagia

(2)Penanggulangan dan pengobatan

(a) Penanggulangannya dengan cara memberikan penjelasan kepada calon

implant bahwa pemakaian Implant dapat menyebabkan gejala-gejala

tersebut akibat dan hormonal implant. Biasanya gejala-gejalanya

perdarahan tidak berlangsung lama. Bila amenorhea, berikan penjelasan

dengan baik.

(b) Pengobatannya dengan cara bila pasien ingin haid, dapat dilaksanakan

dengan memberikan pil KB hari I sampai 2 masing-masing 3 tablet.

Selanjutnya dari hari 4, l x 1 selama 4-5 hari. Bila perdarahan dapat pula

diberikan preparat estrogen misalnya Ethynil Estradiol 2 x I sehari sampai

perdarahan berhenti. Setelah perdarahan berhenti dapat dilaksanakan

“tapering off” (1 x 1 tablet) selama beberapa hari. Dosis dapat

ditingkatkan bila perlu.

b) Depresi

(1)Gejala dan keluhan dapat berupa rasa sakit, tidak semangat dalam

bekerja/ kehidupan.

(2)Penanggulangan dan pengobatan


(a) Penanggulangannya dengan cara memberikan penjelasan kepada calon

akseptor guna menghindari perasaan bersalah dan calon akseptor.

(b) Pengobatannya dengan cara terapi psikologis bagi yang menderita

depresi, pemberian vitamin-vitamin seperti B6 50 mg.

c) Keputihan

(1)Gejala dan keluhannya berupa cairan putih yang berlebihan yang keluar

dari liang senggama dan mengganggu. Hal ini jarang terjadi pada peserta

implant dan bila terjadi ada penyebab lain. Tidak berbahaya kecuali

berbau, panas atau terasa gatal.

(2)Penanggulangan dan pengobatan

(a) Penanggulangannya dengan cara memberikan penjelasan kepada peserta

Implant jarang terjadi keputuhan, bila hal ini terjadi juga harus dicari

penyebabnya.

(b) Pengobatannya tidak diperlukan pada kasus dimana cairan berlebihan,

dapat diberikan preparat anti kolinergik seperti ektrat belladona 10 mg, 2

x 1 tablet.

d) Jerawat

(1)Gejala dan keluhannya berupa jerawat di wajah/badan dapat disertai

infeksi atau tidak.

(2)Pengobatan

Pengobatannya dengan memberikan Vitamin A dan vitamin E dosis tinggi.

Bila disertai infeksi dapat diberikan preparat Tetrasiklin 250 mg 2x1

kapsul selama 1 atau 2 minggu.

e) Perubahan Libido
(1)Gejala dan keluhannya menurunnya atau meningkatnya libido akseptor.

Hal ini bersifat subyektif dan sulit dinilai.

(2)Penanggulangan dan pengobatan

Menjelaskan kepada pasien kemungkinan hal ini dan sifatnya yang

subyektif pengobatan medis tidak dianjurkan.

f) Perubahan Berat

(1)Gejala dan keluhannya berat badan bertambah beberapa Kg dalam

beberapa bulan setelah pemakaian Implant.

(2)Penanggulangannya

Menjelaskan kepada akseptor Implant bahwa kenaikan berat badan

adalah salah satu efek samping dan pemakaian Implant, akan tetapi tidak

selalu kenaikan berat tersebut diakibatkan dan pemakaian implant.

g) Hematoma

(1)Gejala dan keluhannya berupa warna biru dan rasa nyeri pada daerah

pemasangan atau pencabutan akibat perdarahan bawah kulit

(2)Penanggulangan dan pengobatan

(a) Penanggulangannya dengan cara membenikan penjelasan kepada

peserta akseptor mengenai kemungkinan hal tersebut.

(b) Pengobatannya dengan cara kompres dingin pada daerah yang membiru

selama dua hari. Setelah itu rubah menjadi kompres panas hingga wama

biru/kuning hilang.

h) Nyeri

(1)Gejala dan keluhannya berupa rasa nyeri pada daerah pemasangan akibat

iritasi saraf setempat, hal ini mungkin terjadi dari pemasangan Implant.

(2)Penanggulangan dan pengobatan


(a) Penanggulangannya dengan cara memberikan penjelasan kepada

akseptor tentang fisiologis dan cara pemasangan Implant secara jelas.

(b) Pengobatannya pemberian preparat analgetik anti prostaglandin misalnya

Acetosal 500 mg 3x1 tablet atau parasetamol 500 mg 3x1 tablet.

3. Metode Mantap
a. Tubektomi (MOW)

Tubektomi adalah kontrasepsi permanen wanita yang tidak

menginginkan anak lagi yang bekerja menghambat sel telur wanita

sehingga tidak dapat dibuahi oleh sperma. Cara kontrasepsi ini

dipersiapkan melalui tindakan operasi kecil dengan mengikat dan

memotong sel tuba (telur) pada istri. Keuntugannya adalah: Pemakaian

atau perlindungan terhadap terjadinya kehamilan sangat tinggi, dapat

digunakan seumur hidup, tidak mengganggu hubungan suami istri, tidak

mengganggu produksi ASI. Kerugiannya berupa: faktor resiko dan efek

samping bedah.

Vasektomi (MOP)

Cara kontrasepsi ini dipersiapkan melalui operasi tindakan ringan

dengan cara mengikat dan memotong sel sperma (vas diferent) sehingga

sperma tidak dapat lewat dan air mani tidak mengandung spermatozoa,

dengan demikian tidak terjadi pembuahan.

Keuntungan dari vasektomi adalah:

1) Tidak ada mortalitas (kematian)

2) Morbiditas (mengakibatkan sakit) kecil sekali

3) Dilakukan anastesi local, hanya kurang lebih 15 menit


4) Kemungkinan kegagalan tidak ada, karena diperiksa kepastian

laboratorium

5) Tidak mengganggu hubungan seksual dan cairan mani yang dikeluarkan

waktu coitus tidak berubah

6) Biaya murah

7) Dapat dilakukan dimana saja asal tempatnya bersih dan tenang, tidak

selalu harus di kamar mandi.

Efek samping vasektomi adalah: kulit membiru atau lecet,

pembengkakan dan rasa sakit, keadaan ini merupakan hal yang ringan

dan akan hilang sendiri tanpa pengobatan sederhana, gejala tersebut

timbul sebagai akibat persiapan, teknik dan perawatan yang kurang

sempurna disamping factor penderita sendiri.

Penangulangannya adalah dengan pemberian antibiotika dan

analgetik, kemudian konsultasikan dengan ahli jiwa jika penderita

mengalami gangguan psikologis.

Kegagalan pada vasektomi dapat terjadi konsepsi antara lain:

1) Kesalahan memotong

2) Cara mengikat tidak sempurna, cepat atau terlalu keras

3) Duplikasi vas diferent (kelainan bawaan)

4) Bersenggama sebelum sperma betul-betul negatif

5) Adanya penyambungan kembali dari ujung-ujung vas diferent yang

dipotong.

C. Data Fokus
1. Wawancara
a. Jumlah anak yang direncanakan
b. Adakah masalah dalam kehamilan yang lalu seperti mual-mual dan lain-
lain ?
c. Apakah ibu pernah menggunakan alat kontrasepsi sebelumnya?
d. Adakah keluhan dalam penggunaan kontrasepsi: mual, pendarahan, nyeri
saat berhubungan, infeksi atau haid tidak teratur dan sebagainya
e. Riwayat social: adakah pantangan yang berkaitan dengan budaya /kultur,
kebiasaan merokok
f. Harapan pada jenis kelamin anak tertentu
g. Riwayat menstruasi, KB hormonal biasanya menyebabkan gangguan
siklus haid seperti amenore, spotting, metroragia,
2. Pemeriksaan Fisik
a. Keadaan umum: adakah tanda-tanda ibu sedang sakit yang tampak dari
anemia, kelemahan, berat badan/tinggi badan,
b. Tanda – tanda vital : Tekanan Darah biasanya tinggi, Efek dari hormonal,
Nadi cepat, Napas terkadang sesak, suhu terkadang tinggi karena respon
tubuh terhadap pemasangan AKDR.
c. Muka periksa adanya oedema, jerawat, hyperpigmentasi (efek hormonal).
d. Kardiovaskuler : Palpitasi.
e. Dada : pernapasan kadang sesak.
f. Payudara : hyperpigmentasi
g. Abdomen : nyeri, mules, muntah-muntah, mual (efek AKDR)
h. Vagina : Periksa adakah blood show, keluar darah pervaginam, varises,
ukuran uterus yang mengalami kelainan
i. Ekstremitas : Adakah edema, varises pada ekstrimitas, bekas insisi post
pemasangan implant pada tangan atas.
3. Pemeriksaan Penunjang
Hampir tidak ada pemeriksaan penunjang kecuali ada riwayat
perdarahan, maka diperiksa:
a. Hb, biasanya < 10gr/dl
b. Trombosit (biasanya normal / turun bila perdarahan hebat)
c. Leukosit (biasanya sedikit meningkat >10000/mm3)
4. Pemeriksaan Psikososial
a. Pastikan keinginan KB dari klien dan suami tanpa paksaan
b. Adakah keyakinan / pandangan terkait dengan penggunaan kontrasepsi
c. Adakah ketakutan dengan prosedur pemasangan alat kontrasepsi
d. Status kesehatan ibu, sosial budayanya terkait dengan hal ini tingkat
penghasilan, pengetahuan dan jarak dengan tempat pelayanan kesehatan
untuk kontrol lainnya.

D. Analisa Data
N Data Etiologi Masalah
o
1 DS= Klien Kurang Informasi Ketidakmampu
mengatakan an memilih
bingung untuk alat
memilih alat kontrasepsi
kontrasepsi

DO= Klien bertanya


Tentang
pada petugas pengetahuan terkait
kesehatan dengan KB

Klien bingung
dengan alat
kontrasepsi

Ketidakmampuan
memilih alat
kontrasepsi

2 DS= Klien Proses adaftasi Perubahan


mengatakan haid hormonal pola haid
tidak teratur

DO= Klien
menggunakan alat
kontrasepsi pil
Ketidakseimbangan
hormon
progresteron dan
estrogen

Haid tidak
teratur/spotting

Perubahan pola
haid
3 DS= Klien Penggunaan alat cemas
mengatakan kontrasepsi
khawatir untuk
menggunakan alat
kontrasepsi

Adanya efek
samping dari
kontrasepsi

Haid tidak
teratur/spotting

Perubahan pola
haid

cemas
4 DS= Klien Akseptor KB Pil Gangguan
mengatakan sejak konsep diri:
menggunakan Body image
kontrasepsi pil
banyak bintik-bintik
hitam dan jerawat
dimuka
Berisi hormon
progresteron dan
DO= Klien akseptor
estrogen
KB pil

Keseimbangan
progresteron dan
estrogen terganggu
Timbul gajala-gejala
sampingan

Pigmentasi dan
jerawat pada muka,
badan menjadi
gemuk

Gangguan body
image

5. Ds = klien Tindakan operasi Resiko infeksi


mengeluh sakit di (MOW/MOP) dan
daerah insisi implant
Do = kulit lebam,
pembengkakan di
daerah insisi,
kemerahan di
daerah insisi,
Pemajanan luka
diluar

Bila klien kurang


perhatikan hygiene

Media yng baik


untuk
mikroorganisme
tumbuh

Resiko infeksi

F. Diagnosa Keperawatan

1. Perubahan pola haid, spotting haid b.d Proses adaftasi hormonal ditandai

dengan klien mengatakan haid tidak teratur

2. Ketidakmampuan memilih alat kontrasepsi yang efektif b.d kurangnya

informasi akan pengetahuan tentang KB ditandai dengan klien banyak

bertanya.

3. Cemas b.d terjadinya efek samping dari alat kontrasepsi tertentu ditandai

dengan klien mengatakan khawatir untuk menggunakan alat kontrasepsi.

4. Gangguan konsep diri b.d timbul gejala-gejala sampingan (pigmentasi dan

jerawat pada muka) ditandai dengan klien mengatakan sejak

menggunakan alat kontrasepsi pil banyak bintik-bintik hitam dan jerawat

pada muka.

5. Resiko infeksi berhubungn dengan pemajanan luka insisi ditandai dengan

klien mengeluh sakit di daerah insisi, kulit lebam, pembengkakan di

daerah insisi, kemerahan di daerah insisi,

G. Intervensi Keperawatan

N Tujuan Intervensi Rasional


O
1 Tujuan [Link] lamanya dan
[Link] mengetahui
Panjang: Dalam banyaknya siklus haid dan
jangka waktu 2 spotting mengetahui
bulan pola haid lamanya haid dan
normal jumlah
perdarahan pada
Tujuan jangka saat haid
pendek: dalam
waktu 1 bulan 2. Pada hari-hari
haid [Link] pada ibu pertama
normal dengan efek samping alat pemakaian alat
kriteria: kontrasepsi AKDR kontrasepsi AKDR
 Sifat darah haid dan hormonal dan hormonal
kembali pada pada hari-hari biasanya terjadi
siklus awal/biasa pertama efek samping dari
 Tidak ada pemakaian alat kontrasepsi
spotting haid kontrasepsi. tersebut
yang berulang
[Link] penunjang
dapat
mengetahui
[Link] untuk kadar
pemeriksaan lab, keseimbangan
Hb, Leukosit, hormon
trombosit, Ht.
[Link]
mendapatkan
penanganan lebih
[Link] ke dokter lanjut
bila keluhan
menjadi berat
2 Tujuan Jangka Kaji tingkat Untuk
Panjang: Klien pengetahuan klien mengetahui
memilih alat tentang alat tingkat
kontrasepsi yang kontrasepsi yang pengetahuan
efektif untuk sesuai dengan klien agar dapat
kesehatannya. kondisinya menentukan
intervensi
Tujuan jangka selanjutnya:
pendek: setelah Jelaskan pada
diberi penjelasan klien tentang Memberikan
klien dapat efektivitas, gambaran
memilih alat efisiensi dari tentang alat-alat
kontrasepsi yang masing-masing kontrasepsi
efektif dengan alat kontrasepsi,
kriteria: keuntungan,
Klien dapat kerugian,indikasi
memilih salah dan kontraindikasi
satu alat KB yang
sesuai dengan Berikan KB yang
kondisinya untuk pendidikan diinginkan akan
menunda kesehatan kepada sesuai dengan
kehamilan (pil, klien beserta kondisi suami
suntik, pantang suaminya untuk istri
berkala) untuk menentukan
menjarangkan pilihan kontrasepsi
kehamilan (AKDR, yang mereka
suntik), inginkan
mengakhiri/menj
aga kesehatan
(MOW, WOP)

3 Tujuan Jangka Kaji tingkatan Untuk


Panjang: cemas mengetahui
Kecemasan dapat tingkat
dikurangi/dikontr kecemasan klien
ol
Jelaskan pada Sebagai
klien tentang efek pengetahuan
Tujuan jangka samping dari alat klien, supaya
pendek: setelah kontrasepsi klien dapat
diberi penjelasan memilih salah
kecemasan satu alat
berkurang kontrasepsi yang
dengan kriteria: sesuai dengan
Klien tampak kondisinya
tenang dan dapat Berikan
memahami efek kesempatan pada Dapat
samping ibu untuk menurunkan
penggunaan alat bertanya tentang kecemasan klien
kontrasepsi. kerugian alat dalam memilih
Klien kooperatif kontrasepsi alat kontrasepsi
dan mau
bekerjasama Berikan support
Supaya klien
dalam psikososial kepada dapat beradaftasi
pemasangan alat klien terhadapterhadap
kontrasepsi pemasangan alat pemasangan alat
kontrasepsi kontrasepsi pada
minggu awal
pemasangan
4 Tujuan Jangka Jelaskan efek Menambah
Panjang: klien samping dari KB wawasan
tidak merasa pil /pengetahuan
malu dengan bagi klien
keadaanya
Untuk
Tujuan jangka Anjurkan klien mempercepat
pendek: klien untuk konsultasi informasi lebih
merasa percaya dengan spesialis untuk menntukan
diri dengan kulit intervensi
keadaanya selanjutnya
dengan kriteria:
Tidak malu untuk
bergaul

5. Tupan: -Beritahu klien-Balutan yang


Infeksi dapat bahwa selama 48 basah merupakan
dicegah jam pertama media yang baik
daerah insisi harus untuk
Tupen: dibiarkan kering pertumbuhan
Dalam 2 x 24 jam media yang baik
tidak ada tanda untuk
infeksi dengan pertumbuhan
kriteria: mikroorganisme
-Luka kering
Tidak ada tanda - Lebam dan perih
infeksi - Jelaskan efek dari bukan indikasi
pemsangan infeksi jika hilang
implant, dalam beberapa
MOW/MOP secara hari
langsung seperti
lebam dan rasa
perih
-Untuk mencegah
- Hindari benturan, terjadinya trauma
gesekan dan berlebih selain
penekanan di dari tempat insisi
daerah insisi
-Dapat mencegah
ekspulsi batang
-Balutan jangan implant, cara
dibuka dalam 48 memungkinkan
jam, plester menyebabkan
dipertahankan infeksi
hingga luka
sembuh (biasanya
5 hari) - Memungkinkan
klien mendapat
-Anjurkan klien pertolongan lebih
kembali ke klinik dini untuk
jika ada tanda mencegah
infeksi seperti kondisi lebih
demam, buruk
peradangan
selama beberapa
hari - Antibiotik untuk
mencegah infeksi
-Kolaborasi
pemberian terafi
antibiotik
DAFTAR PUSTAKA

Depkes RI, 2000. Asuhan Kebidanan Pada Ibu Hamil Dalam Konteks Keluarga.

Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan, Jakarta

_________, 2002. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan

Neonatal, Jakarta.

Herti, 2007. Cara Tepat Memilih Alat Kontrasepsi Keluarga Berencana Yang

Tepat Bagi Wanita. [Link]

Notodohardjo, 2003, reproduksi Kontrasepsi dan Keluarga Berencana, Jakarta

Robert Prihardjo, 1996, Pengkajian Fisik Keperawatan, EGC, Jakarta

Saifudin,A. 2003. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. Yayasan Bina

Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Jakarta.

Suririnah, Dr. 2005. Beberapa Metode Kontrasepsi Atau [Link]://[Link]

[Link]//

Diposkan oleh Kapevi Hatake di 12:15 AM

Anda mungkin juga menyukai