0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan12 halaman

Etika Penggunaan AI untuk Siswa SD

Dokumen ini adalah rencana pembelajaran untuk kelas 5 SD mengenai etika dalam penggunaan kecerdasan artifisial (AI) selama tahun ajaran 2025/2026. Pembelajaran bertujuan untuk memahami dasar-dasar AI, etika penggunaannya, serta dampak positif dan negatifnya. Metode yang digunakan adalah Problem-Based Learning (PBL) dengan berbagai media dan alat pembelajaran untuk mendorong diskusi dan kolaborasi di antara siswa.

Diunggah oleh

mujiono.1055
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan12 halaman

Etika Penggunaan AI untuk Siswa SD

Dokumen ini adalah rencana pembelajaran untuk kelas 5 SD mengenai etika dalam penggunaan kecerdasan artifisial (AI) selama tahun ajaran 2025/2026. Pembelajaran bertujuan untuk memahami dasar-dasar AI, etika penggunaannya, serta dampak positif dan negatifnya. Metode yang digunakan adalah Problem-Based Learning (PBL) dengan berbagai media dan alat pembelajaran untuk mendorong diskusi dan kolaborasi di antara siswa.

Diunggah oleh

mujiono.1055
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

 Nama Penyusun : Mujiono

 Sekolah : SDN I Terusan


 Tahun Ajaran : 2025/2026
 Jenjang Sekolah : Sekolah Dasar
 Kelas :5
 Fase :C
 Mata Pelajaran : Koding
 Materi Pembelajaran:Etika Dalam Pengunaan Kecerdasan Artifisial (KA)
 Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (1 pertemuan)

Capaian Pembelajaran
Memahami permasalahan sederhana dalam kehidupan sehari-hari, menerapkan pemecahan masalah secara
sistematis, serta menuliskan instruksi logis dan terstruktur menggunakan sekumpulan kosa kata atau simbol.

Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti pembelajaran ini, peserta didik diharapkan dapat:
1. Menjelaskan pengertian dasar kecerdasan artifisial (AI) dengan kalimat sendiri.
2. Mengidentifikasi contoh-contoh penggunaan AI dalam kehidupan sehari-hari.
3. Menyebutkan setidaknya dua etika dasar dalam penggunaan AI (misalnya: jujur, tidak plagiat, tidak
menyebarkan informasi palsu).
4. Menjelaskan dampak positif dan negatif penggunaan AI jika tidak dilandasi etika.
5. Mempresentasikan hasil diskusi kelompok tentang studi kasus sederhana terkait etika AI.

Kompetensi Dasar
 Elemen: Teknologi Informasi dan Komunikasi
 Sub Elemen: Etika Digital dan Dampak Sosial AI
 Kompetensi Dasar: Peserta didik mampu memahami etika dasar dalam penggunaan teknologi digital,
khususnya kecerdasan artifisial, untuk mendukung pembelajaran dan interaksi sosial yang sehat.

Profil Pelajar Kelulusan


 Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia: Menghargai hak cipta dan menghindari
plagiarisme dalam penggunaan AI.
 Kewargaan:Etika AI harus memastikan bahwa teknologi ini mendukung nilai-nilai kewarganegaraan,
seperti keadilan, demokrasi, dan hak asasi manusia.
 Mandiri: Mampu mencari informasi dan mengevaluasi kebenaran informasi yang dihasilkan oleh AI
secara mandiri.
 Kreativitas dalam etika AI tidak hanya tentang menciptakan sistem AI yang inovatif, tetapi juga tentang
menemukan solusi kreatif untuk tantangan etis yang muncul.
 Bernalar Kritis: Mampu mengidentifikasi dampak positif dan negatif dari penggunaan AI serta
mengambil keputusan yang tepat.
 Kesehatan: untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan manusia, baik secara fisik maupun mental.
AI harus dikembangkan untuk membantu diagnosis penyakit, membuat pengobatan lebih efektif, dan
meningkatkan akses layanan kesehatan.
 KomunikasiTransparansi dalam cara kerja AI perlu dikomunikasikan secara jelas kepada pengguna..
 Kalaborasi: Mampu bekerja sama dalam diskusi kelompok untuk memecahkan masalah etika
penggunaan AI.

Strategi Pembelajaran
Problem-Based Learning (PBL)
Pendekatan PBL dipilih untuk mendorong peserta didik berpikir kritis, memecahkan masalah, dan berkolaborasi
dalam memahami etika penggunaan AI. Peserta didik akan dihadapkan pada skenario atau masalah nyata yang
berkaitan dengan penggunaan AI dan diminta untuk mencari solusi berdasarkan pemahaman etika.

Media dan Alat Pembelajaran


 Media:
o Video edukasi pendek tentang AI dan contoh penggunaannya (misal: asisten suara, rekomendasi
produk, penerjemah). [Link]
o Gambar/infografis sederhana tentang etika digital.
o Studi kasus sederhana (cerita pendek/ilustrasi) terkait dilema etika AI.
Alat:
o Proyektor
o Laptop/komputer.
o Speaker.
o Kertas kerja/lembar aktivitas kelompok.
o Alat tulis.

Pertanyaan Pemantik
1. Pernahkah kalian berbicara dengan robot di handphone atau di rumah? Apa yang mereka bisa lakukan?
2. Menurut kalian, apakah robot itu pintar? Kenapa begitu?
3. Bayangkan ada sebuah aplikasi pintar yang bisa mengerjakan semua tugas sekolahmu. Apakah itu ide
yang bagus? Kenapa?

Persiapan Belajar
 Mempersiapkan materi presentasi (video, gambar, studi kasus).
 Menyiapkan lembar kerja/lembar aktivitas kelompok.
 Memastikan ketersediaan alat dan media pembelajaran.
 Menyiapkan area kelas untuk diskusi kelompok.

Kegiatan Pembelajaran
A. Kegiatan Pembuka (10 menit)
1. Salam dan Doa: Guru membuka pelajaran dengan salam dan mengajak peserta didik berdoa.
2. Apersepsi: Guru mengajak peserta didik untuk mengingat pengalaman mereka dengan teknologi,
khususnya gadget. Guru melontarkan pertanyaan pemantik untuk memancing rasa ingin tahu peserta
didik tentang AI.
3. Pengenalan Topik: Guru memperkenalkan topik pembelajaran hari ini yaitu "Kecerdasan Artifisial (AI)
dan Etika dalam Menggunakannya." Guru menjelaskan relevansi topik ini dalam kehidupan sehari-hari.
4. Menyampaikan Tujuan Pembelajaran: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada
hari ini.
B. Kegiatan Inti (50 menit)
1. Orientasi Peserta Didik pada Masalah (15 menit)
o Guru memutarkan video edukasi pendek tentang pengertian AI dan beberapa contoh
penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari (misalnya: asisten suara, rekomendasi video, fitur
autofill di mesin pencari).
o Setelah video, guru bertanya kepada peserta didik: "Apa yang kalian lihat dari video? Apa itu AI
menurut kalian?"
o Guru membagikan Lembar Kerja Studi Kasus 1:
 Budi ingin membuat karangan tentang liburan. Ia menggunakan aplikasi AI untuk
menuliskan seluruh karangannya. Karangan itu sangat bagus dan Budi mendapatkan
nilai sempurna. Budi tidak memberitahu gurunya bahwa karangan itu dibuat oleh AI.
o Guru meminta peserta didik membaca studi kasus tersebut secara mandiri atau bersama teman
sebangku.
o Guru memberikan pertanyaan lanjutan: "Menurut kalian, apakah yang dilakukan Budi benar?
Mengapa? Apa dampaknya?"
2. Mengorganisasi Peserta Didik untuk Belajar (15 menit)
o Guru membagi peserta didik menjadi kelompok-kelompok kecil (3-4 orang).
o Setiap kelompok diberikan lembar kerja yang berisi pertanyaan-pertanyaan panduan terkait
Studi Kasus 1, seperti:
 Apa masalah yang ada dalam cerita Budi?
 Apakah adil jika Budi mendapatkan nilai bagus padahal bukan dia yang menulis?
 Menurutmu, apa yang seharusnya Budi lakukan?
 Mengapa penting untuk jujur saat menggunakan AI?
o Guru mengingatkan peserta didik tentang pentingnya etika dalam bertindak, termasuk saat
menggunakan teknologi. Guru menjelaskan secara sederhana arti etika (perilaku yang baik dan
benar).
3. Membimbing Penyelidikan Individu maupun Kelompok (10 menit)
o Peserta didik berdiskusi dalam kelompok untuk menganalisis studi kasus dan menjawab
pertanyaan-pertanyaan di lembar kerja.
o Guru berkeliling dan membimbing setiap kelompok, memberikan arahan, dan memastikan
semua anggota berpartisipasi aktif. Guru bisa memberikan contoh etika dasar penggunaan AI
seperti: jujur, tidak plagiat (mengaku hasil orang lain), tidak menyebarkan berita bohong,
menghargai privasi orang lain.
4. Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Karya (10 menit)
o Setiap kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas.
o Guru memfasilitasi sesi tanya jawab antar kelompok atau dengan guru.
5. Menganalisis dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah (5 menit)
o Guru bersama peserta didik merefleksikan hasil diskusi. Guru menekankan kembali poin-poin
penting tentang etika dasar penggunaan AI.
o Guru merangkum jawaban-jawaban terbaik dan memberikan penguatan tentang pentingnya
sikap jujur dan bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi.
o Guru memberikan contoh lain penggunaan AI yang baik dan tidak baik.
C. Kegiatan Penutup (10 menit)
1. Refleksi:
o Guru mengajak peserta didik merefleksikan pembelajaran hari ini dengan pertanyaan:
 "Apa yang kalian pelajari hari ini?"
 "Mengapa penting untuk memiliki etika saat menggunakan AI?"
 "Apa yang akan kalian lakukan jika menggunakan AI di kemudian hari?"
o Peserta didik secara bergantian menyampaikan satu hal yang mereka pelajari.
2. Rangkuman: Guru membuat rangkuman singkat tentang etika dasar penggunaan AI (jujur,
bertanggung jawab, berpikir kritis).
3. Penugasan (Opsional): Guru memberikan tugas rumah sederhana, misalnya mencari satu contoh
penggunaan AI di rumah dan menuliskan bagaimana seharusnya etika yang diterapkan saat
menggunakannya.
4. Doa dan Salam Penutup: Guru menutup pelajaran dengan doa dan salam.
CONTOH LKPD SD FACE C

Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)


Detektif AI Etis
Nama:
Kelas:
Hai Detektif Cilik!
Hari ini kita sudah belajar tentang Kecerdasan Artifisial (AI) dan bagaimana kita harus bersikap baik saat
menggunakannya. Sekarang, ayo kita jadi detektif dan selidiki kasus-kasus di bawah ini.
Baca setiap kasus dengan saksama. Lingkari jawaban "ETIS" jika perilaku tersebut baik dan sesuai aturan,
atau "TIDAK ETIS" jika perilaku tersebut tidak baik. Lalu, tuliskan alasanmu mengapa kamu memilih
jawaban itu.

Kasus 1:
Rani menggunakan aplikasi di ponselnya yang bisa mengubah suaranya menjadi suara robot. Rani lalu
merekam suaranya dan mengirimkan pesan lucu ke temannya.
Apakah perilaku Rani ETIS / TIDAK ETIS?
Alasanmu:

Kasus 2:
Budi menggunakan aplikasi AI untuk mencari tahu jawaban soal ulangan di internet saat ujian sedang
berlangsung.
Apakah perilaku Budi ETIS / TIDAK ETIS?
Alasanmu:
Kasus 3:
Siti menggunakan aplikasi AI yang bisa membuat gambar. Siti membuat gambar pemandangan yang indah
untuk tugas seninya, lalu dia memberitahu gurunya bahwa dia menggunakan bantuan AI.
Apakah perilaku Siti ETIS / TIDAK ETIS?
Alasanmu:

Kasus 4:
Doni menggunakan AI di komputernya untuk mencari tahu informasi pribadi teman sekelasnya, seperti
alamat rumah dan nomor telepon, tanpa izin dari temannya.
Apakah perilaku Doni ETIS / TIDAK ETIS?
Alasanmu:

Kasus 5:
Guru meminta murid-muridnya membuat poster tentang menjaga lingkungan. Edo menggunakan AI untuk
mencari ide-ide bagus untuk poster dan mencari gambar-gambar yang menarik, lalu dia membuat
posternya sendiri dengan idenya.
Apakah perilaku Edo ETIS / TIDAK ETIS?
Alasanmu:
Kunci Jawaban LKPD
Detektif AI Etis

Kasus 1:
Rani menggunakan aplikasi di ponselnya yang bisa mengubah suaranya menjadi suara robot. Rani lalu
merekam suaranya dan mengirimkan pesan lucu ke temannya.
Apakah perilaku Rani ETIS / TIDAK ETIS?
Alasanmu: Perilaku Rani etis karena dia menggunakan AI untuk hiburan yang tidak merugikan orang lain dan
tidak melanggar aturan.

Kasus 2:
Budi menggunakan aplikasi AI untuk mencari tahu jawaban soal ulangan di internet saat ujian sedang
berlangsung.
Apakah perilaku Budi ETIS / TIDAK ETIS?
Alasanmu: Perilaku Budi tidak etis karena dia menggunakan AI untuk menyontek dan berbohong dalam ujian.
Ini tidak jujur dan merugikan dirinya sendiri serta orang lain yang berusaha keras.

Kasus 3:
Siti menggunakan aplikasi AI yang bisa membuat gambar. Siti membuat gambar pemandangan yang indah
untuk tugas seninya, lalu dia memberitahu gurunya bahwa dia menggunakan bantuan AI.
Apakah perilaku Siti ETIS / TIDAK ETIS?
Alasanmu: Perilaku Siti etis karena dia jujur dan transparan tentang penggunaan AI. Dia menggunakan AI
sebagai alat bantu, bukan untuk menipu atau mengklaim hasil kerja AI sebagai hasil karyanya sepenuhnya.

Kasus 4:
Doni menggunakan AI di komputernya untuk mencari tahu informasi pribadi teman sekelasnya, seperti alamat
rumah dan nomor telepon, tanpa izin dari temannya.
Apakah perilaku Doni ETIS / TIDAK ETIS?
Alasanmu: Perilaku Doni tidak etis karena dia melanggar privasi orang lain. Menggunakan AI untuk
mendapatkan informasi pribadi tanpa izin adalah tindakan yang salah dan bisa membahayakan.
Kasus 5:
Guru meminta murid-muridnya membuat poster tentang menjaga lingkungan. Edo menggunakan AI untuk
mencari ide-ide bagus untuk poster dan mencari gambar-gambar yang menarik, lalu dia membuat posternya
sendiri dengan idenya.
Apakah perilaku Edo ETIS / TIDAK ETIS?
Alasanmu: Perilaku Edo etis karena dia menggunakan AI sebagai alat bantu untuk mencari inspirasi dan data,
bukan untuk menjiplak atau membuat AI mengerjakan seluruh tugasnya. Dia tetap membuat posternya sendiri
dengan kreativitasnya.

Apa itu Etika dalam AI?


Etika dalam AI merujuk pada seperangkat prinsip dan nilai moral yang memandu pengembangan, penerapan,
dan penggunaan teknologi kecerdasan buatan. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa AI digunakan secara
bertanggung jawab dan adil, serta menghindari dampak negatif terhadap individu dan masyarakat. Seiring
dengan semakin canggihnya AI, penting untuk memastikan bahwa teknologi ini tidak hanya powerful, tetapi
juga bermanfaat, aman, dan etis.

Prinsip-Prinsip Etika AI
Ada beberapa prinsip utama yang menjadi landasan etika AI:
 Keadilan dan Kesetaraan: AI harus dikembangkan untuk semua orang tanpa memihak atau
menciptakan diskriminasi. Algoritma harus adil dan tidak memperkuat bias yang ada dalam data, seperti
bias ras, gender, atau sosial ekonomi.
 Akuntabilitas dan Transparansi: Pengembang dan pengguna AI harus bertanggung jawab atas
keputusan yang dibuat oleh sistem AI. Sistem AI tidak boleh menjadi "kotak hitam" yang tidak dapat
dipahami. Proses pengambilan keputusannya harus bisa dijelaskan dan diaudit.
 Privasi dan Keamanan Data: AI seringkali membutuhkan data dalam jumlah besar. Sangat penting
untuk melindungi data pribadi dan memastikan bahwa data tersebut tidak disalahgunakan. Pengguna
harus memiliki kendali atas data mereka.
 Otonomi dan Kontrol Manusia: AI dirancang untuk membantu manusia, bukan untuk menggantikan
otonomi manusia sepenuhnya. Manusia harus tetap memiliki kendali akhir atas sistem AI, terutama
dalam keputusan-keputusan penting.
 Manfaat dan Kesejahteraan Sosial: AI harus dikembangkan untuk memberikan manfaat yang jelas
bagi masyarakat, seperti di bidang kesehatan, pendidikan, dan lingkungan. Penggunaannya harus
meningkatkan kesejahteraan, bukan malah menciptakan masalah baru.

Contoh Penggunaan Etis dan Tidak Etis AI


Penggunaan Etis ✅
 AI dalam Diagnosa Medis: Sistem AI yang menganalisis gambar medis (seperti rontgen atau MRI)
untuk membantu dokter mendeteksi penyakit lebih cepat dan akurat. Ini meningkatkan kualitas layanan
kesehatan secara adil.
 AI digunakan untuk memebantu belajar (chatbot,google translate)
 AI digunakan untuk mengenali cuaca.
Penggunaan Tidak Etis ❌
 Membuat video palsu(deepfake)untuk menipu
 AI untuk menyebarkan hoaks
 Memata-matai seorang tanpa idzin

Risiko Jika AI Tidak Digunakan Secara Etis


Jika AI tidak dikelola dengan etika, beberapa risiko serius dapat muncul:
1. Menyebarkn informasi palsu(hoaks)
2. Merusak reputasi seseorang (misalnya lewat video deepfake )
3. Melanggar privasi(menyalagunakan data orang lain)
4. Membuat Keputusan yang tidak adil (dikriminasi)

Cara Menerapkan Etika dalam AI


Menerapkan etika AI membutuhkan upaya kolektif dari berbagai pihak:
 Selalu cek sumber data sebelum percya pada hasil AI
 Gunakan AI untuk hal positif,misalnya belajar,membuat karya,atau membantu pekerjaan
 Jaga privasi jangan unggah data pribadi ke AI tanpa izin
 Laporkan:jika ada pengunaan AI yang menyesatkan atau merugikan orang lain.

Studi Kasus: Diskusi kelas


[Link] 1:Sebuah vidio deepfake menyebar di media sosial
[Link] akan etis yang seharusnya dilakukan.

Ringkasan Penggunaan Etika AI


Secara ringkas, etika AI adalah komitmen untuk menggunakan teknologi AI secara adil, transparan, dan
bertanggung jawab. Ini bukan hanya tentang mencegah risiko, tetapi juga tentang memastikan bahwa AI dapat
menjadi kekuatan untuk kebaikan yang dapat memecahkan masalah global dan meningkatkan kehidupan
manusia secara universal. Dengan etika AI, kita dapat membangun masa depan di mana teknologi dan nilai-nilai
kemanusiaan berjalan beriringan.
Rubrik Penilaian LKPD Kelompok

Aspek 4 (Sangat Baik) 3 (Baik) 2 (Cukup) 1 (Perlu Bimbingan)

4 prinsip + 1 contoh
Isi 3 prinsip dijelaskan 2 prinsip dijelaskan 1 prinsip dijelaskan
dijelaskan

Kreativitas Desain menarik dan rapi Desain cukup menarik Desain sederhana Kurang menarik

Kerjasama Semua anggota aktif Sebagian besar aktif Hanya 1-2 orang aktif Tidak ada kerja sama

Menyampaikan dengan Menyampaikan cukup Menyampaikan kurang Tidak bisa


Presentasi
jelas jelas jelas mempresentasikan

Soal Pilihan Ganda – Etika dalam Penggunaan AI


1. Apa tujuan utama etika dalam penggunaan AI?
a. Agar AI bisa menggantikan manusia sepenuhnya b. Agar AI bisa bekerja lebih cepat c. Agar AI digunakan
secara bertanggung jawab dan tidak merugikan orang d. Agar AI bisa bermain game
Jawaban: c
2. Prinsip etika AI yang melindungi data pribadi pengguna disebut ...
a. Transparansi b. Keadilan c. Privasi d. Akuntabilitas
Jawaban: c
3. AI yang membuat video palsu dengan wajah orang lain disebut ...
a. Smart voice b. Translator AI c. Deepfake d. Visual bot
Jawaban: c
4. Berikut ini contoh penggunaan AI yang etis, kecuali ...
a. Chatbot pembelajaran b. Google Translate c. Deepfake untuk menipu d. Rekomendasi materi belajar
Jawaban: c
5. Jika AI melakukan kesalahan, siapa yang bertanggung jawab?
a. Komputer itu sendiri b. Tidak ada yang bertanggung jawab c. Orang yang membuat atau menggunakannya
Jawaban: c
6. Prinsip etika AI yang memastikan bahwa proses pengambilan keputusan oleh AI dapat dijelaskan dan
dipahami disebut ...
a. Otonomi b. Transparansi c. Privasi d. Keadilan
Jawaban: b
7. Penggunaan AI dalam sistem perekrutan yang secara tidak sadar mendiskriminasi kandidat dari
kelompok tertentu adalah pelanggaran terhadap prinsip ...
a. Akuntabilitas b. Keadilan c. Keamanan d. Otonomi
Jawaban: b
8. Apa risiko terbesar dari penggunaan AI yang tidak etis dalam pengambilan keputusan penting, seperti
di bidang hukum atau kesehatan?
a. Kecepatan kerja AI berkurang b. Keputusan yang bias dan tidak adil c. Biaya penggunaan AI menjadi lebih
mahal d. Data menjadi lebih aman
Jawaban: b
9. Salah satu cara untuk menerapkan etika dalam pengembangan AI adalah dengan ...
a. Menyembunyikan cara kerja algoritma b. Menggunakan data dari satu sumber saja c. Melibatkan berbagai
pihak (ahli etika, sosiolog) dalam tim pengembang d. Membiarkan AI membuat keputusan tanpa intervensi
manusia
Jawaban: c
10. Mengapa otonomi dan kontrol manusia penting dalam etika AI?
a. Agar AI tidak perlu diawasi sama sekali b. Agar manusia tidak perlu berpikir c. Agar manusia tetap memiliki
wewenang untuk mengoreksi atau mematikan sistem AI d. Agar AI bisa membuat keputusan yang lebih cepat
Jawaban: c

Anda mungkin juga menyukai