PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM
Satuan Pendidikan :
Nama Penyusun :
Kelas/Fase/Semester :
Mata Pelajaran :
Topik :
Alokasi Waktu :
Tahun Pelajaran :
Peserta Didik (opsional) :
Peserta didik memiliki pengetahuan dasar yang bervariasi mengenai isu-isu
lingkungan, perlu memiliki kesadaran perannya terhadap keseimbangan
ekosistem, menunjukkan minat tinggi dalam kegiatan berbasis proyek.
Materi Pelajaran (opsional) :
Materi ekosistem dapat mencakup pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural, dan metakognitif. Materi ini dirancang relevan dengan
kehidupan nyata, seperti memahami dampak aktivitas manusia terhadap
ekosistem sungai, serta aplikatif melalui kegiatan seperti proyek
pengelolaan sampah.
Identifikasi
Dimensi Profil Lulusan : (Disesuaikan dengan yang ingin dicapai dalam
pembelajaran)
1. Keimanan dan Ketakwaan Terhadap Tuhan YME
2. Kewargaan
3. Penalaran Kritis
4. Kreativitas
5. Kolaborasi
6. Kemandirian
7. Kesehatan
8. Komunikasi
Desain Capaian Pembelajaran (opsional) :
Pembelajaran Peserta didik menyelidiki bagaimana hubungan saling ketergantungan antar
komponen biotik-abiotik dapat memengaruhi kestabilan suatu ekosistem di
lingkungan sekitarnya.
Lintas Disiplin Ilmu (opsional) :
Guru Ekonomi : Simulasi pemanfaatan sampah sebagai sumber ekonomi
(bank sampah).
Tujuan Pembelajaran :
Peserta didik mampu:
1. Memahami pentingnya keanekaragaman hayati dalam ekosistem
2. Mengidentifikasi dampak aktivitas manusia terhadap keseimbangan
ekosistem
3. Melaksanakan proyek kreatif berbasis solusi lingkungan untuk mencegah
pencemaran pada ekosistem
Topik Pembelajaran (opsional):
Peran Manusia dalam Menjaga Ekosistem
Praktik Pedagogis :
1. Pembelajaran Berbasis Proyek
2. Diskusi kelompok, eksplorasi lapangan, wawancara, dan presentasi
Kemitraan Pembelajaran (opsional) :
1. Komunitas Peduli Ciliwung (KPC)
2. Pengelola Bank Sampah Sungai Ciliwung
3. Masyarakat Sekitar Sungai Ciliwung
Lingkungan Pembelajaran :
1. Ruang Fisik: lingkungan di sekitar Sungai Ciliwung
2. Ruang Virtual: platform daring untuk diskusi dengan teman
3. Budaya Belajar: kolaboratif, berpartisipasi aktif, dan rasa ingin tahu
Pemanfaatan Digital (opsional) :
1. Perencanaan: LMS
2. Pelaksanaan: pertemuan daring, video, perpustakaan daring
3. Asesmen: asesmen daring
Pengalaman Langkah-Langkah Pembelajaran
Belajar Kegiatan Awal (opsional) : (Berkesadaran, Bermakna)
1. Guru membuka pelajaran dengan salam, doa bersama, dan sapaan
ramah untuk menciptakan suasana positif.
2. Guru menerapkan teknik permainan pemusatan konsentrasi
3. Guru memulai dengan video singkat perbedaan kondisi sungai yang
bersih dan tercemar
4. Guru memberikan pertanyaan pemantik “Bagaimana kondisi makhluk
hidup pada kedua sungai tersebut?ˮ untuk menstimulasi empati peserta
didik
5. Peserta didik melakukan literasi melalui bahan bacaan pada websites
tentang Sungai Ciliwung yang Tercemar
6. Guru tanya jawab dengan peserta didik mengenai bahan bacaan untuk
menumbuhkan kesadaran pencemaran sungai akibat sampah sehingga
berdampak pada kondisi makhluk hidup di Sungai “Apa penyebab
terjadinya pencemaran sungai?ˮ “Apakah sungai yang tercemar
mempengaruhi kondisi makhluk hidup di sana?ˮ
7. Memaparkan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dan
menghubungkan dengan peran peserta didik "Apa yang bisa kita
lakukan untuk melestarikan sungai kita?”
Kegiatan Inti (Bermakna, Menggembirakan)
Memahami
1. Berdiskusi, membaca artikel, eksplorasi sumber informasi pada buku, e-
book, artikel, dan websites melalui internet tentang keanekaragaman
hayati dan ekosistem Sungai.
a. Apa definisi ekosistem?
b. Apa saja macam-macam ekosistem?
c. Apa definisi keanekaragaman hayati?
d. Mengapa keanekaragaman hayati penting bagi kelangsungan
ekosistem?
e. Apakah aktivitas manusia mempengaruhi kelangsungan ekosistem
sungai?
2. Membuat peta konsep tentang ekosistem, keanekaragaman hayati, dan
kelangsungan ekosistem Sungai.
Mengaplikasi
1. Peserta didik melakukan kunjungan lapangan ke Sungai Ciliwung untuk
mengidentifikasi masalah kelangsungan ekosistem Sungai
2. Peserta didik melakukan interview dengan masyarakat di sekitar sungai
Ciliwung
3. Peserta didik menyimak penjelasan dari Komunitas Peduli Ciliwung dan
Pengelola Bank Sampah
4. Guru dan narasumber menumbuhkan kesadaran kepada Peserta didik
tercemarnya sungai akibat sampah yang tidak dikelola dengan baik
5. Peserta didik berdiskusi dengan teman melalui zoom dan guru
pendamping untuk merancang proyek pengelolaan sampah
6. Peserta didik mengembangkan proyek pengelolaan sampah di sekolah
contohnya: membuat tempat sampah berdasarkan jenisnya, ecobrick,
3R, bank sampah, dan sebagainya (dilakukan diferensiasi produk/ide)
Merefleksi
1. Peserta didik melakukan uji coba proyek dan atau mempresentasikan
hasil proyeknya
2. Peserta didik mendapatkan umpan balik dari teman, guru, dan salah satu
narasumber dari Komunitas Peduli Ciliwung dan Pengelola Bank
Sampah
3. Peserta didik membuat jurnal refleksi individu terhadap proyek yang
telah dilakukan
4. Peserta didik melakukan evaluasi diri terhadap pencapaian tujuan
pembelajaran
5. Peserta didik menemukan solusi dan atau peran lanjutan mereka setelah
belajar
Penutup (Berkesadaran)
1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran selanjutnya
dan strategi belajar yang akan digunakan (contoh: topik yang akan
dipelajari, mitra yang akan diundang, eksperimen yang akan dilakukan,
sumber/media pembelajaran yang digunakan)
3. Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai pencapaian
proyeknya
Asesmen 1. Asesmen Awal
Pembelajaran Kuis singkat pengetahuan awal tentang ekosistem dan hubungannya
dengan aktivitas manusia.
2. Asesmen Proses
Peta konsep, presentasi, asesmen proyek pengelolaan sampah.
3. Asesmen Akhir
Jurnal reflektif, tes tertulis.
Kota Bangun, Juli 2025
Mengetahui,
Kepala SMA Negeri 1 Kota Bangun Guru Mata Pelajaran