0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan11 halaman

Citra Tubuh dan Kebiasaan Makan Remaja Putri

Penelitian ini menggambarkan persepsi citra tubuh, pengetahuan gizi seimbang, dan perilaku makan pada remaja putri di SMA Muhammadiyah 1 Pekanbaru. Hasil menunjukkan 52,9% memiliki persepsi citra tubuh positif, 88,6% memiliki pengetahuan gizi baik, dan 54,3% memiliki perilaku makan tidak baik. Disarankan untuk melakukan bimbingan dan promosi kesehatan guna meningkatkan pengetahuan dan perilaku makan yang baik serta memperbaiki persepsi citra tubuh.

Diunggah oleh

kalyca merilla
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan11 halaman

Citra Tubuh dan Kebiasaan Makan Remaja Putri

Penelitian ini menggambarkan persepsi citra tubuh, pengetahuan gizi seimbang, dan perilaku makan pada remaja putri di SMA Muhammadiyah 1 Pekanbaru. Hasil menunjukkan 52,9% memiliki persepsi citra tubuh positif, 88,6% memiliki pengetahuan gizi baik, dan 54,3% memiliki perilaku makan tidak baik. Disarankan untuk melakukan bimbingan dan promosi kesehatan guna meningkatkan pengetahuan dan perilaku makan yang baik serta memperbaiki persepsi citra tubuh.

Diunggah oleh

kalyca merilla
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

KESKOM.

2022; 8(2) : 257-267

JURNAL KESEHATAN KOMUNITAS


(J O U R N A L O F C O M M U N I T Y H E A L T H)
[Link]

Gambaran Persepsi Citra Tubuh, Pengetahuan Gizi


Seimbang, dan Perilaku Makan Remaja Putri di SMA
Muhammadiyah 1 Pekanbaru
Body Image Perception, Knowledge of Balanced Nutrition,
and Eating Habits among Adolescent Girls in Muhammadiyah
1 Pekanbaru High School
Annisa Dian Purwanti1, Yessi Marlina*2
1,2
Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Riau, Indonesia; email [Link]@[Link]

ABSTRACT ABSTRAK
An adolescent girl is a group that is vulnerable to nutritional Remaja putri merupakan kelompok yang rentan terhadap
problems. Nutritional problems can be caused by negative body masalah gizi. Masalah gizi pada remaja putri dapat disebabkan
image perception, bad knowledge of balanced nutrition, and bad oleh persepsi citra tubuh yang negatif, pengetahuan gizi yang
eating habits. This study aims to describe body image perception, kurang, dan perilaku makan yang buruk. Tujuan dari penelitian
knowledge of balanced nutrition, and eating habits among ini adalah untuk menggambarkan persepsi citra tubuh,
adolescent girls in Muhammadiyah 1 Pekanbaru High School.
pengetahuan gizi seimbang, dan perilaku makan remaja putri di
This study used the descriptive research method. The Population
SMA Muhammadiyah 1 Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan
of this study is 210 adolescent girls aged 15-18 years old.
metode penelitian deskriptif. Populasi penelitian ini adalah
Samples were taken from as many as 70 adolescent girls using
remaja putri yang berusia 15-18 tahun sebanyak 210 orang.
simple random sampling. All data were collected using the BSQ-
Sampel diambil sebanyak 70 remaja putri dengan menggunakan
16 questionnaire, knowledge of balanced nutrition
questionnaire, and Adolescent Food Habit Checklist (AFHC) simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan
questionnaire. All the data were analyzed univariately. The kuesioner BSQ-16, kuesioner pengetahuan gizi seimbang, dan
results showed that 55,9% of adolescent girls had a positive body kuesioner Adolescent Food Habit Checklist (AFHC). Analisis
image perception and 47,1% had negative body image data dilakukan secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan
perception, 88,6% had good knowledge of balanced nutrition bahwa sebanyak 52,9% remaja putri memiliki persepsi citra
and 11,4% had sufficient knowledge of balanced nutrition, and tubuh positif dan 47,1% memiliki persepsi citra tubuh negatif,
45,7% had a good eating habit and 54,3% had a bad eating habit. sebanyak 88,6% memiliki pengetahuan gizi seimbang baik dan
It is recommended to make counseling and health promotion to 11,4% memiliki pengetahuan gizi seimbang baik cukup, serta
prevent bad eating habits and negative body image perception at 45,7% memiliki perilaku makan baik dan 54,3% memiliki
school. Adolescent girls can improve their knowledge and eating perilaku makan tidak baik. Disarankankan untuk melakukan
habits in accordance with balanced nutrition guidelines and bimbingan konseling dan promosi kesehatan untuk mencegah
increase the perception of positive body image by focusing on perilaku makan tidak baik dan persepsi citra tubu negatif di
their strengths and exploring their interests and talents. sekolah. Remaja putri dapat meningkatkan pengetahuan dan
perilaku makan sesuai dengan pedoman gizi seimbang dan
meningkatkan persepsi citra tubuh positif dengan memfokuskan
pada kelebihan diri dan eksplorasi minat dan bakat.

Keywords : body image, nutritional knowledge, eating habit, Kata Kunci : citra tubuh, pengetahuan gizi, perilaku makan,
perception persepsi

Correspondence : Yessi Marlina


Email : [Link]@[Link]
• Received 12 Januari 2022 • Accepted 23 Februari 2022 • Published 9 Agustus 2022
• p - ISSN : 2088-7612 • e - ISSN : 2548-8538 • DOI: [Link]

Copyright @2017. This is an open-access article distributed under the terms of the Creative
Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License ([Link]
which permits unrestricted non-commercial used, distribution and reproduction in any medium
Yessi Marlina, et al
Body Image Perception, Knowledge of Balanced Nutrition, & Eating Behavior
Persepsi Citra Tubuh, Pengetahuan Gizi Seimbang, & Perilaku Makan
258
PENDAHULUAN di SMAN 5 Kota Metro memiliki citra tubuh
Remaja Indonesia saat ini sedang negatif. Penelitian tersebut juga menggambarkan
mengalami perubahan sosial yang cepat dari 39,2% remaja SMAN 5 Kota Metro memiliki
masyarakat tradisional menuju masyarakat modern perilaku makan yang tidak baik (Amraini et al.,
yang juga mengubah norma-norma, nilai-nilai, dan 2020).
gaya hidup. Remaja adalah masa dimana terjadi Remaja dengan persepsi citra tubuh negatif
perubahan dari anak-anak menuju dewasa. Masa akan melakukan upaya untuk memiliki bentuk
ini adalah masa yang sangat penting di kehidupan badan yang diinginkan, seperti puasa, diet, latihan
karena remaja mengalami pertumbuhan dan fisik, bahkan mengkonsumsi pil diet. Memiliki
perubahan yang signifikan. Pada masa remaja persepsi citra tubuh yang negatif menyebabkan
mengalami perubahan penting yaitu fungsi beberapa perilaku makan seperti melewatkan
kognitif, perilaku, sosial, dan emosional yang waktu makan, memuntahkan makanan, mengganti
sejalan dengan perkembangan biologis, serta makanan utama dengan selingan, dan melakukan
adanya fungsi dan tuntunan baru dalam lingkungan diet ekstrim. Hal ini dapat berdampak terhadap
keluarga dan sosial (Pratiwi et al., 2018). psikologi yang memicu terjadinya gangguan
Proses pertumbuhan dan perkembangan makan (Marlina & Ernalia, 2020).
yang pesat terjadi di masa remaja sehingga energi Faktor lain penyebab masalah gizi karena
dan zat gizi juga diperlukan oleh tubuh dalam perilaku makan yang tidak sesuai adalah
jumlah banyak. Tujuan dari pemenuhan nutrisi kurangnya pengetahuan gizi. Pengetahuan gizi
pada remaja adalah agar asupan nutrisi optimal dan adalah kemampuan untuk mengingat kembali
seimbang dapat tercapai untuk menunjang kandungan gizi pada makanan serta fungsi zat gizi
pertumbuhan dan perkembangannya. Tetapi tujuan tersebut untuk tubuh. Pengetahuan gizi ini adalah
ini sering tidak tercapai sehubungan dengan proses kognitif untuk menggabungkan informasi
praktek perilaku makan dan gaya hidup. Remaja gizi dengan perilaku makan agar dapat
sering melakukan diet yang salah atau tidak sesuai dikembangkan. Pengetahuan gizi remaja yang
dengan panduan dan rekomendasi (Amraini et al., rendah tercermin dari kebiasaan memilih makanan
2020). yang menyimpang. Remaja yang memiliki
Perilaku makan yang salah atau tidak sesuai pengetahun gizi yang baik akan lebih mampu
dipengaruhi oleh beberapa hal. Contohnya adalah memilih makanan sesuai dengan kebutuhannya.
banyak remaja yang kini sangat memperhatikan Pengetahuan tentang gizi dapat menentukan
bentuk tubuhnya, terutama remaja putri. Pada perilaku individu dalam mengkonsumsi makanan
umumnya remaja sedang dalam tahap sangat (Intantiyana et al., 2018).
memperhatikan bentuk tubuh mereka sesuai Penelitian yang dilakukan di SMA Negeri 1
dengan citra tubuh yang diinginkan. Citra tubuh Palu tahun 2016, didapatkan hasil bahwa sebanyak
adalah perilaku yang mengarah pada evaluasi 85,4% remaja dengan pengetahuan rendah
penilaian individu tersebut terhadap penampilan memiliki perilaku makan yang tidak seimbang dan
fisiknya, serta pengalaman individu yang berupa 25,6% remaja dengan pengetahuan gizi tinggi
persepsi atau pemikiran terhadap bentuk dan berat memiliki perilaku makan yang tidak seimbang.
tubuh yang dimilikinya (Intantiyana et al., 2018). Selain itu, penelitian yang sama menyebutkan
Penelitian yang dilakukan oleh R. Siregar (2017) bahwa adanya hubungan antara pengetahuan gizi
pada remaja putri usia 14-19 tahun menunjukkan dengan perilaku makan remaja (Rahman et al.,
bahwa 53,6% remaja putri memiliki persepsi citra 2016). Pengetahuan gizi yang keliru menjadi
tubuh yang negatif. Selain itu, sebanyak 14,3% masalah bagi remaja putri yang ingin memiliki
menunjukkan resiko tinggi terhadap gangguan tubuh yang langsing, karena untuk mendapatkan
makan atau perilaku makan yang negatif. dan memelihara tubuh yang langsing mereka
Penelitian lain juga menggambarkan 51,5% remaja menerapkan pembatasan makanan secara keliru,

Keskom, Vol 8, No 2, 2022


Yessi Marlina, et al
Body Image Perception, Knowledge of Balanced Nutrition, & Eating Behavior
Persepsi Citra Tubuh, Pengetahuan Gizi Seimbang, & Perilaku Makan
259
sehingga kebutuhan gizi tidak terpenuhi. Remaja penjumlahan seluruh pertanyaan, kemudian
seharusnya diberi pengetahuan yang dibutuhkan dikategorikan menjadi persepsi citra tubuh positif
mereka bukan membatasi konsumsi makanan jika skor <38 dan persepsi citra tubuh negatif jika
tertentu dan melewatkan waktu makan, melainkan skor ≥ 38 (Merita et al., 2020).
perubahan perilaku makan yang baik seperti makan Data terkait pengetahun gizi seimbang
dengan frekuensi teratur dan seimbang (Setyorini, didapatkan dengan menggunakan kuisioner yang
2016). terdiri dari 10 pertanyaan berbentuk pilihan
Pengetahuan gizi, citra tubuh, dan perilaku jawaban benar atau salah. Setiap jawaban benar
makan merupakan faktor-faktor yang dapat akan diberi skor 1 dan untuk jawaban salah akan
mempengaruhi permasalahan gizi pada remaja. diberi skor 0. Pengetahuan gizi di kategorikan
Tingkat pengetahuan yang baik dapat mengubah menjadi baik (skor >7), cukup (skor 6-7), dan
persepsi negatif terhadap bentuk tubuhnya, dimana kurang (skor <6) (Damayanti, 2016).
mereka akan lebih memperhatikan pemilihan Data perilaku makan didapatkan dengan
makan yang baik untuk tubuh mereka. Hal itupun Adolescent Food Habit Checklist (AFHC).
akan membuat mereka tidak akan melakukan diet Kuesioner AFHC terdiri atas 23 pertanyaan yang
yang tidak sesuai sehingga persepsi citra tubuh memiliki jawaban ya atau tidak pada pertanyaan
tidak menghalangi remaja memilih makanan yang yang disediakan. Responden menerima 1 poin jika
baik dan sesuai untuk mendapatkan status gizi memiliki respon makanan yang sehat. Skor akhir
normal atau terhindar dari masalah gizi. diperoleh dari jumlah poin yang diterima oleh
Berdasarkan uraian diatas, tujuan dari penelitian ini responden. Setelah skor diperoleh pengkategorian
adalah untuk mengetahui gambaran citra tubuh, dilakukan, yaitu perilaku makan baik jika skor
pengetahuan gizi seimbang, dan perilaku makan jawaban ≥ rata-rata dan tidak baik jika skor
pada remaja putri di SMA Muhammadiyah 1 jawaban < rata-rata. Analisis data dilakukan secara
Pekanbaru. univariat. Data tersebut disajikan dalam bentuk
METODE tabel distribusi frekuensi dan dijelaskan dalam
Metode penelitian ini adalah kuantitatif bentuk deskriptif (Yusintha & Adriyanto, 2018).
deskriptif dengan pendekatan cross sectional study. HASIL
Penelitian dilakukan pada bulan April 2021 di Karakteristik Sampel
SMA Muhammadiyah 1 Pekanbaru. Populasi Sampel yang digunakan pada penelitian ini
dalam penelitian ini adalah seluruh remaja putri berjumlah 70 siswi perempuan dari kelas 10 dan 11
usia 15-18 tahun di SMA Muhammadiyah 1 SMA Muhammadiyah 1 Pekanbaru. Adapun
Pekanbaru sebanyak 210 orang. Besar sampel distribusi karakteristik responden berdasarkan usia
dihitung menggunakan rumus Slovin dan dapat dilihat pada Tabel 1.
didapatkan jumlah sampel sebanyak 70 remaja Tabel 1. Karakteristik Sampel
perempuan. Pengambilan sampel dilakukan Kategori Jumlah (n) %
dengan menggunakan teknik simple random Usia
sampling. Pengumpulan data terdiri dari data usia, 14-16 38 54,2
17-19 32 45,8
persepsi citra tubuh, pengetahuan gizi seimbang, Citra Tubuh
dan perilaku makan. Positif 37 52,9
Data terkait persepsi citra tubuh Negatif 33 47,1
menggunakan Body Shape Questionnaire (BSQ)- Pengetahuan Gizi
16. Kuesioner BSQ-16 terdiri dari 16 pertanyaan Seimbang
mengenai bentuk tubuh dan penampilan seseorang Baik 62 88.6
Cukup 8 11.4
selama 4 minggu terakhir. Kuesioner ini
Perilaku Makan
menggunakan skala Likert untuk mengukur respon Baik 32 45.7
dari responden. Skor diperoleh dari hasil Tidak Baik 38 54.3

Keskom, Vol 8, No 2, 2022


Yessi Marlina, et al
Body Image Perception, Knowledge of Balanced Nutrition, & Eating Behavior
Persepsi Citra Tubuh, Pengetahuan Gizi Seimbang, & Perilaku Makan
260
Usia responden berkisar 15-18 tahun, yang memiliki perilaku makan baik dan 38 remaja putri
paling banyak menjadi responden berusia 16 tahun (54,3%) memiliki perilaku makan tidak baik.
sebesar 47,1% dan yang paling sedikit berusia 18 Pada tabel 2 menunjukkan dari 7 variabel
tahun sebesar 1,4%. Hasil pengukuran persepsi terdapat 5 variabel yang berubungan dengan
citra tubuh dengan menggunakan kuesioner BSQ- kepatuhan penerapan protocol kesehatan covid-19
16, didapatkan hasil bahwa sebanyak 37 remaja dengan nilai signifikan (p-value < 0,05) yaitu
putri (52,9%) memiliki persepsi citra tubuh positif pengetahuan, sikap, persepsi, sarana dan peran
dan 33 remaja putri (47,1%) memiliki persepsi guru, sedangkan yang tidak berhubungan dengan
citra tubuh negatif. kepatuhan penerapan protocol kesehatan covid-19
Pengukuran pengetahuan gizi dengan nilai signifikan (p-value > 0,05) yaitu
menggunakan kuesioner pengetahuan gizi dukungan orangtua dan akses informasi.
seimbang didapatkan bahwa sebanyak 62 remaja
putri (88,6%) memiliki pengetahuan gizi seimbang Persepsi Citra Tubuh, Pengetahuan Gizi
yang baik dan 8 remaja putri (11,4%) memiliki Seimbang Dan Perilaku Makan
pengetahuan gizi seimbang yang cukup. Distribusi responden berdasarkan persepsi
Berdasarkan hasil pengukuran perilaku makan citra tubuh, pengetahuan gizi seimbang dan
dengan menggunakan kuesioner AFHC, perilaku makan dapat dilihat pada Tabel 2..
didapatakn hasil bahwa 32 remaja putri (45,7%)

Tabel 2. Distribusi Responden berdasarkan Persepsi Citra Tubuh,


Pengetahuan Gizi Seimbang dan Perilaku Makan

Perilaku Makan
Total
Pengetahuan Baik Tidak Baik
n % n % n %
Positif 18 48,64 19 51,36 37 100,0
Persepsi Citra Tubuh
Negatif 14 42.42 19 57,58 33 100,0
Baik 30 48,38 32 51,62 62 100,0
Pengetahuan Gizi Seimbang
Cukup 2 25 6 75 8 100,0

Berdasarkan hasil tabulasi silang, mengalami perubahan besar, baik secara fisik
didapatkan hasil bahwa 19 (51,36%) remaja putri seperti perubahan bentuk tubuh, secara psikologis
yang memiliki perilaku makan tidak baik memiliki seperti perubahan emosi dan identitas diri, serta
persepsi citra tubuh yang positif dan 19 (57,58%) secara kognitif yaitu perubahan kemampuan
remaja putri yang memiliki perilaku makan tidak mental seperti belajar, memori, menalar, berpikir,
baik memiliki persepsi citra tubuh negative. dan bahasa.
Distribusi responden berdasarkan pengetahuan gizi Remaja sedang memasuki fase
seimbang dan perilaku makan didapatkan hasil menunjukkan kepedulian terhadap bentuk tubuh
bahwa 62 remaja putri (51,6%) yang perilaku mereka sesuai dengan citra tubuh yang diinginkan.
makannya tidak baik memiliki pengetahuan gizi Persepsi citra tubuh adalah perilaku atau tindakan
seimbang yang baik. yang mengarah pada evaluasi penilaian individu
tersebut terhadap penampilan fisiknya, serta
PEMBAHASAN pengalaman individu yang berupa pemikiran
Karakteristik Responden terhadap bentuk dan berat tubuh yang dimilikinya
Usia responden berkisar 15-18 tahun, yang (Intantiyana et al., 2018).
paling banyak menjadi responden berusia 16 tahun
sebesar 47,1% dan yang paling sedikit berusia 18 Persepsi Citra Tubuh
tahun sebesar 1,4%. Masa remaja atau dekade Persepsi citra tubuh terbagi menjadi dua,
kedua kehidupan adalah masa dimana seseorang persepsi citra tubuh positif dan negatif. Seseorang

Keskom, Vol 8, No 2, 2022


Yessi Marlina, et al
Body Image Perception, Knowledge of Balanced Nutrition, & Eating Behavior
Persepsi Citra Tubuh, Pengetahuan Gizi Seimbang, & Perilaku Makan
261
yang memiliki persepsi citra tubuh positif akan tersebut sadar atau tidak sadar terhadap bentuk
menjalani hari dengan semangat, menyadari tubuhnya. Orang dengan persepsi citra tubuh
kekurangan dan keterbatasan fisik, tetapi mampu positif akan puas dengan dirinya sendiri, merasa
beradaptasi dengan hal tersebut, serta memiliki nyaman, dan percaya diri sehingga tidak sibuk
rasa percaya diri dan menghargai tubuhnya sendiri. memikirkan untuk membatasi makanan agar berat
Sedangkan seseorang dengan persepsi citra tubuh badan tetap ideal. Sedangkan orang dengan
negatif selalu merasa rendah diri, merasa tidak persepsi citra tubuh negatif menganggap tubuhnya
pantas untuk mendapatkan sesuatu, kurang tidak menarik, malu, dan tidak percaya diri
memiliki dorongan dan semangat hidup, dan tidak terhadap bentuk tubuhnya sendiri. Hal tersebut
berani memulai sesuatu yang baru mendorong mereka untuk melakukan suatu usaha
(Nugrahaningrum, 2017). untuk mendapatkan tubuh yang ideal menurut
Penelitian yang dilakukan oleh Intantiyana mereka. Umumnya remaja sedang berada pada
dan kawan-kawan pada tahun 2018 di SMAN 9 tahap menunjukkan kepedulian terhadap bentuk
Semarang, mengatakan bahwa persepsi citra tubuh tubuh sesuai dengan yang diinginkan. Hal ini
merupakan kumpulan sikap dimana individu terutama terjadi pada remaja putri.

Tabel 3. Distribusi Responden berdasarkan Jawaban Persepsi Citra Tubuh

Sangat
Tidak Pernah Jarang Kadang Sering Selalu
Pertanyaan Sering
% % % % % %
Khawatir tentang tubuh sehingga mengatur
26.1 18.8 17.4 21.7 7.2 8.7
pola makan (diet)
Takut tubuh menjadi gemuk atau lebih gemuk 25.7 15.7 12.9 18.6 10.0 17.1
Perasaan kenyang membuat merasa gemuk 25.7 14.3 25.7 14.3 10.0 10.0
Membandingkan bentuk tubuh dengan orang
11.4 17.1 24.3 14.3 17.1 15.7
lain
Fikiran tentang tubuh mengganggu konsentrasi 38.6 21.4 22.8 8.6 2.9 5.7
Merasa gemuk saat melihat tubuh tanpa
37.1 21.4 17.1 8.6 10.0 5.7
pakaian
Berpikir untuk membuang bagian tubuh yang
48.6 15.7 8.6 8.6 10.0 8.6
berlebihan
Tidak besosialisasi karena tidak puas dengan
74.3 11.4 10.0 0.0 1.4 2.9
bentuk tubuh
Merasa terlalu gemuk dan bulat 51.4 11.4 15.7 8.6 7.1 5.7
Berpikir bentuk tubuh sekarang karena kurang
22.9 20.0 18.6 8.6 22.9 7.1
kontrol diri
Khawatir orang lain melihat lipatan lemak
38.6 15.7 17.1 8.6 10.0 10.0
perut dan pinggang
Mengambil ruang terlalu banyak saat duduk
51.4 18.6 15.7 10.0 2.9 1.4
dengan orang lain
Merasa sedih melihat pantulan diri di cermin
37.1 21.4 10.0 12.9 5.7 2.9
karena bentuk tubuh
Mencubit bagian tubuh untuk mengetahui
18.6 30.0 22.9 11.4 12.9 4.3
berapa banyak timbunan lemak
Menghindari situasi orang lain dapat melihat
34.3 18.6 14.3 11.4 8.6 12.9
bentuk tubuh
Merasa peka/menyadari bentuk tubuh ketika
17.1 32.9 17.1 14.3 11.4 7.1
berada di tengah sekelompok orang

Keskom, Vol 8, No 2, 2022


Yessi Marlina, et al
Body Image Perception, Knowledge of Balanced Nutrition, & Eating Behavior
Persepsi Citra Tubuh, Pengetahuan Gizi Seimbang, & Perilaku Makan
262
Berdasarkan Tabel 3, didapatkan sebanyak sumber-sumber zat gizi pada makanan, makanan
45,7% responden sering merasa takut jika tubuh yang aman dikonsumsi, serta cara mengolah
mereka menjadi gemuk atau lebih gemuk. Hal ini makanan yang baik dalam rangka mempertahankan
menjadi salah satu komponen yang mempengaruhi berat badan normal dan mecegah masalah gizi atau
persepsi citra tubuh responden. Komponen ini ketika seseorang mampu untuk mengingat kembali
berhubungan dengan kepuasaan dan perhatian kandungan gizi makanan dan fungsinya di dalam
terhadap tubuh dan kecemasan terhadap tubuh (Intantiyana et al., 2018).
penampilan. Masa remaja merupakan masa dimana Salah satu faktor yang dapat
seseorang mengalami perubahan fisik yang besar. mempengaruhi baiknya pengetahuan menganai
Berbagai perubahan fisik yang terjadi saat masa gizi adalah adanya informasi terkait gizi yang
remaja merupakan proses yang alamiah yang akan didapat dari pelajaran di bangku sekolah ataupun
terjadi pada semua individu. Namun seringkali dari media elektronik dan media sosial.
ketidaktahuan remaja akan perubahan tersebut Pengetahuan gizi seimbang sangat penting dimiliki
memuat mereka memiliki rasa cemas yang lebih oleh remaja, karena jika memiliki pengetahuan
terhadap bentuk tubuhnya. Selain itu, ditambah yang baik, remaja akan lebih memperhatikan jenis
dengan perubahan konsep diri dan pencarian makanan yang dibutuhkan sehingga asupan zat gizi
identitas diri sehingga dapat menyebabkan tercukupi..
permasalahan pada persepsi citra tubuh (Merita et
al., 2020). Ketakutan untuk menjadi gemuk Tabel 4. Distribusi Responden berdasarkan
sangatlah umum terjadi pada remaja putri sehingga Jawaban Pengetahuan Gizi Seimbang
hal ini disebut sebagai ketidakpuasan normatif bagi Benar Salah
Pertanyaan
(%) (%)
kelompok usia dan gender (Ayu, 2017). Keanekaragaman makanan 94.3 5.7
Selain itu, mereka juga sering terdiri atas karbohidrat,
memperhatikan bentuk tubuh orang lain dan protein, sayur, dan buah
Protein penting untuk 72.9 27.1
merasa bentuk tubuhnya tidak sebaik orang lain.
kesehatan tulang
Persepsi citra tubuh juga dapat terbentuk dari Konsumsi sayur buah rutin 60.0 40.0
hubungan interpersonal. Perkembangan emosional baik karena sayur buah
dan pikiran individu juga berkontribusi pada mengandung karbohidrat
Dianjurkan makan berbagai 70.0 30.0
bagaimana seseorang melihat dirinya, sehingga jenis karbohidrat berupa
pemikiran dan perasaan seseorang mengenai sayur dan buah
tubuhnya dapat mempengaruhi hubungan dengan Makanan tinggi kalori, 98.6 1.4
orang lain. Umumnya seseorang dengan persepsi lemak, rendah protein
memicu penyakit
citra tubuh negatif sering membandingkan degenerative
tubuhnya dengan tubuh orang lain yang Sarapan penting untuk suplai 100.0 0.0
menurutnya lebih menarik. Hal tersebut dapat otak dan aktivitas seharian
mengakibatkan mereka merasa depresi, Air putih baik agar tidak 97.1 2.9
dehidrasi dan penting untuk
terkucilkan, tidak percaya diri, bahkan dapat mengedarkan zat gizi dalam
berdampak terhadap gangguan makan (Marlina & tubuh
Ernalia, 2020). Membaca label kemasan 98.6 1.4
penting
Olahraga 30 menit 90.0 10.0
Pengetahuan Gizi Seimbang membantu menghilangkan
Tabel 3 menunjukkan bahwa sebanyak lemak
88,6% responden memiliki pengetahuan gizi Mencuci tangan sebelum 100.0 0.0
makan dilakukan dengan
seimbang yang baik. Pengetahuan gizi seimbang sabun dan air mengalir
yang baik adalah ketika seseorang mengetahui
tentang makanan dan zat gizi yang beranekaragam,

Keskom, Vol 8, No 2, 2022


Yessi Marlina, et al
Body Image Perception, Knowledge of Balanced Nutrition, & Eating Behavior
Persepsi Citra Tubuh, Pengetahuan Gizi Seimbang, & Perilaku Makan
263
Berdasarkan Tabel 4, sebanyak 60% untuk mencapai prestasi dan menjadi sumber daya
responden menyebutkan konsumsi sayur dan buah manusai yang berkualitas (Purnama, 2020).
rutin baik karena sayur dan buah mengandung
karbohidrat dan sebanyak 70% responden Tabel 5. Distribusi Responden berdasarkan
menyebutkan dianjurkan untuk makan berbagai Jawaban Perilaku Makan
jenis karbohidrat berupa sayur dan buah. Pilihan Jawaban
Pertanyaan Tidak
Ya Tidak
Berdasarkan pedoman gizi seimbang, secara umum (%) (%)
Pernah
(%)
sayur dan buah merupakan sumber berbagai Ketika makan siang diluar sering
20.0 75.5 4.3
vitamin, mineral, dan serat pangan. Oleh karena memilih makanan rendah lemak
itu, konsumsi sayur dan buah merupakan salah satu Menghindari makanan digoreng 10.0 90.0 0.0
bagian penting dalam mewujudkan gizi seimbang. Makan makanan penutup jika ada 77.1 22.9 0.0
Pendidikan gizi seimbang dapat dilakukan Pasti makan buah minimal satu
50.0 50.0 0.0
porsi setiap hari
di sekolah, hal tersebut diharapkan dapat
Menjaga jumlah asupan lemak
meningkatkan pengetahuan gizi pada remaja. 40.0 60.0 0.0
tetap rendah
Tingkat pengetahuan gizi berpengaruh terhadap Membeli cemillan keripik yang
22.9 75.7 1.4
rendah lemak
sikap dan perilaku dalam memilih makanan yang
Menghindari makanan fast food 51.4 47.1 1.4
nantinya akan berpengaruh terhadap keadaan gizi
Sering membeli roti dan cake 52.9 47.1 0.0
dan kebiasaan makan. Kurangnya pengertian Menjaga asupan gula agar tetap
68.6 31.4 0.0
tentang kontribusi gizi dari berbagai jenis makanan dalam batas rendah
akan menimbulkan masalah terhadap perilaku Saya pasti makan minimal satu
55.7 44.3 0.0
porsi sayuran dalam sehari
makan serta pertumbuhan dan perkembangan di
Makan makanan penutup dirumah
usia remaja (Damayanti, 2016). mecoba yang rendah lemak seperti 50.0 43.3 15.7
sayur dan buah
Perilaku Makan Jarang membeli makana diluar 62.9 37.1 0.0
Mencoba banyak makan buah dan
Perilaku makan yang baik adalah makan sayur
82.9 17.1 0.0
makanan yang seimbang, mengkonsumsi sayur dan Sering makan makanan ringan
64.3 35.7 0.0
buah setiap hari, menjaga asupan lemak dan gula yang manis sebagai cemilan
Makan minimal satu porsi sayur
tetap rendah, menghindari makan makanan yang 38.6 61.4 0.0
pada makan malam
digoreng, tinggi kalori, dan makanan cepat saji. Ketika beli soft drink memilih
24.3 75.7 0.0
Masih sedikit remaja yang memilih makanan yang rendah kalori
Mengoleskan mentega atau
rendah lemak, Sebagian besar dari mereka belum 47.1 38.6 14.3
margarin tipis pada roti
menghindari makanan yang digoreng, cemilan Membawa bekal makan siang
18.6 75.7 5.7
tinggi lemak, dan fast food. Selain itu, mereka juga menambahkan coklat atau biscuit
masih belum mengkonsumsi sayur dan buah setiap Memilih buah sebagai cemilan
40.0 42.9 17.1
sebelum makan
hari. Pada usia remaja mereka sudah dapat
Memilih makanan penutup paling
memilih sendiri makanan yang mereka sukai tanpa sehat saat makan di restoran
30.0 51.4 18.6
melihat bahan apa saja yang terkandung di dalam Sering menambhakan krim pada
18.6 68.6 12.9
makanan tersebut. Jika hal ini terus dibiarkan, makanan atau minuman
dikhawatirkan akan menyebabkan kegemukan atau Makan minimal tiga porsi buah
28.6 71.4 0.0
setipa hari
obesitas pada usia remaja, terlebih makanan yang
dikonsumsi mengandung kalori dan lemak tinggi Sering mencoba pola makan sehat 82.9 17.1 0.0
(Yusintha dan Adriyanto, 2018). Perilaku makan
remaja mempunyai karakteristik gizi yang penting Berdasarkan Tabel 5, dari 70 orang
untuk pertumbuhan. Makanan yang dimakan responden hanya 20% responden yang memilih
remaja harus mengandung berbagai unsur zat gizi. makanan rendah lemak, dimana 90% dari
Remaja membutuhkan makanan yang seimbang responden tidak menghindari makanan yang

Keskom, Vol 8, No 2, 2022


Yessi Marlina, et al
Body Image Perception, Knowledge of Balanced Nutrition, & Eating Behavior
Persepsi Citra Tubuh, Pengetahuan Gizi Seimbang, & Perilaku Makan
264
digoreng. Selain itu, sebanyak 60% responden anjuran untuk mengkonsumsi buah sebanyak dua
belum menjaga asupan lemak tetap rendah, salah sampai tiga porsi sehari dan sayuran sebanyak tiga
satunya ditandai dengan hanya 22,9% responden sampai lima porsi sehari. Tetapi masih banyak
yang memilih membeli cemilan rendah lemak. remaja yang belum mengkonsumsi sayur dan buah
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Yusintha setiap hari, padahal sayur dan buah merupakan
dan Adriyanto (2018) di SMAN 1 Sidoarjo sumber vitamin dan mineral yang juga berperan
terhadap 53 siswi perempuan menggunakan penting untuk pemenuhan mikronutrien yang dapat
kuesioner AFHC, pada usia remaja mereka sudah menunjang proses tumbuh dan kembang remaja
dapat memilih sendiri makanan yang mereka sukai (Rachman et al., 2017).
tanpa melihat bahan apa saja yang terkandung di Tingginya perilaku makan yang tidak baik
dalam makanan tersebut. Jika hal ini terus pada remaja, juga dapat disebabkan oleh berbagai
dibiarkan, dikhawatirkan akan menyebabkan faktor, seperti perkembangan teknologi dan
kegemukan atau obesitas pada usia remaja, terlebih komunikasi yang pesat mempengaruhi jumlah dan
makanan yang dikonsumsi mengandung kalori dan jenis pangan, sehingga remaja dihadapkan
lemak tinggi. Perilaku makan remaja mempunyai beberapa alternatif pemilihan makanan yang
karakteristik gizi yang penting untuk pertumbuhan. tentunya akan mempengaruhi perilaku makannya.
Makanan yang dimakan remaja harus mengandung Kemajuan industri makanan seperti kehadiran fast
berbagai unsur zat gizi. Remaja membutuhkan food mempengaruhi pola makan remaja,
makanan yang seimbang untuk mencapai prestasi khususnya remaja di kota. Makanan yang
dan menjadi sumber daya manusai yang ditawarkan terjangkau oleh kantong mereka,
berkualitas (Purnama, 2020). pelayanan yang diberikan cepat, dan jenis makanan
Selain itu, berdasarkan tabel 5 sebanyak yang disajikan memenuhi selera remaja.
48,6% responden masih sering mengkonsumsi Pesepsi Citra Tubuh dan Perilaku Makan
makanan cepat saji atau fast food. Menurut Berdasarkan hasil penelitian mereka
penelitian yang dilakukan oleh Purnama (2020) merasa tubuhnya tidak menarik, tidak percaya diri
terhadap 58 siswa SMK Katolik Mater Amabilis terhadap bentuk tubuhnya, selalu merasa takut
Surabaya, perilaku makan remaja saat ini untuk gemuk, dan selalu merasa bentuk tubuh
cenderung tidak sehat, mereka lebih menyukai mereka tidak sebaik orang lain, tetapi dalam
makanan cepat saji, tidak lagi memperhatikan memilih makanan masih cenderung tidak
makanan yang beranekaragam atau seimbang seimbang, tinggi kalori, tinggi lemak, dan sering
dengan zat gizi yang terkandung di dalamnya. mengkonsumsi makanan cepat saji (fast food).
Remaja sering berpikir bahwa makan dengan asal Mereka cenderung tidak membatasi makanan.
kenyang sudah memenuhi kebutuhan gizinya, Persepsi citra tubuh yang negatif tidak
padahal makanan cepat saji memiliki kalori dan mempengaruhi perubahan perilaku makan menjadi
lemak tinggi, serta rendah serat, vitamin, dan lebih baik. Hal ini membuktikan bahwasanya
mineral. persepsi citra tubuh negatif hanya sebatas evaluasi
Berdasarkan tabel 5, hanya 50% responden terhadap ukuran dan bentuk tubuh tanpa
yang mengkonsumsi buah minimal satu porsi mempengaruhi perubahan perilaku.
setiap hari dan 55,7% yang mengkonsumsi Berbeda dengan penelitian yang dilakukan
minimal satu porsi sayuran dalam satu hari. Selain oleh Setyorini pada tahun 2016 yang mengatakan
itu, hanya 40% dari responden yang memilih buah bahwa remaja yang memiliki persepsi citra tubuh
sebagai cemilan sebelum makan dan hanya 50% negatif tetapi belum memiliki perilaku makan yang
responden yang memilih sayur dan buah sebagai baik cenderung melakukan pembatasan makan.
makanan penutup di rumah. Rekomendasi Mereka melakukan perubahan perilaku makan
kecukupan konsumsi buah dan sayur di Indonesia untuk mendapatkan tubuh yang langsing dengan
terdapat dalam tumpeng gizi seimbang yang berisi membatasi asupan makan, melewati makan malam,

Keskom, Vol 8, No 2, 2022


Yessi Marlina, et al
Body Image Perception, Knowledge of Balanced Nutrition, & Eating Behavior
Persepsi Citra Tubuh, Pengetahuan Gizi Seimbang, & Perilaku Makan
265
dan melewati sarapan. Sedangkan menurut Pengetahuan Gizi Seimbang dan Perilaku
penelitian lain yang dilakukan oleh Intantiyana dan Makan
kawan-kawan (2018), remaja putri dengan citra Pemahaman akan pengetahuan, sikap, dan
tubuh positif yang cenderung tidak membatasi pola perilaku terkait makan dapat dijadikan pedoman
makan, pada pemilihan makanan mereka kurang yang dapat memodifikasi perilaku makan yang
memperhatikan kandungan nilai gizi didalamnya. buruk dan meningkatkan kesadaran akan gizi dan
Mereka cenderung memilih makanan-makanan kesehatan (Setyawan et al., 2019). Pengetahuan
cepat saji, karena mereka sudah merasa percaya yang baik diharapkan mempengaruhi konsumsi
diri dan tidak khawatir dengan bentuk tubuh makanan yang baik sehingga terwujud status gizi
mereka sehingga mereka tidak memperhatikan yang baik. Pengetahuan merupakan faktor penting
asupan makanan yang mereka makan. yang berpengaruh terhadap sikap dan perilaku
Persepsi citra tubuh negatif tetapi memiliki dalam memilih makanan dan dalam pegolahannya
perilaku makan yang cenderung tinggi kalori dan (Amraini et al., 2020).
sering konsumsi fast food dapat disebabkan oleh Berdasarkan hasil penelitian banyak yang
banyak faktor. Contohnya seperti pendapatan pengetahuan gizi seimbangnya baik tetapi perilaku
orang tua yang tinggi mempunyai daya beli yang makannya tidak baik. Intantiyana dan kawan-
tinggi pula pada anaknya, sehingga memberikan kawan (2018) mengatakan bahwa perilaku yang
peluang besar bagi mereka memilih berbagai jenis didasari pengetahuan akan bertahan lama
makan sesuai dengan keinginannya yang tidak lagi dibandingkan dengan yang tidak didasari
didasarkan pada kebutuhan tetapi mengarah pengetahuan. Pengetahuan gizi berpengaruh
kepada pertimbangan prestise dan rasa enak dan terhadap perilaku makan yang akhirnya akan
uang saku yang besar membuat kebebasan memilih berpengaruh terhadap keadaan gizi seseorang.
makanan remaja lebih luas sesuai dengan Pengetahuan gizi yang kurang dapat menimbulkan
keinginannya (Afifah et al., 2017). Selain itu, masalah pada proses pertumbuhan dan
pengaruh teman sebaya yang menyebabkan remaja perkembangan remaja. Semakin baik pengetahuan
lebih senang makan Bersama teman-temannya gizi diharapkan semakin baik pula perilaku makan
daripada dirumah dan remaja cenderung seseorang.
mengonsumsi makanan yang memiliki brand atau Rahman dan kawan-kawan (2016)
merk yang terkenal sebagai ekspresi diri dalam mengatakan bahwa pengetahuan gizi yang baik
pergaulan dan menjadi ajang bergengsi. Remaja tidak menjamin seseorang memiliki perilaku
adalah pasar potensial untuk produk makana makan yang sesuai dengan anjuran pedoman gizi
tertentu, sehingga hal ini dimanfaatkan oleh seimbang. Hal tersebut dapat terjadi jika
penunjang iklan suatu produk makanan tertentu pengetahuan tidak didasari dengan sikap,
melalui media cetak dan elektronik (Pamelia, keinginan, dan motivasi yang kuat untuk
2018). mengaplikasikannya. Pengetahuan gizi yang baik
Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi tidak berarti seseorang akan menerapkannya dalam
persepsi citra tubuh dan perilaku makan tersebut kehidupan sehari-hari. Memberikan informasi
tidak akan banyak mempengaruhi remaja jika mengenai perilaku makan yang baik dan seimbang
mereka sadar akan kebutuhan gizinya, hal tersebut akan meningkatkan pengetahuan dan
tidak menjadi penghalang untuk tetap dapat menimbulkan kesadaran, tetapi perubahan perilaku
memenuhi kebutuhan gizinya melalui perilaku dengan cara ini memakan waktu yang lama.
makan yang baik. Benar atau salahnya cara Menurut Setyorini (2016), menyimpulkan
seseorang remaja putri dalam mengonsumsi bahwa seseorang dengan pengetahuan gizi yang
makanan tidak banyak terkait dengan benar atau baik, tidak berarti akan mengubah perilaku
salahnya persepsi citra tubuh ideal (Damayanti, makannya. Mereka memahami zat gizi yang
2016). diperlukan oleh tubuh tetapi tidak sampai pada

Keskom, Vol 8, No 2, 2022


Yessi Marlina, et al
Body Image Perception, Knowledge of Balanced Nutrition, & Eating Behavior
Persepsi Citra Tubuh, Pengetahuan Gizi Seimbang, & Perilaku Makan
266
tahap mengaplikasikannya dalam kehidupan DAFTAR PUSTAKA
sehari-hari. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai
faktor, seperti ketersediaan makanan dalam Amraini, A., Yanti, D. E., & Sari, N. (2020).
keluarga baik kuantitas dan kualitas, sosial Hubungan Citra Tubuh , Pengetahuan Gizi
ekonomi yang menyebabkan terjadinya perubahan dan Perilaku Makan terhadap Status Gizi
Remaja di SMA Negeri 5 Kota Metro. Jurnal
dan pergeseran pola makan yang mencerminkan
Dunia Kesmas, 9(2), 264–269.
gaya hidup, kemajuan teknologi yang memberikan Ayu, P. A. (2017). Hubungan Citra Tubuh
alternatif kemudahan dalam mendapatkan Terhadap Perilaku Diet Pada Remaja Putri.
makanan, dan kemajuan industri makanan yang [Link]
memberikan makanan dengan servis cepat dan [Link]
memenuhi selera. Semakin baik pengetahuan gizi DAMAYANTI, A. E. (2016). Hubungan Citra
seharusnya semakin baik perilaku makan dan Tubuh, Aktivitas Fisik, Dan Pengetahuan Gizi
Seimbang Dengan Status Gizi Remaja Putri.
sebaliknya. Tetapi jika hal tersebut diimbangi In Skripsi. [Link]
dengan usaha untuk menerapkan sesuai dengan apa Intantiyana, M., Widajanti, L., & Rahfiludin, M. Z.
yang diketahui maka hal tersebut tidak akan (2018). Hubungan Citra Tubuh, Aktivitas
merubah perilaku makan remaja Fisik Dan Pengetahuan Gizi Seimbang
Dengan Kejadian Obesitas Pada Remaja Putri
SIMPULAN Gizi Lebih Di Sma Negeri 9 Kota Semarang.
Remaja putri yang memiliki persepsi citra Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal),
6(5), 404–412.
tubuh negatif cenderung memiliki perilaku makan
Marlina, Y., & Ernalia, Y. (2020). Hubungan
yang tidak baik dan masih banyak remaja putri Persepsi Body Image dengan Status Gizi
yang memiliki pengatahuan gizi seimbang yang Remaja Pada Siswa SMP di Pekanbaru. Jurnal
baik memiliki perilaku makan yang tidak baik. Kesehatan Komunitas 6(2), 183–187.
Perlu adanya usaha untuk mencegah hal tersebut Merita, M., Hamzah, N., & Djayusmantoko, D.
melalui bimbingan konseling dan promosi (2020). Persepsi Citra Tubuh, Kecenderungan
Gangguan Makan Dan Status Gizi Pada
kesehatan di sekolah. Selain itu, remaja putri dapat
Remaja Putri Di Kota Jambi. Journal of
melakukan peningkatan perilaku makan sesuai Nutrition College, 9(2), 81–86.
dengan pedoman gizi seimbang, serta [Link]
meningkatkan persepsi citra tubuh positif dengan Nugrahaningrum, P. D. (2017). HUBUNGAN
lebih memfokuskan pada kelebihan diri, CITRA TUBUH DENGAN PERILAKU
mengeksplorasi minat dan bakat melalui kegiatan DIET PADA SISWA TUGAS AKHIR Untuk
ekstrakulikuler. Penelitian selanjutnya dapat Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar
Sarjana Ilmu Keperawatan Oleh : Palupi
melihat variabel lain yang dapat mempengaruhi
Desanti Nugrahaningrum PROGRAM
perilaku makan remaja putri. STUDI ILMU KEPERAWATAN.
Pamelia, I. (2018). Perilaku Konsumsi Makanan
KONFLIK KEPENTINGAN Cepat Saji Pada Remaja dan Dampaknya Bagi
Tidak ada konflik kepentingan dalam Kesehatan. Jurnal IKESMA, 14(2), 144–153.
penelitian ini. Pratiwi, A., Susilowati, Y., & Febriana, D. (2018).
Hubungan Antara Pola Makan Dan
UCAPAN TERIMA KASIH Pengetahuan Gizi Dengan Body Image
Penulis mengucapkan terima kasih kepada Remaja Putri Di SMAN 24 Kabupaten
Tangerang Tahun 2018. Jurnal Kesehatan,
Dosen Departemen Administrasi dan Kebijakan 7(2).
Kesehatan, Fakultas Kesehatan Masyarakat [Link]
Universitas Indonesia serta Badan Kependudukan Purnama, N. L. A. (2020). Perilaku makan dan
dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). status gizi remaja. Jurnal Penelitian
Kesehatan, 7(2), 57–62.
[Link]

Keskom, Vol 8, No 2, 2022


Yessi Marlina, et al
Body Image Perception, Knowledge of Balanced Nutrition, & Eating Behavior
Persepsi Citra Tubuh, Pengetahuan Gizi Seimbang, & Perilaku Makan
267
k/article/view/172
Rahman, N., Dewi, N. U., & Armawaty, F. (2016).
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan
Perilaku Makan pada Remaja SMA Negeri 1
Palu. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 7(1), 43–
52.
Setyawan, F., Panunggal, B., Nuryanto, N.,
Syauqy, A., & Rahadiyanti, A. (2019).
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Gizi
Dengan Perilaku Makan Dari Luar Rumah
Pada Remaja Di Kota Surakarta. Journal of
Nutrition College, 8(4), 187–195.
[Link]
Setyorini, K. (2016). Hubungan Body Image Dan
Pengetahuan Gizi Dengan Perilaku Makan
Remaja Putri ( Studi Kasus Di Kelas X Dan
Xi Sman 4 Semarang ). Program Studi Ilmu
Gizi Fakultas Kedokteran Universitas
Diponegoro, 4–6.
[Link]
n-body-image-dan-pengetahuan-gizi-dengan-
perilaku-makan-remaja-putri-studi-kasus-di-
kelas-x-d
Siregar, R. U. P. (2017). Hubungan Citra Tubuh
dengan Gangguan Makan pad Remaja Putri
Masa Pubertas. Jurnal Ilmiah Keperawatan,
3(1), 1–7.
Yusintha, A. N., & Adriyanto, A. (2018).
Hubungan Antara Perilaku Makan dan Citra
Tubuh dengan Status Gizi Remaja Putri Usia
15-18 Tahun. Amerta Nutrition, 2(2), 147.
[Link]
154
Rachman, B. N., Mustika, I. G., & Kusumawati, I.
G. A. W. (2017). Faktor yang berhubungan
dengan perilaku konsumsi buah dan sayur
siswa SMP di Denpasar. Jurnal Gizi Indonesia
(The Indonesian Journal of Nutrition), 6(1),
9–16. [Link]

Keskom, Vol 8, No 2, 2022

Anda mungkin juga menyukai