0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan14 halaman

Stereotip Gender dan Pilihan Jurusan SMK

Penelitian ini mengeksplorasi pengaruh stereotip gender terhadap pemilihan jurusan pendidikan di kalangan siswa SMK Negeri di Kota Sorong, dengan melibatkan 98 siswa sebagai sampel. Hasil analisis menunjukkan bahwa stereotip gender berkontribusi sebesar 20% terhadap pemilihan jurusan, dengan nilai t-hitung 4.903 dan nilai signifikansi 0.000, yang berarti ada pengaruh signifikan. Penelitian ini menyoroti pentingnya kesadaran akan stereotip gender dalam pendidikan untuk mengurangi ketidaksetaraan dalam pemilihan jurusan.

Diunggah oleh

kalyca merilla
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan14 halaman

Stereotip Gender dan Pilihan Jurusan SMK

Penelitian ini mengeksplorasi pengaruh stereotip gender terhadap pemilihan jurusan pendidikan di kalangan siswa SMK Negeri di Kota Sorong, dengan melibatkan 98 siswa sebagai sampel. Hasil analisis menunjukkan bahwa stereotip gender berkontribusi sebesar 20% terhadap pemilihan jurusan, dengan nilai t-hitung 4.903 dan nilai signifikansi 0.000, yang berarti ada pengaruh signifikan. Penelitian ini menyoroti pentingnya kesadaran akan stereotip gender dalam pendidikan untuk mengurangi ketidaksetaraan dalam pemilihan jurusan.

Diunggah oleh

kalyca merilla
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

SOSCIED Vol 7 No.

2 November 2024
p-ISSN : 2622-8866
e-ISSN : 2721-9550

PENGARUH STEREOTIP GENDER TERHADAP PILIHAN JURUSAN


PENDIDIKAN (STUDI EMPIRIS PASA SISWA SMK NEGERI DI
KOTA SORONG)

THE INFLUENCE OF GENDER STEREOTYPES ON THE CHOICE OF


EDUCATION DEPARTMENT (EMPIRICAL STUDY OF STATE
VOCATIONAL SCHOOL STUDENTS IN SORONG CITY)
La Ode Madina1, Aram Palilu2

1
ABSTRACT
Universitas Victory Sorong
Jln. Basuki Rahmat Km 11,5, This study was conducted to examine the effect of gender stereotypes on the selection of
Kota Sorong, Indonesia education majors (empirical study on public vocational students in Sorong City). This study
laodemadinanoken@[Link] used a sample of 98 public vocational students in Sorong City. The data collection
techniques used were observation, questionnaire distribution and documentation. The data
2
Universitas Victory Sorong analysis technique used is quantitative data analysis using simple linear regression. The
Jln. Basuki Rahmat Km 11,5, results of the study indicated by the t-count value of 4.903 with a significant value of 0.000.
Kota Sorong, Indonesia If the significant value is compared to 0.000 <0.05, then the decision in this study is to
arampalilu1015@[Link] accept the hypothesis Ha and reject H0 and it can be interpreted that gender stereotypes
affect the selection of education majors at State Vocational Schools in Sorong City. In
addition, based on the coefficient of determination test, the R square value is 0.200, so that
the contribution of the Gender Stereotypes variable (X) to the variable of choosing an
education major (Y) is 20% and the remaining 80% (100% - 20%) is determined by other
factors that influence the selection of education majors in State Vocational Schools.

Keywords : Gender Stereotypes, Choice Education Department

1. PENDAHULUAN
Stereotip gender masih terus terjadi hingga saat ini. Mengingat banyaknya pengaruh, baik dari
lingkungan internal individu, seperti keluarga, maupun struktur masyarakat eksternal yang telah
terbentuk dan diterima sejak zaman dahulu, bukan tidak mungkin fenomena sosial ini akan terus
berlanjut[1]. Masyarakat memiliki beragam topik terkait gender yang tak terbatas untuk dieksplorasi.
Ketimpangan terus terjadi antara laki-laki dan perempuan di berbagai dimensi, termasuk bidang
ekonomi, politik, pendidikan, dan sosial. Ketimpangan gender ini menyebabkan banyak ketidakadilan,
salah satunya berkaitan dengan stereotip gender-label yang diberikan oleh masyarakat yang dapat
membatasi hak, peran, fungsi, dan perilaku laki-laki dan perempuan. Lebih jauh lagi, lingkungan tempat
kerja tampaknya memperkuat stereotip ini, sehingga membatasi pilihan pekerjaan yang tersedia bagi
laki-laki dan perempuan[2]. Pendidikan adalah aspek yang sangat penting dalam pembangunan generasi
bangsa. Salah satu tujuan pendidikan adalah untuk menyiapkan generasi muda agar memiliki
pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperlukan untuk memasuki dunia kerja. Namun, pilihan
jurusan pendidikan masih sering dipengaruhi oleh stereotip gender. Stereotip gender merupakan
persepsi [Link] yang kita anut [Link] atau individu [Link] dan
[Link] lebih dulu terbentuk[3]. Stereotip gender juga merupakan keyakinan dan ekspektasi yang
dipegang masyarakat tentang bagaimana laki-laki dan perempuan seharusnya berperilaku. Stereotip ini
dapat memengaruhi banyak aspek kehidupan, termasuk pilihan jurusan pendidikan. Stereotip mengenai
jurusan akademis sering muncul, yang menunjukkan bahwa bidang-bidang seperti seni kuliner, desain
busana, dan akuntansi terutama cocok untuk perempuan, sementara teknik mesin, perikanan, dan
teknologi dianggap lebih cocok untuk laki-laki. Namun, kenyataan menunjukkan bahwa memang ada
siswi perempuan yang menekuni disiplin ilmu teknik, yang biasanya lebih menarik bagi siswa laki-laki.
La Ode Madina & Aram Palilu/ PENGARUH STEREOTIP GENDER TERHADAP PILIHAN JURUSAN PENDIDIKAN (STUDI EMPIRIS
PASA SISWA SMK NEGERI DI KOTA SORONG)
SOSCIED Vol 7 No. 2 November 2024
p-ISSN : 2622-8866
e-ISSN : 2721-9550

Terdapat beberapa penelitian terdahulu yang melakukan penelitian tentang stereotip gender
diantaranya adalah gunawan, dkk, dimana penelitiannya menjelaskan bahwa faktor gender, persepsi
terhadap prospek karir, kekhawatiran terhadap diskriminasi gender dan pelecehan seksual, serta
pertimbangan keseimbangan gender mempengaruhi pemilihan jurusan pariwisata[4]. Penelitian ini
sejalan dengan penelitian Rahmadani dimana ada pengaruh langsung dan tidak langsung antara stereotip
gender lakilaki terhadap motivasi kerja pemuda desa putus sekolah. Pengaruh tidak langsung dimediasi
oleh konflik peran gender laki-laki dengan mediasi bersifat parsial[5]. Stereotip gender masih banyak
ditemukan di SMK Negeri di Kota Sorong. Hal ini terlihat dari jumlah siswa-siswi yang memilih jurusan
pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri yang ada di Kota Sorong yang ditunjukkan pada tabel
dibawah ini :

Tabel 1. Jumlah Peserta Didik


Sekolah Jumlah Peserta Jumlah Peserta Didik Total
Didik Laki-Laki Perempuan
SMK Negeri 1 Kota Sorong 892 950 1.842
SMK Negeri 2 Kota Sorong 89 201 290
SMK Negeri 3 Kota Sorong 1.051 120 1.171
SMK Negeri 4 Kota Sorong 115 67 182
Jumlah 2.948 1.338 4.286
Sumber : Data masing-masing sekolah

Dari data diatas menunjukkan bahwa SMKN 3 & 4 Kota Sorong yang memiliki jurusan
pendidikan yang mengarah pada jurusan teknik, otomotif, TKJ, lebih banyak diminati oleh siswa laki-
laki dibandingkan dengan perempuan. Sebaliknya SMKN 2 Kota Sorong memiliki jurusan tata boga,
tata busana, tata kecantikan lebih diminati oleh siswa perempuan. Hal ini dapat menyebabkan beberapa
dampak negatif, seperti membatasi pilihan jurusan dan karir, mempengaruhi kualitas pendidikan, dan
memperkuat ketidaksetaraan gender.

2. KAJIAN PUSTAKA
Stereotip Gender
Stereotip gender merupakan cara pandang sosial yang selalu menempatkan suatu entitas dalam hierarki
hubungan vertikal dan horizontal (sintagmatik dan paradigmatik) [6]. Stereotip gender juga merupakan
keyakinan seseorang tentang perilaku yang pantas bagi laki-laki dan perempuan. Keyakinan tersebut
berupa label dan nilai yang telah lama tertanam berdasarkan maskulinitas dan feminitas dalam
masyarakat. Stereotip gender bagi laki-laki mewakili maskulinitas, sedangkan stereotip gender bagi
perempuan mewakili feminitas.

Indikator Stereotip Gender


Stereotipe Gender memiliki beberapa aspek yaitu: [7]
a. Aspek Atribution. (Atribut)
Aspek atribut meliputi usaha dan kesempatan, dukungan orang tua, kemudahan ujian dalam
pencapaian siswa

b. Aspek Competence (Kompetensi)


Aspek kompetensi sangat penting bagi remaja atau siswa. Siswa memiliki kemampuan berfikir
yang beragam. Kemampuan matematis dan logis menjadi kunci dalam proses belajar. Selain itu,

La Ode Madina & Aram Palilu/ PENGARUH STEREOTIP GENDER TERHADAP PILIHAN JURUSAN PENDIDIKAN (STUDI EMPIRIS
PASA SISWA SMK NEGERI DI KOTA SORONG)
SOSCIED Vol 7 No. 2 November 2024
p-ISSN : 2622-8866
e-ISSN : 2721-9550

ada juga kemampuan memecahkan masalah yang sering muncul dalam kehidupan sehari-hari.
Motivasi dan rasa percaya diri mendukung siswa untuk menghadapi tantangan dan menemukan
situasi masalah di sekitar. Mencari pola dalam data atau informasi adalah langkah awal yang
krusial. Verifikasi hasil merupakan bagian dari proses analisis yang tidak boleh diabaikan.
Selanjutnya, membuat generalisasi dari temuan menjadi hal yang signifikan.

c. Aspek Career (karir)


Aspek karir mencakup minat pekerjaan yang membutuhkan kemampuan akademik, karakteristik
karir yang direncanakan sangat mempengaruhi pilihankese dan kesuaian karir.

d. Aspek Environment. (lingkungan)


Aspek lingkungan stereotip gender laki-laki terlihat jelas dalam pilihan jurusan di smk.

Pemilihan Jurusan Pendidikan


Pemilihan jurusan pendidikan adalah keputusan penting yang dihadapi oleh siswa atau mahasiswa saat
mereka memasuki dunia pendidikan. Siswa cenderung memilih jurusan berdasarkan minat pribadi dan
keterampilan yang mereka kuasai. Banyak siswa memilih jurusan yang menawarkan prospek pekerjaan
yang baik. Memilih jurusan yang tepat memerlukan refleksi mendalam tentang minat, tujuan jangka
panjang, dan sumber daya yang tersedia.

Indikator Pemilihan Jurusan


Faktor-faktor yang mempengaruhi sikap dalam memilih jurusan (Risnawati dan Irwandi, 2012) antara
lain citra universitas, minat, pengambilan keputusan bersama, dan kesempatan kerja bagi lulusan.
Menurut Burke ( Nurwakhidah, 2014), faktor yang mempengaruhi sikap dalam memilih jurusan antara
lain adalah orang tua, teman sebaya, jenis kelamin, karakteristik pribadi, citra, dan prospek karir masa
depan [8].

3. METODE PENELITIAN
Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kunatitatif dengan
populasi adalah siswa-siswi SMK Negeri yang ada di Kota Sorong berjumlah : 4.286, kemudian teknik
penentuan sampel menggunakan rumus slovin sebagai berikut :

4.286 4.286 4.286


= = = = = 97,72 ≈ 98
1+ ( ) 1 + 4.286 (0,10) 1 + 42,86 43,86

Dari jumlah sampel 98 siswa dibagi secara proposional pada masing-masing SMK Negeri di Kota
Sorong dengan persentase terbesar pada sekolah yang jumlah siswanya terbanyak diiukuti jumlah
persentase kecil pada sekolah yang memiliki jumlah siswa sedikit. Berikut pembagian sampelnya :

Tabel 2. Rincian Jumlah Sampel


Sekolah Persentase x Jlh Sampel
Sampel
SMK Negeri 1 Kota Sorong 40% x 98 39
SMK Negeri 2 Kota Sorong 20% x 98 20
SMK Negeri 3 Kota Sorong 30% x 98 29
SMK Negeri 4 Kota Sorong 10% x 98 10
Jumlah 100% 98 siswa

La Ode Madina & Aram Palilu/ PENGARUH STEREOTIP GENDER TERHADAP PILIHAN JURUSAN PENDIDIKAN (STUDI EMPIRIS
PASA SISWA SMK NEGERI DI KOTA SORONG)
SOSCIED Vol 7 No. 2 November 2024
p-ISSN : 2622-8866
e-ISSN : 2721-9550

Pengumpulan [Link] dengan [Link], penyebaran kuesioner [Link],


sedangkan teknik analisis data diuraikan sebagai berikut :

1) Uji Instrumen Penelitian


Sebagai alat penelitian, kuesioner perlu diuji validitas dan reliabilitasnya. Uji validitas
menggunakan koerasi product moment dan uji reliabilitas menggunakan uji croanbach’s alpha. Uji
instrumen penelitian ini menggunakan SPSS Vs 23.00

2) Uji Normalitas Data


Uji normalitas adalah salah satu metode statistik yang [Link] menentukan apakah data
dalam suatu sampel berasal dari [Link] atau tidak. Pengujian normalitas data dalam
penelitian ini menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov. Uji Kolmogorov-Smirnov (K-S) digunakan
untuk membandingkan distribusi kumulatif data dengan distribusi normal. Uji ini lebih sensitif
untuk sampel yang lebih besar. [9]. Jika angka [Link]-Smirnov Sig. > 0,05 maka
[Link] data berdistibusi normal dan sebaliknya jika angka [Link]-
Smirnov < 0,05 maka data [Link] normal. Uji ini akan menggunakan SPSS Vs 23.00

3) Uji Regresi Linier Sederhana


Uji regresi linier sederhana adalah metode analisis statistik yang digunakan untuk melihat
hubungan linier antara dua variabel: satu variabel independen (X) dan satu variabel dependen (Y).
Tujuan utama uji regresi linier sederhana adalah untuk memprediksi nilai variabel dependen
berdasarkan variabel independen serta memahami seberapa kuat hubungan di antara keduanya,
yang dapat digambarkan dengan persamaan berikut:

= + + (1)
Keterangan :
Y = Variabel Stereotip Gender
a = Konstanta
= Koefisien Regresi
X = Jurusan Pendidikan
Uji ini akan menggunakan SPSS Vs 23.00

4) Uji Hipotesis. (Uji t)


Uji hipotesis adalah proses untuk menentukan apakah terdapat hubungan yang signifikan antara
variabel independen (X) dan variabel dependen (Y). Uji ini akan menggunakan SPSS Vs 23.00.
Keterangan :
H0 = ditolak, jika nilai signifikasinya > dari 0,05, maka H0 ditolak.
Ha = diterima, jika nilai signifikasi < dari 0,05, maka H0 diterima.

5) Uji Koefisien Determinan


Uji koefisien determinan (R^2) adalah sebuah uji statistik yang digunakan untuk mengukur
seberapa besar proporsi variasi variabel dependen (Y) yang dijelaskan [Link] independen.
(X) dalam model regresi. Uji ini akan menggunakan SPSS Vs 23.00.

La Ode Madina & Aram Palilu/ PENGARUH STEREOTIP GENDER TERHADAP PILIHAN JURUSAN PENDIDIKAN (STUDI EMPIRIS
PASA SISWA SMK NEGERI DI KOTA SORONG)
SOSCIED Vol 7 No. 2 November 2024
p-ISSN : 2622-8866
e-ISSN : 2721-9550

4. HASIL DAN PEMBAHASAN


Temuan dalam penelitian dapat diuraikan sebagai berikut :
a. Deskripsi Karakteristik Responden.
Deskripsi karakteristik responden terdiri dari :
1) Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Berikut adalah uraian deskripsi karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin yang
ditunjukkan dalam data dibawah ini :

Tabel 3. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin


No Jenis Kelamin Frekuensi Persentase
1 Laki-Laki 35 35.71
2 Perempuan 63 64.29
Jumlah 98 100.00
Sumber : [Link] Diolah, 2024

Dari data tabel 3 diatas menunjukkan bahwa dalam penelitian ini, responden terbanyak
berjenis kelamin perempuan dengan jumlah 63 orang atau sebesar 64,29%, sedangkan
responden yang berjenis kelamin laki-laki berjumlah 35 orang atau sebesar 35,71%. Dengan
demikian, dalam penelitian [Link] berjenis [Link] memiliki jumlah yang
lebih banyak dibandingkan dengan responden laki-laki.

2) Karakteristik Responden Berdasarkan Usia


Berikut adalah uraian deskripsi karakteristik responden berdasarkan usia yang ditunjukkan
dalam data dibawah ini :

Tabel 4. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia


No Usia Frekuensi Persentase
1 < 16 Tahun 58 59.18
2 > 16 Tahun 40 40.82
Jumlah 98 100.00
Sumber : Data Primer Diolah, 2024

Dari data tabel.4 diatas menunjukkan bahwa [Link] ini, responden terbanyak berusia
< 16 Tahun dengan jumlah responden 58 orang atau sebesar 59,18%, sedangkan responden
berusia > 16 tahun berjumlah 40 orang siswa atau sebesar 40,82%.

b. Deskripsi Jawaban Responden


Deskripsi jawaban responden dapat diuraikan pada penjelasan di bawah ini :
1) Deskripsi Jawaban Responden Untuk Variabel Stereotip Gender (X)
Berikut adalah deskripsi jawaban responden pada variabel stereotip gender yang
diuraikan pada tabel di bawah ini :

La Ode Madina & Aram Palilu/ PENGARUH STEREOTIP GENDER TERHADAP PILIHAN JURUSAN PENDIDIKAN (STUDI EMPIRIS
PASA SISWA SMK NEGERI DI KOTA SORONG)
SOSCIED Vol 7 No. 2 November 2024
p-ISSN : 2622-8866
e-ISSN : 2721-9550

Tabel 5. Deskripsi Jawaban Responden Untuk Variabel Stereotip Gender (X)


No Pernyataan Jawaban Responden Jlh %
SS % S % RR % TS % STS %
1 SG 1 26 26,5 53 54,1 3 3,1 12 12,2 4 4,1 98 100
2 SG 2 39 39,8 47 48 8 8,2 2 2 2 2 98 100
3 SG 3 17 17,3 46 46,9 25 25,5 9 9,2 1 1 98 100
4 SG 4 34 34,7 39 39,8 9 9,2 13 13,3 3 3,1 98 100
5 SG 5 36 36,7 44 44,9 6 6,1 12 12,2 0 0 98 100
6 SG 6 45 45,9 39 39,8 3 3,1 8 8,2 1 3,1 98 100
7 SG 7 21 21,4 47 48 17 17,3 9 9,2 4 4,1 98 100
8 SG 8 42 42,9 49 50 4 4,1 2 2 1 1 98 100
9 SG 9 38 38,8 46 46,9 10 10,2 3 3,1 1 1,0 98 100
10 SG 10 28 28,6 50 51 14 14,3 6 6,1 0 0 98 100
11 SG 11 31 31,6 51 52 9 9,2 5 5,1 2 2,0 98 100
12 SG 12 28 28,6 48 49 9 9,2 9 9,2 4 4,1 98 100
13 SG 13 39 39,8 51 52 5 5,1 1 1 2 2 98 100
14 SG 14 27 27,6 53 54,1 12 12,2 4 4,1 2 2 98 100
15 SG 15 35 35,7 48 49 7 7,1 8 8,2 0 0 98 100
16 SG 16 41 41,8 39 39,8 10 10,2 5 5,1 3 3,1 98 100
17 SG 17 39 39,8 39 39,8 6 6,1 11 11,2 3 3,1 98 100
18 SG 18 25 25,5 46 46,9 17 17,3 4 4,1 6 6,1 98 100
19 SG 19 29 29,6 50 51 10 10,2 7 7,1 2 2 98 100
20 SG 20 18 18,4 38 38,8 21 21,4 14 14,3 7 7,1 98 100
Sumber : Data Primer Diolah, 2024

Dari hasil pengumpulan data hingga pengolahan data, dimana dari tanggapan responden
menunjukkan masih tingginya tingkat stereotip gender di kalangan siswa- siswi sekolah
kejuruan negeri yang ada di Kota Sorong. Hal ini dilihat dari rata-rata tanggapan responden
setuju dan sangat setuju terhadap indikator pernyataan yang dilontarkan. Dimana hasil deskripsi
jawaban responden terhadap indikator aspek atribut menunjukkan bahwa jurusan teknik
dominan dipilih oleh siswa laki-laki karena dianggap cocok pekerjaan yang membutuhkan fisik,
sedangkan perempuan lebih ahli dan telaten dalam urusan masak hingga cocok untuk jurusan
tata boga. Pekerjaan yang cocok untuk perempuan adalah jurusan yang berhubungan dengan
administrasi, perkantoran, kesekretariatan maupun kecantikan. Untuk indikator aspek
kompetensi menunjukkan bahwa laki-laki lebih cocok untuk jurusan teknik karena memiliki
kemampuan berpikir logis dan analisis yang kuat sedangkan perempuan memiliki keunggulan
dalam berkomunikasi, teliti dan kreatif sehingga cocok untuk jurusan akuntansi, perkantoran,
tata busana, maupun tata boga. Dari aspek karir laki-laki cocok untuk berkarir di bidang
konstruksi, otomotif atau insiyur bangunan, sedangkan perempuan cocok berkarir di bidang
kecantikan, tata rias maupun tata boga. Kemudian dari aspek lingkungan orang tua mendorong
dan mengarahkan anak laki-laki memilih jurusan seperti teknik sedangkan anak perempuan
dianggap aman dan terkontrol jika memiliki jurusan seperti akuntansi, perkantoran. Tetapi
teman sebanya tidak selamanya berdampak pada pengambilan keputusan untuk memiliki
jurusan tertentu pasa sekolah kejuruan.

2) Deskripsi Jawaban Responden Untuk Variabel Pemilihan Jurusan Pendidikan (Y)


Berikut adalah deskripsi jawaban responden pada variabel Pemilihan Jurusan Pendidikan
yang diuraikan pada tabel di bawah ini :

La Ode Madina & Aram Palilu/ PENGARUH STEREOTIP GENDER TERHADAP PILIHAN JURUSAN PENDIDIKAN (STUDI EMPIRIS
PASA SISWA SMK NEGERI DI KOTA SORONG)
SOSCIED Vol 7 No. 2 November 2024
p-ISSN : 2622-8866
e-ISSN : 2721-9550

Tabel 6. Deskripsi Jawaban Responden Untuk Variabel Pemilihan Jurusan Pendidikan


No Pernyataan Jawaban Responden Jlh %
SS % S % RR % TS % STS %
1 JP 1 12 12,2 27 27,6 8 8,2 37 37,8 14 14,3 98 100
2 JP 2 25 25,5 60 61,2 4 4,1 8 8,2 1 1 98 100
3 JP 3 37 37,8 37 37,8 12 12,2 8 8,2 4,1 4,1 98 100
4 JP 4 9 9,2 12 12,2 17 17,3 43 43,9 17 17,3 98 100
5 JP 5 16 16,3 32 32,7 13 13,3 29 29,6 8 8,2 98 100
6 JP 6 38 38,8 41 41,8 12 12,2 5 5,1 2 2 98 100
7 JP 7 27 27,6 50 51 14 14,3 5 5,1 2 2 98 100
8 JP 8 19 19,4 42 42,9 24,5 24,5 12 12,2 1 1 98 100
9 JP 9 22 22,4 39 39,8 16 16,3 20 20,4 1 1 98 100
10 JP 10 23 23,5 44 44,9 21 21,4 7 7,1 3 3,1 98 100
11 JP 11 52 53,1 40 40,8 5 5,1 0 0 1 1 98 100
12 JP 12 53 54,1 38 38,8 2 2 4 4,1 1 1 98 100
Sumber : Data Primer Diolah, 2024

Hasil penelitian menujukkan bahwa ada sebagian besar orangtua yang menentukan
dalam keputusan untuk memilih jurusan dan sebagian lagi ditentukan oleh siswa sendiri. Orang
tua memberikan saran spesifik tentang jurusan yang harus dipilih. Siswa memilih jurusan tidak
mengikuti pilihan jurusan yang sama dengan teman- temannya sehingga teman sebanya
sebenarnya tidak memiliki pengaruh dalam pemilihan jurusan. Kemudian, masalah gender
bukanlah salah satu hal yang menentukan siswa untuk memilih jurusan di sekolah kejuruan
negeri. Siswa memilih jurusan karena sesuai dengan minat dan bakat serta karakteristik
kepribadian yang dimiliki. Siswa juga mempertimbangkan citra atau reputasi, fasilitas dan
kualitas pengajaran di sekolah saat memilih jurusan. Siswa juga telah memiliki gambaran
pekerjaan yang ingin dicapai setelah lulus dan memilih jurusan saat ini karena memiliki prospek
pekerjaan yang baik di masa depan.

c. Hasil Uji Instrumen Penelitian


1. Uji Validitas
Uji validitas adalah proses untuk memastikan bahwa suatu alat ukur atau instrumen benar-benar
mengukur apa yang seharusnya diukur. Validitas adalah salah satu karakteristik penting dalam
evaluasi instrumen penelitian, yang menunjukkan sejauh mana hasil yang diperoleh dari
penggunaan instrumen tersebut sesuai dengan konsep atau konstruk yang ingin diukur.
a) Pengujian Validitas Untuk Variabel Stereotip Gender (X)
Uji validitas pada variabel stereotip gender bertujuan untuk memastikan bahwa instrumen
atau alat ukur yang digunakan benar-benar mengukur stereotip gender dengan tepat dan
sesuai. Berikut adalah hasil uji validitas variabel stereotip gender (X) yang diuraikan pada
tabel di bawah ini :

Tabel 7. Hasil Uji Validitas Variabel Stereotip Gender (X)


No Pernyataan r-hitung Sig Keterangan
1. SG 1 0,589 0,000 Valid.
2. SG 2 0,500 0,000 Valid.
3. SG 3 0,496 0,000 Valid.
4. SG 4 0,537 0,000 Valid.
5. SG 5 0,457 0,000 Valid.

La Ode Madina & Aram Palilu/ PENGARUH STEREOTIP GENDER TERHADAP PILIHAN JURUSAN PENDIDIKAN (STUDI EMPIRIS
PASA SISWA SMK NEGERI DI KOTA SORONG)
SOSCIED Vol 7 No. 2 November 2024
p-ISSN : 2622-8866
e-ISSN : 2721-9550

6. SG 6 0,565 0,000 Valid.


7. SG 7 0,501 0,000 Valid.
8. SG 8 0,625 0,000 Valid.
9. SG 9 0,473 0,000 Valid.
10. SG 10 0,492 0,000 Valid.
11. SG 11 0,579 0,000 Valid.
12. SG 12 0,687 0,000 Valid.
13. SG 13 0,460 0,000 Valid.
14. SG 14 0,601 0,000 Valid.
15. SG 15 0,579 0,000 Valid.
16. SG 16 0,591 0,000 Valid.
17. SG 17 0,699 0,000 Valid.
18. SG 18 0,667 0,000 Valid.
19. SG 19 0,632 0,000 Valid.
20. SG 20 0,443 0,000 Valid.
Sumber : Data Primer Diolah, 2024

Pengolahan data yang dilakukan untuk pengujian instrumen penelitian variabel stereotip
gender (X) menunjukkan bahwa variabel yang digunakan dalam penelitian ini terdapat 20
pernyataan valid. Pernyataan yang valid dikarenakan setelah adanya perbandingan nilai
signifikan r-hitung < dari signifikan 0,05.

b) Uji Validitas Variabel Pemilihan Jurusan Pendidikan (Y)


Berikut adalah hasil pengujian validitas untuk variabel pemilihan jurusan pendidikan (Y)
yang dapat terlihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 8. Hasil Uji Validitas Variabel Pemilihan Jurusan Pendidikan (Y)


No Pernyataan r-hitung Sig Keterangan
1. JP 1 0,377 .0,000 Valid.
2. JP 2 0,395 .0,000 Valid.
3. JP 3 0,281 .0,005 Valid.
4. JP 4 0,378 .0,000 Valid.
5. JP 5 0,497 .0,000 Valid.
6. JP 6 0,617 .0,000 Valid.
7. JP 7 0,641 .0,000 Valid.
8. JP 8 0,506 .0,000 Valid.
9. JP 9 0,430 .0,000 Valid.
10. JP 10 0,708 .0,000 Valid.
11. JP 11 0,288 .0,004 Valid.
12. JP 12 0,528 .0,000 Valid.
Sumber : Data Primer Diolah, 2024

Dari hasil pengujian validitas data untuk variabel pemilihan jurusan pendidikan (Y)
[Link] [Link] [Link] terdapat 12 pernyataan
dan semuanya dinyatakan valid. Pernyataan yang valid dikarenakan setelah adanya
perbandingan nilai signifikan r-hitung < dari signifikan 0,05.

2. Uji Reliabilitas
Reliabilitas mengacu pada sejauh mana instrumen memberikan hasil yang konsisten saat
digunakan dalam kondisi yang sama di waktu yang berbeda. Artinya, uji reliabilitas
menunjukkan apakah alat [Link] [Link] yang konsisten [Link]

La Ode Madina & Aram Palilu/ PENGARUH STEREOTIP GENDER TERHADAP PILIHAN JURUSAN PENDIDIKAN (STUDI EMPIRIS
PASA SISWA SMK NEGERI DI KOTA SORONG)
SOSCIED Vol 7 No. 2 November 2024
p-ISSN : 2622-8866
e-ISSN : 2721-9550

berulang kali dalam kondisi yang serupa. Uji ini sangat penting dalam penelitian untuk
memastikan data yang diperoleh bisa dipercaya. Berikut [Link] :

Tabel 9. [Link]
Variabel croanbach’s croanbach’s Ket
alpha alpha yang
disyaratkan
Stereotip Gender (X) 0,883 0,60 Reliabel
Pemilihan Jurusan Pendidikan (Y) 0,662 0,60 Reliabel

Sumber : Data Primer Diolah, 2024

Uji ini sering digunakan untuk menilai reliabilitas internal, terutama untuk kuesioner dengan
skala Likert. Dari data pengujian reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan Cronbach’s
Alpha yang digunakan untuk mengukur konsistensi antar-item dalam satu skala. Hasil pengujian
relibilitas untuk kedua variabel menunjukkan [Link] [Link] 0,60 sehingga
[Link] [Link] yang terdapat [Link] [Link].

d. Hasil Uji Normalitas Data


[Link] normalitas dalam penelitian ini [Link] pada [Link] of normality, yaitu output data
yang dihasilkan dari perhitungan menggunkana SPSS Statistic 23. Pada tabel [Link]
[Link] kita apakah data yang dianalisis [Link] normal atau tidak. Dan
adapun [Link] normalitas tersaji pada tabel di bawah ini :

Tabel 10. Hasil Uji Normalitas Data


One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual
N 98
Normal Parametersa,b Mean .0000000
Std. Deviation 5.05065094
Most Extreme Differences Absolute .084
Positive .061
Negative -.084
Test Statistic .084
Asymp. Sig. (2-tailed) .086c
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
c. Lilliefors Significance Correction.
Sumber : Data Primer Diolah, 2024

Berdasarkan [Link] SPSS tersebut, [Link] nilai signifikansi [Link] (2-tailed)


sebesar 0,086 lebih besar dari 0,05. [Link] dengan [Link] keputusan bahwa jika

La Ode Madina & Aram Palilu/ PENGARUH STEREOTIP GENDER TERHADAP PILIHAN JURUSAN PENDIDIKAN (STUDI EMPIRIS
PASA SISWA SMK NEGERI DI KOTA SORONG)
SOSCIED Vol 7 No. 2 November 2024
p-ISSN : 2622-8866
e-ISSN : 2721-9550

angka signifikan Kolmogorov-Smirnov Sig. > 0,05 maka menunjukkan [Link] berdistibusi
normal. Dengan demikian, .asumsi atau [Link] [Link] regresi
[Link].

e. [Link] Regresi Linier Sederhana


Uji regresi linier sederhana merupakan metode statistik untuk memodelkan hubungan antara dua
variabel: variabel bebas (prediktor) dan variabel terikat (respon). Tujuan utama dari regresi linier
sederhana adalah untuk memahami dan memprediksi hubungan antara variabel independen dan
dependen serta untuk mengetahui seberapa besar pengaruh suatu variabel independen terhadap
variabel dependen.

Tabel 11. Hasil [Link] [Link]


Coefficientsa
[Link]
Model. B Std. Error.
1 (Constant) 25.656 3.892
Stereotip Gender .237 .048
a. Dependent Variable: Jurusan Pendidikan
Sumber : Data Primer Diolah, 2024

Model regresi yang diperoleh dari tabel di atas adalah:


Y = 25.656 + 0,237X + e
Koefisien pada persamaan regresi linier sederhana di atas dapat diartikan koefisien regresi konstan
sebesar 25,656. menunjukkan bahwa jika variabel stereotip gender (X) bernilai nol atau tetap maka
pemilihan jurusan pendidikan di sekolah menengah kejuruan negeri bernilai sebesar 25.656 satuan.
Nilai koefisien variabel stereotip gender sebesar 0,237 menunjukkan jika nilai variabel stereotip
gender (X) sebesar 0 maka variabel pemilihan jurusan pendidikan akan meningkat sebesar 0,237.

f. Uji Hopotesis
Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan uji-t atau uji parsial seperti ditampilkan pada
tabel berikut.

Tabel 12. Hasil Uji Hipotesis


Coefficientsa

Model t Sig.
1 (Constant) 6.592 .000
Stereotip Gender 4.903 .000
a. [Link]: Jurusan Pendidikan
Sumber : [Link] Diolah, 2024

La Ode Madina & Aram Palilu/ PENGARUH STEREOTIP GENDER TERHADAP PILIHAN JURUSAN PENDIDIKAN (STUDI EMPIRIS
PASA SISWA SMK NEGERI DI KOTA SORONG)
SOSCIED Vol 7 No. 2 November 2024
p-ISSN : 2622-8866
e-ISSN : 2721-9550

Berdasarkan [Link] output SPSS pada tabel di atas [Link] nilai t-hitung adalah
sebesar 4,903 dengan nilah signifikan sebesar 0,000. Jika tingkat signifikan < dari 0,05 maka dapat
dikatakan bahwa variabel tersebut berpengaruh dan signifikan. Dengan demikian karena nilai
signidikan 0,000 < 0,05 maka [Link] penelitian ini adalah menerima hipotesis Ha dan
menolah H0. Maka dapat diintrepretasikan atau dapat diartikan bahwa stereotip gender
berpengaruh terhadap pilihan jurusan pendidikan di SMK Negeri di Kota Sorong.

g. Hasil Uji Koefisien determinan


Pengujian [Link] penelitian ini [Link] t atau uji parsial seperti terlihat pada
tabel berikut ini:

Tabel 13. Hasil Uji Koefisien Determinan


Model Summaryb

Model R R Square Adjusted R Square


1 .448a .200 .192
a. Predictors: (Constant), Stereotip Gender
b. Dependent Variable: Jurusan Pendidikan
Sumber : Data Primer Diolah, 2024

Dari tabel di atas terlihat bahwa nilai determinan dapat diperoleh dari hasil perhitungan yang dilihat
dari tabel R square yaitu 0,200 sehingga kontribusi variabel Stereotip Gender (X) terhadap variabel
pilihan jurusan pendidikan (Y) 20%. Artinya bahwa 20% variasi skor sreteotip gender berpengaruh
terhadap pilihan jurusan pendidikan dan sisanya 80 % (100% - 20%) ditentukan oleh faktor-faktor
lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini yang mempengaruhi pilihan jurusan pendidikan di
sekolah kejuruan negeri.

PEMBAHASAN
Stereotip gender adalah asumsi atau keyakinan umum mengenai sifat, peran, atau kemampuan
yang dianggap "cocok" untuk laki-laki atau perempuan dalam masyarakat. Stereotip ini sering kali
menciptakan batasan-batasan bagi individu berdasarkan gender mereka, mengarahkan mereka pada
perilaku atau pilihan hidup tertentu yang dianggap sesuai dengan peran gender tradisional. Stereotip
gender dapat muncul dalam berbagai aspek kehidupan, salah satunya adalah pada aspek pendidikan.
Stereotip gender seringkali tertanam dalam masyarakat dan dapat sangat mempengaruhi keputusan
individu, termasuk pilihan jurusan pendidikan. Beberapa bidang studi, seperti sains, teknologi, teknik,
dan matematika (STEM), masih dianggap lebih cocok untuk laki-laki. Sebaliknya, bidang-bidang seperti
kesenian, tata boga, kecantikan, sastra, dan ilmu sosial lebih sering dikaitkan dengan perempuan.
Stereotip gender dalam pemilihan jurusan pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih
cukup kuat di banyak tempat dan dapat memengaruhi pilihan siswa terhadap jurusan tertentu. Stereotip
ini sering kali mencerminkan pandangan tradisional mengenai peran gender dan pekerjaan yang
dianggap "sesuai" untuk laki-laki atau perempuan.
Keputusan siswa untuk memilih jurusan tertentu di SMK, seringkali dipengaruhi oleh faktor
internal (minat, bakat) dan eksternal (stereotip, pengaruh keluarga, teman). Jurusan teknik seperti

La Ode Madina & Aram Palilu/ PENGARUH STEREOTIP GENDER TERHADAP PILIHAN JURUSAN PENDIDIKAN (STUDI EMPIRIS
PASA SISWA SMK NEGERI DI KOTA SORONG)
SOSCIED Vol 7 No. 2 November 2024
p-ISSN : 2622-8866
e-ISSN : 2721-9550

Teknik Mesin, Teknik Otomotif, atau Teknik Elektro di SMK cenderung didominasi oleh siswa laki-
laki. Hal ini terkait dengan stereotip bahwa bidang-bidang ini membutuhkan kekuatan fisik dan
keterampilan mekanik yang sering dianggap lebih "cocok" untuk laki-laki. Pandangan ini dapat
membuat perempuan merasa terintimidasi atau berpikir bahwa mereka kurang kompeten dalam bidang
ini, meskipun sebenarnya mereka memiliki potensi yang sama. Bidang seperti Tata Busana, Tata Rias,
dan Perhotelan lebih banyak diminati oleh siswa perempuan. Stereotip bahwa perempuan lebih "cocok"
untuk pekerjaan yang memerlukan kehalusan, estetika, dan melibatkan layanan pelanggan mendorong
lebih banyak perempuan untuk memilih jurusan ini. Padahal, keterampilan dalam bidang ini tidak terkait
dengan gender dan bisa dilakukan oleh siapa saja yang berminat dan berbakat. Jurusan Administrasi
Perkantoran dan Akuntansi cenderung menarik lebih banyak perempuan, terutama karena stereotip
bahwa perempuan lebih teratur, teliti, dan sabar dalam pekerjaan administratif atau keuangan. Hal ini
menciptakan pandangan bahwa perempuan lebih cocok di bidang pekerjaan yang membutuhkan
perhatian pada detail, meskipun laki-laki juga bisa memiliki keterampilan ini dan berprestasi dalam
bidang tersebut.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa dari tanggapan responden menunjukkan masih
tingginya tingkat stereotip gender di kalangan siswa- siswi sekolah kejuruan negeri yang ada di Kota
Sorong. Hal ini dilihat dari rata-rata tanggapan responden setuju dan sangat setuju terhadap pernyataan
terkait indikator dari stereotip gender seperti : aspek atribut, kompetensi, karir dan lingkungan, dimana
masih terdapat persepsi responden bahwa laki-laki lebih cocok untuk memilih jurusan seperti teknik
karena terkait kemampuan logis dan tingkat analisis yang tinggi sedangkan perempuan lebih unggul di
bidang kecantikan, tata boga, akuntansi, perkantoran karena memiliki kemampuan komunikasi yang
lebih baik, serta perempuan dianggap sangat teliti dan tekun sehingga lebih cocok pada bidang tersebut.
Sebagian besar orang tua yang menentukan dalam keputusan untuk memilih jurusan dan sebagian lagi
ditentukan oleh siswa sendiri. Orang tua memberikan saran spesifik tentang jurusan yang harus dipilih.
Siswa memilih jurusan tidak mengikuti pilihan jurusan yang sama dengan teman- temannya sehingga
teman sebanya sebenarnya tidak memiliki pengaruh dalam pemilihan jurusan. Kemudian, masalah
gender bukanlah salah satu hal yang menentukan siswa untuk memilih jurusan di sekolah kejuruan
negeri. Siswa memilih jurusan karena sesuai dengan minat dan bakat serta karakteristik kepribadian
yang dimiliki. Siswa juga mempertimbangkan citra atau reputasi, fasilitas dan kualitas pengajaran di
sekolah saat memilih jurusan. Siswa juga telah memiliki gambaran pekerjaan yang ingin dicapai setelah
lulus dan memilih jurusan saat ini karena memiliki prospek pekerjaan yang baik di masa depan.
Hasil ini diperkuat dengan hasil pengujian hipotesis dimana dari hasil uji menunjukkan bahwa
nilai t-hitung adalah sebesar 4,903 dengan nilah signifikan sebesar 0,000. Jika dibandingkan nilai
signifikan 0,000 < 0,05 maka keputusan dalam penelitian ini adalah menerima hipotesis Ha dan menolah
H0 dan dapat diartikan bahwa stereotip gender berpengaruh terhadap pilihan jurusan pendidikan di
SMK Negeri di Kota Sorong. Selain itu berdasarkan uji koefisien determinan nilai R square yaitu 0,200
sehingga kontribusi variabel Stereotip Gender (X) terhadap variabel pilihan jurusan pendidikan (Y) 20%
dan sisanya 80 % (100% - 20%) ditentukan oleh faktor-faktor lain yang mempengaruhi pilihan jurusan
pendidikan di sekolah kejuruan negeri. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Tri
Welas Asih, dkk (2019). dimana Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara
kesetaraan gender terhadap tindakan dalam memilih jurusan pada mahasiswa SMA X di Kabupaten
Klaten.
Temuan penelitian ini juga mengungkap bahwa siswa menginternalisasi norma dan ekspektasi
sosial terkait gender yang ada dalam masyarakat. Hal ini terlihat dari pemilihan jurusan yang masih
sangat dipengaruhi oleh pandangan tradisional tentang peran laki-laki dan perempuan. Hasil penelitian
juga menunjukkan bahwa minimnya kesadaran siswa tentang kebebasan dalam memilih jurusan yang
sesuai dengan minat dan bakat mereka, terlepas dari stereotip gender. Selain itu, kurangnya

La Ode Madina & Aram Palilu/ PENGARUH STEREOTIP GENDER TERHADAP PILIHAN JURUSAN PENDIDIKAN (STUDI EMPIRIS
PASA SISWA SMK NEGERI DI KOTA SORONG)
SOSCIED Vol 7 No. 2 November 2024
p-ISSN : 2622-8866
e-ISSN : 2721-9550

pendampingan yang peka gender dari pihak sekolah dan keluarga juga turut memperkuat pengaruh
stereotip ini.

5. KESIMPULAN
Penelitian ini menunjukkan bahwa stereotip gender memiliki pengaruh signifikan terhadap
pilihan jurusan pendidikan di SMK. Siswa cenderung memilih jurusan yang dianggap sesuai dengan
peran gender tradisional. Misalnya, siswa laki-laki lebih banyak memilih jurusan teknik atau otomotif,
sementara siswa perempuan cenderung memilih jurusan tata boga, kecantikan, atau administrasi. Hasil
ini dibuktikan dengan hasil pengujian hipotesis dimana dari hasil uji menunjukkan bahwa nilai t-hitung
adalah sebesar 4,903 dengan nilah signifikan sebesar 0,000. Jika dibandingkan nilai signifikan 0,000 <
0,05 maka keputusan dalam penelitian ini adalah menerima hipotesis Ha dan menolah H0 dan dapat
diartikan bahwa stereotip gender berpengaruh terhadap pilihan jurusan pendidikan di SMK Negeri di
Kota Sorong. Selain itu berdasarkan uji koefisien determinan nilai R square yaitu 0,200 sehingga
kontribusi variabel Stereotip Gender (X) terhadap variabel pilihan jurusan pendidikan (Y) 20% dan
sisanya 80 % (100% - 20%) ditentukan oleh faktor-faktor lain yang mempengaruhi pilihan jurusan
pendidikan di sekolah kejuruan negeri.

UCAPAN TERIMAKASIH
Peneliti mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam proses
penelitian hingga terselesaikannya penulisan ini baik pihak Universitas Victory Sorong, Dinas
pendidikan Kota Sorong, pihak Sekolah Menengah Kejuruan Negeri yang ada di Kota sorong, serta
Kemendikbudristek yang telah mendanai kegiatan penelitian ini.

DAFTAR PUSTAKA
[1] Alun T. Pinedha, Hasnah A. K. Wati, Mite Setiansah. (2022). Dekonstruksi Stereotipe Gender
dalam Drama Korea Strong Woman Do Bong Soon. Jurnal Empirika Vol 7 Nomor 2. 02
November 2022
[2] Pratiwi Eky. (2020). Stereotipe Gender pada Jurusan Teknik Kendaraan Ringan dan Otomotif di
SMK Negeri Bali Mandara: Implikasinya terhadap Prestasi Belajar Siswa dan Siswi.
Undergraduate thesis, Universitas Pendidikan Ganesha
[3] Samovar, L.A., Porter, R.E., McDaniel, E.R. (2019). Komunikasi Lintas Budaya: Communication
Betwen Culture. Jakarta: Salemba Humanika.
[4] Gunawan Putri Keysya. (2024). Analisis Pengaruh Gender dalam Pemilihan Jurusan Pariwisata
di Universitas di Kota Bandung. Jurnal Pariwisata dan Perhotelan Volume: 1, Nomor 3, 2024,
Hal: 1-7
[5] Rahmadhani Ghania Ahsani dan Ratri Virianita. (2020). Pengaruh Stereotip Gender Dan Konflik
Peran Gender Laki-Laki Terhadap Motivasi Kerja Pemuda Desa Putus Sekolah. Jurnal Sains
Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM], Vol. 4 (2): 217-234 E-ISSN: 2338-8269
[6] Riswani. (2015). Streotipe Gender Dan Pilihan Kareer Di Kalangan Siswi Madrasah Aliyah (Ma)
Diniyah Puteri Pekanbaru Riau. Jurnal Marwah, Vol. XIV No. 2 Desember Th. 2015
[7] Ozge Nurlu. (2017). Developing Teachers Gender Stereotyp dalam Putri Harianti. Pengaruh
Stereotip Gender Terhadap Minat Menjadi Guru Pendidikan Anak Usia Dini Di Kalangan Siswa
Sekolah Lanjutan Tingkat Atas Kelas Xii Kecamatan Koto Kampar Hulu Kabupaten Kampar.
Skripsi

La Ode Madina & Aram Palilu/ PENGARUH STEREOTIP GENDER TERHADAP PILIHAN JURUSAN PENDIDIKAN (STUDI EMPIRIS
PASA SISWA SMK NEGERI DI KOTA SORONG)
SOSCIED Vol 7 No. 2 November 2024
p-ISSN : 2622-8866
e-ISSN : 2721-9550

[8] Tri Welas Asih, Muslimah Zahro Romas, Eni Rohyati. (2019). Hubungan Antara Kesetaraan
Gender Terhadap Sikap Memilih Jurusan pada Siswa SMA X di Kabupaten Klaten. Jurnal
Psikologi, Vol. 15, No 1, September 2019, 39-47 P-ISSN: 1858-3970, E-ISSN: 2557-4694
[9] Evi Resti Dianita.(2020). Stereotip Gender Dalam Profesi Guru Pendidikan Anak Usia Dini.
Genius-Indonesian Journal of early childhood education. Volume 1 No. 2 Desember 2020
[10] Chusniatun, Nurul Latifatul Inayati, Kun Harismah. (2022). Identifikasi Stereotip Gender
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta: Menuju Penerapan Pendidikan Berperspektif
Gender. JPIS-Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial. Volume 32 Nomor 2 Desember 2022. E-ISSN 2541-
4569
[11] Hayurika Turina Lasriza dan Sandy Arief. (2015). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi
Minat Siswa Dalam Pengambilan Keputusan Memilih Jurusan Akuntansi Kelas X DI SMK N 1
DEMAK. Jurnal Pendidikan Ekonomi Dinamika Pendidikan. Vol. X No. 1 Juni 2015
[12] Ramadhani Renny. (2023). Pengaruh kinerja akademik dan bias gender terhadap minat
mahasiswa akuntansi memilih profesi akuntan publik. Skripsi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Islan Indonesia. Yogyakarta
[13] Amalia Fitri Anisa. (2022).Upaya Guru Dalam Menanamkan Nilai-nilai Kesetaraan Gender Di
Taman Kanak-kanak TK HIP HOP Sukarame Bandar Lampung. Skripsi. Fakultas Tarbiyah Dan
Keguruan Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung 1443 H/2022 M.
[14] Tri Welas Asih, dkk (2019). Hubungan Antara Kesetaraan Gender Terhadap Sikap Memilih
Jurusan pada Siswa SMA X di Kabupaten Klaten. Jurnal Psikologi, Vol. 15, No 1, September
2019, 39-47. P-ISSN: 1858-3970, E-ISSN: 2557-4694
[15] Ghozali, Imam. 2016. Aplikasi Analisis Multivariate deangan Program IBM SPSS 23. Semarang
: Badan Penerbit Universitas Diponegoro

La Ode Madina & Aram Palilu/ PENGARUH STEREOTIP GENDER TERHADAP PILIHAN JURUSAN PENDIDIKAN (STUDI EMPIRIS
PASA SISWA SMK NEGERI DI KOTA SORONG)

Anda mungkin juga menyukai