MANAJEMEN JARINGAN KOMPUTER
BERBASIS OPEN SOURCE
(Menggunakan Sistem Operasi Linux Debian)
Debian
Penulis:
Tengku Khairil Ahsyar
M. Wira Ade Kusuma
Pekanbaru, 1 November 2023
[INSTALASI SISTEM OPERASI LINUX DEBIAN BULLSEYE] BAB II
BAB II
INSTALASI SISTEM OPERASI LINUX DEBIAN BULLSEYE
1. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, anda diharapkan dapat:
- Mengenal sistem operasi server (Linux Debian Bullseye) berbasis text.
- Mengetahui cara menginstalasi sistem operasi jaringan berbasis text.
- Menginstalasi sistem operasi jaringan berbasis text.
- Mengetahui hal penting yang harus diperhatikan pada saat dan setelah sistem
operasi diinstall.
2. Perlengkapan
Adapun perlengkapan yang harus terpenuhi diantaranya adalah:
- Komputer/Leptop yang telah diinstall Aplikasi Virtual.
- Flashdisk/CD/DVD Linux Debian Bullseye atau dalam bentuk file dengan format .iso.
3. Langkah-langkah
a. Siapkan flasdisk/CD/DVD Linux Debian Bullseye atau anda dapat menggunakan file
.iso Linux Debian Bullseye jika anda menggunakan aplikasi Virtual seperti Virtual Box,
Virtual Machine atau aplikasi virtual lainnya.
Gambar 2.1. Tampilan Awal Instalasi
Manajemen Jaringan Komputer Berbasis Open Source
Halaman | 10
[INSTALASI SISTEM OPERASI LINUX DEBIAN BULLSEYE] BAB II
b. Hidupkan Komputer yang akan di install lalu masuk ke BIOS dan atur awal
untuk membaca/memilih USB flasdisk/CD/DVD Drive pada saat komputer pertama kali
dihidupkan. Lalu masukkan colok atau masukkan flashdisk/CD/DVD Binary 1 Linux
Debian Bullseye, kemudian restart komputer anda. Jika anda menggunakan aplikasi
Virtual, set file .iso Binary 1 Linux Debian Bullseye anda pada awal untuk
menjalankan proses instalasi sistem operasinya. Pastikan anda dapat masuk pada
tampilan awal instalasi seperti pada Gambar 2.1.
c. Pada tampilan pertama seperti pada Gambar 2.1, ada 2 opsi yang dapat digunakan
untuk mengatur mode instalasi: 1. Dengan menggunakan mode Text; 2. Dengan
menggunakan mode Graphical (GUI). Dalam hal ini, kita akan menginstal sistem
operasi dengan menggunakan mode Text sampai selesai.
d. Pilih opsi kedua “Install”, lalu tekan tombol “ ”, maka anda akan dibawa ke
tampilan pemilihan bahasa yang akan digunakan selama pada saat anda menginstall
sistem operasi tersebut (seperti pada Gambar 2.2).
Gambar 2.2. Pemilian Bahasa Untuk Proses Instalasi
Langkah berikutnya, anda diminta untuk menentukan Time Zone, pilih “other”
(Gambar 2.3). Karena kita berada di zona Asia, maka pilih “Asia” (Gambar 2.4).
Setelah itu tekan tombol “ ” pada keyboard untuk melanjutkan proses pemilihan
zona. Setelah pemilihan “Asia”, berikutnya pilih negara “Indonesia” (Gambar 2.5).
Tekan tombol “ ” untuk melanjutkan proses berikutnya. Kemudian dilanjutkan
dengan menu “Configure locales”. Untuk pilihan ini, silahkan anda pilih “United
States – en_US.UTF-8” (Gambar 2.6) kemudian tekan tombol “enter” untuk
melanjutkan keproses berikutnya.
Manajemen Jaringan Komputer Berbasis Open Source
Halaman | 11
[INSTALASI SISTEM OPERASI LINUX DEBIAN BULLSEYE] BAB II
Gambar 2.3. Pemilihan Lokasi Time Zone
Gambar 2.4. Pemilihan Lokasi (Benua) Time Zone
Gambar 2.5. Pemilihan Lokasi - Indonesia
Manajemen Jaringan Komputer Berbasis Open Source
Halaman | 12
[INSTALASI SISTEM OPERASI LINUX DEBIAN BULLSEYE] BAB II
Gambar 2.6. Pemilihan Bahasa Locales
e. Setelah proses di atas selesai, berikutnya pemilihan setingan keyboard. Dalam hal ini
pilih “American English” dan lanjutkan dengan menekan tombol “ ” serta
tunggu sampai proses selesai.
f. Berikutnya anda akan masuk pada proses pemilihan konfigurasi (
) yang akan digunakan. Dalam hal ini pilih salah satu utama (jika lebih
dari satu) yang akan dikonfigurasi. Pastikan pada tampilan ini muncul (terbaca)
Ethernet Card yang anda punya (seperti pada Gambar 2.7).
Gambar 2.7. Konfigurasi Jaringan
g. Berikutnya akan muncul proses konfigurasi jaringan dengan menggunakan DHCP
(pengaturan IP secara otomatis oleh server DHCP seperti pada Gambar 2.8). Silahkan
di “ ” jika komputer yang anda gunakan tidak sedang terhubung ke jaringan
yang menyediakan servis DHCP, atau biarkan proses ini selesai.
Gambar 2.8. Proses Requiring DHCP Client ke Server DHCP
Manajemen Jaringan Komputer Berbasis Open Source
Halaman | 13
[INSTALASI SISTEM OPERASI LINUX DEBIAN BULLSEYE] BAB II
Langkah berikutnya pilih “Continue”.
Gambar 2.9. Melanjutkan Proses Konfigurasi DHCP Client Sebelumnya
Berikutnya pilih “Configure network manually” untuk mengkonfigurasi IP address
secara manual (statis) seperti pada Gambar 2.10 atau silahkan pilih “Retry network
autoconfiguration” untuk merequest IP address dengan menggunakan servis dari
DHCP Server ( ).
Gambar 2.10. Pemilihan Konfigurasi Network Secara Manual
Kemudian masukkan IP Address yang akan digunakan. Misalnya dalam pembelajaran
ini, kita menggunakan IP Address [Link] seperti yang ada pada Gambar 2.11.
Gambar 2.11. Menambahkan IP Address Manual
Manajemen Jaringan Komputer Berbasis Open Source
Halaman | 14
[INSTALASI SISTEM OPERASI LINUX DEBIAN BULLSEYE] BAB II
Berikutnya, masukkan netmask seperti yang ada pada Gambar 2.12 dengan
menggunakan IP Netmask [Link]. Ini artinya kita menggunakan IP Address
Class C Full dengan prefix /24. Setelah memasukkan IP netmask, lanjutkan dengan
memasukkan IP Gateway yang ada pada jaringan anda seperti pada Gambar 2.13.
( )
Gambar 2.12. Konfigurasi IP Netmask
Gambar 2.13. Konfigurasi IP Gateway
Berikutnya masukkan IP Address untuk mengarahkan ke server DNS. Dalam hal ini,
anda boleh memasukkan IP address DNS lebih dari satu. Batas pengisian IP address
DNS tersebut hanya bisa diisi sebanyak 3 IP Address DNS. Pisahkan dengan
menggunakan tanda spasi. Yang perlu diketahui, IP Address DNS disini diisi sesuai
dengan IP Address DNS yang akan kita gunakan. Untuk kebutuhan belajar, silahkan
masukkan IP Address DNS sama denga IP Address sebelumnya yakni [Link]
dan tambahkan dengan IP Address lainnya, misalnya IP DNS Google ([Link]). Untuk
lebih jelas, dapat dilihat melihat contoh seperti yang ada pada Gambar 2.14.
Gambar 2.14. Menambahkan IP Address DNS (Name Server)
Manajemen Jaringan Komputer Berbasis Open Source
Halaman | 15
[INSTALASI SISTEM OPERASI LINUX DEBIAN BULLSEYE] BAB II
Proses berikutnya, silahkan masukkan “Hostname” sesuai dengan hostname yang
diinginkan untuk sistem anda. Misalnya: stemasi. Untuk lebih jelas, dapat dilihat pada
Gambar 2.15.
Gambar 2.15. Konfigurasi Hostname
Langkah berikutnya anda diminta untuk memasukkan “Domain Name” seperti pada
Gambar 2.16. Anda bisa memberikan nama domain berdasarkan domain yang anda
inginkan. Misal: [Link].
Gambar 2.16. Konfigurasi Domain Name
Gambar 2.17. Menambahkan Password Root (Superuser)
Manajemen Jaringan Komputer Berbasis Open Source
Halaman | 16
[INSTALASI SISTEM OPERASI LINUX DEBIAN BULLSEYE] BAB II
h. Proses berikutnya, anda diminta untuk memasukkan password yang akan digunakan
oleh pengguna tertinggi ( ) yakni “ . Demi keamanan, usahakan
password yang dibuat memiliki kombinasi unik dan bukan password yang mudah
ditebak oleh orang lain. Untuk melihat tampilan menambahkan password, dapat
dilihat pada Gambar 2.17. Setelah itu, anda akan diminta untuk memasukkan ulang
password (seperti pada Gambar 2.18). Masukkan password yang sama seperti
pada proses sebelumnya.
Gambar 2.18. Konfirmasi Password Root
Setelah selesai membuat password , berikutnya anda diminta untuk memasukkan
nama lengkap seperti pada Gambar 2.19. Nama (Full name) disini bisa saja anda
masukkan sesuai dengan nama pribadi anda, nama organisasi atau perusahaan, atau
nama yang memang sesuai dengan disain nama server yang akan anda bangun.
Gambar 2.19. Menambahkan Nama Pengguna
Berikutnya masukkan untuk akun pengguna biasa seperti pada Gambar
2.20. Jika sebelumnya kita telah mengkonfigurasi untuk pengguna root, kali ini yang
kita tambahkan adalah untuk akun pengguna biasa.
Gambar 2.20. Menambahkan Akun Username
Manajemen Jaringan Komputer Berbasis Open Source
Halaman | 17
[INSTALASI SISTEM OPERASI LINUX DEBIAN BULLSEYE] BAB II
Setelah akun user untuk pengguna biasa dibuat, berikutnya masukkan password
seperti pada Gambar 2.21 dan ulangi sekali lagi (konfirmasi) password seperti pada
Gambar 2.22.
Gambar 2.21. Menambahkan Password Akun Pengguna Biasa
Gambar 2.22. Konfirmasi Ulang Password Akun Pengguna Biasa
i. Jika user telah terbuat, tunggu sampai proses selesai. Langkah berikutnya anda akan
diminta untuk memilih lokasi “time zone” seperti pada Gambar 2.23. Cari dan pilihlah
lokasi anda yang sesuai dan tunggu sampai prosesnya selesai.
Gambar 2.23. Pemilihan Time Zone
j. Setelah proses sebelumnya selesai, berikutnya akan muncul tampilan partisi harddisk.
Dalam hal ini kita akan melakukan pembagian harddisk secara manual seperti pada
Gambar 2.24. Setelah anda memilih menu partisi hardisk dengan cara manual, maka
akan muncul tampilan seperti pada Gambar 2.25. Tahap selanjutnya adalah
pembagian hardisk untuk kebutuhan instalasi sistem.
Manajemen Jaringan Komputer Berbasis Open Source
Halaman | 18
[INSTALASI SISTEM OPERASI LINUX DEBIAN BULLSEYE] BAB II
Gambar 2.24. Pemilihan Partisi Hardisk Dengan Cara Manual
Gambar 2.25. Tampilan Hardisk Yang Terdeteksi
Pada Gambar 2.25, terdapat 1 hardisk yang terdeteksi oleh sistem. Pilihlah harddisk
tersebut untuk di dipartisi dengan cara menekan tombol “enter”. Kemudian lanjutkan
dengan memilih “Yes” (seperti pada Gambar 2.26) untuk mulai membuat pembuatan
partisi baru.
Gambar 2.26. Memulai Partisi Baru
Pastikan anda benar-benar memilih partisi yang sesuai dengan kebutuhan belajar.
Jika anda belajar dengan menggunakan komputer secara langsung (tanpa
menggunakan aplikasi Virtual), pastikan sekali lagi bahwa partisi yang anda gunakan
memang sudah sesuai dengan kebutuhan belajar anda saat ini dan bukan merupakan
partisi penting yang tidak seharusnya digunakan. Pada tahapan partisi hardisk ini, kita
Manajemen Jaringan Komputer Berbasis Open Source
Halaman | 19
[INSTALASI SISTEM OPERASI LINUX DEBIAN BULLSEYE] BAB II
akan memformat hardisk setelah dipartisi. Jadi, alangkah baiknya anda melakukan
backup terlebih dahulu pada hardisk yang akan digunakan jika masih terdapat data-
data penting yang harus diselamatkan. Penulis tidak bertanggung jawab jika ada
kehilangan data atau kerusakan komputer yang diakibatkan oleh kelalaian pembaca
pada saat belajar dengan menggunakan buku ini. Berikutnya pilih partisi yang kosong
seperti yang terlihat pada Gambar 2.27 (FREE SPACE) dengan cara menekan tombol
“enter”. Kemudian pilih “Create a new partition” seperti pada Gambar 2.28 untuk
memulai pembuatan partisi baru dari ruang hardisk yang dipilih tadi.
Gambar 2.27. Pemilihan Partisi Kosong Yang Akan Dibuat
Gambar 2.28. Membuat Partisi Baru
Proses berikutnya, muncul informasi mengenai kapasitas ruang hardisk yang akan di
partisi seperti pada Gambar 2.29. Ruang harddisk yang tersedia sebesar 21.5 GB.
Jumlah ini tergantung dari masing-masing ruang hardisk yang kita punya.
Gambar 2.29. Besaran Kapasitas Hardisk Untuk Instalasi
Manajemen Jaringan Komputer Berbasis Open Source
Halaman | 20
[INSTALASI SISTEM OPERASI LINUX DEBIAN BULLSEYE] BAB II
Langkah berikutnya, tentukan partisi terlebih dahulu untuk memudahkan proses
pembagian harddisk. Partisi biasanya dibuat 2x dari kelipatan jumlah memori
fisik ( ). Jika memory yang anda gunakan sebesar 2048 Mb, berarti partisi
yang harus dibuat sejumlah 2 x 2048 Mb = 4 Gb. Untuk melihat contoh pembagian
partisi dapat dilihat pada Gambar 2.30. Dalam hal ini, memori yang ada pada
perangkat yang penulis gunakan adalah 2 GB.
Gambar 2.30. Partisi Swap
Berikutnya, pilih tipe partisi Dalam hal ini pilih tipe “Logical” seperti pada
Gambar 2.31 dan kemudian tekan tombol “enter” untuk melanjutkan ke proses
berikutnya.
Gambar 2.31. Pemilihan Tipe Partisi Swap
Setelah penentuan tipe partisi selesai, kemudian pilih “Beginning” untuk memulai
pembagian ruang harddisk yang akan dipartisi seperti pada Gambar 2.32. Berikutnya,
pilih bagian “Use as: ...” dengan cara menekan tombol “ ” (seperti pada Gambar
2.33) untuk menentukan format partisi . Setelah masuk pada tampilan pemilihan
format partisi seperti pada Gambar 2.34, pilih format “swap area” dan tekan tombol
“enter” untuk melanjutkan ke proses berikutnya.
Gambar 2.32. Memulai Pembagian Ruang Hardisk
Manajemen Jaringan Komputer Berbasis Open Source
Halaman | 21
[INSTALASI SISTEM OPERASI LINUX DEBIAN BULLSEYE] BAB II
Gambar 2.33. Pemilihan Format Partisi
Gambar 2.34. Pemilihan Format Partisi Swap
Jika telah selesai, pastikan tampilan akan berubah seperti Gambar 2.35, yang mana
sebelumnya “Ext4 journaling file system” berubah menjadi “Swap area” pada
menu “Use as: “.
Gambar 2.35. Tampilan Partisi Swap Setelah Diset
Manajemen Jaringan Komputer Berbasis Open Source
Halaman | 22
[INSTALASI SISTEM OPERASI LINUX DEBIAN BULLSEYE] BAB II
Langkah berikutnya, pilih “Done setting up the partition” seperti pada Gambar 2.36
untuk mengakhiri proses pembagian partisi untuk “ ”.
Gambar 2.36. Tampilan Finishing Pembuatan Partisi Swap
Setelah memilih “Done setting up the partition”, maka akan tampil seperti pada
Gamar 2.37 yang menandakan partisi “ ” sudah selesai dibuat.
Gambar 2.37. Partisi Swap Telah Berhasil Dibuat
Gambar 2.38. Pemilihan Partisi Kosong Untuk Membuat Partisi Baru
Manajemen Jaringan Komputer Berbasis Open Source
Halaman | 23
[INSTALASI SISTEM OPERASI LINUX DEBIAN BULLSEYE] BAB II
Langkah berikutnya, pilihlah ruang harddisk yang masih kosong (bertanda FREE
SPACE) atau ruang harddisk yang masih tersisa seperti pada Gambar 2.38, kemudian
tekan tombol “enter”. Berikutnya dilanjutkan dengan memilih menu “Create a new
partition” (seperti pada Gambar 2.39) untuk membuat partisi baru. Dalam hal ini,
kita akan membuat partisi “root” (/) yang akan digunakan untuk menyimpan file
sistem operasi yang akan kita install.
Gambar 2.39. Membuat Partisi Baru (Root)
Setelah memilih “Create a new partition”, maka anda akan dihadapkan lagi seperti
pada tahap awal seperti pada Gambar 2.30. Partisi berikutnya yang akan dibuat adalah
partisi root. Agar memudahkan proses pembelajaran, partisi root yang akan dibuat
memanfaatkan total keseluruhan dari sisa ruang harddisk yang ada (setelah
pembagian partisi Swap sebelumnya). Dalam proses pembelajaran ini kita hanya akan
membuat 2 partisi saja, yakni partisi root dan partisi . Jadi, sisa dari ukuran
partisi tersebut (seperti pada Gambar 2.40) kita gunakan semuanya. Langkah
berikutnya pilih “ ” atau tekan tombol “enter” untuk melanjutkan ke proses
berikutnya.
Perlu diketahui, untuk pembagian partisi tergantung dari kebutuhan masing-masing.
Jika ingin manajemen server anda bagus, sebaiknya bagi beberapa partisi yang sesuai
dengan kebutuhan khusus anda. Misalnya untuk menyimpan data-data yang
berhubungan dengan user, anda membuat khusus partisi /home. Berarti dalam server
anda nantinya akan terdapat 3 buah partisi yang terdiri dari partisi root (/), partisi
Swap, dan partisi /home.
Gambar 2.40. Ukuran Partisi Root
Setelah itu, pilih tipe partisi “Primary” untuk partisi root yang akan dibuat seperti
pada Gambar 2.41, dan kemudian tunggu sampai proses selesai seperti pada Gambar
2.42.
Manajemen Jaringan Komputer Berbasis Open Source
Halaman | 24
[INSTALASI SISTEM OPERASI LINUX DEBIAN BULLSEYE] BAB II
Gambar 2.41. Tipe Partisi Primary
Gambar 2.42. Partisi Root Selesai Di Bagi
Karena format untuk partisi root ini adalah “ , maka kita
tidak perlu mengatur lagi format tersebut karena sudah tertera pada pilihan default
pada saat kita melakukan partisi tadi (seperti pada Gambar 2.42). Kita hanya tinggal
mengaktifkan “Bootable flag” untuk keperluan booting awal. Langkah berikutnya
pilih “Bootable flag” dan tekan tombol “ ” untuk mengubah settingannya dari
“off” (seperti pada Gambar 2.43) menjadi “on” (seperti pada Gambar 2.44). Langkah
berikutnya dilanjutkan dengan memilih menu “Done setting up the partition”
(seperti pada Gambar 2.45) untuk mengakhiri pembagian partisi root, dan melanjutkan
ke proses berikutnya.
Gambar 2.43. Bootable flag: off
Manajemen Jaringan Komputer Berbasis Open Source
Halaman | 25
[INSTALASI SISTEM OPERASI LINUX DEBIAN BULLSEYE] BAB II
Gambar 2.44. Bootable flag: on
Gambar 2.45. Done Setting Up Partition
Setelah proses di atas selesai, akan terlihat dua buah partisi yang sudah kita buat tadi.
Pertama, partisi dan yang kedua adalah partisi (/) (seperti pada Gambar
2.46). Langkah berikutnya, menuntaskan proses pembagian partisi dengan memilih
menu “Finish partitioning and write changes to disk” seperti pada Gambar 2.46.
Gambar 2.46. Proses Penyelesaian Pembagian Partisi Secara Keseluruhan
Dan jika anda dihadapkan seperti pada tampilan Gambar 2.47, lanjutkan proses “ ”
dengan memilih “Yes” dan tunggu sampai proses selesai.
Manajemen Jaringan Komputer Berbasis Open Source
Halaman | 26
[INSTALASI SISTEM OPERASI LINUX DEBIAN BULLSEYE] BAB II
Gambar 2.47. Proses “Write” Partisi
k. Langkah berikutnya, anda akan diminta untuk memindai ( ) semua
source/CD/DVD Linux Debian (repositori) yang digunakan. Sebaiknya hal ini dilakukan,
mengingat pada saat nantinya melakukan istalasi aplikasi-aplikasi tambahan, sistem
membutuhkan paket-paket yang ada di source/CD/DVD Linux Debian tersebut. Agar
sistem mudah mendeteksi keberadaan paket-paket tersebut, sebaiknya seluruh
source/CD/DVD tersebut di scanning. Anda dapat mengabaikan proses ini dan
melanjutkannya setelah proses instalasi selesai. Atau anda dapat mengabaikan proses
ini karena berikutnya menggunakan instalasi dengan cara online menggunakan media
jaringan. Untuk source/CD/DVD Binary-1, sudah secara otomatis discan (Gambar
2.48). Berikutnya, keluarkan terlebih dahulu atau ganti source/CD/DVD Binary-1
dengan source/CD/DVD Binary-2, baru kemudian pilih “Yes”. Tunggu sampai proses
scanning source/CD/DVD Binary-2 selesai seperti pada Gambar 2.49.
Gambar 2.48. Scanning Extra Installation Media
Gambar 2.49. Proses Scanning Source Binary-2
Manajemen Jaringan Komputer Berbasis Open Source
Halaman | 27
[INSTALASI SISTEM OPERASI LINUX DEBIAN BULLSEYE] BAB II
Langkah berikutnya, ganti/masukkan lagi source/CD/DVD berikutnya (Binary-3) dan
kemudian pilih lagi menu “Yes” untuk melakukan scanning. Serta, lakukan hal yang
sama sampai source/CD/DVD Linux Debian yang terakhir (semuanya). Namun jika
sudah sampai pada source/CD/DVD terakhir, berikutnya pilih menu “No” seperti pada
Gambar 2.50.
Gambar 2.50. Tampilan Akhir Scanning Source/CD/DVD
Jika proses berikutnya anda melihat seperti pada Gambar 2.51, silahkan masukkan
kembali source/CD/DVD Binary-1 dan pilih “Continue”, kemudian tunggu sampai
proses selesai seperti pada Gambar 2.52. Perhatikan informasi pada Gambar 2.51 yang
menampilkan info “Binary-1”, hal ini menandakan bahwa sistem meminta anda untuk
memasukkan kembali source/CD/DVD Binary-1.
Gambar 2.51. Memasukkan Kembali Source/CD/DVD Binary-1
Gambar 2.52. Proses Scanning Selesai Dan Melanjutkan Ke Proses Berikutnya
l. Langkah berikutnya anda diminta untuk berpartisipasi dalam pengembangan distro
Linux Debian (Gambar 2.53). Ini merupakan kelebihan dari distro Linux Debian yang
memiliki banyak pengembang dari segala penjuru dunia. Pilihan ini bersifat opsional
tergantung dari partisipasi anda. Jika anda ingin berpartisipasi membantu dalam
mengembangkan distro Linux ini, silahkan pilih “Yes”. Namun jika tidak, silahkan pilih
“No” dan tunggu proses berikutnya.
Manajemen Jaringan Komputer Berbasis Open Source
Halaman | 28
[INSTALASI SISTEM OPERASI LINUX DEBIAN BULLSEYE] BAB II
Gambar 2.53. Partisipasi Dalam Pengembangan Distro Linux Debian
m. Langkah berikutnya, matikan tanda bintang (*) pada tampilan “Debian desktop
environment” seperti pada Gambar 2.54 jika masih terseleksi/terpilih. Untuk
menghilangkan tanda tersebut, anda cukup dengan menekan tombol spasi pada
keyboard. Pilihan ini dinonaktifkan karena sistem operasi yang kita install tidak
menggunakan mode (GUI), melainkan menggunakan mode
(berbasis text) Semua eksekusi dijalankan dengan menggunakan perintah
baris. Adapun kelebihan menggunakan mode berbasis text adalah untuk
mengoptimalkan kinerja server. Mode ini tidak begitu banyak membutuhkan space
dan ruang memory, sehingga hanya membutuhkan sumber daya yang kecil dan tidak
memberatkan kinerja sistem. Berikutnya, biarkan menu “Standard system
utilities” tetap terceklis, setelah itu lanjutkan dengan memilih menu “Continue”.
Gambar 2.54. Pemilihan Paket Software Yang Akan Diinstall
n. Langkah berikutnya muncul tampilan instalasi “GRUB boot loader” untuk
(MBR). Pada tampilan ini (Gambar 2.55), pilih “Yes” untuk menginstall
GRUB dan “No” untuk mengabaikannya. GRUB ini di rekomendasikan untuk diinstall
pada sistem, karena dapat mempermudah pada saat proses awal dan untuk
keperluan lainnya seperti pada saat memilih salah satu sistem operasi jika terdapat
Manajemen Jaringan Komputer Berbasis Open Source
Halaman | 29
[INSTALASI SISTEM OPERASI LINUX DEBIAN BULLSEYE] BAB II
dua atau lebih ( ) pada satu perangkat. Pada tampilan GRUB
ini (seperti pada Gambar 2.57), nantinya akan menampilkan daftar pilihan sistem
operasi apa saja yang terinstall (jika lebih dari satu OS) pada saat awal.
Gambar 2.55. GRUB Boot Loader
o. Langkah terakhir, pilih “Continue” untuk melanjutkan ke proses atau
(seperti pada Gambar 2.56). Proses instalasi Sistem Operasi selesai dan
jangan lupa untuk mengeluarkan source/CD/DVD Binary-1 yang masih ada dalam
drive atau me-rejct/unmount source Binary-1 jika anda menggunakan aplikasi virtual
dalam proses instalasi.
Gambar 2.56. Instalasi Selesai
Gambar 2.57. Tampilan Awal (GRUB) Setelah Selesai Proses Reboot
Manajemen Jaringan Komputer Berbasis Open Source
Halaman | 30
[INSTALASI SISTEM OPERASI LINUX DEBIAN BULLSEYE] BAB II
Berikut ini (Gambar 2.58) merupakan tampilan awal Login sistem.
Gambar 2.58. Tampilan Awal Login System
4. Pengujian
Untuk proses pengujian, lakukan:
1. Login ke sistem dengan menggunakan superuser “root” sesuai dengan password
yang sudah dibuat pada saat proses instalasi berlangsung.
2. Kemudian, login ke sistem dengan menggunakan user biasa sesuai dengan user dan
password yang sudah dibuat pada saat proses instalasi berlangsung.
3. Gunakan perintah : /sbin/poweroff untuk mematikan sistem.
5. Latihan
1. Lakukanlah instalasi ulang Sistem Operasi Linux Debian dengan cara yang sama
seperti langkah-langkah di atas!
2. Lakukanlah instalasi dengan menggunakan mode GUI dan hasil akhir dengan mode
GUI pula!
Manajemen Jaringan Komputer Berbasis Open Source
Halaman | 31