0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan17 halaman

Panduan Lengkap Pemrograman Python

Makalah ini membahas pemrograman Python, termasuk pengertian, sejarah, karakteristik, dan konsep dasar bahasa pemrograman ini. Python dikenal karena sintaks yang sederhana, bersifat open source, dan mendukung pemrograman berorientasi objek. Selain itu, makalah ini juga menjelaskan struktur kontrol, tipe data, dan manipulasi string dalam Python.

Diunggah oleh

kiranacintav
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan17 halaman

Panduan Lengkap Pemrograman Python

Makalah ini membahas pemrograman Python, termasuk pengertian, sejarah, karakteristik, dan konsep dasar bahasa pemrograman ini. Python dikenal karena sintaks yang sederhana, bersifat open source, dan mendukung pemrograman berorientasi objek. Selain itu, makalah ini juga menjelaskan struktur kontrol, tipe data, dan manipulasi string dalam Python.

Diunggah oleh

kiranacintav
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH PEMROGRAMAN PYTHON

Disusun Oleh:
Nama: Kirana Cinta Vidianisha
Kelas: X Fase E8
No. Absen: 24

SMAN 4 SURAKARTA
TAHUN AJARAN 2025/2026
A. Pengertian dan Sejarah Pemrograman Python

Python adalah salah satu bahasa pemrograman tingkat tinggi yang


sangat populer saat ini. Bahasa ini dikenal karena sintaksnya yang
sederhana, mudah dibaca, dan mudah dipahami, sehingga cocok digunakan
oleh pemula maupun profesional. Selain itu, Python bersifat open source
dan memiliki komunitas yang besar, sehingga tersedia banyak pustaka
(library) untuk berbagai keperluan.

Python merupakan bahasa pemrograman tingkat tinggi interpretatif,


mudah dibaca, dan multiguna yang didesain untuk kemudahan
pemahaman, sintaksis yang bersih, dan fleksibilitas, yang digunakan untuk
membuat beberapa jenis aplikasi mulai dari aplikasi web, pengembangan
perangkat lunak, analisis data, hingga machine launching. Keunikan ini
telah membuat Python menjadi pilihan utama bagi banyak pengembang
perangkat lunak, baik pemula maupun ahli, dalam berbagai proyek. Phyton
adalah bahasa pemrograman dinamis yang mendukung pemrograman
berorientasi obyek. Python dapat digunakan untuk berbagai keperluan
pengembangan perangkat lunak dan dapat berjalan di berbagai platform
sistem operasi.

Python sendiri merupakan bahasa pemrograman yang banyak di


minati karena penggunaan nya yang ringkas, sederhana dan modular.
Python juga di gunakan programmer untuk mengembangkan berbagai
macam sistem. Bahasa pemrograman python sendiri merupakan bahasa
yang dinamis yang mendukung paradigma pemrograman berbasis objek.

Python pertama kali dikembangkan oleh Guido van Rossum pada


akhir tahun 1980-an di Belanda. Saat itu, Guido ingin membuat bahasa
pemrograman baru yang sederhana, mudah dipahami, namun tetap
memiliki kekuatan seperti bahasa pemrograman tingkat tinggi.

Pada bulan Desember 1989, Guido mulai menulis implementasi awal


Python. Nama “Python” sendiri terinspirasi dari acara komedi Inggris
favoritnya yang berjudul Monty Python’s Flying Circus, bukan dari nama
ular. Guido memilih nama ini karena ingin bahasanya terasa unik,
menyenangkan, dan tidak kaku. Versi pertama Python, yaitu Python 0.9.0,
dirilis pada tahun 1991. Versi ini sudah memiliki fitur penting yang masih
digunakan hingga sekarang. Python terus berkembang hingga versi 3 yang
kita gunakan saat ini.
B. Karakteristik Pemrograman Python

1. Interpreted Language
Python termasuk bahasa pemrograman yang bersifat
interpreted. Artinya, kode Python dijalankan baris per baris oleh
interpreter tanpa harus melalui proses kompilasi terlebih dahulu.
Hal ini membuat Python lebih fleksibel saat digunakan, karena
programmer bisa langsung menulis kode, mengeksekusi, dan
melihat hasilnya secara cepat.

2. High Level Language


Python adalah bahasa tingkat tinggi (high-level language).
Maksudnya, sintaks Python lebih dekat dengan bahasa manusia
dibanding bahasa mesin. Programmer tidak perlu pusing
memikirkan detail teknis seperti alokasi memori atau instruksi
mesin, karena Python sudah mengabstraksikannya. Hal ini
membuat Python lebih mudah dipelajari oleh pemula.

3. Tipe Data Dinamis


Python tidak mengharuskan programmer mendeklarasikan tipe
data saat membuat variabel. Misalnya, kita cukup menulis x = 10
tanpa harus menyatakan apakah x bertipe integer atau float. Python
akan otomatis menentukan tipe data berdasarkan nilai yang
diberikan. Karakteristik ini membuat penulisan kode lebih ringkas
dan cepat.

4. Berorientasi Objek (Object-Oriented)


Python mendukung paradigma pemrograman berbasis objek
(Object-Oriented Programming / OOP). Programmer dapat
membuat class, object, inheritance, dan encapsulation. Dengan
konsep ini, kode menjadi lebih terstruktur, modular, dan mudah
dikelola dalam proyek besar. yang bersifat interpreted. Artinya,
kode Python dijalankan baris per baris oleh interpreter tanpa harus
melalui proses kompilasi terlebih dahulu. Hal ini membuat Python
lebih fleksibel saat digunakan, karena programmer bisa langsung
menulis kode, mengeksekusi, dan melihat hasilnya secara cepat.

5. Gratis dan Open Source


Python adalah perangkat lunak open source, artinya siapa saja
dapat mengunduh, menggunakan, dan bahkan ikut
mengembangkan Python secara gratis. Sifat open source ini
membuat Python terus berkembang pesat karena kontribusi dari
komunitas global.

6. Manajemen Memori Otomatis


Python memiliki pengumpulan sampah otomatis (automatic
garbage collection) yang membebaskan programmer dari tugas
manajemen memori manual.

7. Extensible dan Embeddable


Python dapat diperluas dengan bahasa lain seperti C atau C++.
Misalnya, jika ada kebutuhan program dengan performa tinggi,
bagian tertentu dapat ditulis dengan C lalu dihubungkan ke Python.
Sebaliknya, Python juga bisa di-embed ke bahasa lain untuk
menambahkan fitur scripting.

8. Scripting
Python dapat digunakan untuk menulis skrip atau rangkaian
instruksi sederhana yang dapat dieksekusi langsung oleh komputer
melalui interpreter tanpa perlu proses kompilasi. Skrip ini biasanya
dipakai untuk mengotomatisasi pekerjaan-pekerjaan kecil maupun
menengah yang berulang, sehingga dapat menghemat waktu dan
tenaga.

C. Konsep Dasar Pemrograman Python

1. Sintaks Python
Python menggunakan aturan sintaks yang sederhana dan
mudah dipahami. Salah satu ciri khasnya adalah penggunaan
indentasi (spasi/tab) untuk menandai blok kode, bukan tanda
kurung kurawal {} seperti di C atau Java. Selain itu, Python
mendukung komentar menggunakan tanda pagar #.

2. Komentar Python
Komentar (comment) adalah kode di dalam script Python yang
tidak dieksekusi atau tidak dijalankan mesin. Komentar hanya
digunakan untuk menandai atau memberikan keterangan tertulis
pada script. Komentar biasa digunakan untuk membiarkan orang
lain memahami apa yang dilakukan script. Atau untuk
mengingatkan kepada programmer sendiri jika suatu saat kembali
mengedit script tersebut. Untuk menggunakan komentar anda
cukup menulis tanda pagar #, diikuti dengan komentar Anda.
3. Variabel Python
Variabel adalah lokasi memori yang dicadangkan untuk
menyimpan nilai-nilai. Ini berarti bahwa ketika Anda membuat
sebuah variabel Anda memesan beberapa ruang di memori.
Variabel menyimpan data yang dilakukan selama program
dieksekusi, yang natinya isi dari variabel tersebut dapat diubah
oleh operasi operasi tertentu pada program yang menggunakan
variabel.

Variabel dapat menyimpan berbagai macam tipe data. Di


dalam pemrograman Python, variabel mempunyai sifat yang
dinamis, artinya variabel Python tidak perlu dideklarasikan tipe
data tertentu dan variabel Python dapat diubah saat program
dijalankan.

Penulisan variabel Python sendiri juga memiliki aturan


tertentu, yaitu:
 Karakter pertama harus berupa huruf atau garis
bawah/underscore
 Karakter selanjutnya dapat berupa huruf, garis
bawah/underscore atau angka
 Karakter pada nama variabel bersifat sensitif (case-sensitive).
Artinya huruf kecil dan huruf besar dibedakan. Sebagai contoh,
variabel nama Depan dan nama depan adalah variabel yang
berbeda.
Untuk mulai membuat variabel di Python caranya sangat
mudah, Anda cukup menuliskan variabel lalu mengisinya dengan
suatu nilai dengan cara menambahkan tanda sama dengan diikuti
dengan nilai yang ingin dimasukkan.

4. Operator Python
Python adalah salah satu bahasa pemrograman yang ber-tipe
Dynamically Typed Language. Artinya tidak membutuhkan atau
menyertakan tipe data sewaktu Anda membuat sebuah variabel.
Python memiliki berbagai jenis operator, seperti:

Aritmatika: penjumlahan (+), pengurangan (-), perkalian (*),


pembagian (/), pembagian bulat (//), modulus (%), pemangkatan
(**)
Perbandingan: sama dengan (==), tidak sama dengan (!=), lebih
besar (>), lebih kecil (<), lebih besar sama dengan (>=), lebih kecil
sama dengan (<=)

Logika: and, or, not.


5. Tipe Data Python
Tipe data pada bahasa pemrograman Python mirip dengan tipe
data pada bahasa pemrograman. Tetapi secara dasar, Python
memiliki beberapa tipe data, yaitu:

 Tipe Data String ( str ): digunakan untuk menyimpan


urutan karakter, seperti teks.
 Tipe Data Number, terdiri dari beberapa jenis:
a. int : bilangan bulat (misal 10, -5).
b. float : bilangan desimal (misal: 3,14, -0,5).
c. Complex : bilangan kompleks.
 Tipe Data Boolean ( bool ): menyimpan nilai kebenaran,
yaitu True (benar) atau False (salah)
 Tipe Data NoneType: merepresentasikan ketiadaan nilai
dan nilainya adalah None , yang digunakan untuk
menandakan bahwa suatu variabel atau fungsi tidak
memiliki nilai yang valid.

6. Struktur Kontrol
Struktur kontrol adalah aturan atau alur logika dalam program,
supaya komputer tahu bagian mana yang harus dijalankan, diulang,
atau dipilih.
 Pernyataan Kondisional, yaitu struktur kontrol yang
digunakan untuk membuat keputusan berdasarkan suatu
kondisi tertentu. Program akan mengevaluasi ekspresi
logika (benar / salah), lalu menjalankan blok kode sesuai
hasil evaluasi tersebut. Dalam Python, pernyataan
kondisional biasanya menggunakan kata kunci if , if-else ,
if-elif-else
a. if Digunakan ketika kita ingin menjalankan suatu blok
kode hanya jika kondisi bernilai benar (True).
Sintaks:

if kondisi:
# kode yang dijalankan jika kondisi True

Contoh:
x = 10
if x > 0:
print("x adalah bilangan positif")

Output:
x adalah bilangan positif

b. if-else Dipakai ketika kita ingin dua kemungkinan


aksi: satu jika kondisi benar, dan satu lagi jika kondisi
salah.
Sintaks:

If kondisi:
# kode jika True
Else:
# kode jika False

Contoh:
X = -5
If x >= 0:
Print(“x adalah bilangan non-negatif”)
Else:
Print(“x adalah bilangan negatif”)

Output:
X adalah bilangan negatif

c. if-elif-else Digunakan untuk lebih dari dua kondisi. elif


artinya else if, digunakan untuk memeriksa kondisi
tambahan.
Sintaks:

if kondisi1:
# kode jika kondisi1 True
elif kondisi2:
# kode jika kondisi2 True
else:
# kode jika semua kondisi False

Contoh:
nilai = 85
if nilai >= 90:
print("Grade A")
elif nilai >= 80:
print("Grade B")
elif nilai >= 70:
print("Grade C")
else:
print("Grade D")

Output:
Grade B

 Pengulangan Python, yaitu fitur yang memungkinkan


Anda menjalankan blok kode tertentu berulang kali hingga
kondisi tertentu terpenuhi atau jumlah iterasi yang
ditentukan tercapai. Struktur ini meliputi pengulangan for
dan while , yang mengulangi kode pada suatu objek
iterable atau selama kondisi terpenuhi. Terdapat juga
pernyataan kontrol seperti break (keluar dari loop) dan
continue (lewati iterasi saat ini) untuk mengubah alur
perulangan.
1. for digunakan untuk mengiterasi (melakukan
perulangan) terhadap sebuah urutan data, seperti
list, tuple, string, atau range angka.
Sintaks:

for variabel in urutan:


# blok kode

Contoh:
buah = ["apel", "jeruk", "mangga"]
for b in buah:
print(b)

Output:
apel
jeruk
mangga

Contoh for dengan range() (untuk menghasilkan


urutan angka)
For i in range(5):
Print(“Perulangan ke-“, i)

Output:
Perulangan ke- 0
Perulangan ke- 1
Perulangan ke- 2
Perulangan ke- 3
Perulangan ke- 4

2. while digunakan ketika kita ingin mengulang


selama kondisinya bernilai True.
Sintaks:

while kondisi:
# blok kode
Contoh:
x=1
while x <= 3:
print(“Nilai x =”, x)
x += 1

Output:
Nilai x = 1
Nilai x = 2
Nilai x = 3

3. break Digunakan untuk keluar dari perulangan


secara langsung, bahkan jika kondisi perulangan
masih True.
Contoh:
For i in range(1, 10):
if i == 5:
break
print(i)
Output:
1
2
3
4

4. continue Digunakan untuk melewati sisa blok kode


pada iterasi saat ini dan langsung melanjutkan ke
iterasi berikutnya.
Contoh:
for i in range(1, 6):
if i == 3:
continue
print(i)
Output:
1
2
4
5

5. pass (pernyataan kosong) digunakan ketika belum


ada kode tapi ingin menghindari error.
Contoh:

for i in range(3):
pass # tidak melakukan apa-apa

7. Input dan Output


Input menggunakan fungsi input(), sedangkan output
menggunakan print().
nama = input("Masukkan nama: ")
print("Halo,", nama)

contoh:
nama = input(“Ayu: “)
print(“Halo,”, nama)

Output:
Halo, Ayu
8. Fungsi
Fungsi digunakan untuk mengelompokkan kode agar lebih
terstruktur dan dapat digunakan kembali. Fungsi didefinisikan
dengan def
Def nama_fungsi(parameter):
# blok kode
Return hasil

Contoh:
Def kuadrat(x):
Return x * x
Print(“Hasil:”, kuadrat(5))

Output:
Hasil: 25

9. Struktur Data
Python memiliki beberapa struktur data bawaan:
 Tuples: data urutan yang tidak bisa diubah (immutable)
setelah dibuat.
Contoh:
Koordinat = (10, 20)
Print(“Koordinat x:”, koordinat[0])
Print(“Koordinat y:”, koordinat[1])

Output:
Koordinat x: 10
Koordinat y: 20

 List: data koleksi yang dapat diubah (mutable) dan dapat


berisi berbagai jenis elemen.
Contoh:
buah = ["apel", "jeruk", "mangga"]
[Link]("pisang")
buah[1] = "melon"
print(buah)

Output:
['apel', 'melon', 'mangga', 'pisang']

 Dictionary ( dict ): data yang menyimpan data dalam


bentuk pasangan kunci-nilai dan bersifat mutable
Contoh:
Siswa = {
“nama”: “Ayu”,
“umur”: 16,
“nilai”: 95
}
Siswa[“kelas”] = “XI IPA”
Print(siswa)

Output:
{‘nama’: ‘Ayu’, ‘umur’: 16, ‘nilai’: 95, ‘kelas’: ‘XI IPA’}

 Set: data yang menyimpan elemen unik dan tidak


berurutan, serta bersifat mutable
Contoh:
Angka = {1, 2, 3, 3, 2, 4}
[Link](5)
Print(angka)

Output:
{1, 2, 3, 4, 5}

10. String Manipulation


String manipulation adalah teknik untuk mengolah teks di
Python. Beberapa operasi dasar yang sering digunakan antara lain.

a. Menggabungkan String

nama = "Ayu"
sapaan = "Halo " + nama
print(sapaan)

Output:
Halo Ayu

b. Mengakses dan Memotong String

Teks = “Python”
Print(teks[0])
Print(teks[0:3])
Output:
P
Pyt

c. Mengubah dan Mengganti String

kalimat = "belajar python"


print([Link]())
print([Link]("python", "Java"))

Output:
BELAJAR PYTHON
belajar Java

D. Penerapan Python dalam Kehidupan Nyata


Python banyak digunakan di berbagai bidang karena sintaksnya
sederhana dan dukungan pustaka (library) yang sangat luas. Beberapa
contoh penerapan:
1. Pengolahan Data dan Statistik
Python sering dipakai dengan library seperti pandas dan numpy
untuk menganalisis data. Misalnya, menghitung rata-rata nilai
siswa.
nilai = [85, 90, 78, 92, 88]
rata_rata = sum(nilai) / len(nilai)
print("Nilai rata-rata:", rata_rata)
Output:
Nilai rata-rata: 86.6
2. Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence)
Dengan library seperti TensorFlow atau scikit-learn, Python
digunakan untuk membuat model AI, misalnya sistem rekomendasi
di e-commerce atau deteksi wajah.
3. Pengembangan Web
Framework seperti Django dan Flask memungkinkan Python
dipakai untuk membangun website interaktif.
4. Otomatisasi (Automation/Scripting)
Python bisa dipakai untuk membuat skrip sederhana, misalnya
mengganti nama banyak file sekaligus atau mengambil data dari
internet (web scraping).
5. Pengembangan Perangkat Lunak
Digunakan untuk membuat berbagai jenis aplikasi termasuk
aplikasi dekstop, bisnis, dan chatbot.
E. Kelebihan Pemrograman Bahasa Python
1. Tidak ada tahapan kompilasi dan penyambungan (link) sehingga
kecepatan perubahan pada masa pembuatan sistem aplikasi
meningkat.
2. Tidak ada deklarasi tipe sehingga program menjadi lebih
sederhana, singkat, dan fleksibel.
3. Manajemen memori otomatis yaitu kumpulan sampah memori
sehingga dapat menghindari pencatatan kode.
4. Tipe data dan operasi tingkat tinggi yaitu kecepatan pembuatan
sistem aplikasi menggunakan objek yang telah ada.
5. Pemrograman berorientasi objek.
6. Terdapat kelas, modul, eksepsi sehingga terdapat dukungan
pemrograman skala besar secara modular.
7. Model objek universal kelas Satu.
8. Konstruksi pada saat aplikasi berjalan.
9. Interaktif, dinamis dan alamiah.
10. Akses hingga informasi interpreter.
11. Portabilitas secara luas seperti pemrograman antar platform tanpa
ports.
12. Mudah dipelajari dan digunakan.
13. Memiliki komunitas yang besar dan aktif.
14. Pustaka dan ekosistem yang luas.
15. Bersifat gratis dan open source

F. Kekurangan Pemograman Bahasa Phyton


1. Beberapa penugasan terdapat diluar dari jangkauan python, seperti
bahasa pemrograman dinamis lainnya, python tidak secepat atau
efisien sebagai statis, tidak seperti bahasa pemrograman kompilasi
seperti bahasa C.
2. Disebabkan python merupakan interpreter, python bukan
merupakan perangkat bantu terbaik untuk pengantar komponen
performa kritis.
3. Python tidak dapat digunakan sebagai dasar bahasa pemrograman
implementasi untuk beberapa komponen, tetapi dapat bekerja
dengan baik sebagai bagian depan skrip antarmuka untuk mereka.
4. Penggunaan memori yang tinggi.
5. Tidak ideal untuk komputasi seluler.
6. Kurang matang untuk skala data besar
7. Akses database kurang optimal

G. Manfaat Mempelajari Python


1. Mudah dipelajari dan digunakan, sintaks Python sederhana,
mirip dengan bahasa manusia. Hal ini memudahkan pemula untuk
cepat memahami logika pemrograman dan meningkatkan efisiensi
dalam menulis dan meninjau kode.
2. Memiliki peluang kerja yang luas, Python digunakan di banyak
bidang seperti pengembangan web, analisis data, kecerdasan
buatan, hingga keamanan siber. Karena itu, permintaan tenaga
kerja dengan kemampuan Python terus meningkat di berbagai
industri.
3. Berpotensi berpenghasilan besar, profesi yang membutuhkan
Python, seperti data scientist, machine learning engineer, dan
software developer, termasuk pekerjaan dengan gaji tinggi. Hal ini
membuat penguasaan Python menjadi investasi yang menjanjikan
di masa depan.
4. Dukungan komunitas yang kuat, komunitas Python aktif di
seluruh dunia, sehingga mudah mencari solusi dari masalah
melalui forum, dokumentasi, maupun tutorial.
5. Tersedia Banyak Library, Python memiliki ribuan library siap
pakai, sehingga pengembangan program menjadi lebih cepat dan
efisien.
6. Open Source dan Gratis, Python bisa digunakan siapa saja tanpa
biaya lisensi, mendukung perkembangan software yang lebih
terbuka.

H. Kesimpulan Akhir

Python adalah bahasa pemrograman interpretatif multiguna dengan


filosofi perancangan yang berfokus pada tingkat keterbacaan kode. Python
diklaim sebagai bahasa yang menggabungkan kapabilitas, kemampuan,
dengan sintaksis kode yang sangat jelas, dan dilengkapi dengan
fungsionalitas pustaka standar yang besar serta komprehensif.

Python mendukung multi paradigma pemrograman, utamanya; namun


tidak dibatasi; pada pemrograman berorientasi objek, pemrograman
imperatif, dan pemrograman fungsional. Salah satu fitur yang tersedia
pada python adalah sebagai bahasa pemrograman dinamis yang dilengkapi
dengan manajemen memori otomatis. Seperti halnya pada bahasa
pemrograman dinamis lainnya, python umumnya digunakan sebagai
bahasa skrip meski pada praktiknya penggunaan bahasa ini lebih luas
mencakup konteks pemanfaatan yang umumnya tidak dilakukan dengan
menggunakan bahasa skrip. Python dapat digunakan untuk berbagai
keperluan pengembangan perangkat lunak dan dapat berjalan di berbagai
platform sistem operasi.

Anda mungkin juga menyukai