0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
17 tayangan10 halaman

Program Supervisi MTs 2023-2024

Dokumen ini menjelaskan Program Supervisi MTs Negeri 2 Lembata untuk tahun ajaran 2023-2024, yang mencakup berbagai aspek penting dalam pendidikan seperti kunjungan kelas, perpustakaan, administrasi, dan kegiatan ekstrakurikuler. Supervisi bertujuan untuk memantau dan mengevaluasi proses pembelajaran serta meningkatkan kualitas pendidikan melalui berbagai metode seperti observasi kelas dan supervisi klinis. Kepala Madrasah diharapkan dapat membina dan membimbing guru untuk mencapai visi dan misi lembaga secara efektif.

Diunggah oleh

Nasir Nurdin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
17 tayangan10 halaman

Program Supervisi MTs 2023-2024

Dokumen ini menjelaskan Program Supervisi MTs Negeri 2 Lembata untuk tahun ajaran 2023-2024, yang mencakup berbagai aspek penting dalam pendidikan seperti kunjungan kelas, perpustakaan, administrasi, dan kegiatan ekstrakurikuler. Supervisi bertujuan untuk memantau dan mengevaluasi proses pembelajaran serta meningkatkan kualitas pendidikan melalui berbagai metode seperti observasi kelas dan supervisi klinis. Kepala Madrasah diharapkan dapat membina dan membimbing guru untuk mencapai visi dan misi lembaga secara efektif.

Diunggah oleh

Nasir Nurdin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROGRAM SUPERVISI

TAHUN PELAJARAN 2023-2024

 Kunjungan Kelas
 Perpustakaan
 Administrasi Perlengkapan
 Kegiatan Ekstrakurikuler/Kesiswaan

MTs Negeri 2 Lembata


2024
KATA PENGANTAR

Madrasah merupakan sebuah sistem yang terdiri atas komponen-komponen penting yang
kait- mengait, berhubungan erat dan tidak mungkin terpisahkan. Komponen tersebut meliputi seluruh
ranah fisik dan non-fisik, stakeholder (pemangku kepentingan) terhadap keberadaan Madrasah yaitu
siswa, guru, unsur pimpinan, karyawan, orang tua siswa/ komite Madrasah, instansi terkait, serta
pihak-pihak yang secara langusung maupun tidak langsung berkepentingan terhadap eksistensi
Madrasah. Semua itu dapat dikatakan sebagai komponen sistem per-Madrasah-an.
Komponen pembentuk sistem perikehidupan Madrasah tersebut dapat dipisahkan menjadi
dua bagian yaitu komponen inti – yang merupakan komponen langsung terlibat dan berada di
Madrasah – dan komponen luar yang secara tidak langsung berpengaruh terhadap kemajuan
kehidupan Madrasah.
Sebagai lembaga pendidikan, Madrasah dalam hal ini MTs Negeri 2 Lembata memiliki visi
dan misi yang jelas sehingga keduanya diharapkan dapat dicapai secara optimal. Pencapaian visi,
misi, dan tujuan Madrasah tidak begitu saja dapat diwujudkan tanpa adanya program sistematis dan
lengkap yang meliputi perencanaan, proses serta evaluasi sehingga kegagalan pencapaian visi, misi,
dan tujuan Madrasah dapat diminimalisasikan.
Salah satu faktor penting dalam rangkaian upaya pencapaian visi, misi, dan tujuan Madrasah
tersebut adalah perlu disusunnya sebuah Program Supervisi untuk mencermati, memantau, serta
evaluasi melekat terhadap beberapa titik vital kehidupan Madrasah anatara lain: supervisi KBM,
supervisi perpustakaan, supervisi administrasi Madrasah, serta supervisi kegiatan kesiswaan/
ekstrakurikuler.
Mengingat akan pentingya kegiatan supervisi terhadap proses kehidupan sistem Madrasah,
dengan ini penulis mencoba untuk menyusun Program Supervisi MTs Negeri 2 Lembata Tahun
Ajaran 2023/2024.
Program Supervisi ini tentu saja masih terlalu jauh dari sempurna mengingat keterbatasan
berbagai aspek dari penyusun. Namun demikian harapan tetap mengedepan, kiranya program
supervisi ini dapat membantu – meski hanya sedikit – upaya pencapaian visi, misi, dan tujuan
MTs Negeri 2 Lembata khusunya Tahun Ajaran 2023-
2024 Amin.

Lembata, 31 Agustus 2023


Kepala Madrasah,

Ramlah Budiman, [Link]


NIP: 196811091997032001

1
BAB I

PENDAHULUAN

Pendidikan pada masa desentralisasi berbeda dengan sentralisasi. Pada masa


sentralisasi segala sesuatu seperti; bangunan Madrasah,kurikulum,jumlah murid,buku
pelajaran,cara mengajar dan sebagainya ditetapkan dan diselenggarakan oleh pemerintah
secara sentral. Kewajiban kepala Madrasah dan guru-guru sebagian besar hanyalah
menjalankan apa yang telah ditetapkan dan diinstruksikan.
Dengan adanya desentralisasi menjadi lain;pada penyelenggaraan pendidikan
masyarakat diikutsertakan dan turut serta dalam usaha-usaha pendidikan. Tanggung jawab
kepala Madrasah dan guru semakin banyak dan luas. Dahulu, kepala Madrasah telah
dianggap baik dan cakap kalau Madrasahnya dapat berjalan dengan teratur tanpa
menghiraukan kepentingan dan berhubungan dengan masyarakat sekitarnya,tetapi penilaian
sekarang lebih dari itu.
Tugas kepala Madrasah sekarang mengatur jalannya Madrasah dan dapat
bekerjasama dan berhubungan erat dengan masyarakat. Kepala Madrasah wajib
membangkitkan semangat staf guru-guru dan pegawai Madrasah untuk bekerja dengan
baik,membangun visi dan misi, kesejahteraan, hubungan dengan pegawai Madrasah dan
murid, mengembangkan kurikulum.
Salah satu tugas kepala Madrasah adalah sebagai pembina dan pembimbing guru
agar bekerja dengan betul dalam proses pembelajaran siswanya. Supervisi pembelajaran
mempunyai tiga prinsip yaitu:(a) supervisi pembelajaran langsung mempengaruhi dan
mengembangkan perilaku guru dalam mengelola proses belajar mengajar;(b) perilaku
supervisor dalam membantu guru mengembangkan kemampuannya harus didesain dengan
jelas;(c) tujuan supervisi pembelajaran adalah guru makin mampu menjadi fasilitator dalam
belajar bagi siswanya

A. Definisi Supervisi

Menurut keputusan Menteri pendidikan dan kebudayaan nomor 0134/0/1977,


termasuk kategori supervisor dalam pendidikan adalah kepala Madrasah, penilik Madrasah,
da n para pengawas ditingkat kabupaten/kotamadya, serta staf di kantor bidang yang ada di
tiap provinsi.
Salah satu tugas pengawas dengan perincian sebagai berikut:
”Mengendalikan pelaksanaan kurikulum meliputi isi, metode penyajian, penggunaan alat
perlengkapan dan penilaian agar sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundangan yang
berlaku.”
Pada rambu-rambu penilaian kinerja kepala Madrasah (SMP), Dirjen Dikdasmen
Tahun 2000 sebagai berikut:
1) Kemampuan menyusun program supervisi pendidikan
2) Kemampuan melaksanakan program supervisi pendidikan
3) Kemampuan memanfaatkan hasil supervise
Pada dasarnya tugas pokok kepala Madrasah adalah menilai dan membina
penyelenggaraan pembelajaran di Madrasah. Dengan kata lain salah satu tugas kepala
Madrasah sebagai pembinaan yang dilakukan memberikan arahan, bimbingan, contoh dalam
proses pembelajaran di Madrasah. Berarti bahwa kepala Madrasah merupakan supervisor
yang bertugas melaksanakan supervisi pembelajaran.
Willes (1975), mengatakan di atas bertujuan untuk memelihara atau mengadakan
perubahan operasional Madrasah, dengan cara mempengaruhi tenaga pengajar secara
langsung demi mempertinggi kegiatan belajar siswa. Supervisi hanya berhubungan langsung
dengan guru, tetapi berkaitan dengan siswa dalam proses
belajar. Ross L.(1980), mendefinisikan bahwa supervisi adalah pelayanan kepada guru-guru
yang bertujuan menghasilkan perbaikan pengajaran, pembelajaran dan kurikulum.
Purwanto (1987), supervisi ialah suatu aktivitas pembinaan yang direncanakan untuk
membantu para guru dan pegawai Madrasah dalam melakukan pekerjaan secara efektif.

2
Sesuai dengan rumusan di atas maka kegiatan yang dapat disimpulkan dalam
supervisi pembelajaran sebagai berikut:
1). Membangkitkan dan merangsang semangat guru-guru menjalankan tugasnya
terutama dalam pembelajaran.
2). Mengembangkan kegiatan belajar mengajar.
3). Upaya pembinaan dalam pembelajaran.

B. Prinsip Supervisi

1) Supervisi harus konstruktif.


2) Supervisi harus menolong guru agar senantiasa tumbuh sendiri tidak tergantung
pada kepala Madrasah. .
3) Supervisi harus realistis.
4) Supervisi tidak usah muluk-muluk dan didasarkan pada kenyataan yang
sebenarnya pada guru-guru.
5) Supervisi harus demokrat.
6) Hakikat pengembangan mutu Madrasah adalah usaha bersama berdasarkan musyawarah.
7) Supervisi harus obyektif.
8) Kegiatan tidak boleh diwarnai oleh prasangka kepala Madrasah, diperlukan data
konkret tentang keadaan sebenarnya dan kepala Madrasah juga harus mengakui
keterbatasannya.

C. Jenis-Jenis Supervisi

Beberapa jenis supervisi antara lain observasi kelas, saling kunjung, demonstrasi
mengajar, supervisi klinis, kaji tindak (action research).

3
BAB II

PELAKSANAAN SUPERVISI PEMBELAJARAN

A. Observasi Kelas

Observasi kelas merupakan salah satu cara paling baik memberikan supervisi pembelajaran
karena dapat melihat kegiatan guru, murid dan masalah yang timbul.

1. Perencanaan

Kepala Madrasah merencanakan dalam menyusun program dalam satu semester atau
tahunan. Program tidak terlalu kaku, tergantung dari jumlah guru yang perlu di observasi.
Ada tiga macam observasi yaitu dengan pemberitahuan, tanpa pemberitahuan, dan atas
undangan.

2. Mekanisme Observasi

a. Persiapan yang diperhatikan:

1) Guru diberi tahu kepala Madrasah bahwa kepala Madrasah akan mengadakan observasi .
2) Kesepakatan kepala Madrasah dan guru tolak ukur tentang apa yang diobservasi.

b. Sikap observer di dalam kelas

1) Memberi salam kepada guru yang mengajar.


2) Mencari tempat duduk yang tidak mencolok.
3) Tidak boleh menegur kesalahan guru di dalam kelas.
4) Mencatat setiap kegiatan.
5) Bila ada memakai alat elektronika: tape recorder, kamera.
6) Mempersiapakan isian berupa check list.

c. Membicarakan hasil observasi

Hasil yang dicatat dibicarakan dengan guru, ada beberapa hal yang perlu dikemukakan:

1). Kepala Madrasah mempersiapkan( bisa bertanya pada nara sumber atau perpustakaan).
2). Waktu percakapan.
3). Tempat percakapan.
4). Sikap ramah simpatik tidak memborong percakapan.
5). Percakapan hendaknya tidak keluar dari data observasi.
6). Guru diberi kesempatan dialog dan mengeluarkan pendapat.
7). Kelemahan guru hendaknya menjadi motivasi guru dalam memperbaiki kelemahan.
8). Saran untuk perbaikan diberikan yang mudah dan praktis.
9). Kesepakatan perbaikan disepakati bersama dengan menyenangkan.

d. Laporan percakapan

1). Hasil pembicaraan didokumenkan menurut masing-masing guru yang


telah diobservasi.
2). Isi dokumen dimulai dari tanggal, tujuan data yang diperoleh, catatan
diskusi, pemecahan masalah dan saran-saran.

B. Saling Mengunjungi

Dalam kegiatan belajar mengajar sudah ada wadah dari kegiatan untuk menambah
pengetahuan dan meningkatkan kemampuan pembelajaran guru-guru antara lain:

4
1. Untuk tingkat SMP dan SMA adalah Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).
2. Untuk tingkat Madrasah Dasar adalah Pusat Kegiatan Guru (PKG).

C. Demonstrasi Mengajar

Dalam kegiatan pembelajaran sangat sukar menentukan mana yang benar dalam
praktek mengajar karena mengajar menurut Siswoyo(1997), sebagai seni dan filsuf. Menurut
pendapat di atas mengajar dalam pekerjaan di Madrasah bukan pekerjaan yang mudah,
sehingga kepala Madrasah dalam demonstrasi pembelajaran tidak perlu mengakui kelemahan
dan perlu mencarikan ahli yang dapat memberikan gambaran tentang pembelajaran yang
baik.

Selain itu dapat juga menggunakan kamera yang sederhana dan hasilnya dapat
dilihat dengan TV Multi media. Yang perlu dipersiapkan:

1. Guru yang mengajar harus memberikan persiapan.


2. Kamera diletakkan di tempat strategis sehingga aktivitas guru siswa terlihat dan
tanpa mengganggu kegiatan pembelajaran.
3. Kepala Madrasah dan guru melihat proses pembelajaran.
4. Hasil rekaman dapat dilihat dengan TV Multi media dan ditonton bersama
kepala Madrasah maupun guru-guru yang lain.
5. Guru-guru dan kepala Madrasah memberikan komentar.
6. Hasil diskusi-diskusi tersebut untuk perbaikan mengajar guru ysng bersangkutan.

D. Supervisi Klinis

Supervisi klinis termasuk bagian dari supervisi pengajaran. Perbedaannya dengan


supervisi yang lain adalah prosedur pelaksanaannya ditekankan kepada mencari sebab-sebab
atau kelemahan yang terjadi dalam proses pembelajaran dan kemudian langsung diusahan
perbaikan kekurangan dan kelemahan tersebut.
Menurut Made Pidarta(1992),supervisi klinis diberlakukan bagi guru-guru yang
sangat lemah dalam melaksanakan tugasnya. Untuk memperbaikinya tidak cukup dilakukan
satu atau dua kali supervisi, melainkan dibutuhkan serentetan supervisi untuk memperbaiki
satu persatu kelemahannya.

Pelaksanaan supervisi klinis menurut La Sulo (1987), mengemukakan ciri-ciri


supervisi sebagai berikut:
1. Bimbingan supervisor kepada guru bersifat bantuan, bukan perintah atau instruksi.
2. Kesepakatan antara guru dan supervisor tentang apa yang dikaji dan
jenis ketrampilan yang paling penting (diskusi guru dengan supervisor).
3. Instrumen dikembangkan dan disepakati bersama antara guru dengan supervisor.
4. Guru melakukan persiapan dengan aspek kelemahan-kelemahan yang
akan diperbaiki. Bila perlu berlatih di luar Madrasah.
5. Pelaksanaannya seperti dalam teknik observasi kelas.
6. Balikan diberikan dengan segera dan bersifat obyektif.
7. Guru hendaknya dapat menganalisa penampilannya.
8. Supervisor lebih banyak bertanya dan mendengarkan daripada memerintah
atau mengarahkan.
9. Supervisor dan guru dalam keadaan suasana intim dan terbuka.
10. Supervisi dapat digunakan untuk membentuk atau peningkatan dan
perbaikan ketrampilan pembelajaran.

E. Kaji Tindak
Sebagaimana namanya, penelitian aksi atau action research, merupakan paduan
antara aksi (tindakan, action) dan penelitian (research). Aksi yang sekaligus penelitian yang
mengandung aksi. Jenis metode penelitian ini dapat dilaksanakan di Madrasah untuk

5
memecahkan permasalahan pendidikan antara lain bagaimana siswa rajin mengerjakan
pekerjaan rumahnya.
Fokus utama kaji tindak adalah mendorong para praktisi untuk meneliti dan terlibat
dalam praktek penelitiannya sendiri. Hasil penelitiannya dipakai sendiri oleh peneliti dan
orang lain yang membutuhkan.
Kaji tindak bersifat partisipatif, karena melibatkan guru dalam penelitiannya sendiri
dan kolaborator, karena kaji tindak melibatkan orang-orang lain sebagai bagian dari suatu
penelitian dan hasilnya dapat dinikmati bersama. Sehingga peran kepala Madrasah dapat
mendorong guru-guru dalam memperbaiki pembelajaran.
Menurut Sungkowo (2004), kaji tindak (action research) dapat digunakan untuk
guru-guru dalam membantu pembelajaran dan menolong membantu dalam penulisan karya
ilmiah.
Pada umumnya pelaksanaan Kaji tindak ditujukan untuk :
1. Meningkatkan kualitas, seperti kualitas pembelajaran, kualitas siswa,
kualitas kerjasama, kualitas bertanya.
2. Meningkatkan efektivitas, seperti siswa memahami apa yang diterangkan guru,
siswa malaksanakan tugas-tugas yang telah ditetapkan.
3. Meningkatkan efisiensi guru, seperti dapat memanfaatkan metode, stategi
dan penilaian pembelajaran.
Menurut Kemmi (1995), Kaji tindak dirumuskan dalam empat tahap yaitu: tahap
perencanaan, tahap aksi atau pelaksanaan tindakan, tahap pengamatan, tahap evaluasi dan
refleksi/umpan balik.

a. Tahap Perencanaan:

Yang dimaksud tahap perencanaan adalah penelitian rencana kegiatan yang akan dilakukan.
Untuk dapat menyusun rencana tersebut, ada beberapa kegiatan yang harus dilalui:

1). Menemukan problem.


2). Rencana pertemuan selama satu semester (32 pertemuan).
3). Kegiatan yang belum dilaksanakan sebelumnya.
4). Mengembangkan hipotesis.

Untuk menemukan dan merumuskan problem kegiatan yang perlu dilaksanakan, antara lain :

1). Meningkatkan kemampuan siswa bertanya.


2). Meningkatkan gemar membaca.
3). Meningkatkan nilai rapor dalam pembelajaran tertentu.
4). Memanfaatkan buku-buku

perpustakaan. Kegiatan hipotesis

dirumuskan antara lain :

1). Pokok bahasan yang akan dilakukan.


2). Rencana bagaimana aksi akan dilakukan ( urutan kegiatan, waktu pelaksanaan,
bahan yang diperlukan).

Syarat Kolaborator dirumuskan antara lain :

1). Teman guru-guru (kalau bisa sejenis).


2). Yang sudah memiliki pengalaman mengajar.

b. Tahap Pelaksanaan

Peneliti memulai melaksanakan apa yang direncanakan sebelumnya dan kolabulator


yang duduk di bangku belakang mengamati dan mencatat dengan sikap netral. Hasil catatan
tersebut berupa catatan lapangan dan sebaiknya dengan dokumen tape recorder atau yang
lainnya.

6
c. Tahap Refleksi

Hasil dari diskusi bersama kolabulator untuk mengadakan refleksi tindakan-


tindakan yang telah dilakukan guru tentang upaya kesungguhan guru atau kelemahan-
kelemahan selama pelaksanaan tindakan akan dijadikan dasar dalam membuat perbaikan
perencanaan siklus kedua. Kemungkinan siklus kedua muncul permasalahan yang harus
dipecahkan. Permasalahan pertama diperbaiki bersama sehingga fokus penelitian akan
bertambah

d. Laporan Penelitian

Agar hasil penelitian dapat dimanfaatkan oleh pihak lain baik guru, pejabat
pendidikan dan yang lain, maka hasil penelitian harus dikomunikasikan lewat pelaporan.
Laporan hasil penelitian kaji tindak terdiri dari :
1). Gagasan umum.
2). Perumusan masalah.
3). Perencanaan penelitian kaji tindak
4). Pelaksanaan penelitian kaji tindak.
5). Monitoring.
6). Evaluasi dan refleksi.
7). Saran dan rekomendasi.

7
BAB III

PERANGKAT DAN JADWAL SUPERVISI

A. Perangkat Supervisi

Salah satu perangkat yang digunakan dalam melaksanakan supervisi ialah


instrumen observasi pembelajaran/check list terutama untuk supervisi kelas, supervisi klinis,
dengan demikian diharapkan indikator yang diamati untuk setiap unsur yang diamati, antara
lain :

a. Persiapan dan apersepsi.


b. Relevansi materi dengan tujuan instruksional.
c. Penguasaan materi.
d. Strategi.
e. Metode.
f. Manajemen kelas.
g. Pemberian motivasi kepada siswa.
h. Nada dan suara.
i. Penggunaan bahasa.
j. Gaya dan sikap perilaku.
k. Penggunaan Media Pembelajaran
l. Penilaian Proses dan Hasil Belajar
m. Melaksanakan Tindak Lanjut

8
BAB IV
PENUTUP

Program Supervisi disusun sebagai alat kontrol pelaksanaan program-pragram


Madrasah yang lain yaitu sebagai pengingat dan sekaligus pengarah roda pengeloalaan
administrasi di dalam Madrasah.

Dengan pelaksanaan supervisi dalam segala aspek dan sektor niscaya kendala dan
hambatan dalam pengelolaan Madrasah terutama yang berkaitan langsung maupun tidak
dengan peserta didik akan dapat tertangani secara baik dan lancar.

Program supervisi ini disusun sebagai acuan minimal dalam pelaksanaan


administrasi di Madrasah yang menyangkut beberapa faktor inti kehidupan Madrasah.

Kiranya dengan pelaknaan program supervisi ini dapat diharapkan ketertiban dan
semangat belajar siswa serta etos kerja guru/karyawan semakin menngkat.

Amin.

Lembata, 31 Agustus 2023Kepala


Madrasah,

Ramlah Budiman, [Link]


NIP: 196811091997032001

Anda mungkin juga menyukai